Thesis••Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya, penyakit ini tidak hanya mengganggu fisiologis manusia, namun sering mengalami gangguan pada kondisi psikisnya . Tujuan Penelitian: Mengetahui Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Distres Emosional pada Penderita Diabetes Mellitus di RS. PMI Bogor. Metode: metode ”cross-sectional” yaitu jenis variabel sebab (independen) maupun variabel akibat (dependen) diukur dalam waktu bersamaan dengan jumlah populasi 45 reponden dengan sampel 45 responden menggunakan total sampling. Hasil: Hasil dari pengujian perbandingan nilai antara dukungan sosial dengan distress emosional didapatkan nilai p-value 0,011, nilai tersebut dibawah 0,05 maka Ho ditolak. Hasil Spearman nilai signifikansi atau sig. (2-tailed) sebesar 0,011, karena nilai sig.(2-tailed) 0,011 , lebih kecil dari 0,05, maka artinya ada hubungan yang signifikan (berarti) antara dukungan sosial dengan distres emosional Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 38 orang responden (84,4%) yang mendapatkan dukungan sosial yang tinggi merasakan distress emosional yang rendah dan responden terbanyak pada penelitian ini adalah wanita 25 orang. Hasil Speraman menunjukkan berarti Ha diterima Ho ditolak yang artinya ada hubungan yang bermakna antara Dukungan Sosial Dengan Distres Emosional Pada Penderita Diabetes Mellitus Di RS.PMI Bogor dan angka koefisien korelasi sebesar -0,376, artinya, tingkat kekuatan hubungan (korelasi) dengan nilai rendah, bernilai negatif bersifat tidak searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka tingkat distres emosional akan semakin rendah Bahan Bacaan: XXV (2010 - 2019) Kata Kunci : Dukungan sosial, Distres Emosional, Diabetes Mellitus Jumlah Kata: 239 Kata
Open AccessKata Kunci : Dukungan sosial, Distres Emosional, Diabetes Mellitus
Book•2025•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Berbagai faktor internal maupun faktor internal mampu mempengaruhi tingkat stres salah satunya ialah dukungan sosial orang tua. Dalam hal menekan tingkat stres akademik mahasiswa salah satu yang berperan penting yaitu dukungan sosial orang tua. Tujuan dari penelitian ini: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui pendekatan deskriptif korelasi serta desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menandakan adanya hubungan yang signifikan terkait dukungan sosial orang tua dan tingkat stres mahasiswa memiliki nilai p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan yang berbanding terbalik, yang berarti apabila dukungan sosial orang tua semakin tinggi, maka makin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa semakin rendah. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.
Open AccessDukungan sosial orang tua, Stres Akademik, Tugas Akhir, Mahasiswa.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar belakang: Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami stres saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, termasuk dukungan sosial orang tua. Dukungan sosial orang tua berperan penting dalam mengurangi stres akademik mahasiswa. Tujuan penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode penelitian: Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasi dan desain cross-sectional. Tingkat stres diukur menggunakan instrumen DASS-21. Menggunakan probability sampling dengan sampel 70 mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Hasil penelitian: Menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa dengan p-value 0,001, di mana mahasiswa dengan dukungan sosial tinggi memiliki risiko lebih kecil mengalami stres berat (PR 0,480, CI 0,306–0,753) dan hubungan berada pada kategori sedang (CC 0,382). Kesimpulan: Adanya hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan tingkat stres mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman dan berada pada kategori sedang dengan arah hubungan negatif, artinya semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin rendah tingkat stres yang dialami mahasiswa. Diharapkan mahasiswa lebih terbuka kepada orang tua untuk mendapatkan dukungan yang dapat membantu mengurangi stres.
Open AccessDukungan sosial orang tua, Stres Akademik, Tugas Akhir, Mahasiswa
Book•2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, 2019), Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit yang tidak hanya mengganggu fisiologis manusia, namun sering mengalami gangguan pada kondisi psikisnya (Mohammadi & Asgarizadeh, G., Bagheri, 2018). Hidup dengan penyakit kronis seperti Diabetes Mellitus akan membuat pasien mengalami perubahan atau ketidak seimbangan antara biologis, psikologis, sosial dan spiritual yang memerlukan dukungan sosial dari lingkungannya. Dukungan sosial yang baik dapat memberikan dampak positif bagi setiap individu yang mendapatkannya, salah satu efek positif ialah dengan meningkatkan strategi untuk menghadapi masalah yang dialaminya seperti mencari dukungan dan kemampuan untuk berhadapan dengan masalah (Sari & Wardani, 2017). Metode penelitian yang digunakan cross-sectional, Penelitian ini dengan populasi 45 responden dengan menggunakan total sampling. Hasil Uji statistik Spearmen diperoleh nilai signifikasi atsu sig (2-tailed) sebesar 0,011 nilai P- value 0,011 (P-value < 0,05) artinya Ho ditolak (artinya) ada hubungan yang signifikan (berarti) antara dukungan sosial dengan distres emosional. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan distres emosional pada penderita Diabetes mellitus di RS. PMI Bogor.
Open Accessdukungan sosial, distres emosional , diabetes mellitus.
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Kepatuhan terhadap pasien dalam pengobatan dengan jangka panjang atas penyakit kronis di negara maju ini sebesar 50%, sedangkan pada negera berkembang cukup lebih rendah, Ketidak patuhan terhadap pasien dalam pengobatan yaitu dengan permasalahan kesehatan sangat serius serta sering terjadi pada pasien pengidap penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru, Kepatuhan pada pasien TB terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu faktor internal karakteristik pasien TB dan yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, penyakit penyerta sedangkan yang dapat diubah yaitu pengetahuan pasein, dan motivasi sembuh dan PHBS pada pasien tersebut, faktor eksternal pada pasien TB yaitu seorang petugas kesehatan, akses ke fasilitas kesehtan, dukungan keluarga, dukungan sosial, PMO yang mendampingi.
Jenis penelitian ini analitik kuantitatip dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sempel 40 responden dan pengambilan sempel dilakukan dengan cara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square.
Hasil penelitian univariat didapatkan bahwa kepatuhan pasein dalam mengkonsumsi (OAT) yang patuh berjumlah 16 responden (40%) sedangkan yang tidak patuh berjumlah 24 responden (60%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 9,000, ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 8,556, dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 11,000, dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 7,000. Sedangkan pada variabel usia dengan tingkat kepatuhan tidak ada hubungan dengan nilai p vulue = 0,104 dan OR = 0,333.
Dapat di simpulkan dari 5 variabel yang diteliti ada 4 variabel yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan yaitu pengetahuan, motivasi sembuh, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan ada 1 variabel yang tidak berhungan dengan tingkat kepatuhan yaitu usia.
Dapat disimpilkan dukungan keluarga dan sosial penting sebagai faktor eksternal terhadap kepatuhan lebih lanjut, pengetahuan dan motivasi penting sebagai faktor internal kepatuhan pasien TB MDR.
Open AccessHubungan pengetahuan, motivasi sembuh, dukungan keluarga, dukungan sosial, usia terhadap kepatuhan
Book•2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru.
Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan,
Tiongkok, pada bulan Desember 2019. secara resmi World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia mendeklarasi virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas didunia. Istilah pandemi terkesan menakutkan tapi sebenernya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas ingat, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Negara pertama yang dengan kasus terbanyak adalah Negara Amerika Serikat dengan total kasus sebesar 1.188.150 dengan total korban jiwa sebanyak 68.599 dan total kasus 178.263 (Worldometer 2020). perkembangan Covid-19 di Indonesia sangat berkembang pesat. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus sebesar 4.463, yang terdiri dari 408 jiwa dan 632 pasien yang sembuh dari Covid-19. Jawa Barat merupakan provinsi yang berada diurutan ketiga tertinggi dalam perkembangan Covid-19 yaitu sebanyak 1.054 kasus, dengan korban jiwa sebanyak 86 dan pasien yang sembuh sebanyak 159 (Kementrian Kesehatan RI, 2020). Kabupaten Bekasi pada 12 Oktober 2020 kasus Covid-19 telah mencapai 3.491 kasus yang positif (Kompas.com). Kecamatan Tambelang kasus Covid-19 ada 6 kasus yang positif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05.
Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang sigifikan antara Pemahaman Tentang Intruksi (p = 0,009 < α = 0,05), Tingkat Pendidikan (p = 0,045 < α = 0,05), Keyakinan (p = 0,000 < α = 0,05), Dukungan Sosial (p = 0,000 > α = 0,05), dan Pengetahuan (p = 0,014 < α = 0,05, dengan kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pendemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang terdapat pengaruh adalah pemahaman tentang intruksi, tingkat pendidikan, keyakinan, dukungan sosial dan pengetahuan.
Open AccessPemahaman Tentang Intruksi, Tingkat Pendidikan, Keyakinan, Dukungan Sosial, Pengetahuan