Book•2026•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang
memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam
menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di
perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas
hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika
Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner
kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan
kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue
=
0,000
(p
<
0,05)
dan
nilai
χ²
=
28,954.
Nilai
Contingency
Coefficient
sebesar
0,577
menunjukkan
kekuatan
hubungan
dalam
kategori
kuat. Kesimpulan: Terdapat
hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa
perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi
tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di
perantauan.
Open Accesskemandirian, kualitas hidup, mahasiswa perantau, keperawatan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.
Open AccessKomunikasi terapeutik, kepuasan pasien, Diabetes Mellitus Tipe 2, keperawatan.
Thesis•2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Komunikasi terapeutik perawat memiliki peran krusial dalam meningkatkan kepuasan pasien, namun penelitian mengenai hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kepuasan pasien DMT2 di Ruang Rawat Interna RS Sentra Medika Cikarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi terapeutik dan kepuasan pasien (p = 0,029), dengan Prevalence Ratio (PR) 2,045 (Confidence Interval (CI) 1,143–3,660) serta Correlation Coefficient (CC) 0,301, yang mengindikasikan hubungan rendah. Kesimpulannya, komunikasi terapeutik yang efektif berkontribusi secara positif terhadap peningkatan kepuasan pasien DMT2. Oleh karena itu, perawat perlu mengembangkan keterampilan komunikasi terapeutik, sementara rumah sakit disarankan untuk mengadakan pelatihan rutin guna meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan secara menyeluruh.
Open AccessKata kunci: Komunikasi terapeutik, kepuasan pasien, Diabetes Mellitus Tipe 2, keperawatan.