Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Obat generik merupakan obat yang diproduksi oleh perusahaan tanpa
melalui uji praklinis dan klinis dan dipasarkan dengan mudah dengan harga yang
cukup murah, obat generik tidak mampu untuk menciptakan pengobatan yang
efektif dibandingkan dengan obat paten. Ketidaktahuan masyarakat terhadap obat
generik yang menjadi penyebab munculnya anggapan buruk tentang obat generik.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat RW 003
Kelurahan Pabuaran Mekar dan mengetahui hubungan antara karakteristik
responden dengan tingkat pengetahuan obat generik pada masyarakat RW 003
Kelurahan Pabuaran Mekar Kecamatan Cibinong. Metode dalam penelitian ini
menggunakan medote analisis kualitatif kuantitatif dengan analisis data univariat
dan bivariat (chi-square test) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat
pengetahuan terhadap obat generik. Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar
883 dengan sampel sebesar 90 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin
sehingga, dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan
menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini didapatkan dari 90 responden di
RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar tingkat pengetahuan masyarakat dengan
kategori baik sebanyak 62,2%, dengan kategori cukup sebanyak 22,2, dan tingkat
pengetahuan masyarakat dengan kategori kurang sebanyak 15,6% sehingga dapat
disimpulkan masyarakat di RW 003 Kelurahan Pabuaran Mekar memiliki tingkat
pengetahuan yang baik dengan nilai persentase 62,2% dan tidak adanya hubungan
antara karakteristik responden (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pekerjaan,
dan pendapatan perbulan) dengan tingkat pengetahuan tentang obat generik.
Open AccessObat generik, Tingkat Pengetahuan, Masyarakat
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.
Open AccessKata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan, Gula Darah
Daftar Bacaan : 33 Kepustakaan (Tahun 2017-2023)
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.
Open AccessObat generik, Persepsi dan Tingkat Pengetahuan Masyarakat
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.
Open AccessKata kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Obat, Kadar Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus Tipe II
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.
Open AccessMasyarakat, Gastritis, Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Perilaku
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.
Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Gaya hidup, Tingkat pengetahuan
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
Open AccessKata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Cimino, Tingkat pengetahuan, Kecemasan
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, juli 2023 Nama : Dyah Anggraini Nim : 020319609 PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG PENANGANAN DISMENORE DI SMPN 4 CIKARANG TIMUR TAHUN 2023 ABSTRAK Latar Belakang : Rasa nyeri yang timbul ini biasanya dikenal dengan nama dismenore. Menurut World Health Organization (WHO, 2012 dalam Nora, 2018) didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) remaja mengalami dismenore dengan 10- 15% mengalami dismenore berat Tujuan Pnelitian : Untuk bisa mengetahui Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenorea Di SMPN 4 Cikarang Timur Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan one group prettest-posttest Dalam rancangan ini, responden diberikan sebuah kuesioner Kemudian diukur pengetahuan dan sikap. Penelitian ini termasuk tergolong penelitian quasi eksperimen dengan memakai pret - test and post - test design, yaitu merupakan suatu pengukuran yang dilakukan pada saat sebelum dan sesudah melakukan penelitian. Pada populasi penelitian ini ada 260 responden dan Teknik pengambilan sampel menggunakan sample random sampling dengan menggunakan rumus slovin dengan jumlah responden 157. Analisi data yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan analisis Paired Sample T Test dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri di SMPN 2 Cikarang Timur tahun 2023 Kata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja
Open AccessKata kunci : Dismenore, Tingkat pengetahuan, Sikap, Remaja
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jakarta, Maret 2023
Fitrianingsih
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertiroid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023
VII BAB + 61 Halaman, 11 Tabel, 2 Skema, 6 Lampiran
ABSTRAK
Hipertiroid atau hipertiroid primer adalah kadar hormon tiroid yang tinggi ditandai dengan penyerapan iodium yang normal atau tinggi. Penggunaan obat yang tidak tepat, tidak efektif, tidak aman dan tidak ekonomis telah menjadi masalah tersendiri dalam pelayanan kesehatan. Kepatuhan penggunaan obat telah terbukti meningkatkan ketercapaian target dan menurunkan biaya medis secara keseluruhan. Tingkat pengetahuan, dukungan keluarga merupakan salah satu faktor dari kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Jumlah populasi 120 responden dan jumlah sampel 40 responden. Hasil Penelitian distribusi frekuensi karakteristik responden sebagian besar yaitu Usia 20 – 40 tahun yaitu sebanyak 22 orang (55.0%), Akademi/Perguruan Tinggi 18 orang (45%), responden yang bekerja yaitu sebanyak 24 orang (60%), responden dengan tingkat pengetahuan kurang 28 orang(70%),dukungan keluarga 30 orang (75%) serta di temui sebanyak 35 orang (87.5%) responen yang tidak patuh minum obat.Dapat disimpulkan dari penelitian ini ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertiorid di RS Harapan Bumda Jakarta Tahun 2023. Hasil uji statistik diperoleh nilai P Value 0.001 (P Value < 0.05) dengan OR: 0,58 untuk tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat dan P Value 0.000 dengan OR: 0,5 untuk dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat.Dukungan keluarga dan tingkat pengetahuan sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan minum obat seseorang.Disarankan untuk pasien dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga guna tercapainya kepatuhan minum obat dalam memaksimalkan pengobatan terapi pada pasien penderita hipertiroid.
Open AccessHipertiorid, Kepatuhan Minum Obat, Tingkat Pengetahuan, Dukungan Keluarga.
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama : Dhea Amanda Suri Nim : 020319608 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes melitus akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care merupakan perilaku seseorang secara mandiri untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Cikarang. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.000 (p0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management
Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Remaja perempuan usia 9-14 tahun berada pada masa pubertas dan
menstruasi, sehingga kebersihan diri penting untuk mencegah Infeksi Saluran
Reproduksi, yang secara global paling tinggi terjadi pada remaja. Kurangnya
pengetahuan, seperti jarang mencuci tangan atau mengganti pembalut jarang,
meningkatkan risiko infeksi. Semakin baik pengetahuan mengenai kebersihan diri,
semakin positif perilaku menjaga personal hygiene, sehingga edukasi kesehatan
penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan diri remaja selama
menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi mengenai personal hygiene saat
menstruasi dengan menggunakan media kartu kuartet terhadap peningkatan
pengetahuan siswi Sekolah Menengah Pertama di SMP Segar. Metode: Penelitian
kuantitatif pre-eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest
dengan total sampling terhadap 78 responden, instrumen berupa soal pilihan ganda,
dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Nilai p =
0,000 (<0,05), menunjukkan adanya pengaruh edukasi kartu kuartet terhadap
pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan melalui kartu kuartet efektif
meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri.
Open AccessPersonal Hygiene saat Menstruasi, Edukasi Kesehatan, Tingkat Pengetahuan Remaja Putri, Kartu Kuartet
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.
Open AccessHipertensi, Tingkat Pengetahuan, Aktivitas Fisik, Upaya Pencegahan Hipertensi.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.
Open AccessTingkat pengetahuan, HIV/AIDS, Remaja
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit Ginjal Kronis (PGK) stadium akhir merupakan isu kesehatan global yang signifikan. Komplikasi pada pasien PGK stadium akhir dengan hemodialisis menggunakan cimino dapat dicegah melalui perilaku self-care. Perilaku self-care didefinisikan sebagai segala tindakan yang dilakukan oleh pasien PGK stadium akhir guna memelihara dan meningkatkan kesehatan serta fungsi cimino selama proses hemodialisis. Dan hal ini harus didasari oleh pengetahuan pasien terkait perawatan cimino yang dilakukan secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode : penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dipresisi menggunakan rumus Slovin dengan total sampel yaitu sebanyak 102 orang responden pasien penyakit gagal ginjal yang menjalani hemodialisa. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat menggunakan chi-suqare test. Hasil : Hasil menunjukan terdapat nilai signifikan p-value = 0,000 (p<α). Kesimpulan : terdapat hubungan tingkat pengetahuan pasien hemodialisa terhadap kemampuan perawatan cimino secara mandiri di RS. Sentra Medika Cikarang. Saran : Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas perawatan dan pengetahuan pasien PGK yang menjalani hemodialisa, disarankan kepada pihak managemen rumah sakit untuk memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai perawatan cimino mandiri kepada pasien. Sehingga, dengan pemberian eduaksi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku self-care pasien dalam perawatan cimino secara mandiri.
Open AccessPenyakit Ginjal Kronik, Perawatan Cimino, Tingkat Pengetahuan
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling.
Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
Open AccessHospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Open AccessKata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat
Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.
Open AccessHospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kaki diabetes, yang dapat berkembang menjadi gangren diabetik atau ulkus, ialah salah satu komplikasi paling menakutkan dari DM. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat sosial ekonomi dan pengetahuan dengan upaya pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode Kuantitatif descriptive dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan 59 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita Diabetes Mellitus tanpa Ulkus Diabetikum di Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat sosial ekonomi, tingkat pengetahuan ulkus diabetikum dan upaya pencegahan ulkus diabetikum. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Chi Square didapatkan tidak ada hubungan tingkat sosial ekonomi dengan upaya pencegahan ulkus diabeikum dengan p-value 0,280. Namun, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan ulkus diabetikum dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi tidak mempengaruhi pencegahan ulkus diabetikum pada pasien BPJS, karena layanan kesehatan yang merata. Namun, pengetahuan pasien memiliki peran kursial dalam mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Oleh karena itu, diharapkan responden bisa lebih aktif dalam mencari informasi mengenai ulkus diabetikum dan upaya pencegahannya melalui berbagai sumber.
Open AccessDiabetes Mellitus, Sosial Ekonomi, Ulkus Diabetikum, Tingkat Pengetahuan, Upaya Pencegahan
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan
kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Anak balita yang tidak
mendapat imunisasi lanjutan mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit infeksi
dan menular. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi capaian umunisasi
anak diantaranya adalah tingkat pengetahuan, pendidikan, dan dukungan keluarga
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik
kuantitatif. Menggunakan pendekatan Cross sectional yaitu penelitian yang di
lakukan dengan cara mengumpulkan data pada satu waktu yang sama selama satu
periode hari, minggu, atau bulan. Populasi yang akan diteliti dalam penelitian ini
sebanyak 60 orang responden. Dan kemudain di uji data menggunakan kuesioner
yang sudah di siapkan dengan metode Uji chi square untuk mengetahui nilai
hubungan antar variabelnya.
Hasil uji statistik dengan melihat uji chi square dengan derajat kemaknaan
5% atau < p 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak,
yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat pengetahuan
dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik menunjukan
hasil p = 0,05 (p < 0,05 sehingga dapat disampulkan bahwa Ha diterima dan Ho
ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara faktor tingkat
pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap. hasil uji statistik
menunjukan hasil p = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat disampulkan bahwa Ha
diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara
faktor tingkat pendidikan dengan rendahnya capaian imunisasi dasar lengkap.
Ketiga Uji Bivariat tersebut mendapatkan nilai Odd Ratio (OR) = 19.000 yang
berarti bahwa ibu dengan pendidikan tinggi berpeluang 19.000 yang berarti
hubungan antar variabel adalah hubungan yang kuat.
Diharapkan bidan dapat terus memotivasi orang tua dan keluarga untuk
lebih perduli untuk membawa anak dalam pemenuhan kebutuhan imunisasi pada
anak.
Open AccessCapaian Imunisasi, Tingkat Pengetahuan, Pendidikan, Dukungan Keluarga
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus menjadi masalah kesehatan masyarakat dan selalu mengalami peningkatan jumlah penderita didunia. Data International Diabetes Federation tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 15,98% di banding pada tahun 2020. Jumlah penderita DM di Indonesia pada 2021 tersebut meningkat pesat dalam sepuluh tahun terakhir sebanyak 67%. Dan prevalensi DM di Jawa Barat mencapai 1,74%. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 58 orang pasien DM yang datang ke Puskesmas Karang Bahagia periode Maret-Juli tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien
diabetes melitus dengan nilai P-Value menggunakan Pearson Chi-Square P= 0,004 (P<a 0,05) atau nilai alpha. Kesimpulan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam faktor yang berhubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 agar dapat menghindari komplikasi yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah.
Open AccessPengendalian KGD, DM Tipe 2, Tingkat Pengetahuan