Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah ateri yang mengalirkan darah ke otot jantung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor risiko pola makan dan aktivitas olahraga yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner di klinik jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 62 responden, teknik pengumpulan data dengan cara accidental sampling dan alat ukur menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil uji statistik pola makan dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,000 dengan OR 13,750, 95% CI (2696-70.118). Hasil uji statistik aktivitas olahraga dengan kejadian penyakit jantung koroner diperoleh P value = 0,799 dengan OR 1,152, 95% CI (413-3.281). Dari hasil diatas menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih Purwakarta dan tidak ada hubungan signifikan aktivitas olahraga dengan kejadian PJK di Klinik Jantung RSUD Bayu Asih. Saran bagi perawat untuk meberikan penyuluhan kesahatan tentang pola makan dan aktivitas olahraga pada pasien jantung koroner dengan menggunakan leaflet dan lembar balik, sehingga pasien mengetahui bahwa kebiasaan pola makan yang baik dan aktivitas olahraga rutin dapat mencegah terjadinya PJK.
Open AccessAktifitas olahraga, Penyakit jantung koroner, Pola makan
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi tertinggi di indonesia yaitu sebesar 39,6% setelah Kalimantan Selatan yaitu sebesar 44,1%. Prevelensi Berdasarkan yang di dapat dari hasil pengukuran di Penduduk Umur ≥18 tahun menurut kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui “Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Di Kampung PuloDamarTahun 2023”.jenis penelitian ini digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Pada populasi penelitian ini ada 60 responden. Dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data yang dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan Analisis uji Chi Square dengan bantuan IBM SPSS statistics 25. Hasil analisis statistic dengan uji chi square Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Penderita Hipertensi Di Kampung PuloDamar Tahun 2023 Di dapatkan nilai p value sebesar 0,001 yang berarti lebih kecil dari (0,05 ) maka dapat di simpulkan ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam di kampung pulo damar ( Ho di tolak ). Dari hasil analisi di peroleh Nilai OR = 0,271,
Open AccessHipertensi, Dukungan Keluarga
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes tidak dapat disembuhkan apabila tidak segera diatasi dan akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Penyakit diabetes melitus tidak boleh diremehkan, saat ini diabetes sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat diberbagai negara, termasuk Indonesia. Pengetahuan sangat penting untuk pembentukan kepribadian seseorang. Pengetahuan adalah dasar utama untuk pengobatan dan pencegahan diabetes. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang diabetes melitus akan sulit untuk mencegah terjadinya diabetes dan jika seseorang menderita diabetes dengan kurang pengetahuan akan mudah menderita komplikasi diabetes. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care DM merupakan tindakan mandiri yang harus dilakukan oleh penderita DM dalam kehidupannya sehari-hari. Tujuan melakukan tindakan self care untuk mengontrol glukosa darah. Tindakan yang dapat mengontrol glukosa darah, meliputi pengaturan pola makan (diet), latihan fisik (olahraga), perawatan kaki, penggunaan obat diabetes, dan monitoring gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 108 pasien diabetes melitus tipe II yang berobat di Puskesmas Cikarang pada bulan April - Juni 2023, untuk menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dan di dapatkan sampel sebanyak 85 pasien. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.029 (p<0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management.
Open AccessDiabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
DM (Diabetes Mellitus) atau sering kita kenal dengan sebutan kencing manis yaitu suatu penyakit menahun, yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, Diabetes Mellitus menjadi permasalahan kesehatan utama karena kejadian DM tersebut semakin meningkat di dunia sehingga DM pun menjadi penyebab kematian utama di dunia. Organisasi Internasional Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevelensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Salah satu negara dengan kasus diabetes terbesar yaitu Indonesia dengan posisi menduduki peringkat ke-5 di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tiga bulan terakhir tahun 2023 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru yaitu 108 orang dan sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan metode Probability / random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku sedentari (ASAQ) dan kuesioner tingkat distres (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai P = 0,008 ( <, 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan tingkat distres. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru.
Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Perilaku Sedentari, Tingkat Distres
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) atau disebut kencing manis merupakan gangguan metabolik menahun akibat prankeas tidak memproduksi cukup insulin dalam tubuh, yang dimana diabetes suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan tetapi dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. Dukungan keluarga mengacu pada cara anggota keluarga bertindak, merasakan, dan menerima orang yang sakit. Dukungan dapat datang dari orang lain atau orang terdekat yang menderita (orang tua, anak, pasangan, atau anggota keluarga lainnya), dimana dukungan keluarga berupa pengetahuan, perilaku tertentu, atau hal-hal yang dapat membuat orang merasa dihargai, diperhatikan, dan dicintai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya Hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Cikarang.
Metodelogi: Metode jenis penelitian ini menggunakan desain pendekatan “cross sectional” Merupakan suatu penelitian yang mempelajarin kolerasi antara paparan atau faktor risiko (independent) dengan akibat atau efek (dependen), dengan Pengumpulan data dilakukan secara bersamaan.
Hasil : Hasil Dukungan Keluarga pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II yang baik sebanyak 27 responden dengan presentase (31.8%) dan tidak baik sebanyak 58 responden
dengan presentase (68.2%) responden. Kadar Gula Darah menggunakan GDS di
Puskesmas Cikarang bahwa pasien yang gula darahnya normal sebanyak 17 responden dengan presentase (20.0%), pasien yang Kadar Gula Darah nya masuk dalam kategori kurang normal (prediabetes) sebanyak 32 responden dengan presentase (37.6%) dan pasien yang Kadar Gula Darah tidak normal (Diabetes) sebanyak 36 responden dengan presentase (42.4%) responden.
Kesimpulan: Ada Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Cikarang, dengan nilai p-vlue 0,019 (p<0,05), maka dapat diartikan bahwa Ha ditolak yang berarti terdapat adanya hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kadar Gula Darah.
Open AccessDukungan Keluarga, Kadar Gula Darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah
terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon
time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada
kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat
dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design
penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample
terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan a=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-value<a yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage
Open AccessKecemasan, Respon time, Triage
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.
Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Tingkat Stres
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pada penderita DM tipe II mempunyai resiko tinggi sebesar 20% terkena ulkus diabetikum. Ulkus kaki diabetik adalah salah satu infeksi ekronik yang bisa menyebabkan kecacatan serta resiko terjadinya amputasi. Pengelolaan diabetes melitus untuk mencegah terjadinya ulkus diabetikum salah satunya dengan melakukan perawatan kaki yang benar. Perawatan kaki merupakan salah satu bagian yang penting yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes melitus dengan cara yang efektif untuk mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Pengetahuan tentang ulkus diabetikum dan perawatan kaki sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 79 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikarang. Sampel yang akan digunakan sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukan sejumlah 19 responden (28.8%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan cukup sebanyak
22 responden (33.3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (37.9%). Sejumlah 37 responden (56.1%) meilki perawatan kaki kurang baik dan perawatan kaki baik sebanyak 29 responden
(43.9%). Dan responden yang memiliki riwayat ulkus yaitu sebanyak 26 responden (39.4%) dan yang
tidak memilki Riwayat ulkus diabetikum sebanyak 40 responden (60.6%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan dan perawatan kaki berpengaruh terhadap kejadian ulkus diabetikum. Dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pada penderita DM terkait pencegahan ulkus diabetikum
Open AccessDiabetes Melitus, Pengetahuan, Perawatan Kaki, Ulkus Diabetikum
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian, tindakan yang umum yang dilakukan adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI). Di rumah sakit sentra medika cisalak selama setahun terdapat 1163. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan Pengetahuan Tindakan Percutaneos Coronary Intervention (PCI) Dengan Kecemasan Pada Psien Jantung. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dimana besar sampel sama dengan pupulasi, dengan populasi 96 responden. Intrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi-square. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Chi square menunjukan bahwa p value 0.00 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara motivasi dengan perilaku pencegahan komplikasi Diabeticum Peripheral Neuropathy, dengan nilai OR 2.357 (1.584-3.508) yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Jenis kelamin lebih dominan laki-laki dari perempuan yaitu sebanyak 79 responden (82,3%), kelompok usia tertinggi untuk karakteristik responden adalah kelompok usia 56-65 tahun sebanyak 40 responden (37,0%). Ada hubungan pengetahuan terhadap kecemasan pada pasien dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) pada pasien penyakit jantung koroner.
Open AccessPenyakit Jantung Koroner, (PCI),pengetahuan, cemas
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus adalah penyakit serius atau kronis saat insulin didalam tubuh tidak bisa digunakan secara efektif atau saat insulin. Berdasarkan data Internasional Diabetes Federation (Ogurtsova et al. 2022) prevalensi Diabetes mellitus tahun 2021 di Indonesia yaitu sekitar 19,5 juta jiwa, indonesia berada di peringkat ke-5 dari 10 negara dengan penyandang DM terbesar. Perawatan pasien dengan gula darah tinggi dapat dilakukan secara nonfarmakologi. Salah satunya yaitu menggunakan metode relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik. Relaksasi otot progresif ini mengajarkan orang untuk beristirahat secara efektif dan mengurangi ketegangan pada tubuh sedangkan relaksasi autogenik merupakan suatu metode yang bersumber dari diri sendiri dan kesadaran tubuh dengan mengendalikan ketegangan otot. Penelitian ini menggambarkan pengaruh relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada pasien dengan diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan metode pre test dan post test desaign. Hasil studi menunjukkan bahwa dari beberapa literature tentang relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik didapatkan bahwa intervensi ini sangat efektif untuk pasien diabetes melitus dan dapat digunakan menjadi intervensi pendamping pada DM.
Open AccessDiabetes Melitus; relaksasi otot progresif; Relaksasi Autogenik
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Manusia merupakan suatu individu yang memliki berbagai macam organ beserta
fungsi dan mafaatnya, baik itu organ luar maupun organ dalam, salah satu organ dalam yang dimiliki oleh manusia sebagai mahluk individu yaitu organ ginjal. Ginjal adalah suatu oragan yang terdapat dalam tubuh manusia dengan jumlah dua atau sepasang kiri dan kanan, fungsi dari ginjal ini adalah untuk mengsekreksi toksik atau racun yang berada didalam tubuh manusia, selain mengsekresi fungsi ginjal lainnnya yaitu mempertahankan keseimbangan baik keseimbangan fisika dan kimia. Ginjal menyekresi homone dan enzyme yang fungsinya membantu pengaturan produksi eritrosit, tekanan darah, metabolism kalsium dan fosfor.
Tujuan penelitian : Dari rumusan masalah yang penulis buat maka terdapat tujuan dan manfaat dari penelitian yang akan penulis lakukakn.
Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross sectional. Cross sectional merupakan suatu penelitian yang dilakukan untuk mempelajari dinamika korelasi antara variabel-variabel yang termasuk risiko dan efek dengan cara pendekatan pengumpulan data dalam waktu sekaligus pada waktu yang sama.
Hasil penelitian : Hasil penelitian ini diuraikan mengenai Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL dengan Resiko Infeksi pada pasien GGK di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023, Penelitian ini memiliki tujuan unuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL dengan Resiko Infeksi pada pasien GGK di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2023. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Januari – Maret 2023 dengan jumlah responden 71 responden.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Pengetahuan Perawatan CDL Terhadap
Resiko Infeksi Pada Pasien GGK di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2023
Saran : Untuk meningkatkan kualitas dan mutu Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong perlu adanya pelatihan edukasi atau penyuluhan secara berkelanjutan pada pasien – pasien hemodialisis dengan penggunaaan CDL sehingga dapat meminimal resiko infeksi.
Open AccessCDL, Resiko Infeksi, GGK
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Chronic kidney disease (CKD) is a global public health problem with an increasing prevalence and incidence of
kidney failure, poor prognosis and high treatment costs. The replacement therapy that is most chosen and performed by CKD patients in Indonesia is hemodialysis. Someone who is undergoing hemodialysis therapy will experience difficulties in controlling thirst which is caused because the patient has to limit fluid intake. If fluids are not maintained or there is excess fluid between dialysis sessions, it will have an impact in the form of weight gain, edema, and increased blood pressure. The purpose of this study was to determine the relationship between fluid management and the level of xerostomia in patients with chronic kidney disease. The type of research used is correlational analytic research with a cross sectional approach. The sample uses Total Sampling, so the number of samples is 74 people and analysis of research data uses the Chi Square test. The results showed that from 74 respondents the level of Xerostomia in patients with chronic kidney disease who underwent HD showed that almost half of the respondents experienced mild thirst, namely as many as 30 respondents (41%). The results of statistical tests using Chi-square obtained a value of P = 0.000 (P <0.05). Based on the P value, it can be concluded that there is a relationship between fluid regulation and the level of xerostomia in chronic kidney disease patients undergoing HD. The conclusion of this study is that there is a relationship between fluid regulation and the level of xerostomia in chronic kidney disease patients undergoing HD. Future researchers are advised to be able to replace variables with adherence to fluid regulation using audio-visual and health education.
Open AccessChronic Kidney Disease, xerostomia, thirst, hemodialysis
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Hemodialisa merupakan proses untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan fungsinya dengan baik (terjadi kerusakan pada ginjal). Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 pasien hemodialisa dengan jumlah sampel 52 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Deskripsi tingkat keberhasilan klien Responden yang berhasil dalam menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 35 orang (67,3%) dan responden yang tidak berhasil menjalankan hemodialisa yaitu sebanyak 17 orang (32,7%). Hasil menyatakan ada hubungan antara variabel kepatuhan diet, pengetahuan dan sikap petugas. Namun berbeda dengan hasil dukungan keluarga yang menyatakan tidak Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan Keberhasilan Klien dalam Menjalankan Hemodialisis dengan nilai p-value 0,769 (>0.05) dan peluang 1.741 kali lipat.
Open AccessGagal ginjal, Hemodialisa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Hubungan dukungan keluarga dengan tingat kecemasan pasien pre operasi AV Shunt pada penderita gagal ginjal kronik adalah respon emosional yang subjektif, cemas dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan Penelian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan yang akan dilakukan pemsangan cimino di RS Sentra Medika Cikarang.Jenis penlitian ini adalah diskritif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. penelitian ini bertempat di ruang perawatan rawat inap RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi pasa dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan pemasangan cimino di ruang perawatan rawat inap RS sentra Medika Cikarangpada bulan oktober 2022 yang berjumlah 100 orang. sampel yang diambil sebanyak 50 orang. Peneliti ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil peneliti ini menunjukan bahwa Dukungan Keluarga diperoleh hasil bahwa Dukungan Keluarga yang tidak mendukung sebanyak 22 (44%), variabel tingkat kecemasan pasien kategori Tidak ada Kecemasan sebanyak 1 (2%), kecemasan ringan 1 (2%), Keecemasan Sedang 14 (28), Kecemasan Berat 34 (68%) dan Panik
0 (0%). hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dapat di katagori dukungan keluraga yang tidak mendukung dengan kecemasan berat sebanyak 19 responden (38% ). Hasil uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai P=0,015 (P<0,05) didapat dari nilai Likelihood Ratio dengan kriteria tabel
lebih dari 2x2 dan nilai expected count <5 lebih dari 20%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino. Peneliti ini diharapkan mamapu meningkatkan asukan keperawatan terutama dengan hubungan dukungan keluarga pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dengan tingkat kecemasan pasien, khusnya bagi petugas Kesehatan yang bertugas diruang bangsal keperawatan.
Open AccessDukungan keluarga, kecemasan, pemasangan cimino / av shunt
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Katarak merupakan gangguan penglihatan yang ditandai dengan hilangnya kejernihan atau terjadinya
kekeruhan pada lensa mata yang diakibatkan oleh tingginya Gula darah. Terjadinya katarak akan mempengaruhi kualitas hidup pasien katarak. Penurunan kualitas hidup pasien katarak ditandai dengan berkurangnya kemampuan seseorang dalam mengerjakan atau menyelesaikan sesuatu atau terbatasnya aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Tujuan penelitian : Mengetahui Pengaruh operasi katarak mata terhadap kualitas hidup pasien dengan Diabetes Mellitus RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 50 responden dan sampel 50 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Hasil penelitian : usia > 40th (80%), jenis kelamin laki-laki (60%), pendidikan SMA (73,3%), pekerjaan swasta (46,7%), pre test kualitas hidup kurang baik (100%). Pos test kualitas hidup baik (80%). Disimpulkan : Ada Pengaruh operasi katarak mata terhadap kualitas hidup pasien dengan Diabetes Mellitus RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 P-Value 0,000 < 0,05. Kesimpulan dan Saran : Operasi katarak bisa mempengaruhi kualitas hidup pasien dengan DM, saran agar pasien lebih sering memeriksakan kesehatan mata apabila ada masalah di bagian visual terutama pasien dengan DM.
Open AccessDiabetes Melitus, Operasi Katarak mata, kualitas hidup pasien.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pasien yang membutuhkan hemodialisis jangka panjang sering khawatir tentang gejala dan penyakit tidak dapat diprediksi. Jumlah waktu yang diperlukan untuk cuci darah dan kunjungan dokter dan sakit kronis dapat menciptakan konflik, frustrasi, rasa bersalah dan cemas. Tujuan penelitian : Mengetahui Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian pre eksperiment dengan desain penelitian one grup pre test – post test design. Dengan jumlah populasi 234 responden dan jumlah sampel 20 responden Hasil penelitian : usia mayoritas > 40 tahun (55,0%), jenis kelamin laki-laki (55,0%), pendidikan SMA (80%), pre test relaksasi nafas dalam cemas berat (100%), pos test relaksasi nafas dalam cemas sedang (80,0%). Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang bagaimana cara mengatasi pada pasien CKD on HD semakin berat dengan cara memberikan asuhan keperawatan yang didasari dengan teori dan standar prosedur operasional yang di miliki oleh RS Harapan Bunda Jakarta. Disimpulkan : Ada Pengaruh Tehnik Relaksasi Nafas DalaTerhadap Kecemasan Pasien CKD On Hemodialisa Di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 (p value < 0,05) = 0,000.
Open AccessCKD, Hemodialisa, Kecemasan, Terapi Relaksasi Nafas Dalam
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : Retinopati diabetik merupakan suatu mikroangiopati progresif yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatan pembuluh darah kecil, diperkirakan 25 kali lebih banyak diderita pada pasien diabetes mellitus dibandingkan pasien yang tidak menderita diabetes mellitus. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023. Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 186 responden dan jumlah sampel 65 responden. Hasil Penelitian : Usia 56th-65th (40%), jenis kelamin perempuan (53,8%), pendidikan SMA (81,5%), Lama menderita (73,8%), kejadian retinopati diabetikum (83,1%). Disimpulkan : Ada hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P-Value 0,001 < 0,05. Kesimpulan dan Saran : Diabetes melitus dapata mengakibatkan retinopai diabetikum, disarankan pasien dan kelurga bisa lebih menjaga pola makan dan pola hidup untuk kesehatan.
Open AccessDiabetes Melitus, Retinopati Diabetikum
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Stres adalah kondisi internal yang disebabkan oleh keadaan fisik (tubuh), lingkungan, dan sosial yang berpotensi merusak dan tidak terkendali. Salah satu strategi yang dapat mengelola stres adalah strategi coping. Strategi coping adalah sarana atau metode yang digunakan oleh individu untuk mengatasi dan mengendalikan situasi atau masalah yang dihadapi dan dianggap sebagai hambatan, tantangan, dan ancaman yang menyakitkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Strategi Coping dengan Tingkat Stres Perawat dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan di Ruang Intensive Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 44 perawat dengan jumlah sampel 32 perawat. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat.
Kesimpulan Hasil Mayoritas responden menggunakan mekanisme Staregi Coping Adafif yaitu sebanyak 30 Responden (93,8%) dibandingkan strategi coping maladaptif. Mayoritas responden mengalami stress ringan sebanyak 13 orang (40,6%), dibandingan dengan stress yang lain. Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value 0,017 (<0.05) yang berarti Ho ditolak, sehingga Ada Hubungan Antara Strategi Coping Dengan Stress Perawat Dalam Melaksanakan Pelayanan Keperawatan Di Ruang Intensif RS Sentra Medika Cikarang 2022, sedangkan Responden yang menggunakan strategi coping adaptif memiliki peluang 8.000 kali lipat dapat mengatasi stress dalam melaksanakan tugas.
Open AccessCoping, Stress
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan
penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 30 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 30 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Open Accesskeperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,