Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

91 hasil
Subjek: Perilaku

Hubungan Perilaku Sedentari dengan Kadar Gula Darah pada Pasien DM di RS Sentra Medika Cikarang 2022

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Pandu Irawan Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang terjadi akibat tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif (WHO, 2019). Menurut Organisasi International Diabetes Federation (IDF), memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019. Menurut PERKENI (2019) meningkatnya jumlah penderita diabetes melitus tipe-2 dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik (perilaku sedentari). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan cross sectional study (potong lintang). Sampel pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan rawat jalan di poliklinik RS. Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Alat pengumpul data berupa instrument/angket dengan uji chi-square. Hasil: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II, dengan hasil uji chi-square nilai p = 0,004, atau Ha diterima (p0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Saran: pentingnya mempunyai ilmu pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit diabetes mellitus yang diderita serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses perawatan bagi penderita diabetes mellitus.

Open AccessPerilaku Sedentari, Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe 2
oai:ais:skripsi:299Lihat detail

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Test Di Desa Sukamanah Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) adalah metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur (WUS) dalam melakukan pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 82 responden WUS yang dipilih melalui cluster sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan pemeriksaan IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku pemeriksaan IVA dengan pendidikan (p-velue = 0,043; OR = 2,583), pengetahuan (p-velue = 0,003), sikap (p-velue = 0,011; OR = 3,300), sumber informasi (p-velue = 0,044; OR = 2,583), dan dukungan suami (p-velue = 0,001; OR = 5,087). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa faktorfaktor tersebut berperan penting dalam mendorong perilaku deteksi dini kanker serviks pada WUS.

Open AccessPerilaku, Kanker Serviks, Pemeriksaan IVA Tes
oai:ais:skripsi:1147Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Perilaku Personal Hygiene Tentang Kebersihan Organ Reproduksi saat Menstruasi pada Remaja Putri kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Lisa jamilatul Lael Nim : 020319624 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE TENTANG KEBERSIHAN ORGAN REPRODUKSI SAAT MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 2 CILAMAYA WETAN TAHUN 2023 ABSTRAK Pendidikan dini tentang personal hygiene reproduksi pada remaja putri yaitu langkah awal untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi terutama pada saat menstruasi. Dukungan keluarga dapat ditimbulkan karena tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan kurangnya pengetahuan remaja sering dikira bahwa kesehatan reproduksi merupakan suatu perbincangan paling tabu untuk diulas dengan mendalam. Perilaku personal hygiene yang sehat saat menstruasi adalah sikap yang mendukung terhadap perilaku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan prilaku personal hygiene tentang kebersihan organ reproduksi saat menstruasi pada remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik, dengan rancangan penelitian desain crossmsectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 112 siswi SMP kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan, sampel yang digunakan sebanyak 88 siswi, menggunakan 10 pertanyaan di kuesioner pengetahuan, 10 pertanyaan di kuesioner dukungan keluarga, 10 pertanyaan di kuesioner prilaku yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan 52 responden (59,1%) memiliki pengetahuan kurang baik, 24 responden (27,3%) memiliki pengetahuan cukup baik, dan 12 responden (13,6%) memiliki pengetahuan baik. Sejumlah 55 responden (62,5%) memiliki dukungan keluarga yang buruk, dan 33 responden (37,5%) memiliki dukungan keluarga yang baik. Dan 45 responden (51,1%) memiliki perilaku yang buruk dan 43 responden (48,9%) memiliki perilaku yang baik. Uji bivariat pada pengetahuan dengan perilaku memiliki nilai P-value= 0,0040,05 maka dapat diartikan bahwa ditolak, dan pada dukungan keluarga dengan perilaku memiliki nilai P-value 0,0180,05 maka dapat diartikan bahwa ditolak. Kesimpulannya maka ada hubungan antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene tentang kebersihan organ reproduksi saat menstruasi pada remaja putri kelas VIII di SMPN 2 Cilamaya Wetan tahun 2023. Dan diharapkan siswi mampu menambah informasi tentang pengetahuan dan dukungan keluarga dengan perilaku personal hygiene.

Open AccessKata kunci: Personal Hygiene, Menstruasi, Pengetahuan, Dukungan keluarga, Perilaku.
oai:ais:skripsi:507Lihat detail

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

Open AccessMasyarakat, Gastritis, Swamedikasi, Tingkat Pengetahuan, Perilaku
oai:ais:skripsi:356Lihat detail

Hubungan Perilaku Sedentari Dengan Tingkat Distres Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru Tahun 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: DM (Diabetes Mellitus) atau sering kita kenal dengan sebutan kencing manis yaitu suatu penyakit menahun, yang angka kejadiannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, Diabetes Mellitus menjadi permasalahan kesehatan utama karena kejadian DM tersebut semakin meningkat di dunia sehingga DM pun menjadi penyebab kematian utama di dunia. Organisasi Internasional Federation (IDF) memperkirakan sedikitnya terdapat 463 juta orang pada usia 20-79 tahun di dunia menderita diabetes pada tahun 2019 atau setara dengan angka prevelensi sebesar 9,3% dari total penduduk pada usia yang sama. Salah satu negara dengan kasus diabetes terbesar yaitu Indonesia dengan posisi menduduki peringkat ke-5 di dunia. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru tahun 2023. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus tiga bulan terakhir tahun 2023 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru yaitu 108 orang dan sampel sebanyak 86 orang dengan menggunakan metode Probability / random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner perilaku sedentari (ASAQ) dan kuesioner tingkat distres (DDS) dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus menggunakan uji statistic Chi-Square, diperoleh nilai P = 0,008 ( , 0,05 ), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku sedentari dengan tingkat distres. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara perilaku sedentari dengan tingkat distres pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Sirnajaya Serang Baru.

Open AccessKata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Perilaku Sedentari, Tingkat Distres
oai:ais:skripsi:516Lihat detail

faktor faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di RS BSH

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).

Open AccessAnalitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah
oai:ais:skripsi:503Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pada Masyarakat di Desa Balekambang Kecamatan Jonggol

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi DBD di Jonggol hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 145 kasus dengan 1 kematian. Sementara itu, Puskesmas Balekambang mencatat 20 kasus dengue pada periode Januari–November 2025, dengan 2 orang dirawat di RSUD Cileungsi pada bulan Mei dan 1 orang dirawat di RS Permata Jonggol pada bulan Juni. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat di Balekambang Kecamatan Jonggol 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Desa Balekambang Kecamatan Jonggol dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku PSN. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square. No Layak Etik 000322/Universitas Medika Suherman/2026 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan analisi bivariat Jenis kelamin nilai p-value = 0,659 > 0,05, Usia nilai p-value = 0,546 > 0,05, Pendidikan nilai p-value = 0,001 <0,05, Pekerjaan nilai p-value = 0,158 > 0,05, Tingkat pengetahuan nilai p-value = 0,018 <0,05, Sikap nilai p-value = 0,001 <0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan dengan perilaku PSN, Ada hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat masih terdapat responden dengan perilaku PSN yang kurang baik.

Open AccessPendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Sikap, Perilaku PSN
oai:ais:library-item:27766Lihat detail

Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Perilaku Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.

Open AccessStatus Sosial Ekonomi, Perilaku Merokok, Tuberkulosis Paru
oai:ais:library-item:27728Lihat detail

Efektivitas Edukasi Sadari Dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Cibitung Tahun 2026

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga remaja putri usia 13–25 tahun, dengan 13 kasus (4,2%) terdiagnosis. Pada tahun 2021, terdapat 383 ribu kasus dan 81 ribu kematian akibat kanker payudara pada remaja dan dewasa muda di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, sehingga SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) direkomendasikan sebagai metode deteksi dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi SADARI dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel ini diambil berdasarkan teknik Probabillity Sampling melalui simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, sehingga edukasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Kesimpulan edukasi kesehatan menggunakan PowerPoint dan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi di SMAN 1 Cibitung.

Open AccessKanker Payudara, SADARI, Pengetahuan, Perilaku
oai:ais:library-item:27727Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas X di Wilayah Bekasi Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.

Open AccessTingkat Stres, Perilaku Merokok, Remaja
oai:ais:library-item:27715Lihat detail

Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Agresif Dengan Strategi Koping Pada Remaja Siswa/I MTS Al-Ichlash Serang Baru

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perkembangan yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya perilaku agresif dan berdampak pada kesehatan mental remaja. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menghadapi stres dan mengendalikan perilaku agresif adalah strategi koping yang digunakan oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping remaja siswa/I MTs Al-Ichlash Serang Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas IX MTs Al-Ichlash Serang Baru dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian yaitu PSS-10, BPAQ, serta Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Mayoritas siswa berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), serta menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan strategi koping (p = 0,389; r = -0,072). Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan strategi koping siswa/i. Sebaliknya, perilaku agresif berhubungan signifikan dengan strategi koping, yang artinya semakin tinggi perilaku agresif maka semakin rendah penggunaan strategi koping adaptif pada remaja.

Open AccessRemaja, tingkat stres, perilaku agresif, strategi koping
oai:ais:library-item:27712Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberian ASI Ekslusif 0-6 Bulan di Desa Kedungjeruk Kabupaten Karawang Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan merupakan upaya penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi. Namun, angka cakupan ASI eksklusif masih rendah di beberapa wilayah. Perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, sikap, dan dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi. Metode: Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel independen meliputi pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, sikap, sumber informasi, dan dukungan keluarga, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pemberian ASI eksklusif. Hasil: Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan pemberian ASI eksklusif. Univariat menunjukkan mayoritas responden memberikan ASI eksklusif (75,0%), berpendidikan > SMA (67,5%), tidak bekerja (70,0%), memiliki pengetahuan baik (73,8%), bersikap positif (76,3%), mendapat dukungan keluarga (71,3%), dan terpapar sumber informasi (67,5%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,010), pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,015), dukungan keluarga (p=0,005), serta sumber informasi (p=0,025) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan sumber informasi. Upaya peningkatan ASI eksklusif perlu difokuskan pada peningkatan edukasi, penyediaan informasi, serta dukungan lingkungan keluarga dan masyarakat.

Open AccessPerilaku, Pemberian, ASI Eksklusif, 0-6 Bulan
oai:ais:library-item:27028Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Wanita Usia Subur Dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Tes di Desa Sukamanah Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani

Book2025Koleksi Perpustakaan

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, yang umumnya disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) merupakan metode deteksi dini yang efektif untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat kanker serviks. Namun, cakupan pemeriksaan IVA di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia reproduksi (WUS) dalam melakukan tes IVA di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang dan melibatkan 82 WUS melalui consecutive sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, sikap, sumber informasi, dan dukungan suami. Hasil menunjukkan bahwa 61% responden belum pernah melakukan tes IVA. Terdapat hubungan signifikan antara perilaku tes IVA dengan pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,021; OR=3,3), dan dukungan suami (p=0,003; OR=5,087). Pendidikan dan sumber informasi tidak berhubungan secara signifikan.

Open AccessPerilaku, Kanker serviks, IVA tes, Faktor, Wanita Usia Subur
oai:ais:library-item:26949Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Emosional Pada Usia Remaja di Sekolah SMP X Cikarang Utara

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Perilaku emosional remaja menjadi isu yang semakin penting karena masa ini ditandai dengan perubahan fisik, sosial, dan emosional yang signifikan untuk membentuk karakter dan kepribadian remaja di masa depan. Menurut data WHO (2019), 8% anak – anak dan 15% usia remaja mengalami gangguan mental, dengan kelompok usia 15 – 29 tahun, ditemukan kasus bunuh diri sebagai penyebab ketiga kematian. Sedangkan menurut data Riskesdas (2021), 40% remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental, berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Masalah kesehatan mental remaja yang tidak ditangani sedari dini menjadi penyebab masalah mental yang berawal dari gangguan belajar, juga dapat menjadi berkelanjutan terhadap masalah mental yang mempengaruhi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini, dengan menghubungkan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku emosional remaja, seperti usia, jenis kelamin, pola asuh orang tua, dan lingkungan social. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan kuesioner pola asuh orang tua, dengan jumlah responden sebanyak 81 siswa/i kelas 7.dimana uji validitas dan reliabilitas sudah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.031, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.012, untuk jenis kelamin yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan perilaku emosional. Uji Chi-Square menunjukkan nilai P- Value 0.004 pada pola asuh, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Pola Asuh dan perilaku emosional. Uji Chi-Square juga menunjukkan nilai P- Value 0.032 untuk lingkungan sosial, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara Lingkungan Sosial dan perilaku emosional. Kesimpulan Perilaku emosional remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Maka diperlukan pendekatan holistik dalam memahami dan mengelola perkembangan emosional remaja. Studi lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih dalam faktor faktor lain yang bisa mempengaruhi perilaku emosional pada usia remaja.

Open AccessPerilaku Emosional, Remaja, Lingkungan Sosial, Pola Asuh
oai:ais:library-item:26579Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II yang Memiliki Ulkus Diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Diabetes Melitus tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, salah satunya adalah ulkus diabetikum. Perawatan kaki yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko ulkus diabetikum, yang berpotensi menyebabkan amputasi dan penurunan kualitas hidup pasien. Tujuan Penelitian : Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawatan kaki pada pasien Diabetes Melitus tipe II dengan ulkus diabetikum di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 60 pasien Diabetes Melitus tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nottingham Assessment of Functional Footcare (NAFF), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS), dan kuesioner Diabetic Foot Care Knowledge Scale (DFKS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penghasilan, dukungan keluarga, edukasi, dan perilaku perawatan kaki pasien Diabetes Melitus Tipe II dengan ulkus diabetikum (p-value <0.05). Pasien dengan tingkat penghasilan tinggi, dukungan keluarga yang baik, dan edukasi yang memadai cenderung memiliki perilaku perawatan kaki yang lebih baik. Simpulan : Perilaku perawatan kaki yang baik memiliki peran penting dalam mencegah ulkus diabetikum pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Edukasi dan intervensi mengenai perawatan kaki perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko komplikasi ulkus diabetikum dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

Open AccessDiabetes Melitus Tipe II, Perilaku Perawatan Kaki, Ulkus Diabetikum
oai:ais:library-item:26580Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kanker payudara, sejenis tumor ganas yang bermula di jaringan payudara, merupakan pembunuh utama wanita di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang mudah, murah, dan non-invasif untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara sejak dini. Meskipun demikian, hanya sedikit wanita muda yang mengetahui atau menggunakan SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Pengetahuan (nilai-p = 0,003, OR = 13,500), sikap (nilai-p = 0,005, OR = 8,250), paparan terhadap informasi (nilai-p = 0,027, OR = 6,476), dukungan keluarga (nilai-p = 0,008, OR = 10,286), dan dukungan layanan kesehatan (nilai-p = 0,046) semuanya berhubungan secara signifikan dengan perilaku BSE, menurut data tersebut. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk tujuan statistik. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan perilaku BSE (nilai-p = 0,565, OR = 2,923), menurut tinjauan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.

Open AccessKanker Payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Perilaku Remaja, Deteksi Dini.
oai:ais:library-item:26537Lihat detail

Hubungan Pengetahuan dan Perilaku Remaja Terhadap Kejadian Merokok Pada Siswa SMA Negeri 3 Tambun Selatan Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

prevalensi kebiasaan merokok perhatian serius pada perokok laki – laki dewasa didunia sebesar 35,7% didunia, sedangkan di Indonesia mencapai 62,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan dan perilaku remaja terhadap kejadian merokok pada siswa SMA Negeri 3 Tambun Selatan 2025. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan coss sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Laki – laki SMAN 3 Tambun Selatan yang berjumlah 452 siswa, ditentukan sampel siswa sebanyak 440 responden. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 31 Januari 2025. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan uji Chi square dengan menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian merokok dengan p-value = 0,005 (<0,05), dan terdapat hubungan antara Perilaku dengan kejadian merokok dengan p-value = 0,000 (<0,05). Kesimpulannya, pengetahuan dan perilaku remaja berpengaruh terhadap kebiasaan merokok. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya merokok perlu ditingkatkan di sekolah guna menekan angka merokok di kalangan remaja.

Open AccessMerokok, Pengetahuan, Perilaku, Remaja, SMA
oai:ais:library-item:26547Lihat detail

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Anak (0-5 Tahun) di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang.

Open AccessAnak, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Stunting
oai:ais:library-item:26523Lihat detail

Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Sadari Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri Di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.

Open AccessKata Kunci: Kanker Payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Perilaku Remaja, Deteksi Dini.
oai:ais:skripsi:1026Lihat detail

Faktor Faktor yang berhubungan dengan perilaku sadari sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.

Open AccessKata Kunci: Kanker Payudara, Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), Perilaku Remaja, Deteksi Dini.
oai:ais:skripsi:1027Lihat detail