Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup
Open AccessComorbid Diabetes melitus,Hipertensi,Kualitas Hidup
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).
Open AccessHipertensi, Rekam Medis, Puskesmas
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama yang menyebabkan angka morbiditas dan mortalitas di Indonesia. Dukungan keluarga dan pengetahuan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap perawatan pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2023. Jenis penelitian dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan dengan hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak bulan Maret-April 2023. Jumlah sampel dalam penelitian ini 65 orang. Analisis data hasil penelitian menggunakan uji Chi Square Test. Hasil penelitian diperoleh nilai P = 0,000 (P0,05) ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan, sedangkan nilai P = 0,035 (P0,05) ada hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dan pengetahuan pasien terhadap kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cisalak tahun 2023. Saran diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar selalu memberikan pendidikan kesehatan untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam melakukan perawatan hipertensi.
Open AccessHipertensi, Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Pengobatan
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan wanita sampai kira-kira usia 55 tahun, dengan resiko yang hampir sama antara usia 55 tahun sampai 74 tahun. Kepatuhan minum obat, sebagian besar penderita hipertensi yaitu sebanyak 54,4%. Sementara penduduk yang tidak rutin minum obat dan tidak minum obat sama sekali sebesar 32,27% dan 13,33%. Hal ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi sehingga tidak mendapat pengobatan.Tujuan penelitian ini ntuk mengetahui hubungan pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat di puskesmas jonggol kabupaten bogor .Metode desain penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 100 responden nonprobbatility yaitu consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan self-admistered questionnaire. Data dianalisa menggunakan Stastictical Program For Social Science (SPSS).Hasil Pengetahuan penderita hipertensi dalam kategori baik (62,0%), cukup (25,0%), kurang (13,0%) dan kepatuhan penderita hipertensi minum obat dalam kategori tinggi (58,0%), sedang (27,0%), dan rendah (15,0%). Hasil analisa hubungan korelasi dengan uji korelasi Spearman Rho didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat dengan nilai p value0,01 dengan kekuatan hubungan r = 0,926 Kesimpulan Terdapat hubungan antara pengetahuan penderita hipertensi tentang kepatuhan minum obat.
Open AccessHipertensi, Pengetahuan, Kepatuhan
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.
Open AccessKata kunci : Hipertensi, Leaflet, Edukasi, Hipertensi, Puskesmas
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
Skripsi, Maret 2023
Nama : Dodi Lestiono
NIM : 221070009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022
X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran
ABSTRAK
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Open AccessKata kunci : keperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi dengan dislipidemia dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh. Selain itu dapat menyebabkan kematian yang dimana kepatuhan akan mempengaruhi kualitas hidup seseorang dalam menjalani kehidupan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan tingkat kepatuhan konsumsi obat dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi yang disertai dengan adanya dislipidemia. Metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 50 responden di Puskesmas Mekarmukti Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF diuji menggunakan SPSS analisis univariat dan bivariat dengan jenis uji chi-square kuadrat. Hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan nilai (p = 0,000 0,05). Dari 50 responden, 10 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup yang rendah, 6 orang dengan kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 10 orang dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang, 24 orang dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kepatuhan konsumsi obat maka semakin baik kualitas hidup yang dimiliki seseorang.
Open AccessDislipidemia, Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan suatu kondisi penyakit yang telah lama terjadi yang disertai dengan tingginya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri. Menurut Hasil Penelitian Kesehatan Dasar Tahun 2018 yang ada di Indonesia, Pravelensi Hipertensi mencapai angka 34,11 % pada penduduk lebih dari 18 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi pada pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021.
Metode Penelitian ini menggunakan disain penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dengan disain penelitian one group prepost test, yang bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Pendidikan Kesahatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan pencegahan Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Sampel yang diambil sebanyak 65 orang responden , dengan metode pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner kepada responden. Analisa data yang digunakan adalah Analisa Bivariat berupa uji Wilcaxon dengan nilai α < 0,05.
Hasil penelitian ini menunjukkan ada Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021 hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji Wilcaxon ada pengaruh Pendidikan kesehatan tentang hipertensi dengan pengetahuan pencegahan hipertensi sebesar 0,000 yang artinya Ha gagal ditolak sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan pengetahuan pencegahan hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021. Selain itu berdasarka nilai mean ranks yang negative sebesar 0 yang bermakna bahwa tidak ada penurunan pengetahuan responden dan nilai mean ranks yang positif sebesar 37 bermakna ada peningkatan pengetahuan pencegahan hipertensi responden.
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Hasil distribusi frekuensi rata-rata pengetahuan pasien hipertensi sebesar pengetahuan baik tentang hipertensi sebanyak 54 orang (83,1%). Sedangkan pasien yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang hipertensi sebanyak 11 orang (16,9%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang hipertensi terhadap pengetahuan pencegahan hipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2021.dengan saran diharapkan pasien hipertensi memahami tentang hipertensi dan mengetahui pencegahan hipertensi secara dini dan tidak berkomplikasi lebih lanjut.
Open AccessHipertensi,pendidikan kesehatan, pengetahuan pencegahan hipertensi
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hipertensi merupakan masalah utama yang terjadi di negara maju maupun berkembang dan disebut sebagai "silent killer" karena seringkali tidak memiliki tanda-tanda peringatan atau gejala. Hipertensi lebih banyak terjadi pada kelompok usia-usia 55-64 tahun (55,2%). Menurut data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2016 yaitu 9,84% dan meningkat pada tahun 2017 menjadi 15,09%. Prevalensi hipertensi di Kota Bekasi pada tahun 2017, sebanyak 19,20% yang menempati urutan ke 19 dari 27 kota dan kabupaten yang berada di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tekanan darah tinggi dengan self acceptance pada pasien hipertensi in house clinic PT. Kayaba Cikarang Kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 35 orang responden pasien hipertensi yang datang ke in house clinic PT. Kayaba periode Maret 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan tingkat tekanan darah tinggi dengan Self Acceptance pada pasien hipertensi di In House Clinic PT. Kayaba dengan nilai P-Value = 0,001 atau Ho ditolak (p α) atau 0,05. Kesimpulan ada hubungan tingkat tekanan darah tinggi dengan Self Acceptance pada pasien hipertensi di In House Clinic PT. Kayaba Cikarang Kab. Bekasi Tahun 2023. Diharapkan bagi petugas in house clinic PT. Kayaba dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan informasi kepada pasien tentang pentingnya edukasi, pemahaman dan perawatan pada pasien hipertensi. Dan pentingnya memberikan motivasi pada pasien hipertensi guna mengurangi resiko terjadinya pasien yang tidak dapat menerima dirinya menderita hipertensi.
Open AccessHipertensi, Self Acceptance, Penerimaan Diri
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021
NAMA : DETI SUMARMO
NIM : 020319663
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL
xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran
ABSTRAK
Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional.
Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya.
Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional
Daftar Pustaka : 11
Open AccessKarakteristik, ibu hamil, hipertensi gestasional
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.
Open AccessKata kunci: Hipertensi, Puskesmas, Amlodipin
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada diatas batas normal yaitu lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Menurut Riskesdas dalam (Kemenkes RI, 2021) prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 34,1%, mengalami peningkatan dibandingkan prevalensi hipertensi pada Riskesdas Tahun 2013 sebesar 25,8%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Puskesmas Cibarusah tahun 2023 Metode Penelitian: Pemelitian ini menggunakan desain true eksperimen dan menggunakan pendekatan pre and post test nonequivalet control group desain. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 orang lalu dibagi menjadi 2 kelompok, 20 orang responden diberikan perlakuan dan 20 orang tidak diberikan perlakuan dengan menggunakan metode total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi (lembar ceklis) kemudian diberikan perlakuan dengan memberikan jus melon selama 7 hari sebanyak 2 kali dalam sehari dan kemudian data dianalisis menggunakan Uji T- Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sampel T-Test didapatkan ada pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh mengkonsumsi jus melon terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Puskesmas Cibarusah tahun 2023. Saran: Diharapkan Jus melon ini dapat dijadikan obat non farmakologi dengan di konsumsi 1 hari 2x pada siang dan sore hari untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Open AccessKata Kunci : Hipertensi dan mengkonsumsi jus melon
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS)
PROGRAM STUDI ILMU SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS
Skripsi, Juli 2021
Nama : MUSLIMIN
NIM : 020319724
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI WILAYAH PUSKESMAS PURWAKARTA KABUPATEN PURWAKARTA
vii + 74 halaman + 12 tabel + lampiran
ABSTRAK
Provinsi Jawa Barat menempati urutan tertinggi ke dua di Indonesia dengan angka 39,60 %. Kabupaten Purwakarta menempati urutan tertinggi ke lima di Provinsi Jawa Barat dengan angka 36,79 % (Riskesdas, 2018). Pengendalian hipertensi bertujuan untuk mencegah dan menurunkan probabilitas kesakitan, komplikasi, dan kematian. Kurangnya kepatuhan kepada obat antihippertensi adalah alasan utama untuk kontrol hipertensi yang buruk (Al-ramahi, 2014). Dukungan keluarga berpengaruh positif dalam mengontrol penyakit.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita hipertensi yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Purwakarta pada bulan Januari 2021 sejumlah 214 responden. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 70 pasien. Mengukur kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, pada sejumlah penelitian menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8).
Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara dukungan emosional, penghargaan dan harga diri (p value = 0,001), dukungan instrumental (p value = 0,004), dukungan informasi (p value = 0,001) dengan kepatuhan minum obat. Dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas terutama dalam perbaikan dalam tekanan darah.
Open AccessHipertensi, Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8),
Dukungan Keluarga
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM) dan
merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Kasus tekanan
darah tinggi secara global cukup tinggi, yaitu satu dari tiga orang penduduk di
dunia mengalami Hipertensi. Sekitar dua pertiga dari populasi tersebut tinggal di
negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perbandingan empat dari
lima orang penderita hipertensi tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Namun
jika negara – negara mendapatkan pengobatan yang memadai, 76 juta kematian
dapat dicegah antara tahun 2023 – 2050 (WHO, 2023).
Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan
darah pada penderita hipertensi dengan sindrom akumulasi phlegma lembab di Jiao
Tengah.
Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-
eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling ,
melibatkan 20 subjek penelitian dari bulan Maret-Juni 2025 di Yayasan Akupunktur
Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan
terapi akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah
sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar
139 mg/dl (5 subjek = 25%) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5%).
Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan
intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10%). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan
intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl
(1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah
dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5%) dan paling rendah sebesar
76 mg/dl (2 subjek = 10%).
Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap tekanan darah
pada penderita hipertensi sindrom akumulasi phlegma lembab di jiao tengah,
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah
sebelum dan sesudah intervensi.
Open Accesshipertensi, tekanan darah, terapi akupunktur, sindrom akumulasi phlegma lembab di jiao tengah
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kesehatan kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan fungsi ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berpengaruh, salah satunya melalui pendekatan edukasi home visit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi home visit terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan comparison pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 77 responden hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale untuk menilai kepatuhan minum obat pasien hipertensi, sedangkan tekanan darah diperoleh melalui data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum obat setelah diberikan edukasi home visit pada pasien hipertensi dengan nilai (p < 0,05). Pasien yang menerapkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan dengan pasien yang tidak mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berpengaruh dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi, dan edukasi home visit mendukung peningkatan kepatuhan minum obat melalui pemberian informasi terarah serta pemantauan langsung oleh tenaga kesehatan di tingkat komunitas. Peneliti selanjutnya dianjurkan untuk mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain, menerapkan metode edukasi yang berbeda, serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar sehingga efektivitas intervensi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengendalian tekanan darah dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.
Open AccessHipertensi, Edukasi Home Visit, Kepatuhan Minum Obat, Tekanan Darah
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Rendahnya tingkat kepatuhan lansia terhadap perilaku pencegahan hipertensi menjadi permasalahan kesehatan di tingkat komunitas, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif dan inovatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code terhadap tingkat kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia di Posyandu Posyandu Tanjung Baru, Cikarang Timur Tahun 2025. Metode: ini menggunakan posyanduin kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi CERDIK menggunakan poster interaktif berbasis QR Code, sedangkan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang dimodifikasi. Hasil penelitian: berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa sebanyak 55 responden (98,2%) mengalami peningkatan tingkat kepatuhan, tidak terdapat responden yang mengalami penurunan (0%), dan 1 responden (1,8%) tidak mengalami perubahan. Nilai signifikan sebesar p = 0,001(p < 0, 05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code. Kesimpulan: penelitian ini Adalah edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu edukasi kesehatan berbasis digital, khususnya dalam media interaktif yang saat ini semakin berkembang, sehingga intervensi promosi dan pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara lebih efektif dan inovatif.
Open AccessHipertensi, Edukasi CERDIK, Poster Interaktif, QR Code, Kepatuhan
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah Kesehatan yang kerap
terjadi pada lansia, yang bisa meningkatkan masalah tekanan darah tinggi
kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Selain farmakologis, upaya
penanganan secara non farmakologis direkomendasikan untuk menurunkan
tekanan darah, karena hemat biaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan : tujuan
dari kajian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kombinasi green colour therapy
dan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di
Desa Sukarapih tahun 2025. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini
ialah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan
pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 22 lansia hipertensi yang dipilih
melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui objek
pemandangan yang berwarna hijau serta menarik napas dalam secara lambat
sebanyak 5 kali selama 10 sampai dengan 15 menit dan dilakukan 2 siklus setiap
hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilaksanakan sebelum serta setelah
intervensi dengan tensimeter digital. Hasil Penelitian : hasilnya yakni terdapat
adanya penurunan signifikan pada tekanan darah setelah intervensi. Uji Wilcoxon
Signed Rank Test memperlihatkan skor p = 0,000 dimana p < 0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi green colour therapy dan slow deep breathing
terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Pada kajian ini
yakni menunjukan gabungan green colour therapy dan slow deep breathing efektif
dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan untuk
penelitian berikutnya yakni bida dijadikan referensi serta bisa dikombinasikan
dengan terapi yang lain sebagai upaya menunjukkan perubahan dalam manajemen
untuk hasil yang lebih efektif.
Open Accessreen Colour Therapy, Slow Deep Breathing, Hipertensi, Lansia
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Lansia mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah pemberian jus tomat yang mengandung kalium dan likopen sebagai antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain true experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 24 responden lansia dengan hipertensi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 12 responden. Kelompok intervensi diberikan jus tomat selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah setelah pemberian jus tomat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Sementara itu pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,414 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi.
Open Accessjus tomat, tekanan darah, hipertensi, lansia.
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.
Hipertensi menjadi faktor risiko utama karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak
secara progresif. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala awal stroke
menyebabkan keterlambatan penanganan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi FAST berbasis
audiovisual terhadap deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi di Desa
Sukaindah Kabupaten Bekasi Tahun 2026 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi berjumlah 596 penderita hipertensi, dengan
sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa
kuesioner 15 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan melalui
pemutaran video edukasi FAST selama 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil: Seluruh responden mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Nilai
p-value = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan
posttest. Kesimpulan: Edukasi FAST berbasis audiovisual berpengaruh signifikan dalam
meningkatkan deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi.Saran: Edukasi
FAST berbasis audiovisual dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat sebagai upaya
meningkatkan deteksi dini stroke serta dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan
jumlah sampel yang lebih besar.
Open AccessEdukasi FAST, Audiovisual, Deteksi Dini, Stroke, Hipertensi.
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.
Open AccessHipertensi, Tingkat Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Upaya Pencegahan Hipertensi.