Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Stunting Pada Anak Usia 0-59 Bulan di Puskesmas PakisJaya Tahun 2021
-
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
-
Latar Belakang : Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperkirakan berkontribusi besar terhadap prevalensi diabetes, populasi diabetes yang berumur 20-79 tahun sebanyak 19,47 juta. Total populasi berumur 20-79 tahun 179.720.500, sehingga apabila di hitung dari kedua angka ini prevalensi diabetes pada umur 20-79 adalah 10,6%. Dalam fenomena ini dibutuhkan program yang tepat, salah satunya dengan mengkonsumsi air teh hijau yang dapat menjadi alternatif non farmakologis bagi para penderita diabetes melitus tipe 2 untuk menurunkan nilai kadar glukosa darah.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi air teh hijau terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metodelogi : Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one grup pretest-postest design, dengan 50 responden sebagai total sampel penelitian, dan menggunakan tehnik simple random sampling, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus minimal sampel size. Variabel independen pada penelitian ini adalah konsumsi air teh hijau dan variabel dependen sebelum yaitu nilai kadar gula darah serta variabel dependen setelah yaitu nilai kadar gula darah, yang diukur melalui pemeriksaan gula darah acak dengan alat glucometer. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan standar operasional prosedur pembuatan air teh hijau. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi lalu diberikan perlakuan dengan memberikan air teh hijau selama 7 hari sebanyak 2 kali dalam sehari dan analisis data menggunakan Paired Sampel T-Test. Hasil : hasil uji statisktik Paired T-Test didapatkan ada pengaruh mengkonsumsi air teh hijau terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan p-value 0.000. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh konsumsi air teh hijau terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Karangmulya Tahun 2023
Stunting menjadi permasalahan kesehatan karena berpengaruh dengan risiko terjadinya kesakitan dan kematian serta perkembangan otak suboptimal, sehingga perkembangan motorik terlambat dan terhambatnya pertumbuhan mental. Untuk memenuhi kecukupan gizi pada balita pemerintah telah melakukan upaya pemberian program makanan tambahan (PMT) untuk balita kurus khususnya berupa program makanan tambahan lokal maupun program makanan tambahan pabrikan yaitu seperti biskuit PMT balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan ibu hamil trimester I tentang Stunting di Puskesmas Pakisjaya tahun 2021. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I di Puskesmas Pakisjaya Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu hamil sebanyak 765 orang dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang, sampel diambil dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 17 responden (56,7%) memiliki pengetahuan yang kurang, 16 orang (53,3%) memiliki usia kurang baik 24 responden (80,0%) memiliki pendidikan yang kurang, 17 responden (56,7%) memiliki ekonomi yang rendah, yang tidak bekerja sebanyak 10 orang (33,3%). Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, ekonomi dan pekerjaan dengan pengetahuan ibu hamil tentang Stunting di Puskesmas Pakisjaya Tahun 2021.