Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan
jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk
salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat
dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan
darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status
gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja
putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan
teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam
penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani.
Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga
menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman
didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue
0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif.
Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia,
dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi
kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.
Open AccessStatus Gizi, Kekurangan Energi Kronik (KEK), Anemia, Remaja Putri
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi
pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya
pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi
salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia.
Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan
spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja
putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan
tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin
Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros-
sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi
permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis
data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian:
Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan
edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang
signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin
whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia
pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai
metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko
anemia pada remaja putri.
Open AccessAnemia, Remaja Putri, Edukasi Interaktif, Spin Whell, Pencegahan Anemia
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya produktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian anemia adalah kualitas tidur. Pada masa remaja terjadi perubahan ritme sirkadian yang menyebabkan kecenderungan tidur lebih larut, ditambah dengan beban akademik dan penggunaan gawai yang dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan proses pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi remaja putri yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb meter dengan batas anemia <12 g/dL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,1% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 56,0% responden mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin.
Open Accesskualitas tidur; anemia; remaja putri; hemoglobin.
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi rutin setiap bulan serta berada pada masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Selain faktor gizi, anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001)
Open AccessAnemia, aktivitas fisik, kualitas tidur, remaja putri
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap status gizi, daya tahan tubuh, serta prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal sumber zat besi, seperti kacang hijau dan kacang merah, sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah diterima oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian puding kacang hijau dan puding kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia di SMPN 1 Cabangbungin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel terdiri dari 58 siswi yang mengalami anemia dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok puding kacang hijau dan kelompok puding kacang merah. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pretest dan posttest, serta Uji Mann-Whitney untuk membandingkan efektivitas kedua kelompok. Hasil: Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin <12,0 g/dl pada awal penelitian. Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sebanyak 41,4% responden pada kelompok puding kacang hijau dan 44,8% pada kelompok puding kacang merah mencapai kadar hemoglobin normal >12,0 g/dl. Kesimpulan: Pemberian puding kacang hijau dan kacang merah efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada siswi anemia dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi non-farmakologis di lingkungan sekolah
Open AccessAnemia, Kadar Hemoglobin, Puding Kacang Hijau, Puding Kacang Merah
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang berperan adalah anemia pada remaja putri sebagai calon ibu di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non farmakologis untuk mencegah anemia sejak remaja. Intervensi yang dapat dilakukan adalah edukasi kesehatan mengenai stunting, anemia, gizi seimbang, dan kesehatan reproduksi sebagai upaya mempersiapkan remaja putri memasuki masa kehamilan dan peran sebagai ibu, sehingga risiko stunting dapat dicegah. Selain edukasi, intervensi nonfarmakologis lainnya adalah pemberian makanan tambahan berupa HEMOPING yang kaya zat besi, dari buah naga dan daun kelor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media audiovisual dan buku saku terhadap peningkatan pengetahuan, serta pengaruh pemberian HEMOPING terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri di SMAN 1 Babelan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pre-test post-test dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 34 responden yang mendapatkan intervensi edukasi kesehatan dan 24 responden yang mendapatkan intervensi HEMOPING, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi kesehatan dengan hasil signifikan (0,003 < 0,05). Intervensi HEMOPING juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, dan pemberian HEMOPING berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Program PENERANG yang mengkombinasikan edukasi kesehatan dan pangan lokal berkontribusi dalam upaya mewujudkan Zero New Stunting pada generasi mendatang.
Open AccessStunting, Anemia, Gizi Seimbang, Kesehatan Reproduksi, Remaja Putri
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah nilai normal dan menjadi masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan pada remaja putri. Kondisi ini dipengaruhi oleh kehilangan darah saat menstruasi, pola makan yang tidak seimbang, serta kebiasaan melewatkan sarapan pagi. Data Puskesmas Cikarang Utara tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Salah satu upaya nonfarmakologis yang mudah diterapkan adalah pembiasaan sarapan pagi dengan telur ayam rebus yang mengandung protein, zat besi, vitamin B12, dan asam folat yang berperan penting dalam proses pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan pagi telur ayam rebus terhadap kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 64 siswi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa sarapan pagi telur ayam rebus diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat pemeriksaan Hb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Universitas Medika Suherman dengan Nomor Surat NO.005220/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025. Hasil: Sebelum intervensi, 41 siswi (64,1%) berada pada kategori anemia dan 23 siswi (35,9%) tidak anemia. Setelah intervensi, jumlah siswi tidak anemia meningkat menjadi 53 orang (82,8%), sedangkan 11 siswi (17,2%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan kadar hemoglobin yang bermakna secara statistik (Z = –6,192; p = 0,000). Kesimpulan: Sarapan pagi telur ayam rebus berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan penurunan kejadian anemia pada siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi.
Open AccessAnemia, Hemoglobin, Sarapan Pagi, Telur Ayam Rebus, Siswi
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin berada di bawah batas normal dan sering dialami remaja putri akibat menstruasi, kurangnya asupan zat besi, serta pola makan tidak seimbang. Data Puskesmas Cikarang tahun 2025 menunjukkan bahwa 114 dari 482 siswi di MAN 1 Kabupaten Bekasi mengalami anemia. Upaya penanganan dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis berbasis pangan lokal. Bayam merah dan kurma mengandung zat besi, folat, dan vitamin C yang berperan dalam pembentukan hemoglobin. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus bayam merah dan kurma terhadap kadar hemoglobin pada siswi anemia. Metode: Penelitian menggunakan desain preeksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 53 siswi dengan kadar hemoglobin <12 g/dL. Intervensi jus bayam merah dan kurma diberikan sekali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan penelitian telah memperoleh persetujuan etik. Hasil: Sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami anemia. Setelah intervensi, 47 siswi (88,7%) mencapai kategori tidak anemia dan 6 siswi (11,3%) masih anemia. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,05 sehingga terdapat peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan. Kesimpulan: Konsumsi jus bayam merah dan kurma berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi serta mendorong konsumsi pangan kaya zat besi pada remaja putri.
Open AccessAnemia, Remaja Putri, Kadar Hemoglobin, Jus Bayam Merah dan Kurma
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada pertumbuhan serta prestasi belajar. Data WHO tahun 2021 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita usia reproduktif cukup tinggi (29,6), termasuk pada remaja meningkat dari 21,6% menjadi 22,3%. Di Jawa Barat, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 40%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang anemia menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Intervensi berupa pemutaran video edukatif berdurasi sekitar 10 menit yang menguraikan pengertian, penyebab, gejala, pencegahan, serta cara konsumsi tablet tambah darah (TTD). Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 item sebelum dan sesudah intervensi. Sampel penelitian adalah 62 siswi yang dipilih dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden berpengetahuan kurang (74,2%), sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi berpengetahuan baik (82,3%). Uji statistik memperoleh nilai p = 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang anemia. Simpulan dari penelitian ini adalah media video efektif sebagai sarana edukasi kesehatan. Disarankan agar sekolah dan tenaga kesehatan lebih memanfaatkan media audiovisual dalam program promosi kesehatan remaja.
Open Accessanemia, remaja putri, pendidikan kesehatan, pengetahuan, video
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami.
Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.
Open AccessAnemia, Kadar Hemoglobin, Susu Kedelai, Ibu Hamil
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena
mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat
besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan akan
membahayakan ibu dan janin. Dari studi pendahuluan di TPMB Bidan Ria, Desa
Sukaraya, ditemukan 2 dari 10 ibu hamil mengalami anemia ringan dengan kadar Hb
10–11,9 gr/dL. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang
berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Desa
Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk
mengungkapkan hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan Kadar Hb di TPMB Bidan
Ria yaitu berjumlah 50 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel yaitu
menggunakan total sampling dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data dengan cara
menyebarkan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah dsitribusi frekuensi
dan Chi Square. Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa ibu hamil anemia yaitu
sebanyak 18 orang responden ( 36%). Dan kejadian anemia pada ibu hamil diTPMB
Bidan Ria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya umur (p=0,001), paritas
(p=0,007), Pendidikan(p=0,002), pekerjaan(p=0,007), pengetahuan(p=0,000) dan
keterpaparan informasi(p=0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan
kejadian Anemia Adalah pengetahuan dengan nilai OR 15,000 (CI 95%). Artinya ibu
hamil yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang memiliki peluang 15 kali untuk
mengalami Anemia. Kesimpulan: untuk TPMB Bidan Ria agar lebih aktif lagi
melaksanakan konseling-konseling gizi selama kehamilan dan penyuluhan-penyuluhan
Kesehatan.
Open AccessAnemia, Haemoglobin, Ibu hamil, Pengetahuan, Informasi
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya: jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.
Open AccessAnemia, Ibu Hamil, Jus Kurma, Hemoglobin, Kehamilan
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Hemoglobin berperan penting dalam transportasi oksigen ke
seluruh tubuh. Penurunan kadar hemoglobin dapat mengakibatkan defisiensi
oksigen pada jaringan, yang berpotensi menyebabkan anemia. Anemia ditandai
dengan gejala seperti kelelahan, pusing, dan penurunan konsentrasi, dan merupakan
masalah kesehatan yang harus diselesaikan, terutama di kalangan remaja putri.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
konsumsi protein, tingkat aktivitas fisik, dan ketahanan pangan keluarga dengan
kadar hemoglobin pada remaja putri. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode studi observasional analitik
dengan desain cross-sectional. Populasi yang diteliti terdiri dari 516 siswi berusia
15–18 tahun di SMAN 3 Cikarang Utara, dengan 92 siswi terpilih sebagai sampel
melalui teknik purposive sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025.
Teknik analisis data yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 33 siswi (35,9%) mengalami anemia dari total 92
siswi yang menjadi sampel penelitian. Selain itu, ditemukan 45 siswi (48,9%)
memiliki asupan protein yang kurang, 39 siswi (42,4%) melakukan aktivitas fisik
berat, dan 37 siswi (40,2%) berada dalam kategori rawan pangan. Terdapat
hubungan yang signifikan antara konsumsi protein (p = 0,000), aktivitas fisik (p =
0,000), dan ketahanan pangan keluarga (p = 0,047) dengan kadar hemoglobin pada
remaja putri. Saran : Disarankan agar instansi kesehatan melakukan pemeriksaan
kadar hemoglobin secara rutin dan memberikan penyuluhan gizi secara berkala di
sekolah-sekolah. Langkah ini penting untuk mendeteksi anemia secara dini serta
meningkatkan pemahaman mengenai pola makan dan gaya hidup sehat.
Open AccessAnemia, Hemoglobin, Konsumsi Protein, Aktivitas Fisik, Ketahanan Pangan
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan global yang ditandai oleh rendahnya kadar hemoglobin dalam darah. Penanganan anemia umumnya menggunakan suplementasi zat besi, namun konsumsi makanan fungsional seperti kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau juga berpotensi sebagai alternatif alami. Umbi bit kaya akan zat besi dan senyawa betasianin, sedangkan apel hijau mengandung vitamin C yang berperan meningkatkan penyerapan zat besi. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan desain pretest-posttest control group design. Sebanyak 25 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) diinduksi anemia menggunakan phenylhidrazine 60 mg/KgBB lalu dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif, kelompok positif dan tiga kelompok perlakuan yang diberi kombinasi serbuk umbi bit dan apel hijau dengan dosis 200 mg/KgBB dengan konsentrasi masing-masing 10%, 15%, dan 20% selama 7 hari. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yaitu tikus putih betina, sehat, berusia 2-3 bulan, berat badan 150-200 g. Hasil analisis data menggunakan one-way ANOVA. Hasil menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin secara signifikan pada semua kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol negatif. Kombinasi serbuk pada konsentrasi 20% menunjukkan efek paling optimal dalam meningkatkan kadar hemoglobin, disusul konsentrasi 15% dan 10%. Kombinasi serbuk umbi bit mengandung kadar zat besi (Fe) 48,392 mg/20 g dan apel hijau mengandung persen kadar vitamin C sebanyak 61,4052 mg/10 g pada pola linier kuat (R² = 0,9674) yang efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus anemia. Konsentrasi 20% merupakan dosis yang paling optimal dengan nilai P-Value < 0,05 yaitu 0,0081. Pemberian kombinasi serbuk umbi bit dengan apel hijau kepada tikus putih betina yang menderita anemia dinilai dapat meningkatkan kadar hemoglobin.
Open AccessUmbi bit, Apel Hijau, Anemia, Hemoglobin, Rattus norvegicus
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh. Salah satu solusi untuk mengatasi anemia adalah dengan menggunakan tablet effervescent yang mengandung bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sediaan tablet effervescent dengan kombinasi umbi bit (Beta vulgaris L.) dan apel hijau (Malus sylvestris Mill) sebagai solusi alami untuk mengatasi anemia. Penelitian ini juga bertujuan untuk menguji efektivitas tablet effervescent dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada tikus yang diinduksi anemia dengan menggunakan phenylhydrazine. Umbi bit dan apel hijau digunakan karena kandungan zat besi dan vitamin C-nya yang dapat membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Formula tablet effervescent yang diuji terdiri dari tiga variasi, yaitu Formula I, Formula II, dan Formula III, dengan konsentrasi serbuk yang berbeda. Hasil uji menunjukkan bahwa Formula III, yang mengandung 300 mg umbi bit dan 600 mg apel hijau, memberikan peningkatan kadar hemoglobin tertinggi. Evaluasi uji hedonik terhadap rasa, warna, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan menunjukkan bahwa Formula III juga paling disukai oleh responden, menandakan bahwa formulasi tersebut tidak hanya efektif secara farmakologis, tetapi juga diterima secara organoleptik.
Open Accesstablet effervescent, umbi bit, apel hijau, anemia, uji hedonik.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas generasi muda. Mengingat pentingnya edukasi gizi sebagai strategi preventif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media permainan monopoli terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Cikarang Utara pada bulan Juni 2025. Sampel sebanyak 92 siswi yang dibagi ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan edukasi gizi melalui permainan monopoli, sedangkan kelompok kontrol melalui metode ceramah. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan (p =0,000) dan sikap (p = 0,000) pencegahan anemia sebelum dan sesudsh edukasi gizi melalui permainan monopoli dan metode ceramah. Kesimpulan: Edukasi gizi yang diberikan melalui media permainan monopoli dan metode ceramah menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja putri. Kedua metode tersebut efektif digunakan dalam menyampaikan informasi gizi, namun media permainan monopoli memberikan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Open Accessanemia, edukasi gizi, permainan monopoli, remaja putri
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia adalah kondisi saat sel darah merah dan hemoglobin kurang dari normal, yang sering terjadi pada remaja putri, akibat kurangnya pengetahuan dan sikap yang mendukung pencegahannya. Edukasi yang efektif melalui platform populer seperti Tik Tok dipilih sebagai pendekatan menarik untuk meningkatkan kesadaran pencegahan anemia. Tujuan penelitian guna mengetahui pengaruh media platform Tik Tok pada pengetahuan dan sikap pencegahan anemia. Metode penelitian ini quasi-experiment, serta populasi adalah siswi SMPN 8 Cibitung berjumlah 130 dengan sampel 60 siswi kelas 8 yang dibagi masing-masing untuk setiap kelompok 30 orang. Variabel independen adalah media edukasi Tik Tok (audio-visual & visual), sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia. Pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Paired Sample T-test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia ρ-value (0,000) < 0,05. Independent Sample T-test menunjukkan perbedaan signifikan ρ-value (0,000) < 0,05 antara kelompok yang diberikan edukasi video dan poster. Kesimpulan terdapat pengaruh penggunaan media platform Tik Tok sebagai edukasi terhadap pengetahuan dan sikap tentang pencegahan anemia pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan bagi remaja putri di SMPN 8 Cibitung dan dijadikan acuan untuk menangani penanggulangan dan pencegahan anemia.
Open AccessAnemia , Pengetahuan, Remaja Putri, Sikap, Tik Tok
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-test 9,12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-test 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (0<0.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P<0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P<0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Open AccessAnemia, Ceramah, Index Card Match, Pengetahuan dan Sikap.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-text 9.12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-text 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (00.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Open AccessAnemia, Ceramah, Index Card Match, Pengetahuan dan Sikap.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-test 9,12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-test 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (00.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.
Open AccessAnemia, Ceramah, Index Card Match, Pengetahuan dan Sikap.