Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Hubungan Fatherless, Mekanisme Koping, Media Sosial dan Bullying Dengan Kesehatan Mental Remaja di SMAN X Tahun 2026

Koleksi PerpustakaanUniversitas Medika Suherman1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja merupakan kondisi penting yang menentukan kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan hidup, berinteraksi sosial, dan mengembangkan potensi diri secara optimal. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental cenderung menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan stres, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan prestasi akademik. Salah satu faktor risiko yang signifikan adalah fatherless, yaitu ketidakhadiran peran ayah secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menurunkan rasa percaya diri, meningkatkan kecemasan, serta memengaruhi regulasi emosi remaja. Selain itu, kemampuan remaja dalam mengatasi tekanan dipengaruhi oleh mekanisme koping yang mereka gunakan. Strategi koping adaptif dapat memperkuat kesehatan mental, sementara koping maladaptif dapat memperburuk kondisi psikologis. Penggunaan media sosial yang cenderung negatif juga berdampak pada kesehatan mental, karena dapat memicu perbandingan sosial, kecemasan, dan stres. Di sisi lain, pengalaman bullying yang sering, baik di dunia nyata maupun melalui dunia maya, meningkatkan risiko gangguan psikologis dan menurunkan kesejahteraan emosional remaja. Dengan memahami faktor-faktor ini secara simultan, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif tentang determinan kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fatherless, mekanisme koping, media sosial, dan bullying dengan kesehatan mental remaja di SMAN X tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner fatherless, mekanisme koping, media sosial, bullying dan DASS-Y yang disebarkan kepada seluruh populasi (purposive sampling) sebanyak 72 responden berusia 15–16 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman karena data tidak terdistribusi normal. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara fatherless dengan kesehatan mental (r= 0,505; p= 0,000) dengan kekuatan hubungan sedang. Mekanisme koping memiliki hubungan paling kuat dengan kesehatan mental (r= 0,619; p= 0,000), diikuti oleh pengalaman bullying (r= 0,551; p= 0,000) dan dampak negatif penggunaan media sosial (r= 0,523; p= 0,000).Kesimpulan: Kondisi fatherless, mekanisme koping, penggunaan media sosial, dan pengalaman bullying secara signifikan berhubungan dengan kesehatan mental remaja. Strategi koping adaptif dapat menjadi faktor protektif, sedangkan ketidakhadiran ayah, paparan media sosial negatif, dan bullying meningkatkan risiko gangguan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan koping yang sehat, pengawasan penggunaan media sosial, serta pencegahan bullying untuk menjaga kesehatan mental remaja

Kata kunci

Kesehatan mental, remaja, fatherless, mekanisme koping, bullying, media sosial

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Hubungan Fatherless, Mekanisme Koping, Media Sosial dan Bullying Dengan Kesehatan Mental Remaja di SMAN X Tahun 20262026 · oai:ais:library-item:27761

Publikasi terkait