Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Penulis: Ida Widaningsih

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing di TPMB Riris Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Open AccessDukungan Tenaga Kesehatan, Hypnobirthing, Pengetahuan Ibu Hamil, Pendidikan, Sumber Informasi.
oai:ais:library-item:26992Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi DPT di TPMB Hesty Nurul Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2016-2018 yaitu pada tahun 2016 sebesar 91,58%. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan 85,41%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan 57,95%. Data pada tahun 2019 cakupan imunisasi rutin di Indonesia masih dalam kategori kurang memuaskan, dimana cakupan Pentavalent-3 dan MR tidak mencapai 90% dari target. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik hubungan antara umur,pendidikan,paritas,ekonomi,partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional yang memiliki tujuan untuk untuk mengetahui umur, Pendidikan, paritas, ekonomi, partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Hasil dari uji pada hubungan antara umur dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, kemudian Pendidikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,016, hubungan paritas dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,055, hubungan ekonomi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, hubungan partisipasi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,016 dan hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,037. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa Sukajaya. Sedangkan faktor pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa sukajaya karena nilai p value 0,016

Open AccessPengetahuan, Umur Ibu, Pendidikan, Ekonomi, Partisipasi.
oai:ais:library-item:27019Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karang Asih Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.

Open AccessTingkat pengetahuan, HIV/AIDS, Remaja
oai:ais:library-item:27011Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.

Open AccessGizi, Usia Balita, Pendidikan Ibu
oai:ais:library-item:26987Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.

Open AccessSenam hamil, pengetahuan, ibu hamil, pendidikan, dukungan kesehatan
oai:ais:library-item:26989Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda-tanda Bahaya Trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Jayanti pada Mei 2025 dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III. Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Open AccessPengetahuan, Tanda Bahaya Kehamilan, Ibu Hamil, Trimester II & III
oai:ais:library-item:26990Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Antenatal Care Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.

Open Accesskepatuhan ANC, ibu hamil, dukungan suami, dukungan tenaga kesehatan
oai:ais:library-item:26950Lihat detail

Pengaruh Jus Kurma Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya: jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.

Open AccessAnemia, Ibu Hamil, Jus Kurma, Hemoglobin, Kehamilan
oai:ais:library-item:26952Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara menstruasi terakhir sampai dengan persalinan. Setelah bayi baru lahir akan tetap membawa resiko suatu penyakit, salah satunya adalah penyakit ikterus neonatorum. Penyebab ikterus secara umum bisa terjadi saat sejak sebelum hamil, selama kehamilan, proses persalinan dan saat perawatan bayi baru lahir. Salah satu penyebabnya adalah perawatan bayi baru lahir karena tingkat pengetahuan ibu masih rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum Di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023. Metode: Menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan Accidental sampling dengan jumlah responden 90. Hasil : Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Usia (P= 0,003), Pendidikan (P=0,007), Pekerjaan (P=0,000), Sumber informasi (P=0,000), Pendapatan Keluarga (P=0,001), dan Dukungan Kesehatan (P=0,000). Kesimpulan: Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga, dan tenaga kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ikterus neonatorum. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelajar dan diharapkan bagi para pelajar untuk memahami lebih dalam mengenai ikterus neonatorum.

Open Accesspengetahuan, ikterus neonatorum, ibu hamil
oai:ais:library-item:25764Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Preeklamsia Pada Ibu Hamil di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi

Book2024Koleksi Perpustakaan

Preeklampsia merupakan peningkatan tekanan darah diikuti dengan peningkata n protein dalam urin. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa, ibu meningga l dunia pada masa kehamilan atau masa bersalin sebesar 585.000 setiap tahunnya,dan diketahui sebesar 58,1% disebabkan karena preeklampsiadan eklampsia. Kematian ibu di Indonesia yang disebabkan oleh preeklampsidan eklampsisekitar 15% -25%. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional (pengamatan sewaktu, pengumpulan data variable independen dan variable dependen secara bersamaan). Populasi seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi periode 1 April – 1 Agustus 2024 sebanyak 65 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis analisi data univariat menggunakan presentase dan bivariate menggunakan uji Chi- Square. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan usia ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.003 (p value = 0,05). Pada perhitunga n risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=5.478, sehingga dapat disimpulkan bahwa usia ibu <20 & >35 tahun lebih beresiko 5 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan usia ibu 20 – 35 tahun. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.000 (p value<0,05). Pada perhitungan risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=170.000 (CI : 18.682 – 1546.971), maka bisa disimpulkan bahwa Pendidikan <SMA lebih beresiko 170 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan dengan Pendidikan ≥ SMA.

Open AccessFaktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Preeklamsia Pada Ibu Hamil di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi.
oai:ais:library-item:25765Lihat detail

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyakit kanker serviks ialah penyakit kedua terbanyak pada perempuan dan ialah penyakit beresiko tinggi yang menyerang remaja. Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) diharapkan dapat menghentikan peningkatan sel-sel kanker, khususnya di negara-negara yang masih sulit melakukan program skrining. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Subyek dan Metode: Jenis penelitian yang dimanfaatkan ialah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang mengukur motivasi remaja putri dalam melakukan vaksin HPV dan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Populasi pada penelitian ini ialah siswi remaja putri kelas X.1 sampai X.10 di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan dengan total 253 siswi. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 155 siswi. Hasil: Hasil penelitian membuktikan mayoritas remaja putri mempunyai tingkat pengetahuan baik sejumlah 108 responden (69,7%) serta motivasi melaksanakan vaksin HPV baik sejumlah 104 responden (67,1%). Kesimpulan: Ada korelasi pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks dengan motivasi melaksanakan vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan (p value=0,000 <a=0,05).

Open AccessKanker serviks, Vaksin HPV, Motivasi, Pengetahuan
oai:ais:library-item:25578Lihat detail

Perbandingan Jumlah ASI Dengan Suplementasi Kelor dan Katuk Pada Ibu Menyusui Bayi 0-6 Bulan di Posyandu Melati Muaragembong Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Galaktagog merupakan obat atau makanan yang mengandung suatu zat atau senyawa yang dapat memicu, mempertahankan, memperlancar dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak namun sayang prevalensi pemberian ASI masih relatif rendah.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbandingan jumlah ASI dengan suplementasi kelor dan katuk pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan. Metodologi Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan non-equivalent control group design. Tempat penelitian dilakukan di Posyandu Melati Muaragembong. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu ibu menyusui yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan ASI eksklusif. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok perlakukan. Kelompok pertama diberi suplemen kelor dan kelompok kedua diberi suplemen katuk yang kemudian akan diobservasi selama 2 minggu untuk dinilai bagaimana pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah ASI. Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Shapiro wilk. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T (Paired Sampel T Test dan Independent Sample T-Test)) dengan tingkat level of significant a= 5%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa Suplemen kelor (p-value = 0,000 < a (0,05)) dan suplemen katuk (p-value = 0,000 < a (0,05)) sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI. Tidak ada perbedaan peningkatan jumlah ASI antara kelompok ibu menyusui yang diberikan suplemen kelor dan suplemen katuk (p-value = 0,668). Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa suplemen kelor dan suplemen katuk sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI, sehingga bisa direkomendasikan sebagai salahsatu suplemen tambahan yang dapat membantu peningkatan jumlah produksi ASI pada ibu menyusui khususnya bagi ibu-ibu yang mengalami keluhan ASI sedikit atau kurang.

Open AccessPeningkatan Jumlah ASI, Suplemen Kelor, Suplemen Katuk.
oai:ais:library-item:25521Lihat detail

Analisis Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Tingginya Tingkat Penggunaan Kontrasepsi Suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan yang tercangkup dalam domain kognitif mempunyai enam tiangkatan yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tujuan : Untuk menganalisis pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan tingginya tingkat penggunaan kontrasepsi suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti. Metode : Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diamati Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 173 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p= 0.001 < 0,05 untuk umur, p=0.021 <0,05 untuk pendidikan, p= 0.001 <0,05 untuk pekerjaan, p=0.014 <0,05 untuk sumber informasi dan p= 0.000 <0,05 untuk dukungan keluarga. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan keluarga terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) di TPMB Masitoh Hardiyanti. Kesimpulan: Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakteristik akseptor KB suntik dan menjadi bahan evaluasi bagi petugas kesehatan untuk pemberian konseling

Open AccessUmur, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Sumber Informasi, Dukungan Keluarga, Pengetahuan
oai:ais:library-item:25514Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II dan III di TPMB Lili Lidiana Sulvi Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Angka kematian ibu, bersama angka kematian bayi, merupakan indikator penting kesehatan suatu negara. WHO melaporkan angka kematian ibu yang tinggi pada tahun 2024, salah satu penyebab tidak langsungnya adalah terlambatnya pengenalan tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling dari 149 ibu hamil. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,004), pendidikan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,001), dan sumber informasi (p = 0,040) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu hamil, sementara pekerjaan (p = 0,242) dan pendapatan (p = 0,085) tidak signifikan. Kesimpulan: Usia, pendidikan, dan dukungan keluarga mempengaruhi pengetahuan ibu hamil. Disarankan untuk meningkatkan program edukasi berbasis komunitas, dukungan keluarga, penggunaan media sosial, serta akses dan pelatihan untuk tenaga medis.

Open AccessDukungan Keluarga, Pekerjaan, Pendapatan, Pendidikan, Pengetahuan Ibu Hamil, Sumber Informasi, Tanda dan Bahaya Kehamilan, Usia
oai:ais:library-item:25502Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Cimuning Kota Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Triple eliminasi merupakan pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, Sifilis dan Hepatitis B dimana tujuannya untuk penurunan infeksi terhadap bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil berjumlah 417 orang dengan sampel sebanyak 90 orang. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui kuisioner. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi) dan independent (umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, ekonomi dan peran tenaga kesehatan) yang mempengaruhi Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi yaitu umur (p=0,028), pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,001), sumber informasi (p=0,001), ekonomi (p=0,001), peran tenaga kesehatan (p= 0,001). Dari hasil tersebut hanya variabel paritas yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, ekonomi dan peran tenaga kesehatan dengan pengetahuan ibu hamil, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara paritas dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi.

Open AccessPengetahuan, Triple Eliminasi, Ibu Hamil.
oai:ais:library-item:24905Lihat detail

Hubungan Antara Teknik Menyusui Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Pada Ibu Nifas di TPMB Ari Kristiyani Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Menurut hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) (2020), sebanyak 27,67% balita di Indonesia mengalami stunting. Salah satu intervensi yang dinilai mampu mengatasi masalah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif secara optimal. Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021. Penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif ada tiga faktor yaitu faktor psikososial, faktor sosio demografik dan faktor pelayanan kesehatan pre atau post natal. pemberian pengetahuan tentang ASI secara dini akan meningkatkan sikap positif dan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas Di TPMB Ari Kristiyani Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang responden. Analisa univariate menggunakan distribusi frekuensi dan untuk uji bivariate menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 26 orang (86,7%) berusia 20-35 tahun, 19 orang (63,3%) adalah ibu rumah tangga dan tidak bekerja Sebanyak 14 orang adalah seorang multipara, 28 orang (93,3%) lulus SMA atau Perguruan Tinggi dan sebanyak 17 orang (56,7%) adalah pernah melahirkan secara normal. Sebanyak 15 responden (50,0%) yang teknik menyusui yang kurang baik, justru tidak mengalami puting susu lecet. Namun, ibu yang teknik menyusu yang baik justru mengalami puting susu lecet. Nilai P Value terdapat nilai 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak atau dengan arti bahwa ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet di TPMB Ari Kristiyani Penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk bahan penyuluhan di tempat praktek mandiri khususnya teknik pemberian ASI agar proses menyusui nyaman dan tanpa rasa nyeri. Penelitian ini juga diharapkan menjadi pijakan dan referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan serta menjadi bahan kajian lebih lanjut.

Open Accessteknik menyusui, puting lecet, asi eksklusif
oai:ais:library-item:24909Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah RT 02 Desa Cibuntu Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Data badan pusat statistik 2022, terdapat 30,83 juta anak usia dini di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,56% bayi berusia ≤1tahun, 57,16% Balita, 29,28% anak prasekolah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak usia 1–3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun, 65 orang. Sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan 35 (53,8%) memiliki pola asuh kurang baik. Didapatkan adanya hubungan antara usia ibu (p-value=0,017), pendidikan (p-value=0,000), pengetahuan (p-value=0,011), dukungan keluarga (p-value=0,043), dan sumberi nformasi (p-value=0,021) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Serta tidak ada hubungan antara paritas(p-value=0,162) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Serta tidak terdapat hubungan antara paritas dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Diharapkan penelitian ini memberikan peran serta bagi anak yaitu membentuk perkembangan dan kesejahteraan keluarga, serta keterlibatan orang tua pada pengasuhan anak.

Open AccessPola Asuh anak usia 1-3 tahun
oai:ais:library-item:24758Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III di Puskesmas Cimuning Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Data World Health Oranization tahun 2019 Angka Kematian Ibu (AKI) didunia yaitu sebanyak 295 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab nya tekanan darah tinggi selama kehamilan, perdarahan, infeksi post partum, dan aborsi tidak aman. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 235 per1000 kelahiran. Tujuan : Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning Kota Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 100 orang responden ibu hamil. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil : analisis bivariat ada hubungan usia nilai P-Value 0,001, pendidikan P-Value 0,016, pekerjaan P-Value 0,006, paritas P-Value 0,000, dan keterpaparan informasi P-Value 0,021 terhadap pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning Tahun 2023 P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan : dari penelitian ini, ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan keterpaparan informasi dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning tahun 2023. Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu hamil trimester III.

Open AccessPengetahuan Ibu Hamil, Tanda Bahaya TM III.
oai:ais:library-item:24664Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan WUS Dalam Menghadapi Menopause di Klinik Keysa Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan :Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, dan pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.(Nugroho, 2014). Sindrom premenopause dan menopause dialami perempuan di seluruh dunia. Diperkirakan 70-80% wanita di Eropa mengalami sindrom ini, diikuti oleh Amerika 60%, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom tersebut (Hawari, 2009).Maka peneliti ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel yaitu sebanyak 35 orang responden WUS. Analisis yang di gunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan umur nilai P-Value 0,000, pendidikanP-Value 0,002, pekerjaan P-Value 0,000, sumber informasi P-Value 0,049, pengetahuan P-Value 0,049 dan dukungan keluarga P-Value 0,026 terhadap kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023 P-Value =P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara umur, pendidikan,pekerjaan, sumber informasi, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan menopause.Tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di klinik keysa Tahun 2023.Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenaipentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan WUS dalam menghadapi menopause.

Open AccessFaktor – factor , Kesiapan, WUS, Menopause
oai:ais:library-item:24665Lihat detail