Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

78 hasil
Subjek: kecemasan

Hubungan peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hospitalisasi

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. hospitalisasi atau masuk rumah sakit merupakan keadaan yang mengharuskan seseorang untuk dirawat dirumah sakit karena mengalami kondisi kritis dan kesakitan secara fisik maupun psikologis. world health organization (who) menyatakan bahwa terdapat kurang lebih 35 juta orang terkena depresi, 60 juta orang terkena bipolar,21 juta orang terkena skizofrenia, serta 47,5 juta terkena demensia.penelian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan lansia yang menjalani hospitalisasi dirs xx kabupaten bekasi. adapun rancangan penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko.anlisis data yang digunakan uji chisquare.penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia,jenis kelamin,tingkat pendidikan, dan dukungan petugas kesehatan.penelitian ini menggunakan data primer aplikasi yangdigunakan adalah kuesioner dan spss23

Open Accesshospitalisasi, kecemasan,lansia
oai:ais:skripsi:107Lihat detail

Hubungan Dukungan Orang Tua Dengan Tingkat Kecemasan Anak Yang Mengalami Menarche Di SDN Cikarang Kota 02

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama: Hanisah Oktavianie Nim: 020319617 HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KECEMASAN ANAK YANG MENGALAMI MENARCHE DI SDN CIKARANG KOTA 02 ABSTRAK Latar Belakang: Berbagai macam gangguan dan gangguan baik secara langsung maupun tidak langsung, yang terjadi kepada anak saat mengalami menarche yang dapat mempengaruhi kondisi fisik atau psikologis anak. Orang tua melalui peran aktifnya dalam hal memberi akan pemahaman terkait menarche bahwa hal yang terbilang pertama kali untuk seorang anak remaja. sebagai seorang ibu sekaligus orang tua secara lebih dini harus memberikan penjelasan tentang menarche pada anak perempuannya, supaya anak lebih mengerti dan akan siap dalam menghadapi menarche. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche pada siswi di SDN Cikarang Kota 02. Metodologi: Penelitia analisis kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 41siswi SD Negeri Cikarang Kota 02. Variabel pada penelitian ini adalah dukungan orang tua dan kecemasan anak. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil: responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 50,0%. Responden yang mendapat dukunga orang tua dengan kecemasan sedang 10,0%. Responden yang mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan berat 40,0%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan ringan 47,6%. Responden yang tidak mendapat dukungan orang tua dengan kecemasan sedang 52,4%. Hasil statistik antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak (P=0,001). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan orang tua dengan kecemasan anak yang mengalami menarche di SDN Cikarang Kota 02. Saran: bagi responden diharapkan agar lebih meningkatkan komunikasi dengan orang tua terkait dengan perubahan-perubahan yang dapat terjadi pada wanita salah satunya menarche. Kata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche.

Open AccessKata Kunci: Dukungan orang tua, kecemasan anak dan menarche
oai:ais:skripsi:510Lihat detail

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG AKAN DILAKUKAN PEMASANGAN CIMINO (AV SHUNT) DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG 2022.

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Hubungan dukungan keluarga dengan tingat kecemasan pasien pre operasi AV Shunt pada penderita gagal ginjal kronik adalah respon emosional yang subjektif, cemas dialami setiap orang dalam menghadapi pembedahan Penelian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan yang akan dilakukan pemsangan cimino di RS Sentra Medika Cikarang. Jenis penlitian ini adalah diskritif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. penelitian ini bertempat di ruang perawatan rawat inap RS Sentra Medika Cikarang pada bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi pasa dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dilakukan pemasangan cimino di ruang perawatan rawat inap RS sentra Medika Cikarangpada bulan oktober 2022 yang berjumlah 100 orang. sampel yang diambil sebanyak 50 orang. Peneliti ini menggunakan data sekunder yang di dapatkan dari rekam medis. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil peneliti ini menunjukan bahwa Dukungan Keluarga diperoleh hasil bahwa Dukungan Keluarga yang tidak mendukung sebanyak 22 (44%), variabel tingkat kecemasan pasien kategori Tidak ada Kecemasan sebanyak 1 (2%), kecemasan ringan 1 (2%), Keecemasan Sedang 14 (28), Kecemasan Berat 34 (68%) dan Panik 0 (0%). hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dapat di katagori dukungan keluraga yang tidak mendukung dengan kecemasan berat sebanyak 19 responden (38% ). Hasil uji statistik dengan Chi- Square diperoleh nilai P=0,015 (P<0,05) didapat dari nilai Likelihood Ratio dengan kriteria tabel lebih dari 2x2 dan nilai expected count <5 lebih dari 20%. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino. Peneliti ini diharapkan mamapu meningkatkan asukan keperawatan terutama dengan hubungan dukungan keluarga pada pasien yang akan dilakukan pemasangan cimino dengan tingkat kecemasan pasien, khusnya bagi petugas Kesehatan yang bertugas diruang bangsal keperawatan.

Open AccessKata kunci :Dukungan keluarga, kecemasan, pemasangan cimino / av shunt
oai:ais:skripsi:384Lihat detail

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessSectio Caesarea, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis anastesi, Tingkat Kecemasan pre operasi.
oai:ais:skripsi:430Lihat detail

Hubungan Antara Respon Time Perawat dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Kategori Australian Triage Scale (Ats) 2 dan 3 di Instalasi Gawat Darurat Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan α=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-valueα yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage

Open AccessKata Kunci: Kecemasan, Respon time, Triage
oai:ais:skripsi:461Lihat detail

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pasian anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di rumah sakit X Cikarang selama masa pandemik Covid 19 tahun 2021

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 24 Mei 2021 Nama : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ORANGTUA PADA PASIEN ANAK USIA (1-5 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT X CIKARANG PADA MASA PANDEMIK COVID19 TAHUN 2021 XV + 98 Halaman + 9 Tabel +12 Lampiran ABSTRAK Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23. Kata Kunci : Kecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi ABSTRACT BACHELOR PROGRAM STUDY OF NURSING AND PROFESSION NERS Skripsi, 24 May 2021 Name : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDY ON FACTORS RELATED TO THE ANXIETY OF THE PARENTS IN CHILD PATIENTS (1-5 YEARS) WHO ARE HOSPITALIZING IN X CIKARANG HOSPITAL IN THE PANDEMIC TIME COVID19 2021 YEARS XV + 98 Pages + 9 Tables + 12 Appendix ABSTRACT The Cvoid-19 pandemic is an event of the spread of Covid-19 worldwide for all countries. Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger. This study aims to determine the factors associated with parental enxiety in child patients (1-5 years) undergoing hospitalization at X Hospital Cikarang during the Covid-19 pandemic. This type of research is a quantitative research method with a cross-sectional research design approach and using the chi square test. This study will explain the variables of age, gender, level of education, support from staff, and family support. This study uses primary data, the applications used are google form, Microsoft Office 2013, and SPSS 23. Keywords: Anxiety, Parents, Pandemic Covid19, Hospitalization

Open AccessKecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi
oai:ais:skripsi:114Lihat detail

Hubungan Pengetahuan Perawatan Post Cimino Dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Kecemasan adalah suatu respon emosional yang tidak menyenangkan terhadap berbagai macam stressor baik yang jelas maupun yang tidak teridenfikasi dan ditandai rasa khawatir, takut dan perasaan terancam. Adapun salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pengetahuan (Kaplan dan Sadock dalam Iin patimah, 2020). Pengetahuan menurut Windri Dewi Ayu (2022) yaitu hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan melalui panca indera manusia terhadap objek tertentu yang mendasari tindakan seseorang yang dipengaruhi oleh faktor pendidikan, informasi, budaya dan pengalaman seseorang. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Perawatan Post Cimino dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 45 responden dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalahchi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong dengan nilai p- value = 0,001 < 0,05. Kesimpulan: pengetahuan perawatan post cimino berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien gagal ginjal kronik di ruang Tulip Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

Open AccessKata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Cimino, Tingkat pengetahuan, Kecemasan
oai:ais:skripsi:459Lihat detail

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

Book2026Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

Open Accessaudio visual, kecemasan, mahasiswa keperawatan semester akhir, terapi butterfly hug
oai:ais:library-item:27737Lihat detail

Pengaruh Eye Mask terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Anestesi Spinal di Ruang Intraoperasi Menggunakan Skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A)

Thesis2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Kecemasan merupakan kondisi psikologis tidak menyenangkan yang sering dialami oleh pasien ketika menghadapi prosedur pembedahan dengan anestesi spinal yang berdampak pada peningkatan tekanan darah serta kebutuhan tambahan obat sedatif. Upaya penanganan non-farmakologis Eye mask terbukti dapat menciptakan kondisi relaksasi dan menurunkan kecemasan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor visual analog scale for anxeity (VAS-A) di RS Sentra Medika cikarang. Metode : Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan pre experimental design tipe one group pretest–posttest design dan consecutive sampling sebagai teknik pengabilan sampel yang melibatkan 32 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) dan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis data perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi menggunakan uji wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 ( 0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A).

Open AccessEye mask, Anestesi Spinal, Kecemasan, Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A), Intervensi Non-Farmakologis.
oai:ais:skripsi:1378Lihat detail

Hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal

Thesis2026Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kecemasan pre operasi merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada prosedur dengan teknik anestesi spinal. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta mempengaruhi jalannya tindakan anestesi dan proses pemulihan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan kecemasan adalah dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal di RSUD Sekarwangi Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert dan kuesioner tingkat kecemasan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori baik (79,2%) dan mengalami tingkat kecemasan ringan(87,3%( hingga sedang. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan.

Open AccessKata kunci: Dukungan keluarga, Kecemasan, Pre anestesi, Anestesi spinal
oai:ais:skripsi:1360Lihat detail

Hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kecemasan pre operasi merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada prosedur dengan teknik anestesi spinal. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta mempengaruhi jalannya tindakan anestesi dan proses pemulihan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan kecemasan adalah dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal di RSUD Sekarwangi Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert dan kuesioner tingkat kecemasan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori baik (79,2%) dan mengalami tingkat kecemasan ringan(87,3%( hingga sedang. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan.

Open AccessKata kunci: Dukungan keluarga, Kecemasan, Pre anestesi, Anestesi spinal
oai:ais:skripsi:1389Lihat detail

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri di SDN Wanajaya 03 Cibitung Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kecemasan yang terkait dengan menarche menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami oleh remaja perempuan, terutama disebabkan oleh kurangnya akses pada informasi yang akurat dan menyeluruh mengenai menstruasi pertamanya. Menarche yang terjadi tanpa adanya persiapan dapat menjadi sumber rasa cemas dan takut yang berpengaruh langsung pada kesiapan mental serta emosional remaja putri saat menghadapi perubahan fisik yang muncul. Di Indonesia, sekitar 50% remaja putri belum mendapatkan pendidikan yang cukup mengenai menarche, sehingga tingkat kecemasan pada tahap ini cukup tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah melalui pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media cetak, seperti booklet, yang dianggap praktis dan mudah dipahami Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan booklet terhadap tingkat kecemasan menarche pada remaja putri. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Terdapat 109 responden yang diambil sebagai sampel melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Uji normalitas dilaksanakan dengan Kolmogorov-Smirnov, sedangkan analisis data menggunakan Uji T-parametik. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (62,4%) dan berat (30,3%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan (56,9%) dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan (9,2%). Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap penurunan kecemasan menarche. Kesimpulan : Pendidikan kesehatan dengan media booklet terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan di sekolah dasar agar remaja putri lebih siap menghadapi menstruasi dengan pemahaman yang benar dan sikap yang positif.

Open Accesspankes, kecemasan, menarche, menstruasi, remaja
oai:ais:library-item:26973Lihat detail

Pengaruh Akupunktur Terhadap Penurunan Rasa Cemas Pada Penderita Fobia Gelap (Nyctophobia) Dengan Berbagai Sindrom

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Manusia secara alami membutuhkan rasa aman, namun ketakutan berlebihan seperti Nyctophobia (fobia gelap) dapat mengganggu keseimbangan fisik dan emosional. Data dari NP Istanbul Hospital (2023) menunjukkan 11% populasi global mengalami nyctophobia, yang berdampak pada aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup melalui respons cemas irasional terhadap kegelapan. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), nyctophobia dikaitkan dengan ketidakseimbangan energi vital (Qi), terutama pada sistem Limpa dan Hati, memicu gejala kecemasan, kelelahan, dan gangguan pencernaan. Akupunktur telah terbukti efektif mengurangi kecemasan, seperti pada studi Boucher et al. (2011) dan Luo et al. (2021). Namun, penelitian tentang akupunktur untuk nyctophobia, khususnya yang mempertimbangkan variasi pola ketidakseimbangan PTT, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh akupunktur pada nyctophobia dan menganalisis respons terapi berdasarkan pola ketidakseimbangan PTT. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan rasa cemas pada penderita nyctophobia (fobia gelap) dengan berbagai sindrom. Tujuan khusus meliputi mendeskripsikan karakteristik usia, jenis kelamin, dan sindrom subjek penelitian; mendeskripsikan tingkat kecemasan sebelum dan setelah terapi akupunktur; serta menganalisis perbedaan tingkat kecemasan pada penderita nyctophobia sebelum dan setelah menjalani terapi akupunktur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen (one group pre-test post-test design). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 7 orang subjek penelitian. Lokasi penelitian dilakukan di Klinik Akupunktur PMA, Kota DKI Jakarta, Jawa Barat, pada bulan Mei-Juni 2025. Intervensi berupa terapi akupunktur dilakukan sebanyak tujuh kali setiap hari selama 1 minggu. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian angket Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi, serta wawancara singkat setelah pengisian HARS tiap sesi dan wawancara mendalam pada sesi terakhir. Hasil: Diperoleh data dari 7 subjek penelitian, menunjukkan 5 subjek (71%) mengalami penurunan kecemasan dari rentang sedang ke tidak ada kecemasan, 1 subjek (14%) dari sedang ke ringan, dan 1 subjek (14%) dari berat ke sedang, mengindikasikan penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi akupunktur. Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap penurunan rasa cemas pada penderita fobia gelap (Nyctophobia) dengan berbagai sindrom.

Open AccessAkupunktur, Kecemasan, Fobia Gelap, Nyctophobia, Sindrom
oai:ais:library-item:26966Lihat detail

Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan Teknik Anestesi Umum di RS Amanda Cikarang Selatan

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Keadaan seseorang yang mengalami kecemasan pre operasi dapat diartikan sebagai perasaan takut atau gelisah yang ditandai dengan peningkatan detak jantung, tekanan darah, pernapasan cepat, sesak dada, serta ketegangan otot. Kecemasan pre operasi yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada gangguan hemodinamik. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat membantu mengurangi kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif. Teknik ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot yang tegang secara sistematis, sehingga dapat memberikan efek menenangkan dan kenyamanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian Quasy eksperiment dengan desain pre and post test without control. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang melibatkan 33 responden dengan kriteria inklusi dan eklusi yang telah ditentukan oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik responden sebagian besar berusia 26 – 35 (33,3%) dengan jumlah 11 responden, jenis kelamin dengan jumlah 22 responden (66,7%) sebagian besar adalah perempuan, pengalaman pembedahan menunjukkan karakteristik responden sebagian besar belum pernah operasi sebanyak 20 responden (60,6%), dan berdasarkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan teknik relaksasi otot progresif lebih banyak responden mengalami cemas sedang (48,5%) dengan jumlah 16 responden, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi otot progresif didapatkan hasil tingkat kecemasan responden sebagian besar menurun menjadi cemas ringan dengan jumlah 24 responden (72.7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah dilakukan teknik relaksasi otot progresif dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: Maka disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi dengan teknik anestesi umum di RS Amanda Cikarang Selatan.

Open AccessTeknik relaksasi otot progresif, kecemasan, pre operatif
oai:ais:library-item:26909Lihat detail

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi yang Akan Menjalani General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kecemasan adalah reaksi psikologis yang umum terjadi pada pasien pre operasi, terutama sebelum menjalani general anestesi. Kecemasan yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang akan menjalani general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 36 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan tekanan darah sistolik (P- Value 0,002) dan diastolik (P-Value 0,003). Sebagian besar responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik (69,4%) dan diastolik (58,3%). Kesimpulan: bahwa adanya korelasi¹ atau hubungan tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang menjalani general anestesi. Penatalaksanaan kecemasan pre operasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan kondisi hemodinamik pasien demi keberhasilan tindakan operasi.

Open AccessGeneral Anestesi, kecemasan, pre operasi, peningkatan tekanan darah
oai:ais:library-item:26912Lihat detail

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Kanker yang Menjalani Kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki dampak fisik dan psikologis yang signifikan bagi penderitanya, terutama dalam menghadapi proses pengobatan seperti kemoterapi. Efek samping kemoterapi tidak hanya memperburuk kondisi psikologis pasien kanker, tetapi juga dapat menghambat efektivitas pengobatan, sehingga mendesak untuk diatasi melalui pendekatan holistik yang menggabungkan dukungan medis dan psikologis. Adapun dampak fisik dan psikologis signifikan bagi penderitanya, terutama selama menjalani pengobatan seperti kemoterapi yang sering kali menimbulkan kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat efektivitas pengobatan dan menurunkan kualitas hidup pasien. Dalam konteks ini, dukungan keluarga memegang peran penting dalam memberikan kenyamanan emosional dan meningkatkan ketahanan psikologis pasien. Tujuan: dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Kemoterapi Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Metode: penelitian pada tugas akhir ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan secara potong lintang (cross sectional). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik total sampling, Lokasi penelitian dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan januari 2025 dengan subjek penelitian berjumlah 56 responden. Kesimpulan: Berdasarkan hubungan dukungan keluarga menunjukan bahwa kategori dukungan keluarga tertinggi mendukung yaitu 36 responden (64.3 %) dan terendah kurang mendukung yaitu 6 responden (10.7 %). Kemudian berdasarakan hasil dari Analisis uji statistic (Spearman’s Rho) menunjukan nilai p= 0.047 < 0.05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman’s Rho sebesar r = 0.267 yang menunjukan bahwa arah korelasi positif (searah) dengan nilai korelasi koefisian cukup.

Open AccessDukungan keluarga, kanker, kemoterapi, Tingkat Kecemasan
oai:ais:library-item:26576Lihat detail

Hubungan Tingkat Kecemasan Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Intra Sectio Caesaria di Kamar Operasi RS Sentra Medika Cisalak

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang:Kecemasan merupakan respon emosional yang umum terjadi pada pasien yang akan menjalani tindakan operasi, termasuk Sectio Caesarea. Kecemasan dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis, menyebabkan perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, yang berpotensi memperburuk kondisi intraoperatif. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea di kamar operasi RS Sentra Medika Cisalak.Metode:Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik berbentuk cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 30 pasien yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Zung Self Rating Anxienty Scale (SAS) , sedangkan data tekanan darah diperoleh dari pengukuran tekanan darah intraoperatif. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil:Sebanyak 33,3% pasien tidak mengalami kecemasan, 33,3% mengalami kecemasan ringan, dan 33,3% mengalami kecemasan sedang. Tekanan darah normal ditemukan pada 50% pasien, sedangkan tekanan darah tidak normal pada 50% pasien. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah intraoperatif (p = 0,006).Kesimpulan:Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan tekanan darah pada pasien intraoperatif Sectio Caesarea. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kemungkinan tekanan darah menjadi tidak normal. Intervensi manajemen kecemasan perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien selama tindakan operasi.

Open AccessKecemasan, Tekanan Darah, Sectio Caesarea, Intraoperatif
oai:ais:library-item:26581Lihat detail

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pasien Penyakit Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisa di RS Harapan Bunda Jakarta Timur

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisa kerap menghadapi tekanan fisik dan psikologis, termasuk kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur. Data RS Harapan Bunda menunjukkan bahwa banyak pasien mengalami kecemasan tinggi dan gangguan tidur, yang dapat memengaruhi efektivitas terapi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional, yaitu studi potong lintang yang mengamati hubungan antar variabel pada satu waktu. Sampel sebanyak 91 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden berusia >50 tahun (62,6%), laki-laki (54,9%), dan berpendidikan menengah (48,4%). Tingkat kecemasan terdiri dari berat (38,5%), sedang (34,1%), dan ringan (27,5%). Sebanyak 56,0% responden mengalami kualitas tidur buruk. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur (p=0,000). Kesimpulan: Penelitian kuantitatif ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pasien PGK yang menjalani hemodialisa. Diperlukan intervensi edukatif dan psikologis untuk meningkatkan kualitas tidur pasien.

Open AccessKecemasan; Kualitas Tidur; Hemodialisa
oai:ais:library-item:26572Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan Cross-Sectional, pengambilan sampel menggunakan metode NonProbability sampling. Hasil: Uji Chi-Square menunjukan nilai P = 0,010 (<0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah.

Open AccessHospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
oai:ais:library-item:26539Lihat detail

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Hospitalisasi Pada Pasien Anak Usia Prasekolah di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Anak yang mengalami sakit dan harus melakukan perawatan di rumah sakit dapat menimbulkan hospitalisasi. Hospitalisasi dapat terjadi akibat anak yang belum terbiasa berinteraksi dengan lingkungan rumah sakit. Hospitalisasi pada anak dapat menimbulkan kecemasan pada orang tua. Hal ini disebabkan karena orang tua melihat anaknya sedang terbaring sakit. Selain itu kecemasan pada orang tua dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin rendah tingkat pengetahuannya maka akan semakin tinggi kecemasannya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Metode: Kuantitatif deskriptif analitik melalui pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Hasil: Uji chi-square menunjukan nilai P = 0,010 (0,05) maka terdapat adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kesimpulan: Adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tua terhadap hospitalisasi pada pasien anak usia prasekolah. Kata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.

Open AccessKata Kunci: Hospitalisasi, Orang Tua, Pasien Anak Prasekolah, Tingkat Kecemasan Orang Tua, Tingkat Pengetahuan.
oai:ais:skripsi:1031Lihat detail