Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Penulis: Yuli Erlina

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalah Depok Tahun 2020

Book2022Koleksi Perpustakaan

Motivasi adalah sesuatu yang bersifat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah pikiran atau perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menjalankan pekerjaan serta kekuasaan, terutama dalam hal perilaku (Nursalam, 2014). Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan cara wawancara kepada 10 perawat, 3 perawat mengatakan beban kerja yang cukup tinggi, 5 perawat mengatakan gaji yang tidak sesuai dengan masa kerja dan 2 perawat mengatakan keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui faktor gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat dan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2020. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak dengan responden sebanyak 93 perawat dengan metode Cross Sectional, dengan analitik kuantitatif. Berdasarkan analistik statistik, Peghargaan dan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028 (p<0,005), maka dapat disimpulkan Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, sedangkan Peran Kepala Ruang dengan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028(p<0,005), Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat. Hubungan gaji dan insentif dengan motivasi kerja, P Value 0,064 (p<0,005), maka dapat di simpulkan Ho gagal di tolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat. Hubungan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat P Value 0,062 (p<0,005), Ho gagal di tolak , dapat di simpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat di RS Sentra medika Cisalak.

Open AccessFaktor yang mempengaruhi motivasi kerja perawat rawat inap.
oai:ais:library-item:20720Lihat detail

PENDIDIKAN KESEHATAN: RESPONS TIME PERAWAT DALAM MENGHADAPI KEGAWATDARURATAN DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2019

Book2022Koleksi Perpustakaan

Respon Time merupakan tahapan awal petugas kesehatan dalam menangani kasus kegawat daruratan di instansi kesehatan. Salah satu yang berperan penting dalam aktifitas ini adalah perawat, diman jika perawat dapat melakukan time respon dengan tepat makan angka kejadian kematian maupun kecacatan pada kasus kegawat daruratan yang terjadi. Puskesmas Cikarang merupakan salah satu puskesmas dengan aktifitas kegawatan yang cukup tinggi di karenakan berada dekat dengan Lalu lintas utama jalur pantura dan juga berada di sekitar lingkungan industry dimana memiliki resiko yang tinggi untuk terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan terjadinya kegawat daruratan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi. Kegiatan di awali dengan kegiatan pre test mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan dan setelahnya di lakukan pendidikan kesehatan mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan kepada perawatn yang ada di Puskesmas Cikarang dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi secara langsung di Puskesmas Cikarang. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang. Dan hasil ini dapat di implementasikan oleh perawat dalam mengatasi kejadian kegawat daruratan sehingga dapat meningkatakan pelayanan perawat dalam melalukan respons time pada kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang.

Open AccessRespon Time; Perawat; Puskesmas
oai:ais:library-item:20140Lihat detail

Pengaruh Konsumsi Pisang Cavendish (Sunfresh) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di Puskesmas Karang Bahagia Kecamatan Karang bahagia Kabupaten Bekasi pada bulan Januari 2019 – Maret 2019 didapatkan 113 orang yang mengalami hipertensi, setelah dilakukan pengecekan dan di observasi kembali dari 113 responden di dapatkan data 36 responden yang mengalami peningkatan tekanan darah, dengan umur 35 - >46tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan faktor yang dapat memperbesar risiko atau kecenderungan seseorang menderita hipertensi, diantaranya adalah pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, stres (faktor yang dapat dimodifikasi), sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor genetik, riwayat keluarga, usia, ras. Dengan adanya penelitian ini penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah dengan cara mengkonsumsi pisang cavendish (sunfresh). Pisang cavendish (sunfresh) mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan energi tubuh lebih cepat dari sumber karbohidrat lain seperti nasi dan roti, dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang merupakan antioksidan mencegah kerusakan tubuh akibat radikal bebas, mengandung serat dan protein, serta mengandung 358 mg kalium yang membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan darah tinggi dan mengandung 1 mg natrium (Waymintarsih, 2017). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang cavendish (sunfresh) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode penelitian ini adalah metode pre-eksperimental design dengan bentuk rancangan intact group comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia selama tahun 2019 yang berjumlah 113 orang. Sampel berjumlah 30 responden. Untuk mengetahui apakah sebuah kelompok data berdistribusi normal atau tidak dengan melakukan uji Shapiro wilk. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji beda dua mean dependent (Paired Sample T Test) dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05). Hasil : Ada pengaruh antara mengkonsumsi pisang cavendish (sunfresh) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi. Di dapatkan data kelompok intervensi 16,67/10,00 mmHg dengan ratarata perhari 4,25 dan kelompok control 17,00/12,00 mmHg dengan rata-rata perhari 5,27. Menunjukan bahwa frekuensi usia paling banyak adalah responden usia yang menderita hipertensi >46 tahun sebanyak 25 responden (83,3%), responden usia yang menderita hipertensi 35-45 tahun sebanyak 5 responden (16,7%), sedangkan untuk hasil uji frekuensi jenis kelamin paling banyak adalah responden perempuan sebanyak 18 responden (60,0%), responden laki-laki 12 responden (40,0%), dan untuk hasil uji frekuensi responden yang tidak sesuai diet hipertensi sebanyak 19 responden (63,3%), responden yang sesuai diet hipertensi sebanyak 11 responden(36,7%). Kesimpulan : Pisang cavendish (sunfresh) dapat mempengaruhi terjadinya penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi setelah dikonsumsi 1x dalam sehari sebanyak 200 gr selama 1 minggu. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita hipertensi dapat melakukan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut dan mengkonsumsi buah-buahan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Open AccessHipertensi, Penurunan Tekanan darah tinggi, pisang cavendish (sunfresh)
oai:ais:library-item:16895Lihat detail

Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya terjadi ketika kadar sel darah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. WHO menyebutkan bahwa 818 juta anak-anak dan perempuan yang dipengaruhi oleh anemia, sebagian besar dinegara berkembang. Setiap tahun 1 juta meninggal remaja dan anak-anak (0-4) dan wanita hamil adalah dengan satu estimasi global Prevalensi dari 43% dan 51% berturut-turut. Anemia terjadi sering pada negara berkembang dan Negara Industri. berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada 64 mahasiswi S1 Kperawatan Reguler dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin pada 10 mahasiswi didapatkan 80% mengalami kadar hemoglobin dibawah normal yang mengindikasikan terjadinya anemia. Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia Di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019 Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswi S1 keperawatan reguler dengan anemia berjumlah 20. Sampel yang diambil sebanyak 20 responden dengan menggunakan total sampling yang mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Insrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur hemoglobin yaitu GCHb, sendok makan dan lembar ceklis. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar hemoglobin sebelum diberikan madu terendah adalah 9,5 gr/dl tertinggi adalah 1,8 gr/dl. Kadar hemoglobin sesudah diberikan madu terendah adalah 9,8 gr/dl tertinggi adalah 14,7 gr/dl. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian madu hutan dengan peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswi S1 Keperawatan reguler. Saran : Diharapkan bagi mahasiswi keperawatan reguler khususnya agar lebih mengkonsumsi banyak makanan (daging, ikan, ayam, hati, telur dan sayuran hijau seperti daun katuk, daun kelor, daun singkong, bayam) yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan mengkonsumsi zat besi jika dengan suplemen menimbulkan banyak efek samping maka dapat menggunakan penatalaksanaan non farmakologi yaitu pemberian madu

Open AccessAnemia, Peningkatan Kadar Hemoglobin, Madu
oai:ais:library-item:16891Lihat detail

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam dan Pemberian Jus Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Asam Urat di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Asam urat yang beredar dalam tubuh manusia diproduksi sendiri oleh tubuh (asam urat endogen) dan berasal dari makanan (asam urat eksogen). World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 335 juta orang di dunia menderita penyakit gout (Bobaya, 2016). Prevalensi menderita penyakit gout di Negara maju seperti di USA diperkirakan sebanyak 13,6% per 100.000 penduduk (Sukarmin, 2015). Prevalensi penderita penyakit gout di Negara berkembang seperti di Cina dan Taiwan setiap tahunnya semakin berkembang, sedangkan di Indonesia diperkirakan hampir 80% penduduk yang berusia 40 tahun atau lebih (Misnadiarly, 2007; Junaidi, 2012). Berdasarkan Data yang sudah didapatkan bahwa pasien kadar asam urat tinggi di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019 mendapatkan hasil pada tahun 2017 berjumlah 180 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah 203 orang, dan pada saat ini di tahun 2019 dari bulan januari sampai maret mendapatkan 65 orang yang mengalami asam urat. TUJUAN : Mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam Dan Jus Sirsak Untuk Menurunkan Kadar Asam Urat Di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019. METODE : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien yang kadar asam urat tinggi sebanyak 63 orang selama 3 bulan yang lalu di Puskesmas Sukatani Tahun 2019. Teknik pengambilan sample yaitu Purposive Sampling yaitu sampelnya diambil dengan cara purposive sampling yaitu sampelnya diambil dari pasien-pasien yang kadar asam urat tinggi sebanyak 28 responden, untuk dilakukan intervensi dengan diberikan rebusan daun salam responden yang berjumlah 14 dan diberikan jus sirsak responden yang berjumlah 14 . yang mengacu pada kriteria inklusi dan ekslusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur asam urat yaitu Easy Touch, gelas ukur, bolpoint, lembar ceklist. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kadar asam urat sebelum diberikan rebusan daun salam terendah adalah Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian rebusan daun salam dan jus sirsak terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita asam urat di Puskesmas Sukatani. Saran : Dengan hasil penelitian ini, penderita asam urat agar lebih meningkatkan pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya dirumah, tentang penggunaan herbal seperti daun salam dan jus sirsak untuk mempercepat proses penurunan kadar asam urat sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan. Penderita asam urat juga tidak boleh mengkonsumsi makanan seperti : jeroahn (ati, ampela) untuk sayuran (bayam,kangkung,kacang-kacangan) seafood (ikan laut,kerang-kerangan). Karena makanan tersebut mengandung tinggi purin.

Open AccessAsam Urat, Penuruann Kadar Asam Urat, Daun Salam, Jus Sirsak
oai:ais:library-item:16890Lihat detail

Faktor-faktor Perilaku yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekambuhan Pada Penderita Asma di wilayah Kerja Puskesmas Karang Mulya

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : penyakit asma berada di urutan 4 dari 10 penyakit. Urutan penyakit terbanyak di Puskesmas Karang Mulya adalah influenza, gastritis, rematisme, asma, Demam thypoid, myalgia, diare, karies gigi, hipertensi primer (esensial), migren, penyakit lainnya. Masyarakat menganggap asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, kurangnya upaya untuk melaksanakan pencegahan serangan asma dirumah, serta belum terlihat adanya usaha yang baik dalam mengontrol dan menghindari alergen. Hal ini yang mengakibatkan kekambuhan pada pasien asma. Tujuan : mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian kekambuhan asma. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan Antara dua variael. Metode penelitian yang digunakan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dan mengambil sampel penelitian dengan Total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan cara teknik purposive sampling. Hasil : Ada hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan fasilitas kesehatan dengan kejadian kemabuhan pada penderita asma di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pengetahuan adalah 20,000, variabel tingkat pendidikan adalah 12,000, variabel sosial ekonomi adalah 11,333 dan variabel fasilitas kesehatan adalah 7,000. Kesimpulan : Penderita asma dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 20 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan pengetahuan baik. Penderita asma dengan tingkat pendidikan rendah memiliki resiko 12 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan tingkat pendidikan tinggi. Penderita asma dengan sosial ekonomi rendah memiliki resiko 11 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan sosial ekonomi tinggi. Penderita asma yang tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan memiliki resiko 7 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma yang memanfaatkan fasilitas kesehatan. Saran : kepada masyarakat khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi agar dapat menghindari faktor alergen yang berkaitan dengan penyebab kekambuhan asma sehingga dapat mengurangi kekambuhan asma.

Open AccessAsma, Kekambuhan, Perilaku.
oai:ais:library-item:16624Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Perawat Dalam Pelayanan Keperawatan di Kamar Bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Book2019Koleksi Perpustakaan

Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima, menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika Cibinong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji chisquare. Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja

Open AccessKinerja Perawat, Stres Kerja, Lama Kerja, dan keterampilan
oai:ais:library-item:16608Lihat detail

Pengaruh Hemodialisa Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

Book2019Koleksi Perpustakaan

Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa. Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108 responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari 2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa dengan rerata penurunan kadar glukosa darah 29.01 mg/dl. Dari kesimpulan pada penelitian ini bahwa terdapat pengaruh bermakna tindakan hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa darah di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017. Saran untuk tenaga keperawatan diharapkan selalu melakukan observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa darah sebelum dan sesudah hemodialisa.

Open Accessgagal ginjal kronik, Hemodialisa, Kadar glukosa darah.
oai:ais:library-item:16607Lihat detail

Pengaruh Terapi Bermain Menggunakan Teknik Menggambar Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Anak Pra Sekolah di Ruang Anak RSSM Cibinong Tahun 2017

Book2019Koleksi Perpustakaan

Cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak usia pra sekolah. Reaksi kecemasan pada anak usia pra sekolah tersebut dapat ditunjukkan dengan cara seperti menangis, takut, kehilangan kendali, bingung, menolak untuk makan, dan menolak tindakan invasif. Dampak ini beresiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak. Perawatan bagi anak yang sakit tidak lepas dari pemberian terapisalah satunya adalah terapi bermain untuk menurunkan kecemasan dan merangsang pertumbuhan serta perkembangan anak selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain menggunakan teknik menggambar terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra sekolah di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental, dengan menggunakan tipe one group pre-post test design.Dengan populasi 43 orang dan sampel sebanyak 31 orang dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah terapi bermain menggunakan instrument HRSA dan dianalisis dengan uji paired t-test. Uji Statistik menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan 95 % ( = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beda yang signifikan pada tingkat kecemasan anak antara sebelum dan sesudah diberi terapi bermain menggunakan teknik menggambar di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,05 ) Kesimpulan dari penelitian adalah Pemberian terapi bermain dengan teknik menggambar dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada anak usia pra sekolah selama menjalani hospitalisasi.Saran hendaknya rumah sakit menyediakan fasilitas peralatan bermain bagi pasien anak yang di rawat di rumah sakit.

Open AccessTerapi Bermain, Menggambar, Kecemasan Anak Pra Sekolah
oai:ais:library-item:16616Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Perawatan Post Operasi Phaco di RS Sentra Medika Cibinong

Book2019Koleksi Perpustakaan

Perawatan post operasi phaco diperlukan pengetahuan yang memadai untuk melakukan perawatan dengan benar sehingga mengurangi resiko infeksi.Upaya dalam meningkatkan pengetahuan tentunya ditunjang dengan informasi yang adekuat salah satunya melalui pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika cibinong. Jenis rancangan penelitian quasi eksperimental design yang digunakan pada penelitian ini adalah the one group pretest postest disign.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45 orang.Analisa data hasil penelitian menggunakan uji paired sampel T test. Hasil uji paired sampel T test diprolrh nilai P value = 0,000 (< 0,05 ) artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuantentang perawatan post operasi phaco. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika cibinong.Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar menerapkan pendidikan kesehatan kepada pasien untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam perawatan post operasi phaco.

Open AccessPendidikan kesehatan,pengetahuan,post operasi phaco
oai:ais:library-item:16613Lihat detail

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri di SMPN 1 Atap 2 Batujaya Kab. Karawang

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau hemoglobin kurang dari normal, kadar hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan perempuan, untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai hemoglobin kurang dari 13,5 gram/100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/100 ml. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi “Faktor – faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada siswi di SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kabupaten Karawang tahun 2018”. Metode : menggunakan cross sectional (potong lintang). Desain penelitian ini digunakan untuk meneliti suatu kejadian pada waktu yang bersamaan (sekali waktu). Sehingga variabel dependen dan variabel independen diteliti secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab. Karawang tahun 2018 sebanyak 100 siswi. Sempel dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang sesuai dengan ketentuan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik. Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini menunujukan ada hubungan yang signifikan antara sumber informasi nilai p-value = 0,015 (p<0,05), sosial budaya nilai p-value =0,032 (p<0,05), dan lingkungan nilai p-value = 0,014 (p<0,05), dengan tingkat pengetahuan tentang anemia. Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri di SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab.Karawang. Penulis menyarankan kepada remaja putri khususnya di SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab.Karawang untuk lebih memahami dan menerapkan pemahaman tentang anemia dan asupan gizi sehingga mengurangi angka kejadian anemia.

Open AccessAnemia, Pengetahuan , Remaja
oai:ais:library-item:16599Lihat detail