Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

571 hasil

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Stres pada pasien Diabetes Melitus Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan. Stres merupakan respons otomatis tubuh yang bersifat adaptif pada setiap perlakuan yang menimbulkan perubahan pada fisik atau emosi yang bertujuan untuk mempertahankan kondisi fisik yang optimal. Tujuan. penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat stress pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. penelitian ini menggunakan analitik yang bertujuan untuk mengatahui hubungan antara variable satu dengan yang lain. Sampel diambil dengan Teknik simple random sampling 39 responden. Analisa menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat kemaknaan (α) 0.05. Hasil. Uji Spearman’s Rho lama menderita p= 0.028 0.05, dukungan keluarga p= 0.010 0.05, aktivitas fisik p= 0.025 0.05. Kesimpulan. ada hubungan lama menderita dengan tingkat stress, ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat stress dan ada hubungan aktifitas fisik dengan tingkat stress. Saran. Dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi bagi petugas kesehatan untuk meningkatkan kinerja agar dapat mengintervensi tingkat stres pada pasein penderita diabetes melitus tipe 2 Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessKata Kunci : Lama Menderita, Dukungan Keluarga, Aktifitas Fisik, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:457Lihat detail

UJI AKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR KOMBINASI KURKUMIN-β-SIKLODEKSTRIN DAN EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L) DENGAN METODE AKHOONDINASAB

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurkumin memiliki salah satu fungsi yaitu antiinflamasi pada luka. Daun sirih memiliki fungsi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba dan mempercepat pembentukan kolagen. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji aktivitas penyembuhan luka bakar menggunakan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih (Piper betle L) secara topikal terhadap tikus putih (Rattus norvegicus). Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Sampel yang digunakan adalah kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih. Kelompok perlakuan dibagi 5 kelompok, masing-masing 5 ekor tikus (SpragueDawley). Tikus dibius dengan xylazine (10mg/kg) dan ketamin (50mg/kg) dan dilukai menggunakan plat besi, kelompok pertama sebagai kontrol positif diberikan bioplacenton, kelompok kedua sebagai kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok ketiga sebagai kelompok uji yang diberikan kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih, kelompok empat sebagai kelompok uji yang diberikan ekstrak daun sirih, dan kelompok lima sebagai kelompok uji yang diberikan kurkumin. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Analisis data statistik penurunan luka bakar menggunakan metode One-Way ANOVA dan Paired Sample T Test. Hasil analisis data statistik uji Paired Sample T Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap luas luka bakar sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data statistik One-Way ANOVA menunjukkan semua kelompok memiliki efek penurunan luas luka bakar yang tidak berbeda signifikan (p>0,05) kecuali kontrol negatif. Kombinasi kurkumin-β-siklodekstrin dan ekstrak daun sirih menunjukkan hasil yang positif untuk aktivitas penyembuhan luka bakar.

Open AccessDaun sirih, Kurkumin, Kompleks Inklusi, Luka bakar, Penyembuhan luka bakar 
oai:ais:skripsi:187Lihat detail

Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kadar Gula Darah pada Pasien DM di RS Sentra Medika Cikarang 2022

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pandu Irawan Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019). Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF), memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Menurut PERKENI (2019) meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran: pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes mellitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes mellitus.

Open AccessPerilaku Sedentari, Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2
oai:ais:skripsi:299Lihat detail

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

Open Accesskualitas tidur, kadar glukosa darah sewaktu, diabetes melitus, hemodialisis
oai:ais:skripsi:290Lihat detail

Hubungan Derajat Ulkus Diabetik Dengan Perubahan Citra Tubuh Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Penyakit diabetes militus merupakan penyakit tidak menular dan saat ini menjadi ancaman dunia. Menurut Internasional Diabetes Federation (IDF) Indonesia berada pada urutan ke-7 berdasarkan prevalensi penderita diabetes mellitus dengan jumlah kasus sekitar 10,7 juta jiwa pada tahun 2019. Ulkus diabetik yaitu komplikasi yang paling ditakuti pasien DM karena berkurangnya suplay darah ke jaringan tersebut menyebabkan kematian jaringan dan diperparah dengan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan amputasi bahkan berdampak luas karena dapat menyebabkan kematian. Perubahan citra tubuh (body image) adalah perubahan persepsi tubuh yang diakibatkan oleh perubahan ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan, makna dan objek seseorang Metode : desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel sebesar 57 responden. Analisa data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Nilai uji signifikansi (p value) < 0,05 maka H1 diterima artinya ada hubungan antara derajat ulkus diabetikum dengan perubahan citra tubuh di RS Sentra Medika Cisalak Tahun 2022. Kesimpulan: Kondisi ulkus diabetikum dengan derajat luka yang lebih tinggi dapat mempengaruhi perubahan citra tubuh responden, sehingga upaya promotif perlu dilakukan dengan baik.

Open AccessKeywords : diabetes mellitus, body image, diabetic ulcers
oai:ais:skripsi:508Lihat detail

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP PENURUNAN RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN CUCI DARAH DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic kidney failure is a kidney function disorder characterized by increased levels of toxic (urea creatinine) in the blood as a result of the inability of the kidneys to filter the body's metabolic products which are irreversible. The aim of this study was to determine the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis, This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group to 31 samples from 212 patients populations undergoing hemodialysis in sentra medika cibinong hospital in 2023 using the technique purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is normally distributed (p 0.05), and the parametric paired t-test gets a p value of 0.000 (0.05) meaning there is the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The conclusion is thirst level before chewing xylitolgum is moderate thirst, thirst level after chewing xylitol gum is mild thirst, and there is a influence chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Suggestions for research this is expected Suggestions in this study are that Sentra Medika Cibinong Hospital can hold lay seminars on the benefits of xylitolgum to overcome thirst in patients undergoing hemodialysis with the hope of increasing discipline in limiting fluid intake and morbidity and mortality can be avoided due to excess fluid volume. Keywords : Coronary Kidney Desease, xylitolBubble Gum, Thirsty.

Open AccessKeywords : Coronary Kidney Desease, xylitolBubble Gum, Thirsty.
oai:ais:skripsi:542Lihat detail

Dukungan Keluarga dan Tingkat Stres dengan Kualitas Hidup PD Pasien DM Tipe 2 di Poli Penyakit dalam RS Sentra Medika Cikarang

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Suherman Medical University (UMS) GRADUATE NURSING STUDY PROGRAM Thesis, March 2023 Name : Lucky Kurniawan NIM : 2210700074 THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND STRESS LEVEL WITH QUALITY OF LIFE IN TYPE II DM PATIENTS DI POLY DISEASE IN SENTRA MEDIKA HOSPITAL CIKARANG, 2022 xi+61 Pages+7 Tables+9 appendices According to WHO Diabetes Mellitus (DM) is a chronic metabolic disease or disorder characterized by high blood sugar levels and disturbances of carbohydrate, lipid and protein metabolism as a result of insulin function insufficiency. Insufficiency of insulin function is caused by a deficiency disorder of insulin production in the Langerhans beta cells of the pancreas gland, or a lack of responsiveness of the body's cells to insulin . Based on data from a preliminary study at the Sentra Medika Hospital in Cikarang, the results of interviews with 15 type II DM patients, 11 of them said that the lack of family support and stress levels caused a decrease in quality of life . This study aims to identify the frequency distribution of emotional support, reward support, instrumental distribution, information support, stress levels and quality of life in patients . This research method uses a quantitative method with an observational approach with a sample of 38 patients. The sample collection technique uses purposive sampling. The analysis used is the Chi-square test . The results of this study indicate a p value of 0.000 or <0.05 , so the alternative hypothesis (Ha) is accepted, which means that there is a relationship between family support and quality life of type II DM patients internal medicine polyclinic at Sentra Medika Cikarang Hospital, Bekasi Regency, 2020 2. And the results were obtained with a p value of 0.002 or <0.05, which means that there is a relationship between the level of stress and the quality of life of type II DM sufferers in the polyclinic in Sentra Medika Hospital Cikarang Bekasi Regency in 2022 . Suggestions for the development of new programs such as a DM center, where one of its activities is implementing family empowerment in managing stress levels for the care of type II DM patients Reading material: 2016-2022. Keywords: type II DM, family support, quality of life, stress

Open Accesstype II DM, family support, quality of life, stress
oai:ais:skripsi:339Lihat detail

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Desa Sukamanah Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 82 responden WUS yang dipilih melalui cluster sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan pemeriksaan IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku pemeriksaan IVA dengan pendidikan (p-velue = 0,043; OR = 2,583), pengetahuan (p-velue = 0,003), sikap (p-velue = 0,011; OR = 3,300), sumber informasi (p-velue = 0,044; OR = 2,583), dan dukungan suami (p-velue = 0,001; OR = 5,087). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa faktorfaktor tersebut berperan penting dalam mendorong perilaku deteksi dini kanker serviks pada WUS.

Open AccessPerilaku, Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA Tes
oai:ais:skripsi:1147Lihat detail

Hubungan Pengetahuan Keamanan Pangan dengan Personal Hygiene pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Keamanan pangan adalah upaya mencegah makanan dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi masalah global dengan angka kasus tinggi, termasuk di Indonesia. Berbagai kasus keracunan makanan menunjukkan masih adanya risiko pada jajanan yang kurang higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene makanan karena keterbatasan informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan dan sikap sangat berperan dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pada pedagang jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar upaya edukasi untuk meningkatkan kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan kuesioner. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji normalitas, dan uji Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 880 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 151 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene.

Open Access
oai:ais:skripsi:1182Lihat detail

Hubungan Siklus Menstruasi Terhadap Kejadian Jerawat di Wajah Pada Siswi SMAN 99 Jakarta Timur

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Remaja putri mengalami proses pubertas yang ditandai adanya menstruasi. Proses menstruasi adalah perdarahan periodic dari rahim dengan terlepasnya endometrium dengan panjang normal siklus 21-35 hari. Pada saat siklus menstruasi hormone androgen keluar bersaaman hoemon estrogen dan progesterone. Apabila hormon Adrogen lebih dominan menyebabkan gangguan sekresi pada kelenjar sebasea pada kulit sehingga kulit rentan terhadap timbulnya jerawat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampling probability simple random sampling. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 74 % dan mengalami jerawat sebanyak 77.6%. Terdapat hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat diwajah yaitu dengan menggunakan uji chisquare (X2) dengan tingkat kemaknaan (α) adalah ≤ 0,05 didapatkan nilai Probabilitas (p) 0,000. Nilai odds ratio = 2,926 (95% CI1,422-15,064) menunjukkan bahwa siklus menstruasi 2x memiliki potensi dalam kejadian jerawat di wajah. Sehingga dapat diambil kesimpulan Ha diterima atau adanya hubungan yang signifikan hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat di wajah. Bahan Bacaan : 37 Kepustakaan (Tahun 2013-2023) Kata kunci :Siklus Menstruasi, Jerawat Di Wajah .

Open Accesssiklus menstruasi, jerawat di wajah
oai:ais:skripsi:338Lihat detail

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

Open AccessKata Kunci: Bayi, Desa, Dukungan keluarga, Imunisasi dasar, Pengetahuan ibu.
oai:ais:skripsi:1209Lihat detail

Hubungan Motivasi Perawat Terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien Dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Bougenville RSUD Bayu Asih

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA Drg. SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, April 2021 Nama : ERNA PUJIWATI NIM : 020319714 HUBUNGAN MOTIVASI PERAWAT TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PADA PASIEN DENGAN ULCUS DIABETIK FOOT DI RUANG PERAWATAN BEDAH RSUD BAYU ASIH PURWAKARTA xv + 74 Halaman + 6 Tabel + 12 Lampiran. ABSTRAK Diabetes melitus menyebabkan komplikasi kronik, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik karena terjadi kerusakan syaraf, tidak dapat membedakan suhu, penurunan merasakan nyeri, kulit kaki kering dan mudah pecah, sehingga mudah terjadi infeksi dan berpengaruh pada manajemen diri pasien seperti motivasi, efikasi diri dan kecemasan. Tujuan penelitian adalah mengetahui Hubungan Motivasi Perawat terhadap Tindakan Perawatan Luka pada Pasien dengan Ulcus Diabetik Foot di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi adalah perawat di Ruang Perawatan Bedah (Ruang Bougenville dan Ruang Mawar) yang berjumlah 26 orang. Tehnik sampel menggunakan accindental sampling dengan jumlah 22 orang. Instrumen penelitian untuk variabel motivasi menggunakan kuesioner dan variabel tindakan perawatan menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat meliputi distribusi frekuensi tiap variabel dan analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisa univariat distribusi frekuensi motivasi perawat menunjukan bahwa perawat lebih dari setengah mempunyai motivasi rendah, sedangkan tindakan perawatan luka lebih dari setengah melaksanakan tindakan secara kurang baik. Hasil analisa menggunakan uji statistik Chi-Square menunjukan. nilai p value = 0,027 (p < 0,05), maka disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan tindakan perawatan luka di Ruang Perawatan Bedah RSUD Bayu Asih Purwakarta, dengan kekutan nilai OR = 11,667. Disarankan manajemen bidang keperawatan RSUD Bayu Asih mengkaji lebih mendalam faktor penurunan kinerja perawat dalam melaksanakan tindakan perawatan luka pasien meliputi : kajian kebijakan dan penerapannya, alur dan prosesnya, monitoring dan evaluasinya, pembinaan, kompensasi dan sangsinya. Bahan bacaan : 19 (2009-2017) Kata Kunci : Motivasi, Tindakan Perawatan Luka.

Open AccessMotivasi, Tindakan Perawatan Luka.
oai:ais:skripsi:124Lihat detail

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MILITUS TIPE 2 DI RUANG IGD RS SENTRA MEDIKA CIBINONG

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, MEI 2023 Muhammad Arif NIM: 221070003 Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong xv+ 46 halaman + 5 lampiran+ 13 tabel + 3 Gambar ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan. Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia Kata Kunci: Hipoglikemia, Diabetes Melitus tipe II Daftar Pustaka (2013-2022)

Open Access
oai:ais:skripsi:324Lihat detail

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

Open AccessKata kunci: Kebiasaan merokok orangtua, kejadian merokok pada remaja
oai:ais:skripsi:511Lihat detail

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Gangguan Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)

Open AccessDiabetes melitus, gangguan kognitif
oai:ais:skripsi:316Lihat detail

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latihan Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil : Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p0.05 yang artinya Ha diterima. Kesimpulan : Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal. Kata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah Daftar Pustaka : 39 Jurnal (2010-2023)

Open AccessKata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah
oai:ais:skripsi:504Lihat detail