Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

118 hasil
Subjek: Diabetes melitus

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Sukamahi

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia, terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Keadaan hiperglikemia yang terjadi, baik secara kronis pada tahap diabetes, ataupun hiperglikemia akut postprandial yang terjadi berulang kali setiap hari, memberikan akibat buruk terhadap jaringan secara jangka panjang mengakibatkan komplikasi kronis dari diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di Puskesmas Sukamahi Peneliti menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil sebanyak 102 dan metode sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres. Data kepatuhan diet diambil menggunakan kuesioner food recall, Data aktifitas fisik diambil menggunakan kuesioner IPAQ ( International Physical Activity Quessionnaire) kepada 31 orang responden. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS (Perceived Stress Scale ). Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil dari penelitian yaitu analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet (p-value :0,029), aktivitas fisik (p-value : 0,045) dan tingkat stres (p-value ; 0,049) dengan peningkatan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe II. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, tingkat stres dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Saran yang dapat diberikan kepada puskesmas Sukamahi yaitu Puskesmas lebih meningkatkan kegiatan penyuluhan menjadi 1 minggu sekali dalam memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa dalam darah penderita diabetes melitus tipe II.

Open AccessDiabetes melitus, kepatuhan diet, aktivitas fisik dan tingkat stres
oai:ais:skripsi:327Lihat detail

Hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis atau penyakit menahun berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas normal. Orang yang menderita diabetes juga akan mengalami stres dalam dirinya karena stres berperan besar dalam diabetes dan bisa mempengaruhi kontrol dan tingkat kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 112 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Lemahduhur. Sampel yang akan digunakan berjumlah 87 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan sebanyak 49 (46.3%) dari responden memiliki kadar gula darah normal, sedangkan yang memiliki kadar gula darah tidak normal sebanayak 38 (43,7%) responden. Responden yang memiliki stres sedang sebanyak 25 (28.7) responden, sedangkan yang memiliki stres parah sebanyak 62 (71.3%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan antara kadar gula darah dengan tingkat stres pada penderita diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa kadar gula darah berpengaruh terhadap tingkat stres.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe 2, Kadar Gula Darah, Tingkat Stress
oai:ais:skripsi:488Lihat detail

Analisis Efektivitas Biaya Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Peserta BPJS Rawat Inap di RS Marzoeki Mahdi Periode Juli-Desember 2022

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Tingginya jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 menimbulkan beban biaya yang begitu besar. Berdasarkan data laporan tahunan, diabetes melitus tipe 2 masuk ke dalam 10 besar penyakit terbanyak. Tujuan: Menganalisis efektivitas biaya dan terapi pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit marzoeki mahdi pada periode Juli-Desember 2022. Metode: Menghitung nilai ACER dan ICER berdasarkan kelompok terapi obat antidiabetik oral yaitu kelompok A terapi tunggal, kelompok B terapi kombinasi 2 obat, kelompok C terapi kombinasi 3 obat. Hasil: Nilai ACER atau nilai biaya terendah pada kelompok A sebesar Rp 15.115 terapi obat glimepiride, kelompok B sebesar Rp 28.561 terapi kombinasi obat metformin dan glimepiride, kelompok C sebesar Rp 9.233 terapi kombinasi obat metformin, glimepird, dan piglitazon. Nilai ICER atau biaya yang dibutuhkan untuk mengganti terapi obat yang lebih baik pada kelompok A sebesar Rp 4.173 terapi obat gliquidon, kelompok B sebesar Rp 27.488 terapi kombinasi obat metformin dan pioglitazone, kelompok C sebesar Rp 16.662 terapi kombinasi obat metformin, gliquidon, dan pioglitazone. Kesimpulan: Nilai ACER terendah yaitu pada kelompok C sebesar Rp 9.233 dengan kombinasi obat metformin, glimepird, dan pioglitazone. Nilai ICER terendah pada kelompok A dengan terapi obat gliquidon.

Open AccessACER, Antidiabetik Oral, Diabetes Melitus Tipe 2, ICER
oai:ais:skripsi:369Lihat detail

Hubungan self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Wanakerta Karawang

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan self care dan dukungan keluarga pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta karawang. Sampel penelitian ini berjumlah 56 lansia. Hasil Penelitian : Hasil penelitian uji statistik ChiSquare didapatkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan P-value 0,000. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 denga P-value 0,000. Kesimpulan : Adanya hubungan antara self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.

Open AccessKata Kunci : Self care, Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Diabetes Melitus, Lansia
oai:ais:skripsi:548Lihat detail

HUBUNGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG,2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup

Open AccessComorbid Diabetes melitus,Hipertensi,Kualitas Hidup
oai:ais:skripsi:323Lihat detail

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN MOTIVASI PASIEN DALAM MENERAPKAN 5 PILAR PADA PASIEN DM

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Maret 2023 Faozah Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan BundaTahun 2023 VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Pasien dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023. Metode penelitian deskriptif statistik jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross sectional. Jumlah populasi 204 responden dan sampel 67 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Hasil penelitian usia 56th – 65th, jenis kelamin perempuan, pendidikan SMA, dukungan keluarga tidak mendukung, motivasi tinggi, dan penerapan 5 pilar baik. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan dukungan keluarga dengan penerapan 5 pilar pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,026, dan Ada Hubungan Motivasi dengan Penerapan 5 Pilar pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Tahun 2023 P-Value 0,000. Kesimpulan Dukungan Keluarga dan Motivasi sangat mempengaruhi penerapan 5 pilar pasien DM. Disarankan pasien sering kontrol dan menjaga pola hidupnya.

Open AccessKata Kunci : Diabetes Melitus, Dukungan Keluarga, Motivasi, 5 Pilar DM Daftar Bacaan : 27 Kepustakaan (Tahun 2017-2022 )
oai:ais:skripsi:333Lihat detail

Fakto - Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketepatan Perawatan Luka Diabetik Pada Pasien Diabetes Melitus Pasca Rawat Inap di RS Sentra Medika Cibinong Dan RS Sentra

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus adalah penyakit tidak menular dengan gangguan metabolisme tubuh dalam waktu lama yang ditandai dengan kadar gula di dalam darah yang tinggi. Luka diabetik dikategorikan sebagai luka kronis dikarenakan respon inflamasi yang memanjang. Luka diabetik yang tidak sembuh menjadi faktor resiko infeksi yang menyebabkan amputasi bahkan berujung kematian. Adapun faktor –faktor yang mempengaruhi perawatan luka yaitu usia yang bertambah akan meningkatkan kedewasaan seseorang sehingga seorang dapat berfikir secara lebih rasional, jenis kelamin perempuan lebih peduli didalam melakukan perawatan diri dan berupaya seoptimal mungkin untuk melakukan perawatan diri dari penyakit yang dideritanya, tingkat pendidikan mempengaruhi pola pikir, tingkat pengetahuan yang tinggi akan meningkatkan perilaku pasien terhadap perawatan luka diabetik, begitu juga dengan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di poli bedah RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang Berhubungan dengan ketepatan perawatan luka diabetik pada pasien diabetes melitus pasca rawat inap di RSSM Cibinong dan RSSM Cisalak adalah usia. jenis kelamin, pendidikan, tingkat pengetahuan dan dukungan keluarga dengan nilai p- value kurang dari 0,05. Kata kunci: Diabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik

Open AccessDiabetes Melitus, Perawatan Luka Diabetik, Perawatan Luka
oai:ais:skripsi:451Lihat detail

Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes Melitus yang Menjalani Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat mengolah atau menghasilkan cukup insulin di dalam tubuh secara efektif. Penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi gagal ginjal yang harus menjalani terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis. Penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis biasanya memiliki kualitas tidur yang buruk sehingga dapat berdampak pada aktivitas kesehariannya dan mempengaruhi tubuh baik fisiologis (salah satunya ketidakstabilan kadar glukosa darah), psikologis serta memperparah kondisi penyakitnya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien Diabetes Melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Metode : jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan obervasional analitik studi potong lintang (cross sectional study). Penelitian ini menggunakan total sampling, dimana seluruh populasi menjadi sampel sebanyak 61 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PSQI dan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS 25 dengan analisa data uji chi-square. Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P value = 0,000 (P value 0,005) yang menyatakan bahwa ada hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes melitus yang menjalani hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak. Kesimpulan : Sebagian besar 72,1% memiliki kualitas tidur yang buruk dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu hiperglikemia. ≥200 mg/dL. Sebagian besar 19,7% memiliki kualitas tidur baik dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu normal 200 mg/dL. Penelitian ini diharapkan penderita diabetes melitus yang menjalani hemodialisis dapat memperbaiki kualitas tidur dan kadar glukosa darahnya menjadi lebih baik dengan dibantu peran keluarga dalam memberikan suasana lingkungan yang nyaman dan makanan sesuai diit yang dianjurkan.

Open Accesskualitas tidur, kadar glukosa darah sewaktu, diabetes melitus, hemodialisis
oai:ais:skripsi:290Lihat detail

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Gangguan Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)

Open AccessDiabetes melitus, gangguan kognitif
oai:ais:skripsi:316Lihat detail

Pengaruh Kombinasi Walking Exercise Dengan Latihan Peregangan Terhadap Nilai Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Sirnajaya Kecamatan Serang Baru Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Di Asia Tenggara Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes dengan jumlah penderitanya sebesar 10,7 juta. Maka dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti walking exercise dengan latihan peregangan yang dapat menjadi terapi non farmakologis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design. Menggunakan tehnik simple random sampling, serta tehnik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997). Hasil : Hasil uji statistic didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah pretest yaitu : 203.80 mg/dl. Sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah posttest yaitu : 120.43 mg/dl. Dapat terlihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 83.37 mg/dl. Hasil pre test dan post test kadar glukosa darah menunjukan nilai p=0,000 atau nilai p0.05 yang artinya Ha diterima. Kesimpulan : Terlihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara walking exercise dengan latihan peregangan terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Sehingga walking exercise dengan latihan peregangan efektif dalam mengontrol kadar glukosa darah dalam jangka normal. Kata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah Daftar Pustaka : 39 Jurnal (2010-2023)

Open AccessKata kunci : Diabetes melitus, walking exercise, latihan peregangan, kadar glukosa darah
oai:ais:skripsi:504Lihat detail

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 26 Maret 2023 Nama : Moh Trikusuma Atmaja NIM : 221070043 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalakasaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangakap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit

Open AccessKata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit
oai:ais:skripsi:446Lihat detail

HUBUNGAN POLA TIDUR TERHADAP KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, 18 September 2023 Neng Euis 020319629 Hubungan Pola Tidur Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Karang Bahagia. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme dengan adanya ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa, lemak dan protein, Masalah tidur sepertinya mempengaruhi hemostasis kadar glukosa normal seperti pengurangan dalam kuantitas tidur dapat merusak baik pemanfaatan glukosa maupun tolerasi glukosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Karang Bahagia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, Hasil penelitian pola tidur kurang baik 80 responden (54,8%), dan kadar gula darah tidak normal sebanyak 76 responden (52,8%). Dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil ada hubungan antara pola tidur terhadap kadar gula darah penderita Diabetes Melitus Tipe 2 diPuskesmas Karang Bahagia, P value 0.020 > 0,05.

Open AccessKata Kunci : Pola Tidur, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2 Daftar Bacaan : (Tahun 2011-2020)
oai:ais:skripsi:525Lihat detail

Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Terjadinya Poli Neuropati di RS Sentra Medika cikarang tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang. Hasil Penelitian: Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < α 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426). Bahan Bacaan : Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus
oai:ais:skripsi:308Lihat detail

Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antidiabetes dengan Hasil Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes Melitus di Ruang Tulip RS Sentra Medika Cisalak

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Non-compliance in carrying out treatment in DM patients is a problem that is often found in hospital. The patient is no longer in control of the health service, the patient does not take medication because his feels that his blood sugar is normal. The sufferers of DM in the city of Depok issued by the West Java Provincial Health Office in 2020 was 50631 people. Whereas according to medical record data at the Sentra Medika Cisalak Hospital, the prevalence of DM sufferers from September-October was 187 sufferers. This study aim to determine the relationship between adherence to taking medication in DM sufferers and stable blood sugar values while in the Tulip Room of Sentra Medika Cisalak Hospital. The results of this study can be used as a source of information and education for patients with DM. The type of research is quantitative research, with a cross sectional consisted of independent variable compliance with taking medication in patients with DM and the stability of the GDS value as the dependent variable. Data obtained through distributing questionnaires. The population in the study were 187 patients who were diagnosed, and the sample in this study was 65 patients. The data has been done is processed and then analyzed in stages according to research objectives using computer software. The results showed that the results of the chi square test (p = 0,014), it can be concluded that there is a significant relationship between the level of adherence to taking medication in patients with DM with the stability value of GDS.

Open AccessDiabetes melitus, kepatuhan minum obat, kestabilan gula darah
oai:ais:skripsi:495Lihat detail

Pengaruh tekhnik Terapi Relaksasi Genggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus DM Type 2 di Rs Harapan Bunda

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Mei 2023 May Susanti Pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Ulkus diabetikum adalah ulkus di bawah pergelangan kaki karena berkurangnya sirkulasi kapiler atau arteri,neuropati dan kelainan bentuk kaki ( Robberstad et al.,2017) . Relaksasi genggam jari adalah cara yang mudah untuk mengelola emosi dan kecerdasan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Ganggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus Diabetes Melitus 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desain pre-eksperiment one group pre-test-posttest. Desain ini melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O), diberi treatment (X) dan diberi post-test. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-testdimana populasinya adalah penderita DM type 2 dengan post op debridemen dengan menggunakan sistem total sampling dimana minimal jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang saat pre dan post test. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden usia 46 tahun – 55 tahun didapatkan 22 responden (73,3%), jenis kelamin perempuan 17 responden (56,7%), pendidikan SMA 22 responden (73,3%). Hasil skala nyeri sebelum dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas berat 22 responden (73,3%). Diketahui skala nyeri setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas nyeri sedang 18 responden (60%). Kesimpulan ada pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta P-Value 0,000 >0,05. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian sejenis dengan tehnik penelitian yang berbeda disertai penambahan variabel penelitian.

Open AccessKata Kunci : Diabetes Melitus, luka ulkus, tehnik relaksasi genggam jari Daftar Bacaan : 27 Kepustakaan (Tahun 2017-2022)
oai:ais:skripsi:325Lihat detail

HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PENGENDALIAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUANG POLI KLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Diabetes Mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein akibat defisiensi produksi insulin dan kerja insulin. Ambarwati, W.N., Organisasi Kesehatan Dunia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi dengan pengendalian kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di ruang poli klinik penyakit dalam RS sentra medika cikarang. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain crossectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 101 pasien dengan jumlah sampel 83 pasien. Instrument yang digunakan adalah kuesioner, data di Analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariat. Sebagian besar 65 orang (78,3%) memiliki motivasi yang baik sedangkan sebagian kecil 18 orang (21,7%) yang memiliki motivasi kurang baik.Dalam pengendalian kadar gula darah pasien diabetes mellitus didapatkan hasil untuk pasien yang memiliki potensi yang baik dalam mengendalikan kadar gula darah yaitu 83,1% dan untuk pasien yang kurang baik dalam hal mengendalikan kadar gula darah yaitu 16,9%. Berdasarkan analisa data yang didapatkan hasil uji chi square menunjukan ρ-value 0,024 (0.05) yang berarti Ada hubungan motivasi dengan pengendalian kadar gula darah saling berkaitan dengan nilai OR 3.927

Open AccessKata Kunci : Diabetes melitus, kadar gula darah Daftar Pustaka : 28 (2016-2021)
oai:ais:skripsi:437Lihat detail

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELITUS DENGAN PENGONTROLAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA TAHUN 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.

Open AccessKadar Gula Darah, Diabetes Melitus, Pengetahuan
oai:ais:skripsi:304Lihat detail

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

Open AccessKata kunci : Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Obat, Kadar Gula Darah Sewaktu, Diabetes Melitus Tipe II
oai:ais:skripsi:546Lihat detail

Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas klapanunggal

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.

Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus, Gaya hidup, Tingkat pengetahuan
oai:ais:skripsi:296Lihat detail

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT HEALTH LITERACY PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Health literacy adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memahami informasi kesehatan dasar dan layanan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan dan tindakan yang tepat bagi kesehatan mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi health literacy adalah pengetahuan, akses informasi kesehatan, tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, Bahasa, etnis, pendapatan, pekerjaan, akses pelayanan kesehatan. Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi kaki, Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, ataupun gangguan pada keduanya. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian analisis hubungan antara usia 36th-45th dengan HL bermasalah sebanyak 18 (35,1%), usia 56- 65 tahun dengan HL Bermasalah 13 (35,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,049 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara usia dengan health literacy pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Kesimpulan dan sarannya Disarankan penelitian ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.

Open AccessHealth Literacy, Diabetes Melitus
oai:ais:skripsi:435Lihat detail