Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

41 hasil
Penulis: Musmundiroh

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang Seks Bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak – anak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik dan emosional serta penyesuaian sosial di masa dewasa. Pengetahuan remaja tentang seks bebas sangat penting, karena menyangkut kesehatan reproduksi, kesehatan mental dan juga masa depan mereka. Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pendidikan Kesehatan Reproduksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X dan XI di SMAN 1 Cikarang Pusat, populasi sebanyak 864 responden, sample sebanyak 100 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko yaitu remaja tengah (usia 15 – 17 tahun) sebanyak 41,5% (P - value 0,000) OR 73,750 (CI 95%: 18,227 – 298,412) pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko yaitu pada perempuan sebanyak 36,8 % (P - value 0,000) OR 9,383 (CI 95%: 3,489 – 25,236) pada responden yang memiliki kurangnya sumber informasi sebanyak 39,5 % (P - value 0,000) OR 6,261 (CI 95%: 2,500 – 15,682) pada responden yang memiliki lingkungan yang buruk sebanyak 41,5 % (P - value 0,000) OR 5,147 (CI 95%: 2,097 – 12,630) dan pada responden yang memiliki teman sebaya negatif sebanyak 44,9 % (P - value 0,000) OR 6,391 (CI 95%: 2,536 – 16, 104). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara usia remaja, jenis kelamin, sumber informasi/media massa, lingkungan dan teman sebaya terhadap pengetahuan remaja tentang seks bebas di SMAN 1 Cikarang Pusat, remaja di harapkan untuk memilih lingkungan serta media informasi yang baik bagi perkembangan perilaku seksual untuk menghindari penyimpangan atau perilaku seks di luar nikah.

Open AccessPengetahuan, Remaja, Seks Bebas, Sumber Informasi, Lingkungan
oai:ais:library-item:27000Lihat detail

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Infertilitas Pada Wanita Usia Subur di Desa Sukaragam Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Infertilitas merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh pasangan usia subur yang dapat berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, maupun ekonomi, infertilitas dibedakan menjadi primer dan sekunder. Gaya hidup tidak sehat seperti pola makan buruk, merokok, konsumsi alkohol/kafein berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres, dan pola tidur buruk merupakan Salah satu faktor yang diyakini dapat mempengaruhi hormon, ovulasi, serta kualitas sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan jumlah sampel 100 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebanyak 53 responden atau 53% yang memiliki gaya hidup buruk, dan dari kelompok ini sebanyak 49,1% mengalami infertilitas. Sementara itu, hanya 17% wanita dengan gaya hidup baik yang mengalami infertilitas. Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan kejadian infertilitas (p = 0,001) dengan perolehan nilai OR yaitu 4.694 menunjukan adanya hubungan yang signifikan secara statistik. Selain itu, karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas berusia <35 tahun (73%), menikah ≤5 tahun (60%), berpendidikan rendah (62%), dan tidak bekerja (53%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya hidup berhubungan signifikan dengan kejadian infertilitas pada wanita usia subur di Desa Sukaragam, di mana responden dengan gaya hidup buruk memiliki risiko lebih tinggi mengalami infertilitas primer.

Open Accessinfertilitas, gaya hidup, wanita usia subur, kesehatan reproduksi
oai:ais:library-item:27018Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Pasca Operasi Sectio Caesaria Pada Ibu Nifas di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyembuhan luka pasca operasi sectio caesarea (SC) merupakan proses penting dalam masa nifas yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti usia, status gizi, mobilisasi, pendidikan, dan adanya penyakit penyerta. Penyembuhan luka yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko infeksi maupun komplikasi lain. Subyek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi adalah seluruh ibu nifas pasca operasi SC, dengan sampel sebanyak 59 responden yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi usia, pendidikan, status gizi, mobilisasi, dan penyakit penyerta. Variabel dependen adalah penyembuhan luka pasca operasi SC. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status gizi (p=0,000), mobilisasi (p=0,004), pendidikan (p=0,011) dan sumber informasi(p=0,000) dengan penyembuhan luka pasca operasi SC. Sementara itu, usia (p=0,261) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka pasca operasi SC pada ibu nifas di RS Sentra Medika Cikarang adalah status gizi, mobilisasi, dan pendidikan dan sumber informasi.

Open Accesspenyembuhan luka; sectio caesarea; ibu nifas; faktor-faktor
oai:ais:library-item:27015Lihat detail

Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Pada Balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Status gizi dan perkembangan anak usia dini merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Balita dengan status gizi kurang memiliki risiko tinggi mengalami keterlambatan perkembangan, baik secara fisik maupun kognitif. Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berperan penting dalam memantau kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah balita usia 1–3 tahun di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 50 balita. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square karena data berdistribusi tidak normal. Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (86%) dan perkembangan yang normal (90%). Balita dengan gizi kurang cenderung mengalami perkembangan meragukan atau menyimpang (71,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan balita. Terdapat hubungan antara status gizi dengan perkembangan fisik dan kognitif pada balita di Posyandu Mawar 9 Perum Indo Alam Desa Tegal Sawah tahun 2025. Pemantauan gizi dan perkembangan secara berkala di posyandu sangat penting untuk deteksi dini gangguan tumbuh kembang anak. Orang tua diharapkan lebih memperhatikan asupan gizi anak, dan kader posyandu dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan stimulasi perkembangan.

Open AccessPerkembangan Balita, Status Gizi
oai:ais:library-item:27014Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri di SDN Wanajaya 03 Cibitung Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan yang terkait dengan menarche menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja perempuan, terutama disebabkan oleh kurangnya akses pada informasi yang akurat dan menyeluruh mengenai menstruasi pertamanya. Menarche yang terjadi tanpa adanya persiapan dapat menjadi sumber rasa cemas dan takut yang berpengaruh langsung pada kesiapan mental serta emosional remaja putri saat menghadapi perubahan fisik yang muncul. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai menarche, sehingga tingkat kecemasan pada tahap ini cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media cetak, seperti booklet, yang dianggap praktis dan mudah dipahami Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap tingkat kecemasan menarche pada remaja putri. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Terdapat 109 responden yang diambil sebagai sampel melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Uji normalitas dilaksanakan dengan Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisis data menggunakan Uji T-parametik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan (9,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan menarche. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah dasar agar remaja putri lebih siap menghadapi menstruasi dengan pemahaman yang benar dan sikap yang positif.

Open Accesspankes, kecemasan, menarche, menstruasi, remaja
oai:ais:library-item:26973Lihat detail

Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Menopause merupakan fase alamiah yang akan dialami oleh semua Wanita biasanya terjadi diatas usia 45-55 tahun. Menopause ini adalah dalam fase peralihan menuju masa non produktif dari masa produktif, dengan berhentinya menstruasi seorang wanita merupakan suatu tanda yang akan mempengaruhi kualitas hidup seorang wanita ( Widaningsih,I., 2022). Data WHO bahwa sekitar 1,2 milyar wanita berusia diatas 50 tahun pada 2030 yang akan datang, di Asia ada peningkatan Wanita menopause sebanyak 373 juta jiwa. Kualitas hidup atau quality of life (QOL) setiap wanita berbeda-beda.Tujuan penelitian Mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Lokasi penelitian di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa Karang Asih Cikarang Utara Kab. Bekasi. Populasi 60 responden dan jumlah sampel 60 responden. Tehnik pengambilan sampel dengan Total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner MENQOL (Menopause Spesific Quality of Life Questionare), serta lembar kuesioner untuk dukungan suami dan dukungan teman sebaya dan kuesioner aktivitas fisik. Analisis yang digunakan uji Chi Square dilanjutkan dengan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian ini berdasarkan uji Chi-Square dengan SPSS ada hubungan pendidikan dengan kualitas hidup P=0,00, OR 3,923, Ada hubungan Dukungan Suami dengan kualitas hidup P=0,00, OR ,043, ada hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan kualitas hidup P=0,00, OR 20,000, ada hubungan Aktivitas Fisik dengan kualitas hidup P=0,00, OR 53,833 dengan kualitas hidup.Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan, dukungan suami, dukungan teman sebaya, aktivitas fisik dengan kualitas hidup menopause di Klinik Central Medika 2 Cikarang Desa karang Asih Kec.Cikarang Utara Kab Bekasi Jawa Barat Tahun 2025. Saran ibu menopause perlu meningkatkan kesehatan dan dukungan sosial, sementar tenaga kesehatan diharapkan memperkuat edukasi serta penelitian selanjutnya diperluas agar lebih komprehensif.

Open AccessKualitas Hidup, Menopause
oai:ais:library-item:27026Lihat detail

Pengaruh Pijat Bayi Pada Kualitas Tidur Bayi Usia 0-12 Bulan di TPMB Bidan Nur Asiah di Perumnas Blok LD No. 18 di Karawang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Pijat bayi merupakan perawatan kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga dapat meningkat kan kualitas tidur, Masalah tidur pada bayi dan balita sebagian besar seperti kesulitan untuk tidur, bangun saat malam disertai anak mudah menangis. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pijat pada bayi 0-12 bulan Di TPMB Bidan Nur asiah Di Perumnas Blok LD No 18 Di Karawang. Subyek dan metode: Menggunakan Metode kuantitatif dengan dengan desain preetest dan posttest. Populasi dalam penelitian 40 bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Kualitas tidur bayi 0-12 bulan dengan kategori kurang tidur terdapat 32 bayi dan balita (80%), dan kategori kualitas cukup tidur terdapat 8 bayi (20%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai p = 0.000 (p < 0.05), yang berarti terdapat adanya pengaruh pijat pada kualitas tidur bayi usia 0- 12 bulan. Kesimpulan: Pemijatan pada bayi sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala, dimulai dari usia 0 bulan, minimal setiap satu bulan 2 kali, baik itu oleh orang tua maupun oleh tenaga profesional yang sudah bersertifikat

Open AccessPijat Bayi, Usia 0-12 bulan, Kualitas tidur
oai:ais:library-item:27032Lihat detail

Pengaruh Edukasi Melalui Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan WUS Tentang Pencegahan Stunting di Posyandu Bougenville Wilayah Desa Cicau Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu indikator masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Kurangnya pengetahuan WUS tentang gizi dan pola asuh menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka stunting. Tujuan: Mengetahui pengaruh media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Posyandu Bougenville, Desa Cicau, Tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 70 WUS, dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan posttest. Penyuluhan dilakukan menggunakan media audio visual, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan WUS dari 45,21 sebelum intervensi menjadi 80,29 sesudah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan WUS. Kesimpulan: Media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting karena mampu menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami melalui kombinasi gambar, suara, dan gerak. Saran: Tenaga kesehatan dan kader posyandu disarankan untuk menggunakan media audio visual dalam kegiatan penyuluhan, khususnya terkait gizi dan kesehatan anak, untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di masyarakat.

Open AccessStunting, Pengetahuan, WUS, Media Audio Visual
oai:ais:library-item:26953Lihat detail

Pengaruh Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keputihan Pada Remaja Putri di SMPN 1 Karang Bahagia Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Keputihan merupakan keluarnya cairan bukan darah yang keluar dari jalan lahir, dan mempunyai ciri-ciri seperti berbau atau tidak, berwarna atau tidak, kental atau cair, dan gatal atau tidak. Keputihan dibedakan menjadi dua kategori: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Karang Bahagia Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana remaja putri SMPN 1 Karang Bahagia tahun 2024 akan semakin mengetahui tentang keputihan akibat menonton video eduksi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Hasil : Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi dengan media video mengenai keputihan dengan 80 responden didapatkan, 53 (66.3%) responden sedangkan pengetahuan baik yaitu 27 (33.8%) responden. Terdapat peningkatan menjadi 80 (100%) responden karena dilakukan edukasi dengan media video tentang keputihan yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Hasil analisisis dengan uji Paired T-test ada pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan keputihan dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = diterima, ada pengaruh yang antara peningkatan pengetahuan dengan media video. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai masalah keputihan.

Open AccessPengetahuan, Keputihan, Remaja, Media Video
oai:ais:library-item:25573Lihat detail

Pengaruh Pemberian Temulawak Madu Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Dengan Gizi Kurang di Desa Solokan Wilayah Kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah pada nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian temulawak madu terhadap peningkatan nafsu makan pada balita dengan gizi kurang. Penelitian ini berjenis kausalitas dengan metode penelitian kuantitatif quasi eksperiment. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner CEBQ. Populasi sasaran adalah balita dengan gizi kurang di Desa Solokan wilayah kerja Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang. Subjek penelitian terdiri dari 42 balita gizi kurang, diperoleh menggunakan total sampling. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian temulawak madu sebagai variable independent dan peningkatan nafsu makan balita dengan gizi kurang sebagai dependent variable. Pengukuran variable menggunakan one grup pretest-post test. Analisa data menggunakan analisis bivariat dan analisis unvariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nafsu makan balita sebelum diberikan temulawak madu dan sesudah diberikan temulawak madu. Hal ini dibuktikan dari jumlah balita dengan nafsu makan baik meningkat yaitu sebelum pemberian temulawak madu sebesar 9.5%, sedangkan sesudah diberikan temulawak madu jumlah balita dengan nafsu makan baik sebesar 83.3%. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa temulawak madu dapat digunakan sebagai alternatif untuk memperbaiki nafsu makan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.

Open AccessTemulawak Madu, Nafsu Makan, Balita, Gizi Kurang
oai:ais:library-item:25564Lihat detail

Pengaruh Pemberian Serbuk Taburia Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Penelitian ini dilakukan karena banyaknya balita memiliki masalah gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian serbuk taburia terhadap peningkatan berat badan pada balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen pre-post test only one group. Alat pengumpul yang digunakan adalah kuisioner. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi. Populasinya adalah balita dengan gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Sukatani. Sampel penelitian terdiri dari 67 balita gizi kurang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah pemberian serbuk taburia sebagai variable independent dan peningkatan berat badan balita gizi kurang sebagai variable dependen. Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Berdasarkan tabel output hasil uji t, diperoleh nilai sig = 0.000 yang berarti lebih kecil dari a 0.05, dapat disimpulkan bahwa Ho Ditolak dan Ha diterima. Artinya, Ada Pengaruh Pemberian Serbuk Taburia Terhadap Peningkatan Berat Badan Balita Gizi Kurang Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Tahun 2024. Dengan demikian, serbuk taburia dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan berat badan balita, sehingga pemberian makan pada balita dapat optimal.

Open AccessTaburia, Peningkatan BB, Balita, Gizi Kurang
oai:ais:library-item:25565Lihat detail

Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di TPMB Bidan Wiwin Wulandari Cikarang Utara Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) memperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan di seluruh dunia, dan 20 juta perempuan mengalami kesakitan saat persalinan dan tahun 2013 diperkirakan di seluruh dunia terdapat sekitar 873.000 angka kematian ibu akibat masalah persalinan. Dari jumlah tersebut, 99% diantaranya terjadi di Negara-negara berkembang. Dalam persalinan sering kali juga timbul rasa cemas, panik, dan takut rasa sakit yang luar biasa yang dirasakan ibu yang dapat mengganggu proses persalinan dan mengakibatkan lamanya proses persalinan yang menimbulkan partus macet (Kurniasih, 2020). Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di TPMB Bidan Wiwin Wulandari. Metodologi: Penelitian menggunakan metode Pre-Eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling sebanyak 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisa data menggunakan Paired T-test. Hasil Penelitian: menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin Di TPMB Bidan Wiwin sebelum di berikan aromaterapi Lavender mengalami nyeri sedang sebanyak 26 responden (88,6%) dan yang mengalami Nyeri ringan sebesar 4 responden (11,4%). Nilai p=0.001 0.05 (P<0.05 yang berarti ada pengaruh pemberian aromatrapy lavender terhadap penurunan tingkat nyeri kala 1 pada ibu bersalin. Hal ini menunjukkan bahwa aromaterapi Lavender dapat menurunkan frekuensi nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif. Simpulan dan saran: Ada pengaruh Aromaterapi Lavender Terhadap Nyeri Persalinan kala I Fase Aktif. Diharapkan bidan dapat menerapkan aromaterapi lavender sebagai metode nonfarmakologis yang mudah dan praktis sebagai salah satu alternatif dalam mengurangi nyeri persalinan.

Open AccessNyeri Persalinan Kala I Fase Aktif, Aromaterapi Lavender
oai:ais:library-item:25562Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Kedung Waringin Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Jumlah kasus kematian disebabkan oleh HIV-AIDS di kalangan remaja secara global menunjukkan status yang mengkhawatirkan. Data statistik menyebutkan setiap harinya terdapat 4000 kasus termasuk 1100 kasus di usia remaja (15 sampai 24 tahun) terpapar HIV-AIDS. Tujuan: Untuk meneliti adanya pengaruh metode pendidikan kesehatan mengenai HIV-AIDS dengan media Audio visual terhadap pengetahuan remaja di SMAN 1 Kedung Waringin. Metode: Jenis penelitian ini adalah pre eksperimental dengan rancangan pretest- posttest one grup design, Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa-siswi di SMAN 1 Kedung Waringin kelas XI yang berjumlah 316 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 85 remaja menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Instrament penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan untuk analisis bivariate adalah uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden sebagian besar dengan gender perempuan (58,82%). Sedangkan pada umur responden sebagian besar berusia 16 tahun adalah (81,18%), Hasil uji bivariaet dengan nilai p-value- 0,000, di mana hal tersebut menunjukkan terdapat pengaruh dengan meningkatnya nilai rata-rata pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Kesimpulan: Penelitian ini menyatakan bahwa pendidikan kesehatan mengenai pencegahan HIV-AIDS pada remaja dengan menggunakan media audio visual berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan remaja di SMAN 1 Kedung Waringin.

Open AccessAudio Visual, Pengetahuan, HIV-AIDS.
oai:ais:library-item:25569Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Personal Hygiene Organ Reproduksi Eksterna Pada Remaja Putri di SMAN 3 Cikarang Utara Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Fenomena saat ini berdasarkan data survei World Health Organization (WHO) di berbagai negara, remaja putri mempunyai permasalahan terhadap reproduksinya salah satunya pruritus vulvae, sedangkan data statistik di Indonesia dari 43,3 juta jiwa remaja putri mengalami pruritus vulvae karena menstrual hygiene buruk. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku personal hygiene organ reproduksi eksterna pada remaja putri di SMAN 3 Cikarang Utara tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel yang di tentukan pada saat penelitian dilakukan sebanyak 81 orang siswi SMAN 3 Cikarang Utara Tahun 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil : analisis bivariat ada hubungan pengetahuan P-Value 0,000, sikap P-Value 0,011, keterpaparan informasi P-Value 0,009, dukungan keluarga P-Value 0,007, menarche P-Value 0,018, dan BMI P-Value 0,017 dengan perilaku perawatan remaja putri terhadap personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita yaitu semua nilai P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan : ada hubungan bebas pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluara, menarche dan BMI dengan perilaku perawatan remaja putri terhadap personal hygiene organ reproduksi eksterna wanita di SMAN 3 Cikarang Utara tahun 2023. Saran penelitian ini diharapkan remaja putri dapat meningkatkan semangat belajar dalam menambah pengetahuan dan pemahaman tentang perawatan organ reproduksi eksterna dalam personal hygiene.

Open AccessPengetahuan, Remaja Putri, Personal Hygiene
oai:ais:library-item:25247Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Terhadap Penularan HIV di Tempat Praktik Mandiri Bidan Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah jenis virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS (Acquired immonodeficiency syndrom) merupakan stadium paling akhir dalam perjalanan penyakit ini. HIV menyerang sel darah putih yang ada ditubuh manusia kemudian melemahkan sistem kekebalan tubuh. Di Jawa Barat pada bulan Oktober tahun 2022 angkas kasus HIV sebanyak 57.914 dan AIDS sebanyak 12.353. Pengetahuan ibu hamil akan HIV akan sangat mempengaruhi perilaku ibu tersebut, baik untuk pencegahan pada saat ibu hamil tersebut dinyatakan negative HIV maupun pada saat ibu dinyatakan positif HIV. Pengetahuan ibu hamil terhadap HIV akan mempengaruhi kesehahteraan ibu dan janinnya baik secara fisik maupun psikologis. Adapun tujuan umumnya ntuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik, Desain yang digunakan adalah cross sectional. Dimana variabel independent ( pendidikan, usia, pekerjaan, sumber informasi) sedangkan variabel dependent (pengrtahuan ibu hamil terhadap penularan HIV). Populasi dalam penelitian ini adalah 125 ibu hamil yang melakukan ANC di TPMB Romi peirode bulan Juli-November 2023. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin didapat 55 sampel dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner berupa kuesioner. Data dianalsis dengan menggunaka uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV di Tempat praktik Mandiri Bidan Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023 adalah pendidikan (p=0.027), usia (p=0.003), pekerjaan (p=0.001), dan sumber informasi (p=0.022). Dari 4 variabel tersebut, semua variabel saling berhubungan. Diharapkan responden lebih pahamtentang penyakit HIV dan penularannya. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pendidikan, usia, pekerjaan, dan sumber informasi dengan pengetahuan ibu hamil terhadap penularan HIV Di Tempat Praktik Mandiri Bidan Romi Serang Baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Disarankan pada ibu hamil memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan mencari informasi terkait penularan HIV ke fasilitas kesehatan terdekat jika masih ada yang belum mengerti.

Open AccessPenularan HIV, Ibu Hamil
oai:ais:library-item:24810Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Suklus Menstruasi Kelas X Islam di SMK Al-Amin Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Siklus menstruasi rata-rata terjadi antara 21-35 hari, walaupun hal ini berlaku namun, tidak semua perempuan memiliki siklus menstruasi yang sama. Siklus menstruasi juga merupakan indikator penting dalam menunjukkan adanya gangguan sistem reproduksi yang nantinya dapat dikaitkan dengan peningkatan resiko berbagai penyakit dalam sistem reproduksi, salah satunya kanker rahim dan infertilitas. Penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan total responden 121. Bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,000) dan Sumber informasi (P= 0,022). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur dan sumber informasi terhadap pengetahuan siklus mentruasi remaja putri di SMK Islam Al – Amin Pasir Gombong tahun 2023.

Open AccessPengetahuan , Umur , Sumber Informasi
oai:ais:library-item:24624Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Keputihan (Flour Albus) di SMPN 1 Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Remaja yang mengalami keputihan ini banyak yang belum mengetahui tentang masalah keputihan. Masalah rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menjadi urutan yang pertama. Keputihan sering dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi remaja. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX . Penelitian ini adalah survey observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas IX SMPN 1 Sukawangi, dengan total sampel, sebanyak 137 orang. Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sumber informasi (P = 0,000) dan pendidikan ibu (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan remaja tentang keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX. Terdapat hubungan bermakna antara sumber informasi dan pendidikan ibu pengetahuan, pekerjaan, paritas, umur dan dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja tentang keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX. Disarankan pada pihak sekolah untuk memberikan informasi kepada siswi melalui mata pelajaran biologi mengenai kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan dan meningkatkan peran guru dalam upaya pencegahan keputihan meliputi hygiene genitalis

Open AccessPengetahuan, Remaja Putri, Keputihan
oai:ais:library-item:24622Lihat detail