Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) yaitu suatu jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh virus yang bernama Dengue
dan menularkan melalui vektor nyamuk dari spesies Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Peran vektor dalam penyebaran
penyakit ini menyebabkan kasus yang sangat banyak ditemukan pada saat musim hujan ketika munculnya banyak genangan
air yang menjadi tempat perindukan nyamuk. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses
pemberian asuhan keperawatan yang komperhensif pada pasien dengan Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Metode yang
digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode desktiptif asuhan keperawatan ini berupa wawancara, data fokus
terkait masalah keperawatan, dan obsevasi. Studi kasus ini dilakukan di RS. Sentra Medika Cikarang pada Ny. E (26 tahun).
Hasil studi kasus penelitian ditemukan gejala klinis pada pasien Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) diantaranya demam,
lemah, nafsu makan berkurang, muntah, nyeri sendi dan otot, pusing, trombositopenia (<100.000/uL), manifestasi perdarahan
seperti : ptekie. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah manajemen hipovolemia dengan memonitor intake dan output,
pantau tanda-tanda vital, berikan asupan cairan oral, anjurkan memperbanyak cairan oral, mengobservasi pemberian cairan
IV RL. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi efektif untuk mengatasi masalah
keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan hipovolemia teratasi dengan data pasien
mengatakan bahwa tubuhnya sudah tidak merasa lemas dan tidak mengeluh haus, frekuensi nadi 90x/menit, tekanan darah
115/70 mmHg, suhu 36,5c, membran mukosa lembab, turgor kulit membaik, nafsu makan membaik
Open AccessHipovolemia, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit tuberculosis paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium
tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru-paru. Masalah pada studi kasus ini yaitu memberikan gambaran tentang
pemberian Asuhan Keperawatan dengan Gangguan Bersihan jalan nafas tidak efektif akibat Tuberkulosis Paru. Metode
yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien
(Ny. M) yang mengalami tuberkulosis dengan masalah bersihan jalan nafas tidak efektif. Sumber data didapatkan melalui
wawancara dan pengkajian. Hasil pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk dimunculkan masalah
keperawatan utama, diantaranya klien mengalami batuk lebih dari 7hari, demam kurang lebih 5 hari, dan nyeri pada
bagian tulang belakang, terdapat suara nafas tambahan yaitu ronkhi, Tes kulit mantoux: 8mm, BTA: +1. Masalah
keperawatan utama adalah Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan sekret. Intervensi yang
dilakukan berdasarkan teori manajemen jalan nafas menurut SIKI. Implementasi disesuaikan dengan buku SIKI. Evaluasi
yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil batuk efektif meningkat dan sekret mudah dikeluarkan.
Open Accesstuberkulosis paru, bersihan jalan nafas tidak efektif, batuk
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya
kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan
prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan
intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya
peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada
pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode
penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami
appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari.
Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat
bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.
Open AccessAppendisitis, nyeri akut, teknik relaksasi genggam jari, appendiktomi
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal jantung kongestif atau disebut dengan Congestif Heart Failure (CHF) adalah suatu sindrom kompleks yang terjadi akibat gangguan jantung yang merusak kemampuan ventrikel untuk mengisi dan memompa darah secara efektif. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode penelitian menggunakan metode studi kasus dengan seorang pasien yang mengalami penurunan curah jantung. Hasil studi kasus penelitian ini ditemukanya gejala klinis pada pasien gagal jantung kongestif diantaranya sesak nafas, edema perifer, cepat lelah selama aktivitas, dada berdebar-debar pada saat aktivitas, peningkatan enzim ALT/SGPT, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama : masalah keperawatan penurunan curah jantung akibat penyakit gagal jantung kongestif. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini monitor saturasi oksigen, periksa tekanan darah dan frekuensi nadi sebelum dan sesudah aktivitas, memberikan oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen, kolaborasi pemberian obat furosemide, dan tindakan mandiri dengan posisi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan penurunan curah jantung teratasi dengan tidak sesak nafas, edema pada kedua kaki pasien sudah tidak ada, TTV dalam batas normal TD: 120/80 mmHg, N : 80x/menit, S: 36,70C, RR : 22x/menit.
Open AccessAsuhan Keperawatan,Gagal Jantung Kongestif, Penurunan Curah Jantung.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis umumnya dikenal sebagai "maag" atau nyeri ulu hati ini terjadi akibat dari peradangan pada mukosa lambung dan dapat menyebabkan pembengkakan mukosa lambung sampai pelepasan epitel mukosa superfisial ini bisa menjadi penyebab utama gangguan pencernaan. Pelepasan epitel dapat merangsang munculnya proses inflamasi di perut, ditandai dengan mual dan muntah, nyeri, pendarahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan atau sakit kepala, kebanyakan orang dengan gastritis mengeluh nyeri kuadran kiri atas, yang biasanya terjadi dikalangan remaja disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak teratur atau tidak sehat serta kehidupan tidak teratur yang tidak terkendali dan stres yang berlebihan.
Dengan memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi teknik relaksasi nafas dalam pada nyeri akut yang disebabkan karena penyakit gastritis, agar pasien secara mandiri dapat melakukan dirumah. Dilakukan selama 3 hari pada Nn. A dan keluarga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik metodologi keperawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, intervensi, implementasi dan evaluasi. Tindakan keperawatan yang diberikan adalah mengajarkan dan menerapkan teknik relaksasi nafas dalam
Open Accessasuhan keperawatan dengan gastritisteknik relaksasi nafas dalam, kompres hangat
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gastritis biasa kita kenal sebagai penyakit maag, merupakan penyakit yang sangat menggangu aktivitas dan bila
tidak ditangani dengan baik akan berakibat fatal. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bekasi
2021, golongan umur 5-44 tahun yang terkena penyakit gastritis sebanyak 2.94% dari jumlah 13.835 orang. Nyeri
merupakan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan secara mendadak. Namun, studi kasus yang
membahas mengenai intervensi yang tepat pada dewasa awal dengan nyeri akut belum tersedia, sehingga studi kasus
ini penting dilakukan. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan
keperawatan ini degan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan
observasi. Studi kasus dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika drengan sampel pada Nn. C (22 tahun). Adapun
tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Nn. C adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan
keperawatan dengan kriteria hasil selama 2x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang
dengan skala 1-3 (1-10) dengan teknik nonfarmakologi dan teknik farmakologis, TTV dalam batas normal.
Intervensi teknik relaksasi dan dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dan memberikan obat analgesik.
Kesimpulan Hasil ini menunjukan bahwa dewasa awal dengan gastritis adalah nyeri pada perut, dan nyeri ulu hati
yang disebabkan oleh faktor-faktor iritasi dan infeksi sehingga masalah ini teratasi sebagian dan intervensi di
lanjutkan.
Open AccessNyeri akut, Dewasa Awal, Gastritis.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi virus lalu mengigit ketubuh seseorang dan menyebabkan tubuh seseorang menjadi
lemah, setelah virus masuk ketubuh seseorang virus akan berkembang biak dikelenjar limfe. Karna jumlah virus sudah
cukup banyak maka akan menunjukkan gejala klinis yang terjadi sekitar 4 sampai dengan 6 hari sesudah masuknya virus.
Tujuan studi ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan pada klien dewasa dengan hipertermi meliputi pengkajian,
diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi
kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang klien atau individu. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama
yaitu hipertermi dengan intervensi kompres hangat selama 3 hari. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam
hasil evaluasi diagnosa hipertermi teratasi sesuai dengan tujuan kriteria hasil yang ditetapkan. Kesimpulan dari pemberian
kompres air hangat sebanyak 1 kali sehari selama 3 hari dengan menggunakan buli-buli yang berisi air dengan suhu 40C45C
rentang
waktu
tidak
boleh
lebih
dari
20
menit,
hasil pada perlakuan kompres hangat seseorang terlihat nyaman dan
terjadi perpindahan panas pada tubuh klien. Hal tersebut dubuktikan dengan terjadinya perpindahan panas tubuh pada klien
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF).
Open Accessasuhan keperawatan, dengue hemorrhagic fever, hipertermi, kompres hangat.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu membawa atau melakukan fungsi normal dari produk sisa metabolisme tubuh,
karena gangguan ekskresi ginjal, serta gangguan fungsi endokrin, metabolisme dan cairan. Tujuan penelitian ini untuk
mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang
komprehensif pada pasien dengan gagal ginjal kronik. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan
seorang pasien yang mengalami gagal ginjal kronik. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien gagal
ginjal kronik diantarannya sesak nafas, adanya edema perifer, penambahan berat badan jangka pendek, penurunan kadar
Hb/Ht, sehingga timbul diagnosa keperawatan utama masalah keperawatan cairan : Hipervolemia akibat penyakit gagal ginjal
kronik. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini menghitung balance cairan, menimbang berat badan dalam waktu yang
sama, membatasi cairan dan tindakan mandiri dengan posisi semi fowler. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang
dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama pada penelitian ini dengan evaluasi
akhir masalah keperawatan hipervolemia teratasi dengan edema pada kaki pasien sudah tidak ada, Balance cairan 250 ml ,
tidak sesak lagi, TTV dalam batas normal TD : 145/80 mmHg, S: 36,2C, N : 88 x/menit, RR : 22 x/menit
Open AccessAsuhan Keperawatan, Gagal Ginjal Kronik, Hipervolemia
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung adalah penyakit yang disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah yang jelas ada banyak macam penyakit jantung, tetapi yang paling umum adalah penyakit jantung coroner, namun pada beberapa kasus ditemukan adanya penyakit kegagalan pada system kardiovaskuler (Homenta, 2014). Resiko kematian akibat gagal jantung berkaisar anatara 5-10% pertahun pada kasus gagal jantung ringan dan meningkatkan menjadi 30-40% pada kasus gagal jantung berat. Tujuan umum dari penulisan Karya Tulis Ilmiah adalah mampu menggali/mempelajari proses Asuhan Keperawatan Pada Tn.N Dengan Gangguan Kebutuhan Oksigen Akibat Penyakit Congestive Heart Failure (CHF) Di Ruang Tulip RSUD Kabupaten Bekasi, secara komprehensif sesuai kebutuhan klien dengan menggunakan proses keperawatan Metode penelitian ini menggunakan deskriptif tentang Asuhan Keperawatan Gangguan Kebutuhan Oksigen Akibat Penyakit Congestive Heart Failure (CHF) Di RSUD Kabupaten Bekasi. Pada studi ini mengangkat diagnosa keperawatan utama pola nafas tidak efektif berhubungan dengan hambatan upaya napas, Intervensi yang dilakukan adalah memposisikan semi fowler, memberikan minum hangat, memberikan oksigen. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3x24 jam masalah keperawatan gangguan oksigenasi teratasi.
Open AccessCongestive Heart Failure (CHF), pola napas tidak efektif.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Pengabdian kepada masyarakat ini mengangkat pokok masalah tentang “Bagaimana penerapan hypnoterapi untuk mengatasi gangguan fobia di Desa Sukaindah Tahun 2021. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui bagaiamana tingkatan fobia sebelum di lakukan intervensi hipnoterapi, bagaimana tingkatan fobia setelah di laksanakan hypnoterapi, dan bagaimana pengaruh metode hipnoterapi pada masyarakat yang mengalami fobia di wilayah desa suka indah kabupaten Bekasi tahun 2021. Subjek dalam pengabdian kepada masyarakt ini adalah masyarakata yang berada di wilayah desa sukaindah kabupaten Bekasi yang di identifikasi mengalami fobia terhadap binatang melata, ketinggian maupun suasana gelap dengan tingkatan sedang dan berat yang berjumlah 20 orang yang tersebar di seluruh wilayah desa. Sebelum di lakukan intervensi terdapat 10 orang yang mengalami fobia tingkat berat terhadap binatang melata, ketinggian ataupun ruangan yang gelap. Dan setelah di lakukan penerapan hypnoterapi maka di dapatkan hasil 18 orang tidak mengalami fobia dan hanya tersisa 2 orang yang masih mengalami fobia ringan.
. Dari hasil pengabdian kepada masyarakat ini di harapkan bahwa penerapan hypnoterapi dapat di berikan kepada pasien-pasien di Rumah Sakit yang mengalami fobia terhadap jarum maupun pada anak-anak yang mengalami trauma karena hospitalisasi.
Open AccessHipnoterapi, Fobia
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Meskipun pertolongan pertama bukanlah pengobatan yang begitu sempurna yang langsung berefek namun kehadiran P3K di tempat kerja akan memiliki banyak manfaat dalam mencegah keparahan cidera, mengurangi penderitaan, bahkan menyelamatkan nyawa para korban. Jika tindakan pertolongan pertama tidak dilakukan selama kecelakaan di tempat kerja, konsekuensinya dapat memperburuk situasi korban bahkan menyebabkan kematian. Desa Sukakarya berada di wilayah Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi dimana di dalamnya terdapat beberap industry kecil dan rumah tangga yang rentan terjadi kecelakaan Kerja oleh karena hal tersebut maka di butuhkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama kecelakaan kerja oleh pihak yang paling terdekat di kalangan masyarakat salah satunya ada lah para kader yang ada di Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama pada kader kesehatan di Desa Sukakarya yang berjumlah 30 kader dengan cara memberikan pendidikan tentang pengetahuan pertolongan pertama pada kecelakaan dan juga mempraktekan cara dalam pertolongan pertama pada kecelakaan dengan medika in fokus dan video serta demonstrasi dan re demonstasi selama 5 hari. Hasil yang di dapatkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan juga keterampilan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan kerja sebelum dan sesudah pelatihan yang di gunakan sebagai bekal dalam penanganan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan kerja di lingkungan Desa Sukakarya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.
Open AccessPertolongan Pertama, Kecelakaan Kerja
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Pertolongan pertama adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba datang sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis. Tujuan utama pertolongan pertama adalah untuk mempertahankan penderita tetap hidup atau terhindar dari maut, membuat keadaan penderita tetap stabil, mengurangi rasa nyeri, ketidak-nyamanan dan rasa cemas, serta menghindarkan kecacatan yang lebih parah. Untuk mencapai tujuan tersebit di PT Multistarada Arah Sarana Tbk di lakukan kegiatan Peningkatan Pengetahuan Pertolongan Pertama pada Kecelekaan kepada sebagian karyawan PT Multistarada dengan jumlah 50 karyawan yang mewakili setiap divisi di PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Kegiatan di lakukan dengan cara pemberian pendidikan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan melalui media leaflet, pemutaran video, dan demonstrasi secara langsung di ruang pertemuan yang ada di PT Multistarada Arah Sarana Tbk. Hasil dari kegiatan tersebut terdapat peningkatan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan antara sebelum di lakukan pemberian pendidikan dan sesudah di lakukan pemberian pendidikan mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan. Hasil kegiatan ini di harapkan dapat membantu penanganan pertama jika terjadi kecelakaan di lingkungan sekitar PT Multistrada baik di dalam ruang produksi maupun di luar ruang produksi sehingga dampak buruk dari kecelakaan kerja yang terjadi dapat di tekan angka tingkat kecacatan maupun kematiannya.
Open AccessPengetahuan Pertolongan Pertama, Kecelakaan Kerja
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Kegawat daruratan merupakan suatu kondisi di mana terjadi ancaman kematian dan kecacatan kepada siapa saja yang terkena dan dapat terjadi dimana saja baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan umum lainnya salah satu nya adalah di lingkungan sekolah dan sekitarnya. Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kegawat daruratan, mengetahui pengetahuan tentang kegawat daruratan sebelum dilaksanakan pelatihan, dan mengetahui pengetahuan tentang kegawat daruratan sesudah di laksanakan pelatihan pada Siswa di Usaha Kesehatan Sekolah SMAN 1 Kedung Waringin. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka di lakukan kegiatan pelatihan dengan cara ceramah, diskusi, dan demonstrasi mengenai kegawat daruratan. Kegiatan di lakukan secara tatap muka dengan Siswa Usaha Kesehatan Sekolah di Aula SMAN 1 Kedung Waringin dan bekerjasama dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Hasil yang dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan tentang kegawat daruratan melalui pelatihan dengan ceramah, diskusi, dan demonstrasi sebagai bekal bagi mahasiswa jika menemukan kejadian kegawat daruratan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah sebagai pertolongan pertama sebelum di tangani oleh tenaga kesehatan secara professional.
Open AccessGawat Darurat, Usaha Kesehatan Sekolah.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
Open AccessNyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus yaitu sekelompok kelainan heterogen yang ditandai adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah atau di sebut hiperglikemia. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari Asuhan Keperawatan yang telah dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus, wawancara dan observasi serta sampel yang digunakan yaitu salah satu klien yang mengalami Diabetes Melitus dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien yaitu sering merasa lelah saat melakukan aktivitas terkadang pusing, jika berjalan terlalu lama merasa kelelahan kaki selebelah kanan tertusuk paku dan tidak kunjung sembuh, sering merasa kesemutan. Diagnosa prioritas yaitu perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan hiperglikemia dengan intervensi Monitor tanda-tanda vital, Evaluasi nadi perifer dan edema, ubah posisi pasien setiap 2 jam, dengan implementasi yang sesuai. Evaluasi pada klien mengatakan sudah tidak merasa pusing dan sudah tidak ada keluhan. Kesimpulan studi kasus ini klien suda tidak pusing dan merasa lelah lagi saat melakukan aktivitas. Saran dalam menjalankan praktek dapat menguasai mengenai konsep dasar materi
Open AccessDiaetes melitus, Perfusi Perifer Tidak Efektif
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Trauma toraks terjadi hampir mencapai 50% dari semua kecelakaan dan menjadi penyebab penting kematian menurut Alkoudmani dalam Handoyo (2018). Dalam skala internasional insiden dari trauma toraks mencapai 12 orang bagi setiap 1000 orang penduduk tiap harinya, dan 20-25% kematian yang disebabkan oleh trauma adalah disebabkan oleh trauma toraks menurut Farina (2018) dalam Handoyo (2018). Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan secara komperhensif pada klien yang mengalami Open Pneumothorax Post Water Seal Drainage (WSD) Dengan Gangguan Oksigenasi: Pola Napas Tidak Efektif. Penelitian dengan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami Open Pneumothorax Post Water Seal Drainage (WSD). Keluhan yang di alami pasien ialah sulit bernapas saat di posisikan terlentang (supine), bradipnea, RR 14x/m, menggunakan otot bantu pernapasan, dan pernapasan cuping hidung, maka diagnosa yang di dapat yaitu pola napas tidak efektif. Implementasi yang dilakukan yaitu memberikan posisi semi fowler, dan berkolaborasi pemberian oksigen Nasal Kanul 3lt/m. Hasil studi kasus masalah pola napas tidak efektif pada pasien dapat teratasi. Kesimpulan studi kasus ini masalah pola napas tidak efektif pada pasien dapat teratasi dengan kriteria hasil pasien mengatakan sudah bisa bernapas ketika diposisikan supine, RR klien sudah 19x/m. Saran bagi tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan pelayanan seperti memberikan edukasi terutama pada klien dengan Asuhan Keperawatan Gangguan Kebutuhan Oksigenasi : Pola Napas Tidak efektif Akibat Penyakit Open Pneumothorax Post Water Seal Drainage (WSD).
Open AccessTrauma Toraks, Open Pneumothorax, Pola Napas Tidak Efektif
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Epilepsi merupakan gangguan pada sitem saraf pusat yang ditandai dengan timbulnya bangkitan epileptik dengan dampak neuorobiologik, kognitif, psikologik, dan social. Menurut WHO sekitar 50 juta orang di seluruh dunia menderita epilepsi adalah tiga kali lebih tinggi dari pada populasi pengobatan. (WHO dalam Dewi, 2020 ). Tujuan penelitian ini untuk menggali/mempelajari Asuhan keperawatan dengan keamanan dan proteksi : Resiko jatuh dengan epilepsy. Penelitian dengan metode studi kasus, paritisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami epilepsi. Hasil studi kasus menurut pengkajian ditemukan keluhan klien tampak lemas, kekuatan otot menurun mempunyai riwayat kejang durasi < 5 detik implementasi yang dilakukan menaikan handrail tempat tidur pasien dan mengunci roda tempat tidur pasien, memasangkan gelang berawarna kuning untuk mengidentifikasi resiko jatuh. Kesimpulan studi kasus ini masalah resiko jatuh pada pasien dengan kriteria hasil klien mengatakan sudah paham tentang resiko jatuh saran bagi perawat ruangan untuk lebih meningkatkan pelayanan seperti memberikan edukasi dan pemahaman pada klien dengan gangguan keamanan dan proteksi : resiko jatuh pada epilepsi.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Epilepsi, Resiko Jatuh
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Cedera kepala adalah cedera yang terjadi pada tulang tengkorak, atau jaringan otak. Cedera kepala akibat kecelakaan lalu lintas adalah salah satu penyebab kematian terbesar di dunia dengan presentase 18,2% juta penduduk dari 100.000 populasi (WHO, 2018). Tujuan Penulisan karya tulis ilmiah untuk mengetahui asuhan keperawatan yang dilakukan pada Tn.E yang mengalami cedera kepala ringan dengan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif. Penulisan karya tulis ilmiah menggunakan metode studi kasus, dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi atau pemeriksaan. Hasil studi kasus diperoleh melalui pengkajian dengan klien mengeluh nyeri pada kepala, kualitas seperti ditusuk-tusuk dan skala nyeri 4, Diagnosa utama adalah Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif . Intervensi yang dilakukan adalah Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial. Implementasi yang dilakukan Posisi Head Up 30 atau posisi semi fowler. Evaluasi dilakukan setelah 3xperawatan didapatkan hasil adanya perubahan pada penurunan rasa nyeri sebelum dan sesudah dilakukannya tindakan, dimana sebelum dilakukan tindakan skala nyeri 4 dan sesudah dilakukan skala nyeri 2. Kesimpulan studi kasus masalah Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif pada klien dapat diatasi dengan adanya perubahan pada penurunan rasa nyeri. Untuk tenaga perawat diharapkan untuk meningkatkan perawatan pada pasien tidak hanya memberikan obat-obatan tetapi memberikan edukasi kepada klien.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Cedera Kepala, Manajemen Peningkatan Teknan Intrakranial
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Trauma merupakan penyebab dari kematian paling tertinggi pada rentang usia 1 sampai 44 tahun di hampir seluruh negara maju. Proporsi kematian terbesar 1,2 juta pertahun hasil dari kecelakaan lalu lintas di jalan. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2011 sampai dengan tahun 2012, mencatat lebih dar i 5,6 juta korban meninggal dunia dan 1,3 juta orang menderita fraktur akibat kecelakaan lalu lintas. Tujuan penelitian ini untuk menggali dan mempelajari asuhan keperawatan yang dilakukan secara komperhensif pada klien yang mengalami fraktur terbuka metatarsal dengan Gangguan Mobilitas fisik. Penelitian menggunakan metode studi kasus, partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami fraktur metatarsal mengeluh lemas dan letih, Klien tampak kesakitan saat menggerakkan kaki kanannya, Klien tampak kesulitan saat beraktivitas, klien mengatakan enggan untuk melakukan pergerakan, Kekuatan otot menurun 3 (Tiga) pada ektremitas bawah dextra. Hasil studi kasus masalah utama pada pasien yaitu Gangguan mobilitas fisik. Tindakan terapeutik yang dilakukan untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik yaitu mengajarkan ambulasi sederhana. Kesimpulan studi kasus ini masalah gangguan mobilitas fisik dapat teratasi sebagian dengan kriteria hasil klien sudah bisa melakukan mobilitas secara mandiri dan dibantu keluarga.
Open AccessAsuhan Keperawatan, Fraktur metatarsal, Gangguan Mobilitas Fisik
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Open Access