Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

64 hasil
Subjek: Paritas

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI PMB BIDAN SILVY KUSMIRAN CIKARANG TIMUR PERIODE JANUARI - DESEMBER 2021

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia yang menjadi salah satu negara berkembang sedang menghadapi masalah kematian ibu yang tinggi dengan bandingkan negara berkembang lainnya. Indonesia termasuk dalam kelompok tinggi di antara negara-negara di ASEAN terkait Angka Kematian Ibu (AKI) dengan jumlah 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik Hubungan antara paritas, riwayat ANC, umur ibu dan IMT terhadap kejadian preeklampsia. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantatif yaitu dengan design cross-sectional yang memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan Paritas, ANC, Umur Ibu dan IMT terhadap kejadian pre-eklampsia. Hasil dari uji pada hubungan antara paritas dan kejadian preeklampsia ialah sebesar 0,908, kemudian hubungan antara riwayat ANC dengan kejadian preeklampsia didapatkan nlai P Value ialah sebesar 0,798, hubungan umur dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,005, dan Hasil uji pada hubungan IMT dengan kejadian preeklampsia didapatkan nilai P Value ialah sebesar 0,472. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas, IMT, dan riwayat ANC tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur. Sedangkan, faktor umur memiliki hubungan yang signifikan dengan Kejadian Preeklampsia Ibu Hamil di PMB Bidan Silvy Kusmiran Cikarang Timur karena nlai P Value 0,005 0,05.

Open AccessKata kunci: Preeklamsi Ibu hamil, Paritas, Riwayat ANC, Umur Ibu, dan IMT
oai:ais:skripsi:203Lihat detail

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA IBU MENYUSUI 0-6 BULAN DI DUSUN 2 DESA CIBATU KEC. CIKARANG SELATAN, KAB. BEKASI TAHUN 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

Open AccessPemberian ASI ekslusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan, Paritas, Dukungan keluarga
oai:ais:skripsi:540Lihat detail

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, 11 September 2023 Nama : Yuyun Setiawati Nim : 020319647 FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HYPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Xiii+ 48 Halaman+ 10 Tabel + 7 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature. Kata kunci : Gastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan. Bahan baca : 4 buku (2021-2022) dan 15 jurnal kesehatan (2019-2023)

Open AccessGastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan.
oai:ais:skripsi:445Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.

Open Accesspersalinan prematur, paritas, pendidikan, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi.
oai:ais:library-item:27024Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Partus Lama Pada Kala II di RSIA Nurul Anisa Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Kejadian AKI di Indonesia menurut data Kemenkes tahun 2022 yaitu sebesar 189 per 100.000 kelahiran hidup, dan berdasarkan Data dari Data dari RSIA Nurul Anisa menunjukkan bahwa selama periode 2023–2024 terdapat 70 kasus partus lama dari total 389 persalinan. Dengan prevalensi presentase partus lama masih tinggi yaitu sekitar 18%, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian partus lama kala II pada ibu bersalin di RSIA Nurul Anisa pada tahun 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah Ibu$ be$rsalin di RSIA Nu$ru$l Anisa de$ngan ju$mlah 389 pasie$n ibu$ be$rsalin secara partus pervaginam maupun operasi sectio caesarea (SC) se$lama 2 tahu$n te$rakhir pada tahu$n 2023 - 2024. sedangkan besar sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik total sampling. untuk analisis data yang digunakan adalah analisis proporsi (persentasi) untuk analisis univariat. Uji hipotesis menggunakan analisis bivariat dengan statistik Chi- Square dan analisis risiko Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan variabel Usia ibu dengan partus lama pada kala II dengan P value 0,003 , kemudian terdapat hubungan variabel paritas dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,017, selanjutnya terdapat hubungan variabel taksiran berat janin dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,004, dan terdapat hubungan variabel his dengan partus lama pada kala II dengan nilai P = 0,005. Kesimpulan terdapat hubungan semua variabel yaitu usia ibu, paritas, taksiran berat janin, dan his dengan partus lama pada kala II. Saran dalam penelitian ini, pada ibu hamil sebagai upaya pencegahan partus lama antara lain adalah dengan rutin mengikuti senam hamil, melakukan latihan pernapasan, serta menjaga kebugaran fisik melalui aktivitas ringan yang sesuai dengan usia kehamilan.

Open AccessPartus lama, usia ibu, paritas, taksiran berat janin, his.
oai:ais:library-item:27007Lihat detail

Faktor -faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd. Keb Tahun 2024

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Ruptur perineum adalah perlukaan jalan lahir yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Menurut (WHO) terdapat 2,7 juta kasus rupture perineum pada ibu bersalin, diperkirakan akan mencapai 6,3 juta ditahun 2050. Di Asia rupture perineum dalam masyarakat tercatat 50% dari kejadian rupture perineum di dunia yang menunjukkan bahwa masalah ini memerlukan perhatian lebih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Rupture Perineum Pada Ibu Bersalin di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dari bulan Januari - Desember 2024 sebanyak 86 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil: Hasil penelitian di ketahui bahwa dari hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,003 < α (0,05), artinya ada hubungan paritas dengan rupture perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,063 < α (0,05), artinya ada hubungan umur ibu dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,004 < α (0,05), artinya ada hubungan jarak kehamilan dengan ruptur perineum. hasil uji chi-square diperoleh nilai ρ-value 0,031 < α (0,05), artinya ada hubungan berat badan bayi lahir dengan ruptur perineum di TPMB Silvy Kusmiran Amd.Keb Tahun 2024. Hasil penelitian ini bertujuan sebagai masukan kepada bidan dilingkungan sekitar untuk memberikan asuhan kebidanan yang bermanfaat dan mengurangi dampak terjadinya ruptur perineum.

Open AccessParitas, Umur, Jarak Kehamilan, Berat Badan Bayi Lahir, Rupture Perineum
oai:ais:library-item:27027Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Hipermessi Gravidarum Pada Ibu Hamil di Trimester 1 di RS DKH Sukatani Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pada tahun 2021, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa jumlah HEG mencapai 12,5% dari jumlah seluruh kehamilan di Dunia, di Indonesia data ibu dengan HEG mencapai 14,8% dari seluruh kehamilan dan di Jawa Barat data HEG mencapai 14,2%. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Hiperemesis Gravidarum Di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan Cross Sectional adalah pendekatan penelitian dimana waktu yang bersamaan dalam waktu periode tertentu. Sampel berjumlah 51 ibu hamil yang rawat inap Trimester 1. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara umur ibu (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerja (p=0,039), pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG di Rumah Sakit DKH Sukatani Tahun 2025. Kesimpulan dan Saran : Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara umur ibu, paritas, pekerja dan pendidikan.

Open AccessHiperemesis Gravidarum, Umur Ibu, Paritas, Pekerja, Pendidikan
oai:ais:library-item:27031Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Pada tahun 2020, Berdasarkan data WHO menyatakan bahwa KPD di Indonesia sebanyak 65%, angka kejadian KPD di Jawa Barat sebanyak 230 kasus. Rencana strategi Nasional memperdayakan wanita, keluarga dan masyarakat melalui promosi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan Deskriptif Case Control adalah studi analitik yang menganalisis hubungan dengan menggunakan logika terbalik yaitu menentukan penyakit (Outcome) terlebih dahulu kemudian mengidentifikasi penyebab. Sampel berjumlah 528 ibu hamil yang mengalami KPD dan yang non KPD. Instrumen penelitian ini berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dilihat dari nilai (p value <0,05) antara usia ibu (p=0,003), paritas (p=0,011), usia kehamilan (p=0,033), riwayat KPD (p=0,009), pekerja (p=0,003) dengan kejadian KPD di Sentra Medika Cikarang Tahun 2025. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan, riwayat KPD dan pekerjaan.

Open AccessKetuban Pecah Dini (KPD), Usia Ibu, Paritas, Usia Kehamilan, Riwayat KPD, Pekerja.
oai:ais:library-item:27023Lihat detail

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

Open AccessDiabetes, Junkfood, Obesitas, Paritas, Preeklamsia.
oai:ais:skripsi:997Lihat detail

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER lll DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, 14 Febuari 2025 Nama: Siti Zahra (121070015) Nama: Eti Adindah Puspita Andayani (121070021) ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI. XIX+72 Halaman+16 Lampiran+18 Tabel+3 Gambar+12 Singkatan ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.

Open AccessKata kunci: Diabetes, Junkfood, Obesitas, Paritas, Preeklamsia.
oai:ais:skripsi:1005Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Rendahnya Minat Akseptor KB Dalam Pemilihan Kontrasepsi Jangka Panjang di TPMB Bidan Masriani Cikarang Utara Bekasi Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pola kecenderungan pemakaian kontrasepsi di Indonesia ini lebih didominasi oleh penggunaan suntikan dan peminatan terhadap Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang mengalami penurunan. Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya minat akseptor kb dalam pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebesar 100 responden dan pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120 sampel. Hasil angka menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara minat akseptor KB dengan umur dengan nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,714, pengetahuan dengan nilai p value = 0,005 dan nilai OR =3,173, paritas dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,945, dan dukungan suami dengan nilai p value = 0,009 dan nilai OR = 2945. Dapat disimpulkan dari keempat variabel yang diteliti terdapat hubungan yang signifikan. Saran yang disampaikan semoga penilitian ini dapat menjadi bahan acuan atau materi pembelajaran agar dapat melakukan peningkatan minat akseptor KB jangka panjang.

Open AccessMinat akseptor KB, MKJP, pengetahuan,umur, paritas, dukungan suami
oai:ais:library-item:25508Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Baru Lahir di Klinik Pratama Amanah Bunda Medika Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Kolostrum adalah ASI stadium I yang keluar sejak hari pertama sampai dengan hari keempat setelah persalinan. Berdasarkan data menurut Kemenkes RI, 2019 Kecenderungan pemberian kolostrum yang dibuang semua sebesar 5,9% pada tahun 2013. Dari hasil tersebut, diketahui 14,8% bayi tidak mendapatkan manfaat kolostrum dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika bekasi. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi, menambah wawasan dan menerapkan pemberian kolostrum yang tepat. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di klinik pratama amanah bunda medika bekasi yaitu sebanyak 57 ibu bersalin. Sampel sebanyak 57 ibu bersalin dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Data di analisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan adanya hubungan semua variabel dengan pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika bekasi. Pada variabel paritas nilai (P=0.001) (OR=8.458), variabel pengetahuan nilai (P= 0.035) (OR= 3.818), variabel dukungan keluarga nilai (P= 0.009) (OR= 6.706), variabel dukungan tenaga kesehatan nilai (P= 0.003) (OR= 10.588). Kesimpulan hasil penelitian variabel yang diteliti memiliki hubungan antara paritas, pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan dengan pemberian pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di klinik pratama amanah bunda medika bekasi. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran ibu untuk memberikan kolostrum pada bayi baru lahir yang baik dan benar dengan cara mencari informasi dari sumber terpercaya agar selalu tercipta sikap yang baik dalam hal pemberian kolostrum.

Open AccessPemberian kolostrum, bayi baru lahir, paritas, pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan.
oai:ais:library-item:24910Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan KB Suntik 3 Bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa Desa Karang Harja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Indonesia sedang menghadapi permasalahan jumlah penduduk dan kualitas sumber daya manusia dengan tingginya angka kelahiran setiap tahun. Usaha untuk menekan laju pertumbuhan seperti Keluarga Berencana (KB), salah satunya KB suntik 3 bulan. Dalam waktu 1 tahun jumlah akseptor KB suntik 3 bulan di TPMB Riris Nuristiani Marsa berjumlah 234 orang, yang menggunakan KB suntik 3 bulan berturut-turut selama >2 tahun berjumlah 198 orang atau 84,6%. Hal ini di karenakan KB suntik 3 bulan banyak di gunakan karena lebih nyaman, sedikit efek samping dan tidak mengganggu siklus haid, di banding pil KB yang harus minum obat tiap hari dan kontrasepsi jangka panjang seperti IUD atau implant, karena efek samping dalam pemasangan yaitu perubahan siklus menstruasi menjadi lebih lama dan menyakitkan, spotting antar periode, pendarahan hebat selama periode menstruasi yang menyebabkan anemia, perforasi dinding rahim dan dilakukan pembiusan pada prosedur pemasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan. Metode penelitian bersifat analitik kuantitatip dengan desain cross sectional. Populasi yang ditetapkan adalah akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke TPMB Riris Nuristiani Marsa pada periode November sampai Desember 2023 sebanyak 39 orang. Sampel penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 39 responden. Instrument penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian 39 orang responden, 33 orang (84,6%) kurun waktu dalam menggunakan KB suntik 3 bulan berturut turut tanpa di selingi metode yang lainnya ≥ 2 tahun dan 6 orang (15,4%) < 2 tahun. Alasan penggunaan KB suntik 3 bulan banyak dipakai walaupun ≥ 2 tahun karena kerjanya yang efektif, praktis, harganya relatif murah, walaupun sebaiknya lama penggunaan suntik 3 bulan paling lama 2 tahun. Analisa bivariat ada hubungan antara penggunaan KB suntik 3 bulan dengan pengetahuan nilai p-value = 0,028, pekerjaan nilai p-value = 0,042, dan dukungan tenaga kesehatan nilai p-value = 0,028. Yang tidak ada hubungan adalah variabel umur, pendidikan dan paritas. Diharapkan penelitian ini digunakan sebagai pengetahuan faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik 3 bulan.

Open AccessKB suntik 3 bulan, Umur, Pendidikan, Pengetahuan, Pekerjaan, Paritas, Dukungan Tenaga Kesehatan
oai:ais:library-item:24711Lihat detail

Hubungan Latihan Senam Hamil dan Paritas Dengan Lama Waktu Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat

Book2024Koleksi Perpustakaan

Menurut WHO, angka kejadian partus lama di dunia saat ini diperkirakan terjadi pada 17% dari total persalinan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia atau disingkat (SDKI) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan bahwa mayoritas komplikasi persalinan adalah persalinan lama (30%) untuk memperlancar proses persalinan normal, maka dilakukan senam hamil agar mengurangi terjadinya partus lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan senam hamil dan paritas dengan lama waktu persalinan kala I fase aktif pada Ibu Bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023. Jenis penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan rancangan study Cross Sectional. ibu bersalin yang ada di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat pada periode bulan Januari – Agustus 2023. Populasi ibu bersalin yaitu 80 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan lama waktu persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023 adalah senam hamil (p=0.002) dengan OR 10.000, dan paritas (p=0.039) dengan OR 0,255. Kesimpulan bahwa dari variabel yang di teliti (senam hamil, dan Paritas) semua berhubungan dengan dengan dengan lama waktu persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023 Saran peneliti ibu hamil agar menjaga kehamilannya dan dianjurkan mengikuti program senam hamil sehingga lama waktu persalinan berjalan dengan normal. Dan, RS Karya Medika 1 Cikarang Barat disarankan agar dapat melanjutkan program senam hamil di masa yang akan datang.

Open Accesssenam hamil, paritas, lama waktu persalinan, kala I fase aktif.
oai:ais:library-item:24667Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

Book2024Koleksi Perpustakaan

Preeklampsia merupakan gangguan kehamilan yang dapat berlangsung hingga masa nifas ditandai dengan hipertensi, edema, dan proteinuria. Kejadian preeklampsia menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Angka kejadian preeklampsia di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 9,4%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia pada ibu bersalin di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang ada di RS Sentra Medika Tahun 2022 sebanyak 594 responden dengan cara total sampling dilaksanakan di RS Sentra Medika Cikarang bulan September – November 2023. Analisis menggunakan univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022 yaitu usia ibu (p=0,000), paritas (p=0,000), IMT (p=0,000), kehamilan gemeli (p=0.000), riwayat preeklampsia (p=0.000), pendidikan (p=0.000), umur kehamilan (p=0.000). Dari semua variabel yang diteliti semua terdapat hubungan dengan kejadian preeklampsia di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022. Saran dengan adanya penelitian ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dalam menurunkan resiko preeklampsia pada ibu bersalin khususnya di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2022.

Open AccessPreeklampsia, Usia, IMT, Paritas, Kehamilan Gemeli, Umur Kehamilan, Riwayat Preeklampsia,Pendidikan
oai:ais:library-item:24604Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Dusun 2 Desa Cibatu Kec. Cikarang Selatan Kab. Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Pemberian ASI Ekslusif merupakan salah satu upaya untuk membantu tumbuh kembang anak terutama kesehatannya karena ASI memiliki zat gizi yang diperlukan bayi maupun antibody untuk kekebalan tubuhnya. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah 42 responden. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pengetahuan (P= 0, 004), pekerjaan (P=0, 041), paritas (P=0,016), dukungan keluarga (P=0,016), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga pada pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 bulan. Dan bersasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai pendidikan (P=0, 377), karena nilai P Value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Pendidikan terhadap Pemberian ASI Ekslusif Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah dengan nilai P Value 0,05 maka ada hubungan pengetahuan, pekerjaan, paritas, dan dukungan keluarga dengan Pemberian ASI Ekslusif pada ibu menyusui 0-6 bulan di Dusun 2 Desa. Cibatu, Kec. Cikarang Selatan, Kab. Bekasi Tahun 2023.

Open AccessPemberian ASI ekslusif, Pengetahuan, Pekerjaan, Pendidikan, Paritas, Dukungan keluarga
oai:ais:library-item:24166Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hypermesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Desa Sukamanah Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi kejadian Hyperemesis Gravidarum sekitar (21,5%) ibu hamil pada umumnya. Data Survey Demogradi Kesehatan Indonesia (SDKI) Angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Indonesia ibu hamil dan tahun 2021 mengalami peningkatan yaitu (5,42%). Beberapa faktor penyebab kejadian Hyperemesis gravidarum meliputi faktor predisposisi terdiri dari usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, molahidatidosa dan kehamilan ganda, faktor organic, faktor psikologis. Tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif observasional, menggunakan desain cross sectional, dengan populasi 74 responden pada ibu hamil trimester I. Jumlah sampel 74 responden pada ibu hamil trimester I. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi lembar ceklis. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value= 0,013 < 0,05 berarti terdapat hubungan antara Usia dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,022 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Paritas dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,008 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Pekerjaan dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Hasil uji analisis chi-square didapatkan p-value = 0,012 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan antara Gastritis dengan kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Desa Sukamanah Tahun 2023. Kesimpulan : Sebagian besar 58,1% yang usia 20-35th, Sebagian besar 51,4% yang primigravida, Sebagian besar 56,8% yang tidak bekerja, Sebagian besar 62,2% yang Gastritis dan Sebagian besar 66,2% yang Hyperemesis Gravidarum, diharapkan kepada ibu hamil trimester I agar terus menjalani gaya hidup yang sehat agar tidak terjadi kembali Hyperemesis Gravidarum. Saran : Diharapkan pada penelitian ini digunakan sebagai referensi Pustaka pembelajaran khususnya pada keperawatan maternitas, sebagai literature.

Open AccessGastritis, Hyperemesis Gravidarum,Usia, Paritas, Pekerjaan.
oai:ais:library-item:24170Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kemampuan Ibu Hamil Mengenali Tanda Bahaya Kehamilan di Desa Cibatu Cikarang Selatan Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda bahaya yang menunjukan ibu dan bayi dalam keadaan bahaya. Tanda bahaya kehamilan meliputi perdarahan, nyeri perut hebat, pembengkakan pada bagian tubuh, nyeri kepala, lemah dan pingsan sampai dengan kurangnya gerakan janin. Ibu hamil harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi tanda bahaya kehamilan supaya kehamilan aman sampai dengan proses persalinan dan apabila mengalami tanda bahaya dapa segera melakukan tindakan penanganan. Kemampuan ibu hamil dalam mendeteksi tanda bahaya kehamilan diengaruhi oleh umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC dan pemanfaatan media informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 68 ibu hamil dengan usia kehamilan 0-42 minggu. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh faktor umur (p-value 0.003), pengetahuan (p-value 0.008), paritas (p-value 0.028), pendidikan (p-value 0.000), keteraturan pemeriksaan ANC (p-value 0.014) dan pemanfaatan media informasi (p-value 0.000) terhadap kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya dalam kehamilan

Open AccessKemampuan, umur, pengetahuan, paritas, pendidikan, keteraturan pemeriksaan ANC, pemanfaatan media informasi
oai:ais:library-item:23828Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Unmeed Need KB di Desa Kertarahayu Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untyk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Unmeed KB pada wanita usia subur. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) yang sudah menikah terhadap Unmeed Need KB.

Open AccessWUS, Unmeed Need KB, umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi, paritas
oai:ais:library-item:23745Lihat detail

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Unmeed Need KB di Desa Kertarahayu Kabupaten Bekasi

Thesis2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan faktor-faktor pendukung Unmeed Need KB. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS)terhadap Unmeed Need KB. Kata Kunci: WUS, Unmeed Need KB, umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi, paritas.

Open AccessKata Kunci: WUS, Unmeed Need KB, umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi, paritas
oai:ais:skripsi:500Lihat detail