Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
Skripsi, Maret 2023
Nama : Dodi Lestiono
NIM : 221070009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022
X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran
ABSTRAK
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Open AccessKata kunci : keperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN POLA MAKAN TERHADAP RESIKO OBESITAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 CARIU Xiv + 44 Hal + 9 Tabel + 2 Gambar + 20 Lampiran Abstrak Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kondisi kronis dengan karakteristik kelebihan lemak tubuh. Peningkatan polamakan dan penurunan aktifitas fisik menjadi penyebab utama obesitas. Remaja yang mengalami obesitas memiliki peluang sebesar 80% untuk mangalami obesitas pada saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang obesitas dan polamakan terhadap resiko obesitas pada remaja di SMA Negeri 1 Cariu. Metodelogi: Penelitian menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden memiliki pengetahuannya kurang baik, sedangkan yang pengetahuannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Sejumlah 140 siswa/i (56,9%) dari responden pola makannya kurang baik, sedangkan yang pola makannya baik sejumlah 106 siswa/i (43,1%). Responden yang beresiko obesitas sejumlah 159 siswa/i (64,6%), sedangkan yang tidak beresiko obesitas sejumlah 87 siswa/i (35,4%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dengan tingkat resiko obesitas pada remaja. Kesimpulan: Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan tentang obesitas dan polamakan dapat berpengaruh terhadap tingkat resiko obesitas pada remaja. Kata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan Daftar Pustaka: 12 Jurnal (2018-2022)
Open AccessKata kunci: obesitas, remaja, pengetahuan, pola makan
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ α 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.
Open AccessKata Kunci : Aktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktorfaktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
Open AccessPubertas dini, obesitas, junk food, aktifitas fisik
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Obesitas (Féi Pàng) merupakan salah satu masalah kesehatan yang mengalami peningkatan signifikan di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2023, prevalensi obesitas nasional mencapai 28,7% dan lebih tinggi pada kelompok wanita usia subur. Obesitas berkontribusi pada gangguan metabolisme, risiko penyakit tidak menular, serta disfungsi hormonal dan reproduksi. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), obesitas dipandang sebagai akibat ketidakseimbangan fungsi limpa dan lambung, akumulasi kelembaban, serta sindrom panas lambung (Wei Re). Penanganan yang tepat memerlukan pendekatan holistik seperti akupunktur dan herbal. Salah satu herbal yang digunakan adalah Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng), yang secara empiris dan farmakologis memiliki efek hipolipidemik dan peluruh panas. Terapi ini diyakini dapat menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara efektif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) terhadap penurunan IMT pada wanita penderita obesitas dengan sindrom panas lambung.
Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 20 orang wanita usia 21–36 tahun yang menjalani terapi sebanyak 6 kali selama 2 minggu di Klinik Petos Sehat Jakarta. Data dikumpulkan melalui pengukuran IMT sebelum dan sesudah intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test.
Hasil: Rerata IMT sebelum terapi menunjukkan nilai 30,19 kg/m² Setelah intervensi, rerata nilai IMT menurun menjadi 29,31 kg/m². Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), yang menandakan adanya pengaruh terapi terhadap penurunan indikator obesitas.
Kesimpulan: Terapi akupunktur dan seduhan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan IMT pada penderita obesitas dengan sindrom panas lambung. Pendekatan integratif ini dapat menjadi alternatif terapi non-farmakologis yang efektif dan aman dalam menangani obesitas pada wanita usia subur.
Open Accessobesitas, sindrom panas lambung, akupunktur dan Murraya paniculata (Jiǔ lǐ xiāng), IMT, Pengobatan Tradisional Tiongkok.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Obesitas pada anak menjadi masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Indonesia. Ketidakseimbangan pola makan dan rendahnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap penumpukan lemak tubuh. Kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial anak sehingga perlu dicegah melalui pola makan sehat dan peningkatan aktivitas fisik sejak usia sekolah. Tujuan penelitian: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Data didapatkan dengan pengukuran antropometri, pengisian kuesioner food frequency questionnaire (FFQ) dan kuesioner aktivitas fisik yang dipandu oleh peneliti. Analisis data dilakukan untuk menguji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan SPSS, penelitian dilaksanakan di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2025. Hasil: Hasil penelitian dari total 43 anak menjadi sampel penelitian terdapat 30 anak (69,8%) mengalami obesitas. Selain itu, ditemukan 24 anak (55,8) dengan pola makan yang kurang, dan 26 anak (60,5%) memiliki aktivitas fisik yang baik. Hasil analisis statistik hubungan pola makan dengan obesitas (p-value 0,001) dan hubungan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,002). Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada anak SD Cikarang Kota Kabupaten Bekasi.
Open AccessAktivitas fisik, Anak Sekolah Dasar, Obesitas, Pola makan
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).
Open AccessDiabetes Melitus, Diabetic Peripheral Neuropathy, Durasi DM, Obesitas, Korelasi Spearman Rank
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh
ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik.
Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah
Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat
badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya
sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Terkena penyakit tidak menular termasuk diabetes,
hipertensi, dan penyakit jantung lebih mungkin terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan
sebelum mencapai usia tua. Tujuan : Angka obesitas pada masyarakat Desa Sukawijaya yang
belum berusia lanjut akan menjadi fokus penelitian ini. Metode Penelitian : Penelitian ini
melibatkan 72 peserta dan menggunakan desain cross-sectional dengan menggunakan sampel
lengkap. International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) digunakan untuk mengevaluasi
aktivitas fisik, kuesioner digunakan untuk mengukur jenis, frekuensi, dan jumlah makanan
yang dikonsumsi, dan indeks massa tubuh (IMT) digunakan untuk menentukan status obesitas.
Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasil : Pola makan berhubungan signifikan
dengan obesitas (p=0,002) dan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan obesitas
(p=0,011), menurut hasil penelitian. Kesimpulan : Temuan penelitian menunjukkan bahwa
prevalensi obesitas di kalangan orang dewasa di Desa Sukawijaya berkorelasi dengan
kebiasaan makan dan tingkat aktivitas fisik. Saran: Menerapkan pola makan yang seimbang,
bergizi, dan berserat tinggi serta memperbanyak aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti
jalan kaki atau senam, akan membantu para lansia di Desa Sukawijaya menjaga keseimbangan
energi yang baik dan mencegah terjadinya obesitas.
Open AccessPola makan, aktivitas fisik, obesitas, pra lansia
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Prevalensi data preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahun nya. Secara global preeklamsia juga merupakan suatu masalah, 10% wanita hamil di seluruh dunia menderita preeklamsia, yang terus menjadi perhatian dan menjadi penyebab di balik 500.000 kematian bayi baru lahir serta 76.000 kematian ibu tiap tahunnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (<20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p < 0,05) dapat simpulkan bahwa faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.
Open AccessDiabetes, Junkfood, Obesitas, gemellie, Preeklamsia.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN DURASI LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI KLINIK X CIKARANG TIMUR TAHUN 2025. ABSTRAK Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).
Open AccessDiabetes Melitus, Diabetic Peripheral Neuropathy, Durasi DM, Obesitas, Korelasi Spearman Rank.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.
Open AccessKata Kunci : Pola makan, aktivitas fisik, obesitas, pra lansia.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong
Open AccessKanker Payudara,Riwayat,Obesitas,Hormon,Radiasi
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.
Open AccessDiabetes, Junkfood, Obesitas, Paritas, Preeklamsia.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berkembang pada jaringan payudara,dengan angka kanker payudara di indonesia,khusu nya di rumah sakit Sentra Medik Cibinong Kabupaten Bogor naik sekitar 460 juta dari bulan januari sampai oktober 2024.tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis factor-factor yang brhubungan dengan kejadian kanker payudara di rs sentra medika cibinong. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif,desain nya korelasional dengan pendekatan cross -sectional.populasi penelitian ini adalah pasien kanker payudara sebanyak 152 responden dan sampel nya sebanyak 60 responden dengan teknik pengambilan sampel non-probality purposive sampling dan rektrospektif.hasil analisis uji korelasi spearmen s rho,menunjukan nilai P value pada facktor riwayat menyusui(p-value=0,000,spearmen's rho=0,698),kontrasepsi hormonal(p-value=0,000,spearmen 's rho;0,613),riwayat keluarga(p;value;0,000,spearmen's rho=0,715)obesitas(p-value=0,000,spearmen' s rho =0,438),usia(p-value=0,000,spearmen's rho=0,883),lingkungan radiasi(p-value=0,000,sparmen's rho=0,609),menarche(p-valuue=0,000,spearmen'srho=0,776),sehingga dpat di simpulkan bahwa seluruh variabel yang di teliti tersebut terdapat hubungan signifikan dengan kejadian kanker payudaradi RSSM Cibinong
Open AccessKanker Payudara,Riwayat,Obesitas,Hormon,Radiasi
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, 14 Febuari 2025 Nama: Siti Zahra (121070015) Nama: Eti Adindah Puspita Andayani (121070021) ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI RS CIKARANG MEDIKA KABUPATEN BEKASI. XIX+72 Halaman+16 Lampiran+18 Tabel+3 Gambar+12 Singkatan ABSTRAK Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi), edema, serta proteinuria. Di temukan kasus preeklamsia pada ibu hamil di Indonesia terdapat 128.273 pertahunya beberapa faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap terjadinya preeklamsia antara lain usia ibu, paritas, obesitas, riwayat preeklamsia, pola konsumsi junk food, serta adanya riwayat diabetes mellitus (DM) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil trimester III di RS Cikarang Medika, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling yaitu ibu hamil yang datang kepoli kebidanan. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor usia ibu (20 tahun atau >35 tahun), obesitas, konsumsi junk food yang tinggi, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, serta kunjungan ANC memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p 0,05). Sebaliknya, faktor paritas tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian preeklamsia (p > 0,05). dapat simpulkan bahwa Faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian preeklamsia meliputi usia ibu, obesitas, pola konsumsi junk food, riwayat preeklamsia, riwayat DM, kehamilan gemelli, dan kunjungan ANC. Disarankan upaya peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu hamil guna mencegah preeklamsia, terutama melalui penerapan pola makan sehat, pengelolaan berat badan yang optimal, serta penanganan penyakit penyerta secara efektif.
Open AccessKata kunci: Diabetes, Junkfood, Obesitas, Paritas, Preeklamsia.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang : Obesitas merupakan masalah kesehatan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan energi akibat pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Prevalensi obesitas pada kelompok pra lansia (usia 45-59 tahun) di Desa Sukawijaya Wilayah Puskesmas Tambelang, cukup tinggi yaitu sebanyak 72 pra lansia. Prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Bekasi mencapai 17,41%, sementara di Kabupaten Bekasi angkanya sebesar 10,17% (Kemenkes, 2019). Obesitas pada pra lansia dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Metode Penelitian : Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan total sampling, melibatkan 72 responden. Status obesitas ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), pola makan diukur menggunakan kuesioner tentang jenis, frekuensi, dan jumlah makan, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan obesitas (p-value 0,002) dan aktivitas fisik dengan obesitas (p-value 0,011). Kesimpulan : Hasil menujukan adanya hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada pra lansia di Desa Sukawijaya. Saran : Pra lansia di Desa Sukawijaya disarankan untuk menerapkan pola makan sehat dengan makanan bergizi seimbang dan tinggi serat, serta meningkatkan aktivitas fisik melalui olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam untuk menjaga keseimbangan energi dan mencegah obesitas.
Open AccessKata Kunci : Pola makan, aktivitas fisik, obesitas, pra lansia.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Salah satu faktor risiko terbesar untuk hipertensi, diabetes
melitus, kanker, dan penyakit degenaratif lainnya adalah obesitas, yang
didefinisikan sebagai kondisi di mana lemak di dalam tubuh menumpuk. . "Tekanan
darah sistolik lebih dari 140 mm Hg dan tekanan diastolik kurang dari 90 mm Hg
dikenal sebagai hipertensi". Penatalaksanaan nonfarmakologi hipertensi dapat
mencakup senam hipertensi, yoga, aerobik, dll. Pasien yang menderita hipertensi
dapat melakukan senam hipertensi, yang merupakan metode non-invasif untuk
mengurangi ketergantungan mereka pada obat anti hipertensi. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui apakah senam hipertensi berdampak terhadap tekanan
darah pada penderita obesitas dengan hipertensi. Subyek dan Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen (one group pre test –
pos test). Lokasi penelitian di Puskesmas Kedungwaringin Kabupaten Bekasi.
Populasi sasaran penelitian ini adalah para penderita obesitas dengan hipertensi
sebanyak 66 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah menggunakan
purposive sampling. Dalam penelitian ini variable independen adalah senam
hipertensi dan variable dependen adalah tekanan darah pada penderita obesitas
dengan hipertensi. Pengambilan data penelitian ini dengan cara wawancara. Analisis
data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif yaitu uji Wilcoxon.
Hasil: Terdapat pengaruh senam hipertensi terhadap tekanan darah pada penderita
obesitas dengan hipertensi. Hasil Uji Wilcoxon menunjukan nilai p value sistole
sebesar 0.000 (<0.05) dan nilai p value diastole sebesar 0.020 (<0.05). Dengan
penurunan systole sebanyak 9.62 dan penurunan diastole sebanyak 4.64.
Kesimpulan: Setelah melakukan senam hipertensi sebagai intervensi, senam
hipertensi menunjukan mampu menurunkan tekanan darah baik sistolik maupun
diastolic bagi penderita obesitas dengan hipertensi.
Open AccessObesitas; Hipertensi; Senam Hipertensi
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Polycystic Ovarium Syndrom (PCOS) yakni gangguan sistem endokrin yang
mempengaruhi sekitar 5-10% wanita, dikarenakan mempunyai produksi androgen yang berlebihan
oleh ovarium, sehingga bisa menyebabkan resistensi insulin, dan mempengaruhi kondisi fisiologis
lain. Metode : Penelitian menggunakan desain analitik observasional kuantitatif melalui pendekatan
cross-sectional, yang dilakukan di RS Sentra Medika Cikarang, populasi penelitian Wanita usia subur
dengan usia 19 - 45 tahun, Jumlah sampel sebanyak 92 respoden dan teknik sampling menggunakan purposive sampling, variabel dependen adalah Polycystic Ovarium syndrom dan independen seperti gangguan mentruasi, obesitas, riwayat diabetes melitus, aktivitas fisik. Instrumen yang digunakan kuisioner tentang kejadian gangguan mentruasi, riwayat diabetes melitus, modifikasi dari GPAQ dan pengukuran IMT. Uji analisis statistik berupa univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya pengaruh gangguan menstruasi dengan PCOS dengan nilai P=0,001 (p value < 0,05), adanya pengaruh riwayat diabetes melitus dengan nilai P=0,036, adanya pengaruh aktivitas fisik dengan didapat P=0,000 dan adanya pengaruh Obesitas dengan PCOS diperoleh nilai P=0,005. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara gangguan menstruasi, riwayat diabetes, aktivitas fisik dan obesitas terhadap PCOS. Di harapkan menjaga pola makan, menjaga berat badan tetap ideal,
rajin berolahraga.
Open AccessPolycystic Ovarium Syndrom (PCOS), Gangguan Menstruasi, Riwayat Diabetes, Obesitas
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Keputihan atau Flour albus merupakan kondisi saat vagina mengeluarkan suatu cairan atau lendir menyerupai nanah (Bahari, 2020). Keputihan adalah penyakit reproduksi kaum wanita berupa cairan yang keluar dari vagina, berwarna putih atau lendir, berbau atau tidak berbau sama sekali (Hastuty et al., 2023). Menurut data statistik jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat mencapai 11.358.740 jiwa, dan mengalami keputihan mencapai 27,60 %. Mayoritas wanita yang mengalami keputihan adalah wanita usia subur berusia 10-24 tahun (Suyenah & Dewi, 2022). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian keputihan (Flour Albus) pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024.
Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur di TPMB Salifiyah sebanyak 60 responden dan semuanya diambil sebagai sampel. Pengolahan data dilakukan dengan cara editing, coding, entry data, cleaning dan prosessing. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi – square.
Hasil : Analisis data menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024 yaitu cara vulva hygiene (p=0.000), penggunaan pantyliner (p=0.001), obesitas (p=0.000), aktivitas fisik (p=0.000), pengetahuan (p=0.000), pemakaian cairan pembersih vagina (p=0.006).
Kesimpulan : Dari semua variabel yang diteliti terdapat hubungan dengan kejadian keputihan pada wanita usia subur di TPMB Salifiyah tahun 2024. Wanita usia subur disarankan untuk tidak menggunakan cairan vagina yang berlebihan, mengkondisikan berat badan dalam keadaan normal, tidak menggunakan pantyliner, melakukan vulva hygiene dengan benar, tidak beraktivitas fisik yang berlebihan, serta meningkatkan pengetahuan untuk dapat mencegah keputihan.
Open AccessFlour Albus, Obesitas, Vulva Hygiene, Cairan Pembersih Vagina, Penggunaan Pantyliner
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Remaja pada usia sekolah dapat berisiko menjadi remaja obesitas. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja disebabkan karena adanya perubahan pola makan dan aktifitas fisik. Konsumsi junk food lebih dari 6 kali perbulan dan aktivitas fisik yang rendah cenderung meningkatkan kejadian overweight dan obesitas pada remaja. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengkomsumsi junk food dan pola aktifitas terhadap kejadian obesitas pada remaja di SMPN 2 sukaraja Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Subjek penelitian terdiri dari 55 responden. sedangkan kriteria normal, overweight dan obesitas menggunakan indikator IMT. Data frekuensi aktivitas dan konsumsi makanan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian diketahui bahwa obesitas pada remaja SMP sebanyak 22 (40,0%) , kebiasaan mengkomsumsi junk food sebanyak 23 responden (41,8%), dan aktifitas fisik kurang 28 responden (50,9%).Dalam penelitian ini menggunkan Uji Chi Square didapatkan hasil ada hubungan antara kebiasaan komsumsi junk food dan pola aktifitaS terhadap kejadian obesitas pada remaja SMP 2 Sukaraja bogor, P Value 0,000 ≤ a 0,05. Berdasarkan penelitian ini Disarankan siswa dapat mempertahankan pola makan yang seimbang dan mengatur aktifitas fisik yang baik.
Open AccessAktifitas Fisik,Komsumsi junk food,Obesitas