Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pemberian Air Rebusan Daun Salam Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tamansari Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi
Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani
Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani. Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia, dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.
Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
Pengaruh Pemberian Jus Tomat Merah Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi di Puskesmas Tambelang
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Lansia mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah pemberian jus tomat yang mengandung kalium dan likopen sebagai antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain true experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 24 responden lansia dengan hipertensi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 12 responden. Kelompok intervensi diberikan jus tomat selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah setelah pemberian jus tomat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Sementara itu pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,414 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa/I Kelas V dan VI Terhadap Penyebab Sakit Gigi di SD Negeri Sukarapih 01
Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan: Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe II merupakan kondisi kronis akibat gangguan metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah karena aktivitas atau sekresi insulin yang tidak adekuat. Aktivitas fisik secara teratur diketahui dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu mengontrol kadar glukosa darah. Namun, banyak penderita DM Tipe II memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, yang berdampak pada buruknya pengendalian glikemik.Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II di Klinik Penyakit Dalam RS Harapan Bunda. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 107 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner aktivitas fisik dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 43,0% responden memiliki aktivitas fisik rendah dengan kadar gula darah sewaktu yang tinggi. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan kadar gula darah sewaktu (p = 0,000). Pasien yang lebih aktif secara fisik cenderung memiliki kontrol glikemik yang lebih baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe II. Peningkatan aktivitas fisik perlu dipromosikan sebagai bagian penting dalam pengelolaan diabetes.
Hubungan Siklus Kemoterapi Dengan Status Nutrisi Pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong
Latar Belakang: Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian tinggi di dunia yang ditandai oleh tumbuhnya sel-sel abnormal yang tidak bisa dikendalikan dan sering memerlukan kemoterapi sebagai bagian dari pengobatannya. Namun, kemoterapi dapat mempengaruhi status nutrisi pasien akibat efek samping seperti mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional dan menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 orang yang menjalani kemoterapi pada bulan Januari 2025. Status nutrisi diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil: hasil menunjukkan bahwa 55% responden yang menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat selama 6–8 jam), 50% responden memiliki indeks massa tubuh kategori normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Simpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p = 0,010 (p < 0,05). Perihal ini mengindikasikan bahwa semakin lama kemoterapi, semakin berat efek samping yang dialami.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang
Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Hubungan Pola Asuh dan Pola Komunikasi Verbal Orang Tua Dengan Risiko Keterlambatan Perkembangan Bahasa Pada Anak Prasekolah Usia 3-6 Tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi
Latar belakang kesulitan anak saat berbicara, kerap dikaitkan terhadap pola pengasuhan yang diterapkan orang tuanya sebagai pendukung utama tumbuh kembang anak, orang tua yang konsisten berkomunikasi menciptakan peluang belajar bagi anak melalui interaksi yang penuh perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang diterapkan yakni total sampling, sejumlah 39 responden. Adapun populasi penelitian ini meliputi seluruh orang tua di RA Bustanul Aulad. Hasil penelitian dari uji Chi-Square untuk variabel pola asuh dengan nilai p-value 0.019 (p<0.05) dan variabel pola komunikasi verbal dengan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Hasil penelitian ini memperlihatkan keterkaitan antara pola asuh serta pola komunikasi verbal orang tua dengan risiko keterlambatan perkembangan bahasa pada anak prasekolah berusia 3-6 tahun di RA Bustanul Aulad Bekasi. Saran dari penelitian ini yaitu pentingnya stimulasi bahasa anak melalui interaksi sehari-hari, penggunaan materi visual, dan metode bermain dalam pembelajaran. Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan perkembangan bahasa anak secara lebih efektif dan menyenangkan.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang
Latar belakang: GGK adalah kondisi progresif yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal secara permanen. Hemodialisis menjadi terapi utama bagi pasien GGK, namun dapat berdampak pada kualitas hidup mereka. Aktivitas fisik berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis, tetapi banyak pasien mengalami keterbatasan fisik dan kelelahan sehingga memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cikarang. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan sampel 65 pasien yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan Kidney Disease Quality of Life (KDQOL), kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan hingga sedang. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien dengan nilai p = 0,000. Pasien dengan aktivitas fisik lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Aktivitas fisik berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis. Saran: Diperlukan edukasi dan intervensi untuk mendorong pasien agar lebih aktif guna meningkatkan kesejahteraan mereka.
Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa yang Mengalami Bullying di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara
Bullying merupakan fenomena sosial yang semakin mendapat perhatian, terutama dampak verbal, fisik dan psikologis yang dialami korban. Bullying dibagi menjadi 2 yaitu, bullying verbal dan bullying fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa yang mengalami bullying di SMPN 5 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, peneliti melakukan wawancara mendalam (Indepth Interview). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Cikarang Utara. Teknik sampelnya menggunakan purposive sampling dengan jumlah 8 responden. Hasil tema dari penelitian ini ada 5 yaitu: 1) Bentuk-bentuk bullying yang dialami oleh siswa yang mengalami bullying 2) Dampak verbal, fisik dan psikologis terhadap siswa yang mengalami bullying 3) Akibat bullying pada siswa yang mengalami bullying 4) Pentingnya dukungan sosial pada siswa yang mengalami bullying 5) Mekanisme koping yang dilakukan siswa terhadap bullying. Selain itu, mereka mengharapkan dukungan sosial dari teman untuk membantu mereka mengatasi pengalaman tersebut. Temuan ini mengungkapkan pentingnya perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial dalam mengurangi dampak negatif bullying.