Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

52 hasil
Penulis: Herlina Simanjuntak

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan ISPA Pada Bayi dan Balita di Klinik Cahaya Medika Tahun 2024

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2021, prevalensi ISPA tertinggi terjadi pada kelompok umur 1–4 tahun. Di Klinik Cahaya Medika, kasus ISPA pada bayi dan balita cukup tinggi, sehingga perlu dilakukan analisis faktor yang berhubungan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada bayi dan balita di Klinik Cahaya Medika Desa Pasirgombong, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah bayi dan balita yang berkunjung ke Klinik Cahaya Medika periode Januari–Desember 2025 sebanyak 300 orang. Sampel sebanyak 70 responden diambil menggunakan simple random sampling dengan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara statistik untuk menguji hubungan variabel independen (usia, status gizi, ASI eksklusif, imunisasi, pendidikan orang tua) dengan kejadian ISPA. Hasil: Prevalensi ISPA sebesar 72,9%. Faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA adalah usia anak (<12 bulan), status gizi, dan pemberian ASI eksklusif (p<0,05). Sementara itu, pendidikan orang tua dan imunisasi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Kesimpulan: Faktor dominan yang berhubungan dengan ISPA pada balita adalah usia, status gizi, dan ASI eksklusif. Upaya pencegahan melalui pemantauan gizi, edukasi orang tua, dan perbaikan pola asuh sangat diperlukan.

Open AccessISPA, balita, status gizi, ASI eksklusif, faktor risiko
oai:ais:library-item:27002Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Hamil Dalam Program Triple Eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Program triple eliminasi merupakan upaya pemerintah untuk mencegah penularan vertikal penyakit HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu hamil ke bayinya. Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi tantangan terutama dalam hal kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan. Beberapa faktor seperti usia, pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan diduga berpengaruh terhadap kepatuhan tersebut. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani program triple eliminasi di Posyandu Desa Sukamanah tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 83 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki usia reproduksi sehat (73,5%), pengetahuan baik (61,4%), sikap positif (60,2%), dukungan suami baik (61,4%), dan menilai peran tenaga kesehatan baik (86,7%). Kepatuhan ibu hamil terhadap pemeriksaan triple eliminasi sebesar 72,3%. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,001), sikap (p=0,007), dukungan suami (p=0,020), dan peran tenaga kesehatan (p=0,009) dengan kepatuhan ibu hamil. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kepatuhan (p=0,059). Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sikap, dukungan suami, dan peran tenaga kesehatan memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan ibu hamil dalam pemeriksaan triple eliminasi. Upaya peningkatan edukasi, dukungan keluarga, dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk meningkatkan cakupan program ini.

Open AccessKepatuhan, ibu hamil, triple eliminasi, pengetahuan, sikap, dukungan suami, tenaga kesehatan.
oai:ais:library-item:27001Lihat detail

Pengaruh Pijat Endorphin Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil, terutama pada trimester III. Perubahan postur tubuh akibat membesarnya rahim, peningkatan kadar hormon relaksin, serta bertambahnya beban kehamilan menyebabkan peregangan pada otot dan ligamen yang berujung pada rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta memengaruhi kesiapan ibu menghadapi persalinan. Upaya penanganan nyeri dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang relatif aman, murah, mudah diterapkan, serta tanpa efek samping adalah pijat endorphin. Pijat ini merupakan teknik sentuhan lembut yang berfungsi merangsang pelepasan endorphin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorphin terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di TPMB X Kabupaten Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan instrumen Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi pijat endorphin. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum diberikan pijat endorphin, ibu hamil tanpa nyeri sebesar 16,7%, nyeri ringan 43,3%, nyeri sedang 30,0%, dan nyeri berat 10,0%. Setelah intervensi, proporsi tanpa nyeri meningkat menjadi 60,0%, nyeri ringan 30,0%, nyeri sedang 10,0%, dan tidak ditemukan nyeri berat. Uji statistik menunjukkan nilai Z = -4,434 dengan p-value < 0,01, yang menandakan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah pijat endorphin. Kesimpulan: Pijat endorphin terbukti efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III, sehingga layak direkomendasikan sebagai salah satu metode terapi nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal

Open AccessPijat Endorphin, Nyeri Punggung, Ibu Hamil, Trimester III
oai:ais:library-item:26995Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Rendahnya Kunjungan Bayi dan Balita di Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kunjungan bayi dan balita ke Posyandu merupakan indikator penting dalam pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, masih banyak balita yang tidak memperoleh layanan secara optimal akibat rendahnya tingkat kunjungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya kunjungan bayi dan balita ke Posyandu RW 011 Perumahan Permata Cikarang Timur tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik cross sectional yang dilaksanakan di Posyandu RW 011. Sampel berjumlah 51 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel dependen adalah kunjungan ke Posyandu, sedangkan variabel independen meliputi pengetahuan ibu, ekonomi, pendidikan, dukungan keluarga, dan pelayanan kesehatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Sebagian besar balita (54,9%) tidak melakukan kunjungan teratur ke Posyandu. Pengetahuan ibu berhubungan signifikan dengan kunjungan ke Posyandu (OR=6,70; 95% CI=1,32–34,91; p=0,022). Namun, faktor ekonomi (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,683), dukungan keluarga (p=0,538), dan pelayanan kesehatan (p=0,481) tidak berhubungan signifikan. Kesimpulan: Pengetahuan ibu merupakan faktor paling berpengaruh terhadap keteraturan kunjungan balita ke Posyandu

Open AccessPengetahuan ibu; ekonomi; pendidikan; dukungan keluarga; pelayanan kesehatan
oai:ais:library-item:26994Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.

Open Accesspersalinan prematur, paritas, pendidikan, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi.
oai:ais:library-item:27024Lihat detail

Pengaruh KIE Dengan Media Audiovisual Untuk Menurunkan Minat Pernikahan Dini Pada Remaja Putri di Desa Mulyajaya Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan dan sosial di Indonesia, terutama pada remaja putri yang belum siap secara fisik, mental, dan sosial. Salah satu faktor penyebab adalah kurangnya pengetahuan dan akses informasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual dengan pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terhadap minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya tahun 2025. Subjek dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group. Populasi penelitian adalah seluruh remaja putri usia 15–18 tahun di Desa Mulyajaya (n=44), dengan sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi media audiovisual berbasis KIE. Analisis data menggunakan uji Paired T Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 13–15 tahun (58,1%) dan berpendidikan SMA (67,7%). Rata-rata skor minat pernikahan dini menurun dari 136,1 sebelum intervensi menjadi 89,5 sesudah intervensi. Paired T Test menunjukkan hasil signifikan (Z = -4,876; p < 0,001). Kesimpulan: Media audiovisual berbasis KIE efektif menurunkan minat pernikahan dini pada remaja putri di Desa Mulyajaya.

Open AccessMedia audiovisual; komunikasi informasi edukasi; pernikahan dini; remaja putri
oai:ais:library-item:26991Lihat detail

Pengaruh Edukasi Personal Hygiene Dengan Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kebersihan Menstruasi Pada Remaja Putri SMP Negeri 1 Muara Gembong Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan diperoleh melalui proses kognitif dan berperan penting dalam membentuk perilaku terkait kebersihan diri, termasuk saat menstruasi. Remaja putri perlu memahaminya sejak dini sebagai langkah persiapan. Kurangnya pengetahuan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan keputihan. Edukasi menggunakan media yang menarik seperti video dapat membantu meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi personal hygiene menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri di SMP Negeri 1 Muaragembong, Kabupaten Bekasi, tahun 2025. Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 76 remaja putri yang diambil dengan teknik total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah edukasi personal hygiene menggunakan media video, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan kebersihan menstruasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Sebelum intervensi edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah (75%). Setelah intervensi, tingkat pengetahuan meningkat ke kategori “baik” (84,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi personal hygiene menggunakan video terhadap peningkatan pengetahuan kebersihan menstruasi. Kesimpulan: Edukasi personal hygiene melalui media video secara signifikan meningkatkan pengetahuan kebersihan menstruasi pada remaja putri. Media video dapat digunakan sebagai metode alternatif edukasi kesehatan reproduksi di sekolah, idealnya sebelum remaja mengalami menarce. Sekolah diharapkan rutin memberikan edukasi kesehatan reproduksi, khususnya kebersihan menstruasi, melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, atau kerja sama dengan tenaga kesehatan. Remaja putri juga didorong untuk lebih proaktif mencari informasi serta menerapkan kebersihan menstruasi sejak sebelum menarke guna mencegah infeksi. Penelitian selanjutnya disarankan melibatkan lebih banyak sekolah, menambahkan kelompok kontrol, serta menilai aspek pengetahuan, sikap, perilaku, dan retensi jangka panjang.

Open AccessEdukasi Personal Hygiene Dengan Video, Pengetahuan Kebersihan Menstruasi, Remaja Putri.
oai:ais:library-item:26975Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dalam Menghadapi Kesiapan Menarche Pada Remaja Putri di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Menarche merupakan tanda awal kedewasaan reproduksi pada perempuan yang seringkali menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan dan kesiapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan dalam menghadapi kesiapan menarche pada remaja putri. Subyek dan Metode : Sampel penelitian ini seluruh siswi kelas IV dan V di SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi sebanyak 83 orang dengan teknik Purposive. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest Instrumen ini menggunakan kuesioner pengetahuan tentang menarche dengan media audio visual. Hasil :Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum diberikan intervensi yaitu sebanyak 28,9% siswi memiliki pengetahuan kurang, 66,3% siswi pengetahuan cukup, dan 4,8% siswi pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi, 95,2% siswi memiliki pengetahuan baik dan 4,8% meiliki pengetahuan cukup. Analisis data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon signed rank test, yang menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual (p = 0,000). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan media audio visual efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dalam menghadapi kesiapan menarche. Disarankan pihak sekolah agar dapat menfasilitasi pembelajaran dengan pendidikan kesehatan dengan media audio visual tentang kesehatan reproduksi mengenai menarche secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan khususnya pada remaja putri melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Open AccessPendidikan Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan menarche, Remaja Putri.
oai:ais:library-item:26979Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Data WHO menunjukkan bahwa kanker payudara menjadi masalah kesehatan global tercatat 2,3 juta kasus di tahun 2020 dan proyeksi peningkatan di tahun 2040. Untuk meningkatkan kewaspadaan perlu di berikan edukasi pendidikan kesehatan. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan SADARI pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Subjek dan Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah remaja putri kelas VIII di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yaitu 84 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil: Penelitian uji statistik paired sample t-test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan tentang SADARI dengan p-value 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = gagal ditolak. Kesimpulan: Adanya pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan (SADARI) pada remaja putri di SMPS IT Insan Kamil Cikarang Utara tahun 2024.

Open AccessPendidikan Kesehatan, Video, Pengetahuan, SADARI, Remaja Putri
oai:ais:library-item:25574Lihat detail

Pengaruh Alat Permainan Lego Terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini 4-5 Tahun di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengembangan kognitif pada anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak dalam mengolah pemerolehan belajar, Kemampuan kognitif anak di tunjukan dengan cara melaksanakan kegiatan bermain menggunakan alat permainan yang mengandung unsur atau nilai edukatif. Tujuan : Untuk mengetahu pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode : Penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan The one group pretest-posttest design. Penelitian quasi eksperiment adalah penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak di lakukan randomisasi untuk memasukan subjek kedalam kelompok perlakukan atau control. Desain The one group pretest-posttest design without control, peneliti hanya memerlukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Range List di ketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 yang artinya Ho di tolak dan Ha gagal ditolak, dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang tahun 2024. Kesimpulan : Ada pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang Tahun 2024

Open AccessAnak Usia Dini, Lego, Kognitif
oai:ais:library-item:25520Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan Personal Hygiene Saat Menghadapi Menstruasi Pada Siswi SMP Negeri 1 Cikarang Timur Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengetahuan personal hygiene menstruasi yang buruk jika dibiarkan maka akan menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan reproduksi. Untuk menghindari dari berbagai masalah kesehatan reproduksi maka diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang pengetahuan personal hygiene saat menghadapi menstruasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media buku saku terhadap pengetahuan personal hygiene saat menghadapi menstruasi pada siswi SMP Negeri 1 Cikarang Timur tahun 2024. Subjek dan Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre test-post test design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswi kelas VII di SMP Negeri 1 Cikarang Timur yang berjumlah 132 siswi. Besar sampel yang digunakan berjumlah 99 siswi. Teknik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Uji analisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : Diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan personal hygiene saat menghadapi menstruasi sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil analisa Uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan p-value = 0,001 (p <0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media buku saku terhadap pengetahuan personal hygiene saat menghadapi menstruasi pada siswi SMP Negeri 1 Cikarang Timur tahun 2024.

Open AccessPendidikan Kesehatan, Buku Saku, Pengetahuan, Personal Hygiene, Menstruasi
oai:ais:library-item:25522Lihat detail

Efektivitas Massage Essential Oil Lemongrass Terhadap Penurunan Dismenore Pada Remaja Putri di SMK Metland Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Dismenore adalah menstruasi yang nyeri disebabkan oleh kejang otot uterus. Di Indonesia sendiri kejadian nyeri haid cukup besar mencapai 64,25%. Diantaranya ada sekitar 54, 89% yang mengalami dismenore primer dan 9,36% yang mengalami dismenore sekunder. Dismenore yang tidak ditangani mengakibatkan gangguan saat aktifitas sehari-hari. Salah satu penanganan nyeri secara non farmakologi yang dapat dilakukan pada saat dismenore yaitu massage. Penelitian menemukan pijatan memakai campuran minyak essensial dapat mengurangi kram perut. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas massage essential oil lemongrass (Sereh) terhadap penurunan dismenore pada remaja putri di SMK Metland. Metode :Desain penelitian quasy experiment non control group dengan pendekatan one group pretest posttest design. Lokasi penelitian di SMK Metland. Sampel berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Pada penelitian ini sebelum data diolah maka akan dilakukan uji normalitas data untuk mengetahui data berdistribusi normal yang akan dilihat dari uji Shapiro-wilk karena sampel sebanyak 30 orang (n<50). Setelah dilakukan uji normalitas, didapatkan hasil bahwa data tidak terdistribusi normal (nonparamtrik) sehingga menggunakan uji Wilcoxon rank test dan didapatkan nilai p-value ≤ 0,05 yang berati Ho gagal ditolak. Hasil : Pemberian Massage Essentian Oil Lemongrass mampu menurunkan sakala nyeri dismenore pada remaja putri di SMK Metland P= 0,001 (p<0,05). Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass pada remaja putri mampu menurunkan dismenore skala nyeri 5-6 dengan kriteria mengganggu aktivitas sebanyak 15 responden (50 %) menjadi skala nyeri 0 dengan kriteria tidak nyeri sebanyak 27 responden (90 %). Kesimpulan : Pemberian Massage Essential Oil Lemongrass efektif menurunkan dismenore pada remaja putri di SMK Metland.

Open AccessDismenore, Massage, Essential oil, Lemongrass
oai:ais:library-item:25518Lihat detail

Hubungan Pengetahuan, Dukungan Keluarga dan Sumber Informasi Terhadap Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi Pada Remaja Putri di SMK Citra Mutiara Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Gadis remaja biasanya mengalami menstruasi setiap bulan dalam kondisi normal, namun tidak semua memiliki pengetahuan yang memadai tentang perawatan kebersihan pribadi (personal hygiene). Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memeriksa korelasi antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan sumber informasi mengenai perilaku kebersihan pribadi selama menstruasi di antara anak perempuan remaja di SMK Citra Mutiara pada tahun 2024. Metode Penelitian: Penelitian adalah kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari semua wanita muda di SMK Citra Mutiara, total 155 orang. Teknik sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sebuah kuesioner berfungsi sebagai alat penelitian. Analisis data dilaksanakan dengan mengimplementasikan tes Chi Square. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa 87 responden (56,1%) memiliki pengetahuan yang tidak mencukupi. Kurangnya dukungan keluarga dilaporkan oleh 102 responden (65,8%). Karyawan profesional adalah sumber informasi yang paling umum untuk 74 responden (47,7%). Perilaku kebersihan pribadi suboptimal selama menstruasi diamati pada 83 responden (53,5%). Analisis Chi Square menghasilkan nilai P 0.004 < 0.05, nilai P 0.019 < 0.05 untuk dukungan keluarga, dan nilai P 0.000 < 0,05 untuk sumber informasi. Odds Ratio untuk hubungan antara pengetahuan dan perilaku kebersihan pribadi adalah 2.743, menunjukkan bahwa gadis-gadis dengan pengetahuan yang kurang 2.743 kali lebih mungkin untuk menunjukkan praktik kebersihannya yang lebih buruk. Mengenai dukungan keluarga, rasio Odds adalah 2.362, yang menunjukkan bahwa gadis-gadis dengan dukungan kurang 2.362 kali lebih mungkin memiliki perilaku kebersihan yang lebih buruk. Kesimpulan: Ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan, dukungan keluarga, dan sumber informasi tentang perilaku kebersihan pribadi selama menstruasi di kalangan remaja.

Open Access
oai:ais:library-item:25516Lihat detail