Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah
(hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau
keduanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi
atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah.
Komplikasi DM dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan penderitanya dan memiliki peningkatan
risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, neuropati di kaki yang dapat meningkatkan
kejadian ulkus kaki infeksi bahkan keharusan untuk amputasi, retinopati, gagal ginjal dan dapat
mengancam jiwa bahkan kematian apabila tidak segera ditangani dan dilakukan pengontrolan yang tepat.
Tujuan : Tujuan umum dari Penelitian ini adalah untuk menggali dan mempelajari mengenai asuhan
keperawatan secara komperhensif pada kasus nutrisi dan cairan Ketidakstabilan Glukosa Darah Dengan
Diabetes Melitus Ruang Chrysant Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Hasil : Studi kasus penelitian
ditemukannya keluhan pada klien Tn.K badan letih dan pusing, nyeri, gula darah tinggi, klien mengatakan
tidak bisa mengontrol pola makan lalu pasien sering merasa haus. Klien mengalami diabetes melitus tipe
1 yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Kesimpulan : Setelah melakukan tindakan asuhan
keperawatan pada Tn. K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan masalah keperawatan
diabetes melitus di ruang Chrysant Rs. Sentra Medika Cikarang, maka penulis dapat mengambil
kesimpulan terkait dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan
diabetes melitus. Implementasi keperawatan pada Tn.K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah
dengan diabetes melitus sudah dilakukan secara menyeluruh, tindakan keperawatan dilakukan dengan
perencanaan melakukan mengidentifikasi penyebab diabetes mellitus.
Open AccessDiabetes Mellitus, ketidaksatabilan glukosa darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang. Tetanus merupakan salah satu penyakit infeksi yang dapat dicegah dengan imunisasi. Penyakit ini ditandai oleh kekakuan otot dan spasme yang diakibatkan oleh pelepasan neurotoksin (tetanospasmin) oleh Clostridium tetani. Tetanus dapat terjadi pada orang yang belum diimunisasi, orang yang diimunisasi sebagian, atau telah diimunisasi lengkap tetapi tidak memperoleh imunitas yang cukup karena tidak melakukan booster secara berkala. Tujuan. Penulisan ini untuk mengetahui penyebab tetanus pada pasien ini dan dapat memberikan terapi yang cepat dan tepat. Kasus. Seorang anak laki-laki, 2 tahun 6 bulan, dengan status gizi baik, datang dengan keluhan tidak dapat membuka mulut dan badan kaku sejak 2 hari sebelumnya. Diketahui sejak 1 bulan sebelumya sering keluar cairan dari telinga kanan, dan sering dikorek-korek. Riwayat imunisasi tidak lengkap. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang didapatkan diagnosis tetanus generalisata derajat II. Pasien diberikan terapi cairan, anti tetanus serum (ATS) 80.000 IU dibagi menjadi 30.000 IU intravena dan 50.000 IU intramuskular. Pasien juga diberikan metronidazol, diazepam, tetes telinga ofloksasin, dan ear toilet. Simpulan. Tetanus disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Prinsip pengobatannya meliputi netralisasi toksin, eradikasi bakteri penyebab dengan antibiotik, perawatan luka port d'entree, dan terapi suportif.
Open AccessTetanus, Anti tetanus Serum, Human Tetanus Immunoglobulin.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Angina ialah suata gejala yang berhubungan dengan kelainan morfologi permanen dari miokardium. Gejalanya yang khas yaitu nyeri dada dengan tekanan kuat, panas, dan kompresi. Pada beberapa penderita nyeri dapat menjalar ke lengan kiri, leher, area rahang, hingga lengan kanan. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus dengan seorang klien berusia 51 tahun. Hasil pemeriksaan fisik klien nyeri dada sebelah kiri, disertai sesak, nyeri seperti tertimpa benda berat, badan lemas, klien tampak meringis dan gelisah, skala nyeri 6. Diagnosa prioritas yaitu Nyeri Akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (iskemia). Intervensi identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik nafas dalam, serta berikan oksigen dengan inflementasi yang sesuai. Kesimpulan : masalah nyeri akut pada klien teratasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek kenyamanan, sehingga pelaksanana asuhan keperawatan komprehensif.
Open AccessUnstable Angina Pectoris (UAP), Nyeri Akut
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus hernia tertinggi nomor kedelapan di Indonesia dengan total 291.145 kasus sehingga dilakukan penelitian tentang nyeri akut pada salah satu pasien pada RS. Sentra Medika Cikarang. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji asuhan keperawatan dengan nyeri dan akut pada pasien hernia. Rancangan penelitian digunakan dengan metode studi kasus dengan subjek penelitian adalah pasien yang mengalami Post Op Herniatomy di ruang Jasmine. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien Tn. K mengalami gejala nyeri pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis dengan skala nyeri 7, nyeri seperti ditusuk-tusuk dengan hasil tanda-tanda vital Tekanan darah=135/76 mmHg, Nadi=62x/menit. Dari data yang ditemukan, masalah keperawatan yang utama pada Tn. K yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (pada bagian perut kanan bawah post op Hernia Scrotalis). Intervensi keperawatan yang dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut standar intervensi indonesia yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Implementasi keperawatan yang dilakukan sesuai intervensi menurut teori Standar Intervensi Keperawatan Indonesia.
Open Accesshernia, intervensi keperawatan, post op
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Appendisitis adalah radang pada usus buntu atau disebut appendiks vermivormis yang terletak pada abdomen kanan bawah. Tanda yang biasanya muncul pada pasien apendisitis adalah nyeri pada area periumbilikus, demam, mual muntah, komplikasi dari appendisitis akut yaitu ditandai dengan nyeri, nyeri yang semakin meningkat dan demam tinggi. Appendisitis perlu adanya tindakan appendiktomi untuk pengangkatan apendiks yang terinfeksi appendiktomi dilakukan untuk menurunkan risiko infeksi. Adapun tujuan dilakukanya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendiktomi secara komprehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang pasien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang dengan nyerinya pada klien.
Open AccessAppendiktomi, nyeri akut, teknik relaksasi nafas dalam.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat atau pecah, bagian otak mendapatkan suplai darah membawa oksigen yang dibutuhkan oleh otak. Tujuan penelitian untuk menggali atau mempelajari proses Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny.S dengan Stroke Iskemik Di Ruang Cysant RS Sentra Medika Cikarang dengan cara komprehensif sesuai dengan kebutuhan pasien. Batasan Masalah pada studi kasus ini penulis hanya membatasi pada Asuhan Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. S Dengan Dignosa Stroke Iskemik Di Ruang Crysant RS Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskritif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) . Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil pengkajian menunjukan data-data untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami anggota sebelah kanan tidak dapat digerakan, tampak tidak dapat melakukan aktivitas, kekuatan otot bagian kanan 1 1 dan kiri 3 3. Saran diharapkan klien dapat melakukan latihan rentan gerak teratur, melakukan aktivitas dan olahraga teratur, atur pola makan sehat, tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol. Kesimpulan dari data data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama yaitu gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan neuromuskular.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Stroke Iskemik.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit yang tidak dapat berjangkit. Penelitian ini bertujuan untuk
Menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada Asuhan Keperawatan Dengan Nutrisi
dan Cairan: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Tn.H dengan Hiperglikemia pada Diabetes
Melitus Tipe II. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif.
Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Tn. H) yang mengalami hiperglikemia pada diabetes melitus
tipe II dengan masalah gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Sumber data didapatkan melalui
wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya
masalah keperawatan utama, TD133/77mmHg, N 84x/menit, S 36,3C, RR 20x/menit, Hasil pemeriksaan
GDS 385 mg/dl. Kesimpulan Dari data-data yang ditemukan masalah keperawatan yang utama pada Tn.H
yaitu Ketidakstabikan Kadar Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Saran Penelitian ini
diharapkan dapat digunakan sebagai informasi mendasar untuk peneliti selanjutnya dan penelitian ini
dapat dibuat dengan spekulasi terbaru dan didukung oleh jurnal penelitian.
Open Accessasuhan keperawatan medikal bedah, gangguan ketidakstabilan kadar glukosa darah,
hiperglikemia pada diabetes melitus tipe II, Saran dan Kesimpulan.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Striktur uretra yaitu merupakan penyempitan yang disebabkan oleh jaringan parut, mengakibatkan uropati obstruktif disfungsi saluran kemih menggunakan konsekuensi yang berpotensi serius untuk saluran kemih (Anjar et al., 2019). Metode penelitian ini mengguanakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami striktur uretra. Hasil studi kasus yang ditemukan klien mengeluh sensasi penuh pada kandung kemih, disuria. Diagnosa prioritas yaitu retensi urin berhubungan dengan peningkatan tekanan uretra. Intervensi identifikasi tanda dan gejala retensi urin, ajarkan teknik relaksasi nafas dalam. Kesimpulan : penelitan ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi dalam mengatasi keperawatan utama pada penelitian terakhir masalah keperawatan retensi urin teratasi ditandai dengan sensasi penuh pada kandung kemih menurun, rasa cemas, klien terlihat lebih rileks.
Open AccessAsuhan Keperawatan, striktur uretra, retensi urin, peningkatan tekanan uretra.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Asma adalah penyakit heterogen dan kronis yang menyerang saluran napas dan paru-paru dengan berbagai tingkat kesulitan bernapas, mengi dan sesak napas (Hutomo, Setyo Cahyaning, Yoga Priastomo, Dheni Koerniawan Kirana Patrolina Sihombing, 2021). Penelitian ini bertujuan menggali proses asuhan keperawatan secara komprehensif pada asuhan keperawatan dengan respirasi : bersihan jalan nafas tidak efektif pada Tn. N dengan asma bronkial. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap dewasa jasmine RS. Sentra Medika Cikarang pada bulan mei sampai juni 2022. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan deskriptif. Kesimpulannya bersihan jalan nafas tidak efektif dapat teratasi dengan berbagai tindakan asuhan keperawatan yang telah dilakukan.
Open Accessasuhan keperawatan, respirasi, bersihan jalan nafas tidak efektif, asma bronkial
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Infrak miokard akut (AMI) dengan elevasi segment ST (STEMI) merupakan bagian dari spektrum Sindrom Koroner Akut (SKA) yang menggambarkan cidera miokard transmural, akibat adanya oklusi total arteri koroner disebabkan oleh trombus. Tujuan dari penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan. Metode penelitian ini menggunakan metode kasus. Responden adalah pasien dengan infark miokard akut yang mengalami masalah pada penurunan curah jantung. Data kasus hasil pemeriksaan fisik klien terlihat sesak, suara jantung murmur, irama jantung tidak teratur, Elevasi segmen ST pada lead V3-V4, pada lead II, III, aVF. Diagnosa prioritas yaitu Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan irama jantung dengan intervensi obesrvasi tanda-tanda vital, ajarkan teknik nafas dalam, kolaborasi pemberian obat-obatan, serta berikan oksigen dengan inflementasi yang sesuai. Evaluasi akhir teratasi sebagian dengan kriteria hasil yaitu pasien mengatakan sesak berkurang, tanda-tanda vital TD= 110/80 mmHg, RR= 16X/menit, masih terpasang oksigen 3 lpm. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : Perawat dalam melakukan asuhan keperawatan klien yang mengalami Infark Miokard Akut (IMA) dengan masalah penurunan curah jantung lebih menekankan pada aspek kenyamanan, sehingga pelaksanaan asuhan keperawatan yang komprehensif.
Open AccessInfark Miokard Akut (IMA), Penurunan Curah Jantung.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk 1) meningkatkan pengetahuan siswa SMA tentang siaga bencana 2) untuk menegtahui pengetahuan siswa SMA tentang siaga bencana sebelum diberikan pelatihan 3) Untuk mengetahui pengetahuan siswa SMA tentang siaga bencana setelah diberikan pelatihan. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dilakukan kegiatan meliputi pelatihan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara langsung yang di ikuti oleh siswa anggota PMR (Palang Merah Remaja) oleh tiga sekolah yaitu SMAN 1 Cikarang Utara, SMAN 3 Cikarang Utara, SMAN 1 Cikarang Timur. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan tentang siaga kegawat daruratan melalui pelatihan dengan ceramah dan diskusi, sebagai bekal anggota PMR untuk melaksanakan tugasnya.
Open AccessSiaga Kegawatdaruratan, siswa SMA
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Stroke Non Hemoragik adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan, salah satu penyebabnya adalah gangguan perfusi jaringan serebral. Tujuan penelitian untuk menggali Asuhan Keperawatan Sirkulasi : Resiko Perfusi Serebral tidak Efektif pada Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Stroke. Dari kasus Ditemukan data keluhan klien merasa kebas dan kram pada kedua kaki dan tangannya, LDL : 180 mg/dl dengan diagnosa Resiko perfusi serebral tidak efektif. Implementasi yang dilakukan posisi semi fowler, posisi fowler, memposisikan kepala pasien pada posisi 30. Dilakukannya evaluasi akhir selama 3 hari, Pasien masih merasa kebas, kram serta gemetar pada anggota geraknya. Kesimpulan : asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi sebagian dengan implementasi yang telah diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek sirkulasi dalam menangani pasien dengan resiko perfusi serebral tidak efektif terhadap pasien stroke.
Open AccessStroke Non Hemoragik, Resiko perfusi serebral tidak efektif
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Benigna Prostat Hyperplasia (BPH) yaitu suatu prostat yang membesar mengenai uretra dan menyebabkan urinaria. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilaksanakan. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Benigna Prostat Hyperplasia dengan nyeri akut. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien yaitu nyeri di bagian abdomen kuadran 4 sebelah kiri diatas simpisis supra pubis dengan skala nyeri 5, dengan diagnosa prioritas Nyeri Akut. Implementasi yang dilakukan yaitu pemberian posisi powler dan melakukan Teknik relaksasi nafas dalam, dengan Evaluasi keperawatan klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi pada bagian abdomen kuadran 4 diatas simpisis supra pubis dan skala nyeri 3. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi Sebagian dengan implementasi yang telah diberikan sesuai dengan intervensi. Saran: diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dalam menangani pasien dengan nyeri akut terhadap pasien benigna prostat hyperplasia.
Open AccessBenigna Prostat Hyperplasia, Nyeri Akut
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Mastoiditis Kronik adalah inflamasi mastoid yang diakibatkan oleh suatu infeksi pada telinga tengah, jika tidak diobati dapat terjadi osteomielitis. (Brunner & Suddarth, 2015). Dalam skala internasional bahwa pada tahun 2011 terdapat 250 juta (4.3%) penduduk dunia menderita Mastoiditis, 75 sampai 140 juta diantaranya terdapat di Asia Tenggara. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilakukan secara komperhensif pada klien yang mengalami Gangguan Rasa Nyaman dan Keamanan : Nyeri Akut Dengan Mastoiditis Kronik. Penelitian dengan metode kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami mastoiditis. Hasil studi kasus yang ditemukan klien mengeluh nyeri dibagian belakang telinganya, nyeri saat dikaji skala nyeri 6. Diagnosa prioritas yaitu nyeri akut berhubungan dengan infeksi. Intervensi identifikasi skala nyeri, ajarkan teknik nafas dalam. Evalusi masalah nyeri akut pada klien dapat teratasi dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah tidak nyeri lagi, skala nyeri klien 1. Kesimpulan : masalah nyeri akut pada klien teratasi setelah dilakukan tindakan selama 3 hari. Saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dan kenyamanan dalam menangai pasien dengan nyeri akut terhadap mastoitids kroink
Open AccessAsuhan Keperawatan, Mastoiditis Kronik, Nyeri Akut
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Batu saluran kemih merupakan suatu kondisi dimana dalam saluran kemih individu terbentuk batu berupa kristal yang mengendap dari urin (Brunner & Suddarth, 2016 dalam Budiarti et al., 2020). Kejadian batu saluran kemih di Amerika serikat di laporkan 0,1-0,3 pertahun dan sekitar 5-10%, sedangkan di indonesia menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan yaitu dari 6,9% tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018 (Silla, 2019 dalam Budiarti et al., 2020). Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilaksanakan secara komprehensif pada klien yang mengalami Batu Saluran Kemih dengan nyeri dan kenyamanan : nyeri akut. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien yaitu nyeri abdomen bagian bawah,, nyeri saat BAK, nyeri saat beraktivitas,skla nyeri 7. Komplikasi pada batu saluran kemih yaitu obtruksi, hidronefrosis,dan infeksi. Cara penanganan batu saluran kemih diantara lain menghindari dehidrasi dengan minum air 2.5-3.0 L/hari dan usahakan produksi urin 2.0-2.5 L/hari, batasi garam (Nacl) 4-5 g/hari. Implementasi yang dilakukan memberikan kompres dingin dan memberikan fasilitas istirahat tidur. Evaluasinya yaitu nyeri teratasi, klien tampak rileks, skala nyeri 3 . Kesimpulan studi kasus ini masalah nyeri akut dengan kriteria hasil klien mengatakan tampak rileks, skala nyeri 3 setelah dilakukan implementasi, saran : diharapkan perawat lebih memperhatikan aspek nyeri dan kenyamanan dalam menangani pasien dengan nyeri akut terhadap pasien batu saluran kemih.
Open AccessBatu Saluran Kemih, Nyeri Akut
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah gangguan kesehatan berupa kumpulan gejala yang diakibatkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat kekurangan ataupun resistensi insulin. Prevalensi Diabetes Mellitus yang mengalami komplikasi kronik mikrovaskular salah satunya Neuropati di negara Afrika sebesar 46 % (Malik et al., dalam Putri et al., 2020).Tujuan penelitian studi kasus ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilaksanakan secara komprehensif pada klien yang mengalami Nyeri akut dengan Neuropati Akibat Diabetes Mellitus Tipe 2. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif studi kasus yang dilakukan pada klien dengan Nyeri Akut akibat Diabetes Mellitus Tipe 2. Dari data kasus yang di dapat bahwa klien mengalami nyeri akut, hasil pengkajian skala nyeri 7, lama nyeri sekitar 3 jam, TD 150/80 mmHg, klien tampak meringis. Intervensi yang dilakukan, Identifikasi penyebab nyeri akut, Berikan teknik non-farmakologis terapi pijat aroma terapi, berikan jenis analgesic paracetamol, anjurkan Teknik napas dalam, dengan implementasi yang sesuai. Evaluasi Akhir yang diperoleh selama 3 hari perawatan dan didapatkan hasil Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang dengan skala nyeri 2, dan nyeri timbul 10-20 detik, Tekanan darah 130/80 mmHg, N 85x/, menit RR 24x/menit, klien tampak rileks.
Kesimpulan : Asuhan Keperawatan yang dilakukan kepada pasien dapat teratasi dengan implementasi yang diberikan sesuai dengan intervensi. Saran : Diharapkan bagi institusi agar lebih membekali mahasiswa didiknya dalam melaksanakan praktek dapat menguasai mengenai konsep dasar materi yang dibahas serta dapat menyesuaikan dengan keadaan dilapangan prakek terutama pada pasien dengan Neuropati Akibat Diabetes Mellitus Tipe 2.
Open AccessNeuropati Akibat Diabtes Mellitus Tipe 2, Nyeri Akut
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access