Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Suanda Saputra

43 karya publik ditemukan.

2025: 32024: 102023: 72022: 32021: 42019: 16

Hubungan Lama Operasi Dengan Hipotermi Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipotermi adalah masalah yang terjadi setelah pembedahan, hipotermi terjadi karena agen dari obat anestesi menekan laju metabolisme oksidatif yang menghasilkan panas tubuh sehinga mengganggu regulasi panas tubuh, komplikasinya dapat muncul selama penyembuhan pasca anestesi umum maupun regional. Pembedahan dengan anestesi tulang belakang yang berkepanjangan akan meningkatkan terpaparnya tubuh dengan suhu dingin sehingga menyebabkan perubahan temperatur tubuh.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan hipotermi pasca spinal anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional yang melibatkan sebanyak 36 responden pasca anestesi spinal dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah analisis univariat yaitu deskriptif dan analisis bivariat yang digunakan adalah Spearman Rank. Hasil: Karaktristik responden yang menjalani operasi menggunakan spinal anestesi dengan durasi sedang lebih didominasi, dengan total 30 responden (83.3%), penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipotermi ringan setelah menjalani anestesi spinal, dengan total 22 responden (61.1%), terdapat keeratan hubungan lama operasi dengan hipotermi pasca spinal anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi dengan uji korelasi Spearman Rank menujukkan nilai sig (2-tailed) atau P-Value adalah 0.000 <0.05 dengan nilai korelasi koefisien -0.795. Kesimpulan: Temuan ini mendukung teori yang mana lama operasi berhubungan dengan hipotermi pasca anestesi spinal di RSUD Kabupaten Bekasi.

Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi yang Akan Menjalani General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kecemasan adalah reaksi psikologis yang umum terjadi pada pasien pre operasi, terutama sebelum menjalani general anestesi. Kecemasan yang berlebihan dapat memengaruhi kondisi fisiologis pasien, salah satunya adalah peningkatan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang akan menjalani general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 36 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), dan data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan tekanan darah sistolik (P- Value 0,002) dan diastolik (P-Value 0,003). Sebagian besar responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik (69,4%) dan diastolik (58,3%). Kesimpulan: bahwa adanya korelasi¹ atau hubungan tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre operasi yang menjalani general anestesi. Penatalaksanaan kecemasan pre operasi menjadi penting untuk menjaga kestabilan kondisi hemodinamik pasien demi keberhasilan tindakan operasi.

Hubungan Kejadian Hipotermi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca General Anestesi di Ruang Pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

General anestesi adalah tindakan pembiusan yang ditandai dengan hilangnya kesadaran, nyeri, memori, dan relaksasi.Komplikasi yang paling sering muncul setelah tindakan anestesi salah satunya adalah hipotermi. Penyebabnya adalah karena saraf simpatis di block oleh obat anestesi sehingga terjadi vasodilatasi dan mengakibatkan terjadinya penurunan suhu tubuh atau hipotermi Tujuan peneliti: Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hipotermi dengan waktu pulih sadar pasca general anestesi di ruang pemulihan RSUD Kabupaten Bekasi.Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif uji Chi square.Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan observasi.Data dianalisis menggunakan uji Chi square.Hasil: Berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh responden berjenis kelamin laki-laki (55,6%),berdasarkan usia 17-25 tahun (33,3%) dan berdasarkan berat badan 44 – 55 kg (36,1%) dan 66-80 kg (36,1%). Berdasarkan suhu tubuh 33⁰-35⁰C (63.9%) berdasarkan waktu pulih sadar <15 menit sebanyak 16 orang (44,4) Uji perbedaan waktu pulih sadar dengan kejadian hipotermi didapatkan P-Value 0,001 <0,05.Kesimpulan: Ada hubungan waktu pulih sadar dengan hipotermi pada pasien pasca general anestesi di rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi

Pengaruh Pemberian Coloading Cairan Kristaloid Terhadap Kejadian Hipotensi Pada Pasien Dengan Tindakan Spinal Anestesi di Rumah Sakit Kasih Insani Sukatani

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode Latar Belakang : Hipotensi adalah suatu komplikasi yang sering terjadi pada pasien spinal anestesi. Penanganan hipotensi dapat di atasi dengan pemberian coloading cairan kristaloid. Tujuan : Mengidentifikasi gambaran kejadian hipotensi sebelum dan setelah pemberian coloading cairan kristaloid pada pasien dengan spinal anestesi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 74 responden. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi, bed side monitor. Hasil : Dalam penelitian ini seluruh responden sebelum pemberian coloading cairan kristaloid mengalami kejadian hipotensi, dimana mayoritas responden mengalami hipotensi sebesar (100%), dan responden setelah pemberian coloading cairan kristaloid mayoritas responden yang mengalami hipotensi sebanyak (89,2%) dan (10,8%) responden yang tidak mengalami hipotensi. Kesimpulan : Kejadian hipotensi pasca anestesi spinal sebelum pemberian coloading cairan kristaloid di temukan bahwa seluruh responden mengalami hipotensi, dan setelah pemberian coloading cairan kristaloid sebanyak delapan responden tidak hipotensi dan 66 (89,2%) masih mengalami hipotensi .

Pengaruh Anestesi Spinal Terhadap Hemodinamik Pre, Intra, Post Pada Pembedahan Sectio Caesarea di Ruang IBS Rumah Sakit Pinna Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pembedahan adalah prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka, Anestesi spinal yang artinya jenis anestesi regional sebagai pilihan utama yang paling sering dipergunakan dibandingkan dengan anestesi general, sebab pengaruh anestesi general terhadap ibu serta bayi lebih besar dibandingkan menggunakan anestesi spinal. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh anestesi spinal terhadap hemodinamik Pre, Intra, Post pada pembedahan sectio caesarea. Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Pinna Bekasi. Metode Penelitian : Pada karakteristik pasien termasuk pada data katagori, sedangkan skor hemodinamik data numerik. Di analisis data pada penelitian ini mengunakan descriptive statistics jika data terdistribusi frekuensi. Pada penelitian ini akan dilakukan uji normalitas data menggunakan kolmogorov smirnov dan shapiro-wilk jika hasil data uji normal > 0,05 terditribusi normal dan bila hasil data kurang dari < 0,05 tidak terditribusi normal. sehingga pada penelitian ini apa bila hasil analisis data didapatkan 0,05 pada signifikansi data. Pada selanjutnya penelitian ini akan di uji hipotesis menggunakan uji hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana, dengan nilai P signifikansi <0,05. Sehingga pada penelitian ini pre tidak diberikan anestesi spinal dan intra, post diberikan anestesi spinal. Hasil Penelitian : Usia 25 – 35 tahun berjumlah 18 responden (45,0%). Berat badan 60 - 85 berjumlah 29 responden (72,5%). Tinggi badan 140 - 155 berjumlah 29 responden (72,5%). Hipertensi YA berjumlah 4 responden (10,0%), TIDAK berjumlah 36 responden (90,0%). Hasil analisis normalitas : Pre nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 26 responden, pre sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Pre diastolik tinggi : (> 80 mmHg) berjumlah 32 responden (80,0%). Pre MAP dibagi normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 30 responden (75,0%). Intra nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 35 responden (87,5%). Intra sistolik tinggi : (> 121 mmHg) berjumlah 26 responden (65,0%). Intra diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 24 responden. Intra MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 35 responden. Post nadi normal : (60 - 100 kali/menit) berjumlah 38 responden (95,0%). Post sistolik normal : (90-120 mmHg) berjumlah 22 responden (55,0%). Post diastolik normal : (60 - 79 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Post MAP normal : (70 - 100 mmHg) berjumlah 29 responden (72,5%). Hasil analisis hipotesis : Hasil uji regresi linier diperoleh nilai significancy P=<,001 menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara variabel hemodinamik dengan kejadian anestesi spinal. Nilai correlation coefficient P=,828 dinyatakan korelasi pengaruh antara variabel hemodinamik dengan variabel anestesi spinal memiliki pengaruh yang kuat. Kesimpulan : Ada pengaruh bahwa dari 40 responden yang mengalami kejadian anestesi spinal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal mayoritas mengalami penurunan hemodinamik. Rumah Sakit PINNA Bekasi.

Hubungan Faktor Lanjut Usia Dengan Kejadian Hipotermi Pasca Anestesi Umum Menggunakan Alat Termometer Infrared di Ruang Pemulihan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pembedahan adalah prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka, Hipotermi merupakan salah satu efek yang sering terjadi setelah pembedahan di ruang pemulihan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hipotermi setelah operasi yaitu usia. Tujuan Penelitian : Diketahui hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pasca anestesi umum dengan teknik termometer infrared di ruang pemulihan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel 36 responden dengan teknik pengambilan sampel Non Probability sampling (Purposive Sampling). Uji statistik menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil Penelitian : Lansia awal 46 - 55 tahun berjumlah 20 responden (55,6%), lansia akhir 56 - 65 tahun berjumlah 12 responden (33,3%), sedangkan di manula >65 tahun berjumlah 4 responden (11,1%). diketahui yang mengalami hipotermi sedang sebanyak 18 responden (50.0%), dan hipotermi ringan sebanyak 11 responden (30.6%), sedangkan hipotermi berat sebanyak 7 responden (19.4%). Hasil korelasi Spearman Rank (rho) dengan hasil P = 0,001, berarti P < 0,05 hal tersebut menunjukkan ada hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pasca operasi dengan anestesi umum. Nilai Correlation coefficient 0,719 menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara variabel usia lanjut dengan variabel hipotermi pasca operasi dengan anestesi umum. Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pada pasien pasca anestesi umum dengan alat termometer infrared diruang pemulihan RSUD Bayu Asih Purwakarta.

Hubungan Lama Operasi Dengan Kejadian Shivering Pada Pembedahan Herniotomy Menggunakan Spinal Anestesi di RS Medirossa Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Shivering pasca anestesi dapat terjadi pada pasien dengan anestesi umum sebesar 5-65% dan sedangkan pada anestesi spinal mencapai 33-57%. Shivering pasca anestesi adalah mekanism kompensasi dalam tubuh yang dapat menyebabkan efek samping yang merugikan, termasuk ketidaknyamanan pasien, nyeri akibat perluasan bekas luka operasi, dan peningkatan kebutuhan oksigen akibat meningkatnya aktivitas otot. TUJUAN: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan lama operasi dengan shivering pada pembedahan herniotomy menggunakan spinal anestesi diruang operasi RS.Medirossa Cikarang. HASIL: Berdasarkan hasil penelitian yang dapat dijelaskan bahwa pasien yang telah menjalani tindakan pembedahan herniatomi dengan spinal anestesi di RS.Medirossa Cikarang mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 25 responden (80,6%). Dan perempuan 6 responden (19,4%). Berdasarkan hasil penelitian umu mayoritas yang mengalami pembedahan herniotomi dengan spinal anestesi dalam penelitian in adalah rentang umur 43-55 tahun sebanyak 15 responden (48,4%). Dari uji statistik pearson chi square diperoleh nilai (p-value) 0,012 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama operasi dan shivering pada pembedahan herniotomi menggunakan spinal anestesi di RS.Medirossa Cikarang. KESIMPULAN: Ada hubungan lama operasi dengan kejadian shivering pada pembedahan herniotomy menggunakan spinal anestesi di RS. Medirossa Cikarang

Hubungan Usia Dengan Waktu Pencapaian Bromage Score 2 Pasca Spinal Anestesi di Ruang Recovery Room (RR) RS Medirossa Cikarang

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Bromage score satu indikator respon motorik pasca spinal anastesi. spinal anastesi adalah metode anestesi dengan cara menyuntikkan obat analgetik lokal kedalam ruang subarachnoid di daerah lumbal. Kekuatan motorik individu dapat diukur dengan menunjukkan derajat pergerakan melawan hambatan. Setiap ekstremitas harus diukur kekuatannya. Salah satu indikator respons motorik pasca anestesi spinal adalah Bromage score, yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan otot kaki. TUJUAN :Untuk Mengetahui Status Fisik Pasien Regional Anastesi Subarachnoid Spinal Block Regional Berkorelasi Dengan Bromage Score di RS Medirosa Cikarang. HASIL: Berdasarkan distribusi frekuensi variabel usia pasien bahwa mayoritas pasien memiliki usia 19-25 sebanyak 13 responden (43,3%) dan 26-35 sebanyak 11 responden (36,7%) dan 36-45 sebayak 6 responden (20.0%) memiliki frekuensi yang paling rendah. Dari uji Chi Square Faktor usia sangat berpengaruh dalam pencapaian Bromage Score 2 di karnakan cairan serebrospinal di ruang subarachoud melambat. KESIMPULAN: ada hubungan antara usia dengan waktu pencapaian Bromage Score 2 dikarenakan pada usia tua ada penurunan fungsi organ seperti ginjal dan hepar, sehingga semakin bertambahnya usia maka akan semakin lama waktu pencapain Bromage Score 2.

Pengaruh Pemberian Edukasi Pre Operatif Tentang Prosedur Anestesi Terhadap Kecemasan Pada Pasien General Anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pembedahan merupakan penanganan medis secara invasif yang menyebabkan kecemasan pada pasien. Penurunan rasa cemas sangat penting karena dapat mengurangi risiko komplikasi selama prosedur anestesi. Salah satu penanganannya dengan pemberian edukasi atau informasi yang koprehensif. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis pre eksperimen dengan desain pretest and posttest one group design. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling melibatkan 36 responden. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). Hasil: Berdasarkan jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebanyak 22 orang (61,1%). Menurut pengalaman pembedahan sebagian besar responden yaitu dengan belum pernah operasi 22 orang (61,1 %). Berkaitan dengan pendidikan terakhir sebagian besar yaitu dengan berpendidikan SMA sebesar 10 orang (27,8 %). tingkat kecemasan sebelum diberikan edukasi mengalami kecemasan sedang dengan 21 orang (58,3 %). Uji perbedaan Tingkat Kecemasan sebelum dan sesudah intervensi didapatkan p-value 0.000. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi pre operatif tentang prosedur anestesi terhadap kecemasan pada pasien general anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.

Penerapan Metode Relaksasi Autogenic pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Posbindu Seroja wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupeten Bekasi. Kegiatan pengbdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hipertensi dan penatalaksanaannya secara non farmakaologis dengan memberikan metode latihan relaksasi autogenic dengan tehnik yang baik/benar dan terarah. Kegiatan edukasi dan latihan disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh mitra. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dari observasi dan identifikasi permasalahan di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pemberian edukasi terkait dengan hipertensi dan penatalaksanaannya secara non farmakologis, tahapan selanjutnya dengan memberikan pelatihan relaksasi autogenic secara terstruktur kepada responden, kemudian diakhiri dengan mengevaluasi kemampuan responden dalam mempraktikkan/memperagakan terapi relaksasi autogenic dengan tehnik yang baik/benar dan terarah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2022. Hasil kegiatan pengabdian peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan antusisas, responden memiliki pengetahuan dan memahami tentang hipertensi dan penatalakasanaannya secara non farmakologis, dan peserta dapat mempraktikkan/ memperagakan tehnik relaksasi autogenic dengan benar sesuai dengan yang dicontohkan oleh pengabdi.

Pelatihan Dan Pendampingan Relaksasi Autogenic Pada Keluarga Pasien Dengan Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarmukti

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) Seroja wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupeten Bekasi. Kegiatan pengbdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada keluarga tentang hipertensi dan penatalaksanaannya secara non farmakaologis, memberdayakan keluarga penderita hipertensi untuk dapat memberikan dukungan kepada pasien dalam melakukan terapi relaksasi. Kegiatan pendampingan disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi oleh mitra. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dimulai dari observasi dan identifikasi permasalahan di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan pemberian edukasi terkait dengan hipertensi dan penatalaksanaannya secara non farmakologis, tahapan selanjutnya dengan memberikan pendampingan pada keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien dalam melakukan terapi relaksasi autogenic. Dukungan keluarga sendiri memiliki dasar sebagai penghambat progresivitas penyakit hipertensi dan dapat menunjang keberhasilan terapi hipertensi. Keluarga memiliki peran dalam manajemen penyakit pasien, dimulai dari makanan harian, aktivitas fisik dan dukungan emosional yang membantu pasien untuk menangani stres akibat penyakitnya. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan keluarga penderita hipertensi untuk dapat memberikan dukungan kepada pasien dalam melakukan terapi relaksasi autogenic. Metode yang digunakan dengan memberikan demonstrasi dan latihan pada keluarga pasien penderita hipertensi mengenai relaksasi autogenic. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2022. Hasil kegiatan pengabdian keluarga mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan antusisas, keluarga memiliki pengetahuan dan memahami tentang hipertensi dan penatalakasanaannya secara non farmakologis, dan dapat memberikan dukungan kepada pasien dalam melakukan terapi relaksasi autogenic.

Pengaruh Induksi Saat General Anestesi Terhadap Perubahan Hemodinamik dan Respirasi Pasien di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Induksi pada general anestesi merupakan Tindakan membuat pasien sadar menjadi tidak sadar yang terjadi pada stadium 1 atau stadium analgesia. Pada awal induksi hemodinamik dan respirasi mengalami perubahan yang signifikan. Tujuan : Mengetahui pengaruh induksi saat general anestesi terhadap perubahan hemodinamik dan respirasi pasien di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan jumlah total 36 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Teknik analisis data dengan analisis Regresi Linier Sederhana dengan P<0.050. Hasil Penelitian : Didapatkan nilai Probabilitas 0,667 > 0,050 artinya tidak ada pengaruh induksi terhadap perubahan hemodinamik, uji regresi linier kedua nilai probabilitas 0,018 < 0,050 artinya terdapat pengaruh induksi terhadap perubahan respirasi. Hasil analisa bivariat setiap komponen hemodinamik diantaranya: Tekanan Darah Sistolik (P-value : 0,890; R 2 : 0,001); Tekanan Darah Diastolik (P- value : 0,040; R 2 : 0,119); Mean Arterial Pressure (P-value : 0,149 ; R 2 : 0,060); Heart Rate (P-value : 0,283 ; R 2 : 0,034). Hasil analisa bivariat setiap komponen respirasi diantaranya : Saturasi Oksigen (P-value : 0,920 ; R 2 : 0,000) ; Minute Volume (P-value : 0,019 ; R 2 : 0,151) ; Waktu Capai Napas Spontan (P-value : 0,050 ; R 2 : 0,108). Kesimpulan : dari penelitian ini dapat disimpulkan dari uji regresi linier sederhana induksi tidak berpengaruh terhadap perubahan hemodinamik, sedangkan uji regresi linier sederhana induksi berpengaruh terhadap respirasi.

Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Akut Pada Ny. N Dengan Diagnosa Hipertensi di Desa Karang Asih Bekasi 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 02 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. N (67 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. N adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x60 menit didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-4(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 160/100 mmHg, Nadi : 79x/menit, RR : 20x/menit, Suhu : 36,4C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 6 menjadi skala 4. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.

Asuhan Keperawatan Gerontik Gangguan Mobilitas Fisik Pada Ny. R Dengan Diagnosa Diabetes Mellitus di Desa Karang Asih Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah keperawatan yang muncul pada individu lanjut usia (lansia) dengan diabetes mellitus salah satunya adalah gangguan mobilitas fisik,gangguan mobilitas fisik merupakan Keterbatasan dalam gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri, Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelainan metabolik yang dikarakteristikan dengan adanya peningkatan gkukosa dalam darah melebihi batas normal (hiperglikemia) yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin. Penyakit DM sering terjadi pada lansia karena organ tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif serta komplikasi lebih cepat muncul pada lansia dibandingkan dengan kelompok usia lainnya karena disebabkan oleh berbagai faktor resiko komplikasi, metode yang digunakan adalah studi kasus melalui wawancara, dan observasi yang dianalisa secara deskriptif.penelitian ini dilakukan ini di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 31 Mei 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. R degan diagnosa Diabetes Mellitus selama 3x 24 jam dengan kriteria hasil melaporkan perasaan peningkatan kekuatan kemampuan dalam bergerak. subyek studi ini yakni satu orang klien (Ny.R) yang mengalami diabetes mellitus. Intervensi keperawatan yang diberikan berupa Indetifikasi adanya kekakuan otot atau keluhan fisik lainnya, libatkan keluarga untuk membantu pasien dalam meningkatkan pergerakan, ajurkan mobilisasi sederhana yang harus dilakukan (sisi tempat tidur, duduk di sisi tempat tidur, pindah dari tempat tidur ke kursi). Dapat disimpulkan bahwa indetifikasi adanya kekuatan otot dapat berpengaruh terhadap kekuatan otot lansia (Ny.R).

Asuhan Keperawatan Gerontik Gangguan Rasa Nyaman: Nyeri Akut Pada Ny. R Dengan Diagnosa Hipertensi di Desa Karang Asih Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Seseorang bisa dikatakan menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 90 mmHg, pada setiap pemeriksaan. Lanjut usia dengan hipertensi merupakan penderita dengan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, bingung, masalah penglihatan, kering berlebihan, kulit pucat atau merah, cemas atau gelisah. Tujuan untuk mengidentifikasi skala nyeri dan mengurangi nyeri. Metode yang digunakan pada studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif asuhan keperawatan dilakukan pada tanggal 01 Juni 2022 dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Studi kasus dilakukan di Desa Karang asih Cikarang Utara pada Ny. R (63 tahun). Adapun tindakan keperawatan yang diberikan pada sampel Ny. R adalah manajemen nyeri. Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan kriteria hasil selama 3x24 jam didapatkan, nyeri akut dapat teratasi, yaitu nyeri berkurang dengan skala 1-3(1-10) dengan TTV dalam batas normal (TTV : Tekanan Darah : 130/80 mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 19 x/menit, Suhu : 36,1C). Intervensi berikan kompres air hangat, teknik relaksasi dan teknik distraksi dapat mengatasi masalah keperawatan nyeri akut dari skala 7 menjadi skala 3. Dapat disimpulkan pada lansia dengan hipertensi sehingga dapat dijadikan acuan pemberian intervensi keperawatan. Masalah ini telah teratasi, dan intervensi dihentikan.

Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Akut Pada Ny. S Dengan Osteoarthritis di Desa Karang Asih RT 005 / RW 003 Kecamatan Cikarang Utara

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Osteoarthritis merupakan penyakit dengan gejala utama nyeri dan kaku pada persendian Osteoarthritis pada beberapa kejadian akan menimbulkan rasa nyeri saat bergerak, semakin bertambahnya usia pada seseorang maka akan kehilangan massa tulang. Osteoarthritis ditandai dengan kehilangan progresif kartilago sendi, sinovitis (inflamasi sinovium yang melapisi sendi), nyeri sendi, kekakuan, dan kehilangan gerakan sendi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan mempelajari proses pemberian asuhan keperawatan melalui pendekatan proses keperawatan yang komprehensif pada pasien dengan osteoarthritis. Hasil studi kasus penelitian ditemukannya gejala klinis pada pasien osteoarthritis diantarannya nyeri pada kedua lutut, persendian kaku, jari-jari tangan kesemutan tidak bisa mengepal, sehingga timbul diagnose keperawatan utama: nyeri akut akibat penyakit osteoarthritis. Tindakan keperawatan yang efektif kasus ini yaitu kompres hangat, mobilisasi sederhana bangun dari jongkok dan berpindah tempat duduk. Kesimpulan penelitian ini adalah tindakan yang dilakukan pada implementasi sangat efektif untuk mengatasi masalah keperawatan utama, pada penelitian ini dengan evaluasi akhir masalah keperawatan nyeri akut teratasi dengan kriteria hasil nyeri yang dialami klien berkurang, sendi kakunya sudah berkurang dan meningkatnya kekuatan otot setelah melakukan terapi kompres hangat.

Asuhan Keperawatan Gerontik Ketidakstabilan Glukosa Darah Pada Ny. Y Dengan Diabetes Mellitus di Desa Karang Asih Pada Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus pada lansia apabila tidak ditangani langsung maka akan menyebabkan produktivitas organ tubuh bahkan menyebabkan kematian dini. Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran Asuhan Keperawatan Gerontik dengan diagnose Diabetes mellitus dengan subjek penelitian Ny. Y dengan masalah keperawatan Ketidakstabilan Glukosa Darah berhubungan dengan Resistensi Insulin. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif, berupa wawancara, data fokus terkait masalah keperawatan, dan observasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Karang Asih Cikarang Utara pada tanggal 29 agustus 2022. Hasil penelitian ini didapatkan setelah dilakukan asuhan keperawatan pada Ny. Y dengan diagnose diabetes mellitus selama 3x24 jam dengan kriteria hasil penurunan kadar glukosa dalam darah yaitu GDS>143 mg/dl, rasa lemas lesu hilang, rasa haus dan terus berkemih hilang. Intervensi yang dilakukan adalah manajement hiperglikemia. Berpengaruh terhadap ketidakstabilan glukosa darah pada lansia, sehingga intervensi ini dapat dijadikan salah satu tindakan keperawatan dengan masalah yang sama.

Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Kronis Pada Ny. S Dengan Diagnosa Rheumatoid Arthritis di Desa Karang Asih Cikarang Utara Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Kronis Pada Ny. S Dengan Diagnosa Rheumatoid Arthritis di Desa Karang Asih Cikarang Utara tahun 2022. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih Cikarang Utara Rt. 003 Rw. 005 Cikarang Utara. Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini adalah metode deskriptif yaitu sesuatu yang menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien Rheumatoid Arthritis dengan masalah Nyeri Kronis. Subjek studi kasus yakni satu orang klien (Ny.S) yang mengalami Rheumatoid Arthritis dengan masalah Nyeri kronis. Sumber data Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami mengeluh sakit dikakinya sebelah kanan sakit dikaki seperti ditusuk-tusuk lutut sebelah kanan skala 7 hilang timbul, lama nyeri 5 menit, klien mengatakan nyeri ketika subuh saat merasa dingin. Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik: Hipertensi. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil skala nyeri menurun dan nyeri berkurang.

Asuhan Keperawatan Gerontik Nyeri Kronis Pada Ny. S Dengan Diagnosa Hipertensi di Desa Karang Asih Cikarang Utara Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki metode asuhan keperawatan gerontik pada klien dengan gangguan rasa nyaman (nyeri akut) akibat hipertensi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Asih RT 003 / RW 005, Cikarang Utara. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metode deskriptif. Subyek studi kasus yakni satu orang klien (Ny. S) yang mengalami hipertensi dengan masalah nyeri akut. Sumber data didapatkan melalui wawancara dan observasi. Hasil Pengkajian menunjukkan data-data yang menunjang untuk diangkatnya masalah keperawatan utama, diantaranya klien mengalami pusing dan nyeri bagian belakang kepala sampai menjalar ke pundak, nyeri seperti ditusuk-tusuk, sering merasa pusing, tampak meringis kesakitan menahan nyeri, TD: 153/97 mmHg, Nadi 76x/menit, RR: 20x/menit, S: 36,5C, . Masalah keperawatan utama yang ditemukan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Selanjutnya Intervensi dilakukan berdasarkan teori manajemen nyeri menurut Tim Pokja SIKI PPNI DPP, 2018. Implementasi disesuaikan berdasarkan teori dari Buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Klien bersikap kooperatif sehingga implementasi yang dilakukan dapat mengatasi masalah yang dirasakan. Evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan hasilnya dapat teratasi dengan kriteria hasil nyeri dan pusing berkurang/ mulai menghilang, TTV Kembali normal dan tapak rileks.

PENERAPAN LATIHAN ERGONOMI DALAM MENURUNKAN GANGGUAN MUSKULOSKLETAL DI LINGKUNGAN KERJA INDUSTRIAL KELURAHAN PASIRGOMBONG

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kejadian musculoskeletal disorder merupakan suatu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh aktifitas fisik yang tidak sesuai dengan ergonomic. Pada tahun 2003, World Health Organization (WHO) melaporkan Musculoskeletal Disorder’s (MSDs) adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja. Begitu juga di Indonesia Departemen Kesehatan RI tahun 2005 melaporkan terdapat 40,5% pekerja mempunyai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan diantaranya yang tertinggi adalah gangguan muskuloskeletal sebanyak 16%. Musculoskeletal Disorder’s dapat disebabkan oleh kontribusi berbagai faktor risiko antara lain faktor individu, faktor pekerjaan atau biomekanik dan faktor psikososial. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui Faktor pekerjaan yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dapat berasal dari pajanan ergonomi berupa postur janggal, gerakan statis dan berulang, dari permasalahan yang ada kemudian akan dilakukan penerapan pelatihan Ergonomi yang dimana merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Metode yang digunakan melalui pelatihan ergonomi dengan perancangan suatu sistem di mana letak lokasi kerja, metode kerja, peralatan, mesin-mesin, dan lingkungan kerja sesuai dengan keterbatasan fisik dan sifat-sifat pekerja. Prinsip utama dalam kegiatan pelatihan ergonomi adalah menyerasikan pekerjaan dengan pekerja atau “fitting the job to the worker”. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merekomendasikan suatu tindakan ergonomik untuk mengatasi keluhan muskuloskeletal melalui dua cara, yaitu rekayasa teknik pada desain stasiun dan alat kerja, dan rekayasa manajemen pada organisasi kerja. Dengan adanya aplikasi ergonomi dalam pekerjaan, diharapkan angka cedera dan kesakitan dalam melakukan pekerjaan dapat dikurangi, produktivitas dan keselamatan kerja meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan fisik, mental dan sosial pekerja. Pengabdian ini dilaksanakan di industrial pembuatan tas daerah pasir gombong di bulan Juli 2019.

PEMBERDAYAAN MASAYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN DAUN BINAHONG SEBAGAI TERAPI DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI DI DESA BANTARJAYA

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan khusunya adalah pada lansia yang memiliki gangguan kesehatan berupa hipertensi dengan tekanan darah diatas 140/90mmHg. Hipertensi tidak menunjukan banyak gejala bagi penderitanya akan tetapi banyak juga yang merasakan efek dari tekanan darah naik, sehingga gejala tersebut perlu dikurangi atau diobati menggunakan terapi herbal salah satunya dengan pemberian air rebusan daun binahong. Daun binahong (Anredera cordifolia) adalah daun yang berasal dari bahan alami mengandung nitrit oksidan dan saponin yang menstabilkan aliran darah yang membawa nutrisi ketiap jaringan sel dan menurunkan kadar kolesterol, sebagai antioksidan, antivirus, antikarsinogenik dan manipulator fermentasi lumen. Obat herbal ini sangat praktis, murah dan mudah serta dapat dibuat oleh siapapun baik keluarga maupun penderitanya sendiri. Cara mudah ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kandungannya dapat menurunkan hipertensi dan jarang dilakukan oleh masyarakat ketika mengalami tekanan darah meningkat. Kegiatan pengabdian melalui pemberdayaan masyarakat ini dilakukan pada 20 orang lansia yang mengalami hipertensi dan 10 orang lansia yang tidak mengalami lansia. Tim pelaksanaan pengabdian memberikan penyuluhan serta pelatihan cara membuat rebusan daun binahong yang berada di desa Bantarjaya. Dimana Daun binahong sangat mudah di dapat di daerah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar terlihat dari antusiasme warga yang ingin mengetahui cara pembuatannya sehingga tim pengabdian melakukan pendampingan dari rumah ke rumah untuk memastikan masyarakat dapat membuatnya dengan baik dan benar.

Peningkatan Kemampuan Pekerja dalam Mencegah Penyakit dan Kecelakaan akibat Kerja di PT Multistrada Arah Sarana, Tbk Tahun 2018

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Sumber daya manusia sebagai tenaga kerja dalam perusahaan tidak terlepas dari adanya masalah yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Penigkatan kejadian kecelakaan akibat kerja menunjukkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia belum berjalan dengan baik. Masalah K3 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi tanggung jawab dari semua pihak terutama pengusaha, tenaga kerja dan masyarakat. Pemberian edukasi pelaksanaan SMK3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja, pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada pekerja. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pekerja tentang potensi penyakit dan kecelakaan akibat kerja Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 65 orang pekerja. Kegiatan ini dilaksanakan di PT Multistrada Arah Sarana, Tbk pada tanggal 19 – 22 September 2018. Hasil evaluasi pengetahuan pekerja diukur menggunakan evaluasi proses yaitu saat proses pemberian materi berlangsung dan evaluasi output yaitu dengan memberikan pertanyaan setelah kegiatan selesai.

Faktor-Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang di tandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) dan terjadi karna berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala berkurangnya fungsi susunan saraf akibat penyakit pembuluh darah otak dan disebut juga sebagai CVA (Cerebrovascular Accident). Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko stroke, faktor-faktor tersebut meliputi, Hipertensi, Diabetes, Kolesterol Tinggi, Merokok, Aktivitas Fisik, Alkohol. Faktor resiko lainnya yaitu Faktor Keturunan, dan Faktor Usia (NHS, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Penelitian ini dapat membantu memberikan informasi tentang faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan penyakit stroke khususnya pada usia produktif. Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan Teknik Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Stroke yang berada di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia (p = 0,008 < α = 0,05), Hipertensi (p = 0,004 < α = 0,05), Diabetes Mellitus (p = 0,004 < α = 0,05), Aktivitas Fisik (p = 0,008 < 𝑎 = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah Usia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Aktivitas Fisik.

Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Hipertensi pada Lansia di RT 09 RW 03 Kampung Cabang Dua Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik secara lambat ataupun mendadak, meningkat tekanan sistolik yaitu tekanan keatas pembuluh arteri akibat denyut jantung diatas dengan 140 mmHg dan sistolik diatas 90 mmHg. Tujuan: mengetahui ada atau tidak hubungan aktivitas, asupan garam dan merokok terhadap tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian: metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh warga pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 sebanyak 245 warga dari 63 KK. Teknik sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling. dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan cek tensi. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan variabel aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,013). Ada hubungan variabel asupan garam dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,011). Dan ada hubungan variabel merokok dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,004). Hasil Penelitia: didapatkan pada penderita hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dari sebanyak 30 responden pada stage 1, 13 (43,3%) pada stage 2, 17 (56.7%) tingkat Aktivitas fisik sebanyak, yang tidak ber’aktivitas 19 (63.3%) yang aktivitas 11 (36.7%) asupan garam sebanyak, asupan garam rendah 12 (40.0%) asupan garam tinggi 18 (60,0%) merokok pada lansia, tidak merokok 13 (43.3%) merokok 17 (56.7%) Kesimpulan: hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, asupan garam dan merokok dengan tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dengan hasil ρ-value (0,013), ρ-value (0,011), dan ρ-value (0,004). Diharapkan masyarakat di rt 009 rw 003 kp cabangdua desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi .

Gambaran Perilaku Kesehatan Lansia Saat Pandemi Covid-19 di Cibuntu RT 03 RW 05 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya. Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat. Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan. Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Analisis Efektivitas Pembelajaran E-Learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan IMDS Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.

Gambaran Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Orang Tua Siswa Sekolah Dasar Tentang Pemenuhan Gizi Seimbang di MI Almunawaroh Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pola makan dengan gizi seimbang merupakah salah satu faktor utama pada permasalahan gizi di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 terdapat 104 juta anak-anak seluruh dunia mengalami gizi kurang. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anak usia sekolah yang kurus adalah 11,2 % sedangkan prevalensi anak usia sekolah yang gemuk adalah 18,8%. Populasi dalam penelitian ini adalah 145 orang tua siswa dan sampel penelitian 64 orang responden dengan cara purposive sampling analisis yang digunakan adalah univariat. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhuan gizi seimbang di MI Almunawaroh. Yang berpengetahuan baik sebanyak 27 responden (42,2%), sedangkan yang berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (32.8%), dan yang berpengetahuan kurangs ebanyakan 16 responden (25.0%). Yang berusia 28-38 tahun sebanyakan 32 responden (50.0%), yang berpendidikan >SLTA sebanyakan 38 responden (59.4%), yang berekonomi . Rp.3.300.000 sebanyak 36 responden (57,8%), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyakan 42 responden (65,6%). Dari hasil penelitian didaptakan pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhan gizi seimbang di MI Almunawaroh memiliki pengetahuan yang baik. Saran: untuk sekolah sebaiknya memberikan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai makanan bergizi seimbang.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pekerja Tentang Pemberian ASI Eksklusid Pada Bayi Usia (0-6 Bulan) di PT. Surya Multindo Industri Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian dekriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang memberikan ASI dan memiliki bayi usia 0-6 bulan di PT. Surya Multindo Industri. Sample 48 responden, sampel diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen untuk mengukur pengetahuan ibu pekerja menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (41,7%), berpengetahuan cukup sebanyak 15 responden (31,3%), dan berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (27,1%). Diharapkan perusahaan menyediakan penyuluhan pada ibu pekerja tentang pemberian ASI dan memberikan fasilitas pojok untuk menyusui atau memerah ASI.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Pengobatan Tuberkulosis Paru pada Anak di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Prevalensi Tuberkulsosis sebesar 628/100.000 penduduk. Diperkirakan kasus Tuberkulosis pada kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 10,1% (kemeskes,2017).Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 52 orangtua dan sampel penelitian 34 responden dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan univariat. Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru pada anak di RSUD Kabupaten Bekasi berpengetahuan baik, sebanyak 19 responden (55,9%) yang memiliki pendidikan Tinggi ≥ SLTA sebanyak 20 responden (58,8%) dengan tingkat Pengetahuan baik sebanyak (41,2%), yang paling banyak responden dengan Sosial Ekonomi Rendah ≤ Rp 3.837.939 sebanyak 21 responden (61,8%) dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan pengalaman tidak pernah mengalami pengobatan tuberkulosis paru sebanyak 25 responden (73,5%), dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (35,3%), yang paling banyak adalah dengan memiliki sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak sebanyak 20 responden (58,8%), dengan tingkat pengetahuan Baik (29,4%), yang memiliki Usia Dewasa Awal ≤ 40 sebanyak 19 responden (55,9%) dengan tingkat pengetahuan Baik sebanyak (32,4%). Pengetahuan Orangtua tentang pengobatan tuberkulosis paru di rsud kabupaten bekasi tahun 2019 berpengetahuan baik. Saran: Untuk orang tua anak lebih meningkatkan pengetahuan yang sudah baik dalam pengobatan tuberkulosis paru melalui sember informasi, sumber ekonomi, pengalaman dan usia.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Balita Tentang Stunting di RT002 dan RT003 RW012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Masalah stunting merupakan ancaman bagi Indonesia, karena anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik tapi juga pertumbuhan otak (Kemenkes, 2018). Tujuan penelitian diketahui gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 75 orang dan sampel penelitian 42 responden dengan cara purposive sampling. Analisis yang digunakan univariat. Hasil penelitian: Gambaran tingkat pengetahuan orangtua balita tentang stunting di RT 002 dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara pengetahuan cukup sebanyak 17 orang (40,5%), kurang sebanyak 14 orang (33,3%) dan baik sebanyak 11 orang (26,2%), berdasarkan usia responden dengan usia dewasa awal (26-35 tahun) sebanyak 33 orang (78,6%), berdasarkan pendidikan yang tinggi sebanyak 28 orang (66,7%), berdasarkan sosial ekonomi yang tinggi sebanyak 32 orang (76,2%) dan berdasarkan paparan informasi dari media massa sebanyak 40 orang (95,2%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran Tingkat Pengetahuan Orangtua Balita Tentang Stunting Di RT 002 Dan RT 003 RW 012 Desa Mekarmukti Kecamatan Cikarang Utara memiliki pengetahuan cukup.

Gambaran Pengetahuan Wanita Usia Subur (Usia 19-49 Tahun) Pada Deteksi Dini Kanker Payudara (Sadari) di RT01 RW04 Des Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Insiden kanker payudara di Negara-negara Asia mencapai 20 per 100.000 penduduk. Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Pada tahun 2012, sekitar 8,2 juta kematian disebabkan oleh kanker. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara di RT.01 RW.004 Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode dalam penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah wanita usia subur pada deteksi dini kanker payudara sebanyak 170 orang. Sampel yang diambil 70 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.001 RW.004 Desa Cibuntu dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah wanita usia subur dengan pengetahuan kurang sebanyak 47 responden (67,1%), pengetahuan cukup sebanyak 12 responden (17,2%), pengetahuan baik sebanyak 11 responden (15,7%). Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran pengetahuan wanita usia subur (usia 19-49 tahun) pada deteksi dini kanker payudara (SADARI) di RT.01 RW.004 di Desa Cibuntu memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk wanita usia subur lebih meningkatkan pengetahuan mengenai deteksi dini kanker payudara dengan cara lebih aktif bertanya kepada tenaga kesehatan.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Hipertensi di Kp. Balong Ampel RT02 RW06 Desa Sukabakti Kec. Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah penyakit dengan tanda adanya gangguan tekanan darah sistolik maupun diastolik yang naik diatas tekanan darah normal (Marsiadi, 2016). Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematianterjadi di Asia Tenggara (Kemkes, 2017). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi berdasarkan usia, pendidikan, pengalaman, dan paparan informasi. Jenis dan desain penelitian yang digunakan jenis penelitian desktiptif kuantitatif. Sampel yang digunakan berjumlah 69 responden. Hasil penelitian menunjukan responden yang berpengetahuan terbanyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 36 orang responden (52,2%). Usia yang terbanyak adalah dewasa awal 54 responden (78,3%), Pendidikan yang terbanyak adalah berpendidikan rendah 53 responden (76,8%), Berdasarkan pengalaman yang terbanyak adalah berpengalaman pernah sebanyak 38 responden (55,1%). Paparan informasi yang terbanyak adalah paparan non tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (44,9%). Kesimpulan : dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti yang terbanyak adalah responden dengan tingkat pengetahuan yang kurang yaitu sebanyak 36 orang responden dengan presentase 52,2%. Saran : masyarakat sebaiknya lebih memperkaya informasi mengenai pencegahan hipertensi, sehingga masyarakat dapat memahami lebih dalam tentang pencegahan hipertensi dan dapat mengaplikasikannya. Informasi dapat diperoleh dari tempat pelayanan kesehatan, berbagai media dan berbagai pengalaman.

Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Pasien Dengan Gagal Jantung Kongestif (CHF) Di RSUD kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penyakit kardiovaskuler merupakan salah satu jenis penyaki penyebab kematian nomor satu di dunia data yang di dapatkan menunjukkan bahwa sebanyak 17,3 miliar orang di dunia meninggal karena penyakit kardiovaskuler WHO (2016). Salah satu permasalahan psikologis yang muncul pada penyakit gagal jantung adalah kecemasan. Tujuan penelitian Diketahui gambaran tingkat kecemasan pada pasien denngan gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 160 responden sampel penelitian 67 responden dengan cara metode pengambilan dengan accidental sampling. Instrumen yang di gunakan adalah kuesioner.. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : gambaran tingkat kecemasan pada pasien dengan gagal jantung kongestif di Rumah sakit umum daerah kabupaten bekasi tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan persentase terbanyak ialah klien dengan kecemasan sedang sebanyak 26 dengan presentase (38,8%), kecemasan ringan 36 dengan presntase (53,7%), kecemasan berat sebanyak 4 dengan presentase (6%) dan kecemasan panik 1 responden dengan presentase (1,5%) dari 67 responden . Kesimpulan : Dari hasil penellitian di dapatkan gambaran tingkat kecemasan pada pasien dengan gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2018 memiliki kecemasan sedang. Saran:bagi instansi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi dapat meningkatkan komunikasi intrapersonal antara perawat dan klien yang akan mengalami penyakit gagal jantung kongestif (CHF)

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pada Keluarga Pasien Tentang Penyakit Osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden (52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%), responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%), Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang. Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Diri Pada Anggota Keluarga yang Mengalami Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia menurut (WHO, 2011). Angka kejadian stroke di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukan bahwa prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 57,9% kejadian stroke telah terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki urutan kedua dari kejadian stroke berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan kasus tertinggi 16,9%, Sulawesi Tengah 16,6%, Jawa Barat 9,3% dan Jawa Timur 16,0%. Menurut Kabupaten/Kota prevalensi stroke berkisar antara 4,1 % - 12%. Kabupaten Majalengla dan Kota Cirebon mempuyai prevalensi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. (Riskesdas, 2013). Keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan sehingga keluarga diharapkan terlibat dalam penanganan penderita sejak awal perawatan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke. Metode penelitian yang digunakan Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden yang diteliti 35 responden di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-Juli 2018. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi menunjukan 51,4% responden berpengetahuan kurang, diikuti 34,3% berpengetahuan cukup dan 14,3% responden berpengetahuan baik. Berdasarkan usia yang terbanyak dengan dewasa awal ≤ 40 tahun 27 responden (77,2%), berdasarkan pendidikan dengan tingkat pendidikan yang rendah ≤ SLTP 28 responden (80,0%), berdasarkan jenis kelammin yang terbanyak jenis kelamin perempuan 27 responden (77,2%), berdasarkan pekerjaan yang terbanyak dengan ibu rumah tangga 17 responden (48,6%), berdasarkan sumber informasi yang terbanyak tenaga kesehatan 18 responden (51,4%), berdasarkan pengalaman yang terbanyak dengan pengalaman belum pernah 26 responden (74,3%). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018 sebagian besar adalah kategori kurang. Saran diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi dapat memberikan informasi mengenai perawatan diri pada keluarga dengan penderita stroke untuk melakukan upaya preventif dan rehabilitatif dalam mengurangi disabilitas fisik.

Gambaran Tingkat Kepatuuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39 klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah (SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%) berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Manfaat Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita di RW 007 Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Angka kematian bayi dan balita di Indonesia pada tahun 2015 sebanyak 22,23 per 1.000 kelahiran hidup dan 26,29 per 1.000 kelahiran hidup, menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya dalam meningkatkan masalah ini yaitu dengan program pemberian imunisasi dasar lengkap pada balita. Namun program pemberian imunisasi masih mengalami hambatan, karena tingkat pengetahuan yang rendah. Tujuan penelitian diketahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang manfaat imunisasi dasar lengkap pada balita di RW 007 Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 187 orang dan sampel penelitian 70 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar lengkap pada balita di RW 007 Desa Kalijaya pengetahuan kurang sebanyak 32 orang (45,7%) cukup sebanyak 27 orang (38,6%) dan baik sebanyak 11 orang (15,7%), berdasarkan usia responden dengan usia 21-30 tahun sebanyak 36 orang (51,5%), berdasarkan pendidikan yang rendah sebanyak 45 orang (64,3%), berdasarkan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebanyak 39 orang (55,7%), berdasarkan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 64 orang (91,4%), berdasarkan pengalaman yang jumlah anak >2 sebanyak 41 orang (58,6%), dan berdasarkan sosial ekonomi yang rendah 44 orang (62,8%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita Di RW 007 Desa Kalijaya memiliki pengetahuan yang kurang. Saran: Untuk ibu sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi dasar lengkap pada balita dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.