Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MA

1.765 karya publik ditemukan.

Analisis Efektivitas Biaya Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Peserta BPJS Rawat Inap di RS Marzoeki Mahdi Periode Juli-Desember 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang: Tingginya jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 menimbulkan beban biaya yang begitu besar. Berdasarkan data laporan tahunan, diabetes melitus tipe 2 masuk ke dalam 10 besar penyakit terbanyak. Tujuan: Menganalisis efektivitas biaya dan terapi pasien diabetes tipe 2 di rumah sakit marzoeki mahdi pada periode Juli-Desember 2022. Metode: Menghitung nilai ACER dan ICER berdasarkan kelompok terapi obat antidiabetik oral yaitu kelompok A terapi tunggal, kelompok B terapi kombinasi 2 obat, kelompok C terapi kombinasi 3 obat. Hasil: Nilai ACER atau nilai biaya terendah pada kelompok A sebesar Rp 15.115 terapi obat glimepiride, kelompok B sebesar Rp 28.561 terapi kombinasi obat metformin dan glimepiride, kelompok C sebesar Rp 9.233 terapi kombinasi obat metformin, glimepird, dan piglitazon. Nilai ICER atau biaya yang dibutuhkan untuk mengganti terapi obat yang lebih baik pada kelompok A sebesar Rp 4.173 terapi obat gliquidon, kelompok B sebesar Rp 27.488 terapi kombinasi obat metformin dan pioglitazone, kelompok C sebesar Rp 16.662 terapi kombinasi obat metformin, gliquidon, dan pioglitazone. Kesimpulan: Nilai ACER terendah yaitu pada kelompok C sebesar Rp 9.233 dengan kombinasi obat metformin, glimepird, dan pioglitazone. Nilai ICER terendah pada kelompok A dengan terapi obat gliquidon.

HUBUNGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG,2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN ( UMS ) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN SKRIPSI, MEI 2023 NAMA : IRWAN FIRMANSYAH NIM : 221070008 PERBANDINGAN COMORBID DIABETES MELITUS DAN HIPERTENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK GRADE V YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2023 Xii+77 Halaman+6 Tabel+6 Lampiran ABSTRAK Penyakit ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan beban ekonomi yang tinggi. Pada tahun 2018 terdapat 91 % pasien yang dibiayai oleh JKN baik PBI maupun non PBI. Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi akan mengalami penurunan kualitas hidup. Angka kejadian gagal ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data dari Riskesdas, (2018) yaitu sebesar 0,38% dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 252.124.458 jiwa maka terdapat 713.783 jiwa yang menderita gagal ginjal kronis di Indonesia (Riskesdas, 2018). Prevalensi gagal ginjal kronik berdasarkan diagnosis dokter Indonesia sebesar 0,2%. Prevalansi di Provinsi Jawa Barat menempati urutan kedelapan sebesar 3,8% (Riskesdas, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialysis dengan comorbid diabetes mellitus dan hipertensi di RS Sentra Medika Cikarang. Penelitian ini bersifat observasional-analitik dengan design penelitian cross section. Analisa hasil penelitian dilakukan dalam 2 tahap yaitu analisa univariat dan analisa bivariat , lokasi penelitian secara umum dilakukan diruang hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Adapun pelaksanaan penelitian dilakukan pada tanggal 5 – 25 maret tahun 2023. Jumlah populasi ada 64 pasien hemodialysis. Analisis perbandingan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialysis menggunakan metode uji analisis Independent T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini comorbid diabetes mellitus memiliki kualitas hidup yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien hemodialisis dengan hipertensi Saran agar responden selalu mendapatkan dukungan dari keluarga untuk selalu menjalani hemodialisis dan terus menjaga kualitas hidupnya. Bahan Bacaan : 2018 – 2023 Kata Kunci : Comorbid Diabetes Melitus, Hipertensi, Kualitas Hidup

Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Diabetes Melitus dengan Kepatuhan Pemeriksaan Gula Darah pada Pasien di Rumah Sakit Harapan Bunda

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Kurang patuhnya pasien terhadap diet diabetes mellitus, kurang paham waktu untuk seharusnya kontrol, dan pemeriksaan gula darah, gaya hidup dan dukungan keluarga masih sangat kurang. Setelah dilakukan observasi pada pasien rawat jalan dengan Diabetes Melitus didapatkan pengetahuan pasien yang tahu 20% dan yang tidak tahu 80%. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di RS Harapan Bunda Jakarta. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mayoritas usia mayoritas 56th – 65th 28 responden (35,9%), jenis kelamin perempuan 45 responden (57,7%), pendidikan SMA 60 responden (76,9%), suku jawa 31 responden (39,7%). Kesimpulan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang gula darah dengan kepatuhan pemeriksaan gula darah di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta tahun 2023 P Value 0,04 0,05. Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan tingkat pengetahuan agar rutin dalam kontrol gula darah di Rumah Sakit serta Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.

Identifikasi Kadar Kalium Dalam Kentang Merah Dan Kentang Kuning (Solanum tuberosum L.) Menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalium merupakan salah satu kation yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kalium banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat beberapa jenis kentang berdasarkan warna yaitu kentang merah, kentang kuning dan kentang putih. Kentang yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kentang kuning dan kentang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kadar kalium yang terkandung dalam kentang kuning dan kentang merah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah kentang kuning dan kentang merah. Analisis kualitatif menggunakan larutan asam pikrat dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode One-Way Anova. Hasil penelitian diperoleh kadar kalium pada kentang kuning sebesar 97,8161 ± 0,0656 mg/100g dan kadar kalium kentang merah sebesar 95,6601 ± 0,0342 mg/100g. Hasil uji statistik beda rata-rata kandungan kalium menggunakan uji distribusi t didapatkan hasil 1893,8529. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalium pada kentang kuning dan kentang merah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kandungan kentang kuning lebih tinggi dibandingkan kentang merah.

Hubungan Pengetahuan dengan Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada Pasien DM yang Melakukan perawatan dirumah diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat terjadi pada semua orang termasuk pada lanjut usia, karena sistem metabolisme pada lanjut usia sudah mengalami penurunan, kurang menjaga pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Salah satu tindakan pencegahan komplikasi kaki pada pasien diabetes mellitus adalah senam kaki. Senam kaki diabetes adalah suatu kegiatan atau latihan yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus untuk mencegah terjadinya kaki diabetik. Menurut penelitian perilaku perawatan kaki merupakan komponen yang penting dalam pencegahan kaki diabetik. Namun banyak pasien Diabetes Melitus (DM) yang tidak menjalankannya akibat rendahnya pengetahuan dan self-efficacy pasien maupun motivasi melakukan senam kaki diabetes. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sample dalam penelitian ini menggunakan total keseluruhan Populasi yaitu 30 pasien prolanis DM yang melakukan kontrol di Puskesmas DTP Purwakarta. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan pasien dan kuesioner Motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM, dan kemudian data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta, uji statistic diperoleh nilai (p=0.020). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi melakukan senam kaki diabetes pada pasien DM diwilayah kerja UPTD Puskesmas DTP Purwakarta. Dari hasil analisis diperoleh pula nilai OR = 7.249 yang artinya responden dengan pengetahuan kurang mempunyai peluang 7,24 kali untuk memiliki motivasi melakukan senam kaki diabetes dibanding responden dengan penegetahuan yang cukup.

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS DI RS SENTRA MEDIKA CISALAK TAHUN 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di RS Sentra Medika Cisalak dari 1 bulan terakhir pasien diabetes melitus berjumlah 200 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya penurunan gula darah setelah diberikan relaksasi pada penderita Diabetes Melitus. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dengan lembar observasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dimana sample diambil secara acak dengan populasi 42 responden. Intrumen yang digunakan adalah alat glucometer. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji wilcoxon. Hasil : Hasil pengolahan data menggunakan uji Wilcoxon menunjukan bahwa p value 0.000 <0,05. Maka dapat diambil kesimpulan secara statistic bahwa ada hubungan antara relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah yang artinya H0 di tolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Terdapat perbedaan bermakna rata-rata kadar glukosa darah sebelum dan setelah dilakukan intervensi relaksasi. Diharapkan relaksasi dilakukan sebagai intervensi keperawatan mandiri dalam menurunkan kadar glukosa darah serta dapat menjadi edukasi terhadap pasien agar kemudian tindakan relaksasi bisa dilakukan dirumah. Bahan baca : : 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022) Kata kunci : Diabetes, Relaksasi, Gula Darah

PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET XYLITOL TERHADAP PENURUNAN RASA HAUS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MELAKUKAN CUCI DARAH DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic kidney failure is a kidney function disorder characterized by increased levels of toxic (urea creatinine) in the blood as a result of the inability of the kidneys to filter the body's metabolic products which are irreversible. The aim of this study was to determine the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis, This research is a type of quantitative research with a quasi-experimental design using a one group pretest posttest design without control group to 31 samples from 212 patients populations undergoing hemodialysis in sentra medika cibinong hospital in 2023 using the technique purposive sampling. Based on the normality test kolmogrov smirnov show the data is normally distributed (p 0.05), and the parametric paired t-test gets a p value of 0.000 (0.05) meaning there is the influence of chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. The conclusion is thirst level before chewing xylitolgum is moderate thirst, thirst level after chewing xylitol gum is mild thirst, and there is a influence chewing xylitol gum with the reduction of thirst in chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Suggestions for research this is expected Suggestions in this study are that Sentra Medika Cibinong Hospital can hold lay seminars on the benefits of xylitolgum to overcome thirst in patients undergoing hemodialysis with the hope of increasing discipline in limiting fluid intake and morbidity and mortality can be avoided due to excess fluid volume. Keywords : Coronary Kidney Desease, xylitolBubble Gum, Thirsty.

Hubungan Pengetahuan Keamanan Pangan dengan Personal Hygiene pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Keamanan pangan adalah upaya mencegah makanan dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi masalah global dengan angka kasus tinggi, termasuk di Indonesia. Berbagai kasus keracunan makanan menunjukkan masih adanya risiko pada jajanan yang kurang higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene makanan karena keterbatasan informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan dan sikap sangat berperan dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pada pedagang jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar upaya edukasi untuk meningkatkan kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan kuesioner. Kolmogorov Smirnov digunakan untuk menguji normalitas, dan uji Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 880 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0. 151 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Tidak ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene.

Hubungan Siklus Menstruasi Terhadap Kejadian Jerawat di Wajah Pada Siswi SMAN 99 Jakarta Timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Remaja putri mengalami proses pubertas yang ditandai adanya menstruasi. Proses menstruasi adalah perdarahan periodic dari rahim dengan terlepasnya endometrium dengan panjang normal siklus 21-35 hari. Pada saat siklus menstruasi hormone androgen keluar bersaaman hoemon estrogen dan progesterone. Apabila hormon Adrogen lebih dominan menyebabkan gangguan sekresi pada kelenjar sebasea pada kulit sehingga kulit rentan terhadap timbulnya jerawat. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampling probability simple random sampling. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 74 % dan mengalami jerawat sebanyak 77.6%. Terdapat hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat diwajah yaitu dengan menggunakan uji chisquare (X2) dengan tingkat kemaknaan (α) adalah ≤ 0,05 didapatkan nilai Probabilitas (p) 0,000. Nilai odds ratio = 2,926 (95% CI1,422-15,064) menunjukkan bahwa siklus menstruasi 2x memiliki potensi dalam kejadian jerawat di wajah. Sehingga dapat diambil kesimpulan Ha diterima atau adanya hubungan yang signifikan hubungan siklus menstruasi terhadap kejadian jerawat di wajah. Bahan Bacaan : 37 Kepustakaan (Tahun 2013-2023) Kata kunci :Siklus Menstruasi, Jerawat Di Wajah .

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi di Desa Sindangsari Tahun 2025

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SINDANGSARI TAHUN 2025 Rosmala Rahma Aulia Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] ABSTRAK Imunisasi dasar lengkap (IDL) berperan penting dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) pada bayi. Meskipun program imunisasi telah dilakukan secara luas, cakupan IDL di wilayah Puskesmas Cabangbungin belum mencapai target nasional 100%, hanya sebesar 94% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi di desa Sindangsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi usia 9–12 bulan di desa Sindangsari. Sebanyak 60 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan, dukungan tenaga kesehatan, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi dasar (p 0,05). Ibu dengan pengetahuan baik, pendidikan tinggi, usia 30 tahun, tidak bekerja, serta mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga, cenderung lebih melengkapi imunisasi dasar bayinya. Penelitian ini menekankan pentingnya peran Puskesmas, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung imunisasi dasar, serta perlunya penelitian lanjutan yang lebih luas.

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA PADA PASIEN DIABETES MILITUS TIPE 2 DI RUANG IGD RS SENTRA MEDIKA CIBINONG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, MEI 2023 Muhammad Arif NIM: 221070003 Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong xv+ 46 halaman + 5 lampiran+ 13 tabel + 3 Gambar ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme (karbohidrat, lipid, dan protein) kronis yang disebabkan berbagai etiologi dan ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin secara menahun. Salah satu komplikasi yang umum dari Diabetes Melitus adalah Hipoglikemia yang disebabkan glukosa darah tiba-tiba menjadi terlalu rendah dikarenakan oleh berbagai alasan. Tujuan penelitian mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang IGD Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Jenis Penelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah Populasi sebanyak 40 orang, dengan jumlah sampel juga sebanyak 40 responden menggunakan tehnik total sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Berdasarkan hasil penelitian didapati hasil Ada hubungan yang signifikan antara usia (p- value = 0,033 dan OR 5,6), insulin (p- value = 0,00 dan OR 62,5), nutrisi (p- value = 0,006 dan OR 11,3) dan sepsis (p- value = 0,005 dan OR 9,9) dengan kejadian hipoglikemia pada pasien Diabetes Melitus tipe II. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam mengenali tanda dan gejala hipoglikemia. Sehingga pasien dan keluarga mampu untuk meminimalisir terjadi hipoglikemia Kata Kunci: Hipoglikemia, Diabetes Melitus tipe II Daftar Pustaka (2013-2022)

Hubungan Kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di rw 005 desa wanajaya kecamatan.cibitung

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja merupakan masa peralihan dimana remaja mulai mencari jati diri dengan berbagai hal yang baru salah satunya merokok. Prevalensi remaja perokok yaitu 78,2% remaja berusia 15-19 tahun. Yaitu dapat diartikan remaja merokok yaitu lingkungan keluarga dengan perilaku orang tua yang merokok. Tujuan: penelitian ini adalah hubungan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan Purposive sampling sebanyak 55 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Uji Chi Square. Analisa Chi Square menunjukkan bahwa nilai p=0,005 sehingga lebih besar dari nilai p0,05 Hasil: Ada hubungan Signifikan kebiasaan merokok orang tua dengan kejadian merokok pada remaja di Rw.05 Desa Wanajaya Kec.Cibitung. Saran: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diharapkan remaja yang merokok dapat mengurangi kebiasaan merokok, dan lebih berhati- hati dalam pergaulan serta tidak mudah terpengaruh di lingkungan yang merokok, untuk remaja yang tidak merokok untuk tetap menjauhi rokok dan mengajak orang yang ada di sekitarnya untuk menjauhi rokok

Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus dengan Kejadian Gangguan Kognitif pada Pasien Diabetes Melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 26 Maret 2023 Nama : Moh Trikusuma Atmaja NIM : 221070043 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalakasaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangakap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit

ASUHAN KEPERAWATAN GANGGUAN NYERI PADA Ny. W DENGAN DIAGNOSA MEDIS APPENDISITIS DI RUANG CHRYSANT RS. SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Appendisitis adalah kondisi dimana apendiks mengalami inflamasi yang menyebabkan terjadinya nyeri pada abdomen khususnya kuadran kanan bawah. Appendisitis memerlukan penanganan operatif karena keadaannya gawat darurat. Berdasarkan tahapan prosesnya, appendisitis diklasifikasikan menjadi tiga yaitu appendisitis sederhana, gangrenus dan perforatif. Diagnosis dan intervensi pembedahan yang cepat sangat diperlukan demi mencegah pecahan appendiks yang akan menyebabkan terjadinya peritonitis dan perforasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menggali asuhan keperawatan gangguan nyeri akut pada pasien appendisitis secara komperehensif melalui tahapan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada subjek satu orang pasien atau individu yang mengalami appendisitis akut. Peneliti berhasil mendapatkan diagnosa utama yaitu nyeri akut dengan intervensi teknik relaksasi genggam jari. Hasil didapatkan bahwa gelisah yang dirasakan klien berkurang namun tidak dengan nyerinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah nyeri yang dirasakan klien disebabkan oleh infeksi pada appendiks dan harus dilakukan bedah appendiktomi untuk dapat bisa menurunkan atau bahkan menghilangkan intensitas nyeri pada klien.

PENGARUH KOMBINASI ANKLE PUMPINGEXERCISE DAN ELEVASI KAKI TERHADAP PENURUNAN EDEMA KAKI PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG HEMODIALISA RS SENTRA MEDIKA CIBINONG

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Edema adalah kondisi vena yang terbendung karena adanya peningkatan tekanan hidrostatik intravaskuler (tekanan yang mendorong darah mengalir di dalam vaskuler oleh kerja pompa jantung), sehingga menimbulkan pembesaran atau penumpukan cairan plasma ke ruang interstitium. Salah satu masalah yang banyak ditemukan pada pasien CKD stage V yang menjalani HD adalah kelebihan volume cairan yang ditandai dengan edema ekstremitas atas maupun bawah. Tindakan mandiri yang dapat dilakukan untuk mengurangi edema terutama edema tungkai atau edema perifer yaitu dengan mengkombinasikan terapi ankle pumping exercise dan elevasi kaki. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode Pre-Experimental Design dengan pendekatan The One Grup Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 23 orang yang mengalami penurunan derajat edema (negative rank) dengan nilaip-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RS Sentra Medika Cibinong. Saran untuk pasien agar dapat memanfaatkan kombinasi anklepumping exercise dan elevasi kaki terhadap penurunan edema kaki pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis sehingga pasien dapat mengontrol intake cairan sehingga tidak melebihi kenaikan berat badan yang dianjurkan supaya tidak terjadi edema pada ekstremitas.

STUDI KASUS ASUHAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL, BERSALIN DAN BAYI BARU LAHIR PADA NY. A G2P1A0 PERIODE 22 MARET – 28 MEI 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu tolak ukur untuk mengetahui derajat kesehatan suatu negara. Angka kematian Ibu (AKI) menurut WHO adalah kematian selama kehamilan atau periode 42 hari setelah berakhirnya kehamilan, akibat semua sebab yang terkait dengan atau diperberat oleh kehamilan atau penangannya, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau cidera.

Hubungan Tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik di desa mekarmukti cikarang utara tahun 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Seperti diketahui obat merupakan campuran bahan kimia yang dipergunakan untuk menyembuhkan penyakit obat juga meruapakan hasil produk biologis obat terbagi menjadi obat bermerek dan obat paten. Adapaun obat yang dikenal dengan obat generik dimana obat yang disubsidikan dalam program pemerintah. Pengetahuan dan persepsi merupakan suatu yang pernah didapatkan dari pengalaman. Faktor pengetahuan dan persepsi bisa dilihat dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini peneliti bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi masyarakat terhadap obat generik didesa mekar mukti kecamatan cikarang utara dari beberapa faktor berikut dalam pemilihan obat antara lain: umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Metode dalam penelitian ini peneliti menggunakan medote analisis kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat (chi-square ters) untuk mengetahui dan menginterprestasikan tingkat pengetahuan dan persepsi terhadap obat generik. Lalu Adapun populasi dalam penelitian ini sebesar 31.975 dengan sampel sebesar 100 yang didapat dengan menggunakan rumus slovin dari 31.975. sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen peninjaun dengan menyebarkan kuesioner. Hasil dari penelitan ini mengenai pengetahuan dan persepsi masyarakat didesa mekar mukti cikarang utara dikategorikan baik, kemudian untuk hubungan antara umur memiliki nilai 0,604, jenis kelamin memiliki nilai 0,622, tingkat Pendidikan memiliki nilai 0,250 dan pekerjaan memiliki nilai 0,226. >0.05. Kesimpulan dan Saran, kesimpulan menunjukan bahwa dari segi jenis, kelamin, tingkat Pendidikan dan pekerjaan menunjukan tidak ada hubungan dan keterkaitan dalam persepsi masyarakat dengan obat generik. Saran bisa di tambahkan uji normalitas untuk penelitian selanjutnya.

Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Terjadinya Poli Neuropati di RS Sentra Medika cikarang tahun 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena akibat adanya resistensi insulin yang mana sel-sel dalam tubuh tidak mampu merespon sepenuhnya insulin. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, polineuropati.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Menderita Diabetes Melitus Tipe II Dengan Kejadian Polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang 2023. Metode: Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan desain survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini pasien yang sudah didiagnosa menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati yang berjumlah 65 pasien yang rutin berobat dari bulan oktober sampai dengan bulan september tahun 2022 di Poliklinik RS Sentra Medika Cikarang. Hasil Penelitian: Dari hasil uji statistik Chi Square menunjukan bahwa nilai p= 0.011 < α 0.05 maka dapat diambil kesimpulan secara stastistik bahwa ada hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati, dengan nilai OR 7.498 (2.564 -16.426), sehingga responden dengan mempunyai diabetes melitus tipe II di atas > 5 tahun memiliki resiko 7.998 kali lebih besar untuk mengalami komplikasi polineuropati. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan lama menderita diabetes melitus tipe II dengan kejadian polineuropati di RS Sentra Medika Cikarang dengan nilai (p value 0.011) dan OR 7.498 95% CI (2.564-16.426). Bahan Bacaan : Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe II, Polineuropat, Lama Menderita Diabetes Melitus

Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Teknik Menyusui Yang Benar Pada Ibu Menyusui Di Desa Sukarasa

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA xvi + 62 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Teknik menyusui yang benar adalah cara pemberian ASI pada bayi dengan perlekatan, posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya ibu Menyusui bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel sebanyak 82 responden, pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan uji analisis chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) memiliki pengetahuan kurang baik. Terdapat 44 responden (53,7%) memiliki usia beresiko. Terdapat 42 responden (51,2%) memiliki sikap baik. Terdapat 43 responden (52,4%) memiliki dukungan keluarga tidak mendukung. Nilai p-value menunjukan (α=0,05) yang artinya ada hubungan antara faktor pengetahuan, usia, sikap, dukungan keluarga dengan teknik menyusui yang benar. Kesimpulan : Adanya hubungan antara faktor pengaruh dengan teknik menyusui yang benar di Desa Sukarasa. Saran : Diharapkan pada penelitian ini responden dapat menambah pengetahuan tentang Teknik Menyusui yang benar. Diharapkan bagi peneliti selanjunya dapat mengembangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan Teknik Menyusui yang benar. Kata Kunci : Dukungan Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui Yang Benar, Usia. Daftar Pustaka : 1 buku dan 28 jurnal (2013-2023)

GAMBARAN EDUKASI MENGGUNAKAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

Pengaruh tekhnik Terapi Relaksasi Genggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus DM Type 2 di Rs Harapan Bunda

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) Bekasi, Mei 2023 May Susanti Pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta VII BAB + 40 Halaman, 6 Tabel, 2 Skema, 8 lampiran ABSTRAK Ulkus diabetikum adalah ulkus di bawah pergelangan kaki karena berkurangnya sirkulasi kapiler atau arteri,neuropati dan kelainan bentuk kaki ( Robberstad et al.,2017) . Relaksasi genggam jari adalah cara yang mudah untuk mengelola emosi dan kecerdasan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Terapi Relaksasi Ganggam Jari Terhadap Tingkat Nyeri Post Debridement Ulkus Diabetes Melitus 2 di RS Harapan Bunda Jakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian desain pre-eksperiment one group pre-test-posttest. Desain ini melibatkan satu kelompok yang diberi pre-test (O), diberi treatment (X) dan diberi post-test. Keberhasilan treatment ditentukan dengan membandingkan nilai pre-test dan nilai post-testdimana populasinya adalah penderita DM type 2 dengan post op debridemen dengan menggunakan sistem total sampling dimana minimal jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 orang saat pre dan post test. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden usia 46 tahun – 55 tahun didapatkan 22 responden (73,3%), jenis kelamin perempuan 17 responden (56,7%), pendidikan SMA 22 responden (73,3%). Hasil skala nyeri sebelum dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas berat 22 responden (73,3%). Diketahui skala nyeri setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi genggam jari terhadap tingkat nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 mayoritas nyeri sedang 18 responden (60%). Kesimpulan ada pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan nyeri post debridement ulkus diabetes melitus tipe 2 Di RS Harapan Bunda Jakarta P-Value 0,000 >0,05. Peneliti menyarankan agar penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian sejenis dengan tehnik penelitian yang berbeda disertai penambahan variabel penelitian.

Pengaruh program diabetes self management education terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyakit diabetes mellitus akan menyertai seumur hidup penderita sehingga sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi pada organ tubuh seperti mata, jantung, pembuluh darah, dan saraf yang akan membahayakan jiwa. Kualitas hidup yang rendah dapat memperburuk komplikasi dan dapat berakhir kecacatan atau kematian. Kabupaten Minahasa Utara menduduki posisi tertinggi kelima dengan jumlah penderita 2.091 orang berdasarkan diagnosa dokter. Di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam 3 bulan terakhir yaitu bulan Juli, Agustus dan September tahun 2022 mendapati penderita diabetes melitus sejumlah 53 kasus meningkat dari jumlah kasus sebelumnya pada bulan April, Mei, dan Juni 2022 sejumlah 20 kasus. Tujuan : Menganalisis pengaruh program diabetes self-management education terhadap kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe 2. Metode : Jenis Penelitian ini adalah Penelitian quasy-experimental design dengan desain pretest and post test one group designs. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 yang terdata di ruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dengan jumlah rata-rata dalam 3 bulan yaitu 53 pasien. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah sejumlah 15 responden yang didapatkan dengan Teknik purposive sampling. Analisis Hasil Menggunakan Uji T Berpasangan “Paired Samples Test” Hasil : Hasil uji T berpasangan terhadap kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe 2 diperoleh nilai t hitung -3.632 dan p 0.003 0.05 () yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan DSME. Kesimpulan : Ada Pengaruh Program Diabetes Self-Management Education Terhadap Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Diruangan Lily Sentra Medika Hospital Minahasa Utara

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG PEMBERSIHAN LUKA GANGRENE DI RUANG INSTALASI BEDAH SENTRAL RS SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022”.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN Skripsi, Mei 2023 Erik Ismail Aziz Nim 221070085 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Pembersihan Luka Gangrene Di Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang Tahun 2022 xviii, 65 Halaman, 12 Tabel, 10 Lampiran Debridement / pembersihan luka adalah kegiatan mengangkat atau menghilangkan jaringan mati (devaskularisasi), jaringan terinfeksi dan benda asing dari dasar luka sehingga dapat ditemukan dasar luka dengan vaskularisasi baik. Prevalansi penderita gangren di Indonesia sekitar 15% angka amputasi 30%, angka mortalitas 32% (Morison, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan terhadap pembersihan luka gangrene. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional.penelitian ini bertempat di Ruang Instalasi Bedah Sentral Rs Sentra Medika Cikarang. Populasi yang di ambil adalah responden yang akan melakukan Tindakan operasi debridement gangrenyang berjumlah 32 orang dan pengambilan sampel di lakukan dengan cara accidental Sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah formulir kuesioner. Penelitian ini diperoleh dari data primer yang di peroleh melalui pengisian kuesioner. Data yang di peroleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan statistic uji chi square. Dari hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang siginfikan antara Pendidikan dengan pengetahuan pembersihan luka yaitu (p value =0,002), umur (p-value = 0,013), informasi (p-value = 0,002), lingkungan (p-value = 0,036) dalam pembersihan luka gangrene. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan dapat di simpulkan ada hubungan yang signifikan antara umur, Pendidikan, informasi dan lingkungan dengan pengetahuan pembersihan luka gangrene. Saran yang diajukan bagi institusi pelayanankeehtan agar lebih mengaktifkan informasi atau penyuluhan terhadap masyarakat khususnya penderita diabetes melitus. Daftar Bacaan : 15 (2013-2022)

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien DM Tipe 2 dalam Mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Telaga Sari Kabupaten Karawang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, 19 April 2023 Nama : FIRMAN SENTOSA Nim : 221070069 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS TELAGASARI KARAWANG +68 Halaman + 2Bagan+7 Tabel + 12 Lampiran ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes mellitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa ganguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula yang melebihi batas normal. Prolais adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan peserta, fasilitas pelayanan kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang mempunyai penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang setinggi - tingginya dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Motivasi Pasien Diabetesn Melitus Tipe II tentang Kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis ( PROLANIS) Di Puskesmas Telagasari Karawang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 57 responden pasien DM yang mengikuti prolanis di Puskesmas Telagasari Karawang. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan pasien dan kuesioner motivasi mengikuti prolanis, kemudian data dianalisismenggunakan uji Chi dengan Square dengan tingkat signfikan < 0,05. Hasil: Hasil menun jukan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dalam mengikuti prolanis (p value = 0,002). Kesimpulan: penting untuk dilakukan edukasi dan dukungan kepada pasien DM dan keluarga untuk meningkatkan motivasi pasien DM mengikuti prolanis. Kata kunci : pengetahuan, Motivasi Mengikuti Prolanis Suherman Medical University GRADUATE NURSING AND NERS PROFESSION STUDY PROGRAM THESIS, 19 April 2023 Name : Firman Sentosa Nim : 221070069 THE RELATIONSHIP BETWEEN LEVEL OF KNOWLEDGE AND MOTIVATION OF TYPE II DIABETES MELLITUS PATIENTS IN FOLLOWING THE CHRONIC DISEASE MANAGEMENT PROGRAM (PROLANIS) IN TELAGASARI KARAWANG HEALTH CENTER + 68 Page + 2 Chart + 7 Table + 12 Attachment Abstract Introduction: Diabetes mellitus is a chronic disease in the form of metabolic disorders characterized by sugar levels that exceed normal limits. Prolais is a health service system and proactive approach that is carried out in an integrated manner by involving participants, health service facilities and BPJS Kesehatan in the framework of health services for BPJS Kesehatan participants who have chronic diseases to achieve the highest quality of life with effective and efficient health service costs. Research Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between the level of knowledge and motivation of Type II Diabetes Mellitus Patients about the Activities of the Chronic Disease Management Program ( PROLANIS) at the Telagasari Karawang Health Center. Method: This study used a sectional cros design. The sample in this study was 57 respondents of DM patients who participated in the prolanis at the Telagasari Karawang Health Center. The data collected using cakes. Results: The results show that there is a relationship between knowledge and motivation in following the prolanist (p value = 0.002). Conclusion: it is important to educate and support DM patients and their families to increase the motivation of DM patients to follow the prolanis. Keywords: knowledge, motivation to follow the prolanist

Pengaruh Terapi Relaksasi Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2.

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT Type 2 diabetes mellitus is a disease characterized by hyperglycemia due to inadequate insulin secretion, abnormal blood sugar levels above 200 mg/dL. The therapy given is a combination of pharmacology and non-pharmacology, namely progressive muscle relaxation therapy. The purpose of this study was to determine Progressive Muscle Relaxation Therapy on Blood Sugar Levels in Type 2 Diabetes Mellitus Patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. This type of research is a quasy experiment with a one-group pre-test – post-test design, intervention group for blood sugar levels. Population 30 people, sample 30. The average value of blood sugar levels in the pre test is 1.37 with a standard deviation of .490. In the posttest the mean value is 1.00 with a standard deviation of .000. The statistical test results obtained a value of .000, so it can be concluded that there is an effect of progressive muscle relaxation therapy on blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus patients at Harapan Bunda Hospital, Jakarta. Conclusions and Suggestions Progressive muscle relaxation techniques are proven to have an effect on blood sugar levels, and it is recommended for hospital institutions besides providing pharmacological therapy, they can combine non-pharmacological progressive muscle relaxation therapies.

Hubungan Gangguan Perkembangan Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia Toddler di RS Sentra Medika Cikarang

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting adalah masalah kesehatan anak yang banyak dijumpai di masyarakat, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dikarenakan adanya kekurangan gizi kronis atau penyakit infeksi kronis maupun berulang yang ditunjukkan dengan nilai z-score tinggi badan menurut usia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan personal sosial. Metode yang di pakai oleh peneliti dalam melakukan penelitian ini dengan menggunakan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengkuran atau obeservasi. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 128 anak usia toddler dengan 34 sampel. teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling, instrumen yang digunakan adalah lembar DDST dan Aplikasi kalkulator stunting. Hasil analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat berupa uji chi square. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa antara perkembangan motorik kasar dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,004, hasil perkembangan motorik halus dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,028, hasil perkembangan bahasa dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013, dan perkembangan personal sosial dengan kejadian stunting menunjukan nilai pvalue 0,013. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan terhadap gangguan perkembangan pada anak usia toddler dengan kejadian stunting. Disarankan keluarga sebaiknya meningkatkan dan melatih kemampuan motorik anak, bahasa, dan personal sosial dengan cara dilatih untuk bisa melakukan hal-hal secara mandiri.

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELITUS DENGAN PENGONTROLAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI SENTRA MEDIKA HOSPITAL MINAHASA UTARA TAHUN 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai bagian dari kelompok penyakit metabolik kronik dengan ciri khas kondisi hiperglikemi (Larasati, C. V. 2021). Menurut Notoadmojo, 2007 pengetahuan atau disebut juga Kognitif merupakan hal dasar yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan didapat dari panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Dari kelima indera tersebut, indera penglihatan dan pendengaran paling banyak memberikan input bagi pengetahuan seseorang (Suryani, 2021). Penelitan ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada hubungan pengetahuan tentang penyakit diabetes melitus dengan pengontrolan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien dengan diagnosa Diabetes Melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sebanyak 36 pasien. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 36 sampel. Penelitian ini menggunakan metode analisis bivariat chi square. hasilnya p = 0,000 (p value = 0,05). Hal ini berarti ada hubungan antara pengetahuan tentang diabetes melitus dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Sentra Medika Hospital Minahasa Utara untuk lebih meningkatkan program preventif kepada pasien yang menderita penyakit diabetes melitus sehingga dapat menurunkan komplikasi progresif pasien.

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Stunting meupakan salah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di Indonesia saat ini. Perilaku ibu dalam pencegahan stunting tidak terbentuk dengan sendirinya, pengetahun dan sikap dapat mempengaharui seseorang dalam berperilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia. Metode Penelitian adalah Analitik Kunatitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan pendekatan purposive sampling, dan total sampel sebanyak 56 responden. Dalam penelitian ini teknik analisa yang digunakan adalah analisa univariate dan bivariate berupa uji Chi -Square dengan nilai signifikan α<0,05. Hasil penelitian menunjukan, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 30 (53,6%) responden, dan memiliki sikap yang baik sebanyak 27 (48,2%) respopnden, serta memiliki perilaku yang baik sebanyak 27 (48,2%) responden. Sedangkan hasil uji Chi-Square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan perilaku ibu dalam pencegahan stunting dengan p=value 0,015 (p<0,05), serta hasil analisa antara sikap dan perilaku ibu menujukan terdapat hubungan dengan p=value 0,033 (p<0.05). Kesimpulan terdapat hubungan siqnifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku ibu dalam pencegahan stuning pada Anak 0-24 Bulan di Puskesmas Karang Bahagia.

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN OBAT TERHADAP TINGKAT KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS JATISAMPURNA KOTA BEKASI TAHUN 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) adalah gangguan metabolisme bersifat kronis yang disebabkan karena gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau kombinasi keduanya. Pengendalian kadar gula darah adalah hal utama bagi penderita DM salah satunya dengan mengkonsumsi obat. Konsumsi obat yang benar didasari dari pengetahuan dan sikap yang baik terhadap guna pengendalian gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, dan kepatuhan obat dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM di Puskesmas Jatisampurna Kota Bekasi tahun 2023. Tujuan : untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan obatt terhadap tingkat kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 dipuskesmas jatisampurna kota bekasi tahun 2023. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan dari bulan Mei– Agustus 2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 50 orang pasien DM. Data yang diambil meliputi aspek pengetahuan, kepatuhan obat (primer) dan kadar gula darah (sekunder). Pengolahan data menggunakan komputerisasi dengan menggunakan uji square. Hasil : berdasarkan hasil analisis bivariat menunjukkan hasil p-value 0,006 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan tingkat pengetahuan dan p-value 0,031 yang berarti nilai < (0,05) maka disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah sewaktu dengan kepatuhan obat.

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Antibiotik Dengan Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Balita Di Desa Taringgul Tonggoh

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Antibiotik berfungsi untuk membunuh ataupun menghambat pertumbuhan patogen dan pada umumnya digunakan untuk terapi penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Masyarakat Indonesia sebanyak 92% salah dalam penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik pada anak berbeda degan orang dewasa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang antibiotik dengan rasionalitas penggunaan antibiotik pada balita di Desa Taringgul Tonggoh. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 207. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik pursosive sampling dan menentukan jumlah sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan sampel pada penelitian sebanyak 137. Alat ukur yang digunakan adalah berupa kuesioner dan analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Mayoritas responden memiliki pengetahuan tentang antibotik tergolong kurang sebanyak 85 atau 62.0% responden dan mayoritas responden memiliki tingkat rasionalitas tergolong kurang sebanyak 80 atau 58.4%. Hasil uji didapatkan nilai p yaitu 0.000 dan koefisiensi korelasi sebesar 0.507. hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif (searah) dan kuat. Pada penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan ibu tentang antibiotik dengan rasionalitas penggunaan antibiotik pada balita di Desa Taringgul Tonggoh. Saran untuk responden yaitu lebih meningkatkan pengetahuan tentang obat terutama tentang antibiotik dan untuk Desa Taringgul Tonggoh diharapkan sering mengadakan kegiatan yang mengedukasi masyarakat tentang obat terutama antibiotik dengan cara bekerjasama dengan bagian kesehatan wilayah.

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DAN SISWI TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS DI MTS TARBIYATUL ASAAS KABUPATEN BEKASI 2025 Tri Yuni Komala Hati Program Studi Sarjana Kebidanan Dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman Jln Raya Industri Pasir Gombong, Jababeka Cikrang Utara Bekasi 17830 Email: [email protected] Kecenderungan remaja untuk melakukan seks bebas meningkat dari 53,76% menjadi 72,50% menurut WHO, Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan terhadap 10 siswa di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi, 70% dari mereka kurang mengetahui tentang seks bebas. Sementara itu, 30% siswa lainnya berpengetahuan baik dan pernah belajar, baik dari media sosialmaupun konseling sekolah, tetapi hanya sebatas hamill diluar nikah. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa dan siswi tentang perilaku seks bebas di Mts Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh siswa dan siswi kelas VII, VIII, dan IX di MTS Tarbiyatul Asaas Kabupaten Bekasi. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dimana seluruh populasi dijadikan sampel meliputi 28 orang kelas VII, 22 orang kelas VIII, dan 15 orang kelas IX. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksprimental dengan one-group pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank nilai p-value 0,000 yang berarti adanya pengaruh signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Diharapkan pihak sekolah dapat terus mengadakan pendidikan kesehatan secara berkala, khususnya mengenai perilaku seks bebas dengan menggunakan media cetak leaflet yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan siswi, selain itu keterlibatan guru dan orang tua juga penting dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada siswa dan siswi guna mencegah perilaku menyimpang sejak dini. Kata kunci: Leaflet,Pendidikan Kesehatan,Remaja,Seks Bebas

Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Perilaku Swamedikasi Penyakit Gastritis Di Desa Kalijaya Cikarang Barat

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu faktor medication error pada penderita maag atau gastritis yaitu kurangnya pengetahuan mengenai swamedikasi. Desa Kalijaya Cikarang Barat masih ditemukan beberapa kasus dengan riwayat maag atau gastritis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik, tingkat pengetahuan, perilaku swamedikasi serta hubungannya pada masyarakat yang memiliki riwayat maag atau gastritis. Penelitian ini dilakukan observasi menggunakan kuesioner yang diteliti pada 96 responden yang memiliki riwayat penyakit gastritis 3 sampai 6 bulan terakhir. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0,3061 (r table), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin perempuan, pada kelompok usia 17-35 tahun, berpendidikan SMA, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga dan tidak memiliki pendapatan. Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 82 responden (85,4%) memiliki pengetahuan baik, 14 responden (14,6%) pengetahuan cukup baik. Hasil dari perilaku sebanyak 84,4% memiliki perilaku baik, 15,6% perilaku cukup baik. Nilai signifikansi korelasi antara pengetahuan terhadap perilaku sebesar 0,000 < 0,01 (terdapat hubungan) dengan nilai koefisien korelasi 0,726 (hubungan kuat). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Kalijaya Cikarang Barat mengenai swamedikasi gastritis yaitu baik dan terdapat hubungan yang kuat antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi penyakit gastritis.

Hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita DM type II di wilayah kerja puskesmas klapanunggal

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dimana kadar glukosa didalam darah tinggi yang diawali oleh gejala awal polidipsi, poli uri, polifagi.Tingginya angka penderita Diabetes Melitus disebabkan karena faktor perubahan gaya hidup masyarakat, tingkat pengetahuan, dan kesadaran untuk melakukan deteksi dini penyakit diabetes mellitus yang kurang serta kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup adalah pola hidup individu yang diekspresikan dalam aktivitas sehari-hari, minat serta opini yang merupakan gambaran dari keseluruhan individu itu sendiri saat berinteraksi dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh faktor sosial seperti tingkat pendapatan, pengeluaran, tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal tahun 2022. JenisPenelitian yang di gunakan oleh peneliti adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional. Jumlah sample 73 responden dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Pengumpulan data berupa kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022 dengannilai p- value = 0,00 < 0,05 dan OR 8,182. Kesimpulan: pengetahuan berhubungan dengan gaya hidup pada penderita diabetes melitus type II di wilayah kerja Puskesmas Klapanunggal 2022.

faktor-faktor yang berhubungan dengan angka kejadian hiperbilirubin bayi baru lahir di ruang perina Rs X Kab.Bekasi

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ta for 2015, the Infant Mortality Rate is 24 per 1000 live births, while the target for infant and under-five mortality by reducing the under-five mortality rate is 25 per 1000 births. Based on 2015 Riskendis data, the hyperbilirubin mortality rate in newborns in Indonesia is 51.47%. This study aims to determine the factors (gestation period, mode of delivery, and induction of labor) associated with the incidence of hyperbilirubin in the perina room of RS X Bekasi Regency. This type of research is quantitative using retrospectively. The population in this study were all babies who experienced The number of hyperbilirubin treated at X Hospital Bekasi Regency in 2020 was 128 babies. The sampling technique was using total sampling. The results of this study were obtained based on the chi square that gestation period was related to the incidence of hyperbilirubin (p value 0.000 OR 0.314), the way delivery was related with the incidence of hyperbilirubin (pv alue 0.010 OR 0.005), and labor induction was not associated with the incidence of hyperbilirubin (p value 0,319 OR 1,551) hyperbilirubin. Key words: Hyperbilirubin, gestation, mode of delivery and labor induction

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pasian anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di rumah sakit X Cikarang selama masa pandemik Covid 19 tahun 2021

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 24 Mei 2021 Nama : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDI TENTANG FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN ORANGTUA PADA PASIEN ANAK USIA (1-5 TAHUN) YANG MENJALANI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT X CIKARANG PADA MASA PANDEMIK COVID19 TAHUN 2021 XV + 98 Halaman + 9 Tabel +12 Lampiran ABSTRAK Pandemik Covid-19 adalah peristiwa menyebarnya Covid 19 di seluruh dunia untuk semua negara. Kecemasan adalah suatu perasaan takut akan terjadinya sesuatu yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan orangtua pada pasien anak usia (1-5 tahun) yang menjalani hospitalisasi di Rumah Sakit X Cikarang pada masa pandemik Covid19. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang serta menggunakan uji chi square. Penelitian ini akan menjelaskan tentang variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dukungan petugas, dan dukungan keluarga. Penelitian ini menggunakan data primer, aplikasi yang digunakan adalah google form, Microsoft Office 2013, dan SPSS 23. Kata Kunci : Kecemasan, Orang Tua, Pandemi Covid19, Hospitalisasi ABSTRACT BACHELOR PROGRAM STUDY OF NURSING AND PROFESSION NERS Skripsi, 24 May 2021 Name : Nurhikmah NIM : 020319673 STUDY ON FACTORS RELATED TO THE ANXIETY OF THE PARENTS IN CHILD PATIENTS (1-5 YEARS) WHO ARE HOSPITALIZING IN X CIKARANG HOSPITAL IN THE PANDEMIC TIME COVID19 2021 YEARS XV + 98 Pages + 9 Tables + 12 Appendix ABSTRACT The Cvoid-19 pandemic is an event of the spread of Covid-19 worldwide for all countries. Anxiety is a feeling of fear of something happening due to the anticipation of danger. This study aims to determine the factors associated with parental enxiety in child patients (1-5 years) undergoing hospitalization at X Hospital Cikarang during the Covid-19 pandemic. This type of research is a quantitative research method with a cross-sectional research design approach and using the chi square test. This study will explain the variables of age, gender, level of education, support from staff, and family support. This study uses primary data, the applications used are google form, Microsoft Office 2013, and SPSS 23. Keywords: Anxiety, Parents, Pandemic Covid19, Hospitalization

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT HEALTH LITERACY PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Health literacy adalah kemampuan seseorang untuk mendapatkan, memahami informasi kesehatan dasar dan layanan yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan dan tindakan yang tepat bagi kesehatan mereka. Faktor-faktor yang mempengaruhi health literacy adalah pengetahuan, akses informasi kesehatan, tingkat pendidikan, umur, jenis kelamin, Bahasa, etnis, pendapatan, pekerjaan, akses pelayanan kesehatan. Diabetes Melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan amputasi kaki, Diabetes Melitus (DM) tipe 2 adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa di dalam darah yang tinggi akibat adanya gangguan pada sekresi insulin, kerja insulin, ataupun gangguan pada keduanya. Metode penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian dengan metode kuantitatif yang mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama (point time approanch). Hasil penelitian analisis hubungan antara usia 36th-45th dengan HL bermasalah sebanyak 18 (35,1%), usia 56- 65 tahun dengan HL Bermasalah 13 (35,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,049 maka dapat disimpulkan ada hubungan antara usia dengan health literacy pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Kesimpulan dan sarannya Disarankan penelitian ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan bagi pasien terutama penderita diabetes mellitus untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi.

Hubungan Penggunaan masker yang lama diEra Pandemi COVID-19 terhadap kejadian acne pada perawat yang bekerja di RS Sentra Medika Cibinong

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penggunaan masker yang berkepanjangan selama pandemi COVID-19 memiliki efek samping terhadap kulit yaitu Acne. Acne dapat terjadi akibat penggunaan masker dalam jangka waktu yang lama, kondisi tersebut terjadi akibat kelembaban udara dan suhu yang tinggi pada masker menyebabkan sekresi sebum meningkat. Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan penggunaan masker yang lama di Era Pandemi COVID-19 terhadap kejadian Acne pada perawat yang bekerja di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional metode penelitian online menggunakan kuesioner yang dibagikan memalui google form dengan jumlah sampel sebanyak 71 responden. Hasil analisis bivariat untuk hubungan penggunaan masker yang lama dengan kejadian acne pada didapatkan QR 0,013 CI 95 % (1.536-143.719). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan masker dengan kejadian acne dengan hasil P-value yaitu 0,013 nilai (P = 0.05). Penggunaan masker yang lama ≥ 4 jam dan terus-menerus diera pandemi saat ini meningkatkan resiko terjadinya acne. Bahan bacaan : (tahun 2016 - 2022)

HUBUNGAN PEMBERIAN ANTIMICROBIAL DRESSING TERHADAP LAMA WAKTU PENURUNANAN INFEKSI ULKUS DIABETIK DI RUMAH SAKIT X DI KABUPATEN BEKASI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Ulkus pada kulit mengakibatkan hilangnya epidermis hingga dermis dan bahkan lemak subkutan (Agale, 2013). Diperkirakan secara global,19-34% pasien diabetes melitus berpotensi terjadi ulkus diabetik, dengan rincian di dunia 9,1-26,1 %,di Indonesia 12%-24 %, di Bekasi 37,2%. Dengan semakin beragam dan meningkatnya kasus ulkus diabetik, maka manajememen perawatan luka pun mulai berkembang, karena penurunan infeksi pada ulkus diabetik sangat bergantung pada teknik perawatan luka yang tepat dapat menurunkan infeksi luka lebih cepat, dan mencegah amputasi. Penelitian ini bertujuan : mengetahui hubungan pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik, menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan tehnik sampling nonrandom, dan analisa uji Chi Square. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder rekam medis pasien, dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Ada hubungan antara pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di Rumah Sakit X, Ketiga antimicrobial dressing yang digunakan membantu proses penurunan infeksi ulkus diabetik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa 28 pasien dilakukan perawatan menggunakan antimicrobial dressing, yaitu 6 pasien menggunakan cadexomer iodine dengan jenis luka 3 jenis arterial ulcer dan 3 venous ulcer, 17 pasien menggunakan silver dressing dengan kasus foot ulcer dan 5 pasien menggunakan DACC, dengan jenis venous ulcer. Tiga jenis antimicrobial dressing ini sering digunakan, dan biasanya digunakan jenis DACC ,atau cadexomer iodine , jika belum ada perubahan secara signifikan selama 5-6 hari, digunakanlah silver dressing.Kesimpulan bahwa penggunaan antimicrobial dressing mempengaruhi lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di RS X, dan pasien mengalami penurunan infeksi pada hari ke 6- 13.

Hubungan lamanya Diabetes Melitus dengan Stage Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Muhammad Nahrul Ilmi HUBUNGAN LAMANYA DIABETES MELLITUS DENGAN STAGE GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes mellitus adalah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi kronik baik mikro dan macroangiophaty, dengan konsekuensi kegagalan organ internal. Salah satu komplikasi kronik Diabetes mellitus adalah nefropati diabetik dan ptogresif cronically, yang jika tidak ditangani atau dikendalikan dengan baik akan menjadi tahap akhir gangguan ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lamanya diabetes melitus dengan stage gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus 5-10 tahun dan 17 orang (42.5%) menderita gagal ginjal stage 5 dengan lamanya diabetes mellitus > 10 tahun dengan analisa uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,030 menunjukan bahwa ada hubungan lamanya diabetes mellitus dengan stage gagal ginjal kronik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol kadar glukosa darah dan rutin meminum obat diabetes mellitus agar tidak menyebabkan kerusakan fungsi ginjal akibat glukosa darah yang tidak terkontrol. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Stage Gagal Ginjal Kronik Daftar Bacaan: 20 Kepustakaan (2015-2022)

Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Terhadap Kejadian Hipertensi Gestasional RS X

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

INSTITUT MEDIKA DRG.SUHERMAN (IMDS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS SKRIPSI, APRIL 2021 NAMA : DETI SUMARMO NIM : 020319663 HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GESTASIONAL xii + 63 Halaman + 13 tabel + 2 gambar + 10 lampiran ABSTRAK Hipertensi Gestasional adalah Hipertensi yang terjadi setelah 20 minggu tanpa proteinuria. Kelahiran pada hipertensi gestasional dapat berjalan normal walaupun tekanan darahnya tinggi dan penyebabnya belum jelas. Tetapi hal ini merupakan indikasi terbentuknya Hipertensi kronis dimasa depan, sehingga perlunya diawasi dan dilakukan tindakan pencegahan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kejadian hipertensi gestasional Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yang merupakan suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor-faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan observasi atau pengumpulan data sekaligus dalam satu waktu (poin time approach), tiap subjek penelitian hanya diobservasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variable subjek pada saat pemeriksaanejadian hipertensi gestasional. Dari hasil penelitian didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kejadian hipertensi gestasional adalah usia (p value=0,021), paritas (p value=0,003). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah tingkat pendidikan (p value=0,488), status pekerjaan (p value=0,083), kunjungan ANC (p value=0,053), riwayat kesehatan (p value=0,194). Saran bagi penderita hipertensi gestasional yaitu lebih perbanyak lagi sumber informasi bagaimana mencegah hipertensi gestasinal dan komplikasinya. Kata kunci : Karakteristik, Ibu hamil, Hipertensi Gestasional Daftar Pustaka : 11

faktor faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di RS BSH

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN CIKARANG PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Mei 2023 Nama : Firman Dwi Prihartono NIM : 221070059 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU LANSIA DALAM MENGONTROL GULA DARAH AKIBAT DIABETES MELITUS DI BOGOR SENIOR HOSPITAL TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus adalah suatu kondisi kronis yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan cukup sebuah hormone polipeptida yang mengatur metabolisme, dan angka kejadian penyakit diabetes melitus meningkat secara drastis di negara berkembang termasuk Indonesia (Dewi,2017). Survei awal yang dilakukan peneliti dengan melakukan wawancara langsung kepada pasien lansia di Bogor Senior Hosital kepada 15 penderita diabetes melitus, dari 15 penderita, 26,7% penderita mempunyai pengetahuan kurang, 66% memilki perilaku yang kurang baik, 60% kurang memiliki motivasi diri yang kurang baik, dan hampir semua responden 86% kurang memiliki dukungan dari tenaga kesehatan dan 66% kurang mendapat dukungan dari keluarga dalam proses penyembuhan penyakitnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah akibat diabetes melitus di Bogor Senior Hospital Tahun 2023. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 30 orang. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling, pengumpulan data menggunakan analisis secara univarit dan bivariat. Hasil penelitian berdasarkan analisis didapatkan ada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah dengan hasil uji statistik chi square di peroleh nilai P value 0,00 untuk hubungan pengetahuan, 0,001 untuk hubungan sikap, 0,004 untuk hubungan motivasi diri, 0,000 untuk hubungan dukungan keluarga dan 0,000 untuk dukungan tenaga kesehatan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan anatara pengetahuan, sikap, motivasi diri, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku lansia dalam mengontrol gula darah. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan upaya pengelolaan penyakit diabetes melitus dengan cara mengoptimalkan kegiatan penyuluhan atau perawatan menggenai pengelolaan diabetes melitus. Kata kunci : Analitik observasional, Diabetes melitus, faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku lansia dalam mengontrol gula darah Bahan bacaan : 5 buku (2015-2018), 5 jurnal (2018-2020), 2 Skripsi (2018).

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Penggunaan Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus adalah penyakit menahun (kronis) berupa gangguan metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Terapi farmakologi dan non farmakologi Diabetes Mellitus harus dilakukan dengan seimbang dan teratur, jika tidak maka dapat mengakibatkan muncul komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruang Rawat Inap RS Sentra Medika Cisalak. Metode: Jenis metode Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional yang menerapkan pendekatan kuantitatif untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Sampel penelitian berdasarkan Rumus Slovin adalah sebanyak 107 responden. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang selanjutnya dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan dari 107 responden berusia antara 40-70 tahun berjenis kelamin laki-laki 62 orang dan perempuan 45 orang. Responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 67 orang dan tingkat pengetahuan kurang baik 40 responden. Responden berdasarkan tingkat kepatuhan sebanyak 66 responden (61,7%) patuh dan 41 responden (38,3%) tidak patuh. Analisis bivariat menunjukkan kelompok tingkat pengetahuan baik sebanyak 66 responden patuh dan 1 responden tidak patuh. Responden yang memiliki pengetahuan yang kurang baik sejumlah 40 (37,4%) semuanya tidak patuh dalam menggunakan antidiabetik oral. Hasil uji chi square dihasilkan nilai p value 0,0000,05 yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan menggunakan antidiabetik oral, dengan nilai OR 67,000 (9,557-468,706) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima Kesimpulan: Hasil dari penelitian ini adalah responden dengan tingkat pengetahuan tinggi memiliki pengaruh 67 kali lebih besar untuk mematuhi penggunaan antidiabetik oral dibandingkan responden yang memiliki pengetahuan rendah. Perlu dilakukan edukasi pada pasien diabetes untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat. Bahan Baca: 3 buku (2020-2022) dan 10 jurnal kesehatan (2017-2022)

Hubungan Perubahan Gambaran EKG Dengan Kejadian Hipertiroid di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2022

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 NAMA :Ahmad Ni'am Ridwan NIM :221070046 JUDUL : HUBUNGAN PERUBAHAN GAMBARAN ELEKTROKARDIOGRAFI(EKG) DENGAN KEJADIAN HIPERTIROID DI RS SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2023 ABSTRAK Hormon tiroid berperan penting dalam mengatur system kardiovaskular.Hipertiroidisme menyebabkan perubahan hemodynamic kardiovaskular sistemik.penelitian ini dilakukan untuk mengetahui frekuensi perubahan electrokardiografi(EKG) pada pasien HIPERTIROID Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, yang dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong, Maret 2023.dengan jumlah sampel 48 pasien dengan HIPERTIROID, kemudian di lakukan EKG, dengan variabel hasil adalah perubahan hasil EKG yaitu Takikardia dan atrial fibrilasi. Sebagian besar responden memiliki kadar TSH serum 0,005 sebanyak 31 responden (64,6%). hasil gambaran perubahan EKG didapat bahwa sebagian besar mengalami atrial fibrilasi sebanyak 29 responden (60,4%) Gambaran EKG atrial fibrilasi terbanyak pada responden dengan kadar TSH serum 0,05 sebanyak 25 responden (52,1%) dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara hasil serum TSH dengan perubahan gambaran ELEKTROKARDIOGRAFI(EKG) pada penderita HIPERTIROID.penderita hipertiroid di harapkan dapat meningkatkan perilaku kepatuhan kunjungan kontrol untuk mendeteksi resiko komplikasi.

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Teknik Menyusui Yang Benar pada Ibu Menyusui

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Trismayani Masnan NIM : (020319645) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU MENYUSUI DI DESA SUKARASA TAHUN 2023 xv + 49 Hal + 12 Tabel + 9 Gambar + 8 Lampiran ABSTRAK Teknik menyusui yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi yang benar. Menyusui dengan teknik yang salah dapat menimbulkan masalah seperti puting susu menjadi lecet, menyebabkan ASI tidak keluar secara optimal sehingga dapat mempengaruhi produksi ASI dan selanjutnya bayi tidak mau menyusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional, peneliti menggunakan kuesioner pertanyaan terbuka, tertutup dan skala likert. Populasinya adalah ibu menyusui yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan, dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 82 responden, teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 82 responden terdapat 53 responden (64,6%) yang memiliki pengetahuan kurang baik, sedangkan terdapat 29 responden (35,4%) yang memiliki pengetahuan baik tentang teknik menyusui yang benar. Variabel usia terdapat 44 responden (53,7%) yang merupakan kategori usia beresiko, dan terdapat 38 responden (46,3%) yang kategori usia tidak beresiko. Variabel sikap dari 82 responden terdapat 40 responden (48,8%) yang kategori sikap kurang baik, dan terdapat 42 responden (51,2%) yang merupakan kategori sikap baik. Variabel dukungan kelurga terdapat 43 responden (52,4%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori tidak mendukung, sedangkan terdapat 39 responden (47,6%) yang menunjukan dukungan keluarga kategori mendukung. Hasil uji chi-square pada variabel pengetahuan menunjukan bahwa nilai P-value 0,002 ( α = 0,05) dengan Odd Ratio (OR) dengan Odd Ratio (OR) = 5.402. Variabel usia menunjukan nilai P-value 0,039 ( α = 0,05), dengan (OR) = 2.851. Variabel sikap menunjukan nilai P-value 0,014 ( α = 0,05), dengan (OR) = 0.291. Variabel dukungan keluarga menunjukan nilai P-value 0,023 ( α = 0,05), dengan (OR) = 3.125. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa dari semua variabel yang diteliti ditemukan adanya pengaruh terhadap teknik menyusui yang benar pada ibu menyusui di Desa Sukarasa.

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP OBAT NARKOTIKA DI DESA SUKARUKUN KECAMATAN SUKATANI

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kurangnya pengetahuan terhadap obat narkotika dapat memicu penyalahgunaan narkotika. Desa Sukarukun Kecamatan Sukatani belum pernah ditemui penelitian mengenai evaluasi pengetahuan terhadap obat narkotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masyarakat, gambaran tingkat pengetahuan dan sikap terhadap obat narkotika. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diteliti pada warga rentan usia berusia 17 sampai 45 tahun sebanyak 100 orang. Hasil uji validitas kuesioner didapatkan r hitung > 0.361 (r tabel), karakteristik masyarakat tertinggi berjenis kelamin laki-laki (58%), berusia 17-25 tahun (45%), berpendidikan SMA (87%). Hasil tingkat pengetahuan sebanyak 73% pengetahuan baik, 19% berpengetahuan cukup dan 8% pengetahuan kurang. Hasil dari sikap sebesar 9% memiliki sikap baik, 90% cukup baik dan 1% memiliki sikap kurang baik. Kesimpulan dari penelitian ini tingkat pengetahuan terhadap obat narkotika masyarakat di Desa Sukarukun kategori baik sebesar 85% dan sikap kategori cukup baik sebesar 90% dari 100 responden.

Hubungan Pengetahuan Dan Perawatan Kaki Terhadap Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Cikarang Tahun 2023

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, September 2023 Nama : Saidatul Ummah Nim : 020319639 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERAWATAN KAKI TERHADAP KEJADIAN ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 Abstrak Pada penderita DM tipe II mempunyai resiko tinggi sebesar 20% terkena ulkus diabetikum. Pengetahuan tentang ulkus diabetikum dan perawatan kaki sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya ulkus diabetikum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 79 pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Cikarang. Sampel yang akan digunakan sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukan sejumlah 19 responden (28.8%) memiliki pengetahuan baik, pengetahuan cukup sebanyak 22 responden (33.3%) dan pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (37.9%). Sejumlah 37 responden (56.1%) meilki perawatan kaki kurang baik dan perawatan kaki baik sebanyak 29 responden (43.9%). Dan responden yang memiliki riwayat ulkus yaitu sebanyak 26 responden (39.4%) dan yang tidak memilki Riwayat ulkus diabetikum sebanyak 40 responden (60.6%). Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan pengetahuan dan perawatan kaki terhadap kejadian ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang tahun 2023. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa pengetahuan dan perawatan kaki berpengaruh terhadap kejadian ulkus diabetikum. Dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pada penderita DM terkait pencegahan ulkus diabetikum

Efektifitas Senam Persadia terhadap Penurunan Kadar Gula Darah pada Lansia di RS Harapan Bunda Jakarta Timur

· Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Diabetets melitus (DM) merupakan suatu penyakiy metabolic yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang terjadi karena pangkreas tidak mampu mensekresi insulin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas senam persadia terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah pre experimental dalam bentuk one group pre- post tes design yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah sebanyak 37 responden. Hasil peenelitian ini terdapat perbedaan kadar gula darah sewaktu sebelum dan sesudah melakukan senam diabetes. Dengan rata-rata nilai kadar gula darah sebelum senam 250,54 mg/dl dan sesudah 231,41 mg/dl. Dari analisis uji statistic diperoleh p value = 0,000 yang berari a (0,000 0,005) yang berarti terdapat perbedaaan peneurunan kadar gula darah yang signifikan yang berarti Ha diterima. Kesimpulan dan saran: setelah melakukan senam diabetes nilai kadar gula darah sewaktu rata- rata 16,13 mg/dl. Disarankan untuk responden dapat mengaplikasikan senam diabetes secara teratur sehingga dapat menurukan kadar gula darah.