Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Juli 2023 Nama : Agnes Patricia Setiawan NIM : 020319596 PENGARUH BALANCE EXERCISE TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA DI PANTI REHABILITASI SOSIAL LANJUT USIA KARAWANG TAHUN 2023 xviii + 48 Hal + 5 Tabel + 3 Gambar + 10 Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Menurut WHO (World Health Organization) prevalensi jatuh pada usia 65 ke atas sekitar 28-35% dan pada usai 70 tahun keatas sekitar 32-42%. Prevalensi lansia jatuh di Amerika Serikat 2,500,000 ditangani di bagian gawat darurat untuk luka-luka dikarenakan jatuh dan lebih dari 700,000 dirawat di rumah sakit setiap tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Panti rehabilitasi ada sebesar 20 % dalam satu bulan dari jumlah populasi lansia yang tinggal dipanti tersebut mengalami jatuh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Balance Exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow, 1997) dengan jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh dengan p-value 0,000. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Kata Kunci: Balance Exercise, Risiko Jatuh, Lansia Daftar Pustaka: 11 buku dan 10 jurnal (2013 – 2022)
Open Accesslance Exercise, Risiko Jatuh, Lansia
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Peningkatan populasi lansia di Indonesia berbanding lurus dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, salah satunya neuropati perifer yang menyebabkan penurunan kontrol postural dan kemampuan proprioseptif. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan risiko jatuh pada lansia. Latihan core stability merupakan intervensi fisioterapi yang difokuskan pada penguatan otot-otot inti untuk meningkatkan stabilitas tubuh dan mobilitas fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program latihan berbasis core stability dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer di RSAD Wira Bhakti Mataram. Jenis penelitian ini adalah quasi-experimental dengan rancangan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Instrumen pengukuran yang digunakan untuk menilai risiko jatuh adalah Timed Up and Go (TUG) Test. Data dianalisis menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (67,5%) dan kelompok usia di atas 60 tahun (77,5%). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan durasi waktu yang signifikan pada skor TUG test setelah pemberian intervensi latihan core stability. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan stabilitas dinamis dan penurunan kategori risiko jatuh pada responden. Program latihan berbasis core stability efektif dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan gangguan neuropati perifer. Disarankan bagi praktisi fisioterapi untuk menerapkan latihan ini sebagai bagian dari program rehabilitasi lansia.
Open AccessCore Stability, Lansia, Neuropati Perifer, Risiko Jatuh, TUG Test.
Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan postural, dan kemampuan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmaologis yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko jatuh adalah otago exercise programme. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh otago exercise programme terhadap risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre- eksperimental one group pretest-posttest sample penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran risiko jatuh menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Intervensi Otago Exercise Programme diberikan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil univariat dengan menggunakan uji non parametrik test yaitu uji wilcoxon signed rank test hasil perhitungan statistik menunjukan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 karena nilai P< 0,05. yang berarti terdapat pengaruh dalam menurunkan resiko jatuh setelah di berikan intervensi. Kesimpulan: Otago Exercise Programme memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pencegahan resiko jatuh pada lansia.
Open Accesslansia, risiko jatuh, Otago Exercise Programme, Berg Balance Scale
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Menurut WHO (World Health Organization) prevalensi jatuh pada usia 65 ke atas sekitar 28-35% dan pada usai 70 tahun keatas sekitar 32-42%. Prevalensi lansia jatuh di Amerika Serikat 2,500,000 ditangani di bagian gawat darurat untuk luka-luka dikarenakan jatuh dan lebih dari 700,000 dirawat di rumah sakit setiap tahun. Berdasarkan data yang didapatkan di Panti rehabilitasi ada sebesar 20 % dalam satu bulan dari jumlah populasi lansia yang tinggal dipanti tersebut mengalami jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Balance Exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest- Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang tahun 2023. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus minimal sampel size (Lemeshow,1997) dengan jumlah responden sebanyak 37 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisis data menggunakan Paired Sample T Test. Hasil penelitian Uji Statistik Paired Sample T-Test didapatkan ada pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh dengan p-value 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh balance exercise terhadap risiko jatuh pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang.
Open AccessBalance Exercise, Risiko Jatuh, Lansia