Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

85 hasil
Penulis: Armi

hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Demam thypoid atau typhus abdominalis merupakan suatu infeksi akut yang terjadi pada usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pengetahuan dan sikap seseorang dalam upaya pencegahan terdinya demamtyphoid sangat penting. Hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 372 responden dan jumlah sampel 95 responden. Hasil uji statistik menunjukkan tingkat pengetahuan kurang 48 responden (50,5%), dan upaya pencegahan kurang baik 54 responden (56,8%). Disimpulkan tingkat penegetahuan seseorang sangat mempengaruhi sikap dala upaya pencegahan terjadinya demam typhoid. Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. P-Value 0,000 < 0,05.

Open AccessKata Kunci : Demam Typhoid, pengetahuan, dan upaya pencegahan Daftar Bacaan : 20 artikel (Tahun 2017-2022)
oai:ais:skripsi:373Lihat detail

Pengaruh Rebusan Daun Ceri (kersen) terhdap Kadar Gula Darah pada Lansia dengan Diabetes Mellitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN CERI (KERSEN) TERHADAP KADAR GULA DARAH PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI DESA SUKAKERTA TAHUN 2023 xv + 45 Hal + 5 Tabel + 4 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan beberapa penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus. Penurunan ini dapat di sebabkan oleh kandungan dari Daun Kersen yaitu flavonoid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Sukakerta Tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental desaign adalah suatu penelitian yang menggunakan satu kelompok untuk diuji secara pre dan post. Metode yang akan digunakan adalah metode one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta. Sampel penelitian sejumlah 33 lansia. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T-Test didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0,000 0,05 karena nilai P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha di terima karena hasil P-Value 0,05 artinya ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan daun ceri (kersen) terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023.

Open AccessKata Kunci: Rebusan daun ceri (kersen), Kadar gula darah, Lansia
oai:ais:skripsi:492Lihat detail

Hubungan Frekuensi Reminiscence Dengan Tingkat Kesejahteraan Emosional Lansia Dengan Demensia di Posyandu Lansia Wilayah RW 01 Ciriung Kecamatan Cibinong

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan emosional akibat perubahan psikososial yang terjadi selama proses penuaan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menjaga kondisi emosional lansia, salah satunya melalui terapi reminiscence yang berfokus pada pengingatan pengalaman hidup masa lalu yang bermakna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional pada lansia di Posyandu RW 01.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra- eksperimental. Jumlah responden sebanyak 56 lansia. Pengukuran frekuensi reminiscence dilakukan menggunakan Reminiscence Functions Scale (RFS), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan kuesioner kesejahteraan emosional. Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji SpearmanRank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki frekuensi terapi reminiscence pada kategori sedang (48,2%), diikuti kategori tinggi (30,4%) dan kategori rendah (21,4%). Pada variabel kesejahteraan emosional, mayoritas responden berada pada kategori sangat sejahtera (78,6%), sedangkan 21,4% berada pada kategori tidak sejahtera. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional lansia dengan nilai p-value = 0,000(p<0,05). Kesimpulan: Frekuensi terapi reminiscence memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan emosional lansia. Lansia yang lebih sering melakukan reminiscence cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Open AccessReminiscence, kesejahteraan emosional, lansia.
oai:ais:library-item:27713Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Akseptor KB Dalam Pemilihan Kontrasepsi Jangka Panjang di TPMB Bidan Masriani Cikarang Utara Bekasi Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pola kecenderungan pemakaian kontrasepsi di Indonesia ini lebih didominasi oleh penggunaan suntikan dan peminatan terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami penurunan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat akseptor kb dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 100 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 sampel. Hasil angka menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat akseptor KB dengan umur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,714, pengetahuan dengan nilai p value = 0,005 dan nilai OR =3,173, paritas dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,945, dan dukungan suami dengan nilai p value = 0,009 dan nilai OR = 2945. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran yang disampaikan semoga penilitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan peningkatan minat akseptor KB jangka panjang.

Open AccessMinat akseptor KB, MKJP, pengetahuan,umur, paritas, dukungan suami
oai:ais:library-item:25508Lihat detail

Pengaruh Senam Aerobik Low Impact Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus di Kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan gula darah yang melebihi kadar normal. Salah satu penatalaksanaan Diabetes melitus adalah dengan latihan fisik yang dilakukan bersama dengan perawatan medis dapat dianggap sebagai strategi kunci untuk melawan Diabetes melitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Tahun 2023. Metode penelitian: ini adalah penelitian pre-eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian adalah one group pretest-posttest design. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 20 orang. Tempat pelaksanaan penelitian di lapangan wilayah RT 05/05 Kelurahan Nanggewer pada tanggal 17 Juni 2023. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar SOP pengukuran kadar gula darah dan SOP senam aerobik low impact. Data yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan uji univariat, uji normalitas, dan uji bivariat menggunakan uji t dependen. Hasil penelitian: berdasarkan hasil analisis uji hipotesis dengan uji T dependen (Paired-Samples T Test) pada hasil pretest dan posttest menunjukkan nilai t = 13.405 dengan nilai p value = 0,000 ≤ a (0,05), maka ada pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di kelurahan Nanggewer kabupaten Bogor tahun 2023. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan durasi latihan 20 – 60 menit dan frekuensi latihan 3 – 5 hari/minggu untuk mengubah gaya hidup santai atau sedentary life dan memperbaiki kualitas hidup.

Open AccessSenam aerobik low impact, Diabetes melitus, kadar gula darah
oai:ais:library-item:23862Lihat detail

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latian Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p<0.05 yang artinya Ha diterima. Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal.

Open AccessDiabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah
oai:ais:library-item:23847Lihat detail

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Sukakerta Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes Melitus didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan beberapa penyebab yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin. Rebusan daun kersen terbukti dapat menurunkan kadar gula darah untuk penderita diabetes melitus. Penurunan ini dapat di sebabkan oleh kandungan dari Daun Kersen yaitu flavonoid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Ceri (Kersen) Terhadap Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Sukakerta Tahun 2023. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian pre experimental desaign adalah suatu penelitian yang menggunakan satu kelompok untuk diuji secara pre dan post. Metode yang akan digunakan adalah metode one grup pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Populasi penelitian ini adalah lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta. Sampel penelitian sejumlah 33 lansia. Hasil Penelitian: Pada Uji Paired T-Test didapatkan hasil akhir yakni P-Value sebesar 0,000 < 0,05 karena nilai P-Value sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis pada penelitian ini Ha di terima karena hasil P-Value < 0,05 artinya ada pengaruh kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan pemberian intervensi. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian rebusan daun ceri (kersen) terhadap kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Desa Sukakerta tahun 2023.

Open AccessRebusan daun ceri (kersen), Kadar gula darah, Lansia
oai:ais:library-item:23835Lihat detail

Pengaruh Terapi Relaksasi Progesif Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia DM Tipe II di Puskesmas Setia Mekar

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) memperkirakan jumlah penderita DM akan meningkat sebanyak 150%, dengan usia penderita berkisar antara 35-64 tahun pada 25 tahun yang akan datang. Prevelensi diabetes akan diperkirakan meningkat seiring penambahan umur penduduk menjadi 19,9% atau 111,2 juta orang pada umur 65-79 tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Puskesmas Setia Mekar pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes melitus mengalami peningkatan sebanyak 707 kasus atau sekitar (1,24%) dari total penduduk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian relaksasi progesif terhadap kadar glukosa darah sewaktu pada lansia diabetes melitus tipe II di Puskesmas Setia Mekar. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi pada penelitian sebanyak 32 lansia di Puskesmas Setia Mekar dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian ini menjukan ada pengaruh terapi relaksasi progresif terhadap kadar gula darah sewaktu pada lansia dengan P-value (0,000). Kesimpulan: Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu terdapat Pengaruh Terapi Relaksasi Progesif Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia DM Tipe II Di Puskesmas Setia Mekar.

Open AccessDiabetes melitus, Lansia, Relaksasi Progresif
oai:ais:library-item:23845Lihat detail

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Mustikasari Bekasi Timur Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: World Health Organization (WHO), memprediksi peningkatan jumlah penderita diabetes mellitus, salah satu ancaman kesehatan global. Jumlah penderita diabetes meledak setiap tahun , baik di indonesia maupun dunia. Tercatat di data WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta di tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030 (PERKENI, 2015) Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe II. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap kadar gula darah dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di puskesmas mustikasari.

Open AccessDaun Kelor,Diabetes Melitus
oai:ais:library-item:23841Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,000<0,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat.

Open Accesspengetahuan, kepatuhan, penggunaan obat, pasien diabetes
oai:ais:library-item:23659Lihat detail

Hubungan Derajat Ulkus Diabetik Dengan Perubahan Citra Tubuh Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes is a disease caused by the body's inability to make or use insulin properly. Diabetic ulcers are the most feared complication of DM patients. The aim of this study was to determine the relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image of diabetes mellitus patients at Sentra Medika Cisalak Hospital. The benefit is to increase knowledge and scientific insight regarding the relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image in diabetes mellitus patients. The research is an analytical survey with a cross sectional study design. This research was carried out from November 2022 to February 2023 at Sentra Medika Cisalak Hospital, with a sample of 57 diabetes sufferers. The research instrument uses a questionnaire, data collection is based on respondents' answers and researchers' statements and answers to questions consist of a Diabetic Ulcer Observation Sheet and a Body Image Change Questionnaire using a Likert Scale. The analysis used univariate and bivariate analysis with the Chi Square test. The results of the research showed that the frequency distribution of respondents was based on the degree of injury with the majority of respondents being in the category 5 of diabetic ulcers with 32 respondents (56.1%). Frequency distribution of changes in body image of respondents with the majority being maladaptive, 33 respondents (57.9%), indicating that there is a relationship between the degree of diabetic ulcers and changes in body image at Sentra Medika Cisalak Hospital in 2022. It is hoped that through this research the community will adopt a healthier lifestyle. to avoid various risks of diabetes mellitus.

Open AccessDiabetes Mellitus, Diabetic Ulcers, Body Image
oai:ais:library-item:23656Lihat detail

Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Citeureup Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Federasi Diabetes Internasional) Berdasarkan prevalensi diabetes melitus global pada tahun 2019, 463 juta dari total penduduk dunia atau sekitar 9,3% orang dewasa berusia 20-79 tahun menderita diabetes. Lansia yang memderita diabetes melitus sering terbangun di tengah tidurnya dan sering mengeluh bahwa tidak bisa tidur kembali. Sleep Hygiene merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas tidur yang terdiri dari sekumpulan daftar kegiatan dari bagun hingga tetridur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Citeureup Tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan Non-Eksperimen jenis Korelasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional (potong lintang). Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia DM di Puskesmas Citeureup tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik total sampel dengan jumlah responden sebanyak 55 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar quesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian Uji Chi Square didapatkan ada hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Kesimpulan dari peneliti ini yaitu terdapat Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Citeureup,

Open AccessSleep Hygiene, kualitas Tidur, Diabetes mellitus 2
oai:ais:library-item:23643Lihat detail

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Anti Diabetes Dengan Hasil Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Mellitus di Ruang Rawat Inap Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

Book2023Koleksi Perpustakaan

Ketidakpatuhan dalam menjalankan pengobatan pada pasien diabetes mellitus yaitu masalah yang sering dijumpai di rumah sakit. Pasien tidak kontrol lagi ke pelayanan kesehatan, pasien tidak meminum obat anti diabetes melitus karena merasa gula darahnya sudah normal. Jumlah penderita DM dikota depok yang di keluarkan oleh dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 50631 orang, sedangkan menurut data rekam medis di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak Depok prevalensi penderita diabetes mellitus dari bulan September – Oktober yaitu sebesar 187 penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat pada penderita diabetes mellitus dengan kestabilan nilai gula darah sewaktu di ruang rawat inap Tulip RS Sentra Medika Cisalak. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi, dan edukasi bagi pasien penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional dimana penelitian ini menggunakan variable independen yaitu kepatuhan minum obat pada penderita diabetes mellitus, dan kestabilan nilai gula darah sewaktu sebagai variable dependen. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu 187 pasien yang didiagnosa diabetes mellitus. Serta sampel dalam penelitian ini berjumlah 65 pasien. Data yang sudah dilakukan diolah kemudian dilakukan Analisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian dengan menggunakan bantuan software computer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi square yaitu (p = 0,014). Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat pada penderita diabetes mellitus dengan nilai kestabilan gula darah sewaktu.

Open AccessDiabetes Mellitus, Kepatuhan minum obat, Hasil nilai GDS
oai:ais:library-item:23625Lihat detail

Hubungan Dukungan Keluarga dan Tingkat Stres Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien DM Tipe II di Poli Penyakit Dalam RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Menurut WHO Diabetes Melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah serta adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin. Insufisiensi fungsi insulin disebabkan oleh gangguan defisiensi produksi insulin sel beta langerhans kelenjar pankreas, atau kurang responsifnya sel tubuh terhadap insulin. Berdasarkan data hasil studi pendahuluan di RS Sentra Medika Cikarang hasil wawancara dari 15 pasien DM tipe II, 11 diantaranya mengatakan bahwa kurangnya dukungan keluarga dan tingkat stres menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi distribusi frekuensi dukungan emosional, dukungan penghargaan, distribusi instrumental, dukungan informasi, tingkat stres dan kualitas hidup pada pasien. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan observasional sampel penelitian sebanyak 38 pasien. Teknik pengumpulan sampel menggunakan Purposive Sampling. Anlisis yang digunakan berupa uji Chisquare. Hasil penelitian ini menunjukan nilai p value sebesar 0,000 atau < 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II dipoli penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Dan didapatkan hasil dengan p value sebesar 0,002 atau < 0,05 yang bermakna bahwa ada hubungan antara tingkat stress terhadap kualitas hidup penderita DM tipe II dipoli penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Saran adanya pengembangan program baru seperti center DM, dimana salah satu kegiatannya adalah menerapkan pemberdayaan keluarga dalam mengelola tingkat stres untuk perawatan pasein DM tipe II

Open AccessDM tipe II, Dukungan keluarga, Kualitas hidup, Stres
oai:ais:library-item:23597Lihat detail

Hubungan Motivasi dengan Pengendalian Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di Ruang Poli Klinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Book2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi produksi insulin dan kerja insulin. Ambarwati, W.N., Organisasi Kesehatan Dunia. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 pasien dengan jumlah sampel 83 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di ruang poli klinik penyakit dalam RS sentra medika cikarang. Sebagian besar 65 orang (78,3%) memiliki motivasi yang baik sedangkan sebagian kecil 18 orang (21,7%) yang memiliki motivasi kurang baik.Dalam pengendalian kadar gula darah pasien diabetes mellitus didapatkan hasil untuk pasien yang memiliki potensi yang baik dalam mengendalikan kadar gula darah yaitu 83,1% dan untuk pasien yang kurang baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah yaitu 16,9%. Berdasarkan analisa data yang didapatkan hasil uji chi square menunjukan p-value 0,024 (<0.05) yang berarti Ada hubungan motivasi dengan pengendalian kadar gula darah saling berkaitan dengan nilai OR 3.927

Open AccessDiabetes melitus, kadar gula darah
oai:ais:library-item:23598Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Mengendalikan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus di Rawat Jalan RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (2) Diketahui hubungan Pendidikan dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (3) Hubungan Akomodasi dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (4) Hubungan Faktor lingkungan dan sosial dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang (5) Hubungan Model terapi pasien dengan kepatuhan mengendalikan kadar gula darah pada pasien diabtetes millitus di rawat jalan RS. Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan data berupa angka atau bilangan. Penelitian ini diperoleh melalui observasi dan pengumpulan data langsung di RS. Sentra Medika Cikarang. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan adalah Kepatuhan Pasien diabetes melitus dalam mengendalikan kadar gula darah dipengaruhi oleh pendidikan pasien yang rendah sebesar 69,7%, sebagian besar pasien diabetes melitus yang tidak patuh adalah yang tidak di dukung oleh modifikasi faktor lingkungandan sosial sebesar 73,2%, serta perubahan model terapi yang tidak patuh adalah yang tidak berubah sebanyak 72,7%.

Open AccessKepatuhan mengendalikan kadar gula darah
oai:ais:library-item:23603Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telagasari Kabuapaten Karawang Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis.

Open AccessPengetahuan, Motivasi Mengikuti Prolanis
oai:ais:library-item:23419Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Ketepatan Perawatan Luka Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Pasca Rawat Inap di Poli Bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak

Book2023Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dengan gangguan metabolisme tubuh dalam waktu lama yang ditandai dengan kadar gula di dalam darah yang tinggi. Luka diabetik dikategorikan sebagai luka kronis dikarenakan respon inflamasi yang memanjang. Luka diabetik yang tidak sembuh menjadi faktor resiko infeksi yang menyebabkan amputasi bahkan berujung kematian. Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi perawatan luka yaitu usia yang bertambah akan meningkatkan kedewasaan seseorang sehingga seorang dapat berfikir secara lebih rasional, jenis kelamin perempuan lebih peduli didalam melakukan perawatan diri dan berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perawatan diri dari penyakit yang dideritanya, tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir, tingkat pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan perilaku pasien terhadap perawatan luka diabetik, begitu juga dengan dukungan keluarga.Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di poli bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak. Metode Penelitian: Jenis Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistic menggunakan chi square. Hasil penelitian: menunjukkan faktor-faktor yang Berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak adalah usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan nilai p- value kurang dari 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak.

Open AccessDiabetes Melitus, Luka Diabetik, ketepatan perawatan luka, pasca rawat inap
oai:ais:library-item:23376Lihat detail