Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Dukungan keluarga diperlukan penderita DM untuk mengurangi tingkat stress dalam menjalani diet. Penderita DM harus melakukan diet yang cukup ketat. Hal ini dapat membuat jenuhdan stress karena pasien harus mengikuti anjuran diet selama hidupnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada penderita DM tipe II di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan menggunakan desain cross sectional.Sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling, datadianalisismenggunakanujiChi Square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada pasien DM tipe II (P= 0,046). Penelitian selanjutnya dapat diharapkan dapat mengembangkan intervensi yang lebih baik untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang dukungan pada pasien diabetes mellitus yang sedang menjalani diet
Open AccessDukungan Keluarga, Tingkat Stres, Diabetes Mellitus
Thesis•2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendahuluan: Diabetes Mellitus adalah penyakit kronik yang disebabkan oleh faktor genetik, karena kesalahan pola makan, atau gaya hidup yang tidak sehat. Dukungan keluarga diperlukan penderita DM untuk mengurangi tingkat stress dalam menjalani diet. Penderita DM harus melakukan diet yang cukup ketat. Hal ini dapat membuat jenuh dan stres karena pasien harus mengikuti anjuran diet selama hidupnya. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres dalam menjalani diet pada penderita DM tipe II di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 tiga bulan terakhir tahun 2020 yang berada di wilayah kerja Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta yaitu sebanyak 200 orang dan sampel sebanyak 67 orang dengan menggunakan metode consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dukungan keluarga (HDFSS) dan kuesioner tingkat stres dalam menjalani diet DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada pasien DM tipe II (P Value= 0,032). Dari hasil analisis diperoleh pula nillai OR=3,273, artinya dukungan keluarga yang kurang mempunyai peluang 3,27 kali untuk terjadinya stress dalam menjalani diet dibandingkan dengan yang dukungannya cukup Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat stress dalam menjalani diet pada penderita Diabetes Mellitus tipe II di Poli Dalam RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian selanjutnya diharapkan bisa menggunakan responden dengan sampel yang lebih banyak lagi dan menggunakan alat ukur yang lebih baik.
Open AccessDukungan Keluarga, Tingkat Stress, Diabetes mellitus