Abstrak
Stroke merupakan salah satu penyebab utama disabilitas pada lansia yang sering menimbulkan gangguan keseimbangan, khususnya keseimbangan dinamis. Gangguan keseimbangan pada lansia pasca stroke meningkatkan risiko jatuh yang dapat berdampak pada penurunan kemandirian dan kualitas hidup. Fisioterapi memiliki peran penting dalam rehabilitasi keseimbangan, salah satunya melalui latihan keseimbangan seperti Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia pasca stroke serta membandingkan efektivitas kedua latihan tersebut. Penelitian ini menggunakan desain two group pre-test and post-test quasi experimental design. Subjek penelitian berjumlah 20 lansia pasca stroke yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 10 subjek. Kelompok I diberikan intervensi Single Leg Stand Exercise, sedangkan Kelompok II diberikan Ankle Strategy Exercise. Pengukuran keseimbangan dinamis dilakukan menggunakan Timed Up and Go Test (TUG) sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pada kedua kelompok. Kelompok I mengalami penurunan nilai TUG dari 34,99 ± 4,17 detik menjadi 34,08 ± 4,12 detik (p < 0,05). Kelompok II mengalami penurunan nilai TUG dari 40,39 ± 5,75 detik menjadi 39,28 ± 5,59 detik (p < 0,05). Uji perbandingan antar kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna (p = 0,029), dengan nilai TUG post-test Kelompok I lebih rendah dibandingkan Kelompok II. Kesimpulan penelitian ini adalah Single Leg Stand Exercise dan Ankle Strategy Exercise sama - sama berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia pasca stroke, namun Single Leg Stand Exercise menunjukkan efektivitas yang lebih baik dalam meningkatkan keseimbangan fungsional.