Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Preoperatif adalah proses keperawatan untuk mengembangkan rencana asuhan secara individual dan mengkoordinasikan serta memberikan asuhan pada pasien yang mengalami pembedahan atau prosedur invasif. (AORN, 2013). Caring juga didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan memberikan asuhan fisik dan memperhatikan emosi sambil meningkatkan rasa aman dan keselamatan klien
.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021, dengan desain penelitian analitik cross sectional. Populasi pada penelitian pasien pre operasi dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden, Tehnik sampel acidental sampling, uji statistik dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil uji statistik menunjukan nilai p=0,02 < a=0,05 (OR= 0,154) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kecemasan pasien pre operasi di kamar bedah RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta tahun 2021. Kesimpulan melakukan edukasi preoperatif yang terstruktur yang bertujuan untuk menurunkan kecemasan. Saran untuk penelitian lain untuk menambahkan variabel karakteristik responden.
Open Accesscaring perawat, kecemasaan
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Kepatuhan dalam pengobatan didefinisikan sebagai perilaku minum obat pasien sesuai dengan saran kesehatan yang telah diberikan. Kepatuhan menjadi faktor terpenting yang menentukan hasil terapeutik, terutama pada pasien yang menderita penyakit kronis. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu faktor predisposisi (pengetahuan dan umur), faktor yang memungkin (fasilitas pelayanan kesehatan) dan faktor penguat (dukungan keluarga). Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan oleh sel beta pulau Langerhans kelenjar pankreas.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan observational analitik . Jumlah sample 54 responden dengan menggunakan teknik total sampling dan pengumpulan data berupa kuisioner. Uji statistik menggunakan metode chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,583, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,000, terdapat hubungan antara pengetahuan denga kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin dengan nilai p-value = 0,000.
Kesimpulan: bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin, akan tetapi terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan pengetahuan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi insulin.
Open AccessKepatuhan, Terapi Insulin, Diabetes Mellitus
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Pravalensi kejadian menarche di Indonesia rata-rata terjadi pada umur 12,4 tahun dengan prevalensi 60%. Beberapa faktor penyebab terjadinya menarche meliputi Status Gizi, Pendidikan Orangtua/Wali, Aktivitas fisik, Paparan media massa dewasa (pornografi), Lingkungan. Menarche adalah saat haid atau menstruasi yang datang pertama kali pada seorang wanita yang sedang menginjak dewasa. Tujuan untuk mengetahui hubungan status pacaran terhadap munculnya terjadinya kejadian menarche pada siswi SDN Hegarmukti 01. Jenis penelitian ini adalah metode analitik kolerasi dengan rancangan cross sectional dengan populasi sebanyak 30 siswi kelas IV,V dan VI. Pengambilan sampel dalam penelitian dengan cara total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 sampel. Instrument yang digunakan yaitu menggunakan kuesioner yang kemudian di uji menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku pacaran dengan munculnya tanda menarche pada siswi SD Negeri Hegarmukti 01 yaitu P Value
0,002 (P<0,05) dengan odd ratio 15.000 yang artinya siswi SD yang sudah pernah mengalami pacaran akan lebih cenderung mengalami menarche sebesar 15.000 kali dibandingkan siswi SD yang tidak mengalami pacaran. Sebagian besar 60% yang berpacaran, Sebagian besar 60% yang menarche. dengan adanya penelitian ini, diharapkan siswi SD lebih diperhatikan pergaulan terutama dengan lawan jenisnya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Open AccessMenarche, Status Pacaran
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Mahasiswi biasanya terjadi perubahan fisik yaitu menstruasi Beberapa faktor yang meliputi faktor demografi, reproduksi, gaya hidup, psikologis dan sosial dapat mempengaruhi kejadian dan tingkat keparahan dismenore. faktor risiko psikologis yang berhubungan dengan dismenore : Dismenore merupakan salah satu keluhan dan masalah ginekologis yang paling umum di seluruh dunia di antara wanita muda. Agustin, M. (2018)Menstruasi yaitu perdarahan yang secara priodik setiap bulanya hingga beberapa wanita muda mengalami masa stres sebelum haid, dismenore merupakan masalah yang sering terjadi di setiap wanita namun tidak semua wanita akan mengalami dismenore tersebut, mengalami masa stres sebelum haid terjadi kebanyakan wanita muda mengeluh yang sedang di alaminya seperti nyeri,sakit pinggang,pusing,mual sampai tidak nafsu makan.Siklus menstruasi menggambarkan pola jangka antara hari peratama datangnya menstruasi berikutnya. Faktor mempengaruhimenstruasi yaitu stres,pola,makan,aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan siklus menstruasi dengan tingkat kecukupan karbohidrat dan hubungan siklus menstruasi dengan tingkat stres. Dismenore primer sering terjadi pada lebih dari 50% wanita sudah masuk usia menstruasi dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat. Dismenore primer dialami oleh 60-75% perempuan muda. Tiga perempat jumlah tersebut mengalami dismenore dengan intensitas ringan
Open AccessStres dan dismenore
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota
02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche.
Open AccessDukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Adolescence is a transitional period where teenagers begin to look for their identity through various new things, one of which is smoking. The prevalence of teenage smokers is 78.2% of teenagers aged 15-19 years. That can be interpreted as teenagers smoking, namely the family environment with the behavior of parents who smoke. Objective: This research is the relationship between parental smoking habits and the incidence of smoking among teenagers in Rw.05 Wanajaya Village, Cibitung District. Method: This research uses a descriptive correlation method with a cross sectional approach. The number of samples in this research was taken using purposive sampling as many as 55 respondents. The instrument used was a questionnaire and data analysis used the Chi Square Test. Chi Square analysis shows that the p value = 0.005 so it is greater than the p value <0.05 Results: There is a significant relationship between parental smoking habits and the incidence of smoking among teenagers in Rw.05 Wanajaya Village, Cibitung District. Suggestion: Based on the results of research that has been carried out, it is hoped that teenagers who smoke can reduce their smoking habits, and be more careful in their relationships and not easily influenced in smoking environments. For teenagers who do not smoke, they should stay away from cigarettes and invite people around them. to stay away from cigarettes.
Open AccessParental smoking habits, incidence of smoking in adolescents
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang Dismenore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah yang menjalar kebagian pinggang yang biasanya dapat disertai dengan sakit kepala, susah tidur, aktivitas terganggu dan sulit untuk berkonsentrasi biasanya sering muncul sesudah atau sebelum menstruasi. Oleh karena itu perempuan yang mengalami dismenore harus memiliki mekanisme yang tepat untuk mengatasi nyeri dismenore agar tidak menimbulkan nyeri yang berlebih. Salah satunya dengan penyesuain diri melalui perubahan – perubahan tertentu dan berespon terhadap situasi yang berbahaya atau dikenal dengan Mekanisme Koping. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengidentifikasi Hubungan Mekanisme Koping dan Rasa Nyaman Nyeri pada Mahasiswi Semester 4 S1 Keperawatan saat dismenore. Metodologi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah sampel sebanyak 44 Mahasisiwi Keperawatan Semester 4 di Universitas Medika Suherman. Hasil dari 44 mahasisiwi yang memiliki mekanisme koping adaptif dengan intensitas derajat nyeri sedang sebanyak 11 (45.8%), mahasiwi yang memiliki mekanisme koping adaptif dengan intensitas nyeri berat sebanyak 13 (54.2%). Sedangkan mahaisiswi yang memiliki mekanisme koping maladaptif dengan intensitas nyeri sedang sebanyak 1 (5.0%), mahasiswi yang memiliki mekanisme koping maladaptif dengan intensitas nyeri berat sebanyak 32 (72.7%). Hasil statistic diperoleh nilai P=0,007 (P<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan rasa nyaman nyeri saat dismenore. Saran diharapkan mahasiswi dapat menangani nyeri dismenore dengan teknik koping Adaptif dengan contoh melakukan kompres hangat, teknik relaksasi dan minum obat pereda nyeri.
Open AccessDismenore, Mekanisme Koping dan Rasa nyaman nyeri
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Penyakit diabetes mellitus akan menyertai seumur hidup penderita sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, jantung, pembuluh darah, dan saraf yang akan membahayakan jiwa. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Kabupaten Minahasa Utara menduduki posisi tertinggi kelima dengan jumlah penderita 2.091 orang berdasarkan diagnosa dokter. Di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam 3 bulan terakhir yaitu bulan Juli, Agustus dan September tahun
2022 mendapati penderita diabetes melitus sejumlah 53 kasus meningkat dari jumlah kasus sebelumnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2022 sejumlah 20 kasus. Tujuan : Menganalisis pengaruh program diabetes self-management education terhadap kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis Penelitian ini adalah Penelitian quasy-experimental design dengan desain pretest and post test one group designs. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang terdata di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dengan jumlah rata-rata dalam 3 bulan yaitu 53 pasien. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah
15 responden yang didapatkan dengan Teknik purposive sampling. Analisis Hasil Menggunakan
Uji T Berpasangan “Paired Samples Test”. Hasil : Hasil uji T berpasangan terhadap kualitas hidup
penderita diabetes melitus tipe 2 diperoleh nilai t hitung -3.632 dan p 0.003 < 0.05 () yang berarti
terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan
DSME. Kesimpulan : Ada Pengaruh Program Diabetes Self-Management Education Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.
Open AccessDiabetes Mellitus, Kualitas Hidup, Diabetes Self-Management Education
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi ankle pumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Hemodialisa, Edema Kaki, Ankel Pumping Exercise, Elevasi Kaki.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit jantung koroner (PJK) atau di kenal dengan Coronary Artery Disease (CAD) merupakan suatu penyakit yang terjadi ketika arteri yang mensuplai darah untuk dinding jantung mengalami pengerasan dan penyempitan. Tujuan Penelitian Untuk mengidentifikasi pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada penyakit jantung coroner dengan riwayat diabetes mellitus di ruang cathlab jantung Rumah Sakit Medika Cisalak tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif desain quasy experiment. Sampel yang di gunakan adalah seluruh pasien jantung koroner berjumlah 160 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan uji analis uji Wilcoxon
Hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar 0,000 yang artinya penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Negative Ranks antara hasil pre test dan post test adalah terdapat 73 data negatif (N) yang artinya ke 73 pasien mengalami penurunan hasil dari pemasangan stent BMS dari nilai pre test dan post
test. Sedangkan hasil uji statistik dengan uji Wilcoxon dengan nilai Asymp.Sig sebesar
0,001 penelitian ini menyimpulkan ada hubungan pengaruh jenis stent terhadap kejadian ISR pada pasien jantung dengan riwayat diabetes mellitus dengan nilai Positive Ranks (positif) antara hasil pemasangan stent DES terdapat 18 data positif (N) yang artinya sebanyak 18 pasien mengalami peningkatan hasil dari pemasangan stent DES dari nilai pre test dan post test.
Masyarakat lebih menerapkan pola hidup sehat untuk menghindari berbagai resiko penyakit jantung koreoner yang dapat mengakibatkan kondisi parah bahkan kematian, serta memakai jenis stent DES untuk menghindari risiko ISR.
Open AccessPenyakit jantung koroner. Percutaneous Coronary Intervention
(PCI), In stent Restenosis (ISR)
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan WHO pada tahun 2020 penyakit tiroid termasuk kanker tiroid menempati urutan ke-7 kejadian terbanyak di seluruh dunia. Prevalensi hipertiroid di Indonesia sebesar 0,4%. Di RS. Sentra Medika Cikarang, ditemukan adanya kenaikan jumlah pasien dari tahun 2021 ke tahun 2022 sebanyak 11,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Pengetahuan Pasien Hipertiroid Dalam Penatalaksanaan Diit Rendah Yodium Di RS. Sentra Medika Cikarang. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh populasi dapat dijadikan sampel dengan jumlah sebanyak 39 pasien hipertiroid di RS. Sentra Medika Cikarang yang berkunjung pada bulan Januari - Maret 2023. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara pendidikan nilai P-Value 0,011, usia = 0,033, jenis kelamin = 0,000, dan pekerjaan = 0,000 dengan pengetahuan pasien hipertiroid, dan semua nilai P-Value yang didapatkan P<a 0,05 nilai alpha. Kesimpulan ada hubungan pendidikan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan dengan pengetahuan pasien hipertiroid dalam penatalkasanaan diit rendah yodium di RS. Sentra Medika Cikarang. Hendaknya tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi serta informasi khususnya terkait dalam penatalaksanaan diit rendah yodium pada pasien hipertiroid.
Open Access
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Thalasemia merupakan suatu fenomena gunung es. Menurut WHO, menyatakan thalasemia
sebesar 7% dan 40% diantaranya terdapat di negara Asia. Prevelansi Thalasemia di Indonesia mencapai
9.121 orang. Dari total tersebut penyandang Thalasemia secara nasional, sebanyak 40% atau 3.264 ada di Jawa Barat, Angka kejadian di Kabupaten Bekasi RS. Sentra Medika Cikarang merupakan rumah sakit rujukan pasien thalasemia tahun 2022 terjadi 432 kasus. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus lemeshow yaitu dari seluruh populasi 178 didapatkan sebanyak 64 orang pasien thalasemia di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2022. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara lama program terapi tranfusi dengan kualitas hidup pasien thalasemia dengan nilai P-Value 0,020. Kesimpulan ada hubungan antara lama program terapi tranfusi dengan kualitas hidup pasien thalasemia. Saran penelitian ini bagi penderita lebih kooperatif lagi dalam menjalani terapi tranfusi yang rutin dan bagi tenaga kesehatan lebih edukatif dan bisa menjadi motivator bagi pasien dalam menjalani terapi transfusi.
Open AccessThalasemia, Lama Program Transfusi, Kualitas Hidup
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah
(hiperglikemia) akibat kerusakan pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan kontrol gula darah pada pasien diabetes mellitus di poliklinik RS Harapan Bunda. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian distribusi frekuensi pengetahuan baik 27 responden (51,9) dan tingkat kepatuhan kontrol pasien Diabetes Melitus tidak patuh 29 responden (55,8%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus dengan tingkat kepatuhan kontrol pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Rs Harapan Bunda Tahun 2023
P Value 0,002 (P Value < 0,05) nilai OR = 8,000. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit.
Open AccessDiabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, dan Kepatuhan Kontrol gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Demam thypoid atau typhus abdominalis merupakan suatu infeksi akut yang terjadi pada usus kecil yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Pengetahuan dan sikap seseorang dalam upaya pencegahan terdinya demamtyphoid sangat penting. Hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif. Dengan jumlah populasi 372 responden dan jumlah sampel 95 responden. Hasil uji statistik menunjukkan tingkat pengetahuan kurang 48 responden (50,5%), dan upaya pencegahan kurang baik 54 responden (56,8%). Disimpulkan tingkat penegetahuan seseorang sangat mempengaruhi sikap dala upaya pencegahan terjadinya demam typhoid. Ada hubungan tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan demam typhoid pada penderita demam typhoid di ruang Rawat Inap Orchid Rs Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. P-Value 0,000 < 0,05.
Open AccessDemam Typhoid, pengetahuan, dan upaya pencegahan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Diabetets melitus (DM) merupakan suatu penyakiy metabolic yang ditandai dengan adanya hiperglikemia
yang terjadi karena pangkreas tidak mampu mensekresi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas senam persadia terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur.
Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah pre experimental dalam bentuk one group pre- post tes design yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah sebanyak 37 responden.
Hasil peenelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah melakukan senam diabetes. Dengan rata-rata nilai kadar gula darah sebelum senam 250,54 mg/dl dan sesudah 231,41 mg/dl. Dari analisis uji statistic diperoleh p value = 0,000 yang berari < a (0,000< 0,005) yang berarti terdapat perbedaaan peneurunan kadar gula darah yang signifikan yang berarti Ha diterima.
Kesimpulan dan saran: setelah melakukan senam diabetes nilai kadar gula darah sewaktu rata- rata 16,13 mg/dl.
Disarankan untuk responden dapat mengaplikasikan senam diabetes secara teratur sehingga dapat menurukan kadar gula darah.
Open AccessDiabetes melitus,Senam Persadia,kadar gula darah
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus
disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan
gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan
Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor tahun 2022
Metode Penelitian : Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan
menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square Hasil penelitian : pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor 2022 dengan nilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182
Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal Bogor2022
Saran : Diharapkan dapat menjadi studi literature dalam memberikan penanganan pasien dengan
Diabetes Melitus sehingga dapat meningkatkan peran perawat sebagai edukator dalam penatalaksaan Diabetes Melitus seperti memberikan penyuluhan akan pentingnya gaya hidup sehat
Open AccessDiabetes Melitus, Gaya hidup, Tingkat pengetahuan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus adalah penyakit kronis, disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin. Hipoglikemia merupakan suatu kondisi klinik yang bersifat emergensi yang akan menimbulkan konsekwensi klinis yang berat, bahkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan koma diabetikum (hipoglikemia) dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Penelitian bersifat retrospektif menggunakan rancangan atau desain case control. Penelitian ini di lakukan di IGD RS Sentra Medika Cikarang, dengan jumlah sampel 54 responden. Pengambilan sampel dengan total sampling. Penelitian ini menggunakan formulir cheklist. Uji tatistiknya adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat, terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat) adalah 32 orang (59,3%) dan 22 orang (40,7%) tidak terjadi koma diabetikum (hipoglikemia berat). Hasil analisa bivariat menunjukan ada hubungan signifikan antara pekerjaan dan terjadinya koma diabetikum (hipoglikemia berat) dengan nilai p = 0,013 (p ≤ 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah usia, lama menderita DM dan terapi insulin. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian koma diabetikum (hipoglikemia) pada pasien DM di IGD tahun
2022 adalah variabel pekerjaan. Di harapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan.
Open Accesskeperawatan, koma diabetikum (hipoglikemia), usia, pekerjaan, lama menderita
DM, dan terapi insulin
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus gestasional adalah salah satu penyebab utama kematian ibu dan bayi serta sangat berbahaya karena mengakibatkan komplikasi yang serius pada saat persalinan. Ibu hamil harus mempunyai tingkat pengetahuan yang baik, terpapar sumber informasi dan mendapat dukungan suami agar berperilaku baik dalam pencegahan diabetes mellitus gestasional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah 94 responden. Uji analisis bivariat menggunakan chi-square untuk menganalisa adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil, keterpaparan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional. Hasil analisis bivariat untuk hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,035 OR 2,825 CI 95% (1,161-6,871), keterpaparan sumber informasi dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,036 OR 1,376 CI 95% (1,163-1,872) dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan
diabetes mellitus gestasional nilai p-value 0,002 OR 4,125 CI 95% (1,744-9,754). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat penngetahuan ibu hamil keterpapan sumber informasi dan dukungan suami dengan perilaku pencegahan diabetes mellitus gestasional.
Open AccessDiabetes Gestasional, Pengetahuan, Sumber Informasi, Dukungan Suami.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Hemodialisa adalah terapi yang menggunakan mesin sebagai ginjal diluar tubuh
yang memfiltrasi darah agar darah terpisah dari sisa metabolisme tubuh dan hemodialisi dapat
mencegah kematian. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani
hemodialisa di rumah sakit sentra medika cibinong.
Tujuan penelitian : Mengidentifikasi hubungan analis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney
disease) dalam menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021
Metode Penelitian : Desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu
jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor
risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner berupa cheklis atau pengumpulan data
sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Dengan populasi 184 dan 65 sampel,
menggunakan tehnik purposive sampel.
Hasil penelitian : usia ≥40 tahun 38 responden (58,5%), jenis kelamin laki-laki 38 responden
(58,5%), tinggi ≥ SMA 54 responden (83,1%), jarak tempuh dekat < 5km 40 responden (61,5%),
kepatuhan patuh > 8x 45 responden (69,2%), pengetahuan tinggi 40 responden (61,5%), dukungan
keluarga mendukung 47 responden (72,3%).
Kesimpulan dan Saran : Sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang analisis faktor
kepatuhan pasien CKD dalam menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.
disimpulkan : Ada hubungan analisis faktor kepatuhan pasien ckd (chronic kidney disease) dalam
menjalani hemodialisa di rumah sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2021
Open Accessfaktor kepatuhan, CKD, Hemodialisa