Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

160 hasil
Subjek: Remaja

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

Open AccessKata kunci: Kebiasaan merokok orangtua, kejadian merokok pada remaja
oai:ais:skripsi:511Lihat detail

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas

Open AccessLeaflet Pendidikan Kesehatan Remaja Seks Bebas
oai:ais:skripsi:1150Lihat detail

Faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di smk islam al-amin cikarang tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dismenore primer adalah dismenore yang mulai terasa sejak menarche dan tidak ditemukan kelainan dari alat kandungan atau organ lainnya. Prevalensi dikalangan perempuan usia produktif terdiri dari 54,89% yang mengalami dismenore primer. Disebabkan oleh peningkatan dari prostaglandin, yang diproduksi pada lapisan dari rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan dismenore primer pada remaja putri kelas X dan XI di Smk Islam Al-amin Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 121 responden.Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu mengisi kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkanada hubungan antara hubungan riwayat keluarga (ρ= 0,000) dan olahraga (ρ= 0,000) dengan dismenore primer pada remaja putri. Sedangkan didapatkan tidak ada hubungan antara usia menarche (ρ=0,183), stres (ρ= 0,962), dan status gizi (ρ= 0,240). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat ada hubungan antara riwayat keluarga, dan olahraga dengan dismenore primer pada remaja putri danterdapat tidak ada hubungan antara usia menarche, stress, dan status gizi. Diharapkan hasil penelitian ini siswi untuk melakukan pola hidup sehat seperti mengkonsumsi makanan sesuai prinsip gizi seimbang

Open AccessKata kunci : dismenore primer, remaja putri
oai:ais:skripsi:545Lihat detail

hubungan pengetahuan dan pola makan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN TERHADAP RESIKO OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CARIU Xiv + 44 Hal + 9 Tabel + 2 Gambar + 20 Lampiran Abstrak Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Metodelogi: Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Kesimpulan: Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja. Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan Daftar Pustaka: 12 Jurnal (2018-2022)

Open AccessKata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan
oai:ais:skripsi:473Lihat detail

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA REMAJA DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN NERS SKRIPSI 11 SEPTEMBER 2023 Nama: Ilham Saepul Akbar Nim: 020319651 HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KONSUMSI MINUMAN RINGAN TERHADAP KADAR GULA DARAH DI SMAN 8 TAMBUN SELATAN Xiii+54 Halaman+ 10 Tabel+ 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Didalam tubuh manusia terdapat bahan bakar utama yaitu glukosa Glukosa akan disimpan di dalam hati dan otot sebagai cadangan energi yang menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas fisik, aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi resistensi insulin sehingga dapat dipergunakan baik oleh sel-sel tubuh. Dan mengonsumsi minuman ringan yang berlebih tidak baik untuk tubuh karena dapat menaikan kadar gula darah. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif, menggunakan desain cross sectional, dengan sampel 92 responden remaja, Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner aktivitas fisik (GPAQ), kadar gula darah diambil menggunakan alat easy touch blood glucose test monitoring system, dan satu pertanyaan yang berisikan frekuensi konsumsi minuman ringan. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil: didapatkan pada aktivitas fisik berat sebanyak 20 responden, Kadar Gula Darah pada remaja. Didapatkan kadar gula darah tidak normal 70mg/dL sebanyak 20 responden Didapatkan frekuensi tidak baik atau lebih dari 5x dalam seminggu sebanyak 39 responden, Nilai p-value 0.000 (α0.05) pada aktivitas fisik. Dan didapatkan hasil nilai p-value 0.124 (α>0.05) konsumsi minuman ringan. Kesimpulan: terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara konsumsi minuman ringan terhadap kadar gula darah pada remaja Bahan baca: 11 Buku (2012-2020) + 10 jurnal Kesehatan (2015-2022) + 1 artikel (2023)+ 1 website Kesehatan resmi (2023) Kata Kunci: Remaja, Aktivitas fisik, Minuman ringan, Kadar Gula Darah, Remaja

Open AccessAktivitas Fisik, Konsumsi Minuman Ringan, Kadar Gula Darah, Remaja
oai:ais:skripsi:391Lihat detail

Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Mengenai Penanganan Dismenorea di SMPN 4 Cikarang Timur tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja

Open AccessKata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja
oai:ais:skripsi:564Lihat detail

Pengaruh pemberian bantal hangat terhadap disminorea pada remaja putri sarjana keperawatan di universitas medika suherman 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Iga Sagala Nim : 020319618 PENGARUH PEMBERIAN BANTAL HANGAT TERHADAP NYERI DISMINORE PADA REMAJA PUTRI DI UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang: Dismenore adalah gangguan menstruasi berupa rasa sakit atau nyeri hebat pada bagian bawah perut. Secara umum penanganan dismenore terbagi dalam dua kategori yaitu dengan cara terapi farmakologi dan non- farmakologi. Namun yang dilakukan peneliti adalah penanganan dengan cara non-farmakologi yaitu dengan intervensi pemberian bantal hangat. Pemberian bantal hangat dapat menurunkan nyeri disminore dan memberikan rasa hangat dengan menggunakan alat pemanas elektrik. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Bantal Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Disminore Pada Remaja Putri Sarjana Keperawatan Di Universitas Medika Suherman Cikarang Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian Pre-Post experimental design. Metode penelitian experiment termasuk dalam metode penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023. Populasi penelitian ini adalah remaja putri sarjana keperawatan Universitas Medika Suherman yang mengalami dismenore. Sampel penelitian sejumlah 42 remaja putri. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T Test pada penelitian didapatkan hasil akhir yakni P- Value sebesar 0.000 0.05, karena nilai P-Value sebesar 0.000 atau 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha diterima karena hasil P-Value 0.05, artinya ada perbedaan antara hasil Pre-Test dan Post-Test, sehingga ada pengaruh terhadap pemberian bantal hangat pada nyeri disminore sebelum intervensi (Pre-Test) dan sesudah intervensi (Post-Test). Kesimpulan: Adanya pengaruh pemberian bantal hangat terhadap nyeri disminore pada remaja putri di Universitas Medika Suherman Kata Kunci: Bantal hangat, dismenore, remaja putri Sarjana Keperawatan Universitas Medika Suherman

Open Accessbantal hangat, disminore, remaja
oai:ais:skripsi:443Lihat detail

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Sukatani

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.

Open AccessAktivitas Fisik, Dismenore, Pola Makan, Remaja Putri.
oai:ais:library-item:27759Lihat detail

Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani. Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia, dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.

Open AccessStatus Gizi, Kekurangan Energi Kronik (KEK), Anemia, Remaja Putri
oai:ais:library-item:27755Lihat detail

Hubungan Penerimaan Sosial dan Kelekatan Orang Tua Terhadap Self-Disclosure Pada Remaja di SMPN 2 Tambelang, Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan sosial dan emosional yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan penerimaan sosial dan kualitas hubungan dengan orang tua. Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan self-disclosure remaja. Keterbukaan diri yang baik membantu remaja dalam penyesuaian sosial dan kesehatan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerimaan sosial dan kelekatan orang tua terhadap self-disclosure pada remaja di SMPN 2 Tambelang Kabupaten Bekasi.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 36 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner penerimaan sosial, kelekatan orang tua, dan self-disclosure yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori penerimaan sosial tinggi (47,2%), kategori rendah (36,1%), dan sedang (16,7%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan sosial dengan self-disclosure serta antara kelekatan orang tua dengan self-disclosure dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berhubungan signifikan dengan self-disclosure pada remaja. Dukungan sosial dan hubungan emosional orang tua yang baik berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan diri remaja.

Open Accesspenerimaan sosial, kelekatan orang tua, self-disclosure, remaja
oai:ais:library-item:27740Lihat detail

Hubungan Pengguna Waktu Layar (Screen Time) Sebelum Tidur Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia Pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara

Book2026Koleksi Perpustakaan

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chisquare menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

Open Accessscreen time, kualitas tidur, remaja pertengahan.
oai:ais:library-item:27739Lihat detail

Hubungan Kebiasaan Jajan Tidak Sehat Dengan Resiko Gastritis Pada Remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.

Open AccessPola jajan, risiko gastritis, remaja, cross sectional.
oai:ais:library-item:27768Lihat detail

Hubungan Antara Tingkat Smartphone Addiction Dengan Tingkat Nyeri Pergelangan Tangan Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Smartphone addiction adalah ketergantungan akibat penggunaan smartphone berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan karena gerakan berulang dan postur tidak ergonomis. Mahasiswa profesi ners termasuk kelompok remaja akhir yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini akibat tuntutan akademik dan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi dalam proses pembelajaran,komunikasi maupun hiburan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 42 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005146/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026). Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Saran: Mahasiswa diharapkan membatasi durasi penggunaan smartphone dan menerapkan postur ergonomis untuk mencegah nyeri pergelangan tangan melalui kebiasaan penggunaan yang sehat dan bijak dengan melakukan istirahat berskala dalam penggunaan smartphone . Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain serta mengembangkan penelitian dengan variabel dan metode yang lebih beragam.

Open AccessKecanduan Smartphone, Nyeri Pergelangan Tangan, Remaja
oai:ais:library-item:27734Lihat detail

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual Tentang Pencegahan Gagal Ginjal Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan pola hidup mandiri. Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup tidak sehat, seperti konsumsi minuman tinggi gula, meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gagal ginjal. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang pencegahan gagal ginjal melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 77 siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian: Hasil analisis data sebelum edukasi, mayoritas responden (61%) memiliki pengetahuan kategori cukup. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dimana mayoritas responden (61%) beralih ke kategori baik. Uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis audiovisual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Media ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan ginjal pada kelompok remaja.

Open AccessAudiovisual, Edukasi, Gagal ginjal, Pengetahuan, Remaja
oai:ais:library-item:27733Lihat detail

Pengaruh Edukasi Menggunakan Kartu Kuartet Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Personal Hygene Saat Menstruasi di SMP Segar

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Remaja perempuan usia 9-14 tahun berada pada masa pubertas dan menstruasi, sehingga kebersihan diri penting untuk mencegah Infeksi Saluran Reproduksi, yang secara global paling tinggi terjadi pada remaja. Kurangnya pengetahuan, seperti jarang mencuci tangan atau mengganti pembalut jarang, meningkatkan risiko infeksi. Semakin baik pengetahuan mengenai kebersihan diri, semakin positif perilaku menjaga personal hygiene, sehingga edukasi kesehatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan diri remaja selama menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi mengenai personal hygiene saat menstruasi dengan menggunakan media kartu kuartet terhadap peningkatan pengetahuan siswi Sekolah Menengah Pertama di SMP Segar. Metode: Penelitian kuantitatif pre-eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan total sampling terhadap 78 responden, instrumen berupa soal pilihan ganda, dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Nilai p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya pengaruh edukasi kartu kuartet terhadap pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan melalui kartu kuartet efektif meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri.

Open AccessPersonal Hygiene saat Menstruasi, Edukasi Kesehatan, Tingkat Pengetahuan Remaja Putri, Kartu Kuartet
oai:ais:library-item:27730Lihat detail

Efektivitas Edukasi Permainan Spin Whell Terhadap Pengetahuan Tentang Upaya Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia. Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros- sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko anemia pada remaja putri.

Open AccessAnemia, Remaja Putri, Edukasi Interaktif, Spin Whell, Pencegahan Anemia
oai:ais:library-item:27725Lihat detail

Hubungan Keualitas Tidur Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya produktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian anemia adalah kualitas tidur. Pada masa remaja terjadi perubahan ritme sirkadian yang menyebabkan kecenderungan tidur lebih larut, ditambah dengan beban akademik dan penggunaan gawai yang dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan proses pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi remaja putri yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb meter dengan batas anemia <12 g/dL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,1% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 56,0% responden mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin.

Open Accesskualitas tidur; anemia; remaja putri; hemoglobin.
oai:ais:library-item:27722Lihat detail

Hubungan Fatherless, Mekanisme Koping, Media Sosial dan Bullying Dengan Kesehatan Mental Remaja di SMAN X Tahun 2026

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja merupakan kondisi penting yang menentukan kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan hidup, berinteraksi sosial, dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental cenderung menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan stres, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan prestasi akademik. Salah satu faktor risiko yang signifikan adalah fatherless, yaitu ketidakhadiran peran ayah secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menurunkan rasa percaya diri, meningkatkan kecemasan, serta memengaruhi regulasi emosi remaja. Selain itu, kemampuan remaja dalam mengatasi tekanan dipengaruhi oleh mekanisme koping yang mereka gunakan. Strategi koping adaptif dapat memperkuat kesehatan mental, sementara koping maladaptif dapat memperburuk kondisi psikologis. Penggunaan media sosial yang cenderung negatif juga berdampak pada kesehatan mental, karena dapat memicu perbandingan sosial, kecemasan, dan stres. Di sisi lain, pengalaman bullying yang sering, baik di dunia nyata maupun melalui dunia maya, meningkatkan risiko gangguan psikologis dan menurunkan kesejahteraan emosional remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini secara simultan, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif tentang determinan kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fatherless, mekanisme koping, media sosial, dan bullying dengan kesehatan mental remaja di SMAN X tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner fatherless, mekanisme koping, media sosial, bullying dan DASS-Y yang disebarkan kepada seluruh populasi (purposive sampling) sebanyak 72 responden berusia 15–16 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fatherless dengan kesehatan mental (r= 0,505; p= 0,000) dengan kekuatan hubungan sedang. Mekanisme koping memiliki hubungan paling kuat dengan kesehatan mental (r= 0,619; p= 0,000), diikuti oleh pengalaman bullying (r= 0,551; p= 0,000) dan dampak negatif penggunaan media sosial (r= 0,523; p= 0,000).Kesimpulan: Kondisi fatherless, mekanisme koping, penggunaan media sosial, dan pengalaman bullying secara signifikan berhubungan dengan kesehatan mental remaja. Strategi koping adaptif dapat menjadi faktor protektif, sedangkan ketidakhadiran ayah, paparan media sosial negatif, dan bullying meningkatkan risiko gangguan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan koping yang sehat, pengawasan penggunaan media sosial, serta pencegahan bullying untuk menjaga kesehatan mental remaja

Open AccessKesehatan mental, remaja, fatherless, mekanisme koping, bullying, media sosial
oai:ais:library-item:27761Lihat detail

Pengaruh Edukasi Sadar (Say No To Alcohol for Disease Risk) Dengan Video Edukatif Berbasis Youtube Terhadap Perilaku Pencegahan Kecanduan Alkohol Pada Remaja di Desa Pasirtanjung Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecanduan alkohol pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor teman sebaya, meskipun informasi bahaya alkohol mudah diakses melalui media sosial. Di Desa Pasirtanjung tahun 2025 ditemukan remaja dengan perilaku pencegahan kecanduan alkohol yang belum optimal, sehingga diperlukan intervensi edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi SADAR (Say No to Alcohol for Disease Risk) berbasis video edukatif YouTube terhadap perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen kuantitatif dengan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah remaja di Desa Pasirtanjung dengan teknik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner perilaku pencegahan kecanduan alkohol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Sebelum intervensi, perilaku pencegahan kecanduan alkohol berada pada kategori rendah hingga tinggi. Setelah diberikan edukasi SADAR berbasis video YouTube, terjadi peningkatan perilaku pencegahan, ditandai bertambahnya kategori tinggi dan hilangnya kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Edukasi SADAR berbasis video edukatif YouTube efektif meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Rekomendasi : Media video YouTube direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja.

Open AccessEdukasi SADAR, kecanduan alkohol, YouTube, remaja
oai:ais:library-item:27756Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Dengan Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Media Digital Pada Remaja di SMAN 1 Sukatani Tahun 2026

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kekerasan seksual merupakan permasalahan kesehatan dan sosial yang masih sering terjadi pada remaja serta dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual, terutama dengan meningkatnya penggunaan media digital yang selain memberi kemudahan akses informasi juga meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya dapat memengaruhi perilaku pencegahan yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja sebagian besar berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 50,0%. Selain itu, pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja juga menunjukkan bahwa mayoritas berada dalam kategori baik, dengan persentase 77,4%. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja, dengan nilai p value = 0,011 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja.

Open Accesspengetahuan, pencegahan, kekerasan seksual, media digital, remaja
oai:ais:library-item:27753Lihat detail