Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.
Open AccessKata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan, Gula Darah
Daftar Bacaan : 33 Kepustakaan (Tahun 2017-2023)
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pelayanan kefarmasian merupakan pelayanan kesehatan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kesehatan yang bermutu, sedangkan apoteker sebagai bagian dari tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang bermutu. Pelayanan kefarmasian selain sebagai tuntutan profesionalisme juga dapat dilihat sebagai faktor yang menarik konsumen untuk membeli obat farmasi (Sari & Suprianto). Jenis penelitian ini termasuk penelitian nonekperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan analisis kuantitatif yaitu menggunakan analisis data berupa angka yang bertujuan untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di klinik Raffa Medika. Penelitian ini menggunakan pendekatan (survey) dimana pengumpulan data ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden, dengan bantuan perhitungan aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan hasil uji Chi-square pada jenis kelamin bisa dilihat pada table diatas didapatkan p-value 0.151, sehingga p-value 0.01. Untuk jenis kelamin laki-laki, ada sebanyak 2 responden yang menyatakan tidak puas, 33 responden menyatakan cukup puas, dan 10 responden menyatakan puas, jadi total jenis kelamin laki-laki ada sebanyak 45 responden. Dan untuk jenis kelamin Perempuan, ada sebanyak 28 responden menyatakan cukup puas, 16 responden menyatakan puas, total jenis kelamin perempuan ada sebanyak 44 responden. Berdasarkan uji statistik dapat di nyatakan bahwa tidak adanya hubungan antara jenis kelamin dengan Kepuasan.
Open AccessKatakunci : Kepuasan, pasien, pelayanan kefarmasian, klinik
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
Open Access
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kalium merupakan salah satu kation yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kalium banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat beberapa jenis kentang berdasarkan warna yaitu kentang merah, kentang kuning dan kentang putih. Kentang yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kentang kuning dan kentang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kadar kalium yang terkandung dalam kentang kuning dan kentang merah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah kentang kuning dan kentang merah. Analisis kualitatif menggunakan larutan asam pikrat dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode One-Way Anova. Hasil penelitian diperoleh kadar kalium pada kentang kuning sebesar 97,8161 ± 0,0656 mg/100g dan kadar kalium kentang merah sebesar 95,6601 ± 0,0342 mg/100g. Hasil uji statistik beda rata-rata kandungan kalium menggunakan uji distribusi t didapatkan hasil 1893,8529. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalium pada kentang kuning dan kentang merah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kandungan kentang kuning lebih tinggi dibandingkan kentang merah.
Open AccessKentang, Kalium, Spektrofotometri Serapan Atom
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Medication Error hingga saat ini merupakan salah satu faktor penyebab masalah kesehatan pada pasien, mulai resiko ringan sampai resiko berat kematian Mengetahui dan mengevaluasi adanya medication error dari fase prescribing pada pasien penyakit jantung di instalasi farmasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, Penelitian dilakukan dengan rancang deskriptif non eksperimental yang dikerjakan secara prospektif. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua resep pasien penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Sampel dalam penelitian ini adalah resep obat penyakit jantung di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang. Data persentase yang di dapat adalah tulisan resep yang tidak dapat terbaca 0,8%, nama obat yang disingkat 66%, tidak ada rute pemberian 60%, tidak ada bentuk sediaan 76%, tidak ada paraf dokter 42%, tidak ada berat badan 87%, tidak ada tinggi badan 87%, tidak ada jenis kelamin 66%. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap resep penyakit jantung diketahui bahwa pelayanan resep pada fase prescribing di instalasi farmasi RS Sentra Medika Cikarang tidak terjadi adanya medication error, namun adanya potensi terrjadinya medication error. Kepada dokter, farmasi dan tenaga medis lainnya diharapkan untuk lebih memerhatikan hal-hal yang berpotensi terjadinya medication error.
Open AccessKata Kunci : Fase Prescribing, Jantung, Medication Error.
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
Open Access
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).
Open AccessHipertensi, Rekam Medis, Puskesmas
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Berdasarkan data Riskesdas 2018 masyarakat yang terdata yaitu di
Provinsi Jawa Barat sebesar 186.809 orang, sedangkan untuk prevalensi ISPA yang
terdiagnosa di provinsi Jawa Barat ada pada peringkat ke 7 yaitu sebesar 4,7%.
Provinsi Jawa Barat termasuk kedalam 10 besar yang banyak terjadi kasus ISPA.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Peresepan
Antibiotik Oral Pada Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut Di Klinik Tiara
Cibinong Bogor Periode April-September 2022.
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat
Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di
Klinik Tiara periode April-September tahun 2022.
Hasil: Penggunaan antibiotik oral yaitu laki-laki sebanyak 55 pasien (55%) dari 100
pasien. Kelompok usia yang lebih banyak mendapatkan antibiotik oral yaitu adalah
anak-anak 39 pasien (39%) dari 100 pasien. Zat aktif Antibiotik yang lebih banyak
diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 49 pasien (49%) dari 100 resep. Golongan
antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu golongan sefalosporin sebanyak 55
pasien (55%) dari 100 resep dan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan yaitu
sirup 50 pasien (50%) dari 100 resep
Open AccessISPA, Antibiotik ispa, resep, klinik, cefadroxil
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Apotek merupakan salah satu pelayanan kesehatan tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker. Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang dapat memberikan kemananan, kerasionalan dalam penggunaan obat sehingga tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung 13 Juni – 5 Juli 2022 dilihat dari parameter pengukurannya yaitu berwujud (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), kepastian (assurance), kepedulian (emphaty) dan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung. Jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif analitik. Cara pengambilan sampel mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 109 sampel. Analisis data univariat menggunakan skala likert dan Customer Satisfaction Index (CSI), bivariat dengan bantuan program SPSS Versi 25 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik konsumen dengan tingkat kepuasan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik konsumen berdasarkan umur dengan nilai P value 0,741, pendidikan P value 0,545, pekerjaan P value 0,059, pengeluaran P value 0,102 dan tujuan pengobatan P value 0,266. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristk jenis kelamin dengan nilai P value 0,043 dan frekuensi kunjungan P value 0,019. Hasil tingkat kepuasan konsumen terhadap pelayanan kefarmasian di apotek Galunggung Kecamatan Cibitung secara keseluruhan konsumen merasa puas akan pelayanan yang diberikan. Kata Kunci : Apotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen
Open AccessApotek, Pelayanan Kefarmasian, Tingkat Kepuasan Konsumen
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Diabetes dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan makanan. Mengonsumsi makanan seperti konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Manfaat penelitian ini dapat memperluas pengetahuan, bukti dan pengalaman tentang hubungan pola makan dan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analisis korelasional cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat jalan dengan diabetes tipe 2 dan sebanyak 46 responden diidentifikasi dalam total sampel. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% responden memiliki kadar gula yang tidak terkontrol. Jumlah makanan, jenis makanan dan jenis makanan khas memiliki hubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS Sentra Medika Minahasa Utara (p value 0,05), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara dengan hasil (p value = 0,162 > 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain seperti stres, aktivitas fisik dan obesitas. Kata Kunci : Pola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka : 9 buku (2011-2022), 14 jurnal (2017-2022)
Open AccessPola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : pengetahuan pasien DM yang mendapatkan injeksi insulin di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda masih sangat rendah.
Tujuan Penelitian : Mengidentifikasi Data Distribusi Frekuensi tentang Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pengetahuan yang Mempengaruhi Ketepatan Teknik Injeksi Insulin pada Pasien DM di Poli Penyakit dalam RS Harapn Bunda Jakarta Timur Tahun 2023
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan alat ukur kuesioner dengan jumlah sample sebanyak 142 responden pasien DM yang mendapatkan terapi insulin.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan usia pre lansia 46,48% lansia 53,52%. Jenis kelamin laki – laki 54,23% perempuan 45,77%. Tingkat pendidikan rendah 52,11 % tingkat pendidikan tinggi 47,89%. Tingkat pengetahuan kurang baik 57,74% baik 42,25%.
Kesimpulan: ada pengaruh antara usia,tingkat pendidikan, dan tingakat pengetahuan terhadap ketepatan teknik injeksi insulin pada pasien DM di poli penyakit dalam RS Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value < 0,05. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan ketepatan teknik injeksi insulin di poli penyakit dalam Rs Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023 P-Value > 0,05.
Saran : Pendidikan kesehatan sangat penting dalam menentukan kualitas hidup manusia. Edukasi kepada pasien DM tentang teknik injeksi insulin sangat dibutuhkan agar pasien tidak salah dalam penyuntikan insulin.
Open AccessFaktor yang mempengaruhi ketepatan teknik injeksi insulin.
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.
Open AccessPengetahuan, Motivasi Melakukan senam kaki, Diabetes mellitus.
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
Open Access
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Rista Julaeha
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA INTRADIALITIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik.
Kata Kunci: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
Daftar Bacaan: 17 Kepustakaan (2013-2022)
Open Access: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, 1,5 juta
kematian terjadi di Asia Tenggara, yang sepertiga populasinya menderita
hipertensi. Tujuan dari penelitian ini merupakan untuk mengetahui gambaran
penggunaan obat antihipertensi di RS Sentra Medika Cibinong periode JuniNovember 2022. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam
medik pasien yang mendapat pengobatan hipertensi yang didapat dari pasien BPJS
rawat jalan RS Sentra Medika Cibinong dengan Periode Juni-November 2022.
Hasil penelitian ini yaitu hipertensi sering dialami oleh kelompok usia 45 - 65 tahun
sebanyak 56 orang (56%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 52 orang (52%).
Pada pasien prehipertensi penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak
digunakan adalah amlodipin (CCB) sebanyak 12 pasien (12%). Pada pasien
hipertensi stage 1 penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan
adalah amlodipin (CCB) sebanyak 12 pasien (12%). Pada pasien hipertensi stage 2
penggunaan obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah amlodipin
(CCB) + candesartan (ARB) sebanyak 8 pasien (8%).
Open AccessAmlodipin, Rekam Medik, Calcium Channel Blocker (CCB)
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN
PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS
MEDIKA SUHERMAN (UMS)
Bekasi, Mei 2023
Lilik Ambarwati
Hubungan Ulkus Diabetik Dengan Interaksi Sosial Penderita Diabetes Melitus
Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023
ABSTRAK
Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang serius dan komplek
berdampak pada hampir seluruh organ vital didalam tubuh. Interaksi sosial adalah
suatu hubungan antaraindividu atau lebih, dimana kelakuannya individu yang
satumempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuanindividu yang lain atau
sebaliknya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Ulkus Diabetik
Dengan Interaksi Sosial Penderita Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda.
Metode Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan
cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari
dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan,
kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time
approanch). Populasi dalam penelitian sebanyak 52 responden dengan
menggunakan tehnik total sampling sebanyak 52 responden. Hasil penelitian data
distribusi frekuensi tentang karakteristik responden didapatkan mayoritas usia 46
Th - 55 Th 21 responden (40,4%), jenis kelamin perempuan 28 responden (53,8%),
pendidikan SMA 42 responden (80%) dan pekerjaan pasien bekerja 38 responden
(73,1%). Didapatkan hasil dari hubungan ulkus diabetik dengan interaksi sosial
penderita diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta dengan nilai P- Value 0,04
< 0,05. Kesimpulan didapatkan ada hubungan bermakna antara ulkus diabetik
dengan interaksi sosial penderita diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta dan
disarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam
penelitian sejenis dengan tehnik yang berbeda disertai penambahan variabel
penelitian.
Open AccessKata Kunci : Penderita DM, Interaksi Sosial, Ulkus Diabetik.
Daftar Bacaan : 26 Kepustakaan (Tahun 2017 – 2022 )
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di RS Sentra Medika Cisalak dari 1 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 200 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan gula darah setelah diberikan relaksasi pada penderita Diabetes Melitus.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana sample diambil secara acak dengan populasi 42 responden. Intrumen yang digunakan adalah alat glucometer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon.
Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa p value 0.000 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi. Diharapkan relaksasi dilakukan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah serta dapat menjadi edukasi terhadap pasien agar kemudian tindakan relaksasi bisa dilakukan dirumah.
Bahan baca : : 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)
Kata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah
Open AccessKata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : RAGIL SAPUTRA NIM : 221070053 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RS SENTRA MEDIKA CIBINONG KABUPATEN BOGOR xv + 86 Halaman + 15 tabel + 9 Lampiran ABSTRAK Indonesia urutan kelima dengan jumlah kasus DM terbanyak yaitu 10,7 juta, dilihat dari hasil laporan data yang diperoleh dari pasien rawat jalan (Poli Penyakit Dalam) RS Sentra Medika Cibinong dari tahun ke tahun terjadi peningkatan dan termasuk 10 penyakit terbanyak, angka kejadian diabetes melitus dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya aktivitas fisik, obesitas, hipertensi, jenis kelamin dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian Diabetes Melitus di poliklinik penyakit dalam RS Sentra Medika Cibinong 2023. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi, peningkatan pelayana dalam managemen diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dimana penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu faktorfaktor yang berhubungan dengan angka kejadian DM (Obesitas, Hipertensi, Jenis Kelamin, Pekerjaan dan Aktifitas Fisik) dan kejadian Diabetes Melitus sebagai variabel dependent. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, wawancara, pemeriksaan gula darah dan penimbangan berat badan. Populasi dalam penelitian ini yaitu 228 pasien yang berkunjung di poliklinik penyakit dalam RS Sentra Medika Cibinong. Serta sampel dalam penelitian ini berjumlah 145 orang. Data diolah kemudian dilakukan Analisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakan bantuan software computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Chie-Square yaitu faktor obesitas (p =0,000), faktor hipertensi (p =0,000), jenis kelamin (p =0,039), faktor pekerjaan (p =0,002), dan aktifitas fisik (p =0,003). Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kejadian DM di Poliklinik penyakit dalam RS Sentra Medika Cibinong yaitu obesitas, hipertensi, jenis kelamin, pekerjaan dan aktifitas fisik Bahan Bacaan : 30 Buku & 18 Jurnal (2012-2023) Kata kunci : Pasien DM, Angka Kejadian Diebetes Melitus, Obesitas.
Open Access
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kurkumin merupakan suatu bahan obat spektrum luas yang memiliki berbagai aktivitas biologis dan farmakologis, diantaranya sebagai anti inflamasi,anti oksidan, anti mikroba, dan anti kanker. Tumbuhan yang memilki khasiat yangsama yaitu daun sirih. Daun sirih diketahui mengandung molekul bioaktif sepertisaponin,tanin,minyakatsiri,flavonoid,dan fenol yang memiliki kemampuan untuk membantu proses penyembuhan luka serta nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka seperti vitamin A dan vitamin C. Dengan melihat kandungan senyawa metabolit sekunder yang dimiliki kurkumin dan daun sirih, diharapkan dapat menjadikan kombinasi yang baik untuk alternatif pilihan terapi luka iris.Tujuan dari penelitian ini adalah mengamati aktivitas penyembuhan luka iris padatikus putih menggunakan kombinasi kurkumin –β-siklodekstrin dan ekstrak daunsirih yang diberikan secara topikal. Model penelitian in vivo menggunakan 5 kelompok tikus dengan masing-masing 5 ekor tikus (Sprague Dawley). Pemberiansecara topikal kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (1:1) menunjukkan waktu penyembuhan yang cepat dan lebih baik dibandingkan dengan kontrol negatif,kontrol positif,ekstrak daun sirih dan kurkumin.
Open AccessDaun Sirih, Luka Iris, Kombinasi, Kurkumin
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dengan gangguan metabolisme tubuh dalam waktu lama yang ditandai dengan kadar gula di dalam darah yang tinggi. Luka diabetik dikategorikan sebagai luka kronis dikarenakan respon inflamasi yang memanjang. Luka diabetik yang tidak sembuh menjadi faktor resiko infeksi yang menyebabkan amputasi bahkan berujung kematian. Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi perawatan luka yaitu usia yang bertambah akan meningkatkan kedewasaan seseorang sehingga seorang dapat berfikir secara lebih rasional, jenis kelamin perempuan lebih peduli didalam melakukan perawatan diri dan berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perawatan diri dari penyakit yang dideritanya, tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir, tingkat pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan perilaku pasien terhadap perawatan luka diabetik, begitu juga dengan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di poli bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang Berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak adalah usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan nilai p- value kurang dari 0,05. Kata kunci: Diabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik
Open AccessDiabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik, Perawatan Luka