Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, 26 Maret 2023 Nama : Moh Trikusuma Atmaja NIM : 221070043 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP MANAJEMEN PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS DI RUANG RAWAT INAP RS SENTRA MEDIKA CISALAK DEPOK ABSTRAK Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalakasaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangakap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus. Kata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit
Open AccessKata Kunci: Pengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Adverse Drug Reaction (ADR) merupakan masalah serius dalam pelayanan kesehatan yang dapat meningkatkan angka kesakitan, mortalitas, dan beban biaya perawatan. Pengetahuan perawat berperan penting dalam mendeteksi serta melaporkan ADR secara tepat. Tujuan Penelitian: Menganalisis hubungan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengetahuan perawat terhadap kejadian ADR di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cikarang. Metode Penelitian: Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 58 perawat ruang rawat inap yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Korelasi Spearman. Hasil Penelitian: Mayoritas perawat memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai ADR (79,3%), sedang (19%), dan rendah (1,7%). Dari variabel yang diteliti, hanya tingkat pendidikan yang menunjukkan hubungan signifikan dengan pengetahuan perawat (p = 0,030). Variabel lain tidak signifikan (p > 0,05). Kesimpulan: Tingkat pendidikan merupakan faktor utama yang memengaruhi pengetahuan perawat terhadap ADR. Diperlukan strategi edukasi dan pelatihan berbasis peningkatan kompetensi untuk meningkatkan kesiapsiagaan perawat dalam menangani ADR.
Open AccessAdverse Drug Reaction, Pengetahuan Perawat, Faktor Pendidikan, Farmakovigilans, Rumah Sakit.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Rumah sakit memiliki peran strategis dalam sistem kesehatan nasional, baik sebagai tempat pelayanan, pendidikan tenaga kesehatan, maupun sebagai pusat rujukan dan penelitian. Oleh karena itu, untuk menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien, rumah sakit harus memenuhi standar pelayanan tertentu yang salah satunya diwujudkan melalui proses akreditasi. Motivasi perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yaitu tidak memiliki dorongan kuat untuk melakukan sesuatu dan mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat seperti kehilangan arah, beberapa perawat yang melakukan akreditasi melakukannya dengan setengah hati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Penelitian ini dilakukan 30 juni – 11 Agustus 2025 di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Jenis penelitian kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan teknik non probability sampling dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang berjumlah 378 orang dan sampel 86 perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p value = 0.000), tanggung jawab (p value = 0.000), hubungan interpersonal (p value = 0.000). Variabel yang tidak berhubungan pengawasan (p value = 1.000), prestasi (p value = 0.470), potensi pengembangan individu (p value = 1.000). Terdapat hubungan antara gaji atau tunjangan, tanggung jawab, hubungan interpersonal. Sedangkan pengaawasan, prestasi dan pengembangan potensi individu tidak berhubungan.
Open AccessAkreditasi Rumah Sakit, Gaji atau Tunjangan, Pengawasan, Prestasi, Tanggung Jawab, Potensi Pengembangan Individu, Hubungan Interpersonal
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Tingkat pengetahuan dan kepatuhan adalah salah satu indikator penting
untuk menilai keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru. Faktor tesebut
menjadi salah satu penentu dalam terjadinya kenaikan atau penurunan angka morbiditas
tetrhadap penyakit tuberkulosis paru. Tujuan: Mengukur tingkat pengetahuan dan tingkat
kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis paru di RSUD Kab. Bekasi. Metode: Desain
penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik observasional secara crosssectional dilakukan di RSUD Kab. Bekasi dengan sampel sebanyak 146 responden.
Pengambilan data menggunakan kuisioner tingkat pengetahuan yang sudah tervalidasi
dengan nilai r Tabel 0,361 dan kepatuhan pasien pada pengobatan menggunakan kuisioner
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian
didapat responden sebanyak 29,5% dengan usia terbanyak 26-35 tahun, 61% jenis kelamin
laki-laki, 63,7% pendidikan SMA, 75,3% bekerja, 87% memiliki pendampingan peran
PMO, 67,8% fase pengobatan lanjutan, 83,6% pasien kategori I dan uji statistik dengan
menggunakan uji chi-square menghasilkan nilai signifikansi p=0,000 dengan derajat
signifikansi a<0,05, yang menunjukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten
Bekasi. Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat
kepatuhan pengobatan pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Bekasi
Open AccessTuberkulosis Paru, Pengetahuan, Kepatuhan, Mycobacterium Tuberculosis, Rumah Sakit
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Tingginya kasus tuberkulosis paru berdampak pada morbiditas dan
mortalitas pasien, dalam penatalaksanaan tuberkulosis paru di fasilitas kesehatan sudah
diimplementasikan berdasarkan pedoman nasional dengan tujuan kesesuaian pengobatan.
Oleh karena itu, diperlukan pedoman klinis terkait tuberkulosis paru melalui clinical
pathway untuk meningkatkan layanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui
keefektivitasan implementasi clinical pathway dan outcome klinis pasien tuberkulosis paru
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan metode
pengambilan data secara retrospektif, diambil dari data rekam medis pasien sebanyak 34
data pasien rawat inap di RS Kartika Husada Setu periode Januari-Desember tahun 2023
data dikumpul menggunakan form clinical pathway. Hasil: Terdapat 34 pasien dengan jenis
kelamin laki-laki 18 pasien (52,9%), berusia >55 tahun 12 pasien (35,3%) yang pendidikan
terakhir SD dan SMA 12 pasien (35,3%) dan memiliki pekerjaan sebanyak 17 pasien (50%)
serta pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus (DM) sebanyak 7 pasien (20,6%).
Implementasi clinical pathway di RS Kartika Husada Setu, dari 38 indikator ada sebanyak
22 indikator (57,9%) sudah efektif dan 16 indikator (42,1%) lainnya belum efektif. Outcome
klinis pasien tuberkulosis paru menunjukkan dari 34 pasien (100%) dinyatakan belum
sembuh dengan kategori dipindah ke Fasyankes 1 sebanyak 23 pasien dan lanjut terapi
sebanyak 11 pasien. Terdapat hubungan implementasi clinical pathway terhadap
keefektivitasan clinical pathway dan outcome klinis pasien dengan uji Chi-Square
menunjukkan nilai p value sebesar 0,002 <0,05 dan 0,000 <0,05. Kesimpulan: Penelitian
ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara implementasi clinical
pathway dengan efektivitas clinical pathway dan outcome klinis pasien.
Open AccessTuberkulosis Paru, Clinical Pathway, Rumah Sakit, Pelayanan, Outcome Pasien
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Asma merupakan kelainan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan sesak napas ditandai dengan mengi, batuk dan rasa sesak di dada yang berulang dan timbul pada malam atau menjelang pagi akibat penyumbatan saluran penapasan. Tujuannya untuk mengetahui karakterisrtik pasien asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dan untuk mengetahui krakteristik berdasarkan nama zat dan kekuatan obat serta golongannya. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis data kualitatif merupakan jenis data yang tidak dapat di ukur atau dihitung secara langsung. Data yang diambil yaitu semua data resep obat asma yang ada di bulan Juli 2023. Hasil Karakteristik jenis kelamin laki – laki sebanyak 19 orang, perempuan sebanyak 11 orang. golongan obat beta-agonis 10 orang sedangkan Antagonis muskarinik 8 orang, kekuatan sediaan obat Spiriva yakni 8 orang, Salbutamol 7orang, bentuk sediaan obat asma di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang paling banyak digunakan bentuk sediaan inhaler 15 pasien, sediaan obat terbanyak ke dua adalah tablet sebanyak 12 pasien. Pasien yang paling banyak jenis kelamin laki-laki (63%),paling banyak golongan obat beta- agonis (33%), antagonis muskarinik (27%), zat aktif spiriva 2,5mg yaitu Tiotropium (26%),zat aktif Salbutamol 2mg ( 22%),bentuk sediaan yaitu inhaler (50%),untuk kekuatan sediaan obat terbanyak ke dua yaitu tablet (40%).
Open AccessObat asma; zat aktif; rumah sakit
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan dan presepsi pasien terhadap pelayanan gizi rumah sakit memiliki pengaruh yang penting. Kekurangan gizi bisa menyebabkan fungsi organ terganggu dan akan menjadi lebih buruk. Hal ini dapat membahayakan kondisi pasien dan memperburuk keadaan pasien. Makanan yang bermutu ini dapat mendorong pasien untuk menghabiskan makanan yang diberikan dan mempercepat proses pemulihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang.
Penelitian menggunakan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat inap di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan wawancara dan kuesioner, lalu dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Rank Spearman.
Hasil penelitian didapat tidak ada hubungan antara penampilan makanan p value >0.05 dan rasa makanan p value >0.05 dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit, dan ada hubungan antara pelayanan makanan p value <0.05 dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di rumah sakit.
Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara penampilan dan rasa makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap di rumah sakit dan terdapat hubungan antara pelayanan makanan dengan tingkat kepuasan pada pasien rawat inap di rumah sakit.
Open AccessPasien, Pelayanan Makanan, Rumah Sakit, Tingkat kepuasan
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit degeneratif yang timbul dari gaya hidup atau pola hidup yang tidak sehat seseorang yang mengakibatkan adanya peningkatan kadar glukosa darah karena kekurangan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi pengetahuan terhadap manajemen penatalaksanaan diabetes melitus di ruang rawat inap RS Sentra Medika Cisalak Depok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu pasien rawat inap kelas I, II, III dan VIP dan dengan 92 sampel agar tidak terjadi resiko tidak sensitif. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini dengan metode purposive sampling. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengetahuan penatalaksanaan manajemen diabetes melitus sebagian besar kurang baik pada pasien rawat inap di RS Sentra Medika Cisalak Depok. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor bermakna yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan dan lama menderita penyakit diabetes melitus. Pengetahuan manajemen penatalaksanaan diabetes melitus berkenaan langsung dengan gaya hidup, kondisi fisik, aktifitas sehari-hari dan tingkat daya tangkap informasi kesehatan serta pengalaman penanganan penyakit diabetes melitus.
Open AccessPengetahuan, diabetes melitus, manajemen penatalaksanaan penyakit diabetes melitus, rumah sakit
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Minimnya penggunaan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan utilitasi pelayanan persalinan yang masih jauh dari kata optimal.Hal ini di sebabkan karena menurunnya penggunaan utilisasi pelayanan kesehatan di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan dengan pendekatan kuantitatif dan desain pendekatan waktu potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan kasus persalinan di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit “X“ yang memanfaatkan pelayanan rawat inap pada bulan Juni, Total Sampling sehingga jumlah sampel yang sebanyak 68 pasien. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah `adanya hubungan antara variabel pendidikan, pekerjaan,pendapatan, sikap dan pengetahuan dengan utilisasi pelayanan persalinan rawat inap di RS “X”.Saran Bagi Rumah Sakit penelitian ini diharapkan bergerak aktif dalam menjaring dan mendorong utilisasi pelayanan persalinan rawat inap di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit , bagi peneliti selanjutnya agar lebih memperbanyak variabel dan analisis data hingga ke jenjang multivariat analisis.
Open AccessBPJS, Rumah Sakit, Utilisasi kesehatan
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Rumah Sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah mewajibkan Rumah Sakit melakukan akreditasi agar Rumah Sakit selalu mengutamakan pelayanan, keselamatan dan perlindungan kepada masyarakat. Untuk meningkatkan akreditasi diperlukan adanya motivasi karyawan yang terlibat dalam akreditasi. Motivasi karyawan yang bekerja di Rumah Sakit X dalam menghadapi akreditasi mengalami demotivasi yang mengakibatkan menjadi kurang atau bahkan tidak bersemangat. Terdapat 15 karyawan menolak bergabung ke tim kelompok kerja dan 10 karyawan bersedia bergabung namun dengan setengah hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi karyawan dalam menghadapi akreditasi di Rumah Sakit X tahun 2022. Penelitian dilakukan pada tanggal 01 Juli – 30 Juli 2022 di Rumah Sakit X. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik non probability sampling dengan menggunakan tehnik accidental sampling. Populasi adalah Tim Kelompok Kerja Akreditasi sejumlah 160 karyawan dan sampel sejumlah 111 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji normalitas digunakan untuk menentukan cut off point dalam pengkodingan saat pengolahan data. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dengan memperhatikan nilai p value untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dan dependen. Nilai Odds Ratio digunakan untuk menentukan seberapa besar pengaruh atau peluang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengakuan dengan motivasi karyawan (p value = 0,037), pekerjaan itu sendiri (p value = 0,000), tanggung jawab (p value = 0,022), kemajuan (p value = 0,000), pengembangan potensi individu (p value = 0,000), dan hubungan interpersonal (p value = 0,001). Variabel yang tidak berhubungan yaitu prestasi (p value = 0,103). Terdapat hubungan antara pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, kemajuan, pengembangan potensi individu, hubungan interpersonal dengan motivasi karyawan. Sedangkan prestasi tidak berhubungan dengan motivasi karyawan. Saran dari penelitian ini adalah Rumah Sakit X harus mengatur ulang sumber daya manusia, peningkatan motivasi karyawan, lebih peduli dan mengakui atas kinerja karyawan. Sedangkan untuk karyawan harus lebih meningkatkan rasa tanggung jawab dalam pekerjaannya dan meningkatkan hubungan interpersonal antar karyawan agar tercipta hubungan yang harmonis.
Open AccessAkreditasi Rumah Sakit, Hubungan Interpersonal, Kemajuan, Motivasi, Pekerjaan Itu Sendiri, Pengakuan, Pengembangan Potensi Individu, Prestasi, Tanggung Jawab
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
ASI Eksklusif adalah Pemberian ASI asi saja tanpa tambahan lain selama 6 bulan. Pemberian ASI Eksklusif merupakan perilaku kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti kepada 20 perawat yang memberikan ASI Eksklusif di RS X Kabupaten Bekasi terdapat 5 orang perawat memberikan ASI Eksklusif, 15 perawat tidak memberikan ASI eksklusif dengan alasan berbagai faktor yang melatar belakangi. Tujuan Penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku perawat dalam memberikan ASI Eksklusif pada anak kandung usia 6-24 bulan di RS X Kabupaten Bekasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang mempunyai anak usia 6- 24 bulan yang bekerja di RS X Kabupaten Bekasi berjumlah 40 orang. Sampel Pada penelitian ini menggunakan tekhnik total sampling, yaitu semua dari populasi perawat yang mempunyai bayi berusia 6-24 bulan, baik yang memberikan maupun yang tidak memberikan ASI Eksklusif di RS x Kabupaten Bekasi berjumlah 40 orang. Analisis data yang digunakan Uji Chi Square. Dari hasil Penelitian Tidak ada hubungan signifikan anara variabel pengetahuan, sikap, dukungan suami, dukungan petugas kesehatan, dan ketersediaan fasilitas dengan Perilaku Perawat dalam memberikan ASI Ekslusif pada anak kandung usia 6-24 bulan di RS X Kabupaten Bekasi. Perawat selaku ibu pekerja perlu memahami kembali konsep pentingnya ASI Eksklusif sebagai ilmu dasar dalam berperilaku sehari-hari. Memaksimalkan waktu cuti melahirkan dengan melakukan promosi Kesehatan, sehingga pada waktunya kembali bekerja perawat sudah memiliki persiapan yang mantap untuk tetap memberikan ASI Eksklusif
Open AccessPemberian ASI Eksklusif, Perawat, Rumah Sakit
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.
Open AccessNyeri kepala adalah nyeri alih ke permukaan kepala yang disebabkan oleh stimulus dari dalam maupun luar cranium. Rasa nyeri yang dirasakan oleh pasien dapat menimbulkan perasaan yang tidak nyaman pada penderita, sehingga menurunkan kualitas hidup penderita. Prevalensi sakit kepala di Indonesia sangatlah tinggi. Menurut riskesdas 2018, persentase dari angka kajadian cephalgia di jawabarat sebesar 3,52 % dari 2.396 jiwa penduduk . Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk melaksanakan asuhan keperawan pada klien chepalgia dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial. Metode penelitian menggunakan studi kasus. Partisipan pada kasus ini satu klien yang mengalami gangguan cephalgia dengan keluhan utama sakit bagian kepala, mengalami muntah, gelisah. Masalah keperawatan yang utama adalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia. Implementasi yang dilakukan diantaranya memonitor tekanan darah, mengidentifikasi peningkatan intracranial, dan kolaborasi pemberian obat. Hasil evaluasi setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial dapat teratasi. Kesimpulan berdasarkan evaluasi studi kasus dengan masalah penurunan kapasitas adaptif intrakranial berhubungan dengan septikemia dapat teratasi. Saran untuk tenaga kesehatan di Rumah sakit agar dapat berkolaborasi untuk pemeriksaan penunjang kepada pasien yang mengalami masalah cephalgia.