Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Dispepsia menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (inflamasi). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses asuhan keperawatan pada pasien dispepsia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 48 tahun yang megalami dispepsia. Hasil studi kasus ini ialah ditemukannya gejala klinis pada pasien dispepsia diantaranya nyeri pada abdomen bagian epigastrium, tidak nafsu makan, mual dan rasa ingin muntah, Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan nonfarmakologis relaksasi nafas dalam. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien dispepsia dengan implementasi relaksasi nafas dalam sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan klien mengatakan skala nyeri 0 dan klien tampak rileks. TD: 120/80 mmHg, N: 82x/menit, RR: 20x/menit, S: 36C.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Dispepsia, Nyeri akut
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis merupakan penyakit yang berkaitan dengan mukosa lambung yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada mukosa lambung sehingga proses ini akan merangsang adanya proses inflamasi dilambung. Gastritis dapat menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (penggunaan ibuprofen). Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien berumur 50 tahun yang mengalami gastritis. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien gastritis diantaranya nyeri ulu hati, mual muntah, tidak nafsu makan, perut kembung, dan nyeri epigastrium. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini namun membutuhkan waktu selama 3x24 jam dengan kompres hangat pada area epigastrium. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien gastritis dengan implementasi kompres hangat pada area epigastrium sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi ditandai dengan nyeri berkurang dengan skala nyeri 1, TD : 140 / 90 mmHg, N : 85 x/ menit, RR : 20 x/ menit, S : 36 C.
Open AccessAsuhan Keperawatan, gastritis, nyeri akut.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah penyakit infeksi dari bakteri salmonella thypi bakteri ini menempel pada makanan, kemudian memakan pada saat kondisi imunitas/ kekebalan/daya tahan tubuh menurun atau sedang lemah maka akan mudah tertular, penyakit ini menyerang anak-anak maupun orang dewasa melalui makanan, fases, urine, maupun air yang terinfeksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan hipertermi. Metode penelitian studi kasus dengan menggunakan metode pendeketan penelitian deskriptif. Data yang diperoleh yaitu pemeriksaan fisik pada pasien, keluarga, perawat ruangan, observasi secara langsung. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien demam tifoid dengan masalah keperawatan hipertermi ditemukan adanya klien tampak lemas, kulit tampak kemerahan, akral teraba hangat, suhu 38,3C, trombosit 16 10ul, tes widal (+). Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam didapatkan suhu tubuh klien kembali normal yaitu 36-37,5C. Tindakan keperawatan yang efektif pada penelitian ini adalah water tepid sponge dan tindakan kolaborasi pemberian obat paracetamol. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan hipertermi teratasi ditandai dengan akral teraba dingin, kulit tampak tidak kemerahan, 99/67 mmHg, N = 78x/menit, RR = 20x/menit, S = 36,5C.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Demam Tifoid, Hipertermi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, bagian otak mendapatkan suplai darah membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otak. Tujuan penelitian untuk menggali atau mempelajari proses Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny.S dengan Stroke Iskemik Di Ruang Cysant RS Sentra Medika Cikarang dengan cara komprehensif sesuai dengan kebutuhan pasien. Batasan Masalah pada studi kasus ini penulis hanya membatasi pada Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. S Dengan Dignosa Stroke Iskemik Di Ruang Crysant RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) . Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengkajian menunjukan data-data untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami anggota sebelah kanan tidak dapat digerakan, tampak tidak dapat melakukan aktivitas, kekuatan otot bagian kanan 1 1 dan kiri 3 3. Saran diharapkan klien dapat melakukan latihan rentan gerak teratur, melakukan aktivitas dan olahraga teratur, atur pola makan sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kesimpulan dari data data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Stroke Iskemik.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk
Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi
dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes
Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif.
Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus
tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui
wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya
masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan
GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H
yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini
diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini
dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.
Open Accessasuhan keperawatan medikal bedah, gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah,
hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II, Saran dan Kesimpulan.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke Hemoragik menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seseorang pasien berumur 51 tahun yang mengalami stroke hemoragik. Hasil studi kasus ini ialah ditemukan klien sulit menggerakan kaki dan tangan bagian kanan, kekuatan otot menurun, kaku sendi. Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan nonfarmakologi latihan gerak sendi range of motion (ROM). Kesimpulan : tindakan yang dilakukan pada pasien stroke dengan implementasi range of motion ROM cukup efektif namun perlu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk teratasinya dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian ditandai dengan klien mengatakan kekuatan otot 4444 4444 5555 5555, kaku sendi menurun.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Stroke Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisik
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia yang diperkirakan 30% penduduk dunia menderita anemia, anemia menyebabkan timbulnya masalah keperawatan yaitu perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan anemia. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami anemia. Hasil didapatkan bahwa lemas, sesak yang dirasakan klien berkurang. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif teratasi sebagian ditandai dengan klien terlihat ceria, tekanan darah sistolik dan distolik meningkat, hemoglobin dalam rentang normal, TD = 110/ 80 mmHg, N = 90x/ menit, RR = 20x/ menit, SpO2 91, S = 36,4C.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Anemia, Perfusi Perifer Tidak Efektif
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal jantung kongestif atau disebut dengan Congestif Heart Failure (CHF) adalah suatu sindrom kompleks yang terjadi akibat gangguan jantung yang merusak kemampuan ventrikel untuk mengisi dan memompa darah secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami penurunan curah jantung. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukanya gejala klinis pada pasien gagal jantung kongestif diantaranya sesak nafas, edema perifer, cepat lelah selama aktivitas, dada berdebar-debar pada saat aktivitas, peningkatan enzim ALT/SGPT, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama : masalah keperawatan penurunan curah jantung akibat penyakit gagal jantung kongestif. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini monitor saturasi oksigen, periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas, memberikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen, kolaborasi pemberian obat furosemide, dan tindakan mandiri dengan posisi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan penurunan curah jantung teratasi dengan tidak sesak nafas, edema pada kedua kaki pasien sudah tidak ada, TTV dalam batas normal TD: 120/80 mmHg, N : 80x/menit, S: 36,70C, RR : 22x/menit.
Open AccessAsuhan Keperawatan,Gagal Jantung Kongestif, Penurunan Curah Jantung.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis yang ditularkan melalui udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Salah satu tanda dan gejala tuberkulosis paru adalah batuk disertai dahak dan akan menimbulkan bersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan penelitian ini mengetahui asuhan keperawatan pada pasien tuberkulosis paru dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus dengan seorang pasien berumur 71 tahun yang mengalami tuberkulosis paru. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukannya gejala klinis pada pasien tuberkulosis paru adanya klien tampak gelisah, batuk disertai dahak dan sesak napas, dan terdapat suara napas tambahan yaitu ronkhi, Tindakan keperawatan yang efektif pada kasus penelitian ini adalah tindakan dengan latihan batuk efektif. Kesimpulan tindakan yang dilakukan pada pasien tuberkulosis paru dengan implementasi latihan batuk efektif sangat efektif dalam mengatasi keperawatan utama dengan evaluasi terakhir masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif teratasi ditandai dengan klien mengatakan sudah tidak batuk dan sesak napas, klien terlihat nyaman dan membaik.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Tuberkulosis paru, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Masalah keperawatan yang sering muncul pada individu lanjut usia (lansia) dengan hipertensi salah satunya adalah nyeri
akut. Nyeri akibat hipertensi memicu ketidaknyamanan dan perasaan tidak menyenangkan pada lansia akibat terjadinya
vasokonstriksi dan gangguan sirkulasi serta resistensi pada pembuluh darah otak yang meningkat. Studi kasus terkait
intervensi yang tepat terhadap lansia dengan gangguan nyeri akut belum banyak tersedia, sehingga penting untuk
dilakukan. Metode yang digunakan adalah studi kasus memalui wawancara dan observasi yang dianalisa secara deskriptif
yang dilakukan pada tanggal 22 Agustus 2022. Subyek studi ini yakni satu orang klien (Ny. E) yang mengalami hipertensi
dengan gangguan nyeri akut. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa manajemen nyeri menggunakan teknik
nonfarmakologis dengan pemberian terapi relaksasi nafas dalam untuk mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh,
kecemasan, sehingga dapat mencegah menghebatnya stimulasi nyeri. Hasil menunjukkan skala nyeri pada klien
mengalami penurunan dari skala 6 menjadi skala 2, tanda vital kembali normal dan subjek tampak rileks. Dapat
disimpulkan bahwa pemberian terapi relaksasi tarik napas dalam dapat berpengaruh terhadap skala nyeri lansia dengan
hipertensi.
Open AccessAsuhan Keperawatan Gerontik, Nyeri Akut, Hipertensi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis umumnya dikenal sebagai "maag" atau nyeri ulu hati ini terjadi akibat dari peradangan pada mukosa lambung dan dapat menyebabkan pembengkakan mukosa lambung sampai pelepasan epitel mukosa superfisial ini bisa menjadi penyebab utama gangguan pencernaan. Pelepasan epitel dapat merangsang munculnya proses inflamasi di perut, ditandai dengan mual dan muntah, nyeri, pendarahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan atau sakit kepala, kebanyakan orang dengan gastritis mengeluh nyeri kuadran kiri atas, yang biasanya terjadi dikalangan remaja disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau tidak sehat serta kehidupan tidak teratur yang tidak terkendali dan stres yang berlebihan.
Dengan memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam pada nyeri akut yang disebabkan karena penyakit gastritis, agar pasien secara mandiri dapat melakukan dirumah. Dilakukan selama 3 hari pada Nn. A dan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik metodologi keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mengajarkan dan menerapkan teknik relaksasi nafas dalam
Open Accessasuhan keperawatan dengan gastritisteknik relaksasi nafas dalam, kompres hangat
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Striktur uretra yaitu merupakan penyempitan yang disebabkan oleh jaringan parut, mengakibatkan uropati obstruktif disfungsi saluran kemih menggunakan konsekuensi yang berpotensi serius untuk saluran kemih (Anjar et al., 2019). Metode penelitian ini mengguanakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami striktur uretra. Hasil studi kasus yang ditemukan klien mengeluh sensasi penuh pada kandung kemih, disuria. Diagnosa prioritas yaitu retensi urin berhubungan dengan peningkatan tekanan uretra. Intervensi identifikasi tanda dan gejala retensi urin, ajarkan teknik relaksasi nafas dalam. Kesimpulan : penelitan ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian terakhir masalah keperawatan retensi urin teratasi ditandai dengan sensasi penuh pada kandung kemih menurun, rasa cemas, klien terlihat lebih rileks.
Open AccessAsuhan Keperawatan, striktur uretra, retensi urin, peningkatan tekanan uretra.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Asma adalah penyakit heterogen dan kronis yang menyerang saluran napas dan paru-paru dengan berbagai tingkat kesulitan bernapas, mengi dan sesak napas (Hutomo, Setyo Cahyaning, Yoga Priastomo, Dheni Koerniawan Kirana Patrolina Sihombing, 2021). Penelitian ini bertujuan menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada asuhan keperawatan dengan respirasi : bersihan jalan nafas tidak efektif pada Tn. N dengan asma bronkial. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap dewasa jasmine RS. Sentra Medika Cikarang pada bulan mei sampai juni 2022. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan deskriptif. Kesimpulannya bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi dengan berbagai tindakan asuhan keperawatan yang telah dilakukan.
Open Accessasuhan keperawatan, respirasi, bersihan jalan nafas tidak efektif, asma bronkial
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus lalu mengigit ketubuh seseorang dan menyebabkan tubuh seseorang menjadi
lemah, setelah virus masuk ketubuh seseorang virus akan berkembang biak dikelenjar limfe. Karna jumlah virus sudah
cukup banyak maka akan menunjukkan gejala klinis yang terjadi sekitar 4 sampai dengan 6 hari sesudah masuknya virus.
Tujuan studi ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan hipertermi meliputi pengkajian,
diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi
kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang klien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama
yaitu hipertermi dengan intervensi kompres hangat selama 3 hari. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
hasil evaluasi diagnosa hipertermi teratasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil yang ditetapkan. Kesimpulan dari pemberian
kompres air hangat sebanyak 1 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan buli-buli yang berisi air dengan suhu 40C45C
rentang
waktu
tidak
boleh
lebih
dari
20
menit,
hasil pada perlakuan kompres hangat seseorang terlihat nyaman dan
terjadi perpindahan panas pada tubuh klien. Hal tersebut dubuktikan dengan terjadinya perpindahan panas tubuh pada klien
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
Open Accessasuhan keperawatan, dengue hemorrhagic fever, hipertermi, kompres hangat.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode asuhan keperawatan gerontik pada klien dengan gangguan rasa nyaman (nyeri akut) akibat hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih RT 003 / RW 005, Cikarang Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny. S) yang mengalami hipertensi dengan masalah nyeri akut. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami pusing dan nyeri bagian belakang kepala sampai menjalar ke pundak, nyeri seperti ditusuk-tusuk, sering merasa pusing, tampak meringis kesakitan menahan nyeri, TD: 153/97 mmHg, Nadi 76x/menit, RR: 20x/menit, S: 36,5C, . Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil nyeri dan pusing berkurang/ mulai menghilang, TTV Kembali normal dan tapak rileks.
Open AccessAsuhan Keperawatan Gerontik, Nyeri Akut, Hipertensi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu membawa atau melakukan fungsi normal dari produk sisa metabolisme tubuh,
karena gangguan ekskresi ginjal, serta gangguan fungsi endokrin, metabolisme dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk
mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang
komprehensif pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan
seorang pasien yang mengalami gagal ginjal kronik. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien gagal
ginjal kronik diantarannya sesak nafas, adanya edema perifer, penambahan berat badan jangka pendek, penurunan kadar
Hb/Ht, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama masalah keperawatan cairan : Hipervolemia akibat penyakit gagal ginjal
kronik. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini menghitung balance cairan, menimbang berat badan dalam waktu yang
sama, membatasi cairan dan tindakan mandiri dengan posisi semi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang
dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi
akhir masalah keperawatan hipervolemia teratasi dengan edema pada kaki pasien sudah tidak ada, Balance cairan 250 ml ,
tidak sesak lagi, TTV dalam batas normal TD : 145/80 mmHg, S: 36,2C, N : 88 x/menit, RR : 22 x/menit
Open AccessAsuhan Keperawatan, Gagal Ginjal Kronik, Hipervolemia
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Karakteristik menurut Boeree, 2010 merupakan segala sesuatu ciri khas seseorang dalam berkeyakinan, bertindak,
seta merasakan. Setiap ruangan memiliki karakteristik perawat yang berbeda sesuai dengan kondisi pasien yang
dilayani seperti di ruangan poliklinik selama pandemi covid-19 perawat merasa cemas bahkan stress karena perawat
poliklinik tidak dilengkapi alat pelindung diri. Peneltian ini bertujuan untuk mengindentifikasi adanya hubungan
karakteristik perawat terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid-19 di
Poliklinik RS X. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross
sectional.Sampel yang di gunakan sebanyak 67 perawat dengan tekhnik pengambilan Total Sampling. Analisis data
yang digunakan Uji Chi Square.Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, masa kerja, dan tingkat
pendidikan. Penelitian ini menggunakan data primer. Hasil penelitan nya yaitu ada hubungan masa kerja perawat
terhadap stress dalam memberikan asuhan keperawatan di masa pandemic covid -19.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Perawat, Pandemi Covid19, Poliklinik
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
Open AccessNyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Epilepsi merupakan gangguan pada sitem saraf pusat yang ditandai dengan timbulnya bangkitan epileptik dengan dampak neuorobiologik, kognitif, psikologik, dan social. Menurut WHO sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi adalah tiga kali lebih tinggi dari pada populasi pengobatan. (WHO dalam Dewi, 2020 ). Tujuan penelitian ini untuk menggali/mempelajari Asuhan keperawatan dengan keamanan dan proteksi : Resiko jatuh dengan epilepsy. Penelitian dengan metode studi kasus, paritisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami epilepsi. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien tampak lemas, kekuatan otot menurun mempunyai riwayat kejang durasi < 5 detik implementasi yang dilakukan menaikan handrail tempat tidur pasien dan mengunci roda tempat tidur pasien, memasangkan gelang berawarna kuning untuk mengidentifikasi resiko jatuh. Kesimpulan studi kasus ini masalah resiko jatuh pada pasien dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah paham tentang resiko jatuh saran bagi perawat ruangan untuk lebih meningkatkan pelayanan seperti memberikan edukasi dan pemahaman pada klien dengan gangguan keamanan dan proteksi : resiko jatuh pada epilepsi.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Epilepsi, Resiko Jatuh
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Mastoiditis Kronik adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah, jika tidak diobati dapat terjadi osteomielitis. (Brunner & Suddarth, 2015). Dalam skala internasional bahwa pada tahun 2011 terdapat 250 juta (4.3%) penduduk dunia menderita Mastoiditis, 75 sampai 140 juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilakukan secara komperhensif pada klien yang mengalami Gangguan Rasa Nyaman dan Keamanan : Nyeri Akut Dengan Mastoiditis Kronik. Penelitian dengan metode kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami mastoiditis. Hasil studi kasus yang ditemukan klien mengeluh nyeri dibagian belakang telinganya, nyeri saat dikaji skala nyeri 6. Diagnosa prioritas yaitu nyeri akut berhubungan dengan infeksi. Intervensi identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik nafas dalam. Evalusi masalah nyeri akut pada klien dapat teratasi dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, skala nyeri klien 1. Kesimpulan : masalah nyeri akut pada klien teratasi setelah dilakukan tindakan selama 3 hari. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dan kenyamanan dalam menangai pasien dengan nyeri akut terhadap mastoitids kroink
Open AccessAsuhan Keperawatan, Mastoiditis Kronik, Nyeri Akut