Abstrak
Latar Belakang: Kecemasan pre operasi merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan, termasuk pada prosedur dengan teknik anestesi spinal. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta mempengaruhi jalannya tindakan anestesi dan proses pemulihan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan kecemasan adalah dukungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal di RSUD Sekarwangi Sukabumi Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 39 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dukungan keluarga dengan skala Likert dan kuesioner tingkat kecemasan APAIS (Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori baik (79,2%) dan mengalami tingkat kecemasan ringan(87,3%( hingga sedang. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p = 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pasien pre anestesi spinal. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien pre anestesi dengan teknik anestesi spinal. Dukungan keluarga yang baik berperan dalam membantu menurunkan tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani tindakan pembedahan.