Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Subjek: Diabetes Mellitus

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Perawatan Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Harapan Bunda Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang memiliki tingkat komplikasi cukup tinggi. Perawatan yang dilakukan oleh pasien mempunyai peranan yang sangat penting, guna mencegah terjadinya komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh diabetes mellitus. Edukasi atau pendidikan kesehatan yang dilakukan oleh petugas kesehatan memegang peranan penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperiment dengan pre dan post test, menggunakan 48 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 s.d. 31 Maret 2023 di Poliklinik Rumah Sakit Harapan Bunda. Alat penelitian ini menggunakan lembar kuisioner pengetahuan pasien tentang perawatan Diabetes Mellitus. Hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan responden meningkat setelah dilakukan pendidikan kesehatan, nilai mean pretest adalah 45,31 dan posttest adalah 76,98. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan p value: 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan. Peneliti menyarankan untuk perawat hendaknya meningkatkan pelaksanaan pendidikan kesehatan pada pasien dengan diabetes mellitus di Rumah Sakit Harapan Bunda, dengan harapan pengetahuan pasien tentang perawatan diabetes mellitus dapat meningkat.

Open AccessPengetahuan, diabetes mellitus, pendidikan kesehatan
oai:ais:skripsi:433Lihat detail

Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Kejadian Retinopati Diabetikum Di Poli Mata (Eye Center) Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Retinopati diabetik merupakan suatu mikroangiopati progresif yang ditandai dengan kerusakan dan sumbatan pembuluh darah kecil, diperkirakan 25 kali lebih banyak diderita pada pasien diabetes mellitus dibandingkan pasien yang tidak menderita diabetes mellitus Tujuan penelitian : Mengetahui Hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 186 responden dan jumlah sampel 65 responden Hasil penelitian : usia 56th-65th (40%), jenis kelamin perempuan (53,8%), pendidikan SMA (81,5%), Lama menderita (73,8%), kejadian retinopati diabetikum (83,1%). Disimpulkan : Ada hubungan antara lama menderita diabetes mellitus tipe 2 dengan kejadian retinopati diabetik di Poli mata (Eye Center) Rs Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P-Value 0,001 0,05 Kesimpulan dan Saran : diabetes melitus dapata mengakibatkan retinopai diabetikum, disarankan pasien dan kelurga bisa lebih menjaga pola makan dan pola hidup untuk kesehatan

Open AccessDiabetes Mellitus, Retinopati Diabetikum
oai:ais:skripsi:311Lihat detail

HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Diabetes dikenal sebagai penyakit yang erat kaitannya dengan makanan. Mengonsumsi makanan seperti konsumsi karbohidrat yang berlebihan dapat menjadi faktor risiko diabetes melitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus tipe 2. Manfaat penelitian ini dapat memperluas pengetahuan, bukti dan pengalaman tentang hubungan pola makan dan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah pendekatan analisis korelasional cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat jalan dengan diabetes tipe 2 dan sebanyak 46 responden diidentifikasi dalam total sampel. Pengumpulan data dengan kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,9% responden memiliki kadar gula yang tidak terkontrol. Jumlah makanan, jenis makanan dan jenis makanan khas memiliki hubungan dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS Sentra Medika Minahasa Utara (p value 0,05), sedangkan tidak ada hubungan antara frekuensi makan dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2 di Rumah Sakit Sentra Medika Minahasa Utara dengan hasil (p value = 0,162 > 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melihat faktor lain seperti stres, aktivitas fisik dan obesitas. Kata Kunci : Pola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka : 9 buku (2011-2022), 14 jurnal (2017-2022)

Open AccessPola Makan, Diabetes Mellitus Tipe 2
oai:ais:skripsi:432Lihat detail

Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada Pasien DM yang Melakukan perawatan dirumah diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.

Open AccessPengetahuan, Motivasi Melakukan senam kaki, Diabetes mellitus.
oai:ais:skripsi:125Lihat detail

Hubungan Derajat Ulkus Diabetik Dengan Perubahan Citra Tubuh Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit diabetes militus merupakan penyakit tidak menular dan saat ini menjadi ancaman dunia. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) Indonesia berada pada urutan ke-7 berdasarkan prevalensi penderita diabetes mellitus dengan jumlah kasus sekitar 10,7 juta jiwa pada tahun 2019. Ulkus diabetik yaitu komplikasi yang paling ditakuti pasien DM karena berkurangnya suplay darah ke jaringan tersebut menyebabkan kematian jaringan dan diperparah dengan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan amputasi bahkan berdampak luas karena dapat menyebabkan kematian. Perubahan citra tubuh (body image) adalah perubahan persepsi tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek seseorang Metode : desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel sebesar 57 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Nilai uji signifikansi (p value) < 0,05 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara derajat ulkus diabetikum dengan perubahan citra tubuh di RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022. Kesimpulan: Kondisi ulkus diabetikum dengan derajat luka yang lebih tinggi dapat mempengaruhi perubahan citra tubuh responden, sehingga upaya promotif perlu dilakukan dengan baik.

Open AccessKeywords : diabetes mellitus, body image, diabetic ulcers
oai:ais:skripsi:508Lihat detail

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : RENA JUWITA SARI NIM : 020319680 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI POLI SPESIALIS PENYAKIT DALAM RS X CIKARANG TAHUN 2021 xiv + 75 Halaman + 16 tabel + 2 gambar + 12 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Penalataksanaan DM meliputi makan sehat, latihan fisik, pemantauan kadar gula darah, minum obat secara teratur, kemampuan memecahkan masalah, koping yang sehat, mengurangi faktor resiko diabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien diabetes mellitus di poli spesialis penyakit dalam RS X Cikarang tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain survey analitik dengan pendekatan non experimental study. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan waktu cross sectional atau potong lintang yang dalam pengumpulan datanya satu kali atau “suatu saat”. Dari hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 adalah pendapatan ( p value=0,000). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah lama menderita DM (p value=0,331), persepsi ( p value=0,444), dukungan keluarga (p value=0,312). Saran bagi penderita DM tipe 2 yaitu harus mematuhi pola makan yang dianjurkan tenaga kesehatan sehingga kadar gula darah terkontrol dan dapat mengurangi komplikasi. Kata kunci : Faktor, Kepatuhan diet, Diabetes Mellitus Tipe 2 Daftar Pustaka: 25

Open AccessFAKTOR, KEPATUHAN DIET, DIABETES MELLITUS TIPE 2
oai:ais:skripsi:106Lihat detail

Pengaruh program diabetes self management education terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit diabetes mellitus akan menyertai seumur hidup penderita sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, jantung, pembuluh darah, dan saraf yang akan membahayakan jiwa. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Kabupaten Minahasa Utara menduduki posisi tertinggi kelima dengan jumlah penderita 2.091 orang berdasarkan diagnosa dokter. Di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam 3 bulan terakhir yaitu bulan Juli, Agustus dan September tahun 2022 mendapati penderita diabetes melitus sejumlah 53 kasus meningkat dari jumlah kasus sebelumnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2022 sejumlah 20 kasus. Tujuan : Menganalisis pengaruh program diabetes self-management education terhadap kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis Penelitian ini adalah Penelitian quasy-experimental design dengan desain pretest and post test one group designs. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang terdata di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dengan jumlah rata-rata dalam 3 bulan yaitu 53 pasien. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 15 responden yang didapatkan dengan Teknik purposive sampling. Analisis Hasil Menggunakan Uji T Berpasangan “Paired Samples Test” Hasil : Hasil uji T berpasangan terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 diperoleh nilai t hitung -3.632 dan p 0.003 0.05 () yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan DSME. Kesimpulan : Ada Pengaruh Program Diabetes Self-Management Education Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Open AccessDiabetes Mellitus, Kualitas Hidup, Diabetes Self-Management Education
oai:ais:skripsi:402Lihat detail

Pengaruh Terapi Relaksasi Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia due to inadequate insulin secretion, abnormal blood sugar levels above 200 mg/dL. The therapy given is a combination of pharmacology and non-pharmacology, namely progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine Progressive Muscle Relaxation Therapy on Blood Sugar Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. This type of research is a quasy experiment with a one-group pre-test – post-test design, intervention group for blood sugar levels. Population 30 people, sample 30. The average value of blood sugar levels in the pre test is 1.37 with a standard deviation of .490. In the posttest the mean value is 1.00 with a standard deviation of .000. The statistical test results obtained a value of .000, so it can be concluded that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy on blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. Conclusions and Suggestions Progressive muscle relaxation techniques are proven to have an effect on blood sugar levels, and it is recommended for hospital institutions besides providing pharmacological therapy, they can combine non-pharmacological progressive muscle relaxation therapies.

Open AccessDiabetes Mellitus, blood sugar levels, progressive muscle relaxation therapy.
oai:ais:skripsi:336Lihat detail

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN HARGA DIRI RENDAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK DWI CIPTA 1 CIBATU CIKARANG SELATAN KABUPATEN BEKASI TAHUN 2022

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu masalah di dalam ruang kesehatan secara global yang signifikan dan angka prevalensinya cenderung meningkat di dunia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) 2021, terdapat 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. pada tahun 2019 ada sekitar 10,6% penderita diabetes di Indonesia. Provinsi Jawa Barat di tahun 2019 s/d 2020 mengalami kenaikan 8,2% orang yang menderita penyakit Diabetes Melitus dan sebagian berasal dari Kabupaten Bekasi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien diabetes mellitus di Klinik Dwi Cipta 1 Cibatu Cikarang Selatan Tahun 2022. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 55 orang responden pasien DM yang datang ke Klinik Dwi Cipta 1 periode November - Desember tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square . Hasil analisis bivariat ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien Diabetes Mellitus dengan nilai P-Value 0,046, yaitu nilai P-Value yang didapatkan P<α 0,05. Kesimpulan ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian harga diri rendah pada pasien Diabetes Mellitus di Klinik Dwi Cipta 1 Cibatu Tahun 2022. Diharapkan bagi Klinik Dwi Cipta dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan informasi kepada keluarga pasien tentang pentingnya perawatan pasien dan pentingnya memberikan motivasi pada pasien Diabetes Melitus guna mengurangi resiko harga diri rendah pada pasien.

Open AccessDukungan Keluarga, Harga Diri Rendah, Diabetes Mellitus
oai:ais:skripsi:300Lihat detail

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Distres Emosional Pada Penderita Diabetes Mellitus di RS.PMI Bogor

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, penyakit ini tidak hanya mengganggu fisiologis manusia, namun sering mengalami gangguan pada kondisi psikisnya . Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Distres Emosional pada Penderita Diabetes Mellitus di RS. PMI Bogor. Metode: metode ”cross-sectional” yaitu jenis variabel sebab (independen) maupun variabel akibat (dependen) diukur dalam waktu bersamaan dengan jumlah populasi 45 reponden dengan sampel 45 responden menggunakan total sampling. Hasil: Hasil dari pengujian perbandingan nilai antara dukungan sosial dengan distress emosional didapatkan nilai p-value 0,011, nilai tersebut dibawah 0,05 maka Ho ditolak. Hasil Spearman nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) sebesar 0,011, karena nilai sig.(2-tailed) 0,011 , lebih kecil dari 0,05, maka artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara dukungan sosial dengan distres emosional Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 38 orang responden (84,4%) yang mendapatkan dukungan sosial yang tinggi merasakan distress emosional yang rendah dan responden terbanyak pada penelitian ini adalah wanita 25 orang. Hasil Speraman menunjukkan berarti Ha diterima Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Sosial Dengan Distres Emosional Pada Penderita Diabetes Mellitus Di RS.PMI Bogor dan angka koefisien korelasi sebesar -0,376, artinya, tingkat kekuatan hubungan (korelasi) dengan nilai rendah, bernilai negatif bersifat tidak searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka tingkat distres emosional akan semakin rendah Bahan Bacaan: XXV (2010 - 2019) Kata Kunci : Dukungan sosial, Distres Emosional, Diabetes Mellitus Jumlah Kata: 239 Kata

Open AccessKata Kunci : Dukungan sosial, Distres Emosional, Diabetes Mellitus
oai:ais:skripsi:297Lihat detail

Pengaruh Senam Diabetes Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus di RS Sentra Medika Cibinong

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disease caused by the body's inability to produce insulin or a small amount of insulin so that energy metabolism processes are ineffective and cause blood sugar levels to increase and become dangerous. The purpose of this research is to find out the effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar levels in Diabetes Mellitus patients. This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group approach to 50 samples from 100 outpatient populations participating in Diabetes Mellitus gymnastics at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2023 using the technique nonprobability sampling with purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is not normally distributed (p 0.05), therefore the nonparametric test used is the Wilcoxon test and gets a P value of 0.000 (0.05) meaning there is the effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar levels in Diabetes Mellitus patients. The conclusion is that blood sugar before Diabetes Mellitus exercise is 74% high, blood sugar after Diabetes Mellitus exercise is 82% normal, and there is an effect of Diabetes Mellitus exercise on decreasing blood sugar during Diabetes Mellitus patients at Sentra Medika Cibinong Hospital in 2023. Suggestions for research this is expected Sentra Medika Cibinong Hospital can hold seminars on the benefits of exercise diabetes Mellitus with hope that more exercise participants, greater the cure rate in patient Diabetes Mellitus. Reading Materials: Books (2013 - 2021) Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Sugar, Gymnastics.

Open AccessDiabetes Mellitus Senam Diabetes
oai:ais:skripsi:303Lihat detail

Hubungan Sleep Hygiene dengan Kualitas Tidur pada lansia Penderita Diabetes Melitus II di puskesmas citeureup

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Menurut IDF (Federasi Diabetes Internasional) Berdasarkan prevalensi diabetes melitus global pada tahun 2019, 463 juta dari total penduduk dunia atau sekitar 9,3% orang dewasa berusia 20-79 tahun menderita diabetes. Lansia yang memderita diabetes melitus sering terbangun di tengah tidurnya dan sering mengeluh bahwa tidak bisa tidur kembali. Sleep Hygiene merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kualitas tidur yang terdiri dari sekumpulan daftar kegiatan dari bagun hingga tetridur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe Ii Di Puskesmas Citeureup Tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan Non-Eksperimen jenis Korelasional. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional (potong lintang). Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia DM di Puskesmas Citeureup tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan Teknik total sampel dengan jumlah responden sebanyak 55 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar quesioner dan analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: hasil penelitian Uji Chi Square didapatkan ada hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus dengan p-value 0.000. Kesimpulan: Kesimpulan dari peneliti ini yaitu terdapat Hubungan Sleep Hygiene Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Citeureup,

Open AccessSleep Hygiene, kualitas Tidur, Diabetes mellitus 2
oai:ais:skripsi:419Lihat detail

Hubungan Perilaku Self-Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2021

Book2026Koleksi Perpustakaan

Prevalensi Diabetes Melitus (DM) didiagnosis dokter penduduk umur > 15 tahun di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1,7 %, sedangkan di Kabupaten Purwakarta sebanyak 1,81 % (Riskesdas Prov. Jawa Barat, 2018). Berapa masalah yang dapat timbul pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 ini dapat dikendalikan apabila pasien dapat menerapkan perilaku manajemen diri (self management) pada penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan DM tipe 2 di Wilayah Puskesmas Sukatani pada Bulan Desember tahun 2020 sebanyak 92 orang. Jumlah sampel yang didapatkan dari hasil perhitungan adalah 48 pasien. Instrumen yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data variabel adalah kuesioner SDSCA (The Summary of Diabates Self-Care Activities. Analisis yang digunakan adalah uji statistik uji Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% ( α =0,05). Hasil penelitian membuktikan terdapat hubungan antara pola makan (p value = 0,003), aktifitas fisik (p value = 0,01), perawatan kaki (p value = 0,015), dan minum obat(p value = 0,02). Aktivitas self manajement secara rutin maka hal ini mampu memelihara kadar glukosa darah dalam rentang normal dan juga dapat mencegah untuk terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, kebutaan dan lain-lain, sehingga memang benar bahwa aktivitas self manajement ini memang mempunyai peranan yang sangat penting dalam pengelolaan penyakit diabetes.

Open AccessDiabetes Mellitus, Self Manajement DM, Kadar Gula
oai:ais:library-item:27689Lihat detail

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INTERNA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Open AccessKomunikasi terapeutik, kepuasan pasien, Diabetes Mellitus Tipe 2, keperawatan.
oai:ais:skripsi:1008Lihat detail

HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INTERNA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.

Open AccessKata kunci: Komunikasi terapeutik, kepuasan pasien, Diabetes Mellitus Tipe 2, keperawatan.
oai:ais:skripsi:1030Lihat detail

Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di RS Djajakusuma Sukatani

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia dan hal ini diperkirakan akan terus berlanjut selama dua dekade mendatang atau mungkin seterusnya Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RS. Djajakusumah Sukatani. Subyek Dan Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani. Jumlah populasi sebanyak 63 orang yang menderita Diabetes Mellitus tipe 2 di RS.Djajakusumah Sukatani. Dan sampel yang akan diambil keseluruhan adalah 54 sampel dengan rumus slovin. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner Hill-Bone versi Indonesia yang telah dimodifikasi untuk pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang terdiri dari 14 pertanyaan. Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi-square nilai value : 0,000 (p value ≤ 0, 05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes Mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani. Kesimpulan: Studi ini terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Djajakusumah Sukatani.

Open AccessDiabetes Mellitus, Kepatuhan minum Obat.
oai:ais:library-item:25582Lihat detail

Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi dan Pengetahuan Dengan Upaya Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Mellitus di Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kaki diabetes, yang dapat berkembang menjadi gangren diabetik atau ulkus, ialah salah satu komplikasi paling menakutkan dari DM. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat sosial ekonomi dan pengetahuan dengan upaya pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes mellitus di Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan metode Kuantitatif descriptive dengan pendekatan Cross Sectional, menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan 59 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu penderita Diabetes Mellitus tanpa Ulkus Diabetikum di Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat sosial ekonomi, tingkat pengetahuan ulkus diabetikum dan upaya pencegahan ulkus diabetikum. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Chi Square didapatkan tidak ada hubungan tingkat sosial ekonomi dengan upaya pencegahan ulkus diabeikum dengan p-value 0,280. Namun, terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan ulkus diabetikum dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi tidak mempengaruhi pencegahan ulkus diabetikum pada pasien BPJS, karena layanan kesehatan yang merata. Namun, pengetahuan pasien memiliki peran kursial dalam mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Oleh karena itu, diharapkan responden bisa lebih aktif dalam mencari informasi mengenai ulkus diabetikum dan upaya pencegahannya melalui berbagai sumber.

Open AccessDiabetes Mellitus, Sosial Ekonomi, Ulkus Diabetikum, Tingkat Pengetahuan, Upaya Pencegahan
oai:ais:library-item:25545Lihat detail

Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kestabilan Kadar Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Diabetes Mellitus merupakan kondisi kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat membuat insulin dan tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efektif sehingga menyebabkan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam darah. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes melitus di panti rehabilitasi sosial lanjut usia karawang. Metode: pada penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang yaitu 65 orang dengan lansia yang terkena diabetes mellitus sebanyak 30 orang dan sampel sebanyak 30 orang dengan menggunakan metode Total Sampling. Hasil: Data dikumpulkan dengan lembar observasi pemeriksaan kadar gula darah pre dan post dan kemudian data dianalisis menggunakan uji sample paired T-test dengan tingkat signifikan <0.05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic paired sampe T-test diperoleh nilai p= 0.000 (<0.05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh senam kaki terhadap kestabilan kadar gula darah pada lansia dengan diabetes mellitus di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang

Open AccessDiabetes Mellitus, Senam Kaki, Kestabilan Kadar Gula Darah.
oai:ais:library-item:25540Lihat detail

Asuhan Keperawatan Nutrisi dan Cairan: Ketidakstabilan Glukosa Darah Pada Tn. K Dengan Diabetes Melitus di Ruang Cyrsant RS Sentra Medika Cikarang

Book2024Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit metabolik yang di tandai dengan tingginya kadar glukosa darah (hyperglikemia) sebagai akibat dari kekurangan sekresi insulin, gangguan aktifitas insulina atau keduanya. Hiperglikemia kronik pada diabetes berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi atau kegagalan beberapa organ tubuh, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Komplikasi DM dapat mempengaruhi seluruh aspek kehidupan penderitanya dan memiliki peningkatan risiko terjadinya komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, neuropati di kaki yang dapat meningkatkan kejadian ulkus kaki infeksi bahkan keharusan untuk amputasi, retinopati, gagal ginjal dan dapat mengancam jiwa bahkan kematian apabila tidak segera ditangani dan dilakukan pengontrolan yang tepat. Tujuan : Tujuan umum dari Penelitian ini adalah untuk menggali dan mempelajari mengenai asuhan keperawatan secara komperhensif pada kasus nutrisi dan cairan Ketidakstabilan Glukosa Darah Dengan Diabetes Melitus Ruang Chrysant Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Hasil : Studi kasus penelitian ditemukannya keluhan pada klien Tn.K badan letih dan pusing, nyeri, gula darah tinggi, klien mengatakan tidak bisa mengontrol pola makan lalu pasien sering merasa haus. Klien mengalami diabetes melitus tipe 1 yang disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat. Kesimpulan : Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan pada Tn. K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan masalah keperawatan diabetes melitus di ruang Chrysant Rs. Sentra Medika Cikarang, maka penulis dapat mengambil kesimpulan terkait dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan diabetes melitus. Implementasi keperawatan pada Tn.K yang mengalami ketidakstabilan glukosa darah dengan diabetes melitus sudah dilakukan secara menyeluruh, tindakan keperawatan dilakukan dengan perencanaan melakukan mengidentifikasi penyebab diabetes mellitus.

Open AccessDiabetes Mellitus, ketidaksatabilan glukosa darah
oai:ais:library-item:24438Lihat detail

Pengaruh Senam Kaki Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: International Diabetes Federation (IDF) mengasumsikan bahwa terdapat 436 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun di dunia mengalami Diabetes Mellitus pada tahun 2019 atau setara dengan 9,3% dari seluruh peduduk dengan usia yang sama. Tujuan: Mengetahui Pengaruh Senam Kaki Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Tahun 2023. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Desain penelitian quasi eksperime design dengan pendekatan one group pretest-posttest design, dalam penelitia ini sampel yang ditetapkan oleh peneliti yaitu sebanyak 30 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil uji paired t-test menunjukan bahwa ada pengaruh senam kaki terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu pada lansia Diabetes Mellitus Tipe II (p=0.000) dengan nilai α=0,05 dan senam kaki memiliki manfaat memperlancar sirkulasi darah pada bagian kaki, senam kaki juga dapat bermanfaat dalam mengatasi keterbatasan pergerakan otot sendi, kelainan pada bentuk kaki, membantu dalam meningkatkan kekuatan otot kecil, paha dan betis pada kaki. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah kadar gula darah sewaktu setelah intervensi berupa senam kaki signifikan menurunkan kadar gula darah pada lansia Diabetes Mellitus Tipe II

Open AccessSenam Kaki, Gula Darah, Diabetes Mellitus, Lansia
oai:ais:library-item:24172Lihat detail