Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

76 hasil
Penulis: Retno Anggraeni Puspita Sari

Hubungan Penerimaan Sosial dan Kelekatan Orang Tua Terhadap Self-Disclosure Pada Remaja di SMPN 2 Tambelang, Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan sosial dan emosional yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan penerimaan sosial dan kualitas hubungan dengan orang tua. Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan self-disclosure remaja. Keterbukaan diri yang baik membantu remaja dalam penyesuaian sosial dan kesehatan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerimaan sosial dan kelekatan orang tua terhadap self-disclosure pada remaja di SMPN 2 Tambelang Kabupaten Bekasi.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 36 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner penerimaan sosial, kelekatan orang tua, dan self-disclosure yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori penerimaan sosial tinggi (47,2%), kategori rendah (36,1%), dan sedang (16,7%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan sosial dengan self-disclosure serta antara kelekatan orang tua dengan self-disclosure dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berhubungan signifikan dengan self-disclosure pada remaja. Dukungan sosial dan hubungan emosional orang tua yang baik berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan diri remaja.

Open Accesspenerimaan sosial, kelekatan orang tua, self-disclosure, remaja
oai:ais:library-item:27740Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Prasekolah di Posyandu Melati Desa Sukadanau Kabupaten Bekasi Tahun 2026

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.

Open AccessPendidikan Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan, Speech Delay, Anak Prasekolah.
oai:ais:library-item:27752Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Pola Makan Sehat Dengan Perilaku Picky Eater Pada Anak Pra Sekolah di TKIT As-Salam Gunung Putri Bogor

Book2026Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Pola makan sehat pada anak usia dini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini melalui peran orang tua dan guru, misalnya dengan membiasakan anak membawa bekal sehat serta membatasi konsumsi jajanan instan. Keterlibatan orang tua dalam meyiapkan, memilih, serta mengatur pola makan anak menjadi kunci dalam mendorong kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mengurangi kecenderungan picky eater. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji analisis data uji chi-square yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini sampelnya berjumlah sebanyak 70 responden. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² hitung = 28,406 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah

Open AccessPicky Eater, Pola Makan, Pola Asuh
oai:ais:library-item:27729Lihat detail

Pengaruh Otago Exercise Programme Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan postural, dan kemampuan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmaologis yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko jatuh adalah otago exercise programme. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh otago exercise programme terhadap risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre- eksperimental one group pretest-posttest sample penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran risiko jatuh menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Intervensi Otago Exercise Programme diberikan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil univariat dengan menggunakan uji non parametrik test yaitu uji wilcoxon signed rank test hasil perhitungan statistik menunjukan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 karena nilai P< 0,05. yang berarti terdapat pengaruh dalam menurunkan resiko jatuh setelah di berikan intervensi. Kesimpulan: Otago Exercise Programme memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pencegahan resiko jatuh pada lansia.

Open Accesslansia, risiko jatuh, Otago Exercise Programme, Berg Balance Scale
oai:ais:library-item:27723Lihat detail

Pengaruh Metode Brain Gym Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anak usia sekolah berada pada tahap perkembangan operasional konkret yang membutuhkan kemampuan konsentrasi yang baik dalam proses belajar. Namun, hasil studi pendahuluan di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami tingkat konsentrasi rendah. Brain Gym merupakan intervensi nonfarmakologis berupa serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan mengoptimalkan fungsi otak serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Brain Gym terhadap tingkat konsentrasi belajar pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest - posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dan V sebanyak 150 siswa, dengan sampel 110 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Intervensi Brain Gym diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode Brain Gym terhadap peningkatan tingkat konsentrasi belajar. Kesimpulan: Metode Brain Gym berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non-farmakologis.

Open Accessusia sekolah, brain gym, konsentrasi belajar, grid concentration test
oai:ais:library-item:27716Lihat detail

Hubungan Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai standar minimal kepuasan pasien di atas 95%. Komunikasi terapeutik merupakan instrumen krusial bagi perawat dalam membangun hubungan saling percaya, menyampaikan informasi medis, dan memberikan dukungan emosional yang berdampak langsung pada kenyamanan pasien. Fenomena di Ruang Gladiol RS Sentra Medika Cikarang menunjukkan adanya kesenjangan, di mana skor kepuasan pasien baru mencapai 75,37% dan masih ditemukan keluhan terkait kurangnya penjelasan tindakan oleh perawat. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi gambaran pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat, mengidentifikasi gambaran tingkat kepuasan pasien, serta menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut di Ruang Gladiol Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode: Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan melalui teknik total sampling terhadap 30 responden yang menjalani rawat inap pada Februari 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner komunikasi terapeutik yang telah diuji validitasnya serta kuesioner kepuasan pasien standar rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi terapeutik perawat dalam kategori baik (50%) dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi (63,3%). Hasil uji bivariat mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05$) dan koefisien korelasi (r) sebesar 0,588. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien. Hal ini menginterpretasikan bahwa semakin optimal perawat dalam menjalankan tahapan komunikasi terapeutik—mulai dari prainteraksi hingga terminasi—maka persepsi kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rumah sakit akan semakin meningkat.

Open AccessKomunikasi Terapeutik, Kepuasan Pasien, Perawat, Rawat Inap.
oai:ais:library-item:27748Lihat detail

Hubungan Karakteristik Ibu dan Budaya Pola Pemberian Makan Balita Dengan Kejadian Stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Stunting merupakan masalah yang berdampak pada pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan kesehatan anak (WHO, 2020). Stunting bisa disebabkan oleh, pendidikan ibu, sosial ekonomi, serta pola pemberian makan (UNICEF, 2020). Berdasarkan prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4%, dengan angka di Kabupaten Bekasi sebesar 21,5% pada tahun 2021 dan menurun menjadi 13,8% pada tahun 2023 (Kemenkes RI, 2023).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan balita dengan kejadian stunting di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi.Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan sampel sebanyak 40 ibu yang memiliki balita stunting di RS Sentra Medika Cikarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan diolah menggunakan uji chi-square untuk menganalisis hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu, seperti tingkat pendidikan dan sosial ekonomi, dengan kejadian stunting (p = 0,013. Selain itu, budaya pola pemberian makan juga berhubungan dengan kejadian stunting (p = 0,024). Temuan ini sejalan dengan penelitian Auliani et al. (2021) yang menunjukkan bahwa ibu dengan tingkat pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak stunting (p = 0,001). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara karakteristik ibu dengan kejadian stunting dengan nilai P value 0,002 (p<0,05) dan ada hubungan antara budaya pola pemberian makan dengan kejadian stunting dengan nilai p value 0,028 (p<0,05). Karakteristik ibu dan budaya pola pemberian makan berperan dalam kejadian stunting. Oleh karena itu, edukasi mengenai pola pemberian makan perlu ditingkatkan untuk mencegah stunting.

Open AccessBalita, Budaya Pola Makan, Karakteristik Ibu, Sosial Ekonomi, Stunting
oai:ais:library-item:26558Lihat detail

Hubungan Hipertensi Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penyakit ginjal kronik (PGK) telah muncul sebagai salah satu penyebab kematian dan penderitaan paling menonjol di abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan hipertensi dengan kualitas hidup pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang tahun 2025. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 185 pasien dengan penyakit ginjal kronik, dengan sampel dipresisi menggunakan rumus Slovin. Sehingga didapatkan sampel sebanyak 72 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa, dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang menggali karakteristik responden, hipertensi dan kuesioner WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan spearman rank test. Hasil : analisis bivariat menggunakan spearman rank test, terdapat hubungan signifikan (p-value = 0,000) yang kuat dan searah antar variabel faktor risiko hipertensi dan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik. Saran : diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini, dengan mencari hubungan atau efektivitas antara varibel independen lainnya dengan kualitas hidup pada pasien penderita penyakit ginjal kronik, menggunakan metode dan desain penelitian selain analitik kuntitatif, serta analisis yang lebih mendalam demi pengembangan kebaharuan ilmu pengetahuan terhadap kualitas hidup pasien dengan penyakit ginjal kronik.

Open AccessPasien Penyakit Ginjal Kronik, Kualitas Hidup, Hipertensi
oai:ais:library-item:26570Lihat detail

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan bagi penderitanya, terutama dalam menghadapi proses pengobatan seperti kemoterapi. Efek samping kemoterapi tidak hanya memperburuk kondisi psikologis pasien kanker, tetapi juga dapat menghambat efektivitas pengobatan, sehingga mendesak untuk diatasi melalui pendekatan holistik yang menggabungkan dukungan medis dan psikologis. Adapun dampak fisik dan psikologis signifikan bagi penderitanya, terutama selama menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang sering kali menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat efektivitas pengobatan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga memegang peran penting dalam memberikan kenyamanan emosional dan meningkatkan ketahanan psikologis pasien. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Kemoterapi Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Metode: penelitian pada tugas akhir ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling, Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan januari 2025 dengan subjek penelitian berjumlah 56 responden. Kesimpulan: Berdasarkan hubungan dukungan keluarga menunjukan bahwa kategori dukungan keluarga tertinggi mendukung yaitu 36 responden (64.3 %) dan terendah kurang mendukung yaitu 6 responden (10.7 %). Kemudian berdasarakan hasil dari Analisis uji statistic (Spearman’s Rho) menunjukan nilai p= 0.047 < 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman’s Rho sebesar r = 0.267 yang menunjukan bahwa arah korelasi positif (searah) dengan nilai korelasi koefisian cukup.

Open AccessDukungan keluarga, kanker, kemoterapi, Tingkat Kecemasan
oai:ais:library-item:26576Lihat detail

Pengaruh Terapi Bermain Paper Toys Terhadap Peningkatan Perkembangan Motorik Halus Anak Retardasi Mental di SDLB Ananda Mandiri Tambun Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Retardasi mental adalah kondisi di mana individu memiliki tingkat intelegensi di bawah ratarata, yang berdampak pada berbagai aspek perkembangan, termasuk kemampuan motorik halus. Penelitian ini penting karena gangguan perkembangan motorik sering disebabkan oleh hambatan dalam proses belajar, yang dapat membuat anak malas menulis, kurang minat belajar, dan mengalami dampak negatif pada kepribadian mereka. Untuk merangsang perkembangan motorik halus, terapi bermain dengan paper toys dipilih sebagai intervensi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest, melibatkan 37 anak dengan retardasi mental dari SDLB Ananda Mandiri Tambun, Kabupaten Bekasi. Perkembangan motorik halus diukur sebelum dan sesudah intervensi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 20,16 menjadi 26,43, dengan uji Wilcoxon Signed-Rank menghasilkan nilai p < 0,001. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa terapi bermain dengan paper toys terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak-anak dengan retardasi mental.

Open AccessMotorik Halus, Retardasi Mental, Paper Toys.
oai:ais:library-item:26542Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara, sejenis tumor ganas yang bermula di jaringan payudara, merupakan pembunuh utama wanita di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang mudah, murah, dan non-invasif untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara sejak dini. Meskipun demikian, hanya sedikit wanita muda yang mengetahui atau menggunakan SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Pengetahuan (nilai-p = 0,003, OR = 13,500), sikap (nilai-p = 0,005, OR = 8,250), paparan terhadap informasi (nilai-p = 0,027, OR = 6,476), dukungan keluarga (nilai-p = 0,008, OR = 10,286), dan dukungan layanan kesehatan (nilai-p = 0,046) semuanya berhubungan secara signifikan dengan perilaku BSE, menurut data tersebut. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk tujuan statistik. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan perilaku BSE (nilai-p = 0,565, OR = 2,923), menurut tinjauan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.

Open AccessKanker Payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Perilaku Remaja, Deteksi Dini.
oai:ais:library-item:26537Lihat detail

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.

Open AccessKusta, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pengetahuan, personal hygiene, lingkungan, riwayat kontak.
oai:ais:library-item:26536Lihat detail

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Terjadinya Gout Arthritis Pada Penderita Gout Arthritis di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Asam urat (Gout Arthritis) merupakan penyakit kelainan metabolisme dimana terjadi produksi asam urat berlebihan atau penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, yang dihasilkan dari sisa penghancuran purin, dimana sumber utama purin dalam tubuh berasal dari makanan yang dihasilkan dari pemecahan nukleoprotein makanan. Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian kuantitatif adalah penelitian terstruktur yang berkaitan dengan fenomena serta hubungan dalam penelitian ini adalah seluruh warga desa karang asih.jumlah populasi sebanyak 58 orang yang menderita Gout Arthritis di warga desa karang asih. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan faktor pola makan (p=0.003 < 0,05 ) adanya hubungan antara pola makan dengan gout arthritis, faktor minum alcohol ( p= 0,089 > 0,05 ) artinya tidak ada hubungan antara minum alcohol dengan gout arthritis,faktor obesitas ( p = 0,028 < 0,05 ) adanya hubungan faktor obesitas dengan gout arthritis, faktor hipertensi ( p = 0,001 < 0,05 ) adanya hubungan faktor hipertensi dengan gout arthritis. t. Maka dapat disimpulkan faktor - faktor yang mempengaruhi terjadinya gout arthritis adalah pola makan,obesitas dan hipertensi.

Open Accessgout artritis,pola kakan,onesitas dan hipertensi
oai:ais:library-item:26072Lihat detail