Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: pre operasi

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DENGAN TINDAKAN SECTIO CAESAREA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p 0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p 0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p 0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessSectio Caesarea, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis anastesi, Tingkat Kecemasan pre operasi.
oai:ais:skripsi:430Lihat detail

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi yang Akan Menjalani General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kecemasan adalah reaksi psikologis yang umum terjadi pada pasien pre operasi, terutama sebelum menjalani general anestesi. Kecemasan yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang akan menjalani general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 36 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan tekanan darah sistolik (P- Value 0,002) dan diastolik (P-Value 0,003). Sebagian besar responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik (69,4%) dan diastolik (58,3%). Kesimpulan: bahwa adanya korelasi¹ atau hubungan tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang menjalani general anestesi. Penatalaksanaan kecemasan pre operasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan kondisi hemodinamik pasien demi keberhasilan tindakan operasi.

Open AccessGeneral Anestesi, kecemasan, pre operasi, peningkatan tekanan darah
oai:ais:library-item:26912Lihat detail

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan Teknik General Anestesi di Ruang IBS RSUD Kabupaten Bekasi

Book2024Koleksi Perpustakaan

Teknik relaksasi nafas dalam adalah teknik yang digunakan untuk menghilangkan nyeri dengan cara menarik nafas melalui hidung, dan menghembuskan nafas secara perlahan melalui mulut. Hasil studi yang dilakukan oleh Basri, (2019) menunjukkan 90% pasien pre operasi mengalami kecemasan. Kecemasan mengakibatkan peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi nafas, peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one group pretest- posttest. Pengambilan sample adalah purposive sampling melibatkan 37 responden. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon, instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Karakteristik responden pre operasi yang mengalami kecemasan lebih tinggi pada usia lansia (24,3%), sebagian besar jenis kelamin perempuan (59,5%), menurut tingkat pengetahuan pasien kecemasan lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi (67,6%) dan mayoritas responden lulusan SMA (29,8%). Uji perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan P-Value 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi, dengan nilai p-value 0,001 dan mean 0,8108.

Open AccessTeknik Relaksasi Nafas Dalam, Kecemasan, Pre Operasi
oai:ais:library-item:25551Lihat detail

Hubungan Kecerdasan Spiritual Dengan Tingkat Kecemasan Pre Oparasi General Anestesi di IBS RSUD Kabupaten Bekasi

Book2024Koleksi Perpustakaan

Tindakan operasi ialah terapi yang dilakukan secara invasive pada pasien. Rasa cemas sangat berpengaruh pada tindakan anestesi yang akan dilakukan. Ada beberapa cara untuk mengatasi kecemasan salah satu nya yaitu dengan pemenuhan kecerdasan spiritual. Tujuan : Mengidentifikasi apakah ada hubungan kecerdasan spirual dengan tingkat kecemasan pre operasi general anestesi di IBS RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : penelitian ini menggunakan kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 44 responden. Data dianalisis menggunakan spearman Rank. Instrument penelitian berupa kuesioner Zung self-rating anxiety scale (SAS) dan Spiritual Quetiont. Hasil : mayoritas responden adalah yang berusia 36 – 45 tahun yaitu 13 orang (29,5%), yang berjenis kelamin Perempuan (54,5%), yang beragama islam yaitu 42 orang (95,5%), yang berpendidikan SMP 17 orang (38,6%), yang berpenghasilan <1jt – 2 jt sebanyak 17 orang (38,6%), dan responden yang menjalani jenis operasi bedah umum sebanyak 15 orang (34,1%). Tingkat spiritual sedang sebanyak 30 orang (68,2%). Tingkat kecemasan yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 25 orang (56,8%) dan 16 orang mengalami Tingkat kecemsan ringan sebanyak 16 orang (36,4%). pada ujian statistic Spearman Rank diperoleh nilai Signifikansi 0,038. Kesimpulan : ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pre operasi general anestesi di IBS RSUD kabupaten Bekasi.

Open Accesskecerdasan spiritual, kecemasan, pre operasi
oai:ais:library-item:25531Lihat detail

Pengaruh Teknik Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Dengan Teknik General Anestesi Di Ruang IBS RSUD Kabupaten Bekasi

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Teknik relaksasi nafas dalam adalah teknik yang digunakan untuk menghilangkan nyeri dengan cara menarik nafas melalui hidung, dan menghembuskan nafas secara perlahan melalui mulut. Hasil studi yang dilakukan oleh Basri, (2019) menunjukkan 90% pasien pre operasi mengalami kecemasan. Kecemasan mengakibatkan peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi nafas, peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pre experimental design yang diperluas dengan rancangan one group pretest- posttest. Pengambilan sample adalah purposive sampling melibatkan 37 responden. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon, instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Karakteristik responden pre operasi yang mengalami kecemasan lebih tinggi pada usia lansia (24,3%), sebagian besar jenis kelamin perempuan (59,5%), menurut tingkat pengetahuan pasien kecemasan lebih tinggi pada pasien yang belum pernah operasi (67,6%) dan mayoritas responden lulusan SMA (29,8%). Uji perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan P-Value 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian teknik relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi, dengan nilai p-value 0,001 dan mean 0,8108

Open AccessTeknik Relaksasi Nafas Dalam, Kecemasan, Pre Operasi
oai:ais:skripsi:813Lihat detail

HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PRE OPERASI GENERAL ANESTESI DI IBS RSUD KABUPATEN BEKASI

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tindakan operasi ialah terapi yang dilakukan secara invasive pada pasien. Rasa cemas sangat berpengaruh pada tindakan anestesi yang akan dilakukan. Ada beberapa cara untuk mengatasi kecemasan salah satu nya yaitu dengan pemenuhan kecerdasan spiritual. Tujuan : Mengidentifikasi apakah ada hubungan kecerdasan spirual dengan tingkat kecemasan pre operasi general anestesi di IBS RSUD Kabupaten Bekasi. Metode : penelitian ini menggunakan kuantitatif non eksperimental dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 44 responden. Data dianalisis menggunakan spearman Rank. Instrument penelitian berupa kuesioner Zung self-rating anxiety scale (SAS) dan Spiritual Quetiont. Hasil : mayoritas responden adalah yang berusia 36 – 45 tahun yaitu 13 orang (29,5%), yang berjenis kelamin Perempuan (54,5%), yang beragama islam yaitu 42 orang (95,5%), yang berpendidikan SMP 17 orang (38,6%), yang berpenghasilan 1jt – 2 jt sebanyak 17 orang (38,6%), dan responden yang menjalani jenis operasi bedah umum sebanyak 15 orang (34,1%). Tingkat spiritual sedang sebanyak 30 orang (68,2%). Tingkat kecemasan yang tidak mengalami kecemasan sebanyak 25 orang (56,8%) dan 16 orang mengalami Tingkat kecemsan ringan sebanyak 16 orang (36,4%). pada ujian statistic Spearman Rank diperoleh nilai Signifikansi 0,038. Kesimpulan : ada hubungan antara kecerdasan spiritual dengan tingkat kecemasan pre operasi general anestesi di IBS RSUD kabupaten Bekasi.

Open Accesskecerdasan spiritual, kecemasan, pre operasi
oai:ais:skripsi:630Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan Tindakan Sectio Caesarea di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

Book2023Koleksi Perpustakaan

Tindakan pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan yang menggunakan cara infasive dengan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang akan ditangani untuk tujuan pengobatan dan proses operasi. Salah satu jenis pembedahan yang ada di Sentra Medika Minahasa Utara adalah Sectio Caesarea. Angka persalinan dengan metode sectio caesarea mengalami peningkatan di seluruh dunia dan melebihi batas kisaran yang disarankan oleh WHO yaitu sebesar 5-15%. Sectio Caesarea adalah suatu pembedahan guna melahirkan anak lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pre operasi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini adalah menggunakan desain deskriptif dengan rencana penelitian “Cross Sectional”. Tehknik pengambilan sampling dengan menggunakan tekhnik purposive sampling, dengan variable penelitian untuk indepeden yang terdiri dari Usia, Pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lembar persetujuan. Dan variable dependennya di ambil tingkat kecemasan. Lokasi penelitian ini dilakukan di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, pada bulan Maret 2023, Subyek penelitian sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Usia didapati hasilnya (p 0,027) dari standar nilai (p <0,05). Menyatakan ada hubungan antara tingkat kecemasan dengan faktor usia. Hasil penelitian juga menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat pendidikan diman hasil yang di dapat adalah (0,009) dari nilai (p <0,05). Hasil penelitian juga tentang hubungan tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan didapati hasil (0,013) dari nilai (p <0,05), menyatakan ada hubungan antar tingkat kecemasan dengan jenis pekerjaan, dan hasil penelitian juga menyatakan ada hubungan antara jenis anastesi dan tingkat kecemasan dengan hasil yang di dapat adalah (p 0,027) dari nilai (<0,05). Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan yang searah antara faktor Usia, Tingkat Pendidikan, Jenis Pekerjaan dan jenis anastesi pada pasien yang menjalani sectio caesarea di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara.

Open AccessSectio Caesarea, usia, pekerjaan, tingkat pendidikan, jenis anastesi, Tingkat Kecemasan pre operasi.
oai:ais:library-item:23654Lihat detail