Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS)
Cikarang, Maret 2023
Rista Julaeha
HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA INTRADIALITIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023
ABSTRAK
Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik.
Kata Kunci: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
Daftar Bacaan: 17 Kepustakaan (2013-2022)
Open Access: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS)
PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN
Skripsi, Maret 2023
Nama : Dodi Lestiono
NIM : 221070009
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022
X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran
ABSTRAK
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Open AccessKata kunci : keperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di
Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma,
katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan
Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi
hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget
dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode
: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81
anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan
melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data
dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan
program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan
kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas
luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05).
Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit
Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis
kelamin, pengurangan penggunaan gadget.
Open AccessAktivitas Luar Ruangan, Faktor Genetik, Jenis Kelamin, Miopia, Penggunaan Gadget.
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
Open AccessKusta, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pengetahuan, personal hygiene, lingkungan, riwayat kontak.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.
Open AccessKata kunci: Kusta, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pengetahuan, personal hygiene, lingkungan, riwayat kontak.
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin,
Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon.
Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square.
Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034)
Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk
meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).
Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk,
Thesis•2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).
Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk
Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Salah satu usaha untuk turunkan masalah gizi buruk adalah dengan Gerakan Restu Ibu (Gerakan
Terpadu Tuntas Gizi Buruk). Penimbangan berat badan anak diPosyandu wajib diprioritaskan
khususnya lokasi Posyandu yang rentang kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita. Penelitian ini adalah survey analitik
dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang ada di
Posyandu Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode
pengumpulan sampel menggunakan Accidental sampling yaitu responden yang kebetulan ada atau
tersedia ditempat penelitian sebanyak 65 orang. Instrument pengumpulan data dengan data primer,
analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel pendidikan (P = 0,000), pengetahuan (P = 0,000), Riwayat pemberian
ASI Eksklusif (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita. Sedangkan
variabel jenis kelamin (P = 1.000) tidak memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita.
Diharapkan bagi ibu yang mempunyai balita perlu meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya
ibu dalam penyusunan menu balita agar asupan gizinya tepat dan status gizinya meningkat dengan
cara mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan kegiatan kelas balita yang diadakan di posyandu.
Open AccessPendidikan, Pengetahuan, Riwayat pembarian ASI Eksklusif, Jenis Kelamin
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan
penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 30 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 30 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.
Open Accesskeperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan
Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan pengetahuan remaja terhadap seks bebas Di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan
sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 1 Cikarang Barat sebanyak 194 responden, data
yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam
penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square.
Hasil analisis responden yang usia beresiko sebanyak 98,5% (P value 0,196), pada responden dengan jenis kelamin
yang beresiko sebanyak 38,7% (P value 0,047), pada responden dengan sikap remaja yang tidak baik sebanyak 45,9%
(P value 0,024), pada responden yang memiliki kurangnya media informasi sebanyak 49,5% (P value 0,021), pada
responden yang memiliki lingkungan yang kurang baik sebanyak 43,3% (P value 0,002), dan pada responden yang
memiliki kurangnya dukungan keluarga sebanyak 50,0% (P value 0,031).
Open AccessPengetahuan, Usia Remaja, Jenis Kelamin, Sikap Remaja, Sumber Media Massa, Lingkungan, dan
Dukungan Keluarga
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Lansia di era pandemic ini sangat rentan terinfeksi Covid-19. Dikarenakan fungsi kerja tubuh lansia menurun dan
berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya lansia di rawat dengan terkonfirmasi Covid19
yaitu usia, jenis kelamin dan komorbid (Hipertensi dan DM). Desain penelitian ini bersifat deskriptif
kuantitatif. Populasi dan Sample yang digunakan 50 orang lansia yaitu menggunakan teknik Total Sampling.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik rumah sakit X dengan menggunakan
instrumen tabel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,048, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan lamanya perawatan
lansia dengan hasil P Value 0,046 dan terdapat hubungan antara komorbid (hipertensi dan DM) dengan lamanya
perawatan lansia dengan hasil P Value 0,026. Maka dari itu dapat disimpulkan dari hasil penelitian sebagian besar
dari Pasien Lansia dengan Terkonfirmasi Covid-19 memiliki Lama perawatan dikarenakan adanya hubungan
dengan Usia, Jenis Kelamin dan komorbid (hipertensi dan DM).
Open AccessJenis Kelamin, Lansia, Komorbid, Lama hari rawat Covid-19, Usia
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada
anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan
kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x
kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak
adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis
kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan
pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini
menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia
ibu,pekerjaan ibu
Open AccessJenis kelamin,berat badan,status gizi,umur ibu,pekerjaan ibu.
Book•2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita, diperkirakan 15 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun. Riskesdas 2018 kejadian ISPA pada satu bulan terakhir adalah 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada usia balita yaitu 35%. Dan menurut SDKI 2017 prevalensi ISPA tertinggi pada anak umur 2435 bulan yaitu sebanyak 14%. Berdasar hasil survey, di Propinsi Jawa Barat terdapat 28,4% kasus ISPA balita, dan untuk kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 35,0% kasus dengan gejala ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objek yang dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan. Populasinya seluruh balita yang diperiksa di Poli Anak Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020 sebanyak 461 orang.
Sampel yang diteliti adalah balita yang berobat di Poli Anak sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase.
Hasil penelitian univariat menunjukan 82 responden yang dinyatakan berdiagnosa ISPA 17 orang (21%). Sedangkan responden yang tidak didiagnosa ISPA ada 65 orang (79%).
Kesimpulan dari hasil penelitian masih banyaknya angka kesakitan ISPA pada balita di Puskesmas Mekarmukti dikarenakan Puskesmas Mekarmukti merupakan daerah industri.
Open AccessISPA, Jenis kelamin, Umur, Status Gizi Balita, Status Imunisasi, Ventilasi kurang memadai, Asap Dalam
Ruangan, Tingkat Pengetahuan Ibu
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Lanjut usia adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan Fisik, Biologis, Kognitif, Psikologis, Ekonomi, maupun peranan sosialnya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia pemerintah membuat beberapa kebjakan-kebijakan pelayanan kesehatan lansia. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka dikembangkan program kesehatan lansia sebagai berikut: bentuk pelayanan kesehatan santun lanjut usia yang diberikan di Puskesmas yaitu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, memberikan prioritas pelayanan kepada lanjut usia dan penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses, memberikan dukungan atau bimbingan pada lanjut usia dan keluarga secara berkesinambungan, melakukan pelayanan secara proaktif untuk dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas,
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan atau penelitian Cross Sectional. Analisis menggunakan uji Chi-square. Sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 32 responden.
Hasil penelitian: hasil uji Chi-square ini menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan (p) = 0,009 > 0,05. Variabel pendidikan didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,625 < 0,05. Variabel jenis kelamin didapat nilai yang signifikan (p) = 0,013 > 0,05. Variabel riwayat penyakit didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,072 < 0,05. Berdasarkan uji Chi-square. Variabel yang paling signifikan terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu adalah umur, dan riwayat penyakit
Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia adalah umur dan jenis kelamin. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan yang ada di posyandu lansia.
Open AccessUmur, Pendidikan, Jenis Kelamin, Riwayat Penyakit.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Perkembangan kasus di Indonesia pun memperhatikan peningkatan yang semakin pesat, kasus HIV/AIDS di Indonesia, di temukan pertama kali pada tahun 1987 hingga saat ini menyebar 1987 hingga saat ini menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menurut penelitian, risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS yaitu perempuan pekerja seks. Hasil penelitian di Moscow menemukan 79 % dari perempuan pengidap HIV berasal dari kelompok pekerja seks ( Vilasis –keener A dkk, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasitahun 2016.
Penelitian ini menggunaakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional dan yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel 323 responden dan populasi 169 responden.
Hasil analisis bvariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Usia P-Value = 0,039 (P<a 0,05), dan OR 1,812 dan jenis kelamin P-Value = 0,017 (P<a 0,05) dan OR 1,773 pendidikan P-Value = 0,009 (P<a 0,05), dan OR 1,872 heteroseksual P-Value = 0,002 (P<a 0,05), dan OR 2,043 homoseksual P-Value = 0,044 (P<a 0,05), dan OR 1,816 dan biseksual P-Value = 0,012 (P<a 0,05), dan OR 2,087. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti.
Kesimpulasn dari peneliti ini ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, heteroseksual, homoseksual dn biseksual dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa konseling yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi yang terinfeksi HIV/AIDS. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan konseling bagi penderita HIV/AIDS agar psikologis penderita tidak terganggu dan mencegah komplikasi dini sehingga dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia.
Open AccessHIV/AIDS, Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Hetroseksual, Homoseksual, Biseksual
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Skabies adalah inflamasi parasit yang disebabkan oleh tungau
(Sarcoptes scabiei). Hasil studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di Pondok
Pesantren Ibnu Ajhari Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi pada hari selasa
tanggal 14 Mei 2019. Peneliti melakukan wawancara dan observasi dengan
mengambil sampel 30 santri. Dengan perbandingan 15 santri putri dan 15 santri
putra. Didapatkan hasil 21 santri yang mengalami skabies, santri putri 9 (30%)
dan santri putra 12 (40%) dengan persentase total 21 (70%) santri mengalami
skabie. Santri mengatakan sering mengalami gatal pada malam hari sebanyak 21
(70%) santri, terdapat bekas skabies pada lipatan tangan 11 (37%), dan
pergelangan tangan 13 (43%) santri.
Tujuan penelitian : Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
kejadian penyakit kulit : skabies pada santri Mts Pondok Pesantren Ibnu Ajhari
Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Metode : Penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan CrossSectional.
Populasi penelitian ini santri MTs Pondok Pesantren Ibnu Ajhari
dengan jumlah 79 responden. Rancangan analisis data yang digunakan adalah
analisis bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki
pengaruh secara bermakna dengan penyakit kulit : skabies. Variabel yang
mempengaruhi adalah jenis kelamin (p = 0,012 < = 0,05), usia (p = 0,004 < =
0,05), pengetahuan (p = 0,043 < = 0,05), kebersihan perorangan (p = 0,003 <
= 0,05), kebersihan pakaian (p = 0,021 < = 0,05), kebersihan handuk, tempat
tidur dan sprai (p = 0,030 < = 0,05), lingkungan : kelembaban (p = 0,015 < =
0,05).
Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia,
pengetahuan, kebersihan perorangan, kebersihan pakaian, kebersihan handuk,
tempat tidur, sprai dan lingkungan : kelembaban dengan kejadian kejadian
penyakit kulit : skabies pada santri MTs Pondok Pesantren Ibnu Ajhari
Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi
Pondok Pesantren serta menambah pengetahuan bagi santri untuk lebih
meningkatkan kebersihan diri.
Open AccessPenyakit kulit skabies, jenis kelamin, usia, pengetahuan, kebersihan perorangan, kebersihan pakaian, kebersihan handuk, tempat tidur, sprai dan lingkunga : kelembaban.
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan
kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang
penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang
Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa
siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa
sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang
siswa.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06
tahun 2019.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN
Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa
dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah
sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh
dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada
pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan
pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%).
Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada
hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi
belajar dengan pengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya
untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh
teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam
menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.
Open AccessMotivasi belajar, Dukungan keluarga, Pengaruh teman, Teknologi, Karakteristik responden (jenis kelamin).
Book•2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Tramadol merupakan obat anti-nyeri atau obat analgesic yang bekerja
secara sentral (di otak) pada reseptor opioid maupun memodifikasi pengantaran sinyal nyeri
dengan menghambat pengambilan kembali monoamine, tramadol mempunyai efek
merugikan yang paling lazim dalam penggunaan pada waktu yang singkat dan biasanya
hanya pada awal penggunaannya saja yaitu pusing, mual, sedasi, mulut kering, berkeringat
dengan insidensi berkisar antara 2,5% sampai 6,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran motivasi dan sikap remaaja terhadap menyalahgunakan obat tramadol di Kampung
P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Jenis penelitian ini
menggunakan desaain penelitian Deskriptif Analitik. Teknik pengambilan sampel
menggunakan Total Sampling sebanyak 32 remaja yang dilaksanakan di Kampung P Rt/rw
002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Instrumen ini dalam penelitian
ini menggunakan kuesioner, yang dianalisa menggunakan analisis Univariat. Hasil penelitian
menunjukan sebagian besar jenis kelamin laki-laki sebanyak 100%, usia 17-20 tahun
sebanyak 64,6%, pendidikan SMA sebanyak 68,8%, pekerjaan pengangguran sebanyak
53,1%, lama menggunakan < 3 tahun sebanyak 65,6%, dorongan berhenti ya sebanyak
87,5%, motivasi remaja kurang baik sebanyak 53,1%, sikap remaja baik sebanyak 59,4%,
menyalahgunakan obat tramadol dengan ketergantungan berat sebanyak 56,3%. Diharapkan
dapat meningkatkan motivasi dan sikap dalam berhenti menyalahgunakan obat tramadol pada
remaja.
Tujuan : Menganalisis gambaran motivasi dan sikap remaja untuk berhenti
menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S. Kecamatan C
Kabupaten Bekasi tahun 2019.
1
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode penelitian analitik kuantitatif
dengan rancangan atau desain penelitian Deskriptif analitik, menjelaskan adanya hubungan
antara variable melalui pengujian hipotese. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 32
remaja di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C kabupaten Bekasi yang
menyalahgunakan obat tramadol. Teknik pengambilan sampel ini dengan menggunakan total
sampling, yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi menjadi
sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh
secara bermakna. Hasil yang didapatkan dari motivasi didapatkan bahwa remaja yang
memiliki motivasi remaja kurang baik sebanyak 17 remaja (53,1%), dan motivasi remaja baik
sebanyak 15 remaja (46,9%), dan hasil yang didapatkan dari sikap remaja baik sebanyak 19
remaja (59,4%), dan sikap remaja kurang baik sebanyak 13 remaja (40,6%).
Kesimpulan : dari faktor yang telah diteliti mengenai variabel motivasi dan sikap,
didapatkan hasil dari variabel motivasi mengindikasikan remaja yang memiliki motivasi
kurang baik sebesar 53,1 %, dan motivasi remaja baik sebesar 46,9 %. Sedangkan variabel
sikap mengindikasikan remaja dengan sikap baik sebesar 59,4 % dan remaja dengan sikap
kurang baik sebesar 40,6 %.
Saran : Diharapkan bagi masyarakat Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C
Kabupaten Bekasi khususnya remaja agar lebih memahami dan mengetahui bahaya
menyalahgunakan obat tramadol, agar tidak terjerumus dalam bahayanya obat tramadol.
Open AccessJenis Kelamin, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Lama Menyalahgunakan,
Dorongan Berhenti, Motivasi, Sikap, Menyalahgunakan.
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang
progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara
metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat
pada peningkatan ureum. Hemodialisa masih sebagai terapi utama dalam penanganan
gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi, diantaranya komplikasi
intradialisis, efek hemodialisis kronik berupa fatigue. Data dari studi pendahuluan di
RS Sentra Medika Cikarang yaitu terdapat pasien sebanyak 120 pasien pada bulan
desember, 147 pasien pada bulan januari, 275 pasien pada bulan februari dengan 150
pasien yang berusia 26-45 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi fatigue yaitu usia,
jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar hemoglobin, dan pekerjaan.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi
fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa di RS Sentra
Medika Cikarang Tahun 2018.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien
gagal ginjal kronik setelah di hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang dengan
populasi yang berjumlah 150. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden dengan
menggunakan rumus accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat
pengaruh secara bermakna dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah
menjalani hemodialisa. Variabel yang mempengaruhi adalah pendidikan (P value =
0,018 dan OR = 4,028), latihan fisik (P value = 0,031 dan OR = 3,590) Dan pekerjaan
(P value = 0,023 dan OR = 3,857). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh
pendidikan, latihan fisik, dan pekerjaan.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara pekerjaan, pendidikan dan latihan fisik dengan
fatique pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa
Saran : Diharapkan perawat hemodialisa dapat melakukan latihan fisik ke pasien pada
saat dihemodialisa dan memberikan edukasi tentang gagal ginjal kronik dan fatigue
agar pasien dapat memelihara kesehatannya dengan baik, pasien dapat melakukan
latihan fisik selama 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit agar dapat
mengurangi rasa fatigue yang berat serta peneliti selanjutnya dapat melakukan
penelitian eksperimen.
Open AccessGagal Ginjal Kronik, Fatigue, Hemodialisa, Usia, Jenis kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, dan Latihan Fisik
Book•2019•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran
antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hubungan tidak harmonis antar
saudara kandung khususnya masa usia sekolah akan mengalami kesulitan melakukan
penyesuaian sosial seperti hubungan yang buruk dengan teman sebaya, perilaku
antisosial, kesulitan belajar dan menunjukkan tanda psikopatologi seperti cemas,
depresi dan ketakutan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku sibling rivalry di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia
Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode : Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan
metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran
dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang
mempunyai anak usia sekolah (6-12 tahun) di Desa Sukaraya Kecamatan Karang
Bahagia Kabupaten Bekasi, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan
0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 72 anak dan jumlah responden yang akan
diteliti sebanyak 72 responden.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis
kelamin (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 5,133), perbedaan usia (P value = 0,001 <
α (0,05) ; OR 6,250), pola asuh orang tua (P value = 0,009 < α (0,05) ; OR 4,114),
dan jumlah saudara kandung (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 6,600) dengan
perilaku sibling rivalry.
Saran : Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah (6-12 tahun) dan
memiliki saudara kandung dapat membangun komunikasi dan perlakuan yang baik
kepada anak. Selain itu, diharapkan bagi orang tua untuk dapat memberikan
perhatian, waktu, cinta dan kasih sayang yang setara sesuai porsinya kepada masingmasing
anak.
Open AccessSibling rivalry, Usia sekolah, Jenis Kelamin, Pola Asuh Orang Tua,
Jumlah Saudara Kandung