Pengaruh Edukasi Home Visit Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi di Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi Tahun 2025
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kesehatan kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan fungsi ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berpengaruh, salah satunya melalui pendekatan edukasi home visit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi home visit terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan comparison pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 77 responden hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale untuk menilai kepatuhan minum obat pasien hipertensi, sedangkan tekanan darah diperoleh melalui data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum obat setelah diberikan edukasi home visit pada pasien hipertensi dengan nilai (p < 0,05). Pasien yang menerapkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan dengan pasien yang tidak mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berpengaruh dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi, dan edukasi home visit mendukung peningkatan kepatuhan minum obat melalui pemberian informasi terarah serta pemantauan langsung oleh tenaga kesehatan di tingkat komunitas. Peneliti selanjutnya dianjurkan untuk mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain, menerapkan metode edukasi yang berbeda, serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar sehingga efektivitas intervensi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengendalian tekanan darah dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.