Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: Puskesmas

Analisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan pasien adalah suatu perasaan pasien yang muncul akibat kinerja pelayanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi dilihat dari parameter pengukurannya yaitu Berwujud, kehandalan, daya tanggap, kepastian, kepedulian. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimental dengan perancangan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif Pengambilan sampel penelitian tersebut dengan cara mempergunakan metode Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini ialah semua pasien dan keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tambun dan mendapatkan resep dokter serta menebus obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi yang telah berkunjung paling sedikit satu kali dengan sampel 95. Hasil penelitian tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi dilihat dari parameter pengukuran berdasarkan dimensi yaitu tangible sebesar 72.57%, reliability sebesar 67.57%, responsiveness sebesar 68.22%, assurance sebesar 70.68%, dan emphaty sebesar 66.17%.

Open AccessKepuasan,Puskesmas,Kefarmasian
oai:ais:skripsi:209Lihat detail

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Cipayung Kota Depok Periode Juni-November Tahun 2022

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).

Open AccessHipertensi, Rekam Medis, Puskesmas
oai:ais:skripsi:380Lihat detail

GAMBARAN EDUKASI MENGGUNAKAN LEAFLET PADA PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG BAHAGIA

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

Open AccessKata kunci : Hipertensi, Leaflet, Edukasi, Hipertensi, Puskesmas
oai:ais:skripsi:354Lihat detail

Profil Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Uptd Puskesmas Tapos Periode Juni-November Tahun 2022.

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.

Open AccessKata kunci: Hipertensi, Puskesmas, Amlodipin
oai:ais:skripsi:362Lihat detail

Hubungan Kepatuhan Terhadap Terapi Antihipertensi Dengan Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Telaga Murni - Cikarang

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang prevalensinya terus meningkat. Kepatuhan terhadap terapi antihipertensi sangat penting untuk mencegah komplikasi. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan terapi antihipertensi dengan risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 85 pasien hipertensi di Puskesmas Telaga Murni. Instrumen yang digunakan yaitu MARS-5 dan MPR untuk menilai kepatuhan, serta ASCVD Risk Estimator untuk menilai risiko kardiovaskular. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil: Mayoritas responden memiliki kepatuhan baik (MARS-5: 91,8%; MPR: 75,3%) dan risiko ASCVD rendah (52,9%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan MPR dan risiko ASCVD (p=0,049), sedangkan kepatuhan MARS-5 juga menunjukkan nilai p=0,041. Namun, pada kedua pengukuran tidak ditemukan pola hubungan linier antara tingkat kepatuhan dan kategori risiko ASCVD. Kesimpulan: Kepatuhan pasien terhadap terapi antihipertensi belum terbukti berhubungan secara signifikan dengan risiko kardiovaskular. Diperlukan edukasi dan pemantauan berkala untuk menurunkan risiko secara menyeluruh.

Open AccessMARS-5, MPR, Puskesmas
oai:ais:library-item:26933Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Sirnajaya

Book2025Koleksi Perpustakaan

Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas, di mana rendahnya kinerja dapat berdampak pada kepercayaan masyarakat dan pencapaian program kesehatan. Namun, di Puskesmas Sirnajaya masih ditemukan beberapa masalah seperti keterbatasan jumlah pegawai, kedisiplinan yang belum optimal, serta beban kerja yang tidak seimbang, sehingga dikhawatirkan dapat memengaruhi mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja pegawai di Puskesmas Sirnajaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 41 responden (PNS dan PTT) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert dan data dianalisis dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pegawai memiliki kinerja baik (75,6%), sikap positif (70,7%), motivasi tinggi (80,5%), serta kepemimpinan mendukung (82,9%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,047), motivasi (p=0,047), dan kepemimpinan (p=0,031) dengan kinerja pegawai, sedangkan kemampuan (p=0,059) tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa kinerja pegawai lebih banyak berhubungan dengan faktor sikap, motivasi, dan kepemimpinan, sehingga diperlukan pembinaan berkelanjutan, kepemimpinan partisipatif, serta evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Open AccessKemampuan, Sikap, Motivasi, Kepemimpinan, Kinerja Pegawai, Puskesmas
oai:ais:library-item:26915Lihat detail

Analisis Faktor yang Memengaruhi Optimalisasi Peran Kader Dalam Penanganan Balita Berat Badan Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Wanasari Cibitung Tahun 2025

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Balita dengan berat badan kurang (underweight) masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bekasi. Berdasarkan data Puskesmas Wanasari tahun 2024 terdapat 321 balita (6,1%) mengalami berat badan kurang, angka ini termasuk tertinggi ke-3 di Kabupaten Bekasi. Kader posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat berperan penting dalam upaya deteksi dini, edukasi gizi, dan pemantauan tumbuh kembang anak. Optimalisasi peran kader dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi optimalisasi peran kader posyandu dalam penanganan balita dengan berat badan kurang di wilayah kerja Puskesmas Wanasari Cibitung tahun 2025.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah 206 kader posyandu, dengan sampel 127 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel independen meliputi pendidikan, pengetahuan, motivasi, sikap, dan dukungan petugas kesehatan, sedangkan variabel dependen adalah peran kader. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel sikap (p = 0,023; OR = 2,789) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,027; OR = 0,371) berhubungan signifikan dengan peran kader. Sedangkan variabel pendidikan (p = 0,530), pengetahuan (p = 0,633), dan motivasi (p = 0,041; OR = 0,479) menunjukkan hasil yang tidak sejalan dengan teori namun tetap signifikan secara statistik pada motivasi. Kesimpulan: Optimalisasi peran kader dalam penanganan balita berat badan kurang dipengaruhi oleh faktor sikap dan dukungan petugas kesehatan, sementara pendidikan, pengetahuan, dan motivasi tidak berhubungan secara signifikan atau menunjukkan arah yang berlawanan dengan teori. Upaya peningkatan peran kader perlu difokuskan pada pembentukan sikap positif, pemberian dukungan yang tepat, serta pelatihan berkelanjutan agar kader lebih mandiri dan percaya diri dalam menjalankan tugasnya.

Open Accessperan kader, balita, berat badan kurang, posyandu, Puskesmas Wanasari
oai:ais:library-item:26914Lihat detail

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita di Puskesmas Pilar Cikarang Utara

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Bagi negara miskin seperti Indonesia, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menempati peringkat tinggi di antara penyebab utama penyakit dan kematian pada anak-anak. Variabel lingkungan kritis yang memengaruhi kejadian ISPA meliputi ventilasi rumah, kepadatan hunian, dan paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji variabel-variabel ini karena berkaitan dengan ISPA pada anak-anak yang datang ke Puskesmas Pilar Cikarang untuk balita. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain crosssectional, melibatkan 30 balita yang berobat di Puskesmas Pilar Cikarang. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis statistik deskriptif dan uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Mayoritas balita yang diteliti berada dalam kelompok usia 0-12 bulan (63,3%) yang menunjukkan kerentanan lebih tinggi terhadap ISPA. Tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam kejadian ISPA berdasarkan jenis kelamin (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara kepadatan hunian (p < 0,05) dan paparan asap rokok (p < 0,05) dengan kejadian ISPA. Ventilasi rumah tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan ISPA (p > 0,05). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa kepadatan hunian dan paparan asap rokok merupakan faktor risiko signifikan untuk kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Pilar Cikarang. Intervensi kesehatan masyarakat yang fokus pada perbaikan kondisi lingkungan rumah disarankan untuk menurunkan kejadian ISPA pada populasi ini.

Open AccessISPA, Balita, ISPA pada Balita Puskesmas Cikarang Utara
oai:ais:library-item:25633Lihat detail

Gambaran Penggunaan Obat Antituberkulosis (OAT) Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang menyebabkan kematian terbanyak di dunia. Penyakit ini menyebar ketika penderita tuberkulosis paru mengeluarkan droplet yang mengandung bakteri ke udara, seperti saat batuk. Infeksi dapat terjadi jika droplet tersebut terhirup ke dalam saluran pernafasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola penggunaan obat antituberkulosis (OAT), menggambarkan kesesuaian penggunaan OAT berdasarkan Pedoman Penanggulangan Nasional Tuberkulosis tahun 2016 dari Kementrian Kesehatan RI, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan umur, jenis kelamin, lama pengobatan, dan banyaknya penyakit kronik. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data secara retrospektif yang dapat dilihat dari data rekam medis pasien pada periode Januari-Desember 2022 di Puskesmas Cipayung Kota Depok. Hasil penelitian berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa jumlah penderita laki-laki lebih banyak dari pada perempuan yaitu laki-laki sebesar 53,2% dan perempuan 46,8%. Berdasarkan usia, jumlah terbanyak berada pada rentang usia 21-59 tahun yaitu sebesar 74,0%. Berdasarkan lama pengobatan menunjukkan bahwa pasien terbanyak yang menjalani pengobatan tepat 6 bulan yaitu sebesar 94,8%. Berdasarkan pemberian jenis KDT (Kombinasi Dosis Tetap) yaitu sebesar 100%. Berdasarkan kesesuaian penggunaan obat yaitu kesesuaian dosis, indikasi, dan pemilihan kombinasi OAT telah memenuhi standar pedoman penanggulangan TB. Kesimpulan berdasarkan analisis hubungan antara usia, lama pengobatan, jenis kelamin, dan penyakit penyerta kronik terhadap hasil pengobatan pasien diperoleh hasil bahwa usia dan lama pengobatan memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien. Sedangkan jenis kelamin dan penyakit penyerta kronik tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil pengobatan pasien.

Open AccessTuberkulosis, Kategori TBC, Rawat Jalan, Puskesmas
oai:ais:library-item:24200Lihat detail

Analisis Hubungan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien Pengguna Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit yang ditularkan lewat udara atau droplet yang disebabkan,oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan adalah tingkat perilaku penderita dalam mengambil suatu tindakan pengobatan yang disarankan oleh penyedia layanan kesehatan, misalnya kebiasaan hidup sehat dan ketentuan berobat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien pengguna obat anti tuberkulosis (OAT) seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga dan pekerjaan di Puskesmas Sukadami. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuantitatif.. Cara pengambilan sampel menggunakan kuesioner yang dibuat berdasarkan MMAS – 8 (Morisky Medication Adherence Scale). Sampel yang diperoleh berdasarkan perhitungan slovin sebanyak 63 sampel. Analisis data univariat yaitu persentase karakteristik demografi responden, bivariat dengan bantuan SPSS versi 26 uji chi square. Hasil penelitian pada uji chi square dari karakteristik pasien TB dengan tingkat kepatuhan didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan adalah karakteristik berdasarkan jenis kelamin P value 0,627, pendidikan P value 0,206 dan pekerjaan P value 0,385. Sedangkan yang terdapat hubungan adalah karakteristik umur dengan nilai P value 0,024, pengetahuan dengan nilai P value 0,009 dan dukungan keluarga P value 0,001. Hasil tingkat kepatuhan pasien TB terhadap penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) secara keseluruhan pasien TB kepatuhannya dalam kategori sedang 71,4% (46 orang).

Open AccessObat Anti Tuberkulosis, Tingkat Kepatuhan Pasien, Puskesmas
oai:ais:library-item:24227Lihat detail

Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayan Kefarmasian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang

Book2024Koleksi Perpustakaan

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan yang dilakukan di Puskesmas salah satunya adalah pelayanan kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian dengan menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan lima parameter untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental secara prospektif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan instrument kuesioner. Cara pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang diperoleh sebanyak 95 sampel. Hasil penelitian di Puskesmas Cilamaya Kabupaten Karawang dengan total 95 responden disimpulkan bahwa responden terbanyak yaitu perempuan umur 21-30 tahun, pendidikan SD, dan pekerjaan ibu rumah tangga. Hasil Customer Satisfaction Index (CSI) tertinggi adalah parameter bukti langsung (tangible) sebesar 89,34% dan nilai Customer Satisfaction Index (CSI) terendah adalah parameter jaminan (assurance) sebesar 79,65%. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan dengan tingkat kepuasan dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cilamaya.

Open AccessPuskesmas, pelayanan kefarmasian, Tingkat kepuasan pasien
oai:ais:library-item:24229Lihat detail

Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien Rawat Jalan Tuberkulosis di Puskesmas Cilamaya Karawang

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar belakang Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat anti tuberkulosis secara teratur sampai tuntas dan patuh merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam pengobatan Tuberkulosis paru. Tujuan untuk mengetahui karakteristik dan hubungan tingkat kepatuhan pasien terhadap Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis di Puskesmas Cilamaya Metode jenis yang penelitian ini merupakan Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif alat yang digunakan untuk pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil dari penelitian berdasarkan jenis kelamin jumlah penderita laki-laki sebesar 54,0%, umur pada rentang usia 15-34 tahun yaitu sebesar 63,5%, pendidikan tingkat SMA 34,9%, pekerjaan pegawai swasta sebanyak 25,9%, lama pengobatan pasien 2 sebanyak 47,6%, pengetahuan baik sebanyak 79,4%. Kesimpulan karakteristik pasien meliputi pekerjaan dan pengetahuan mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien Obat Anti Tuberkulosis (OAT) karena nilai p value yang diperoleh kurang dari nilai signifikan yang digunakan yaitu 0,005. Nilai pekerjaan (p = 0,001) dan pengetahuan (p = 0,030).

Open AccessObat Anti Tuberkulosis Paru, Puskesmas, Tingkat Kepatuhan TBC
oai:ais:library-item:24261Lihat detail

Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti Periode Bulan April-Mei 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien setelah membandingkan kinerja yang didapat dengan harapan pasien, salah satu faktornya yaitu karakteristik pasien. Setiap pasien memiliki karakteristik yang berbeda-beda, hal itu akan berakibat pada penilaian atau tingkat kepuasan yang berbeda pula pada pelayanan kesehatan yang diberikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Mekarmukti periode April – Mei 2023. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 96 responden yang diperoleh berdasarkan rumus slovin. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, kemudian diolah menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji chi square analisis hubungan pada karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan frekuensi kunjungan dengan tingkat kepuasan mendapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan, karena p value > 0,1. Sedangkan pada karakteristik berdasarkan pendidikan terakhir memiliki hubungan yang signifikan, yaitu nilai p value 0,078 < 0,1. Tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Mekarmukti secara keseluruhan didapatkan hasil bahwa pasien merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian yang diberikan.

Open AccessPuskesmas, Tingkat Kepuasan Pasien, Pelayanan Kefarmasian, Karakteristik Pasien
oai:ais:library-item:24214Lihat detail

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di UPTD Puskesmas Tapos Periode Juni-November Tahun 2022

Book2024Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi hipertensi mencapai 34,1%, meningkat dari hanya 26,5%, pada tahun 2013. Di Jawa Barat, prevalensi hipertensi lebih tinggi dari rerata nasional, yaitu 39,6%, pada tahun 2018. Kota Depok prevalensinya 21,74%. Hipertensi seringkali disebut “silent killer” karena tidak adanya gejala. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Gambaran Peresepan Obat Antihipertensi di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni–November Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif yang bersifat Retrospektif, populasi yang digunakan pada penelitian ini semua resep yang masuk di UPTD Puskesmas Tapos periode Juni – November Tahun 2022. Hasil penelitian persentase peresepan penggunaan obat hipertensi yaitu perempuan sebanyak (64,21%) dari 95 pasien dan pada kelompok usia 45-65 tahun sebanyak (69,47%) dari 95 pasien. Zat aktif yang lebih banyak diresepkan adalah amlodipin sebanyak (51,58%) dari 95 resep. Golongan antihipertensi terbanyak yaitu golongan antagonis kalsium sebanyak (71,42%) dari 95 resep dan berdasarkan kombinasi obat yang paling banyak yaitu amlodipin+hidroklortiazid sebanyak (73,33% ) dari 95 resep.

Open AccessHipertensi, Puskesmas, Amlodipin
oai:ais:library-item:24238Lihat detail

Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik dan Obat Merek Dagang di Puskesmas Sukaraya

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Menurut kementrian kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/068/I/2010 Obat generik merupakan obat dengan nama resi Internasional Non Propietary Names (INN) yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat khasiat yang dikandungnya. Obat merk dagang adalah obat dengan nama dagang perusahaan dan di jual dengan merk sesuai keinginan perusaha. Tujuan : Untuk mengetahui Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Generik Dan Obat Merk Dagang di Puskesmas Sukaraya meliputi definisi, harga, kualitas, dan keamanan. Metode : Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data yang diperoleh merupakan data primer dengan alat bantu berupa kuesioner serta pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling kepada masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Sukaraya pada bulan Maret sampai April 2023. Hasil : penelitian dilakukan di Puskesmas Sukaraya dengan total 100 responden pada karakteristik responden Usia paling tinggi adalah 46-65 Tahun sebesar 38%, berdasarkan Jenis Kelamin paling tinggi adalah perempuan sebesar 67%, berdasarkan Pendidikan paling tinggi adalah SMA sebesar 32%, berdasarkan Pekerjaan paling tinggi adalah tidak bekerja sebesar 59%. Untuk tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat generik dan obat merk dagang berdasarkan variabel definisi obat 74,3%, harga obat 74,7%, kualitas obat sebesar 74,6%, dan keamanan obat 74,6%. Kesimpulan : Tingkat pengetahuan masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Sukaraya tentang obat generik dan obat merk dagang pada bulan Maret sampai April 2023 termasuk dalam kategori baik

Open AccessTingkat Pengetahuan, Obat Generik, Merk Dagang, Puskesmas, Kualitas Obat, Harga obat
oai:ais:library-item:24232Lihat detail

Gambaran Edukasi Menggunakan Leaflet Pada Pengetahuan Pasien Hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terjadi di negara maju maupun berkembang Menurut World Health Organization (WHO) Indonesia merupakan negara ke tiga penderita hipertensi setelah india. Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien hipertensi di puskesmas karang bahagia dan mengetahui ada atau tidaknya perbedaan skor pada pasien hipertensi sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Metode : Penelitian ini bersifat observasional menggunakan metode pretest dan posttest bersifat prospektif kepada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023. Hasil : Hasil uji validitas pretest pengetahuan dinyatakan valid karena rHitung lebih besar dari rTabel (0,463) dengan taraf signifikan <0,05. Hasil uji releabilitas didapatkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,698 maka pretest dinyatakan reliabel. Karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia berdasarkan usia yang paling banyak yaitu usia 36-64 tahun sebanyak 52 pasien (71%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak yaitu perenpuan berjumlah 57 pasien (79%), dan hasil posttest terdapat peningkatan skor atau nilai dengan frekuensi 64. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian edukasi menggunakan leaflet pada pasien hipertensi di Puskesmas Karang Bahagia periode April-Juni 2023, dan didapat hasil pretest dan posttest terdapat perubahan skor sebanyak 64 (88%) dan tidak terdapat peningkatan skor 9 (12%) dan tidak ada penurunan skor pada hasil posttest.

Open AccessHipertensi, Leaflet, Edukasi, Hipertensi, Puskesmas
oai:ais:library-item:24263Lihat detail

Evaluasi Pelayanan Informasi Obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Pelayanan informasi obat merupakan peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. Kejelasan mengenai informasi obat yang harus digunakan pasien akan sangat mempengaruhi ketaatan pasien dalam keberhasilan suatu pengobatan. Tujuan : Mengevaluasi pelayanan informasi yang diberikan Apoteker pada pasien di instalasi farmasi UPTD Puskesmas Ciasem Kabupaten Subang dengan standar pelayanan kefarmasian berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan No. 74 tahun 2016. Metode : Observasi secara langsung dengan menggunakan lembar checklist Hasil : Persentase pelayanan informasi obat berdasarkan : nama obat 100%, sediaan obat 93,61%, dosis obat 100%, cara pakai obat 100%, dan efek samping obat 91,48%. Sedangkan pelayanan informasi obat dengan kategori cukup baik adalah penyimpanan obat 46,80%. Pelayanan informasi obat yang masih terjadi kesenjangan negatif yaitu pada parameter sediaan obat sebesar 6%, penyimpanan obat sebesar 53%, dan efek samping obat sebesar 8%. Kesimpulan : Pelayanan informasi obat yang diberikan oleh Apoteker kepada pasien sudah terlaksana sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas yaitu dengan skor total keseluruh parameter pelayanan informasi obat yang diberikan yaitu 49,6% dengan kategori cukup baik

Open AccessPuskesmas, pemberian informasi obat, standar pelayanan kefarmasian, evaluasi pelayanan informasi obat.
oai:ais:library-item:24202Lihat detail

Gambaran Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Cipayung Kota Depok Periode Juni - November Tahun 2022

Book2024Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang Secara garis besar hipertensi merupakan masalah kesehatan universal di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi, serta belum terkendali secara optimal di seluruh dunia. Hipertensi adalah suatu keadaan tubuh seseorang mengalami tekanan darah (TD) meningkat di atas normal 140/90 mmHg. Tujuan penelitian mengetahui gambaran karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin, usia, penyakit penyerta, kategori tekanan darah dan penggunaan obat antihipertensi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan observasional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang di ambil dari Puskesmas Cipayung Kota Depok Tahun 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu diambil dari rekam medis pasien dalam periode bulan Juni – November tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik berdasarkan jenis kelamin yang tertinggi perempuan sebanyak 79 (79,80%), karakteristik berdasarkan usia yang tertinggi usia 40 – 59 tahun sebanyak 51 (51,51%), penyakit penyerta hipertensi sebanyak 71 (71,72%), tekanan darah pasien meliputi tekanan darah awal dan akhir. Tekanan darah yang tertinggi yaitu hipertensi stage 1 sebanyak 52 (55,91%), penggunaan obat hipertensi yang sering digunakan adalah amolidipin sebanyak 91 obat (91,92%). Kesimpulan berdasarkan hasil gambaran penggunaan obat antihipertensi bahwa obat amlodipin yang paling banyak digunakan sebanyak 89 (91,75%).

Open AccessHipertensi, Rekam Medis, Puskesmas
oai:ais:library-item:24207Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Oleh Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyebuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. Jika dilihat dari jumlah kunjungan ke Puskesmas Cikarang, diketahui jumlah yang memanfaatkan pelayanan masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta JKN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu peserta JKN dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui dalam tiga bulan terakhir hampir seluruh responden yang berkunjung memiliki tingkat pemanfaatan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, tipe kepesertaan JKN, pengetahuan, persepsi mengenai JKN, akses layanan, fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Open AccessKepesertaan JKN, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, Puskesmas
oai:ais:library-item:23349Lihat detail

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan oleh Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Thesis2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemanfaatan pelayanan kesehatan merupakan penggunaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyebuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan. Jika dilihat dari jumlah kunjungan peserta JKN ke Puskesmas Cikarang, diketahui jumlah yang memanfaatkan pelayanan kesehatan masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 67.290 orang peserta JKN dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dalam 3 bulan terakhir terdapat 82,0% responden dengan tingkat pemanfaatan tinggi dan sebanyak 18% responden dengan tingkat pemanfaatan rendah. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, tipe kepesertaan JKN, pengetahuan, persepsi mengenai JKN, akses layanan, fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Open AccessKepesertaan JKN, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, Puskesmas
oai:ais:skripsi:351Lihat detail