Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat berdampak pada aktivitas harian maupun psikososial. Data WHO (2021) menunjukkan bahwa 75% perempuan di dunia pernah mengalami keputihan, dengan 45% di antaranya lebih dari dua kali. Di Indonesia, prevalensi mencapai sekitar 90%, di mana 60% kasus terjadi pada kelompok usia remaja. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2021 mencatat prevalensi keputihan pada remaja usia 15–24 tahun sebesar 31,8%. Hasil survei awal di SMP Qur’an ElTahfidh mengungkapkan bahwa 21,5% siswi mengalami keputihan, namun mayoritas belum memahami perbedaan antara keputihan fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Hal ini mengindikasikan masih terbatasnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kejadian keputihan pada remaja putri kelas VIII dan IX di SMP Qur’an ElTahfidh tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 93 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR). Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,000; OR=7,875), usia (p=0,001; OR=0,257), personal hygiene (p=0,000; OR=7,286), serta sumber informasi (p=0,007; OR=0,295) dengan kejadian keputihan. Diperlukan program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan berkelanjutan, baik melalui sekolah, keluarga, maupun tenaga kesehatan, agar remaja mampu memahami perbedaan keputihan normal dan patologis, meningkatkan kebersihan diri, serta menerapkan perilaku pencegahan sejak dini. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi strategi promosi kesehatan remaja secara lebih terarah.
Open AccessKeputihan, Pengetahuan, Remaja, Personal Hygiene, Sumber Informasi
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah dari vagina yang dapat bersifat fisiologis
maupun patologis. Kurangnya pengetahuan dan perilaku menjaga kebersihan area genital
menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya keputihan., sehingga perlu dicegah sejak
dini untuk menghindari dampak jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan
remaja putri mengenai keputihan. Metode penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen
dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Dilaksanakan di SMPN 5 Tambun Selatan
tahun 2025 pada 128 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner pretest dan posttest yang
mengukur tingkat pengetahuan tentang keputihan. Data yang diperoleh dianalisis
menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena berdasarkan uji Kolmogorov-Smirnov
menunjukkan data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan edukasi melalui media Leaflet.
Sebelum diberikan edukasi, mayoritas responden memiliki rata-rata skor pengetahuan
responden adalah 59,41 dan Sesudah intervensi, rata-rata meningkat menjadi 84,69. Hasil uji
Wilcoxon Signed Rank menunjukkan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat
pengaruh yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media
Leaflet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi menggunakan media Leaflet
efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang keputihan. Diharapkan media
ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan
reproduksi remaja di lingkungan sekolah.
Open AccessEdukasi, Media Leaflet, Pengetahuan, Keputihan, Remaja.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita usia subur
(WUS). Kurangnya pengetahuan dalam membedakan keputihan normal dan abnormal
dapat meningkatkan risiko infeksi. Di Kabupaten Bekasi, prevalensi keputihan pada WUS
mencapai 29,48% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
media audio visual terhadap pengetahuan wanita uisa subur tentang keputihan di TPMB Ira
Meykumala Dewi Kabupaten Bekasi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan
desain one group pretest-posttest pada 57 responden yang ditentukan melalui teknik total
sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan
pengetahuan responden setelah intervensi (p = 0,000), dengan mayoritas responden
sebelum intervensi berada pada kategori cukup (61,4%) dan kurang (36,8%), sedangkan
setelah intervensi seluruh responden (100%) masuk kategori baik. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa media audio visual efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia
subur mengenai keputihan dan dapat digunakan sebagai alternatif media edukasi kesehatan
reproduksi.
Open AccessMedia Audio Visual, Pengetahuan, Wanita Usia Subur, Keputihan
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan : Keputihan merupakan keluarnya cairan bukan darah yang keluar dari jalan lahir, dan mempunyai ciri-ciri seperti berbau atau tidak, berwarna atau tidak, kental atau cair, dan gatal atau tidak. Keputihan dibedakan menjadi dua kategori: normal (fisiologis) dan abnormal (patologis). Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Karang Bahagia Tujuan : Untuk mengetahui bagaimana remaja putri SMPN 1 Karang Bahagia tahun 2024 akan semakin mengetahui tentang keputihan akibat menonton video eduksi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 80 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Univariat dan Bivariat. Hasil : Pengetahuan remaja putri sebelum diberikan edukasi dengan media video mengenai keputihan dengan 80 responden didapatkan, 53 (66.3%) responden sedangkan pengetahuan baik yaitu 27 (33.8%) responden. Terdapat peningkatan menjadi 80 (100%) responden karena dilakukan edukasi dengan media video tentang keputihan yang meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Hasil analisisis dengan uji Paired T-test ada pengaruh media video terhadap peningkatan pengetahuan keputihan dengan p = 0,000 dimana p < 0,05 yang artinya Ha = diterima, ada pengaruh yang antara peningkatan pengetahuan dengan media video. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media video terhadap peningkatan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai masalah keputihan.
Open AccessPengetahuan, Keputihan, Remaja, Media Video
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Flour Albus (keputihan) sangat sering terjadi pada kehamilan trimester I akan lebih meningkat di
Trimester II sampai Trimester III yang disebakan oleh jamur dan bakterial vaginosis. Penggunaan pengobatan non farmakologi (menggunakan bahan alam sebagai obat) dinilai lebih aman dari pada menggunakan pengobatan farmakologi, karena efek samping non farmakologi relatif kecil jika digunakan secara tepat. Salah satu dari penggunaan pengobatan non farmakologi yaitu dengan menggunakan air rebusan daun sirih hijau yang memiliki manfaat serta khasiat tanpa efek samping sebagai solusi untuk mengatasi keputihan fisiologis maupun patologis dan untuk mencegah terjadinya keputihan pada wanita hamil. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh air
rebusan daun sirih hijau untuk mengurangi gejala keputihan pada ibu hamil di Klinik Seruni Husada 1.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu pra eksperimental dengan desain penelitian one grup pre test post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 42 ibu hamil dengan keputihan. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yaitu 42 orang ibu hamil. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Data dianalisis dengan analisis univariat dan Bivariat menggunakan uji wilxocon.
Hasil analisis univariat didapatkan keputihan pada ibu hamil sebelum dilakukan pemberian air rebusan daun sirih hijau sebagian besar dengan gejala keluar cairan dari vagina sebanyak 42 (100%) namun setelah pemberian air rebusan daun sirih hijau sebagian besar keluar cairan dari vagina sebanyak 40 (95,2%). Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian air rebusan daun sirih hijau untuk mengurangi gejala keputihan pada ibu hamil di Klinik Seruni Husada diperoleh z skore 4,118 dan p-value 0.000 (p<0.05). Saran dengan adanya penelitian ini diharapkan Ibu hamil
diharapkan dapat menerapakn penggunaan air rebusan daun sirih hijau untuk mengurangi gejala keputihan. Kesimpulan penggunaan air rebusan daun sirih hijau dapat menurunkan gejala keputihan sehingga keputihan yang dialami ibu menjadi fisiologis dan tidak menggangu aktivitas ibu.
Open AccessIbu Hamil, Keputihan, Daun Sirih
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Remaja yang mengalami keputihan ini banyak yang belum mengetahui tentang masalah
keputihan. Masalah rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi menjadi urutan yang
pertama. Keputihan sering dianggap sebagai hal yang umum dan sepele bagi wanita apalagi
remaja. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
pengetahuan remaja tentang keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX . Penelitian ini adalah
survey observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswi kelas IX SMPN 1 Sukawangi, dengan total sampel, sebanyak 137 orang. Instrument
pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate
dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel sumber informasi (P = 0,000)
dan pendidikan ibu (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna dengan pengetahuan remaja tentang
keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX. Terdapat hubungan bermakna antara sumber
informasi dan pendidikan ibu pengetahuan, pekerjaan, paritas, umur dan dukungan keluarga
dengan pengetahuan remaja tentang keputihan (fluor albus) pada siswi kelas IX. Disarankan pada
pihak sekolah untuk memberikan informasi kepada siswi melalui mata pelajaran biologi mengenai
kesehatan reproduksi khususnya tentang keputihan dan meningkatkan peran guru dalam upaya
pencegahan keputihan meliputi hygiene genitalis
Open AccessPengetahuan, Remaja Putri, Keputihan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Di Indonesia, sekitar 90% wanita dapat mengalami keputihan karena Indonesia merupakan daerah beriklim tropis,ini memudahkan jamur berkembang dengan mudah dalam banyak kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum menikah atau wanita muda berusia antara 16 – 18 Itu lebih terlihat mudah terkena risiko keputihan. Tujuan dilakukan nya penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik corelasional dengan pendekatan cross sectional . Dengan jumlah populasi 512 dan sampel 225 responden .variabel dependent yaitu personal hygiene dan penggunaan pantyliner, sedangkan variabel independent yaitu kejadian keputihan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Dianalisis dengan menggunakan Uji Chi- Squere . Hasil Uji Chi-Squere menunjukkan hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan p= 0.001, penggunaan pantyliner dengan kejadian keputihan p= 0.000.Sehinggaada hubungan antara faktor penyebab keputihan pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat . Untuk itu perlu untuk pihak sekolah dan juga petugas sekolah mampu memberikan mengajari, melakukan penyuluhan dan juga mengedukasi para siswi seputar kesehatan daerah genetalia yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan para remaja siswi putri tentang pentingnya menjaga kebersihan daerah genitalia.
Open AccessKeputihan ,personal hygiene,pantyliner
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Kesehatan reproduksi pada wanita harus memperoleh perhatian yang serius, salah satunya adalah keputihan,gangguan ini menjadi masalah kedua dari gangguan haid, perempuan di Indonesia mengalami keputihan mencapai sebanyak 75% diantaranya 50% terjadi pada remaja dan 25% terjadi pada wanita usia subur (WUS). Ini disebabkan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang yang berakibat banyaknya kasus keputihan pada perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan keputihan dikelas IX SMPN 1 Tambelang tahun 2023. metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Dengan populasi 206 orang dan sampel 136 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling . Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner dan penlight. Uji statistik menggunakan uji univariat, bivariat dan uji chi square.Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,025), dengan OR 1,318. sikap (p= 0,014), dengan OR 1,020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap dengan pencegahan keputihan pada remaja putri.
Open Accesspengetahuan, sikap, pencegahan keputihan pada Remaja Putri.
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Di Indonesia, sekitar 90% wanita dapat mengalami keputihan karena Indonesia merupakan daerah beriklim tropis,ini memudahkan jamurberkembang denganmudahdalam banyak kasus keputihan. Gejala keputihanjuga dialami oleh wanita yang belum menikah atauwanita muda berusia antara 16 –18 Itu lebih terlihat mudah terkena risiko keputihan. Tujuandilakukannya penelitian iniadalahuntuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putridi SMAN 2 Cikarang Pusat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik corelasionaldengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi 512 dan sampel 225 responden .variabel dependent yaitu personal hygienedan penggunaan pantyliner,sedangkan variabel independent yaitu kejadian keputihan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Squere. Hasil Uji Chi-Squeremenunjukkan hubungan personal hygienedengan kejadian keputihan p= 0.001, penggunaan pantylinerdengan kejadian keputihan p= 0.000.Sehinggaada hubungan antara faktor penyebab keputihan pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat . Untuk itu perlu untuk pihak sekolahdan juga petugas sekolah mampu memberikan mengajari, melakukan penyuluhan dan juga mengedukasi para siswiseputar kesehatan daerah genetali yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan para remaja siswi putritentang pentingnya menjaga kebersihan daerah genitalia.
Open AccessKata kunci :Keputihan pada remaja putri
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Kesehatan reproduksi pada wanita harus memperoleh perhatian yang serius, salah satunya adalah keputihan,gangguan ini menjadi masalah kedua dari gangguan haid, perempuan di Indonesia mengalami keputihan mencapai sebanyak 75% diantaranya 50% terjadi pada remaja dan 25% terjadi pada wanita usia subur (WUS). Ini disebabkan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang yang berakibat banyaknya kasus keputihan pada perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pencegahan keputihan dikelas IX SMPN 1 Tambelang tahun 2023. metode penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Dengan populasi 206 orang dan sampel 136 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling . Analisis yang digunakan analisa univariat dan analisa bivariat. Instrument yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner dan penlight. Uji statistik menggunakan uji univariat, bivariat dan uji chi square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (ρ=0,025), dengan OR 1,318. sikap (ρ= 0,014), dengan OR 1,020. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pengetahuan, sikap dengan pencegahan keputihan pada remaja putri.
Open AccessKata kunci : pengetahuan, sikap, pencegahan keputihan pada Remaja Putri.
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada wanita. Penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim, seperti kurang bersih saat mengeringkan bagian organ intim setelah buang air kecil dan buang air besar. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya keputihan patologis dengan menggunakan daun sirih hijau (peper betle L) kandungan di dalam daun sirih hijau (peper betle L) ini dapat menghilangkan bakteri dan anti jamur di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan air daun sirih terhadap keputihan pada WUS di TPMB Evi Susanti, Amd, Keb Tahun 2022.
Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian: WUS yang datang ke PMB Evi Susanti yang mengalami keputihan sebanyak 45. Sampel penelitian berjumlah 30 WUS, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variable dependen yaitu keputihan pada WUS. Variable independen yaitu rebusan daun sirih. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi
Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 30 responden kondisi keputihan setelah diberikan daun sirih mayoritas dengan kategori ada perubahan sebanyak sebanyak 27 responden (90%). Sedangkan kondisi keputihan setelah diberikan rebusan daun sirih dengan kategori tidak ada perubahan sebanyak sebanyak 3 Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap keputihan pada WUS di TPMB Evi Susanti Amd,Keb Tahun 2022.
Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap keputihan pada WUS di TPMB Evi Susanti Amd,Keb Tahun 2022. Saran dalam penelitian ini untuk Diharapkan peneliti bisa melakukan penelitian yang lebih baik lagi dan menggunakan referensi yang lebih banyak lagi.
Open AccessDaun Sirih, Keputihan, WUS
Thesis•2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman PROGRAM STUDI SARJANA KEBIDANAN DAN PENDIDIKAN PROFESI BIDAN. Skripsi, 1 Maret 2023 Nama : Evi Susanti Nim : 221050009 PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN AIR DAUN SIRIH TERHADAP KEPUTIHAN PADA WUS DI TPMB EVI SUSANTI, AMD.KEB TAHUN 2022 XIV + 68 Hamalan + 4 Tabel + 11 Lampiran ABSTRAK Keputihan merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada wanita. Penyebab keputihan adalah masalah kebersihan di sekitar organ intim, seperti kurang bersih saat mengeringkan bagian organ intim setelah buang air kecil dan buang air besar. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya keputihan patologis dengan menggunakan daun sirih hijau (peper betle L) kandungan di dalam daun sirih hijau (peper betle L) ini dapat menghilangkan bakteri dan anti jamur di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian rebusan air daun sirih terhadap keputihan pada WUS di PMB Evi Susanti, Amd, Keb Tahun 2022. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian: WUS yang datang ke PMB Evi Susanti yang mengalami keputihan sebanyak 45. Sampel penelitian berjumlah 30 WUS, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Variable dependen yaitu keputihan pada WUS. Variable independen yaitu rebusan daun sirih. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi Hasil Penelitian diketahui bahwa dari 30 responden kondisi keputihan setelah diberikan daun sirih mayoritas dengan kategori ada perubahan sebanyak sebanyak 27 responden (90%). Sedangkan kondisi keputihan setelah diberikan rebusan daun sirih dengan kategori tidak ada perubahan sebanyak sebanyak 3 Hasil uji Wilcoxone Signed Test diperoleh nilai nilai p= 0.000 0,05 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap keputihan pada WUS di PMB Evi Susanti Amd,Keb Tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh pemberian rebusan daun sirih terhadap keputihan pada WUS di PMB Evi Susanti Amd,Keb Tahun 2022. Saran dalam penelitian ini untuk Diharapkan peneliti bisa melakukan penelitian yang lebih baik lagi dan menggunakan referensi yang lebih banyak lagi. Kata Kunci: Daun Sirih, Keputihan, WUS
Open AccessDaun Sirih, Keputihan, WUS
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Hasil studi pendahuluan 82 remaja putri hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 79 remaja putri (96,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian keputihan pada remaja putri di RW 005 Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi tahun 2021.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. sampel dalam penelitian ini sebanyak 86 orang remaja putri. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling sedangkan data di analisis dengan teknik univariat.
Hasil penelitian menunjukan terdapat 65 responden (75,6%) mengalami keputihan, 46 responden (53,5%) berpengetahuan kurang baik, 44 responden (51,2%) tidak memperoleh informasi tentang keputihan, 49 responden (57%) melakukan vulva hygiene kurang baik, 45 responden (52,3%) kurang mendapatkan peranan orang tua mengenai pencegahan keputihan.
Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang mengalami keputihan masih dalam kategori tinggi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh pihak RW 005 bekerja sama dengan tenaga kesehatan agar terus memberikan penyuluhan terkait keputihan pada remaja putri.
Open AccessRemaja Putri, Keputihan, pengetahun, Informasi, Vulva Hygiene, Peran Orang tua
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Bagi remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari.
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sumber informasi, personal hygiene, pembinaan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang dengan sampel sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian keputihan p value = 0,000 dan nilai OR di dapatkan 9,750, sumber informasi p value = 0,001 dan nilai OR 5,667, dukungan keluarga p value = 0,001 dan nilai OR 9,750, personal hygiene p value = 0,001 dan nilai OR 7,000 dan pembinaan tenaga kesehatan p value = 0,000 dan nilai OR 9,750
Kesimpulan dari hasil penelitian 5 variabel yang diteliti (tingkat pengetahuan, sumber informasi, dukungan keluarga, personal hygiene dan pembinaan tenaga kesehatan) 5 variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Tambelang. Saran dalam penelitian ini adalah dapat memberikan sumber informasi dan menambah pengetahuan kepada responden tentang pentingnya menjaga kebersihan personal hygiene serta meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang kejadian keputihan.
Open AccessKeputihan, Pengetahuan, Sumber Informasi, Personal Hygiene, Pembinaaan Tenaga Kesehatan, Dukungan Keluarga
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Menurut Profil Kesehatan Jawa Barat (2015) Jumlah remaja putri usia 15-19 tahun di Kabupaten Bekasi mencapai 318,864 jiwa dan remaja putri yang mengalami keputihan sebesar 29,48% (Dinas Kesehatan, 2015). Dari hasil studi pendahuluan 60 siswi kelas XI hampir seluruhnya pernah mengalami keputihan sebanyak 56 orang (93,3%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatahui faktor-faktro yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah populasi 105 orang remaja puteri di SMAN 1 Serang Baru dan didapatkan hasil 65 orang remaja puteri yang mengalami keputihan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitian ini menggunakan koesioner. analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square.
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Pembersih kewanitaan (P-Value =0,001), Pengetahuan (P-Value=0,006), Pola Makan (P-Value=0,000), Stress (P=0,035), Dukungan Keluarga (P-Value=0,015), Sarana dan Prasarana (P-Value=0,002) dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Kesimpulan peneliti dari 6 variabel (Pembersih Kewanitaan, Pengetahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana) hasilnya berhubungan dengan keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Serang Baru. Saran bagi sekolah untuk lebih memperhatikan tentang kesehatan reproduksi pada remaja putri dan menyediakan sarana dan prasarana yang memadai.
Open AccessKeputihan , Pembersih Kewanitaan, Pengeahuan, Pola Makan, Stress, Dukungan Keluarga, Sarana dan Prasarana