Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SUHAYATI

2 karya publik ditemukan.

2025: 2

PENGARUH EDUKASI PADA KELAS IBU HAMIL TENTANG 10T TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DI DESA MANGUNJAYA KABUPATEN BEKASI TAHUN 2025

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat jumlah kematian ibu di di Jawa Barat pada tahun 2024 mencapai 749 kasus dengan Kabupaten Bogor, Garut, dan Kabupaten Bandung menjadi daerah dengan angka kematian ibu tertinggi, sedangkan kabupaten Bekasi mencatat 46 kematian ibu. Upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan pada ibu hamil yaitu dengan cara meningkatkan pelayanan antenatal care terpadu Pemeriksaan kehamilan dengan 10T adalah standar pelayanan antenatal care (ANC) yang bertujuan untuk memastikan ibu hamil mendapatkan asuhan yang komprehensif dan berkualitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi eksperimental Pretest-Posttest One Group Design Pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 30 orang. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji Wilcoxon. Penelitian ini melakukan intervensi berupa edukasi kesehatan melalui video dan mengevaluai dalam kuesioner. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juli 2025 di Desa Mangunjaya Kabupaten Bekasi. Hasil uji wilcoxon pada sampel didapatkan hasil bahwa mayoritas responden atau 25 orang (83,3%) mengalami peningkatan pengetahuan dengan mean rank 16,38. Nilai p dengan tingkat kepercayaan 95% sebesar 0,000 0,05 kesimpulannya adalah Ha diterima atau Ho ditolak artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian edukasi terhadap pengetahuan ibu hamil tentang 10T di Desa Mangunjaya Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat mendukung perilaku sehat selama kehamilan, meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan terhadap berbagai tanda bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan. Mampu menurunkan risiko komplikasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan. Saran Bidan diharapkan meningkatkan frekuensi serta kualitas edukasi melalui kelas ibu hamil dengan metode interaktif, khususnya terkait pemeriksaan antenatal 10T. Ibu hamil perlu lebih aktif mengikuti kelas serta mencari informasi dari sumber terpercaya agar pengetahuan mengenai kehamilan dan pemeriksaan 10T semakin meningkat. Puskesmas diharapkan memperkuat kegiatan edukasi kesehatan dan sosialisasi pemeriksaan antenatal untuk mendorong pemahaman serta kesadaran ibu hamil melakukan pemeriksaan rutin. Sementara itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel lebih besar dengan metode berbeda, seperti desain eksperimen, agar hasil lebih representatif dan mendalam.