Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Miopia adalah sinar-sinar yang berjalan sejajar dengan sumbu mata tanpa akomodasi dibias di depan retina, tajam penglihatan selalu kurang. Berdasarkan data WHO 2014 terdapat 285 juta penduduk dunia menderita gangguan penglihatan, dimana 39 juta orang mengalami kebutaan dan 246 juta mengalami penurunan penglihatan (low vision) atau miopia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan dengan deskriptif. Jumlah sampel penelitian 45 siswa dengan cara total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran faktor-faktor penyebab miopia pada siswa SMA Negeri 1 Sukatani. Berdasarkan faktor kebiasaan 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik. Berdasarkan faktor keturunan 25 responden (55,6%). Sedangkan faktor lingkungan 29 responden (64,4%), dan penderita miopia yang tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah 34 responden (75,6%).
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan Gambaran Faktor-Faktor Penyebab Miopia Pada Siswa SMA Negeri 1 Sukatani memiliki ada beberapa faktor-faktor penyebab yang lebih tinggi seperti faktor penyebab berdasarkan kebiasaan memiliki 34 responden (75,6%) memiliki kebiasaan kurang baik.
Saran : Penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan dan pengetahuan yang baru dalam upaya penurunan kejadian miopia.
Open AccessFaktor penyebab, miopia, siswa SMA
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Sarapan pagi yang baik memenuhi 15-30% dari angka kebutuhan gizi harian, aktif dan cerdas. Penelitian dilakukan oleh Perdana (2013) membuktikan bahwa masih banyak anak Indonesia sebanyak 69,6% % yang belum mengkonsumsi sarapan dengan anjuran gizi seimbang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01. Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 orang dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan ibu siswa kelas I tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 35 responden (63,6%). Berdasarkan pendidikan ibu sebanyak 37 responden (67,3%) memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak ibu yang memiliki pengalaman paling banyak, yaitu 53 responden (96,4%). Informasi paling banyak dari tenaga kesehatan sebanyak 24 responden (43,6 %). Secara ekonomi ibu yang paling banyak memiliki ekonomi rendah yaitu 36 responden (65,5%). Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa Ibu siswa kelas I di Sekolah Dasar Negeri Sukasari 01 memiliki pengetahuan yang baik tentang pentingnya sarapan pada anak. Sehingga disarankan sebaiknya ibu mempertahankan pengetahuan tentang pentingnya pemberian sarapan pada anak dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
Open AccessIbu, Sarapan, Pengetahuan
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kanker serviks adalah pertumbuhan sel yang bersifat abnormal yang terjadi pada serviks uterus. Deteksi dini kanker serviks adalah pengujian pra-kanker dan kanker pada perempuan yang tidak memiliki gejala dan mungkin merasa sangat sehat. Kejadian kanker serviks di dunia pada tahun 2015 sebanyak 85%.
Hasil Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Rt 003/Rw 003 Desa Karang Asih Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah 311 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random smpling yaitu 77 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data hasil menggunakan analisis univariat. Tingkat pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang didapatkan gambaran tingkat pengetahuan perempuan usia subur (15-49 tahun) dalam deteksi dini kanker serviks dengan metode tes IVA memiliki pengetahuan kurang sebanyak 42 responden (54,4%), cukup sebanyak 25 responden (32,5%), Baik sebanyak 10 responden (13,0%).
Saran : untuk puskesmas Cikarang Utara lebih meningkatkan edukasi pentingnya deteksi dini kanker serviks untuk mendapat kesejahteraan dan mencapai kesehatan yang optimal.
Open Accesspengetahuan, perempuan usia subur, deteksi dini, Tes IVA.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh tarutama untuk sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Hasil Riskesdas tahun 2018 pada penduduk yang berusia ≥5 tahun sebanyak 95,5% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Selain itu, dari hasil Riskesdas tahun 2018 di Jawa Barat sebanyak 98,2% kurang mengonsumsi sayur dan buah (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian : Diketahuinya gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner pada 47 responden dengan cara total sampling. Berikut hasil dari distribusi frekuensi perilaku konsumsi sayur dan buah kurang sebanyak 47 responden (62.7%), perilaku konsumsi sayur dan buah cukup sebanyak 28 responden (37.3%). Dari beberapa hasil penelitian, sikap responden memiliki hasil penelitian yang baik, dimana 44 responden memiliki sikap baik dengan presentase 93.6%, sedangkan pada 3 responden dengan presentase 6.4% memiliki sikap kurang baik.
Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak usia sekolah di TPQ Ar-Rahman Perumahan The Green Residence tahun 2019 masih banyak anak yang kurang memiliki perilaku konsumsi sayur dan buah. Hal ini dikarenakan lingkungan yang kurang mendukung dan jarang tersedianya sayur dan buah dirumah.
Open AccessSayur dan Buah, Perilaku, Sikap
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : Data Kementrian Kesehatan (2015), menunjukkan bahwa masih tingginya angka kecacingan di Indonesia 28,12 % dan di Jawa Barat 6,7 % mengalami kecacingan. Dampak infeksi kecacingan menimbulkan malnutrisi, diare, stunting dan anemia. Pencegahan kecacingan dapat dilakukan dengan cara menjaga perilaku hidup sehat dan bersih. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tingkat pengetahuan ibu pada anak umur 6-12 tahun tentang pencegahan kecacingan.
Hasil Penelitian : Jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 dan sampel yang diambil 40 dengan cara accidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil distribusi frekuensi pengetahuan paling banyak pengetahuan baik 29 (72,5%), berdasarkan pendidikan semua memiliki pendidikan rendah <SLTA 40 (100%), berdasarkan usianya paling banyak usia 18-32 tahun 29 (17,5%), berdasarkan informasi lebih banyak dari non tenaga kesehatan 36 (90,0%), berdasarkan pengalaman paling banyak belum pernah 39 (97,50%), berdasarkan status ekonomi semua pendapatan rendah <4.100.000 ada 40 (100%), berdasarkan lingkungan mayoritas baik 29 (72,50%)
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan kecacingan di desa ridogalih rt 001 dan 002 rw 006 kecamatan cibarusah kabupaten bekasi tahun 2019 memiliki pengetahuan yang baik.
Saran : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pencegahan kecacingan.
Open AccessData Kecacingan, Dampak, Pencegahan, Pengetahuan
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Imunisasi Measles dan Rubelladiberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat. Di Indonesiarata-rata cakupan vaksinasi baru mencapai sekitar 66%, secara nasional realisasi vaksinasi juga belum mencapai 70% padahal target aman untuk mencapai kekebalan di masyarakat adalah 95% anak terimunisasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi Measles dan Rubella di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 03 dan Sekolah Dasar Negeri Sukahurip 05 Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019.Jenis Penelitian ini menggunakan Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner pada 41 responden dengan cara accidental sampling.
Hasil penelitian gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi measles dan rubella didapatkan bahwa pengetahuan baik sebanyak 51,2%, berdasarkan pendidikan orang tua sebanyak 53,7% memiliki pendidikan tinggi, berdasarkan usiaorang tua sebanyak 56,1% yaitu usia 31-40 tahun.Orang tua yang memiliki banyak pengalaman baik yaitu85,4%, keyakinannya orang tua paling banyak yakin, yaitu 100%. Sumber informasi paling banyak melalui tenaga kesehatan sebanyak 82,9%.
Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan Gambaran pengetahuan orang tua siswa kelas I tentang imunisasi Measles dan Rubella di Sekolah Dasar Negeri Banjarsari 03 dan Sekolah Dasar Negeri Sukahurip 05 memiliki pengetahuan yang baik. Sehingga disarankan orang tua untuk mempertahankan pengetahuan atau lebih meningkatkan pengetahuan tentang imunisasi Measles dan Rubella.
Open AccessImunisasi Measles dan Rubella, pengetahuan, orang tua.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2010 bahwa 3%-10% pasien anak yang dirawat di Amerika Serikat mengalami stress. Sedangkan di Indonesia menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia bahwa 35 anak dari 420 anak yang di rawat rumah sakit sepanjang tahun 2010 mengalami stress selama hospitalisasi.
Metode: penelitian dengan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 responden dan sampel penelitian 45 responden dengan total sampling.
Hasil Penelitian: pengetahuan baik sebanyak 93,3%, pengetahuan cukup 6,7%, responden dengan tingkat pendidikan Ners sebanyak 17,8%, responden dengan tingkat pendidikan D3 Keperawatan sebanyak 82,2%, responden dengan pengalaman bekerja >5 tahun sebanyak46,7%, responden dengan pengalaman bekerja <5 tahun sebnayak53,3%, responden yang memperoleh informasi dari media massa sebanyak93,3%, responden yang memperoleh informasi dari tenaga kesehatan 6,7%, responden yang melakukan pelaksanaan bermain terapeutik sebanyak93,7% dan yang tidak sebanyak 6,7%.
Kesimpulan dan Saran:tingkat pengetahuan perawat yang baik lebih banyak dibandingkan dengan cukup atau kurang, untuk peneliti selanjutnya agar lebih mengetahui tentang bermain terapeutik peneliti menyarankan mencari tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan bermain terapeutik.
Open Accesspengetahuan, bermain terapeutik, perawat.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal merupakan salah satu untuk mempertahankan kelangsungan hidup penyakit gagal ginjal kronik adalah dengan menjalani hemodialisa. Hemodialisa yaitu untuk menurunkan kadar ureum, kreatinin dan zat toksik yang lainnya di dalam darah. Kecemasan adalah kekhawatiran yang tidak jelas dan menyebar yang berkaitan dengan perasaan tidak pasti dan tidak berdaya. Di Indonesia Prevalensi GGK diperkirakan mencapai 400 jiwa per 1 juta penduduk dan prevalensi klien GGK yang menjalani hemodialisa mencapai 15.424 kasus Hasil penelitian yang dilakukan Musa, dkk (2015) mengenai kecemasan klien gagal ginjal kronik didapatkan hasil 34,2% responden mengalami kecemasan berat, 29,4% mengalami kecemasan sedang, sedangkan 18,2% responden mengalami kecemasan ringan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik dengan karakteristik klien di RSUD Kabupaten Bekasi dengan menggunakan desain penelitian analitik kualitatif dan metode cross sectional (potong lintang). Penelitian ini menggunakan dengan 53 populasi, 10 responden dijadikan sebagai sampel pada studi pendahuluan dan 43 responden dijadikan sampel penelitian. Instrument penelitian menggunakan kuesioner SARS (Zung Self - Rating Anxiety Scale) sebanyak 15 soal menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat kemaknaan ɑ < 0,05.
Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik yang diteliti berhubungan secara bermakna terhadap kecemasan klien gagal ginjal kronik. Variabel yang berhubungan adalah umur (P value = 0,018 dan OR 8,591), tingkat pendidikan (P value 0,024 dan OR 5,262), tingkat pengetahuan (P value = 0,011 dan OR 6,686), jenis kelamin (P value = 0,016 dan OR 6,222), dukungan psikososial keluarga (P value = 0,022 dan OR 5,333), dan pengalaman (P value = 0,004 OR 8,821).
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, dan pengalaman dengan tingkat kecemasan klien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Open Accessgagal ginjal kronik, kecemasan, umur, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, jenis kelamin, dukungan psikososial keluarga, pengalaman
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : ASI Eksklusif merupakan makanan yang sempurna dan yang terbaik untuk bayi 0-6
bulan karena mengandung unsur gizi pada ASI yaitu lemak, karbohidrat, protein, garam, mineral, dan
vitamin. ASI mengandung kaya akan antibodi karena mengandung protein untuk daya tahan tubuh
dan pembunuh kuman dalam jumlah tinggi sehingga pemberian ASI eksklusif dapat mengurangi
resikokematian pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tingkat
pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di RT 003/ RW 001 Desa
Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Jenis Penelitian ini menggunakan Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 35 sampel
dengan cara total sampling.
Hasil Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah
Univariat. Hasil penelitian analisi univariat menggunakan nilai distribusi frekuensi. Hasil distribusi
frekuensi pengetahuan dengan nilai pengetahuan kurang 16 responden (46%), berpengetahuan cukup
11 responden (31%), berpengetahuan baik 8 responden (23%), berdasarkan pendidikan rendah (SD)
16 responden (46%), pendidikan cukup (SMP) 13 responden (37%), berpendidikan tinggi (SMA) 6
responden (17%), berdasarkan usia remaja akhir (17-25 tahun) 8 responden ( 23%), usia dewasa awal
(26-35 tahun) 22 responden (63%), usia dewasa akhir (36-45 tahun) 5 responden (14%), sumber
informasi non tenaga kesehatan 16 responden (46%), media masa 12 responden (34%), tenaga
kesehatan 7 responden (20%), penghasilan rendah Rp.< 3.300.000 sebanyak 26 responden (74%),
penghasilan tinggi Rp.> 3.300.000 sebanyak 9 responden (26%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian
ASI Eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di RT 003/RW 001 Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang
Bahagia Kabupaten Bekasi memiliki pengetahuan yang kurang.
Saran : Untuk ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan lebih meningkatkan pemberian ASI Eksklusif
khusus nya ibu yang menyusui lebih banyak lagi mencari informasi tentang pemberian ASI Eksklusif
pada bayi usia 0-6 bulan.
Open AccessIbu, Bayi 0-6 bulan, ASI Eksklusif, Pengetahuan
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Indonesia mempunyai angka kejadian pre eklampsia sekitar 7-10% dari seluruh
kehamilan. Angka kejadian pre eklampsia berkisar antara 0,51%-38,4%, di negara maju
angka kejadian pre eklampsia berkisar 6-7% dan eklampsia 0,1-0,7% (Kemenkes RI,
2016). Data yang diperoleh peneliti di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi
mengalami peningkatan jumlah penyakit pre eklampsia sekitar 19%. Tujuan penelitian ini
diketahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsia
berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten
Bekasi tahun 2018. Metode penelitian ini digunakan dekstriptif. Populasi yang diambil
pada ibu hamil yang menderita pre eklampsia sebanyak 73 ibu hamil dan jumlah
sampelnya sebanyak 68 responden yang menderita pre eklampsia yang berkunjung ke
Rumah Sakit Umum Kabupaten Bekasi. Teknik pengumpulan data menggunakan
kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pre
eklampsia berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bekasi. Umur beresiko responden sebanyak 52 orang (76,5%), pendidikan
responden rendah sebanyak 54 orang (79,4%), responden bekerja sebanyak 58 orang
(85,6%). Responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 60 orang ( 88,2%).
Kesimpulan : Hasil penelitian didapatkan gambaran faktor-faktor yang berhubungan
dengan kejadian pre eklampsia berdasarkan pada karakteristik ibu hamil dalam Rumah
Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi memiliki pengetahuan kurang. Saran : Para ibu
hamil sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang pre eklampsia dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.
Open Accessibu hamil, karakteristik, pre eklampsia
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Open Access
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang:
Menopause merupakan suatu keadaan seorang wanita yang mengalami penurunan fungsi indung telur,
yang dapat mengakibatkan penurunan fungsi hormon estrogen. Menurut World Health Organization
(2014) menopause dialami oleh banyak perempuan di seluruh dunia, sekitar 70-80% wanita Eropa, dan
di Indonesia sebanyak 1.815.256 atau 9,85%. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran
tingkat kecemasan pada perempuan pra menopause (35-45 tahun) dalam menghadapi menopause di
wilayah RW 11 Desa Telaga Murni Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah menggunakan deskriptif tidak perlu menguji hipotesis
tetapi hanya menggambarkan suatu objek, penelitian ini bertempat di Wilayah RW 11 Desa Telaga
Murni dan dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2018. Populasi yang diambil adalah semua perempuan
pra menopause (35-45 tahun) di wilayah RW 11 Desa Telaga Murni sebanyak 167 sampel yang diambil
untuk penelitian sebanyak 69 sampel dan pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive
sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji
univariat.
Hasil penelitian: analisis univariat menggunakan nilai distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak
ialah responden yang mengalami kecemasan sedang dalam menghadapi menopause sebanyak 33
responden (48%), berdasarkan usia yang tertinggi ialah perempuan usia subur umur sebanyak 41
responden (59%), berdasarkan tingkat pendidikan ialah pendidikan SD dan SMP sebanyak 49
responden (71%), berdasarkan tingkat pengetahuan ialah pengetahuan kurang sebanyak 35 responden
(50%).
Kesimpulan: dari penelitian ini adalah perempuan dengan pendidikan rendah mengalami kecemasan
sedang dalam menghadapi menopause, perempuan dengan usia 35-40 tahun mengalami kecemasan
sedang dalam menghadapi menopause, dan perempuan dengan pengetahuan kurang mengalami
kecemasan sedang dalam menghadapi menopause.
Saran: hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai
gambaran tingkat kecemasan perempuan usia subur dalam menghadapi menopause sehingga dengan
adanya informasi ini perempuan pra menopause dapat mengatasi kecemasan dalam menghadapi
menopause.
Open AccessPerempuan pra menopause, Kecemasan, menopause