Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Open AccessKata Kunci: Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edema Kaki, Ankel Pumping Exercise, Elevasi Kaki
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hemodialisa adalah penatalaksanaan pada penyakit gagal ginjal dengan menggunakan alat yang dinamakan dializer yang memiliki fungsi sebagai penyaring sisa metabolisme seperti kratinin dan ureum yang tidak dapat dikeluarkan dengan urin dikarenakan ketidakefektifan fungsi ginjal pada pasien gagal ginjal. Kecemasan adalah reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu ada. Terapi musik klasik merupakan salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengalihkan sensasi yang tidak menyenangkan oleh seseorang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien, Dengan menggunakan teknik total sampling dan alat ukur yang digunakan adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Uji yang digunakan yaitu Uji Paired t test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasaan sedang, dengan 12 responden (60%). Sedangkan sesudah diberikan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada kategori tingkat kecemasaan ringan, dengan 11 responden (55%). Berdasarkan dari hasil uji statistik di dapatkan p value 0,000 0,05, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberiaan terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasaan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Minahasa Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberiaan terapi musik klasik dapat dijadikan sebagai dalah satu cara alternatif untuk mengurangi kecemasaan pada pasien hemodialisa.
Open AccessKecemasaan, Hemodialisa, Musik Klasik
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil: Penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.
Open AccessDerajat Edema, Edema Kaki, Hemodialisa, Terapi Rendam Air Hangat
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Penderita gagal ginjal kronis perlu melakukan pencegahan komplikasi dari penyakitnya seperti
melakukan diet asupan cairan yang bertujuan untuk mengurangi kelebihan volume cairan pada
periode interdialitik. Peningkatan berat badan mengindikasikan kelebihan cairan dikenal dengan
Interdialytic Weight Gain (IDWG) (Siregar, 2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan interdialytic weight gain (IDWG) pasien hemodialisis
Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode Quasy
Experiment dengan jumlah populasi 220 pasien dan menggunakan teknik purposive sampling
ditemukan jumlah sampel 33 pasien. Terapi ice cube dilakukan selama 3 hari dengan cara mengulum
ice cube ukuran 5 ml maksimal 10 kubus perhari setelah sebelumnya dilakukan pengukuran IDWG
pada pasien menggunakan timbangan dan kalkulator yang sudah dikalibrasi. Hasil penelitian ini
menunjukkan ada 21 (63.3%) orang yang mengalami penurunan IDWG dengan nilai p-value dari
uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi ice cube terhadap penurunan
interdialytic weight gain (IDWG) pasien hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun
2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam
penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol IDWG selama periode interdialytic.
Open AccessHemodialisa, Interdialytic Weight Gain, Terapi Ice Cube
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tekanan fisik dan psikologis, termasuk kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Data RS Harapan Bunda menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami kecemasan tinggi dan gangguan tidur, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, yaitu studi potong lintang yang mengamati hubungan antar variabel pada satu waktu. Sampel sebanyak 91 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia >50 tahun (62,6%), laki-laki (54,9%), dan berpendidikan menengah (48,4%). Tingkat kecemasan terdiri dari berat (38,5%), sedang (34,1%), dan ringan (27,5%). Sebanyak 56,0% responden mengalami kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian kuantitatif ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Diperlukan intervensi edukatif dan psikologis untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.
Open AccessKecemasan; Kualitas Tidur; Hemodialisa
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Salah satu faktor utama yang mengakibatkan kematian dan penderitaan di abad ke-21 yakni gagal ginjal kronis, sekitar dua pertiga pasien GGK yang menjalani hemodialisa tidak bisa menjalani aktivitas normal seperti bekerja yang berdampak buruk pada aspek psikologis, fisik, sosial, hingga ekonomi mereka. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien yang menjalani hemodialisa di RSSM Cibinong, sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner BDI II, Self Care Management, KDQOL SFᵗᵐ-36 yang sudah valid - reliabel dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, self care management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Kesimpulan: Tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan self care management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik self care management maka semakin baik kualitas hidup pasien. Saran: Peneliti selanjutnya sebagai sumber dan memberikan pemahaman yang lebih baik dan jelas tentang tingkat depresi, self care management, dan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa.
Open AccessTingkat Depresi, Self Care Management, Kualitas Hidup, Hemodialisa
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.
Open AccessDerajat Edema, Edema Kaki, Hemodialisa, Terapi Rendam Air Hangat
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.
Open AccessTingkat Depresi, Selfcare Management, Kualitas Hidup, Hemodialisa
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, Januari 2025 HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG ABSTRAK Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.
Open AccessKata Kunci : Tingkat Depresi, Self Care Management, Kualitas Hidup, Hemodialisa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Hemodialisa adalah penatalaksanaan pada penyakit gagal ginjal dengan menggunakan alat yang dinamakan dializer yang memiliki fungsi sebagai penyaring
sisa metabolisme seperti kratinin dan ureum yang tidak dapat dikeluarkan dengan urin dikarenakan ketidakefektifan fungsi ginjal pada pasien gagal ginjal. Kecemasan adalah reaksi emosional terhadap persepsi adanya bahaya, baik yang nyata maupun yang belum tentu ada. Terapi musik klasik merupakan salah satu teknik distraksi yang digunakan untuk mengalihkan sensasi yang tidak menyenangkan oleh seseorang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
Penelitian ini menggunakan metode Pre-Eksperimental dengan pendekatan One Group pre-post test design, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 pasien, Dengan menggunakan teknik total sampling dan alat ukur yang digunakan adalah HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Uji yang digunakan yaitu Uji Paired t test. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada tingkat kecemasaan sedang, dengan 12 responden (60%). Sedangkan sesudah diberikan terapi musik klasik menunjukkan bahwa tingkat kecemasaan sebagian besar responden berada pada kategori tingkat kecemasaan ringan, dengan 11 responden (55%). Berdasarkan dari hasil uji statistik di dapatkan p value 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberiaan terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat kecemasaan pada pasien hemodialisa di Sentra Medika Minahasa Utara. Dari hasil penelitian ini diharapkan pemberiaan terapi musik klasik dapat dijadikan sebagai dalah satu cara alternatif untuk mengurangi kecemasaan pada pasien hemodialisa.
Open AccessKecemasaan, Hemodialisa, Musik Klasik
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edema Kaki, Ankel Pumping Exercise, Elevasi Kaki.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Hemodialisa merupakan proses untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik (terjadi kerusakan pada ginjal). Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 pasien hemodialisa dengan jumlah sampel 52 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Deskripsi tingkat keberhasilan klien Responden yang berhasil dalam menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 35 orang (67,3%) dan responden yang tidak berhasil menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 17 orang (32,7%). Hasil menyatakan ada hubungan antara variabel kepatuhan diet, pengetahuan dan sikap petugas. Namun berbeda dengan hasil dukungan keluarga yang menyatakan tidak Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan Keberhasilan Klien dalam Menjalankan Hemodialisis dengan nilai p-value 0,769 (>0.05) dan peluang 1.741 kali lipat.
Open AccessGagal ginjal, Hemodialisa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Perubahan tekanan darah dapat terjadi selama perawatan hemodialisis. Pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir terjadi ekspansi dari volume ekstraseluler dan gangguan keseimbangan natrium. Kelebihan natrium dan retensi cairan dapat menyebabkan hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Joseph menunjukan bahwa peningkatan tekanan darah juga dapat di pengaruhi oleh tindakan hemodialisa yang disebabkan karena adanya peningkatan volume cairan, peningkatan sekresi renin, & asupan natrium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intradialytic exercise terhadap penurunan tekanan darah pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 (56.7%) orang yang mengalami penurunan tekanan darah dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh intradialytic exercise terhadap tekanan darah pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol tekanan darah selama proses hemodialisis.
Open AccessHemodialisa, Hipertensi Intradialitik, Intradialytic Exercise
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pasien yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang sering khawatir tentang gejala dan penyakit tidak dapat diprediksi. Jumlah waktu yang diperlukan untuk cuci darah dan kunjungan dokter dan sakit kronis dapat menciptakan konflik, frustrasi, rasa bersalah dan cemas. Tujuan penelitian : Mengetahui Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design. Dengan jumlah populasi 234 responden dan jumlah sampel 20 responden Hasil penelitian : usia mayoritas > 40 tahun (55,0%), jenis kelamin laki-laki (55,0%), pendidikan SMA (80%), pre test relaksasi nafas dalam cemas berat (100%), pos test relaksasi nafas dalam cemas sedang (80,0%). Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang bagaimana cara mengatasi pada pasien CKD on HD semakin berat dengan cara memberikan asuhan keperawatan yang didasari dengan teori dan standar prosedur operasional yang di miliki oleh RS Harapan Bunda Jakarta. Disimpulkan : Ada Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (p value < 0,05) = 0,000.
Open AccessCKD, Hemodialisa, Kecemasan, Terapi Relaksasi Nafas Dalam
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, April 2023
Risa Maria Ulfa
PENGARUH INTRADIALYTIC EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Perubahan tekanan darah dapat terjadi selama perawatan hemodialisis. Pada pasien gagal ginjal kronik tahap akhir terjadi ekspansi dari volume ekstraseluler dan gangguan keseimbangan natrium. Kelebihan natrium dan retensi cairan dapat menyebabkan hipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Joseph menunjukan bahwa peningkatan tekanan darah juga dapat di pengaruhi oleh tindakan hemodialisa yang disebabkan karena adanya peningkatan volume cairan, peningkatan sekresi renin, & asupan natrium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intradialytic exercise terhadap penurunan tekanan darah pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 (56.7%) orang yang mengalami penurunan tekanan darah dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh intradialytic exercise terhadap tekanan darah pasien gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol tekanan darah selama proses hemodialisis.
Kata Kunci: Hemodialisa, Hipertensi Intradialitik, Intradialytic Exercise
Daftar Bacaan: 22 Kepustakaan (2015-2022)
Open AccessHemodialisa, Hipertensi Intradialitik, Intradialytic Exercise
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Kepatuhan pembatasan cairan dipengaruhi oleh berbagai faktor, berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 13 orang pasien CKD rawat inap Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong yang menjalani HD, sebagian orang mengalami kondisi perburukan karena tidak mematuhi dalam membatasi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien Chronic Kidney Disease di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cibinong. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi, dan edukasi bagi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisa.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dimana penelitian ini menggunakan variabel independent yaitu faktor-faktor kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD sebagai variabel dependent. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu 60 pasien yang di diagnosa CKD yang menjalani hemodialisa. Serta sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 orang. Data yang sudah dilakukan diolah kemudian dilakukan Analisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakan bantuan software computer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji Chie-Square yaitu faktor pendidikan (p =0,014), faktor lama pasien menjalani HD (p =0,022), faktor dukungan keluarga (p =0,032), faktor sikap (p =0,004), dan faktor pengetahuan (p
=0,028).
Maka dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien CKD dengan hemodialisa yaitu pengetahuan, pendidikan dasar, dukungan keluarga, lama menjalani HD dan sikap pasien.
Open AccessPasien CKD, Hemodialisa, Kepatuhan Pembatasan Cairan.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hemodialisa adalah terapi yang menggunakan mesin sebagai ginjal diluar tubuh
yang memfiltrasi darah agar darah terpisah dari sisa metabolisme tubuh dan hemodialisi dapat
mencegah kematian. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani
hemodialisa di rumah sakit sentra medika cibinong.
Tujuan penelitian : Mengidentifikasi hubungan analis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney
disease) dalam menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021
Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu
jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor
risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner berupa cheklis atau pengumpulan data
sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Dengan populasi 184 dan 65 sampel,
menggunakan tehnik purposive sampel.
Hasil penelitian : usia ≥40 tahun 38 responden (58,5%), jenis kelamin laki-laki 38 responden
(58,5%), tinggi ≥ SMA 54 responden (83,1%), jarak tempuh dekat < 5km 40 responden (61,5%),
kepatuhan patuh > 8x 45 responden (69,2%), pengetahuan tinggi 40 responden (61,5%), dukungan
keluarga mendukung 47 responden (72,3%).
Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang analisis faktor
kepatuhan pasien CKD dalam menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
disimpulkan : Ada hubungan analisis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney disease) dalam
menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021
Open Accessfaktor kepatuhan, CKD, Hemodialisa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang berupa transplantasi ginjal atau dialysis. Penyakit ini digolongkan dalam penyakit terminal yaitu penyakit yang sulit disembuhkan dan beresiko meninggal dunia, akibat kelainan metabolik dapat terjadi dengan cepat. Hemodialisis dipilih untuk mengatasi atau mencegah hiperkalemia yang mengancam jiwa (Setiati, dkk, 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Lama waktu Tindakan Hemodialisa Terhadap Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruangan Hemodialisa Rumah Sakit EMC Cikarang 2021.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One Groups Pretest - Posttest Design“.Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Gagal Ginjal Kronik yang melakukan tindakan hemodialisa. Seluruh pasien gagal ginjal kronik 56 pasien yang menjalani terapi selama 5 jam. Uji statistik pada penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan yang bermakna antara lama waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di ruangan hemodialisa rumah sakit EMC Cikarang 2021. Dari hasil uji statistik di dapat nilai Z sebesar 3.742 dan p value sebesar 0.000 kurang dari 0,005 (p≤ 0,005) sehingga adanya pengaruh lama waktu tindakan hemodialisa terhadap tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik di Rumah Sakit EMC Cikarang.
Dengan adanya perbedaan yang bermakna antara lamanya waktu tindakan hemodialisa terhadap peningkatan tekanan darah pada pasien gagal ginjal kronik.
Penulis berharap para peneliti dapat meneruskan penelitian ini, sehingga dapat menambah wawasan yang lebih luas.
Open AccessHemodialisa, Gagal Ginjal Kronik, Peningkatan Tekanan Darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Chronic Kidney Disease (CKD) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan kelainan dari struktur atau fungsi ginjal. Keadaan ini muncul selama lebih dari 3 bulan dan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Penyakit CKD akan mempengaruhi penurunan LFG dan fungsi ginjal memburuk lebih lanjut, retensi natrium dan air bisa terjadi. Hal ini dapat menyebabkan resiko edema dan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Untuk mengidenifikasi Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahua Pasien CKD ( Chronic Kidney Disease) Dalam Pembatasan Cairan Sebelum Dilakukan Hemodialisa Di Ruang HD Rs. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan survey analitik cross sectional Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel peneltian 50 responden dengan cara non-random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariate. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pengetahuan berhubungan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,012, faktor umur berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,016, faktor pendidikan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa nilai dengan p- value = 0,000, faktor informasi berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,000, faktor lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dengan nilai p- value = 0,011. Kesimpulan : faktor pengetahuan, umur, pendidikan, informasi, lingkungan berhubungan dengan pembatasan cairan sebelum dilakukan hemodialisa di ruang hemodialisa Rs.Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui bahwa pentingnya dalam membatasi asupan cairan sebelum dilakukan hemodialisa dan memantau ketat intake dan output cairan.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Pengetahuan, Hemodialisa, Pembatasan Caran
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Keselamatan pasien dalam pelayanan kesehatan merupakan suatu prinsip yang fundamental. World Health Organization (WHO) membuat terobosan atau inisiatif untuk keselamatan bedah yang disebut dengan surgical safety checklist (SSC) di kamar bedah yang digunakan melalui 3 tahapan yaitu Sign In, Time Out dan Sign Out. Uji coba cheklist telah dilakukan oleh Haynes pada tahun 2007-2008 menunjukkan hasil penggunaan Surgical Safety Checklist di ruang operasi pada delapan rumah sakit yang berbeda berdampak positif pada penurunan angka komplikasi dari 11% menjadi 7% dan penurunan angka kematian pasca tindakan bedah dari 1,5% menjadi 0,8%. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaan surgical safety checklist dikamar operasi, diantaranya adalah faktor pendidikan dan sikap perawat kamar operasi itu sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil dengan metode Total Sampling dengan jumlah responden 19 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikansi α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,044) dan adanya hubungan sikap perawat terhadap kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di kamar operasi Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020 (P-Value = 0,024). Penelitian ini diharapkan menjadi motivasi bagi perawat kamar bedah dalam meningkatkan kualitas pengetahuan dan memperbaiki sikap dalam melaksanakan surgical safety checklist di kamar operasi.
Open AccessGagal ginjal kronik, hemodialisa, Mekanisme koping