Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

99 hasil
Subjek: Ibu Hamil

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI PMB BIDAN SILVY KUSMIRAN CIKARANG TIMUR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2021

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.

Open AccessKata kunci: Preeklamsi Ibu hamil, Paritas, Riwayat ANC, Umur Ibu, dan IMT
oai:ais:skripsi:203Lihat detail

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hipertensi Gestasional RS X

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : DETI SUMARMO NIM : 020319663 HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran ABSTRAK Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya. Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional Daftar Pustaka : 11

Open AccessKarakteristik, ibu hamil, hipertensi gestasional
oai:ais:skripsi:105Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.

Open AccessKepatuhan, ibu hamil, triple eliminasi, pengetahuan, sikap, dukungan suami, tenaga kesehatan.
oai:ais:library-item:27001Lihat detail

Perbedaan Efektivitas Jahe Hangat Dengan Aromaterapi Peppermint Terhadap Frekuensi Morning Sickness Pada Ibu Hamil Trimester I di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Morning sickness merupakan gejala umum yang dialami ibu hamil trimester pertama, ditandai dengan mual dan muntah, dan dapat mengganggu aktivitas serta asupan nutrisi. Salah satu bentuk penanganan non-farmakologis yang umum digunakan adalah pemberian jahe hangat dan aromaterapi peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pemberian jahe hangat dengan aromaterapi peppermint terhadap frekuensi morning sickness pada ibu hamil trimester I di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest one group. Sampel berjumlah 32 ibu hamil trimester I yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi SOP intervensi dan lembar observasi PUQE-24. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil : Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum diberikan jahe hangat, sebagian besar responden mengalami morning sickness kategori sedang (90,6%) dan berat (9,4%), sedangkan setelah intervensi menjadi ringan (68,8%) dan sedang (31,3%). Pada kelompok aromaterapi peppermint, sebelum intervensi sebagian besar mengalami kategori sedang (84,4%) dan berat (15,6%), setelah intervensi masih didominasi kategori sedang (96,9%) dan hanya 3,1% yang ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 pada kedua intervensi, dengan hasil Mann-Whitney menunjukkan jahe hangat lebih efektif dalam menurunkan frekuensi morning sickness. Simpulan: Jahe hangat terbukti lebih efektif dibandingkan aromaterapi peppermint dalam mengurangi frekuensi morning sickness. Saran: Jahe hangat dapat direkomendasikan sebagai pilihan intervensi non-farmakologis bagi ibu hamil trimester I.

Open Accessmorning sickness, jahe hangat, aromaterapi peppermint, ibu hamil, PUQE-24.
oai:ais:library-item:26997Lihat detail

Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan postur tubuh akibat membesarnya rahim, peningkatan kadar hormon relaksin, serta bertambahnya beban kehamilan menyebabkan peregangan pada otot dan ligamen yang berujung pada rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi kesiapan ibu menghadapi persalinan. Upaya penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang relatif aman, murah, mudah diterapkan, serta tanpa efek samping adalah pijat endorphin. Pijat ini merupakan teknik sentuhan lembut yang berfungsi merangsang pelepasan endorphin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi pijat endorphin. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pijat endorphin, ibu hamil tanpa nyeri sebesar 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi tanpa nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, nyeri sedang 10,0%, dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,434 dengan p-value < 0,01, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pijat endorphin. Kesimpulan: Pijat endorphin terbukti efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu metode terapi nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal

Open AccessPijat Endorphin, Nyeri Punggung, Ibu Hamil, Trimester III
oai:ais:library-item:26995Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Imunisasi Tetanus Toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Tingkat cakupan imunisasi TT di Indonesia masih tergolong rendah, khususnya di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT dan kurangnya informasi yang akurat serta masih adanya mitos mengenai efek samping vaksinasi menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, salah satunya melalui media buku saku yang bersifat praktis, informatif, dan mudah dipahami. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi tetanus toksoid di Klinik Rumah Sehat Keluarga, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen tanpa kelompok kontrol, yaitu one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 70 ibu hamil trimester 1 dan 2 yang menjalani pemeriksaan kehamilan di Klinik Rumah Sehat Keluarga selama bulan April–Mei 2025. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, dimana semua ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dijadikan responden. pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi edukasi media buku saku. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil pretest menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,3%) memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, 35,7% dalam kategori kurang, dan hanya 10% dalam kategori baik. Setelah diberikan edukasi menggunakan media buku saku, terjadi peningkatan yang signifikan: 85,7% responden menunjukkan pengetahuan baik, 14,3% cukup, dan tidak ada responden yang berada dalam kategori kurang. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 61,64 sebelum intervensi menjadi 82,93 setelah intervensi, dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media buku saku sangat efektif guna meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT. Buku saku dapat dijadikan media edukatif yang praktis dan efisien untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, Upaya peningkatan dukasi buku saku ini juga perlu dukungan keluarga, dan peran aktif dari tenaga kesehatan.

Open AccessPendidikan kesehatan, Buku saku, Pengetahuan, Imunisasi Tetanus Toksoid, Ibu Hamil.
oai:ais:library-item:27006Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing di TPMB Riris Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Open AccessDukungan Tenaga Kesehatan, Hypnobirthing, Pengetahuan Ibu Hamil, Pendidikan, Sumber Informasi.
oai:ais:library-item:26992Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Tentang Baby Blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Baby blues merupakan gangguan emosional yang dialami ibu pasca persalinan dan sering kali diabaikan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang baby blues dapat meningkatkan risiko kejadian tersebut. Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar umur ibu hamil tidak berisiko (20-35 tahun) yaitu sebanyak 23 orang (76,7%), berpendidikan tinggi (≥SMA) sebanyak 24 orang (80%), dan tidak bekerja sebanyak 21 orang (70%). Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, sebagian besar ibu hamil trimester III memiliki pengetahuan baik sebanyak 21 responden (70%). Setelah intervensi, Sebagian besar ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan menjadi 29 responden (96,7%) dengan kategori baik. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,011 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan menggunakan leaflet terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang baby blues di TPMB S Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi Tahun 2025. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menjadikan leaflet sebagai media edukasi rutin dalam pelayanan antenatal care.

Open AccessBaby blues, pendidikan kesehatan, leaflet, pengetahuan, ibu hamil trimester III
oai:ais:library-item:27016Lihat detail

Pengaruh Susu Kedelai Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Trimester 1 Dengan Anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester pertama, merupakan salah satu masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Susu kedelai merupakan sumber zat besi nabati yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan kadar hemoglobin <11 gr/dL di TPMB Erika Utami sebanyak 30 orang, yang sekaligus menjadi sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Hasil Penelitian rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi sebesar 8,660 gr/dL meningkat menjadi 11,717 gr/dL setelah intervensi pemberian susu kedelai dengan takaran 200 ml selama 7 hari. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan setelah intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian susu kedelai terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di TPMB Erika Utami Tahun 2025. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan alternatif pemberian intervensi gizi alami bagi ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan edukasi mengenai pangan lokal, khususnya kedelai, sebagai upaya pencegahan dan penanganan anemia sejak dini.

Open AccessAnemia, Kadar Hemoglobin, Susu Kedelai, Ibu Hamil
oai:ais:library-item:27013Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil di TPMB Bidan Ria Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Anemia pada kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan social ekonomi masyarakat, dan pengaruhnya sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada kehamilan akan membahayakan ibu dan janin. Dari studi pendahuluan di TPMB Bidan Ria, Desa Sukaraya, ditemukan 2 dari 10 ibu hamil mengalami anemia ringan dengan kadar Hb 10–11,9 gr/dL. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di TPMB Bidan Ria Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional untuk mengungkapkan hubungan antara variabel dependen dan independen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang memeriksakan Kadar Hb di TPMB Bidan Ria yaitu berjumlah 50 orang ibu hamil dan teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling dengan jumlah 50 orang. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah dsitribusi frekuensi dan Chi Square. Hasil penelitian: memperlihatkan bahwa ibu hamil anemia yaitu sebanyak 18 orang responden ( 36%). Dan kejadian anemia pada ibu hamil diTPMB Bidan Ria sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya umur (p=0,001), paritas (p=0,007), Pendidikan(p=0,002), pekerjaan(p=0,007), pengetahuan(p=0,000) dan keterpaparan informasi(p=0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian Anemia Adalah pengetahuan dengan nilai OR 15,000 (CI 95%). Artinya ibu hamil yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang memiliki peluang 15 kali untuk mengalami Anemia. Kesimpulan: untuk TPMB Bidan Ria agar lebih aktif lagi melaksanakan konseling-konseling gizi selama kehamilan dan penyuluhan-penyuluhan Kesehatan.

Open AccessAnemia, Haemoglobin, Ibu hamil, Pengetahuan, Informasi
oai:ais:library-item:26999Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.

Open AccessSenam hamil, pengetahuan, ibu hamil, pendidikan, dukungan kesehatan
oai:ais:library-item:26989Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda-tanda Bahaya Trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Jayanti pada Mei 2025 dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III. Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Open AccessPengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Trimester II & III
oai:ais:library-item:26990Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Antenatal Care Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.

Open Accesskepatuhan ANC, ibu hamil, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan
oai:ais:library-item:26950Lihat detail

Pengaruh Jus Kurma Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya: jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.

Open AccessAnemia, Ibu Hamil, Jus Kurma, Hemoglobin, Kehamilan
oai:ais:library-item:26952Lihat detail

Pengaruh Konsumsi Telur Ayam Ras Rebus Terhadap Peningkatan Berat Badan Ibu Hamil Dengan KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita hamil adalah isu kesehatan yang sangat penting di Indonesia. Angka prevalensinya mencapai 16,9% pada tahun 2023, dengan sebagian besar kejadian terjadi di Kabupaten Bekasi. KEK dapat menambah kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan, termasuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Salah satu solusi untuk menangani KEK adalah melalui program gizi seperti pemberian makanan tambahan (PMT). Telur ayam yang direbus adalah sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi dan dapat membantu meningkatkan berat badan ibu hamil yang mengalami KEK. Tujuan : Menganalisa pengaruh konsumsi telur ayam rebus terhadap peningkatan berat badan pada ibu hamil dengan KEK yang tinggal di Puskesmas Cipayung. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi quasi eksperimen One grup pre-post test Sampel terdiri dari 30 wanita hamil yang mengalami KEK, yang dipilih dengan metode purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan memberikan tiga butir telur ayam rebus setiap hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji-t berpasangan. Hasil : Sebelum dilakukan intervensi, rata-rata berat badan wanita hamil tercatat 46,28 kg. Setelah mengonsumsi telur ayam rebus selama 14 hari, berat badan rata-rata meningkat menjadi 47,33 kg. Uji tersebut menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan konsumsi telur ayam rebus terhadap pertambahan berat badan pada ibu hamil dengan KEK. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan pengaruh positif protein hewani dari telur terhadap status gizi ibu hamil. Kesimpulan : Konsumsi telur ayam rebus dapat meningkatkan berat badan secara signifikan pada perempuan hamil dengan kekurangan energi kronik di Puskesmas Cipayung. Tindakan ini menjadi pilihan yang efisien dan hemat biaya untuk memperbaiki status gizi ibu, mendukung perkembangan janin, dan mengurangi risiko komplikasi selama kehamilan.

Open AccessIbu Hamil KEK, Berat Badan, Telur Ayam Ras Rebus, Pemberian Makanan Tambahan, Status gizi ibu hamil
oai:ais:library-item:26951Lihat detail

PENGARUH EDUKASI PADA KELAS IBU HAMIL TENTANG 10T TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DI DESA MANGUNJAYA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2025

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat jumlah kematian ibu di di Jawa Barat pada tahun 2024 mencapai 749 kasus dengan Kabupaten Bogor, Garut, dan Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan angka kematian ibu tertinggi, sedangkan kabupaten Bekasi mencatat 46 kematian ibu. Upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan pada ibu hamil yaitu dengan cara meningkatkan pelayanan antenatal care terpadu Pemeriksaan kehamilan dengan 10T adalah standar pelayanan antenatal care (ANC) yang bertujuan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan asuhan yang komprehensif dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi eksperimental Pretest-Posttest One Group Design Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Penelitian ini melakukan intervensi berupa edukasi kesehatan melalui video dan mengevaluai dalam kuesioner. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2025 di Desa Mangunjaya Kabupaten Bekasi. Hasil uji wilcoxon pada sampel didapatkan hasil bahwa mayoritas responden atau 25 orang (83,3%) mengalami peningkatan pengetahuan dengan mean rank 16,38. Nilai p dengan tingkat kepercayaan 95% sebesar 0,000 0,05 kesimpulannya adalah Ha diterima atau Ho ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 10T di Desa Mangunjaya Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat mendukung perilaku sehat selama kehamilan, meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan terhadap berbagai tanda bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan. Mampu menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan. Saran Bidan diharapkan meningkatkan frekuensi serta kualitas edukasi melalui kelas ibu hamil dengan metode interaktif, khususnya terkait pemeriksaan antenatal 10T. Ibu hamil perlu lebih aktif mengikuti kelas serta mencari informasi dari sumber terpercaya agar pengetahuan mengenai kehamilan dan pemeriksaan 10T semakin meningkat. Puskesmas diharapkan memperkuat kegiatan edukasi kesehatan dan sosialisasi pemeriksaan antenatal untuk mendorong pemahaman serta kesadaran ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin. Sementara itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel lebih besar dengan metode berbeda, seperti desain eksperimen, agar hasil lebih representatif dan mendalam.

Open AccessKeywords: ibu hamil, kelas ibu hamil, pengetahuan, 10T
oai:ais:skripsi:1231Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Audio Visual Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Ketuban Pecah Dini (KPD) di Puskesmas Tambelang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendidikan kesehatan metode audio visual tentang pencegahan KPD terhadap pengetahuan Ibu Hamil. Metode penelitian yang digunakan ialah pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden pada ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 57 responden pada ibu hamil, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian pre test menunjukan bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 57,9%, Sedangkan hasil post test ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 93%, dengan nilai P value 0,000 < 0,05, menunjukan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan KPD. Dengan adanya penelitian ini diharapkan berkembangnya tingkat pelayanan dibidang keperawatan maternitas khususnya dalam mencegah terjadinya KPD pada ibu hamil secara dini.

Open AccessIbu Hamil; Ketuban Pecah Dini; Pendidikan Kesehatan,; Pengetahuan
oai:ais:library-item:26516Lihat detail

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI PUSKESMAS TAMBELANG

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 5,6% mengalami KPD pada tahun 2018. Pentingnya menurunkan angka kejadian KPD ini perlu adanya edukasi melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan KPD pada ibu hamil melalui audio visual, audio visual ini bisa melalui indra pendengaran maupun indra penglihatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendidikan kesehatan metode audio visual tentang pencegahan KPD terhadap pengetahuan Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Tambelang. Metode penelitian yang digunakan ialah pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden pada ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 57 responden pada ibu hamil, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian pre test menunjukan bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 57,9%, pengetahuan cukup 19,3%, dan pengetahuan kurang 22,8%, Sedangkan hasil post test ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 93%, pengetahuan cukup 7%, dan pengetahuan kurang 0%, dengan nilai P value 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis diterima yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan KPD. Saran untuk pelayanan kesehatan diharapkan berkembangnya tingkat pelayanan dibidang keperawatan maternitas khususnya dalam mencegah terjadinya KPD pada ibu hamil secara dini.

Open AccessIbu Hamil, Ketuban Pecah Dini, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan
oai:ais:skripsi:994Lihat detail

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KETUBAN PECAH DINI (KPD) DI PUSKESMAS TAMBELANG

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Data Riskesdas menyatakan sebanyak 5,6% mengalami KPD pada tahun 2018. Pentingnya menurunkan angka kejadian KPD ini perlu adanya edukasi melalui pendidikan kesehatan tentang pencegahan KPD pada ibu hamil melalui audio visual, audio visual ini bisa melalui indra pendengaran maupun indra penglihatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dari pendidikan kesehatan metode audio visual tentang pencegahan KPD terhadap pengetahuan Ibu Hamil yang ada di Puskesmas Tambelang. Metode penelitian yang digunakan ialah pre eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 135 responden pada ibu hamil, sampel yang digunakan sebanyak 57 responden pada ibu hamil, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian pre test menunjukan bahwa ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 57,9%, pengetahuan cukup 19,3%, dan pengetahuan kurang 22,8%, Sedangkan hasil post test ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik 93%, pengetahuan cukup 7%, dan pengetahuan kurang 0%, dengan nilai P value 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis diterima yang artinya terdapat pengaruh pendidikan kesehatan metode audio visual terhadap pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan KPD. Saran untuk pelayanan kesehatan diharapkan berkembangnya tingkat pelayanan dibidang keperawatan maternitas khususnya dalam mencegah terjadinya KPD pada ibu hamil secara dini.

Open AccessKata kunci : Ibu Hamil, Ketuban Pecah Dini, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan
oai:ais:skripsi:996Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara menstruasi terakhir sampai dengan persalinan. Setelah bayi baru lahir akan tetap membawa resiko suatu penyakit, salah satunya adalah penyakit ikterus neonatorum. Penyebab ikterus secara umum bisa terjadi saat sejak sebelum hamil, selama kehamilan, proses persalinan dan saat perawatan bayi baru lahir. Salah satu penyebabnya adalah perawatan bayi baru lahir karena tingkat pengetahuan ibu masih rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum Di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023. Metode: Menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan Accidental sampling dengan jumlah responden 90. Hasil : Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Usia (P= 0,003), Pendidikan (P=0,007), Pekerjaan (P=0,000), Sumber informasi (P=0,000), Pendapatan Keluarga (P=0,001), dan Dukungan Kesehatan (P=0,000). Kesimpulan: Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga, dan tenaga kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ikterus neonatorum. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelajar dan diharapkan bagi para pelajar untuk memahami lebih dalam mengenai ikterus neonatorum.

Open Accesspengetahuan, ikterus neonatorum, ibu hamil
oai:ais:library-item:25764Lihat detail