Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Motivasi adalah sesuatu yang bersifat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah pikiran atau perasaan yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menjalankan pekerjaan serta kekuasaan, terutama dalam hal perilaku (Nursalam, 2014).
Berdasarkan hasil studi pendahuluan dengan cara wawancara kepada 10 perawat, 3 perawat mengatakan beban kerja yang cukup tinggi, 5 perawat mengatakan gaji yang tidak sesuai dengan masa kerja dan 2 perawat mengatakan keduanya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui hubungan faktor peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat, untuk mengetahui faktor gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat dan untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kerja dengan motivasi kerja perawat Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Depok tahun 2020.
Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak dengan responden sebanyak 93 perawat dengan metode Cross Sectional, dengan analitik kuantitatif.
Berdasarkan analistik statistik, Peghargaan dan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028 (p<0,005), maka dapat disimpulkan Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara pemberian penghargaan dengan motivasi kerja perawat, sedangkan Peran Kepala Ruang dengan motivasi kerja perawat menunjukkan bahwa P Value 0,028(p<0,005), Ho di tolak, berarti ada hubungan yang signifikan antara Peran kepala ruang dengan motivasi kerja perawat. Hubungan gaji dan insentif dengan motivasi kerja, P Value 0,064 (p<0,005), maka dapat di simpulkan Ho gagal di tolak, yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara gaji dan insentif dengan motivasi kerja perawat. Hubungan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat P Value 0,062 (p<0,005), Ho gagal di tolak , dapat di simpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi kerja dan motivasi kerja perawat di RS Sentra medika Cisalak.
Open AccessFaktor yang mempengaruhi motivasi kerja perawat rawat inap.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Respon Time merupakan tahapan awal petugas kesehatan dalam menangani kasus kegawat daruratan di instansi kesehatan. Salah satu yang berperan penting dalam aktifitas ini adalah perawat, diman jika perawat dapat melakukan time respon dengan tepat makan angka kejadian kematian maupun kecacatan pada kasus kegawat daruratan yang terjadi. Puskesmas Cikarang merupakan salah satu puskesmas dengan aktifitas kegawatan yang cukup tinggi di karenakan berada dekat dengan Lalu lintas utama jalur pantura dan juga berada di sekitar lingkungan industry dimana memiliki resiko yang tinggi untuk terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan terjadinya kegawat daruratan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi. Kegiatan di awali dengan kegiatan pre test mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan dan setelahnya di lakukan pendidikan kesehatan mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan kepada perawatn yang ada di Puskesmas Cikarang dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi secara langsung di Puskesmas Cikarang. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang. Dan hasil ini dapat di implementasikan oleh perawat dalam mengatasi kejadian kegawat daruratan sehingga dapat meningkatakan pelayanan perawat dalam melalukan respons time pada kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang.
Open AccessRespon Time; Perawat; Puskesmas
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di Puskesmas Karang
Bahagia Kecamatan Karang bahagia Kabupaten Bekasi pada bulan Januari 2019 –
Maret 2019 didapatkan 113 orang yang mengalami hipertensi, setelah dilakukan
pengecekan dan di observasi kembali dari 113 responden di dapatkan data 36
responden yang mengalami peningkatan tekanan darah, dengan umur 35 - >46tahun.
Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan faktor yang dapat memperbesar
risiko atau kecenderungan seseorang menderita hipertensi, diantaranya adalah pola
makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, stres (faktor yang dapat dimodifikasi),
sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor genetik,
riwayat keluarga, usia, ras. Dengan adanya penelitian ini penderita hipertensi dapat
menurunkan tekanan darah dengan cara mengkonsumsi pisang cavendish (sunfresh).
Pisang cavendish (sunfresh) mengandung karbohidrat yang dapat mengembalikan
energi tubuh lebih cepat dari sumber karbohidrat lain seperti nasi dan roti, dan
mengandung vitamin A dan vitamin C yang merupakan antioksidan mencegah
kerusakan tubuh akibat radikal bebas, mengandung serat dan protein, serta
mengandung 358 mg kalium yang membantu kerja jantung dan menurunkan tekanan
darah tinggi dan mengandung 1 mg natrium (Waymintarsih, 2017).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi pisang
cavendish (sunfresh) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi
di Puskesmas Karang Bahagia Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun
2019.
Metode : Metode penelitian ini adalah metode pre-eksperimental design dengan
bentuk rancangan intact group comparison. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia selama tahun 2019 yang
berjumlah 113 orang. Sampel berjumlah 30 responden. Untuk mengetahui apakah
sebuah kelompok data berdistribusi normal atau tidak dengan melakukan uji Shapiro
wilk. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariate menggunakan uji beda
dua mean dependent (Paired Sample T Test) dengan nilai signifikan alpha 5% (α =
0,05).
Hasil : Ada pengaruh antara mengkonsumsi pisang cavendish (sunfresh) terhadap
penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia
kecamatan karang bahagia kabupaten bekasi. Di dapatkan data kelompok intervensi
16,67/10,00 mmHg dengan ratarata perhari 4,25 dan kelompok control 17,00/12,00
mmHg dengan rata-rata perhari 5,27. Menunjukan bahwa frekuensi usia paling
banyak adalah responden usia yang menderita hipertensi >46 tahun sebanyak 25
responden (83,3%), responden usia yang menderita hipertensi 35-45 tahun sebanyak
5 responden (16,7%), sedangkan untuk hasil uji frekuensi jenis kelamin paling
banyak adalah responden perempuan sebanyak 18 responden (60,0%), responden
laki-laki 12 responden (40,0%), dan untuk hasil uji frekuensi responden yang tidak
sesuai diet hipertensi sebanyak 19 responden (63,3%), responden yang sesuai diet
hipertensi sebanyak 11 responden(36,7%).
Kesimpulan : Pisang cavendish (sunfresh) dapat mempengaruhi terjadinya
penurunan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi setelah dikonsumsi 1x dalam
sehari sebanyak 200 gr selama 1 minggu.
Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita
hipertensi dapat melakukan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi lebih
lanjut dan mengkonsumsi buah-buahan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Open AccessHipertensi, Penurunan Tekanan darah tinggi, pisang cavendish (sunfresh)
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya
terjadi ketika kadar sel darah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. WHO
menyebutkan bahwa 818 juta anak-anak dan perempuan yang dipengaruhi oleh
anemia, sebagian besar dinegara berkembang. Setiap tahun 1 juta meninggal
remaja dan anak-anak (0-4) dan wanita hamil adalah dengan satu estimasi global
Prevalensi dari 43% dan 51% berturut-turut. Anemia terjadi sering pada negara
berkembang dan Negara Industri. berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan pada 64 mahasiswi S1 Kperawatan Reguler dengan melakukan
pengukuran kadar hemoglobin pada 10 mahasiswi didapatkan 80% mengalami
kadar hemoglobin dibawah normal yang mengindikasikan terjadinya anemia.
Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar
Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia Di
Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design
dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh mahasiswi S1 keperawatan reguler dengan anemia berjumlah 20. Sampel
yang diambil sebanyak 20 responden dengan menggunakan total sampling yang
mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Insrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat ukur hemoglobin yaitu GCHb, sendok makan dan lembar
ceklis. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa
uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar hemoglobin sebelum
diberikan madu terendah adalah 9,5 gr/dl tertinggi adalah 1,8 gr/dl. Kadar
hemoglobin sesudah diberikan madu terendah adalah 9,8 gr/dl tertinggi adalah
14,7 gr/dl.
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian madu hutan dengan peningkatan kadar
hemoglobin pada mahasiswi S1 Keperawatan reguler.
Saran : Diharapkan bagi mahasiswi keperawatan reguler khususnya agar lebih
mengkonsumsi banyak makanan (daging, ikan, ayam, hati, telur dan sayuran hijau
seperti daun katuk, daun kelor, daun singkong, bayam) yang dapat meningkatkan
kadar hemoglobin dan mengkonsumsi zat besi jika dengan suplemen
menimbulkan banyak efek samping maka dapat menggunakan penatalaksanaan
non farmakologi yaitu pemberian madu
Open AccessAnemia, Peningkatan Kadar Hemoglobin, Madu
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme
purin. Asam urat yang beredar dalam tubuh manusia diproduksi sendiri oleh
tubuh (asam urat endogen) dan berasal dari makanan (asam urat eksogen).
World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 335 juta orang
di dunia menderita penyakit gout (Bobaya, 2016). Prevalensi menderita
penyakit gout di Negara maju seperti di USA diperkirakan sebanyak 13,6%
per 100.000 penduduk (Sukarmin, 2015). Prevalensi penderita penyakit gout
di Negara berkembang seperti di Cina dan Taiwan setiap tahunnya semakin
berkembang, sedangkan di Indonesia diperkirakan hampir 80% penduduk
yang berusia 40 tahun atau lebih (Misnadiarly, 2007; Junaidi, 2012).
Berdasarkan Data yang sudah didapatkan bahwa pasien kadar asam urat
tinggi di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019 mendapatkan
hasil pada tahun 2017 berjumlah 180 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah
203 orang, dan pada saat ini di tahun 2019 dari bulan januari sampai maret
mendapatkan 65 orang yang mengalami asam urat.
TUJUAN : Mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam Dan Jus
Sirsak Untuk Menurunkan Kadar Asam Urat Di Puskesmas Sukatani
Kabupaten Bekasi Tahun 2019.
METODE : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre
eksperiment design dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi
pada penelitian ini yaitu pasien yang kadar asam urat tinggi sebanyak 63
orang selama 3 bulan yang lalu di Puskesmas Sukatani Tahun 2019. Teknik
pengambilan sample yaitu Purposive Sampling yaitu sampelnya diambil
dengan cara purposive sampling yaitu sampelnya diambil dari pasien-pasien
yang kadar asam urat tinggi sebanyak 28 responden, untuk dilakukan
intervensi dengan diberikan rebusan daun salam responden yang berjumlah
14 dan diberikan jus sirsak responden yang berjumlah 14 . yang mengacu
pada kriteria inklusi dan ekslusi. Instrument yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat ukur asam urat yaitu Easy Touch, gelas ukur,
bolpoint, lembar ceklist. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariat berupa uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kadar asam urat sebelum
diberikan rebusan daun salam terendah adalah
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian rebusan daun salam dan jus sirsak
terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita asam urat di Puskesmas
Sukatani.
Saran : Dengan hasil penelitian ini, penderita asam urat agar lebih
meningkatkan pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya dirumah,
tentang penggunaan herbal seperti daun salam dan jus sirsak untuk
mempercepat proses penurunan kadar asam urat sebagai tindakan tambahan
selain mengkonsumsi obat-obatan. Penderita asam urat juga tidak boleh
mengkonsumsi makanan seperti : jeroahn (ati, ampela) untuk sayuran
(bayam,kangkung,kacang-kacangan) seafood (ikan laut,kerang-kerangan).
Karena makanan tersebut mengandung tinggi purin.
Open AccessAsam Urat, Penuruann Kadar Asam Urat, Daun Salam, Jus
Sirsak
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : penyakit asma berada di urutan 4 dari 10 penyakit. Urutan penyakit
terbanyak di Puskesmas Karang Mulya adalah influenza, gastritis, rematisme, asma,
Demam thypoid, myalgia, diare, karies gigi, hipertensi primer (esensial), migren,
penyakit lainnya. Masyarakat menganggap asma merupakan penyakit yang tidak dapat
disembuhkan, kurangnya upaya untuk melaksanakan pencegahan serangan asma
dirumah, serta belum terlihat adanya usaha yang baik dalam mengontrol dan
menghindari alergen. Hal ini yang mengakibatkan kekambuhan pada pasien asma.
Tujuan : mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor perilaku yang berhubungan
dengan kejadian kekambuhan asma.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
kuantitatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan Antara
dua variael. Metode penelitian yang digunakan cross sectional (potong lintang).
Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dan mengambil sampel penelitian dengan
Total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan cara teknik purposive
sampling.
Hasil : Ada hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan
fasilitas kesehatan dengan kejadian kemabuhan pada penderita asma di Wilayah Kerja
Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari
variabel pengetahuan adalah 20,000, variabel tingkat pendidikan adalah 12,000,
variabel sosial ekonomi adalah 11,333 dan variabel fasilitas kesehatan adalah 7,000.
Kesimpulan : Penderita asma dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 20 kali
dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan pengetahuan
baik. Penderita asma dengan tingkat pendidikan rendah memiliki resiko 12 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan tingkat pendidikan
tinggi. Penderita asma dengan sosial ekonomi rendah memiliki resiko 11 kali dapat
terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan sosial ekonomi
tinggi. Penderita asma yang tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan memiliki resiko 7
kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma yang
memanfaatkan fasilitas kesehatan.
Saran : kepada masyarakat khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karang
Mulya Kabupaten Bekasi agar dapat menghindari faktor alergen yang berkaitan
dengan penyebab kekambuhan asma sehingga dapat mengurangi kekambuhan asma.
Open AccessAsma, Kekambuhan, Perilaku.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun
kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang
berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah
aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan
keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika
Cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat
yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji
chisquare.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa
stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p
value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan
keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan
dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan
antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan
keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran
kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan
mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja
Open AccessKinerja Perawat, Stres Kerja, Lama Kerja, dan keterampilan
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan
fungsi ginjal yang ireversibel. Terapi pengganti fungsi ginjal yang paling sering
digunakan adalah hemodialisa. Salah satu komplikasi hemodialisa yang sering terjadi
adalah penurunan kadar glukosa darah dan dapat menyebabkan hipoglikemia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hemodialisa terhadap penurunan kadar glukosa
darah yang bermakna secara klinis akibat proses hemodialisa.
Rancangan penelitian ini mengguanakan quasi experiment design terhadap 108
responden di ruang Hemodialisa Rumah Sakit Medika Cibinong pada bulan Februari
2018. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisa ini
menggunakan uji t dependen dengan derajat kemaknaan (α)=5%.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pada pemeriksaan kadar glukosa darah prehemodialisa
didapatkat rata-rata 138,91 mg/dl sedangkan pada pemeriksaan kadar
glukosa drah post-hemodialisa didapatkat rerata 109,90 mg/dl. Sehingga terdapat
perbedaan bermakna (p=0,00) antara kadar glukosa darah pre-hemodialisa dan posthemodialisa
dengan
rerata
penurunan
kadar
glukosa
darah
29.01
mg/dl.
Dari
kesimpulan
pada
penelitian
ini
bahwa
terdapat
pengaruh
bermakna
tindakan
hemodialisa
terhadap
penurunan
kadar
glukosa
darah
di
ruang
Hemodialisa
Rumah
Sakit
Sentra
Medika
Cibinong
tahun
2017.
Saran
untuk
tenaga
keperawatan
diharapkan
selalu
melakukan
observasi tanda- tanda hipoglikemia terutama pada pasien yang keadaan
umumnya buruk dan untuk Rumah Sakit diharapkan melakukan pengecekan glukosa
darah sebelum dan sesudah hemodialisa.
Open Accessgagal ginjal kronik, Hemodialisa, Kadar glukosa darah.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Cemas merupakan dampak hospitalisasi yang dialami anak usia pra sekolah. Reaksi
kecemasan pada anak usia pra sekolah tersebut dapat ditunjukkan dengan cara seperti menangis,
takut, kehilangan kendali, bingung, menolak untuk makan, dan menolak tindakan invasif. Dampak
ini beresiko dapat mengganggu tumbuh kembang anak dan proses penyembuhan pada anak.
Perawatan bagi anak yang sakit tidak lepas dari pemberian terapisalah satunya adalah terapi
bermain untuk menurunkan kecemasan dan merangsang pertumbuhan serta perkembangan anak
selama menjalani perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
terapi bermain menggunakan teknik menggambar terhadap tingkat kecemasan pada anak usia pra
sekolah di ruang anak RS Sentra Medika Cibinong 2017.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental, dengan
menggunakan tipe one group pre-post test design.Dengan populasi 43 orang dan sampel sebanyak
31 orang dengan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah
terapi bermain menggunakan instrument HRSA dan dianalisis dengan uji paired t-test. Uji
Statistik menggunakan paired t-test dengan tingkat kemaknaan 95 % ( = 0,05).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beda yang signifikan pada tingkat kecemasan
anak antara sebelum dan sesudah diberi terapi bermain menggunakan teknik menggambar di ruang
anak RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 dengan nilai p-value = 0,000 (< 0,05 )
Kesimpulan dari penelitian adalah Pemberian terapi bermain dengan teknik menggambar
dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan pada
anak usia pra sekolah selama menjalani hospitalisasi.Saran hendaknya rumah sakit menyediakan
fasilitas peralatan bermain bagi pasien anak yang di rawat di rumah sakit.
Open AccessTerapi Bermain, Menggambar, Kecemasan Anak Pra Sekolah
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Perawatan post operasi phaco diperlukan pengetahuan yang memadai untuk melakukan
perawatan dengan benar sehingga mengurangi resiko infeksi.Upaya dalam meningkatkan
pengetahuan tentunya ditunjang dengan informasi yang adekuat salah satunya melalui
pendidikan kesehatan.Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh pendidikan
kesehatan terhadap tingkat pengetahuan pasien dalam perawatan post operasi phaco di rumah
sakit sentra medika cibinong.
Jenis rancangan penelitian quasi eksperimental design yang digunakan pada penelitian ini
adalah the one group pretest postest disign.Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 45
orang.Analisa data hasil penelitian menggunakan uji paired sampel T test.
Hasil uji paired sampel T test diprolrh nilai P value = 0,000 (< 0,05 ) artinya ada pengaruh
pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuantentang perawatan post operasi phaco.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pengetahuan tentang perawatan post operasi phaco di rumah sakit sentra medika
cibinong.Diharapkan kepada pihak rumah sakit agar menerapkan pendidikan kesehatan
kepada pasien untuk menambah pengetahuan pasien dan keluarga dalam perawatan post
operasi phaco.
Open AccessPendidikan kesehatan,pengetahuan,post operasi phaco
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau
hemoglobin kurang dari normal, kadar hemoglobin normal umumnya berbeda pada laki-laki dan
perempuan, untuk pria, anemia biasanya didefinisikan sebagai hemoglobin kurang dari 13,5
gram/100ml dan pada wanita sebagai hemoglobin kurang dari 12,0 gram/100 ml.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi “Faktor – faktor yang
berhubungan dengan tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia pada siswi di SMP Negeri
Satu Atap 2 Batujaya Kabupaten Karawang tahun 2018”.
Metode : menggunakan cross sectional (potong lintang). Desain penelitian ini digunakan untuk
meneliti suatu kejadian pada waktu yang bersamaan (sekali waktu). Sehingga variabel dependen
dan variabel independen diteliti secara bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua
siswi SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab. Karawang tahun 2018 sebanyak 100 siswi. Sempel
dalam penelitian ini menggunakan teknik Accidental sampling. Pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang sesuai dengan ketentuan. Analisa data
yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik.
Hasil Penelitian : Hasil Penelitian ini menunujukan ada hubungan yang signifikan antara
sumber informasi nilai p-value = 0,015 (p<0,05), sosial budaya nilai p-value =0,032 (p<0,05),
dan lingkungan nilai p-value = 0,014 (p<0,05), dengan tingkat pengetahuan tentang anemia.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini dapat disimpulkan adanya
hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan tentang anemia
pada remaja putri di SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab.Karawang. Penulis menyarankan
kepada remaja putri khususnya di SMP Negeri Satu Atap 2 Batujaya Kab.Karawang untuk lebih
memahami dan menerapkan pemahaman tentang anemia dan asupan gizi sehingga mengurangi
angka kejadian anemia.
Open AccessAnemia, Pengetahuan , Remaja