Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Perubahan iklim global dan meningkatnya tingkat polusi di kawasan industri seperti Cikarang telah memperparah paparan radikal bebas dan sinar ultraviolet (UV) yang dapat membahayakan kesehatan kulit. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemanfaatan bahan alam yang memiliki kandungan antioksidan serta efek fotoprotektif menjadi solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dan nilai Sun Protection Factor (SPF) antara ekstrak dan ekstrak terpurifikasi daun mangga (Mangifera indica L.). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian menggunakan pelarut n-heksana. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀, sedangkan pengujian SPF dilakukan secara in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis melalui metode Mansur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak terpurifikasi memiliki nilai IC₅₀ sebesar 23,11 ± 0,39 ppm, lebih rendah dibandingkan ekstrak tanpa pemurnian yang mencapai 48,28 ± 0,61 ppm, yang keduanya termasuk dalam kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Nilai SPF tertinggi juga diperoleh pada ekstrak terpurifikasi, yaitu 44,89 ± 0,063 pada konsentrasi 12000 ppm, dan tergolong sebagai proteksi tinggi, sedangkan ekstrak biasa memiliki nilai SPF sebesar 30,23 ± 0,056. Berdasarkan hasil tersebut, pemurnian ekstrak terbukti mampu meningkatkan efektivitas antioksidan dan kemampuan perlindungan terhadap sinar UV. Dengan demikian, ekstrak terpurifikasi daun mangga berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan aktif alami dalam formulasi produk kosmetik dan farmasi yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus tabir surya.
Open AccessMangifera indica L., antioksidan, IC₅₀, DPPH, Sun Protection Factor (SPF), ekstrak terpurifikasi.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Keringat berlebih dapat menimbulkan masalah bau badan karena bercampur dengan metabolisme bakteri di kulit seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica L.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, fenol, tanin dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya penghambatan antibakteri pada ekstrak serta sediaan deodorant spray dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi daun jambu air dan daun mangga pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dan formula sediaan deodorant spray dengan konsentrasi 5% (F1), 7,5% (F2), dan 10% (F3) melalui metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukan zona hambat ekstrak terhadap Staphylococcus aureus berurutan yaitu 8,24±0,09 mm, 12,34±0,12 mm, dan 10,31±0,06 mm dan pada Pseudomonas aeruginosa yaitu 7,25±0,15 mm, 8,36±0,13 mm, dan 7,36±1,00 mm. Zona hambat sediaan deodorant spray terhadap Staphylococcus aureus sebesar F1 10,32±0,09 mm, F2 11,64±0,10 mm, dan F3 13,70±0,09 mm, terhadap Pseudomonas aeruginosa yaitu F1 7,34±0,12 mm, F2 9,32±0,09 mm, dan F3 10,68±0,05 mm. Kesimpulan daya hambat ekstrak kombinasi terbaik pada 1:2 yaitu 8,36±0,13 dan 12,34±0,12 mm, dan deodorant spray pada formula F3 13,70±0,09 dan 10,68±0,05 dalam kategori kuat.
Open AccessAntibakteri, ekstrak terpurifikasi, deodorant spray, daun jambu air, daun mangga
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Paparan sinar ultraviolet yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit seperti penuaan dini dan kanker kulit. Tanaman jambu air (Syzygium aqueum (Burm.f) Alston) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid dan vitamin C yang berpotensi sebagai fotoprotektor dan antioksidan alami. Proses purifikasi ekstrak dilakukan untuk meningkatkan kadar senyawa aktif yang berkontribusi terhadap efektivitas perlindungan tersebut. Tujuan: Mengetahui perbedaan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan aktivitas antioksidan (IC₅₀) antara ekstrak terpurifikasi dan ekstrak kental daun jambu air. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental in vitro dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian nilai SPF dilakukan dengan metode Mansur menggunakan spektrofotometer UV-Vis, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH. Data dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA melalui SPSS. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada konsentrasi 10.000 ppm, ekstrak terpurifikasi memiliki nilai SPF 43,98 ± 0,559, sedangkan ekstrak kental 28,00 ± 0,409. Aktivitas antioksidan keduanya tergolong sangat kuat, dengan nilai IC₅₀ masing-masing 1,518 µg/mL dan 3,893 µg/mL.
Open AccessDaun Jambu Air, SPF, Antioksidan, Ekstrak Terpurifikasi, DPPH, Fotoproteksi.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Jerawat merupakan peradangan kulit yang salah satunya disebabkan oleh Propionibacterium acnes. Alternatif penggunaan bahan alam sebagai antibakteri dinilai lebih aman dibandingkan antibiotik sintetis. Daun jambu air (Syzygium aqueum) dan daun mangga (Mangifera indica) mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kombinasi kedua daun dalam bentuk sediaan face mist terhadap P. acnes dengan metode dilusi. Ekstrak diperoleh melalui maserasi etanol 70% kemudian diformulasikan menjadi face mist dengan konsentrasi 3%, 5%, 7%, dan 10%. Uji meliputi Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta evaluasi fisik sediaan. Hasil menunjukkan ekstrak kombinasi memiliki KHM pada 5% dan KBM pada 7%. Sediaan face mist memenuhi syarat fisik (pH, homogenitas, viskositas, bobot jenis, daya semprot) dan menunjukkan aktivitas antibakteri optimal pada konsentrasi 7%. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p<0,05). Kesimpulannya, kombinasi ekstrak daun jambu air dan daun mangga berpotensi dikembangkan sebagai face mist antibakteri alami untuk pencegahan jerawat.
Open Accessjerawat, Propionibacterium acnes, jambu air, mangga, face mist, antibakteri
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Produksi keringat yang berlebih dapat memicu masalah seperti bau badan yang disebabkan
oleh bakteri diantaranya Straphylococcus aureus dan Straphylococcus epidermidis.
Kandugan pada daun jambu air dan daun bandotan seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan
saponin berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui zona hambat yang dihasilkan pada sediaan deodoran semprot terhadap bakteri
penyebab bau badan dengan mengkombinasikan ekstrak daun jambu air (Syzygi
um aqueum (Burm.F) Alston) dan ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L) pada 3
formula yaitu F1(1%), F2(2%) dan F3(4%) menggunakan metode difusi cakram. Zona
hambat deodoran semprot kombinasi ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum (Burm.F)
Alston) daun bandotan (Ageratum conyzoides L) memiliki daya hambat terhadap bakteri
Straphylococcus aureus dan straphylococcus epidermidis sebesar F1 7,00-7,67 mm, F2 88,33 mm dan F3 9,33-11,67 mm Kesimpulan diketahui nilai daya hambat sediaan deodorant semprot diberikan pada formula F3 sebesar 9,33-11,67 mm dengan kategori kuat.
Open AccessAktivitas antibakteri, deodoran semprot
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Bibir merupakan salah satu bagian tubuh yang memiliki fungsi untuk estetika yang dapat
menunjang penampilan dan rentan terhadap sinar matahari jika tidak terlindungi dapat
menyebabkan bibir kering, pecah-pecah, menggelap dan berkerut. Salah satu solusi untuk
mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan lip tint yang memiliki
efektifitas fotoproteksi dengan nilai SPF (Sun Protection Factory). Kulit buah naga merah
(Hylocereus polyrhizus) dan kayu secang (Caesalpinia sappan L.) memiliki aktivitas
antioksidan tinggi yang bermanfaat sebagai fotoproteksi karena antioksidan adalah faktor
sekunder dari nilai SPF. Selain itu, kulit buah naga merah memiliki pigmen antosianin dan
kayu secang memiliki brazilin, keduanya berpotensi sebagai pewarna kosmetik. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui aktivitas fotoproteksi sediaan lip tint yang dilihat dari nilai
SPF. Metode yang digunakan adalah menghitung nilai SPF sediaan secara in vitro
menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 290-320 nm.
Data nilai SPF sediaan dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji One Way Anova
untuk melihat perebedaan nilai SPF sediaan lip tint antar formula. Hasil penelitian
menunjukkan rata-rata nilai SPF sediaan lip tint F1, F2 dan F3 berturut-turut sebesar 4.70
+- 0.04, 13.70 +- 0.04 dan 20.36 +- 0.03 dengan nilai SPF terbaik diberikan pada F3 sebesar
20.36 +- 0.003 kategori sedang. Analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan nilai SPF
antar formula dengan nilai sig < 0,05.
Open AccessLip tint, Ekstrak kulit buah naga merah, Ekstrak kayu secang, Nilai SPF
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Paparan sinar matahari secara terus menerus tanpa perlindungan dapat mengakibatkan kulit
menjadi kemerahan, kusam atau hiperpigmentasi, hingga dapat menyebabkan resiko kanker
kulit. Salah satu nilai ukur efektivitas fotoproteksi dari sediaan losio berupa nilai SPF (Sun
Protection Factor) dan aktivitas antioksidan yang dimanfaatkan sebagai tabir surya. Salah satu
pemanfaatan bahan alami yang akan digunakan dalam sediaan losio yaitu ekstrak etanol daun
kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica). Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui nilai SPF (Sun Protection Factor) dan nilai antioksidan sediaan
losio kombinasi ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun
pegagan (Centella asiatica). Jenis penelitian ini kuantitatif dan kualitatif dengan metode
eksperimental secara in vitro, populasi daun kersen (Muntingia calabura L) tua dan daun
pegagan (Centella asiatica) muda yang terdapat di daerah Cikarang Timur, kabupaten Bekasi,
Jawa barat. Nilai SPF (Sun Protection Factor) sediaan losio kombinasi ekstrak etanol daun
kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella asiatica) terbaik
pada formula F3 sebesar 14,23+-0.5001 dan Nilai antioksidan sediaan losio kombinasi ekstrak
etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) dan ekstrak etanol daun pegagan (Centella
asiatica) terbaik pada formula F3 sebesar 3,866 ng/mL.
Open AccessSPF, Antioksidan, Muntingia calabura L, Centella asiatica, Losio Kombinasi
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Debu dan kotoran yang menempel pada kulit wajah dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, penumpukan minyak (sebum), komedo, dan jerawat. Salah satu cara menjaga kebersihan kulit adalah menggunakan micellar water. Micellar water merupakan pembersih wajah yang berkembang dan populer dikalangan remaja untuk pembersihan wajah secara menyeluruh dan mendalam (deep cleansing). Tak sedikit remaja putri yang mengabaikan make-up dan debu yang menumpuk dikulit wajah sehingga menimbulkan berbagai masalah. Tujuan: Berdasarkan latar belakang tersebut dan kebiasaan remaja putri yang mengabaikan kebersihan wajah dengan micellar water, maka dari itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengetahuan micellar water sebagai pembersih. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian ini menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden kemudian didata dan diolah menggunakan aplikasi SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa farmasi Universitas Suherman Medika yang berjumlah 141 orang dengan sampel sebanyak 104 orang yang diperoleh dengan menggunakan rumus slovin. Pembahasan: Berdasarkan hasil data penelitian pengetahuan mengenai micellar water Pada Mahasiswi Farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022 (semester 2) kategori baik sebanyak 34%, angkatan 2021 (semester 4) kategori baik sebanyak 73%, angkatan 2020 (semester 6) kategori baik sebanyak 50%, dan angkatan 2019 (semester 8) kategori baik sebanyak 61%. Kesimpulan: Dari hasil data penelitian keseluruhan yang berkategori baik paling banyak adalah Angkatan 2019 (semester 8) sebanyak 61%. Hal ini dikarenakan pengaruh pengalaman belajar yang mereka pelajari selama perkuliahan. Semakin naik semester yang ditempuh maka semakin baik pengetahuan dan pengalaman yang didapat.
Open AccessMicellar water, Pembersih, Make Up, dan Pengetahuan mahasiswi
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.
Open AccessMasyarakat, Gastritis, Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Perilaku
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.
Open AccessHipertensi, Puskesmas, Amlodipin
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
SPF (Sun Protection Factor) merupakan nilai proteksi dari sinar ultraviolet matahari pada sediaan tabir surya (Sunscreen). Daun jambu air (Syzygium aqueum) mengandung flavonoid sebagai antioksidan faktor sekunder fotoproteksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai SPF pada ekstrak daun jambu air serta karakteristik formulasinya pada sediaan gel sunscreen. Ekstrak diperoleh menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, diuji nilai SPF dengan spektrofotometer UV-Vis pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm kemudian diformulasikan dalam gel sebesar 10%, 20% dan 30%. Hasil nilai SPF ekstrak berturut-turut sebesar 7,14+0,0174; 28,65+0,0852 dan 39,64+0,999 yang menunjukkan memiliki perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Karakteristik gel sunscreen ekstrak daun jambu air (Syzygium aqueum) berwarna hijau, beraroma khas daun jambu air, homogen, pH 5-6 (sesuai pH kulit), daya sebar 5-5,8 cm, daya lekat 4,3-5,3 detik, viskositas 76-105,1 dPa.S. Nilai SPF sebesar 6,192+5 sampai 10,779+7,4 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna dengan signifikasi <0.05. Nilai SPF ekstrak daun jambu air antara 7,14+0,0174 sampai 39,64+0,999 dengan nilai terbaik pada konsentrasi 10000 ppm sebesar 39,64+0,999 masuk dalam kategori tinggi. Nilai SPF sediaan gel sunscreen antara 6,192+5 sampai 10,779+7,4 dengan nilai terbaik pada formula 3 dengan konsentrasi ekstrak 30% sebesar 10,779+7,4 masuk dalam kategori rendah.
Open AccessFormulasi, sunscreen, SPF, Syzygium aqueum
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Trend kecantikan yang terjadi di Indonesia masih menganut cantik memiliki kulit yang putih dan cerah. Mahasiswa merupakan salah satu populasi dengan tingkat penggunaan kosmetik yang tinggi. Pada lingkungan Universitas Medika Suherman memiliki dominan remaja wanita yang ingin memiliki kulit putih dan cerah. Sebagai bahan masukan bagi mahasiswi Universitas Medika Suherman untuk lebih menyadari pentingnya selektif memilih lotion yang akan digunakan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif yaitu penelitian langsung kepada responden mahasiswi yang diambil sebagai subjek penelitian kemudian diolah datanya dengan menggunakan spss. Populasi penelitian ini adalah 141 mahasiswi farmasi yang berada di Universitas Medika Suherman.Sampel dalam penelitian ini adalah sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah sampel sebagai sumber data penelitian di hitung dengan menggunakan rumus slovin.
Berdasarkan data penelitian gambaran pengetahuan mahasiswi terhadap body lotion pemutih kulit pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman pada angkatan 2022(semester 2) kategori baik 55% ,angkatan 2021(semester 4) kategori baik 84%,angkatan 2020(semester 6) kategori baik 92%, angkatan 2019(semester 8) yang memiliki pengetahuan yang baik adalah angkatan 2019 dengan peresentase 90%. Hal ini dikarenakan banyaknya pengalaman dan pengetahuan mereka dalam perkuliahan.
Bagi mahasiswi diharapkan lebih banyak lagi belajar dan teliti dalam penggunaan body lotion yang dipakai sehari-hari karena dapat menambah wawasan serta mengetahui bagaimana memilih body lotion yang tepat agar bermanfaat bagi kulit itu sendiri tidak hanya asal beli dikarenakan tergiur oleh sosial media.
Open AccessBody Lotion, Kecantikan dan Tingkat Pengetahuan Mahasiswa
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Masalah kulit yang terjadi pada kelompok geriatri adalah kulit kering. Penderita kulit kering tertinggi terdapat pada usia 60 tahun keatas yang dikaitkan dengan perubahan fungsi kulit. Penggunaan pelembab merupakan salah satu cara mengatasi kulit kering pada geriatri. Pelembab merupakan produk kosmetik untuk meningkatkan kelembaban kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dalam presentase mengenai tingkat pengetahuan penggunaan pelembab pada geriatri di Desa Sukadanau.
Jenis penelitian ini yaitu kualitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu masyarakat geriatri dengan usia dari 60-80 tahun di Desa Sukadanau. Cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian sebanyak 100 responden. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan analisis univariat.
Karakteristik responden terbanyak penelitian ini berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan 80 responden (80%), usia 60-70 tahun 89 responden (89%), tingkat pendidikan terakhir SD 62 responden (62%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga 73 responden (73%). Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan tentang pelembab pada kategori baik 51 responden (51%) dan kategori kurang 49 responden (49%). Sehingga, pada penelitian ini hasil tingkat pengetahuan mengenai pelembab pada geriatri masuk ke dalam kategori baik dan di harapkan pada responden geriatri dapat menjaga kelembapan kulit dengan baik.
Open AccessPelembab, Geriatri, Tingkat Pengetahuan, Leaflet
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Gangguan pada bibir seperti kering, pecah-pecah dan kusam salah satu faktornya adalah paparan sinar UV matahari yang dapat dicegah dengan penggunaan lip balm. Mangiferin sebagai antioksidan pada daun mangga (Mangifera indica L) dapat dimanfaatkan sebagai fotoprotektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai Sun Protection Factor (SPF) pada ekstrak daun mangga dan karakteristik fisika kimia sediaan lip balm yang mengandung ekstrak daun mangga meliputi organoleptis, pH, daya oles dan homogenitas. Ekstrak daun mangga diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, diuji nilai SPF dengan Spektrofotometer pada konsentrasi 1000 ppm, 5000 ppm, 10.000 ppm dan diformulasikan dalam bentuk lip balm. Hasil nilai Sun Protection Factor (SPF) pada ekstrak daun mangga berturut-turut sebesar 3.57, 14.82, 37.10 dan karakteristik fisika kimia lip balm berbentuk semi padat, berwarna kuning dan bau khas oleum cacao, pH berada pada rentang 5 (sesuai pH kulit), dapat dioles, F1, F2 tidak homogen dan F3 homogen. Nilai Sun Protection Factor (SPF) ekstrak daun mangga (Mangifera indica L) antara 3,57 – 37,10 dengan nilai SPF terbaik pada konsentrasi 10.000 ppm sebesar 37,10 masuk dalam kategori proteksi level tinggi dan memiliki karakteristik fisika kimia terbaik pada sediaan F3.
Open Accesslip balm, fotoproteksi, spektrofotometer, mangifera indica, Sun Protection Factor
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Kurangnya pengetahuan terhadap obat narkotika dapat memicu penyalahgunaan narkotika. Desa Sukarukun Kecamatan Sukatani belum pernah ditemui penelitian mengenai evaluasi pengetahuan terhadap obat narkotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masyarakat, gambaran tingkat pengetahuan dan sikap terhadap obat narkotika. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diteliti pada warga rentan usia berusia 17 sampai 45 tahun sebanyak 100 orang. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,361 (r tabel), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin laki-laki (58%), berusia 17-25 tahun (45%), berpendidikan SMA (87%). Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 73% pengetahuan baik, 19% berpengetahuan cukup dan 8% pengetahuan kurang. Hasil dari sikap sebesar 9% memiliki sikap baik, 90% cukup baik dan 1% memiliki sikap kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini tingkat pengetahuan terhadap obat narkotika masyarakat di Desa Sukarukun kategori baik sebesar 85% dan sikap kategori cukup baik sebesar 90% dari 100 responden.
Open AccessNarkotika, Pengetahuan dan Sikap
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan pelayanan
farmasi klinik di Puskesmas yang menyediakan dan memberikan informasi
mengenai obat kepada pasien. Manfaat dari Pelayanan Informasi Obat untuk
menghindari masalah yang berkaitan dengan terapi obat. Tujuan: penelitian ini
untuk mengetahui kesesuaian pelaksanaan informasi obat di Puskesmas Cikarang
aspek farmasetik dan klinis dengan standar Pelayanan Kefarmasian dalam
persentase. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif yang bersifat deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung menggunakan
lembar checklist terhadap pasien di Puskesmas Cikarang. Hasil: dari penelitian ini
kesesuaian pelaksanaan informasi obat di Puskesmas Cikarang kategori baik pada
aspek farmasetik meliputi informasi nama obat, bentuk sediaan, dosis, cara pakai
pada range 94-100%, aspek stabilitas dan penyimpanan kurang pada range 0-24%.
Kesesuaian pelaksanaan informasi obat di Puskesmas Cikarang kategori baik pada
aspek klinis meliputi informasi indikasi obat sebesar 86%, aspek kontraindikasi
obat, efek samping, interaksi obat kurang sebesar 0-23%.
Open AccessPenyimpanan Obat, Aspek Farmasetik Obat, dan Aspek Klinis Obat
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan skincare pada saat pandemi covid-19 menurun, terutama paling signifikan pada penggunaan tabirsurya (sunscreen). Desa Kalijaya Cikarang Barat belum pernah ditemui penelitian mengenai Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Penggunaan Tabirsurya (sunscreen). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan dan penggunaan tabirsurya (sunscreen) di masyarakat. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang diteliti pada warga rentan umur 14 tahun sampai >45 sebanyak 100 responden. Hasil uji validitas kuisioner didapat rhitung 0.422 (rtabel). Karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, berusia 14-25 tahun, berpendidikan SMA/MA, dan bekerja sebagai pengajar dan pelajar. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 63% memiliki pengetahuan baik, 29% pengetahuan sangat baik, dan 8% pengetahuan cukup. Hasil dari tingkat penggunaan sebesar 42% menggunakan dengan baik, 26% menggunakan dengan sangat baik, 25% menggunakan cukup baik, dan 7% menggunakan kurang baik.
Open AccessTabirsurya (sunscreen), pengetahuan dan Kebermanfaatan, Kalijaya Cikarang Barat
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Sabun padan transparan salah satu inovasi dari sabun yang dapat membersihkan kulit kotor penyebab jerawat yang dipicu oleh staphylococcus epidermis. Daun mangga mengandung mangiferin yang berpotensi sebagai antibakteri Tujuan penelitian ini untuk menghambat daya yang dimiliki ekstrak daun mangga terhadap bakteri staphyloccus epidermis, untuk mengetahui eksrak daun mangga dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan sabun padat transparan, untuk mengetahui karakteristik fisik formulasi sediaan sabun padat transparan Metode antibakteri penyiapan inokulum sterilisasi alat dan bahan, pembuatan media bakteri, regenarasi bakteri uji, penetapan kosentrasi lebar daerah daya hambat. Metode pembuatan daun mangga dilakukan dengan metode mesarasi daun mangga dengan memasukan serbuk simplisia yang telah diayak selanjutnya di mesarasasi dengan menggunakan etanol 70% selanjutnya akan dilakukan penyaringan dengan menggunakan kertas saring setelah 24 jam mesarasi dilanjutkan dengan penguaapan menggunakan Rotary evaporator dengan suhu 50˚C selama 2-3 jam hingga dapat dihasilkan ekstrak murni kental, Bakteri staphyloccus epidermis dengan daya hambat 0,75 mm pada konsentrasi 5%, pada kosetrasi 10% dengan daya hambat 1,1 mm, pada kosentrasi 15% dengan daya hambat 1,75 mm, sedangkan daya hambat kontrol positif clidamicin 2,50 mm Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan analisis deskriptif. Pembuatan sabun dilakukan dengan proses saponifikasi. Pengujian karakteristik sabun padat transparan melalui beberapa uji seperti uji organoleptik, uji pH, uji kadar air, uji kekuatan busa Karaktersitik sabun padat transparan ekstrak daun mangga (Mangifera indica L) berbentuk padat transparan berwarna kecoklatan bau khas daun mangga ph 9-10 kadar air 42,56-37,38% kekuatan busa 11-17 cm dengan sediaan paling baik F3.
Open AccessSabun padat transparan,daun mangga, antibakeri Staphylococcus Epidermis
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Sinar matahari memiliki indeks radiasi ultraviolet (UV A & UV B) yang dapat berdampak bagi kesehatan kulit. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif pada kulit dari sinar ultraviolet matahari langsung dengan menggunakan sunscreen. Sunscreen merupakan sediaan kosmetik yang dapat menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet matahari (UV) yang digunakan untuk perlindungan fungsional dan struktur kulit. untuk mengetahui persentase pengetahuan, perilaku penggunaan sunscreen dan mencari adanya hubungan atau tidak antara pegetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi Universitas Medika Suherman. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (sperhman rho) sehingga penelitian ini menggunakan instrument peninjauan dengan menyebar kuesioner. Analisis univariat menunjukkan sebanyak 84% memiliki pengetahuan yang baik, 12% memiliki pengetahuan yang cukup baik, dan 4% memiliki pengetahuan yang kurang baik. Kemudian sebanyak 54% memiliki perilaku yang baik, 39% memiliki perilaku yang cukup baik, dan 7% memiliki perilaku yang kurang baik. Hasil uji korelasi menggunakan Spearman Rho hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen didapatkan nlai rHitung sebesar 0,149 dengan nilai signifikasi (P Value) 0,131. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rHitung > 0,131 yang artinya tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen. Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan perilaku penggunaan sunscreen pada mahasiswi farmasi di Universitas Medika Suherman
Open AccessSunscreen, hubungan, pengetahuan, perilaku, mahasiswi, farmasi