Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: YANTI SUSANTI

Pengaruh Aromatherapi Lemon Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 di Praktek Mandiri Bidan Yanti Susanti, Amd. Keb Desa Karang Rahayu Karang Bahagia Tahun 2022

Book2023Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Emesis gravidarum sering dialami ibu hamil trimester satu, jika tidak ditangani berlanjut menjadi hyperemesis gravidarum, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan perkembangan janin. Penanganannya bisa dengan therapi non farmakologi yaitu pemberian inhalasi aromaterapi lemon. Angka kejadian emesis gravidarum mencapai 12,5% dari total kehamilan di dunia (WHO, 2013). Angka kejadian hyperemesis gravidarum di Jawa Barat 2015 sebesar 13% dari seluruh jumlah ibu hami (Kemenkes RI, 2017). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester satu di PMB Bidan Yanti Susanti Tahun 2022. Metode: Desain peneleitian menggunakan pendekatan pre experimental design bentuk one group pre test - post test. Populasi penelitian 64 orang, sampelnya 30 sampel. Tehnik pengambilan sampel non probability sampling jenis purposive sampling. Uji normalitas menggunakan wilcoxon test. Hasil: Pre test responden yang mengalami emesis sedang 29 orang, emesis ringan 1 orang, mean 1,97, SD 0,183. Post test, responden yang mengalami emesis sedang 4 orang, emesis ringan 26 orang, mean 1,13 , SD 0,346. Hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester satu.

Open AccessAromaterapi lemon, emesis gravidarum, ibu hamil, inhalasi, Trimester Satu
oai:ais:library-item:22186Lihat detail

Pengaruh Aromaterapi Lemon terhadap Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester 1

Thesis2023Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendahuluan : Emesis gravidarum merupakan keluhan mual muntah yang sering dialami ibu hamil terutama ibu hamil trimester satu. Emesis jika tidak ditangani tentu saja dikhawatirkan bisa berlanjut ke dalam keadaan hyperemesis gravidarum, yang dapat menimbulkan masalah baik kepada kesehatan ibu hamil serta pertumbuhan dan perkembangan janinnya. Penanganan emesis gravidarum bisa dengan therapi farmakologi ataupun non farmakologi. Untuk therapi non farmakologi salah satunya adalah dengan pemberian aromaterapi lemon melalui tekhnik inhalasi. Menurut WHO pada tahun 2013 angka kejadian emesis gravidarum mencapai 12,5% dari total seluruh jumlah kehamilan di seluruh dunia. Menurut Kemenkes RI 2017 angka kejadian hyperemesis gravidarum di Jawa Barat tahun 2015 sebesar 13% dari seluruh jumlah ibu hamil. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester satu di PMB Bidan Yanti Susanti Desa Karang Rahayu Kecamatan Karang Bahagia kabupaten Bekasi Tahun 2022. Metode: Desain peneleitian menggunakan pendekatan pre experimental design dengan bentuk one group pre test and post test. Populasi penelitian sebanyak 64 orang, dan sampel penelitian menggunakan sampel minimal yaitu 30 sampel. Tehnik pengambilan sampel adalah non probability sampling jenis purposive sampling. Uji normalitas menggunakan wilcoxon test. Hasil: Dari 30 responden data yang diperoleh pada pre test, responden yang mengalami emesis sedang 29 orang, responden yang mengalami emesis ringan 1 orang, dengan nilai mean 1,97 dan SD 0,183. Pada hasil post test, responden yang mengalami emesis sedang 4 orang, dan yang mengalami emesis ringan 26 orang, dengan nilai mean 1,13 dan SD 0,346. Dari hasil uji statistik menggunakan wilcoxon test didapatkan nilai p value 0,000. Kesimpulan: Ada pengaruh aromaterapi lemon terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester satu. Kata kunci : Aromaterapi lemon, emesis gravidarum, ibu hamil, inhalasi, trimester satu

Open AccessAromaterapi lemon, emesis gravidarum, ibu hamil, inhalasi, trimester satu
oai:ais:skripsi:228Lihat detail