Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

23 hasil
Subjek: jenis kelamin

Hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang hemodialisa rumah sakit harapan bunda jakarta 2023

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MEDUKA SUHERMAN (UMS) Cikarang, Maret 2023 Rista Julaeha HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPOGLIKEMIA INTRADIALITIK DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 ABSTRAK Hipoglikemi pada intra hemodialisis terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah karena tidak ada proses reabsorbsi aktif glukosa pada hallow fiber, konsentrasi dialisat yang mengandung sedikit glukosa atau free glukosa, penurunan status gizi serta managemen kontrol gula darah yang tidak adekuat pada pasien hemodialisis yang dikarenakan penyakit diabetes mellitus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dan jenis kelamin kejadian hipoglikemia intradialitik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metodek kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan usia dewasa madya (40-60 tahun) sebanyak 2 orang (6.7%) mengalami hipoglikemia, dan responden dengan usia dewasa lanjut (>60 tahun) sebanyak 2 orang (>60 tahun) mengalami hipoglikemia dengan hasil uji Chi-Square nilai p-value sebesar 0,001, yang menunjukan bahwa ada hubungan usia dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 1 orang (3.33%) jenis kelamin laki - laki mengalami hipoglikemia, dan sebanyak 3 orang (10%) jenis kelamin perempuan mengalami hipoglikemia dengan uji Chi-Square nilai p-value sebesar 1,000, yang menunjukan bahwa tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kejadian hipoglikemia intradialitik di ruang Hemodialisa RS Harapan Bunda. Saran untuk pasien agar dapat mengontrol glukosa darah baik pre, intra, dan post HD dengan mengkonsumsi diit yang tepat sesuai dengan anjuran gizi untuk pasien diabetes mellitus yang menjalani terapi hemodialisa sehingga tidak terjadi hipoglikemia intradialitik. Kata Kunci: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin Daftar Bacaan: 17 Kepustakaan (2013-2022)

Open Access: Hipoglikemia Intradialitik, Usia dan jenis kelamin
oai:ais:skripsi:318Lihat detail

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang

ThesisSkripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Dodi Lestiono NIM : 221070009 FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2022 X1x +…halaman + …tabel +….Lampiran ABSTRAK PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 24 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 24 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tidak di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas.. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

Open AccessKata kunci : keperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
oai:ais:skripsi:293Lihat detail

Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Kejadian Miopia Pada Anak Usia 7-11 Tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Timur

Book2025Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Prevalensi miopia pada anak-anak terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Indonesia. Miopia yang tidak ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti glaukoma, katarak, dan ablasi retina serta atrofi. Berdasarkan studi pendahulu di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda, prevalensi miopia meningkat dari 33% menjadi 67%. Tujuan : untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor genetik, jenis kelamin, aktivitas luar ruangan, dan penggunaan gadget dengan kejadian miopia pada anak usia 7-11 tahun di JTEC Rumah Sakit Harapan Bunda. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 81 anak usia 7-11 tahun yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui membagian informed consent, serta kuesioner terkait faktor risiko. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan komputer dengan program komputer. Hasil : penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara jenis kelamin dan kejadian miopia dengan nilai 0,007 (p <0,05). Faktor genetik nilai p = 0,002(p <0,05). Aktivitas luar ruangan nilai p = 0,039 (p <0,05). Penggunaan gadget dengan nilai p = 0,001(p<0,05). Kesimpulan : Sebagai upaya preventif dalam menekan prevalensi miopia di Rumah Sakit Harapan Bunda dan menunjukkan pentingnya memperhatikan riwayat genetik, perbedaan jenis kelamin, pengurangan penggunaan gadget.

Open AccessAktivitas Luar Ruangan, Faktor Genetik, Jenis Kelamin, Miopia, Penggunaan Gadget.
oai:ais:library-item:26564Lihat detail

Analisis Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat Kabupaten Bekasi

Book2025Koleksi Perpustakaan

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p < 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.

Open AccessKusta, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pengetahuan, personal hygiene, lingkungan, riwayat kontak.
oai:ais:library-item:26536Lihat detail

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KUSTA DI PUSKESMAS DANAU INDAH CIKARANG BARAT KABUPATEN BEKASI

Thesis2025Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kusta adalah penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, saraf, dan anggota tubuh jika tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kusta di Puskesmas Danau Indah Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, pendidikan, pengetahuan, riwayat kontak, personal hygiene, lingkungan, dan akses terhadap media informasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat kontak, tingkat ekonomi, personal hygiene, dan lingkungan dengan kejadian kusta (p 0,05). Namun, faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan media informasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kusta melalui edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta deteksi dini dan pengobatan tepat guna menekan kejadian kusta. Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi institusi kesehatan dalam menyusun kebijakan pencegahan dan penanggulangan kusta di daerah endemis.

Open AccessKata kunci: Kusta, usia, jenis kelamin, pendidikan, ekonomi, pengetahuan, personal hygiene, lingkungan, riwayat kontak.
oai:ais:skripsi:1013Lihat detail

Hubungan Level Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Low Back Pain Pada Tenaga Kependidikan di Perguruan Tinggi Sekolah Ilmu Kesehatan Cirebon Tahun 2024

Book2024Koleksi Perpustakaan

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk,
oai:ais:library-item:25250Lihat detail

HUBUNGAN LEVEL AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI SEKOLAH ILMU KESEHATAN CIREBON TAHUN 2024

Thesis2024Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Low Back Pain (LBP) adalah gangguan nyeri yang bersumber dari tulang belakang, saraf dan otot pada punggung bagian bawah. Terdapat 60 – 80% populasi di dunia terdampak LBP selama hidupnya. Penderita low back pain juga mengalami gangguan kemampuan fungsional. Beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian LBP meliputi karakteristik individu misal usia, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), Level aktifitas Fisik dan Durasi duduk, tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan karakteristik responden, Akatifitas fisik, Durasi duduk, IMT, dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Metode Penelitian merupakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon dengan cara melakukan wawancara dan pengisian kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus cross sectional dengan jumlah sampel 68 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian yang telah dilakukan pada bulan november 2023 sampai maret 2024 diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan jenis kelamin dengan kejadian LBP (0,014), terdapat hubungan usia dengan kejadian LBP (0,044), terdapat hubungan IMT dengan kejadian LBP (0,033), terdapat hubungan level aktifitas fisik dengan kejadian LBP (0,020), terdapat hubungan durasi duduk dengan kejadian LBP (0,034) Simpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna meliputi karakteristik individu, Indeks Massa Tubuh (IMT), Aktifitas Fisik dan Durasi duduk dengan kejadian LBP pada tenaga kependidikan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan cirebon. Saran bagi Perguruan Tinggi STIKes Cirebon, diharapkan dapat rutin mengadakan senam pagi sekali seminggu pada karyawan untuk meningkatkan kualitas produktivitas karyawan serta upaya meminimalisir risiko terjadinya keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah).

Open AccessLBP, Level aktifitas fisik, IMT, Jenis Kelamin, durasi Duduk
oai:ais:skripsi:664Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Pada Balita di Posyandu Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2023

Book2024Koleksi Perpustakaan

Salah satu usaha untuk turunkan masalah gizi buruk adalah dengan Gerakan Restu Ibu (Gerakan Terpadu Tuntas Gizi Buruk). Penimbangan berat badan anak diPosyandu wajib diprioritaskan khususnya lokasi Posyandu yang rentang kekurangan gizi. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi pada balita. Penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang ada di Posyandu Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode pengumpulan sampel menggunakan Accidental sampling yaitu responden yang kebetulan ada atau tersedia ditempat penelitian sebanyak 65 orang. Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan (P = 0,000), pengetahuan (P = 0,000), Riwayat pemberian ASI Eksklusif (P = 0,000) memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita. Sedangkan variabel jenis kelamin (P = 1.000) tidak memiliki hubungan bermakna dengan status gizi balita. Diharapkan bagi ibu yang mempunyai balita perlu meningkatkan pengetahuan orang tua khususnya ibu dalam penyusunan menu balita agar asupan gizinya tepat dan status gizinya meningkat dengan cara mengikuti penyuluhan-penyuluhan dan kegiatan kelas balita yang diadakan di posyandu.

Open AccessPendidikan, Pengetahuan, Riwayat pembarian ASI Eksklusif, Jenis Kelamin
oai:ais:library-item:24623Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Penyakit Janutng Koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

PJK adalah penyakit pembuluh darah pada jantung yang di akibatkan penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah jantung sehingga terjadi serangan jantung yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner Di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang. Manfaatnya untuk mengembangkan ilmu keperawatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung koroner dan meningkatkan mutu pelayanan asuhan keperawatan yang berkualitas. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan cross sectional. Penelitian ini di lakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sampel 30 responden dan pengambilan sampel dengan cara total sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah Uji Chi Square. Hasil penelitian analisa univariat di dapatkan bahwa sebanyak 30 orang (100%) terjadi penyakit jantung koroner. Hasil Analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara penyakit jantung koroner dengan variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang di temukan di variabel usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, dan obesitas. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi serta menambah pengetahuan dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan penyakit jantung koroner.

Open Accesskeperawatan, PJK, usia, jenis kelamin, hipertensi, merokok, obesitas,
oai:ais:library-item:22467Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Terhadap Seks Bebas di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap seks bebas Di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 1 Cikarang Barat sebanyak 194 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko sebanyak 98,5% (P value 0,196), pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko sebanyak 38,7% (P value 0,047), pada responden dengan sikap remaja yang tidak baik sebanyak 45,9% (P value 0,024), pada responden yang memiliki kurangnya media informasi sebanyak 49,5% (P value 0,021), pada responden yang memiliki lingkungan yang kurang baik sebanyak 43,3% (P value 0,002), dan pada responden yang memiliki kurangnya dukungan keluarga sebanyak 50,0% (P value 0,031).

Open AccessPengetahuan, Usia Remaja, Jenis Kelamin, Sikap Remaja, Sumber Media Massa, Lingkungan, dan Dukungan Keluarga
oai:ais:library-item:21301Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Lamanya Perawatan Pasien Lansia yang Terkonfirmasi Covid-19 di Ruang Edelweis Rumah Sakit X

Book2022Koleksi Perpustakaan

Lansia di era pandemic ini sangat rentan terinfeksi Covid-19. Dikarenakan fungsi kerja tubuh lansia menurun dan berbagai faktor lainnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi lamanya lansia di rawat dengan terkonfirmasi Covid19 yaitu usia, jenis kelamin dan komorbid (Hipertensi dan DM). Desain penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi dan Sample yang digunakan 50 orang lansia yaitu menggunakan teknik Total Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari catatan rekam medik rumah sakit X dengan menggunakan instrumen tabel data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara usia dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,048, terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,046 dan terdapat hubungan antara komorbid (hipertensi dan DM) dengan lamanya perawatan lansia dengan hasil P Value 0,026. Maka dari itu dapat disimpulkan dari hasil penelitian sebagian besar dari Pasien Lansia dengan Terkonfirmasi Covid-19 memiliki Lama perawatan dikarenakan adanya hubungan dengan Usia, Jenis Kelamin dan komorbid (hipertensi dan DM).

Open AccessJenis Kelamin, Lansia, Komorbid, Lama hari rawat Covid-19, Usia
oai:ais:library-item:20090Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Anak Usia 1-6 Bulan di RS X Kabupaten Bekasi

Book2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu masalah gizi di Indonesia adalah anemia. Prevalensi anemia pada anak adalah 57,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia pada anak. Penelitian ini bersifat cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 dengan kriteria bayi berusia 1-6 bulan yang dilakukan dengan mengambil data dari rekam medis Rs.x kabupaten bekasi. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil prevalensi anemia pada anak adalah 60%. Faktor-faktor yang berhubungan denagan anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu dengan p value < 0,05. Sedangkan pendidikan ibu tidak berhubungan dengan kejadian anemia. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa faktor anemia pada anak adalah jenis kelamin,berat badan,status gizi,usia ibu,pekerjaan ibu

Open AccessJenis kelamin,berat badan,status gizi,umur ibu,pekerjaan ibu.
oai:ais:library-item:20098Lihat detail

Gambaran Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Puskesmas Mekar Mukti Cikarang Barat Tahun 2020

Book2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sebagai salah satu penyebab kematian utama pada bayi dan balita, diperkirakan 15 juta anak balita di dunia meninggal setiap tahun. Riskesdas 2018 kejadian ISPA pada satu bulan terakhir adalah 25,5% dengan prevalensi tertinggi terjadi pada usia balita yaitu 35%. Dan menurut SDKI 2017 prevalensi ISPA tertinggi pada anak umur 2435 bulan yaitu sebanyak 14%. Berdasar hasil survey, di Propinsi Jawa Barat terdapat 28,4% kasus ISPA balita, dan untuk kabupaten Bekasi terdapat sebanyak 35,0% kasus dengan gejala ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat analitik yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objek yang dilakukan untuk melihat gambaran pengetahuan. Populasinya seluruh balita yang diperiksa di Poli Anak Puskesmas Mekarmukti Tahun 2020 sebanyak 461 orang. Sampel yang diteliti adalah balita yang berobat di Poli Anak sebanyak 82 orang. Instrumen penelitian menggunakan wawancara dan data sekunder. Analisis data univariat menggunakan presentase. Hasil penelitian univariat menunjukan 82 responden yang dinyatakan berdiagnosa ISPA 17 orang (21%). Sedangkan responden yang tidak didiagnosa ISPA ada 65 orang (79%). Kesimpulan dari hasil penelitian masih banyaknya angka kesakitan ISPA pada balita di Puskesmas Mekarmukti dikarenakan Puskesmas Mekarmukti merupakan daerah industri.

Open AccessISPA, Jenis kelamin, Umur, Status Gizi Balita, Status Imunisasi, Ventilasi kurang memadai, Asap Dalam Ruangan, Tingkat Pengetahuan Ibu
oai:ais:library-item:20063Lihat detail

Hubungan Karakterisitik dengan Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Posyandu Lansia di Kp. Karang Getak RT 001 RW 002 di Desa Sukamantri Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi

Book2021Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Lanjut usia adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan Fisik, Biologis, Kognitif, Psikologis, Ekonomi, maupun peranan sosialnya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia pemerintah membuat beberapa kebjakan-kebijakan pelayanan kesehatan lansia. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka dikembangkan program kesehatan lansia sebagai berikut: bentuk pelayanan kesehatan santun lanjut usia yang diberikan di Puskesmas yaitu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, memberikan prioritas pelayanan kepada lanjut usia dan penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses, memberikan dukungan atau bimbingan pada lanjut usia dan keluarga secara berkesinambungan, melakukan pelayanan secara proaktif untuk dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas, Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan atau penelitian Cross Sectional. Analisis menggunakan uji Chi-square. Sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 32 responden. Hasil penelitian: hasil uji Chi-square ini menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan (p) = 0,009 > 0,05. Variabel pendidikan didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,625 < 0,05. Variabel jenis kelamin didapat nilai yang signifikan (p) = 0,013 > 0,05. Variabel riwayat penyakit didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,072 < 0,05. Berdasarkan uji Chi-square. Variabel yang paling signifikan terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu adalah umur, dan riwayat penyakit Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia adalah umur dan jenis kelamin. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan yang ada di posyandu lansia.

Open AccessUmur, Pendidikan, Jenis Kelamin, Riwayat Penyakit.
oai:ais:library-item:18912Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian HIV/AID di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016

Book2020Koleksi Perpustakaan

Perkembangan kasus di Indonesia pun memperhatikan peningkatan yang semakin pesat, kasus HIV/AIDS di Indonesia, di temukan pertama kali pada tahun 1987 hingga saat ini menyebar 1987 hingga saat ini menyebar di 386 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menurut penelitian, risiko paling tinggi untuk terinfeksi HIV/AIDS yaitu perempuan pekerja seks. Hasil penelitian di Moscow menemukan 79 % dari perempuan pengidap HIV berasal dari kelompok pekerja seks ( Vilasis –keener A dkk, 2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasitahun 2016. Penelitian ini menggunaakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional dan yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2016, dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Jumlah sampel 323 responden dan populasi 169 responden. Hasil analisis bvariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Usia P-Value = 0,039 (P<a 0,05), dan OR 1,812 dan jenis kelamin P-Value = 0,017 (P<a 0,05) dan OR 1,773 pendidikan P-Value = 0,009 (P<a 0,05), dan OR 1,872 heteroseksual P-Value = 0,002 (P<a 0,05), dan OR 2,043 homoseksual P-Value = 0,044 (P<a 0,05), dan OR 1,816 dan biseksual P-Value = 0,012 (P<a 0,05), dan OR 2,087. Tidak ada kesenjangan antara teori dengan peneliti. Kesimpulasn dari peneliti ini ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan, heteroseksual, homoseksual dn biseksual dengan kejadian HIV/AIDS di RSUD Kabupaten Bekasi Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa konseling yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi yang terinfeksi HIV/AIDS. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan konseling bagi penderita HIV/AIDS agar psikologis penderita tidak terganggu dan mencegah komplikasi dini sehingga dapat menurunkan angka kejadian HIV/AIDS di Indonesia.

Open AccessHIV/AIDS, Usia, Jenis Kelamin, Pendidikan, Hetroseksual, Homoseksual, Biseksual
oai:ais:library-item:17560Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Penyakit Kulit : Skabies Pada Santri MTs Pondok Pesantren Ibnu Ajhari Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Skabies adalah inflamasi parasit yang disebabkan oleh tungau (Sarcoptes scabiei). Hasil studi pendahuluan yang di lakukan peneliti di Pondok Pesantren Ibnu Ajhari Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi pada hari selasa tanggal 14 Mei 2019. Peneliti melakukan wawancara dan observasi dengan mengambil sampel 30 santri. Dengan perbandingan 15 santri putri dan 15 santri putra. Didapatkan hasil 21 santri yang mengalami skabies, santri putri 9 (30%) dan santri putra 12 (40%) dengan persentase total 21 (70%) santri mengalami skabie. Santri mengatakan sering mengalami gatal pada malam hari sebanyak 21 (70%) santri, terdapat bekas skabies pada lipatan tangan 11 (37%), dan pergelangan tangan 13 (43%) santri. Tujuan penelitian : Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit kulit : skabies pada santri Mts Pondok Pesantren Ibnu Ajhari Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi tahun 2019. Metode : Penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan CrossSectional. Populasi penelitian ini santri MTs Pondok Pesantren Ibnu Ajhari dengan jumlah 79 responden. Rancangan analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan  < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh secara bermakna dengan penyakit kulit : skabies. Variabel yang mempengaruhi adalah jenis kelamin (p = 0,012 <  = 0,05), usia (p = 0,004 <  = 0,05), pengetahuan (p = 0,043 <  = 0,05), kebersihan perorangan (p = 0,003 <  = 0,05), kebersihan pakaian (p = 0,021 <  = 0,05), kebersihan handuk, tempat tidur dan sprai (p = 0,030 <  = 0,05), lingkungan : kelembaban (p = 0,015 <  = 0,05). Kesimpulan : Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, usia, pengetahuan, kebersihan perorangan, kebersihan pakaian, kebersihan handuk, tempat tidur, sprai dan lingkungan : kelembaban dengan kejadian kejadian penyakit kulit : skabies pada santri MTs Pondok Pesantren Ibnu Ajhari Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi tahun 2019. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi Pondok Pesantren serta menambah pengetahuan bagi santri untuk lebih meningkatkan kebersihan diri.

Open AccessPenyakit kulit skabies, jenis kelamin, usia, pengetahuan, kebersihan perorangan, kebersihan pakaian, kebersihan handuk, tempat tidur, sprai dan lingkunga : kelembaban.
oai:ais:library-item:16893Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VI di SDN Sukaresmi 06 Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang siswa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06 tahun 2019. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa dengan Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%). Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.

Open AccessMotivasi belajar, Dukungan keluarga, Pengaruh teman, Teknologi, Karakteristik responden (jenis kelamin).
oai:ais:library-item:16882Lihat detail

Gambaran Motivasi dam Sikap Remaja Untuk Berhenti Menyalahgunakan Obat Tramadol di Kampung P RT/RW 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Book2020Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Tramadol merupakan obat anti-nyeri atau obat analgesic yang bekerja secara sentral (di otak) pada reseptor opioid maupun memodifikasi pengantaran sinyal nyeri dengan menghambat pengambilan kembali monoamine, tramadol mempunyai efek merugikan yang paling lazim dalam penggunaan pada waktu yang singkat dan biasanya hanya pada awal penggunaannya saja yaitu pusing, mual, sedasi, mulut kering, berkeringat dengan insidensi berkisar antara 2,5% sampai 6,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motivasi dan sikap remaaja terhadap menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan desaain penelitian Deskriptif Analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling sebanyak 32 remaja yang dilaksanakan di Kampung P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Instrumen ini dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yang dianalisa menggunakan analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar jenis kelamin laki-laki sebanyak 100%, usia 17-20 tahun sebanyak 64,6%, pendidikan SMA sebanyak 68,8%, pekerjaan pengangguran sebanyak 53,1%, lama menggunakan < 3 tahun sebanyak 65,6%, dorongan berhenti ya sebanyak 87,5%, motivasi remaja kurang baik sebanyak 53,1%, sikap remaja baik sebanyak 59,4%, menyalahgunakan obat tramadol dengan ketergantungan berat sebanyak 56,3%. Diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan sikap dalam berhenti menyalahgunakan obat tramadol pada remaja. Tujuan : Menganalisis gambaran motivasi dan sikap remaja untuk berhenti menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S. Kecamatan C Kabupaten Bekasi tahun 2019. 1 Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan atau desain penelitian Deskriptif analitik, menjelaskan adanya hubungan antara variable melalui pengujian hipotese. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 remaja di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C kabupaten Bekasi yang menyalahgunakan obat tramadol. Teknik pengambilan sampel ini dengan menggunakan total sampling, yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi menjadi sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh secara bermakna. Hasil yang didapatkan dari motivasi didapatkan bahwa remaja yang memiliki motivasi remaja kurang baik sebanyak 17 remaja (53,1%), dan motivasi remaja baik sebanyak 15 remaja (46,9%), dan hasil yang didapatkan dari sikap remaja baik sebanyak 19 remaja (59,4%), dan sikap remaja kurang baik sebanyak 13 remaja (40,6%). Kesimpulan : dari faktor yang telah diteliti mengenai variabel motivasi dan sikap, didapatkan hasil dari variabel motivasi mengindikasikan remaja yang memiliki motivasi kurang baik sebesar 53,1 %, dan motivasi remaja baik sebesar 46,9 %. Sedangkan variabel sikap mengindikasikan remaja dengan sikap baik sebesar 59,4 % dan remaja dengan sikap kurang baik sebesar 40,6 %. Saran : Diharapkan bagi masyarakat Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi khususnya remaja agar lebih memahami dan mengetahui bahaya menyalahgunakan obat tramadol, agar tidak terjerumus dalam bahayanya obat tramadol.

Open AccessJenis Kelamin, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Lama Menyalahgunakan, Dorongan Berhenti, Motivasi, Sikap, Menyalahgunakan.
oai:ais:library-item:16877Lihat detail

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Setelah Menjalani Hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Hemodialisa masih sebagai terapi utama dalam penanganan gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi, diantaranya komplikasi intradialisis, efek hemodialisis kronik berupa fatigue. Data dari studi pendahuluan di RS Sentra Medika Cikarang yaitu terdapat pasien sebanyak 120 pasien pada bulan desember, 147 pasien pada bulan januari, 275 pasien pada bulan februari dengan 150 pasien yang berusia 26-45 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi fatigue yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar hemoglobin, dan pekerjaan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronik setelah di hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang dengan populasi yang berjumlah 150. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden dengan menggunakan rumus accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa. Variabel yang mempengaruhi adalah pendidikan (P value = 0,018 dan OR = 4,028), latihan fisik (P value = 0,031 dan OR = 3,590) Dan pekerjaan (P value = 0,023 dan OR = 3,857). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh pendidikan, latihan fisik, dan pekerjaan. Kesimpulan : Ada pengaruh antara pekerjaan, pendidikan dan latihan fisik dengan fatique pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa Saran : Diharapkan perawat hemodialisa dapat melakukan latihan fisik ke pasien pada saat dihemodialisa dan memberikan edukasi tentang gagal ginjal kronik dan fatigue agar pasien dapat memelihara kesehatannya dengan baik, pasien dapat melakukan latihan fisik selama 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit agar dapat mengurangi rasa fatigue yang berat serta peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian eksperimen.

Open AccessGagal Ginjal Kronik, Fatigue, Hemodialisa, Usia, Jenis kelamin, Pendidikan, Pekerjaan, dan Latihan Fisik
oai:ais:library-item:16623Lihat detail

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Sibling Rivalry Pada Anak Usia Sekolah di Desa Sukaraya Kecematan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi 2018

Book2019Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hubungan tidak harmonis antar saudara kandung khususnya masa usia sekolah akan mengalami kesulitan melakukan penyesuaian sosial seperti hubungan yang buruk dengan teman sebaya, perilaku antisosial, kesulitan belajar dan menunjukkan tanda psikopatologi seperti cemas, depresi dan ketakutan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku sibling rivalry di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode : Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak usia sekolah (6-12 tahun) di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 72 anak dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 72 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 5,133), perbedaan usia (P value = 0,001 < α (0,05) ; OR 6,250), pola asuh orang tua (P value = 0,009 < α (0,05) ; OR 4,114), dan jumlah saudara kandung (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 6,600) dengan perilaku sibling rivalry. Saran : Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah (6-12 tahun) dan memiliki saudara kandung dapat membangun komunikasi dan perlakuan yang baik kepada anak. Selain itu, diharapkan bagi orang tua untuk dapat memberikan perhatian, waktu, cinta dan kasih sayang yang setara sesuai porsinya kepada masingmasing anak.

Open AccessSibling rivalry, Usia sekolah, Jenis Kelamin, Pola Asuh Orang Tua, Jumlah Saudara Kandung
oai:ais:library-item:16593Lihat detail