Abstrak
Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.