Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

81 hasil
Subjek: Lansia

Hubungan peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hospitalisasi

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. hospitalisasi atau masuk rumah sakit merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang untuk dirawat dirumah sakit karena mengalami kondisi kritis dan kesakitan secara fisik maupun psikologis. world health organization (who) menyatakan bahwa terdapat kurang lebih 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar,21 juta orang terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia.penelian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan lansia yang menjalani hospitalisasi dirs xx kabupaten bekasi. adapun rancangan penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko.anlisis data yang digunakan uji chisquare.penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia,jenis kelamin,tingkat pendidikan, dan dukungan petugas kesehatan.penelitian ini menggunakan data primer aplikasi yangdigunakan adalah kuesioner dan spss23

Open Accesshospitalisasi, kecemasan,lansia
oai:ais:skripsi:107Lihat detail

Hubungan self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Wanakerta Karawang

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan self care dan dukungan keluarga pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta karawang. Sampel penelitian ini berjumlah 56 lansia. Hasil Penelitian : Hasil penelitian uji statistik ChiSquare didapatkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan P-value 0,000. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 denga P-value 0,000. Kesimpulan : Adanya hubungan antara self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.

Open AccessKata Kunci : Self care, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus, Lansia
oai:ais:skripsi:548Lihat detail

faktor faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di RS BSH

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).

Open AccessAnalitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah
oai:ais:skripsi:503Lihat detail

Pengaruh senam kaki terhadap kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia dengan total jumlah penderita lebih dari satu miliar. Sepertiga dari jumlah penderita itu tinggal di negara maju dan dua pertiga hidup di negara berkembang. Tekanan darah tinggi diperkirakan menyebabkan 7,1 juta kematian atau kira-kira 13% dari seluruh kematian di dunia. Hasil penelitian World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa hampir setengah dari kasus serangan jantung dipicu oleh tekanan darah tinggi (Yahya, 2019). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Puskesmas Lemahduhur Kabupaten Karawang. Metode: Desain Penelitian yang digunakandalam penelitian ini menggunakan bentuk rancangan non andomized pre-test post-test ekperimen , yaitu tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah dilakukannya intervensi berupa senam lansia intervensi selanjutnya di cari perbedaan penurunan rata-rata tekanan darah. Sebelum diberi treatmen bagi kelompok subjek eksperimen di beri test yaitu pre-test dengan maksud untuk mengetahui keadaan kelompok sebelum treatment. Kemudian setelah diberi treatment kelompok eksperimen diberikan test yaitu post-test untuk mengetahui keadaan kelompok setelah treatment. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Puskesmas Lemahduhur Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Total sempling adalah pengambilan sempel yang sama dengan jumlah populasi yang ada dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil: Hasil penelitian Uji wilcoxon didapatkan ada pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah lansia di Puskesmas Lemahduhur Karawang Tahun 2023.

Open AccessKata Kunci: Senam Lansia Terhadap Tekanan Darah Lansia: 3 Skripsi 10 Jurnal (2013 – 2022)
oai:ais:skripsi:524Lihat detail

Pengaruh Rebusan Daun Ceri (kersen) terhdap Kadar Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes Mellitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN CERI (KERSEN) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DESA SUKAKERTA TAHUN 2023 xv + 45 Hal + 5 Tabel + 4 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan beberapa penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus. Penurunan ini dapat di sebabkan oleh kandungan dari Daun Kersen yaitu flavonoid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Sukakerta Tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental desaign adalah suatu penelitian yang menggunakan satu kelompok untuk diuji secara pre dan post. Metode yang akan digunakan adalah metode one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta. Sampel penelitian sejumlah 33 lansia. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T-Test didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0,000 0,05 karena nilai P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha di terima karena hasil P-Value 0,05 artinya ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan daun ceri (kersen) terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023.

Open AccessKata Kunci: Rebusan daun ceri (kersen), Kadar gula darah, Lansia
oai:ais:skripsi:492Lihat detail

Pengaruh Terapi Relaksasi Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia DM Tipe II Di Puskesmas Setia Mekar

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penderita DM akan meningkat sebanyak 150%, dengan usia penderita berkisar antara 35-64 tahun pada 25 tahun yang akan datang. Prevelensi diabetes akan diperkirakan meningkat seiring penambahan umur penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada umur 65-79 tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Puskesmas Setia Mekar pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes melitus mengalami peningkatan sebanyak 707 kasus atau sekitar (1,24%) dari total penduduk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian relaksasi progesif terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada lansia diabetes melitus tipe II di Puskesmas Setia Mekar. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi pada penelitian sebanyak 32 lansia di Puskesmas Setia Mekar dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian ini menjukan ada pengaruh terapi relaksasi progresif terhadap kadar gula darah sewaktu pada lansia dengan P-value (0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat Pengaruh Terapi Relaksasi Progesif Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia DM Tipe II Di Puskesmas Setia Mekar.

Open AccessDiabetes Melitus, Lansia,Relaksasi Progresif
oai:ais:skripsi:498Lihat detail

Pengaruh Balance Excercise Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Juli 2023 Nama : Agnes Patricia Setiawan NIM : 020319596 PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA KARAWANG TAHUN 2023 xviii + 48 Hal + 5 Tabel + 3 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) prevalensi jatuh pada usia 65 ke atas sekitar 28-35% dan pada usai 70 tahun keatas sekitar 32-42%. Prevalensi lansia jatuh di Amerika Serikat 2,500,000 ditangani di bagian gawat darurat untuk luka-luka dikarenakan jatuh dan lebih dari 700,000 dirawat di rumah sakit setiap tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Panti rehabilitasi ada sebesar 20 % dalam satu bulan dari jumlah populasi lansia yang tinggal dipanti tersebut mengalami jatuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Balance Exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Kata Kunci: Balance Exercise, Risiko Jatuh, Lansia Daftar Pustaka: 11 buku dan 10 jurnal (2013 – 2022)

Open Accesslance Exercise, Risiko Jatuh, Lansia
oai:ais:skripsi:423Lihat detail

Perbandingan Pemberian Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise Terhadap Peningkatan Keseimbangan Dinamis Pada Lansian Pasca Stroke

Book2026Koleksi Perpustakaan

Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada lansia yang sering menimbulkan gangguan keseimbangan, khususnya keseimbangan dinamis. Gangguan keseimbangan pada lansia pasca stroke meningkatkan risiko jatuh yang dapat berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup. Fisioterapi memiliki peran penting dalam rehabilitasi keseimbangan, salah satunya melalui latihan keseimbangan seperti Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia pasca stroke serta membandingkan efektivitas kedua latihan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain two group pre-test and post-test quasi experimental design. Subjek penelitian berjumlah 20 lansia pasca stroke yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 10 subjek. Kelompok I diberikan intervensi Single Leg Stand Exercise, sedangkan Kelompok II diberikan Ankle Strategy Exercise. Pengukuran keseimbangan dinamis dilakukan menggunakan Timed Up and Go Test (TUG) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada kedua kelompok. Kelompok I mengalami penurunan nilai TUG dari 34,99 ± 4,17 detik menjadi 34,08 ± 4,12 detik (p < 0,05). Kelompok II mengalami penurunan nilai TUG dari 40,39 ± 5,75 detik menjadi 39,28 ± 5,59 detik (p < 0,05). Uji perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna (p = 0,029), dengan nilai TUG post-test Kelompok I lebih rendah dibandingkan Kelompok II. Kesimpulan penelitian ini adalah Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise sama - sama berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia pasca stroke, namun Single Leg Stand Exercise menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam meningkatkan keseimbangan fungsional.

Open AccessStroke, Lansia, Keseimbangan Dinamis, Single Leg Stand Exercise, Ankle Strategy Exercise, Timed Up and Go Test (TUG)
oai:ais:library-item:27819Lihat detail

Pengaruh William Flexi Exercise Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Lansian Dengan Radiculopati Lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Radikulopati lumbal merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi pada lansia dan ditandai dengan nyeri menjalar akibat kompresi atau iritasi akar saraf lumbal, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti William Flexion Exercise yang berfokus pada gerakan fleksi untuk meningkatkan stabilitas otot trunk dan mengurangi tekanan saraf. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh William Flexion Exercise terhadap intensitas nyeri pada pasien lansia dengan radikulopati lumbal di Poli Rehabilitasi Medik RSU Pindad Bandung tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment pretest–posttest control group design dengan 36 responden menjadi kelompok intervensi (William Flexion Exercise) dan kelompok kontrol (Isometric Back Muscle Exercise), dengan durasi intervensi 4 minggu (3 kali per minggu), serta pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan Mann–Whitney. Hasil: Kelompok kontrol tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p = 0,2940), sedangkan kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri yang signifikan (p = 0,0017), serta terdapat perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,0469). Kesimpulan: William Flexion Exercise terbukti berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan radikulopati lumbal dan dapat menjadi intervensi fisioterapi yang efektif dan aman.

Open AccessWilliam Flexion Exercise, radiculopati lumbal, lansia, intensitas nyeri, fisioterapi
oai:ais:library-item:27818Lihat detail

Pengaurh Core Strengthening Exercise Terhadap Keseimbangan Pada Lansia Dengan Gangguan Keseimbangan di FIT Factory Bandung

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem muskuloskeletal dan neuromuskular yang berdampak pada menurunnya kemampuan keseimbangan serta meningkatnya risiko jatuh pada lansia. Sistem yang berperan dalam keseimbangan meliputi sistem visual, vestibular, dan proprioseptif yang bekerja secara terintegrasi dengan sistem muskuloskeletal. Otot core memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas trunk dan mempertahankan pusat gravitasi tubuh. Intervensi fisioterapi yang dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas postural adalah core strengthening exercise. Tujuan: Mengetahui pengaruh core strengthening exercise terhadap keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan di Fit Factory Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis Wilcoxon. Hasil: Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,810 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang menunjukkan adanya peningkatan keseimbangan yang signifikan setelah pemberian intervensi. Kesimpulan : Core strengthening exercise memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan pada lansia dengan gangguan keseimbangan di Fit Factory Bandung

Open Accesslansia, keseimbangan, core stability, core strengthening exercise
oai:ais:library-item:27810Lihat detail

Perbandingan Efektivitas Latihan Aerobik Low Impact dan Sepeda Statis Terhadap Tekanan Darah Pada Komunitas Pra-Lansia

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pra-lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami peningkatan parameter kardiovaskular, terutama tekanan darah yang menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Latihan aerobik low-impact dan latihan sepeda statis sama-sama terbukti dapat menurunkan tekanan darah melalui mekanisme peningkatan fungsi endotel dan penurunan resistensi vaskular. Namun, penelitian yang secara langsung membandingkan efektivitas kedua jenis latihan ini pada kelompok pra-lansia masih terbatas. Tujuan: Membandingkan efektivitas latihan aerobik low-impact dan latihan sepeda statis terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada pra-lansia. Metode: Studi ini mengadopsi desain eksperimental semu (quasi-experimental) dengan pendekatan two-group pretest-posttest. Partisipan penelitian berjumlah 28 individu pra-lansia berusia 45-59 tahun yang telah lolos seleksi berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan. Mereka kemudian dibagi secara acak ke dalam dua kelompok perlakuan, yaitu kelompok senam aerobik low impact (14 orang) dan kelompok latihan sepeda statis (14 orang). Intervensi diberikan selama 4 minggu dengan frekuensi 1 kali per minggu, durasi 60 menit per sesi. Tekanan darah diukur sebelum dan setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test atau Wilcoxon untuk melihat perubahan dalam kelompok, serta independent t-test atau Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan antar kelompok (p<0,05). Hasil: Pada kelompok aerobik low impact terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik yang bermakna secara statistik, yaitu dari 145,86 mmHg menjadi 132,29 mmHg dengan selisih -13,57 mmHg (p = 0,014), dengan effect size large (d = 1,30). Tekanan darah diastolik menurun signifikan dari 89,86 mmHg menjadi 83,43 mmHg (Δ = -6,43 mmHg; p = 0,005; d = 1,63). Pada kelompok sepeda statis, tekanan darah sistolik menurun signifikan dari 140,29 mmHg menjadi 129,43 mmHg (Δ = -10,86 mmHg; p = 0,015; d = 1,27), sedangkan tekanan darah diastolik menurun tidak signifikan dari 89,29 mmHg menjadi 85,14 mmHg (Δ = -4,14 mmHg; p = 0,137; d = 0,65). Tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok pada penurunan tekanan darah sistolik (p = 0,605) maupun diastolik (p = 0,436). Kesimpulan: Latihan aerobik low impact efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan pada pra-lansia. Latihan sepeda statis efektif menurunkan tekanan darah sistolik secara signifikan, namun tidak signifikan pada tekanan darah diastolik. Meskipun tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok, kedua jenis latihan memberikan efek klinis yang besar (large effect size) pada tekanan darah sistolik, dengan latihan aerobik low impact memberikan gambaran keunggulan pada penurunan diastolik. Kedua latihan direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis untuk pengendalian tekanan darah pada komunitas pra-lansia.

Open AccessLatihan aerobik low-impact, sepeda statis, tekanan darah, pra-lansia.
oai:ais:library-item:27822Lihat detail

Efektivitas Program Latihan Berbasis Core Stability Terhadap Pencegahan Risiko Jatuh Pada Lansia Dengan Gangguan Neuropati Perifer di RSAD Wira Bhakti Mataram

Book2026Koleksi Perpustakaan

Peningkatan populasi lansia di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, salah satunya neuropati perifer yang menyebabkan penurunan kontrol postural dan kemampuan proprioseptif. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Latihan core stability merupakan intervensi fisioterapi yang difokuskan pada penguatan otot-otot inti untuk meningkatkan stabilitas tubuh dan mobilitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program latihan berbasis core stability dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer di RSAD Wira Bhakti Mataram. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran yang digunakan untuk menilai risiko jatuh adalah Timed Up and Go (TUG) Test. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (67,5%) dan kelompok usia di atas 60 tahun (77,5%). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan durasi waktu yang signifikan pada skor TUG test setelah pemberian intervensi latihan core stability. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan stabilitas dinamis dan penurunan kategori risiko jatuh pada responden. Program latihan berbasis core stability efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer. Disarankan bagi praktisi fisioterapi untuk menerapkan latihan ini sebagai bagian dari program rehabilitasi lansia.

Open AccessCore Stability, Lansia, Neuropati Perifer, Risiko Jatuh, TUG Test.
oai:ais:library-item:27821Lihat detail

Perbedaan Efektivitas Penambahan Tens Pada MC Kenzie Exercise dan Neuralmobilization Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Ischialgia di Rumah Sakit Husada

Book2026Koleksi Perpustakaan

Ischialgia merupakan kondisi nyeri radikuler yang sering dialami oleh lansia akibat iritasi atau penekanan pada saraf ischiadicus. Kondisi ini dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas fungsional serta penurunan kualitas hidup pada lansia. Berbagai intervensi fisioterapi digunakan untuk mengurangi nyeri pada kondisi ini, di antaranya McKenzie Exercise dan Neural Mobilization yang sering dikombinasikan dengan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) untuk meningkatkan efek analgesik melalui mekanisme biomekanik dan neurofisiologis. Namun demikian, perbandingan efektivitas penambahan TENS pada kedua metode latihan tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas penambahan TENS pada McKenzie Exercise dan Neural Mobilization terhadap penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan ischialgia di Rumah Sakit Husada. Jenis Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi- eksperimental komparatif. Sampel penelitian dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu kelompok yang mendapatkan TENS dengan McKenzie Exercise dan kelompok yang mendapatkan TENS dengan Neural Mobilization. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perubahan dalam kelompok dan perbedaan antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan intensitas nyeri yang signifikan pada masing-masing kelompok setelah pemberian intervensi (p < 0,05). Selain itu, hasil uji komparatif antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan besarnya penurunan nyeri antara kedua kelompok perlakuan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penambahan TENS pada McKenzie Exercise maupun Neural Mobilization efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan ischialgia, dengan perbedaan tingkat efektivitas antara kedua intervensi tersebut.

Open AccessIschialgia, Lansia, TENS, McKenzie Exercise, Neural Mobilization, Nyeri.
oai:ais:library-item:27814Lihat detail

Pengaruh Kombinasi Green Colour Therapy dan Slow Deep Breathing Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Desa Sukarapih Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah Kesehatan yang kerap terjadi pada lansia, yang bisa meningkatkan masalah tekanan darah tinggi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Selain farmakologis, upaya penanganan secara non farmakologis direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah, karena hemat biaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan : tujuan dari kajian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kombinasi green colour therapy dan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Desa Sukarapih tahun 2025. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 22 lansia hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui objek pemandangan yang berwarna hijau serta menarik napas dalam secara lambat sebanyak 5 kali selama 10 sampai dengan 15 menit dan dilakukan 2 siklus setiap hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilaksanakan sebelum serta setelah intervensi dengan tensimeter digital. Hasil Penelitian : hasilnya yakni terdapat adanya penurunan signifikan pada tekanan darah setelah intervensi. Uji Wilcoxon Signed Rank Test memperlihatkan skor p = 0,000 dimana p < 0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi green colour therapy dan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Pada kajian ini yakni menunjukan gabungan green colour therapy dan slow deep breathing efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan untuk penelitian berikutnya yakni bida dijadikan referensi serta bisa dikombinasikan dengan terapi yang lain sebagai upaya menunjukkan perubahan dalam manajemen untuk hasil yang lebih efektif.

Open Accessreen Colour Therapy, Slow Deep Breathing, Hipertensi, Lansia
oai:ais:library-item:27724Lihat detail

Pengaruh Otago Exercise Programme Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan postural, dan kemampuan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmaologis yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko jatuh adalah otago exercise programme. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh otago exercise programme terhadap risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre- eksperimental one group pretest-posttest sample penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran risiko jatuh menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Intervensi Otago Exercise Programme diberikan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil univariat dengan menggunakan uji non parametrik test yaitu uji wilcoxon signed rank test hasil perhitungan statistik menunjukan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 karena nilai P< 0,05. yang berarti terdapat pengaruh dalam menurunkan resiko jatuh setelah di berikan intervensi. Kesimpulan: Otago Exercise Programme memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pencegahan resiko jatuh pada lansia.

Open Accesslansia, risiko jatuh, Otago Exercise Programme, Berg Balance Scale
oai:ais:library-item:27723Lihat detail

Pengaruh Pemberian Jus Tomat Merah Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Puskesmas Tambelang

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Lansia mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah pemberian jus tomat yang mengandung kalium dan likopen sebagai antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain true experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 24 responden lansia dengan hipertensi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 12 responden. Kelompok intervensi diberikan jus tomat selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah setelah pemberian jus tomat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Sementara itu pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,414 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi.

Open Accessjus tomat, tekanan darah, hipertensi, lansia.
oai:ais:library-item:27762Lihat detail

Hubungan Status Kesehatan Fisik dan Status Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Young-Old (60-74 Tahun) di Desa Sukarapih

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia kelompok young-old (60–74 tahun) umumnya masih memiliki fungsi fisik yang relatif baik, namun kualitas hidup tidak selalu mencerminkan kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesehatan fisik, status spiritual, kualitas hidup, serta hubungan status kesehatan fisik dan status spiritual dengan kualitas hidup pada lansia young-old (60–74 tahun) di Desa Sukarapih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner status kesehatan fisik, status spiritual, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status kesehatan fisik kurang baik (63,7%), status spiritual kurang baik (76,3%), dan kualitas hidup kurang baik (65%). Hasil analisis bivariat menunjukkan antara status kesehatan fisik dengan kualitas hidup p = 0,034, sedangkan status spiritual dengan kualitas hidup p = 0,308. Kesimpulan: Status kesehatan fisik dan kualitas hidup terdapat hubungan, sedangkan status spiritual tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup lansia young-old.

Open Accesslansia, status kesehatan fisik, status spiritual, kualitas hidup.
oai:ais:library-item:27744Lihat detail

Hubungan Frekuensi Reminiscence Dengan Tingkat Kesejahteraan Emosional Lansia Dengan Demensia di Posyandu Lansia Wilayah RW 01 Ciriung Kecamatan Cibinong

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan emosional akibat perubahan psikososial yang terjadi selama proses penuaan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menjaga kondisi emosional lansia, salah satunya melalui terapi reminiscence yang berfokus pada pengingatan pengalaman hidup masa lalu yang bermakna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional pada lansia di Posyandu RW 01.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra- eksperimental. Jumlah responden sebanyak 56 lansia. Pengukuran frekuensi reminiscence dilakukan menggunakan Reminiscence Functions Scale (RFS), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan kuesioner kesejahteraan emosional. Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji SpearmanRank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki frekuensi terapi reminiscence pada kategori sedang (48,2%), diikuti kategori tinggi (30,4%) dan kategori rendah (21,4%). Pada variabel kesejahteraan emosional, mayoritas responden berada pada kategori sangat sejahtera (78,6%), sedangkan 21,4% berada pada kategori tidak sejahtera. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional lansia dengan nilai p-value = 0,000(p<0,05). Kesimpulan: Frekuensi terapi reminiscence memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan emosional lansia. Lansia yang lebih sering melakukan reminiscence cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Open AccessReminiscence, kesejahteraan emosional, lansia.
oai:ais:library-item:27713Lihat detail

Efektivitas Isometric Handgrip Exercise Terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Pada Lansia Dengan Hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lanjut usia merupakan tahap akhir kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh yang meningkatkan risiko hipertensi akibat berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Hipertensi sering kali tidak bergejala, namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, terapi farmakologis dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis. Isometrik Handgrip Exercise merupakan salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang bekerja melalui kontraksi otot statis untuk meningkatkan shear stress dan merangsang pelepasan nitric oxide (NO), sehingga menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah dan penurunan tekanan darah. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas Isometrik Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati. Metode: Penelitian ini menggunakan Quasi eksperimental designs dengan rancangan one group pre-post pada 20 lansia hipertensi berusia 60–74 tahun (lansia awal). Hasil: Uji Wilcoxon menunjukan nilai (p = 0,001 < 0,05) baik tekanan darah sistolik maupun diastolik. Kesimpulan: Isometrik Handgrip Exercise efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati.

Open AccessHipertensi, Lansia, Tekanan Darah, Isometrik Handgrip Exercise
oai:ais:library-item:27709Lihat detail

Pengaruh Jalan Kaki Terhadap Tekanan Darah Sistolik dan Diastolik Pada Pasien Lansia Penderita Hipertensi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan kondisi kronis yang umum terjadi pada kelompok lanjut usia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti gangguan jantung, stroke, penyakit pembuluh darah tepi, serta kerusakan retina mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan (Kemenkes, 2022). Aktivitas jalan kaki secara rutin terbukti mampu membantu mencegah, mengontrol, dan menstabilkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, pada lansia pengidap hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh aktivitas jalan kaki terhadap tekanan darah lansia penderita hipertensi di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, pada tahun 2025. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan quasi experimental model one group pre-test and post-test. Sampel terdiri dari 80 orang lansia yang memiliki riwayat hipertensi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, yang menampilkan adanya perbedaan signifikan antara nilai tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, dengan hasil p = 0,002 untuk sistolik dan p = 0,000 untuk diastolik (p < 0,05), sehingga hipotesis dinyatakan diterima. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa jalan kaki secara teratur memberikan dampak positif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Disarankan agar lansia melakukan jalan kaki minimal tiga kali seminggu selama 30 menit untuk membantu menjaga kestabilan tekanan darah mereka.

Open AccessTekanan Darah, Jalan Kaki, Hipertensi, Pasien Lansia.
oai:ais:library-item:26546Lihat detail