Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ida Widaningsih

53 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 82024: 122023: 132022: 52021: 22020: 72019: 2

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hypnobirthing di TPMB Riris Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Proses persalinan sering menimbulkan nyeri hebat yang dapat memicu stres dan kecemasan. Salah satu metode non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ketegangan saat melahirkan adalah hypnobirthing. Namun, pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing masih tergolong rendah. Subyek dan Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross-sectional, di lakukan di TPMB Riris. Populasi adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Riris pada bulan Mei-Juli 2025 sebanyak 60 arang dan jumlah sampel sama dengan jumlah sampel 60 orang yaitu total sampling. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing dan variabel independen yaitu usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi dan dukungan tenaga kesehatan. Instrumen pengukuran variabel menggunakan kuesioner. Analisis data yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Didapatkan hasil variabel pengetahuan baik 60%, usia ibu tidak beresiko 83,3%, pendidikan tinggi 85%, ibu hamil tidak bekerja 75%, paritas tidak beresiko 85%, terpapar sumber informasi 85% dan dukungan tenaga kesehatan yg mendukung 86,7%. Tidak ada hubungan yang signifikan antara umur (p=0,073) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,033), paritas (p=0,002), sumber informasi (p=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,005) dengan pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Kesimpulan : Faktor pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang hypnobirthing. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Imunisasi DPT di TPMB Hesty Nurul Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia tahun 2016-2018 yaitu pada tahun 2016 sebesar 91,58%. Pada tahun 2017 cakupan imunisasi dasar lengkap mengalami penurunan 85,41%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan 57,95%. Data pada tahun 2019 cakupan imunisasi rutin di Indonesia masih dalam kategori kurang memuaskan, dimana cakupan Pentavalent-3 dan MR tidak mencapai 90% dari target. Oleh karenanya kami melakukan penelitian akhir dengan mengambil topik hubungan antara umur,pendidikan,paritas,ekonomi,partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Metode yang kami gunakan dalam penelitian ini yaitu metode analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional yang memiliki tujuan untuk untuk mengetahui umur, Pendidikan, paritas, ekonomi, partisipasi dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi DPT. Hasil dari uji pada hubungan antara umur dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, kemudian Pendidikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,016, hubungan paritas dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,055, hubungan ekonomi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value ialah sebesar 0,036, hubungan partisipasi dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,016 dan hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT mendapatkan P Value sebesar 0,037. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu paritas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa Sukajaya. Sedangkan faktor pendidikan memiliki hubungan yang signifikan terhadap pengetahuan pemberian imunisasi DPT di BPM Hesty Nurul desa sukajaya karena nilai p value 0,016

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karang Asih Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : HIV/AIDS di kalangan remaja telah menjadi permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama karena meningkatnya jumlah kasus pada kelompok usia tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Posyandu Remaja Desa Karangasih Bekasi Tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya dan sumber informasi. Variabel terikat yaitu pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 75 responden. Teknik analisis data univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin (p-value 0,001), usia (p-value 0,014), pendidikan (p-value 0,009), dukungan orang tua (p-value 0,000), dukungan teman sebaya (p-value 0,000), sumber informasi (p-value 0,000) dengan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Kesimpulan : Ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan jenis kelamin, usia remaja, pendidikan, dukungan orang tua, dukungan teman sebaya, dan sumber informasi. Meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS memerlukan pendekatan komprehensif dengan menyediakan akses ke informasi yang akurat, tidak menstigma, dan sesuai dengan perkembangan remaja.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Status gizi balita merupakan hal penting yang harus diketahui oleh orang tua. Dampak kurang gizi terhadap balita dapat berakibat terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Metode : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang memiliki hubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Variabel penelitian terdiri dari dua yaitu: variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Variabel terikat yaitu status gizi balita. Total sampling digunakan untuk mengetahui jumlah sampel sebanyak 110 responden. Teknik analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan hasil bahwa Faktor-faktor yang berhubungan dengan Status Gizi Balita di TPMB Iim Desa Wangunharja Bekasi Tahun 2025 adalah usia balita (p-value 0,024), pendidikan ibu (p-value 0,000), pekerjaan ibu (p-value 0,007), status ekonomi (p-value 0,000), asupan makan balita (p-value 0,000), riwayat penyakit infeksi balita 3 bulan terakhir (p-value 0,000), pengetahuan ibu (p-value 0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dengan usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan balita, penyakit infaksi balita, dan pengetahuan ibu. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih mengetahui factor yang berhubungan dengan status gizi balita, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pencegahan terjadinya gizi kurang pada balita, dengan mengikuti penyuluhan gizi yang dilakukan kader posyandu agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan pada balita.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Senam Hamil di Klinik Cahaya Medika Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latarbelakang: Kehamilan merupakan periode krusial yang memerlukan perhatian khusus, termasuk upaya menjaga kebugaran dan kesiapan menghadapi persalinan. Salah satu intervensi yang terbukti bermanfaat adalah senam hamil, yang dapat membantu mengurangi nyeri punggung, memperkuat otot, serta meningkatkan kesiapan fisik dan mental ibu. Namun, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai manfaat senam hamil di Kabupaten Bekasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di Klinik Cahaya Medika tahun 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 120 ibu hamil dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner dengan data analisi yaitu univariat dan bivariat dengan Chi-Square test untuk melihat hubungan berbagai faktor dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pendidikan (p = 0,000), sumber informasi (p = 0,000), serta dukungan tenaga kesehatan (p = 0,001) dengan pengetahuan ibu hamil. Sebaliknya, variabel umur (p = 0,789), paritas (p = 0,497), dan pekerjaan (p = 0,099) tidak berhubungan secara signifikan. Mayoritas responden (51,7%) masih memiliki pengetahuan rendah tentang senam hamil. Kesimpulan dan saran, pendidikan, akses informasi yang memadai, dan dukungan tenaga kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai senam hamil. Temuan ini menegaskan perlunya program edukasi kesehatan yang lebih efektif, serta menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang berkelanjutan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda-tanda Bahaya Trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi masalah kesehatan global, salah satunya disebabkan keterlambatan deteksi tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya sangat penting untuk mencegah komplikasi. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III di TPMB Jayanti Bekasi tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang melakukan pemeriksaan kehamilan di TPMB Jayanti pada Mei 2025 dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara umur (p=0,004), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,025), paritas (p=0,013), sumber informasi (p=0,003), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,006) dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester II dan III. Kesimpulan: Faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Perlunya intervensi edukasi lebih intensif dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Antenatal Care Pada Ibu Hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pada dasarnya, semua kehamilan memiliki risiko. Ibu hamil yang tidak menjalani Antenatal Care (ANC) secara teratur, dapat mengakibatkan masalah seperti tidak terpantau dengan baiknya kondisi ibu dan janin, meningkatnya risiko komplikasi kehamilan karena lambatnya akses ke pelayanan kesehatan saat ada tanda bahaya kehamilan, dan kurangnya persiapan untuk proses kehamilan. Untuk menghindari terjadinya angka kematian ibu termasuk resiko tinggi akan kejadian pre eklamsia pada ibu hamil maka diwajibkan melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) yang baik dan teratur. Untuk mengetahui faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder pada pasien ibu hamil di Puskesmas Kalangsari sebanyak 177 responden. Dimana peneliti menentukan ukuran sampel dengan metode purposive random sampling. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan faktor-faktor apa aja yang berhubungan dengan kepatuhan antenatal care pada ibu hamil di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025 yaitu usia, pendidikan, paritas, dukungan suami, dan dukungan tenaga kesehatan. Teridentifikasi distribusi frekuensi pada ibu hamil dalam melakukan antenatal care di Puskesmas Kalangsari Tahun 2025, dimana sebagian besar memiliki usia 26-35 tahun sebanyak 59,9%, pendidikan menengah sebanyak 72,9%, paritas multipara sebanyak 59,9%, dukungan suami yang tinggi sebanyak 65,0%, serta memiliki dukungan tenanga kesehatan yang tinggi sebanyak 66,1%. Didapatkan p-value < 0,05 dengan urutan (0,001, 0,002, 0,005, 0,000, 0,000). Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melakukan ANC maka perlu adanya dukungan suami, pendidikan yang tinggi, serta dukungan tenaga kesehatan yang baik.

Pengaruh Jus Kurma Dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum di Indonesia dan menjadi faktor risiko berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga kematian ibu. Kekurangan hemoglobin pada ibu hamil dapat dipengaruhi oleh asupan gizi yang kurang, kondisi fisiologis, dan faktor sosial ekonomi. Salah satu intervensi non-farmakologis yang potensial adalah konsumsi jus kurma, karena kandungannya kaya zat besi, vitamin C, dan asam folat yang berperan dalam pembentukan hemoglobin dan sel darah merah.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian jus kurma terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di Puskesmas Kalangsari Karawang tahun 2025. Subyek dan Metode: Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 30 ibu hamil anemia yang diambil dengan teknik purposive sampling. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah pemberian jus kurma selama 7 hari berturut-turut. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis perbedaan rata-rata menggunakan paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05 Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum intervensi adalah 8,87 g/dL dan meningkat menjadi 10,13 g/dL setelah intervensi. Hasil uji paired sample t-test menghasilkan p = 0,000 (<0,05), menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi jus kurma. Kesimpulannya: jus kurma efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Disarankan tenaga kesehatan mempertimbangkan jus kurma sebagai intervensi tambahan dalam program penanggulangan anemia, sedangkan penelitian lanjutan diharapkan melibatkan jumlah sampel lebih besar, durasi intervensi lebih panjang, serta mempertimbangkan variabel lain seperti pola makan dan aktivitas fisik.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kehamilan manusia terjadi selama 40 minggu antara menstruasi terakhir sampai dengan persalinan. Setelah bayi baru lahir akan tetap membawa resiko suatu penyakit, salah satunya adalah penyakit ikterus neonatorum. Penyebab ikterus secara umum bisa terjadi saat sejak sebelum hamil, selama kehamilan, proses persalinan dan saat perawatan bayi baru lahir. Salah satu penyebabnya adalah perawatan bayi baru lahir karena tingkat pengetahuan ibu masih rendah. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Ikterus Neonatorum Di PMB Bidan Wiwin Wulandari Bekasi 2023. Metode: Menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan Accidental sampling dengan jumlah responden 90. Hasil : Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Usia (P= 0,003), Pendidikan (P=0,007), Pekerjaan (P=0,000), Sumber informasi (P=0,000), Pendapatan Keluarga (P=0,001), dan Dukungan Kesehatan (P=0,000). Kesimpulan: Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga, dan tenaga kesehatan terhadap pengetahuan ibu hamil tentang ikterus neonatorum. Saran : Dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelajar dan diharapkan bagi para pelajar untuk memahami lebih dalam mengenai ikterus neonatorum.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Preeklamsia Pada Ibu Hamil di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Preeklampsia merupakan peningkatan tekanan darah diikuti dengan peningkata n protein dalam urin. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa, ibu meningga l dunia pada masa kehamilan atau masa bersalin sebesar 585.000 setiap tahunnya,dan diketahui sebesar 58,1% disebabkan karena preeklampsiadan eklampsia. Kematian ibu di Indonesia yang disebabkan oleh preeklampsidan eklampsisekitar 15% -25%. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional (pengamatan sewaktu, pengumpulan data variable independen dan variable dependen secara bersamaan). Populasi seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di TPMB Rosliana Kabupaten Bekasi periode 1 April – 1 Agustus 2024 sebanyak 65 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis analisi data univariat menggunakan presentase dan bivariate menggunakan uji Chi- Square. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan usia ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.003 (p value = 0,05). Pada perhitunga n risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=5.478, sehingga dapat disimpulkan bahwa usia ibu <20 & >35 tahun lebih beresiko 5 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan usia ibu 20 – 35 tahun. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan ibu dengan pengetahuan preeklampsia ibu hamil di TPMB Rosliana tahun 2024. Hal ini didasarkan pada hasil uji chi-square diperoleh nilai p value p=0.000 (p value<0,05). Pada perhitungan risk estimate diperoleh nilai odds ratio OR=170.000 (CI : 18.682 – 1546.971), maka bisa disimpulkan bahwa Pendidikan <SMA lebih beresiko 170 kali memiliki pengetahuan rendah dibandingkan dengan Pendidikan ≥ SMA.

Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Penyakit kanker serviks ialah penyakit kedua terbanyak pada perempuan dan ialah penyakit beresiko tinggi yang menyerang remaja. Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) diharapkan dapat menghentikan peningkatan sel-sel kanker, khususnya di negara-negara yang masih sulit melakukan program skrining. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan Hubungan Pengetahuan Remaja Putri Mengenai Kanker Serviks Dengan Motivasi Melakukan Vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan. Subyek dan Metode: Jenis penelitian yang dimanfaatkan ialah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang mengukur motivasi remaja putri dalam melakukan vaksin HPV dan tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Populasi pada penelitian ini ialah siswi remaja putri kelas X.1 sampai X.10 di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan dengan total 253 siswi. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 155 siswi. Hasil: Hasil penelitian membuktikan mayoritas remaja putri mempunyai tingkat pengetahuan baik sejumlah 108 responden (69,7%) serta motivasi melaksanakan vaksin HPV baik sejumlah 104 responden (67,1%). Kesimpulan: Ada korelasi pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks dengan motivasi melaksanakan vaksin HPV di SMA Negeri 2 Cikarang Selatan (p value=0,000 <a=0,05).

Perbandingan Jumlah ASI Dengan Suplementasi Kelor dan Katuk Pada Ibu Menyusui Bayi 0-6 Bulan di Posyandu Melati Muaragembong Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Galaktagog merupakan obat atau makanan yang mengandung suatu zat atau senyawa yang dapat memicu, mempertahankan, memperlancar dan meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui. Manfaat pemberian ASI eksklusif sangat banyak namun sayang prevalensi pemberian ASI masih relatif rendah.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui perbandingan jumlah ASI dengan suplementasi kelor dan katuk pada ibu menyusui bayi 0-6 bulan. Metodologi Penelitian: Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi experiment dengan non-equivalent control group design. Tempat penelitian dilakukan di Posyandu Melati Muaragembong. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu ibu menyusui yang mempunyai bayi 0-6 bulan dan ASI eksklusif. Sampel penelitian berjumlah 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok perlakukan. Kelompok pertama diberi suplemen kelor dan kelompok kedua diberi suplemen katuk yang kemudian akan diobservasi selama 2 minggu untuk dinilai bagaimana pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah ASI. Instrument pengumpulan data dengan data primer, analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji Shapiro wilk. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji T (Paired Sampel T Test dan Independent Sample T-Test)) dengan tingkat level of significant a= 5%. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa Suplemen kelor (p-value = 0,000 < a (0,05)) dan suplemen katuk (p-value = 0,000 < a (0,05)) sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI. Tidak ada perbedaan peningkatan jumlah ASI antara kelompok ibu menyusui yang diberikan suplemen kelor dan suplemen katuk (p-value = 0,668). Kesimpulan: Sehingga dapat disimpulkan bahwa suplemen kelor dan suplemen katuk sama-sama dapat meningkatkan jumlah ASI, sehingga bisa direkomendasikan sebagai salahsatu suplemen tambahan yang dapat membantu peningkatan jumlah produksi ASI pada ibu menyusui khususnya bagi ibu-ibu yang mengalami keluhan ASI sedikit atau kurang.

Analisis Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Dengan Tingginya Tingkat Penggunaan Kontrasepsi Suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Pengetahuan atau ranah kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Pengetahuan yang tercangkup dalam domain kognitif mempunyai enam tiangkatan yaitu tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Tujuan : Untuk menganalisis pengetahuan wanita usia subur (WUS) dengan tingginya tingkat penggunaan kontrasepsi suntik di TPMB Masitoh Hardiyanti. Metode : Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena yang diamati Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 173 responden. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square Hasil : Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p= 0.001 < 0,05 untuk umur, p=0.021 <0,05 untuk pendidikan, p= 0.001 <0,05 untuk pekerjaan, p=0.014 <0,05 untuk sumber informasi dan p= 0.000 <0,05 untuk dukungan keluarga. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi dan dukungan keluarga terhadap tingkat pengetahuan wanita usia subur (WUS) di TPMB Masitoh Hardiyanti. Kesimpulan: Diharapkan dapat memberikan informasi mengenai karakteristik akseptor KB suntik dan menjadi bahan evaluasi bagi petugas kesehatan untuk pemberian konseling

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II dan III di TPMB Lili Lidiana Sulvi Tahun 2024

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Angka kematian ibu, bersama angka kematian bayi, merupakan indikator penting kesehatan suatu negara. WHO melaporkan angka kematian ibu yang tinggi pada tahun 2024, salah satu penyebab tidak langsungnya adalah terlambatnya pengenalan tanda bahaya kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan total sampling dari 149 ibu hamil. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,004), pendidikan (p = 0,004), dukungan keluarga (p = 0,001), dan sumber informasi (p = 0,040) berhubungan signifikan dengan pengetahuan ibu hamil, sementara pekerjaan (p = 0,242) dan pendapatan (p = 0,085) tidak signifikan. Kesimpulan: Usia, pendidikan, dan dukungan keluarga mempengaruhi pengetahuan ibu hamil. Disarankan untuk meningkatkan program edukasi berbasis komunitas, dukungan keluarga, penggunaan media sosial, serta akses dan pelatihan untuk tenaga medis.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi di Puskesmas Cimuning Kota Bekasi Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Triple eliminasi merupakan pemeriksaan pada setiap ibu hamil terhadap HIV, Sifilis dan Hepatitis B dimana tujuannya untuk penurunan infeksi terhadap bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain Deskriptif Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil berjumlah 417 orang dengan sampel sebanyak 90 orang. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui kuisioner. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi) dan independent (umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, ekonomi dan peran tenaga kesehatan) yang mempengaruhi Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi yaitu umur (p=0,028), pendidikan (p=0,001), pekerjaan (p=0,001), sumber informasi (p=0,001), ekonomi (p=0,001), peran tenaga kesehatan (p= 0,001). Dari hasil tersebut hanya variabel paritas yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, ekonomi dan peran tenaga kesehatan dengan pengetahuan ibu hamil, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara paritas dengan Pengetahuan Ibu hamil tentang Pemeriksaan Triple Eliminasi.

Hubungan Antara Teknik Menyusui Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Pada Ibu Nifas di TPMB Ari Kristiyani Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) (2020), sebanyak 27,67% balita di Indonesia mengalami stunting. Salah satu intervensi yang dinilai mampu mengatasi masalah stunting adalah dengan pemberian ASI eksklusif secara optimal. Cakupan ASI ekslusif Indonesia pada 2022 tercatat hanya 67,96%, turun dari 69,7% dari 2021. Penyebab gagalnya pemberian ASI eksklusif ada tiga faktor yaitu faktor psikososial, faktor sosio demografik dan faktor pelayanan kesehatan pre atau post natal. pemberian pengetahuan tentang ASI secara dini akan meningkatkan sikap positif dan keberhasilan ASI eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tentang hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas Di TPMB Ari Kristiyani Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei cross sectional. pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 orang responden. Analisa univariate menggunakan distribusi frekuensi dan untuk uji bivariate menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari pengisian kuesioner oleh responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 30 responden terdapat 26 orang (86,7%) berusia 20-35 tahun, 19 orang (63,3%) adalah ibu rumah tangga dan tidak bekerja Sebanyak 14 orang adalah seorang multipara, 28 orang (93,3%) lulus SMA atau Perguruan Tinggi dan sebanyak 17 orang (56,7%) adalah pernah melahirkan secara normal. Sebanyak 15 responden (50,0%) yang teknik menyusui yang kurang baik, justru tidak mengalami puting susu lecet. Namun, ibu yang teknik menyusu yang baik justru mengalami puting susu lecet. Nilai P Value terdapat nilai 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak atau dengan arti bahwa ada hubungan antara teknik menyusui dengan kejadian puting susu lecet di TPMB Ari Kristiyani Penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk bahan penyuluhan di tempat praktek mandiri khususnya teknik pemberian ASI agar proses menyusui nyaman dan tanpa rasa nyeri. Penelitian ini juga diharapkan menjadi pijakan dan referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan peningkatan pengetahuan serta menjadi bahan kajian lebih lanjut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah RT 02 Desa Cibuntu Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Data badan pusat statistik 2022, terdapat 30,83 juta anak usia dini di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,56% bayi berusia ≤1tahun, 57,16% Balita, 29,28% anak prasekolah. Tujuan penelitian: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pola asuh orang tua terhadap anak usia 1–3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu tahun 2023. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi seluruh ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun, 65 orang. Sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa univariat dan Analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan 35 (53,8%) memiliki pola asuh kurang baik. Didapatkan adanya hubungan antara usia ibu (p-value=0,017), pendidikan (p-value=0,000), pengetahuan (p-value=0,011), dukungan keluarga (p-value=0,043), dan sumberi nformasi (p-value=0,021) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Serta tidak ada hubungan antara paritas(p-value=0,162) dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun. Kesimpulan terdapat hubungan antara usia, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, sumber informasi, dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Serta tidak terdapat hubungan antara paritas dengan pola asuh orang tua terhadap anak usia 1-3 tahun Di Wilayah RT.02 Desa Cibuntu. Diharapkan penelitian ini memberikan peran serta bagi anak yaitu membentuk perkembangan dan kesejahteraan keluarga, serta keterlibatan orang tua pada pengasuhan anak.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III di Puskesmas Cimuning Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Angka kematian ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Data World Health Oranization tahun 2019 Angka Kematian Ibu (AKI) didunia yaitu sebanyak 295 per 1000 kelahiran hidup dengan penyebab nya tekanan darah tinggi selama kehamilan, perdarahan, infeksi post partum, dan aborsi tidak aman. Sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) sebesar 235 per1000 kelahiran. Tujuan : Penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning Kota Bekasi Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan rumus Slovin yaitu sebanyak 100 orang responden ibu hamil. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil : analisis bivariat ada hubungan usia nilai P-Value 0,001, pendidikan P-Value 0,016, pekerjaan P-Value 0,006, paritas P-Value 0,000, dan keterpaparan informasi P-Value 0,021 terhadap pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning Tahun 2023 P-Value = P<a 0,05. Kesimpulan : dari penelitian ini, ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dan keterpaparan informasi dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III di Puskesmas Cimuning tahun 2023. Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenai pentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu hamil trimester III.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan WUS Dalam Menghadapi Menopause di Klinik Keysa Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan :Menopause adalah suatu masa peralihan dalam kehidupan wanita, dimana ovarium berhenti menghasilkan sel telur, aktivitas menstruasi berkurang dan akhirnya berhenti, dan pembentukan hormon wanita (estrogen dan progesteron) berkurang. Menopause sebenarnya terjadi pada akhir siklus menstruasi yang terakhir. Pada beberapa wanita, aktivitas menstruasi berhenti secara tiba-tiba, tetapi biasanya terjadi secara bertahap (baik jumlah maupun lamanya) dan jarak antara 2 siklus menjadi lebih dekat atau lebih jarang. Ketidakteraturan ini bisa berlangsung selama 2-3 tahun sebelum akhirnya siklus berhenti.(Nugroho, 2014). Sindrom premenopause dan menopause dialami perempuan di seluruh dunia. Diperkirakan 70-80% wanita di Eropa mengalami sindrom ini, diikuti oleh Amerika 60%, 57% di Malaysia, 18% di Cina dan 10% di Jepang dan Indonesia mengalami sindrom tersebut (Hawari, 2009).Maka peneliti ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampel yaitu sebanyak 35 orang responden WUS. Analisis yang di gunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square. Hasil analisis bivariat ada hubungan umur nilai P-Value 0,000, pendidikanP-Value 0,002, pekerjaan P-Value 0,000, sumber informasi P-Value 0,049, pengetahuan P-Value 0,049 dan dukungan keluarga P-Value 0,026 terhadap kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di Klinik Keysa Tahun 2023 P-Value =P<a 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini, ada hubungan antara umur, pendidikan,pekerjaan, sumber informasi, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan kesiapan menopause.Tentang faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan WUS dalam menghadapi menopause di klinik keysa Tahun 2023.Saran penelitian ini agar lebih menambah wawasan yang lebih luas mengenaipentingnya mempunyai pengetahuan dan pemahaman mengenai kesiapan WUS dalam menghadapi menopause.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Putri Kelas XI di SMAN 2 Cibitung Tahun 2023

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : WHO melaporkan prevalensi anemia pada remaja putri di negara berkembang sekitar 53,7 % dari semua remaja putri. Di India anemia pada remaja putri sebesar 45 % di Indonesia sebesar 32%. Proporsi anemia pada perempuan 27,2 % lebih besar dibanding laki-laki 20,3%. Kejadian anemia pada remaja putri mengalami peningkatan dari 37,1% menjadi 48,9% (Riskesdas, 2018). Di Indonesia sekitar 12 % remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia defisiensi zat besi (Kemenkes, 2021). Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan orangtua, pengetahuan, status gizi, pola makan dan pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia. Metode : Desain penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menilai hubungan dan menekankan waktu pengukuran data observasi dan variabel secara stimulant. Populasi dalam penelitian ini adalah 148 remaja putri. Teknik pengambilan sampel secara probability sampling dengan cara pengambilan proportional random sampling, total sampling sebanyak 108 orang remaja putri. Instrumen yang di gunakan yaitu kuisioner, data di analisa menggunakan uji chi-square. Hasil : Menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Cibitung Tahun 2023 adalah pendidikan orangtua (0,032), pengetahuan (0,008), status gizi (0,026), pola makan (0,007), pola menstruasi (0,010). Kesimpulan : Dari 5 variabel yang diteliti semuanya ada hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran peneliti untuk remaja putri diharapkan memperluas wawasan mengenai anemia dan rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi. Bagi SMAN 2 Cibitung diharapkan untuk selalu memberikan edukasi mengenai anemia dan berkolaborasi dengan puskesmas setempat untuk memberikan Tablet Tambah Darah secara rutin kepada remaja putri.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan WUS Terhadap Imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Imunisasi HPV adalah bentuk perlindungan spesifik terhadap kanker serviks atau kanker leher rahim. Terdapat 2 jenis imunisasi HPV yang bisa mencegah infeksi HPV yaitu imunisasi quadrivalent dan bivalent. Rekomendasi usia untuk imunisasiasi HPV ini adalah umur 9-26 agar dapat memperoleh hasil yang efektif. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV di Desa Telaga Asih Kabupaten Bekasi 2023. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif. Populasinya seluruh WUS di Desa Telaga Asih Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 100 responden. Hasil yang diperoleh pada penelitian dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai usia (P= 0,014), Pendidikan (P=0,176), Pekerjaan (P=0,390), Pendapatan Keluarga (P=0,499), Sumber Informasi (P=0,099), dan Dukungan Tenaga Kesehatan (P= 0,042). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia dan dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV. Sedangkan yang tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, pendapatan keluarga dengan pengetahuan WUS terhadap imunisasi HPV.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok Tahun 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia adalah jumlah sel darah merah, atau konsentrasi pembawa oksigen dalam darah (Hb) tidak mencukupi untuk kebutuhan fisiologis tubuh yaitu dibawah 12 g/dl, Anemia pada remaja dapat memperlambat pertumbuhan fisik, dan juga menyebabkan masalah perilaku serta emosional. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2023 dengan populasi yaitu siswi SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Metode pengambilan sampel dengan metode total sampling berjumlah 100 siswi. Data adalah data primer dengan menggunakan instrument yaitu kuesioner, Analisis data menggunakan Chi-square.Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui nilai analisis p- value 0,32 (<0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil analisis p-value 0,012 (<0,05) ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, hasil uji analisis p-value 0,086 (<0,05) terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok. Kesimpulan yang didapatkan ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia, ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pengetahuan remaja putri tentang anemia di SMK Mitra Karya Rengasdengklok.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) Terhadap Unmeed Need KB di Desa Kertarahayu Kabupaten Bekasi Tahun 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Rendahnya keikutsertaan keluarga dalam program KB Berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya umur, jumlah anak, tingkat pendidikan, tempat tinggal, tahapan keluarga, tujuan dan alasan ber-KB memiliki hubungan yang erat terhadap pemilihan dan penggunaan kontrasepsi. secara umum, beberapa faktor yang dapat memengaruhi PUS tidak ikut sertadalam program KB antara lain,tingkat pendidikan dan pengetahuan akan pentingnya KB yang rendah, pelayanan KB yang masih kurang berkualitas, keterbatasan alat kontrasepsi, penyampaian konseling maupun KIE (komunikasi, informasi, dan edukasi) belum dilaksanakan secara baik, faktor budaya, kelompok wanita yang sudah tidak ingin mempunyai anak lagi, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi (unmet need). Tujuan dari penelitian ini adalah untyk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Unmeed KB pada wanita usia subur. Penelitian dilakukan di Desa Kertarahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi Tahun 2023, menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan total sampling dengan jumlah responden 100. Berdasarkan Hasil uji statistic chi Square diperoleh nilai Umur (P= 0,003), Pendidikan (P=0,006), Dukungan suami (P=0,011), Sumber informasi (P=0,002) dan Paritas (P=0,036). Dari hasil nilai P Value dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur, pendidikan, dukungan suami, sumber informasi dan paritas terhadap pengetahuan wanita usia subur (WUS) yang sudah menikah terhadap Unmeed Need KB.

Pengaruh Penyuluhan Tentang Anemia Dengan Media Leaflet Terhadap Peningkatan Pengetahuan Konsumsi Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di MTs Al Ichlash Serang Baru Bekasi 2023

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Anemia adalah suatu keadaan kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal. pencegahan anemia pada remaja putri dilakukan dengan pemberian tablet tambah darah yaitu satu tablet per minggu..tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan anemia dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan menggunakan Pre-eksperimen One Group Pretest- Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian Ini seluruh remaja putri kelas VIII di Mts Al-ichlash Desa Sukasari, Kecamatan Serang baru Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 122 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan Wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh penyuluhan anemia dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri dengan p-value sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini terdapat pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kesiapan Menghadapi Menopause Pada Wanita Usia Subur di PMB Kamih Komalasari Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menopause merupakan suatu kondisi yang akan dialami oleh setiap wanita sebagai bagian dari proses menua. Menopause adalah fase peralihan dari masa reproduktif menuju ke masa non reproduktif yang ditandai dengan berhentinya menstruasi Kejadian menopause dapat mempengaruhi kualitas hidup wanita. Masalah- masalah kesehatan sering dialami pada usia menopause. Wanita yang sudah menopause sangat rentan terhadap timbulnya penyakit degeneratif. Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 57 wanita usia subur. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 46 wanita usia subur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner baku dan tidak baku,dan menggunakan teknik total sampling.Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Chi-Square. Berdasarkan analisis statistik. Menunjukan bahwa nilai P-value 0,003 (p<0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara umur dengan kejadian menopause, nilai P- Value 0,026 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara status gizi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,035 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sumber informasi dengan kejadian menopause, nilai P-Value 0,007 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian menopause

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Dalam Menghadapi Menarche Pada Siswi di SDIT Ad-Damawiyah Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan: Menstruasi adalah sesuatu yang banyak ditakuti para gadis atau perempuan remaja. Aspek negatif dari menstruasi pertama kali yang biasa terjadi seperti kerepotan, kekotoran, ketidaknyamanan fisik yang menyebabkan keterbatasan tingkah laku dan rasa kecemasan dan ketakutan dalam menghadapi menarche, dan mampu untuk mengatasi setiap gangguan-gangguan yang terjadi pada saat menarche. Hal-hal tersebut dapat dihindari dengan pemberian edukasi yang benar dari tenaga kesehatan atau orang tua. Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah metode survei cross sectional. Analisa yang digunakan Uji-Chi Square. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan: Sebanyak 42 orang (56,0%) yang berpengetahuan baik, 29 orang (38,7%) berumur 11 tahun, 46 orang (61,3%) mendapatkan pengetahuan dari sumber non medis, 44 orang (58,7%) memiliki peran orang tua yang baik. Adanya hubungan antara umur (Pvalue = 0,000) dan peran orang tua (Pvalue = 0,000) dengan pengetahuan tentang menarche. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah sumber informasi (Pvalue = 0,052). Simpulan dan Saran: Agar tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi yang berkesinambungan pada remaja dalam menghadapi pubertas. Bagaimana cara hidup bersih dan sehat dengan melakukan perawatan kebersihan diri khususnya anogenital.

Efektivitas Pemberian Wedang Jahe Terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di PMB Indah Nurmala Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan data WHO kejadian emesis gravidarum sebanyak 15% dari semua wanita hamil, sedangkan di Indonesia mencapai 14,8%, di jawa barat sebanyak 13%, di Kabupaten Bekasi sebanyak 40-90% ibu hamil mengalami emesis gravidarum, berdasarkan data PMB Indah Nurmala data bulan januari-septeber 2022 sebanyak 87 kasus ibu hamil mengalami emesis gravidarum. Mual muntah sering terjadi di pagi hari, yang di sebut morning sickness.Emesis gravidarum menyebabkan terganggunya aktivitas, menurunkan nafsu makan dan terjadinya dehidrasi,apabila tidak diatasi maka akan berdampak menjadi hiperemesis gravidarum. Emesis gravidarum bisa diatasi dengan terapi non farmakologi, salah satunya yaitu jahe. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian wedang jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di PMB Indah Nurmala tahun 2022. Desain penelitian menggunakan pra eksperimen (pra eksperimen desain). Populasi penelitian adalah ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah di PMB Indah Nurmala selama bulan Januari–September 2022 yaitu sebanyak 87 kasus. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yaitu 15 responden yang diberikan perlakuan dan 15 responden yang tidak diberian perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan inimall sampling. Variable dependen yaitu Emesis Gravidarum. Variable independen yaitu wedang jahe. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Teknik pengolahan data menggunakan Editing, Coding, Tabulating, analis univariat meliputi karakteristik responden, analis bivariate efektivitas pemberian wedang jahe terhadap frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 di PMB Indah Nurmala Tahun 2022. Uji statistik menggunakan Uji T-Test Hasil Penelitian diketahui bahwa Berdasarkan uji Independent Sampel T-Test didapatkan hasil nilai Sig (2-tailed) 0,000<0.005 yang artinya ada perbedaan pemberian wedang jahe terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di PMB Indah Nurmala Tahun 2022. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Wedang Jahe Efektif terhadap Frekuensi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I. Saran dalam penelitian ini untuk Institusi pendidikan, untuk tempat penelitian, untuk responden dan untuk peneliti selanjutnya.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penularan HIV AIDS di PMB Siti Rohanah A.Md.Keb Kp. Pisang Batu Kab. Bekasi Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Resiko penularan HIV paling banyak terjadi pada ibu hamil, sehingga diperlukan pemantauan khusus terkait masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai HIV/AIDS serta pencegahannya di PMB Siti Rohanah, A.Md, Keb. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan untuk membuat gambaran atau deskripsi suatu keadaan secara objektif. Variabel independen usia, pendidikan, pekerjaan, dukungan petugas kesehatan, dan sumber informasi, sedangkan variabel dependennya adalah pengetahuan ibu hamil. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan total sampling sebanyak 76 ibu hamil. Hasil penelitian dihitung menggunakan hasil uji statistik Chi-square dengan nilai a=5%, hasil umur (p-value 0.089>0,05), pendidikan (p-value 0,000<0.), pekerjaan (p-value 0,000<0.05), dukungan petugas kesehatan (p-value 0,001<0.), sumber informasi (p-value 0,001<0.05). Maka didapatkan adanya hubungan pengetahuan dengan Pendidikan, pekerjaan, dukungan petugas kesehatan, dan sumber infromasi serta tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan usia. Maka perlu ditingkatkan lagi pengetahuan ibu mengenai pencegahan HIV/AIDS sebelum terjadi kehamilan pada ibu sehingga dapat meminimalisir terjadinya penularan HIV/AIDS pada bayi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Usia 0-24 Bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara - Bekasi Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Imunisasi adalah cara meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-24 bulan di TPMB Sawitri Cikarang Utara- Bekasi 2022. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel yaitu semua ibu yang memiliki bayi usia 0-24 bulan sebanyak 78 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, dukungan keluarga dan keterjangkauan ke tempat pelayanan imunisasi (P value =0.001, 0.001, 0.001,0.000, 0.002 ) dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Hasil penelitian diharapkan mengadakan penyuluhan disetiap jadwal imunisasi dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang imunisasi dasar lengkap.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus di Wilayah Kerja Puskesmas Tambun Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Abortus merupakan masalah kesehatan masyarakat karena memberikan dampak kesakitan dan kematian ibu. factor resiko terjadinya abortus adalah usia, paritas, riwayat abortus sebelumnya, jarak kehamilan, pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus di wilayah kerja Puskesmas Tambun Kabupaten Bekasi Tahun 2022. Penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil usia kehamilan 0-20 minggu yang mengalami abortus pada bulan Januari - Oktober 2022 dengan total sampel, sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan Check list dan di analisisa univariat dan bivariate dengan Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel paritas (P = 0,011), riwayat abortus (P = 0,026) dan jarak kehamilan (P = 0,020) merupakan faktor-faktor yang memiliki adanya hubungan bermakna dengan kejadian abortus. Sedangkan variabel usia (P = 1,000), pendidikan (P = 1,000) dan pekerjaan (P = 0,555) merupakan faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan bermakna dengan kejadian abortus.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu Menjadi Anggota Kader Posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Cibitung Bekasi Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Posyandu di Indonesia 296.777 (profil kesehatan Indonesia, 2019). Data di Kabupaten Bekasi tahun 2020 terdapat sejumlah 2.640 posyandu dengan jumlah kader posyandu 15.977 ([email protected], Tahun 2020). Di wilayah Kecamatan Cibitung terdapat sejumlah 235 posyandu, dengan jumlah kader 1.881 orang sedangkan di desa cibuntu terdapat 28 posyandu dengan jumlah kader posyandu 169 orang. Partisipasi ibu pada kegiatan posyandu Nusa Indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung kabupaten Bekasi masih rendah, disebabkan karena perubahan lingkungan yang begitu cepat serta masalah-masalah internal dari Posyandu secara tidak langsung menyebabkan aktifitas Posyandu melemah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik kuantitatif. Dengan pendekatan cross sectional. Penetapan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode total sampling dengan total penelitian 80 responden Hasil menunjukkan variabel yang berhubungan dengan Minat Ibu menjadi anggota Kader Posyandu Nusa indah 3A di Desa Cibuntu Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi tahun 2022, yaitu pengetahuan (p=0,008), usia (p=0,045) pendidikan (p=0,021), dukungan keluarga (p=0,003), sumber informasi (p=0,000). Hasilnya adalah adanya hubungan antara pengetahuan, usia, pendidikan, dukungan keluarga dan sumber informasi dengan Minat ibu menjadi anggota kader Posyandu Nusa 3A. Saran dengan adanya penelitian ini, diharapkan bahwa ibu berminat menjadi anggota kader Posyandu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Abortus Immines Pada Ibu Hamil Trimestes I di TPMB Iin Sepnita Dewi Cikarang Pusat Bekasi Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Abortus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang perlu mendapatkan perhatian dan merupakan penyebab penderitaan wanita di seluruh dunia. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian sampling dengan metode Cross-sectional yang didukung oleh data sekunder berupa data yang diperoleh lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah 82 responden yang melakukan pemeriksaan hamil bulan Januari – Oktober 2022. Sampel penelitian ini menggunakan Teknik total sampling sebanyak 82 responden. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa rekam medik. Dan di Analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Usia ibu (0,004), Paritas (0,012), Pekerjaan (0,009), Riwayat Penyakit (0,002), Kehamilan Yang di Inginkan atau tidak diinginkan (0,002). Dari 5 variabel yang diteliti (Usia, Paritas, Pekerjaan, Riwayat Penyakit, Kehamilan Yang diinginkan atau tidak diinginkan), hasilnya semua variabel saling berhubungan dengan terjadinya abortus imminens di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan Ibu merencanakan kehamilan, mengontrol selama kehamilan sehingga mengurangi resiko terjadinya abortus imminens khususnya di TPMB Iin Sepnita Dewi Tahun 2022.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Remaja Terhadap Seks Bebas di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Salah satu upaya mengatasi masalah kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks bebas adalah dengan meningkatkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan remaja terhadap seks bebas Di SMA Negeri 1 Cikarang Barat Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X di SMA Negeri 1 Cikarang Barat sebanyak 194 responden, data yang didapat berupa data primer, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil analisis responden yang usia beresiko sebanyak 98,5% (P value 0,196), pada responden dengan jenis kelamin yang beresiko sebanyak 38,7% (P value 0,047), pada responden dengan sikap remaja yang tidak baik sebanyak 45,9% (P value 0,024), pada responden yang memiliki kurangnya media informasi sebanyak 49,5% (P value 0,021), pada responden yang memiliki lingkungan yang kurang baik sebanyak 43,3% (P value 0,002), dan pada responden yang memiliki kurangnya dukungan keluarga sebanyak 50,0% (P value 0,031).

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Remaja di Perumahan Graha Melasti RW 014 Desa Sumberjaya Tahun 2022

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang melemahkan suatu sistem kekebalan pada tubuh manusia dapat menyebabkan Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Tujuannya untuk mengetahui faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Terhadap Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja. Survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah remaja berjumlah 124 orang. Sampelnya sebanyak 94 orang menggunakan Teknik purposive sampling. Analisa data bivariat yang digunakan adalah uji Chi-square. Berdasarkan penelitian didapatkan dari hasil variabel dependen (perilaku pencegahan HIV/AIDS) dan independent (pengetahuan, sikap, pendidikan, usia dan sumber informasi) yang mempengaruhi perilaku pencegahan terhadap HIV/AIDS yaitu pengetahuan (p=0.003), sikap (p=0.023), tingkat pendidikan (p=0.846), usia (p=0.040), sumber informasi (p=0.013) dari hasil tersebut hanya variabel pada tingkat pendidikan yang tidak adanya hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Dapat disimpulkan dari semua variabel yang diteliti terdapat adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, usia dan sumber informasi dengan perilaku pencegahan, sedangkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan perilaku pencegahan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Infeksi Menular Seksial (IMS) di Majlis Taklim Annur Sukasari Tahun 2019

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Infeksit menular seksual (IMS) merupakan penyakit yang mudah di tularkan melalui hubungan seksual yang tidak aman dengan pasangan yang terinfeksi ataupun mereka yang kerap berganti-ganti pasangan seksual. Perempuan usia (20-35 tahun) merupakan 25% dari semua populasi yang aktif secara seksual, tetapi memberikan kontribusi hampir 50% dari semua kasus IMS. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan Ibu tentang IMS di Majlis Taklim Annur . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Majlis Taklim Annur Desa Sukasari, Kecamatan. Serang Baru, Rt 08/Rw 04.Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang berada di Majlis Taklim annur sebanyak 42 responden menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket berupa kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Analisis data menggunakan analisis bivariat mengunakan uji chi square. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang IMS dengan usia nilai P= 0,046 (P<a0,05) dan OR=7,000, ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang IMS dengan pendidikan nilai P= 0,031 (P<a0,05) dan OR= 6,429 ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang IMS dengan sumber informasi nilai P= 0,014 dan OR= 10.000. Responden memiliki pengetahuan tentang pencegahan IMS. Diharapkan pihak Majlis Taklim dan Desa setempat dapat bekerja sama dengan instansi kesehatan ataupun petugas kesehatan terkait dalam pemberian pendidikan kesehatan atau penyuluhan dan bimbingan konseling tentang IMS secara berkala.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita di Klinik & RB Rhaudatunnadya Tahun 2019

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2016 Indonesia menunjukkan kasus ISPA di masyarakat sebanyak 20%-30% dari populasi. Propinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi kedua yang terbesar endemik ISPA dengan persentasi sebesar 42.50%. Dari Studi Pendahuluan di RB Rhaudatunnadya dari 50 responden ternyata 35 balita yang terkena ISPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di RB Rhaudhatunnadya Tahun 2019 . Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Dengan jumlah populasi 350 responden di RB Rhaudatunnadya Cikarang dan didapatkan hasil 88 balita yang terkena ISPA. Te Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan April 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh Balita yang berknik pengambilan sampel Accidental sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan antara Paritas (P-Value =0,000), Asi Eklusif (P-Value=0,006), Status Gizi (P-Value=0,088), Status Imunisasi (P-Value=0,001) dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya tahun 2019. Kesimpulan penelitian dari 4 variabel (Paritas, Asi Eklusif, Status Gizi, Status Imunisasi) hasilnya berhubungan dengan kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di RB Rhaudatunnadya. Saran penelitian yaitu dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukan kurikulum kesehatan reproduksi, meningkatkan pengetahuan, dengan cara mencari sumber informasi yang baik dan akurat serta dapat menerima perhatian yang baik dari orang tua.

Gambaran Pengetahuan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia <6 Bulan Tentang MP-ASI di Puskesmas Desa Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang Tahun 2020

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

MP-ASI adalah makanan tambahan untuk bayi yang di berikan pada saat umur bayi berusia 6 bulan .pemberian makanan pendamping asi (MP ASI) adalah makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu yang mempunyai bayi uisa < 6 bulan tentang MP – ASI. Metode Penelitian ini adalah Desain penelitian yang di gunakan deskriftif, sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi usia < bulan berjumlah 95 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan Proportionate statified random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuisioner tentang pengetahuan ibu yang mempunyai bayi usia < 6 bulan tentang MP – ASI, berdasarkan umur, pendidikan,pekerjaan dan sumber informasi. Analisis data menggunakan univariat. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Ibu yang mempunyai bayi usia < 6 bulan sebagian besar memiliki pengetahuan kurang sebanyak 61,1 % pada responden dengan usia beresiko sebanyak 31,33%, pada bresponden dengan pendidikan rendah sebanyak 61,1%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 48,4 %, pada responden dengan sumber informasi dari non tenaga kesehatan sebanyak 44,2% dari 5 variabel independent tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan Distribusi frekuensi ibu yang mempunyai bayi usia <6 bulan di Puskesmas Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang yang paling banyak berpengetahuan kurang dengan pendidikan rendah.

Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Penerapan Protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Menurut situs WHO, virus corona adalah keluarga besar virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia corona diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa sehingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus ini bisa mengakibatkan seseorang kehilangan nyawa sehingga menurut WHO telah menjadikan status virus corona ini sebagai pandemic. Tujuan penelitian : untuk mengetahui distribusi frekuensi pengetahuan Ibu Hamil tentang penerapan protokol Pencegahan Covid-19 di Klinik Umum Tanjung Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi tahun 2021. Metode : metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggun akan Accidental sampling dengan jumlah 102 orang. Pengumpulan data menggunakan primer. Variabel penelitian terdiri dari variabel independen yang terdiri dari umur, pendidikan, penghasilan keluarga, pekerjaan ibu, dukungan tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan sumber informasi sedangkan variabel dependen yaitu pengetahuan ibu hamil tentang Pencegahan Covid-19. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat yang bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi di setiap variable dan crosstab (tabulasi silang). Hasil : responden yang berpengetahuan rendah sebanyak 68,6%, pada responden dengan usia beresiko sebanyak 61,8%, pada responden dengan pendidikan rendah sebanyak 83,3%, pada responden dengan penghasilan keluarga rendah sebanyak 60,8%, pada responden yang tidak bekerja sebanyak 61,8%, Pada responden dukungan tenaga kesehatan yang menunkung sebanyak 73,5%, Pada responden dukungan keluarga yang kurang mendukung sebanyak 67,6% dan pada responden dengan sumber informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 74,5% dari hasil penelitian 8 variabel independen tidak memiliki kesenjangan dengan teori. Kesimpulan : distribusi frekuensi pengetahuan ibu hamil yang mengetahui pencegahan Covid-19 paling banyak ibu yang berpengetahuan rendah ada 70 Ibu Hamil dibandingkan ibu yang berpengetahuan tinggi ada 32 Ibu Hamil di Klinik Umum Tanjung Tahun 2020. Saran : Untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan covid-19 yang akan digunakan untuk menambah pengetahuan tentang bahaya covid-19 melakukan penerapan pencegahan Covid-19 dengan baik.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Dismenorea Pada Siswi di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran Tahun 2020

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Dismenorea (nyeri menstruasi) dapat bersifat primer dan sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan kejadian dismenorea di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran Tahun 2020. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang mempelajari korelasi antara paparan dan efek dengan cara mengamati paparan dan efek pada waktu yang bersamaan. Populasinya adalah seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Sampel dalam penelitian ini seluruh siswi putri di MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 121 orang karena adanya pandemi covid-19 maka hanya menggunakan 30 responden. Instrument penelitian menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dengan secara online melalui goggle form. Hasil penelitian Uji Statistik Chi Square didapatkan ada hubungan antara dismenorea dengan usia menarche dengan nilai P. value = 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 9,750, ada hubungan antara dismenorea dengan siklus menstruasi dengan nilai 0.009 (P˂α 0.05) dan OR 10,000, ada hubungan antara dismenorea dengan volume darah dengan nilai 0.023 (P˂α 0.05) dan OR 7,467, ada hubungan antara dismenorea dengan pola makan dengan nilai 0.004 (P˂α 0.05) dan OR 14,222 dan ada hubungan antara dismenorea dengan olahragan dengan nilai 0.002 (P˂α 0.05) dan OR 16,875. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari lima variabel tersebut ada hubungan yang bermakna antara usia menarche, siklus menstruasi, volume darah, pola makan dan olahraga dengan dismenorea pada siswi MTS Al-Hidayah 02 Pebayuran tahun 2020. Saran peneliti diharapkan kepada siswi dapat melakukan pencegahan terhadap dismenorea dengan cara olahraga dan memperbaiki pola makannya supaya memperkecil kemungkinan terjadinya dismenorea.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang PAP SMEAR di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Setiap tahun diperkirakan 500.000 kasus kanker serviks baru diseluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan sekitar 90-100 kanker baru diantara 100.000 penduduk pertahunnya, atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun, dengan kanker serviks menempati urutan pertama di antara kanker pada wanita. Faktor penyebab kanker serviks adalah karena virus HPV (Human Papilloma Virus). Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan screening pap smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia subur yang berada di Majelis Taklim Musholah Miftahul Hidayah Desa Harja Mekar. Sampel penelitian sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Dari hasil penelitan didapatkan ada hubungan antara usia nilai P = 0,003 dan OR sebesar 16,120, pendidikan nilai P = 0,041 dan OR sebesar 4,083, paritas nilai P = 0,020 dan OR sebesar 11,071, ekonomi nilai P = 0,035 dan OR sebesar 9,621, sumber informasi nilai P = 0,032 dan OR sebesar 3,927, dukungan keluarga nilai P = 0,009 dan OR sebesar 4,421 dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, ekonomi, sumber informasi, dukungan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Diharapkan kepada pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan meningkatkan upaya promontif dan preventif dalam rangka upaya menurunkan angka kejadian kanker serviks.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Persalinan Usia Dini ,20 Tahun di BPM Bidan Sarti Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda, memiliki dua dampak cukup berat. Pertama dari segi fisik, remaja itu belum kuat tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses perslinan. Oleh karna itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20-30 tahun. Dan yang kedua dari segi mental, emosi remaja belum stabil menghadapi persalinan ( BKKBN, 2002).Wanita yang hamil pada usia dibawah 20 tahun memiliki resiko yang besar untuk melahirkan bayi prematur, keguguran (Abortus) dan memiliki bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi. Disamping itu memiliki resiko juga bagi ibusendiri seperti anemia kehamilan. Keracunan kehamilan, mengalami pendarahan, persalinan lama dan sulit bahka bisa berakbat bagi ibu. Pada peneliti ini, penulis menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan rancangan Cross sectional. Dengan sempel 87 orang yang melahirkan di BPM Bidan Sarti periode januari-juni 2018. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara pekrjaan dengan pengtahuan ibu tentang persalinan usia dini dengan nilai P-value = 0,010 <a =0,05, sedangkan dengan pendidikan nilai P-value= 0,045<a = 0,05 , sedangkan dengan sumber informasi P-valeu = 0,006<a= 0,05, sedangkan dengan peran orang tua P-valeu =0,049 <a= 0,05 , jadi ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, peran orang tua dengan persalinan usia dini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ibu-ibu yang melahirkan di usia muda di BPM bidan Sarti yang tidak bekerja 82,9%, sedangkan yang pendidikan nya rendah (SD-SMP), 51,1%, sedangkan yang sumber informasi yang kurang cukup 53,3%, dan peran orang rua yang rendah sebanyak 78,8%. Dari hasil analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan ,pendidikan, sumber informasi, dan peran orang tua dengan persalinan usia dini. Saran dalam penelitian ini adalah agar lebih meningkatkan lagi penyulahan tentang dampak dari pernikahan dan persalinan usia dini khususnya kepada kaum remaja.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Tambelang Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diare adalah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak, dengan konsisten feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat pula bercampur lendir dan darah. Hal ini karena secara fisiologis sistem pencernaan pada balita belum cukup matur (organ-organnya belum matang), sehingga rentan sekali terkena penyakit saluran pencernaan. Penyakit saluran pencernaan ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan amoeba atau parasit melalui makanan yang masuk ke dalam tubuh dan juga mal absorpsi serta alergi zat makanan tertentu. Gejala penyerta lain dari diare pada anak balita biasanya ditandai dengan anak menjadi cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun sampai tidak ada nafsu makan. Muntah dapat timbul sebelum atau sesudah diare karena lambung turut meradang akibat gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit. Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan utama pada anak khususnya terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2013 menyebutkan angka kematian akibat diare 23 per 100 ribu penduduk dan pada balita 75 per 100 ribu balita. Jumlah kasus diare yang dilaporkan sebanyak 10.980 dan 277 diantaranya menyebabkan kematian. Selama tahun 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat angka penderita diare 168.072 orang. Jumlah kematian akibat penyakit diare enam orang. Penderita diare di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 38.012 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik desain Cross Sectional. Penelitian dilaksanankan di Puskesmas Tambelang, sedangkan proses pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Januari – oktober 2017, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang dan sampelnya dihitung dengan cara mengambil seluruh populasi. Sumber data yang diambil dari hasil kuesioner, dimana data tersebut didapat dengan menemui seluruh balita yang datang ke Puskesmas Tambelang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan pendekatan Accidental Sampling Hasil penelitian ini menyimpulkan hal-hal sebagai berikut: ada hubungan antara variabel umur dengan PV: 0,001 dan OR 6,417, status gizi dengan PV: 0,015 dan OR 4,047,cara pemberian makan dengan PV: 0,001 dan OR 6,182 kebiasaan orang tua mencuci tangan dengan PV: 0,008 dan OR 4,971, penghasilan dengan PV: 0,031 dan OR 3,537, sumber air dengan PV: 0,018 dan OR 4,333 Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel independen yang meliputi umur, status gizi, penghasilan, kebiasaan orang tua mencuci tangan, sumber air ada hubungan yang signifikan dengan kejadian diare. Saran dalam penelitian ini adalah agar menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi yang tidak didapatkan dari sekolah melalui internet maupun buku referensi. Meningkatkan pola hidup sehat dan menjaga kesehatan dengan cara lebih membiasakan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Kelas XI di SMA Negeri 1 Tambelang

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Keputihan merupakan salah satu gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Bagi remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk fenomena perubahan pada diri mereka, bila masalah ini tidak ditangani sejak dini akan berdampak negatif dikemudian hari. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sumber informasi, personal hygiene, pembinaan tenaga kesehatan dan dukungan keluarga dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang. Jenis penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja putri kelas XI di SMAN 1 Tambelang dengan sampel sebanyak 80 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian keputihan p value = 0,000 dan nilai OR di dapatkan 9,750, sumber informasi p value = 0,001 dan nilai OR 5,667, dukungan keluarga p value = 0,001 dan nilai OR 9,750, personal hygiene p value = 0,001 dan nilai OR 7,000 dan pembinaan tenaga kesehatan p value = 0,000 dan nilai OR 9,750 Kesimpulan dari hasil penelitian 5 variabel yang diteliti (tingkat pengetahuan, sumber informasi, dukungan keluarga, personal hygiene dan pembinaan tenaga kesehatan) 5 variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan kejadian keputihan pada remaja putri di SMAN 1 Tambelang. Saran dalam penelitian ini adalah dapat memberikan sumber informasi dan menambah pengetahuan kepada responden tentang pentingnya menjaga kebersihan personal hygiene serta meningkatkan pengetahuan pada remaja tentang kejadian keputihan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

INSTITUT MEDIKA DRG. SUHERMAN CIKARANG BEKASI PROGRAM STUDI PROFESI NERS AKADEMIK SKRIPSI, Juli 2018 NAMA : PENY LARA SATI NIM :100314328 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIKARANG TAHUN 2018. xvii + 76 halaman ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit kronis, sehingga memerlukan penatalaksnaan yang tepat agar dapat mengendalikan kadar gula darah dalam keadaan normal dan stabil serta mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah pada pasien Diabetes Melitus diruang poliklinik penyakit dalam rumah sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018. Penelitian ini termaksuk kedalam analitik kuantitatif, dengan menggunakan metode Cross Sectional. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus di Rumah sakit Sentra Medika Cikarang jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 61 responden. Hasil peneliti menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kadar gula darah P-Value 0,009 dan nilai OR 4,830. Pendidikan dengan kadar gula darah P-Value 0,029 dan nilai OR 3,760. Sumber informasi dengan kadar gula darah P-Value 0,017 dan nilai OR 4,433. Aktivitas fisik dengan kadar gula darah P-Value 0,035 < (0,05) dan nilai OR 3,556. Asupan makan dengan kadar gula darah P-Value 0,029 dan nilai OR 3,760. Peneliti menyarankan kepada responden agar lebih meningkatkan pengetahuan, sumber informasi, aktivitas fisik, dan asupan makan dengan cara berkonsultasi dengan dokter, orang yang lebih tahu, serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang kesehatan anak. Keperpustakaan : 10 Buku, 12 Jurnal Kata Kunci : Diabetes Melitus, Pendidikan, Pengetahuan, Sumber Informasi

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Pasangan Usia Subur Tentang KB Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR= 2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant.

Hubungan Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Penurunan Berat Badan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Tahun 2019

2020 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama umur bayi 0-6 bulan, Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang mau memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan. adapun dampak Penurunan berat badan pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti stress, lemas , mengantuk, kurang nutrisi, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi sampel sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan nilai P= 0,022 (P<a0,05) dan OR=4,783 ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ibu dapat mengetahui dampak dan resiko dari Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan berat badan ibu menyusui secara Ekslusif untuk berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui jumlah kebutuhan gizi yang tepat pada masa menyusui dan manfaat dan menyusui secara Ekslusif.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kejadian Overweight (Gizi Lebih) Pada Remaja Usia 15-18 Tahun di SMK Islam Al-Amin Tahun 2018

2019 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Overweight (gizi lebih) merupakan status gizi tidak seimbang akibat asupan gizi yang berlebihan sehingga menghasilkan ketidakseimbangan energi antara konsumsi makanan dan pengeluaran energi yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin Tahun 2018. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun adalah genetik, penghasilan, aktivitas fisik, umur, jenis kelamin dan pola makan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin Tahun 2018. Metode : Metode Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara pendekatan, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mempunyai overweight (gizi lebih) pada usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Jadi jumlah responden yang akan di teliti sebanyak 278 responden. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan umur, jenis kelamin, genetik, penghasilan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin dengan P value 0,011<0,05, P value 0,012<0,05, P value 0,005<0,05, P value 0,022<0,05, P value 0,030<0,05 dan 0,025<0,05 yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja usia 15-18 tahun di SMK Islam Al-amin. Kesimpulan : Kesimpulan Penelitian ini adalah ada pengaruh pola makan dan aktivitas fisik yang mempengaruhi kejadian overweight pada remaja yaitu dengan cara berkonsultasi dengan dokter, orang yang lebih tahu, serta mengikuti penyuluhan kesehatan tentang kesehatan remaja, dan meningkatkan aktivitas fisik guna mencegah terjadinya overweight. Saran : Dengan saran diharapkan remaja mampu menjaga Berat badan agar tetap normal.