Book•2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Stroke merupakan penyebab kedua dalam kematian dan ketiga
kecacatan di dunia. Kematian mendadak beberapa sel otak yang disebabkan adanya kekurangan
oksigen ketika aliran darah ke otak karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak. Akibat
stroke ditentukan bagian mana otak yang terjadi cedera (kanan atau kiri), hal ini mempengaruhi
perubahan yang terjadi setelah serangan stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh
(hemiplegi) ataupun dimana sebelah bagian tubuh dirasakan tidak berasa (hemiparesis). Pasien
stroke akan mengalami gangguan keseimbangan. Tujuan : Mengetahui pengaruh penambahan
Core Stengthening dan Pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia.
Metode : Eksperimental dengan rancangan Three Group Pre Test dan Post Test. Responden
dipilih 3 kelompok, yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan keseimbangan statis dan
dinamis. Setiap sampel diberikan perlakuan pemberian latihan core strengthening dan Pelvic
PNF. Hasil : Uji normalitas data menggunakan shapiro wilk test dengan p>0,05. Berdasarkan
tabel uji normalitas menunjukkan distribusi data penelitian ini adalah normal, hasil unpaired
test mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan
menunjukkan terdapat perubahan p value=<0,0435, pelvic PNF menunjukkan ada perubahan
p value=<0,0297. Core strengthening dan pelvic PNF menunjukkan perubahan signifikan
dengan p value=<0,0012.
Open AccessStroke, Core Strengthening, Pelvic PNF
Thesis•2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cerebrovascular accident atau biasa kita kenal dengan istilah stroke merupakan penyebab utama kedua dalam kematian dan penyebab utama ketiga kecacatan di dunia. Stroke merupakan kematian mendadak beberapa sel otak yang dikarenakan adanya kekurangan oksigen ketika aliran darah ke otak hilang karena penyumbatan atau pecah dari arteri ke otak (Johnson, Onuma, Owolabi, & Sachdev, 2016). Akibat stroke ditentukan oleh bagian mana otak yang terjadinya cedera, baik yang mempengaruhi otak bagian kanan atau kiri, dan hal ini akan mempengaruhi perubahan-perubahan yang terjadi setelah terserang stroke yaitu kelumpuhan sebagian belah tubuh (hemiplegi) ataupun hemiparesis dimana sebelah bagian tubuh yang terkena dirasakan tidak bertenaga. Pasien stroke juga akan mengalami berbagai gangguan keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada pasien stroke berhubungan dengan ketidak mampuan gerak otot yang menurun sehingga keseimbangan tubuh menurun. (Nisa et all,2019) Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, maka hal inilah yang menjadi landasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penambahan Core Strengthening dan pelvic PNF terhadap keseimbangan berdiri dan berjalan pada lansia pasca stroke. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan three group pre test dan post test. Penelitian ini menggunakan tiga kelompok pasien, dimana masing-masing kelompok pasien akan dinilai efektifitas pemberian latihan. Kelompok yang diteliti adalah pasien sampel yaitu pada lansia post stroke dengan gangguan dengan gangguan keseimbangan statis dan dinamis Total sampel yang diperoleh berdasarkan kriteria inklusi adalah 30 orang, dimana terdapat 30 sampel lansia post stroke. Setiap sampel diberikan perlakuan berupa pemberian latihan Core Strengthening, Pelvic PNF, Pelvic PNF dan Core Strengthening. Uji normalitas data dengan menggunakan Shapiro wilk test dengan p ˃ 0,05.Berdasarkan table uji normalitas data penelitian diatas menunjukan bahwa distribusi data dalam penelitian ini adalah berdistribusi normal dengan p ˃ 0,05 Berdasarkan hasil unpaired T-test pada masing-masing mendapatkan hasil yang berbeda-beda. Untuk core strengthening pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan dengan p Value = 0,0435, Pelvic PNF pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan dengan p Value = 0,0297, Core Strengthening dan Pelvic PNF pada kelompok perlakuan menunjukan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan p Value = 0,0012.
Open AccessCore Strengthening, Pelvic PNF, Lansia Stroke, Time Up & Go Test (TUGT) dan Pemeriksaan Fungsional Reach Test (FRT).